Planet Terasi

Think. Read. Write.

Membuat Live USB dari berbagai macam distro Linux di LinuxMint/Ubuntu

Mungkin anda sudah pernah pakai Startup Disk Creator, dan juga sudah membaca dan mempraktekkan ulasan saya tentang USB Installer Windows. Kali ini tool yang kurang lebih sama dengan dua tool tadi namun tool ini hanya untuk install distro linux ke flashdisk anda, yaitu LiveUSB Install akan saya ulas di artikel ini.

LiveUSB Install adalah tool untuk membuat Live Linux USB di Linux dan Windows. Sangat mudah digunakan untuk menginstal bermacam distro Linux di flashdisk anda dari file image ISO atau dari CD/DVD, bahkan bisa langsung download dan install file ISO nya dari internet.

LiveUSB Install support bermacam distro Linux seperti Android, Debian, Centos, Fedora, Kubuntu, LinuxMint, OpenSuse, Ubuntu, Xubuntu dan banyak lagi. Anda bisa melihat daftar lengkapnya disini.

Untuk menginstal program ini di LinuxMint, jalankan perintah berikut melalui terminal:

sudo add-apt-repository “deb http://download.learnfree.eu/repository/skss / #SKSS”

wget http://download.learnfree.eu/repository/skss/repo.pub.asc -q -O- | sudo apt-key add -

sudo apt-get update

sudo apt-get install live-usb-install

Setelah terinstal dan dijalankan, jangan lupa colokkan flashdisk biar terdeteksi flashdisknya oleh program ini. Kemudian pilih Mode instalasi yang diinginkan pilihannya yaitu Distribution, Custom syslinux config, WinGrub ISO Chainloader, IMG Write and (Re)Install Syslinux.
Selanjutnya pilih sumber instalasinya, pilihannya ada 3 yaitu dari CD/DVD, ISO Image, dan Internet.

Di bagian Select Linux Distribution, anda bisa memilih nama distro dan versi Linux yang akan anda buat menjadi Live USB.

Anda juga bisa mencentang opsi Autodetect distribution di bagian Install from, supaya program bisa mendeteksi secara otomatis distro apa yang anda masukkan jika anda mengambil sumber dari CD/DVD atau dari ISO Image, jika sumbernya dari Internet maka anda tetap harus memilih nama dan versi distro Linuxnya.

Setelah instalasi distro linux yang anda inginkan selesai dimasukkan ke flashdisk, selanjutnya anda bisa gunakan flashdisk anda untuk menjalankan live session linux yang anda pilih tadi atau menginstalnya ke komputer target.

Sumber: Learnfree

Artikel Terkait

Buni, Jamblang & Kesa : Buah yang Sukar Dicari ;-)

Salah satu hal yang menyenangkan jika saya datang ke rumah orang tua saya di Tambun (salah satu kecamatan di kabupaten Bekasi) adalah adanya penjual buah yang jarang ada ditempat lain.

Atas alasan keamanan, saya biasanya membawa si Jupiter MX melintasi jalur yang relatif sepi, tidak melalui jalan raya utama. Jalur utama dari Bekasi ke Tambun adalah melintasi jalur Ir H Juanda (Terminal Bekasi-Bulak Kapal) dan jalur Sultan Hasanuddin (Bulak Kapal-Pasar Tambun). Saya lebih memilih jalur belakang via Perumnas III-Indoporlen-Perum Papan Mas baru berbelok ke kiri menuju rumah orang tua saya di Desa Sumber Jaya-Tambun. Jalur ini relatif lebih nyaman karena mobil dan motor yang berlalu lalang relatif  lebih sedikit dan tidak ada bus besar maupun truk yang melintasinya.

Antara jalur Perumnas III dengan Perumahan Papan Mas ada jalur Indoporlen (Indoporlen adalah nama salah satu perusahaan yang menjadi trademark wilayah tersebut) yang jalannya cukup rindang dan suasananya sejuk. Ada beberapa penjual buah yang berjualan di pinggir jalan, salah satu kelompok penjual buah tersebut berjualan di depan Pusdiklat Dewan Dakwah. Yang istimewa dari penjual buah ini adalah jenis buahnya. Sebagian besar adalah buah-buah lokal, yang sering saya makan saat masih di Tambun dulu namun sekarang sukar dicari.

Buah-buah ini tidak pernah saya temukan di swalayan. Beberapa diantaranya adalah :

  1. Buah Buni. Buah ini mirip buah salam, dikenal juga sebagai buah Wuni dan Huni. Kalau sudah masak warnanya hitam dan manis, namun kalau masih merah, apalagi hijau, rasanya asam luar biasa. Biasanya dijadikan salah satu bahan pelengkap rujak. Sekarang pohonnya sudah jarang ditemukan
  2. Buah Jamblang. Buah ini mirip anggur hitam, namun lebih lonjong. Ukurannya relatif sama dengan anggur. Rasanya manis namun kalau kulit buahnya tipis, rasanya sepat. Dulu, jika ngidam anggur tapi tidak kesampaian karena harganya mahal, jamblang menjadi pengganti karena harganya lebih murah, hehehe…
  3. Buah Kesa. Makan buah ini serasa makan tepung manis. Makan satu saja mulut rasanya dipenuhi tepung :-D . Bertahun-tahun saya makan buah kesa dan minum sirup Tjampolay tanpa tahu bahwa buah Kesa dikenal di daerah lain dengan nama Tjampolay :-D
  4. Buah Mede alias Jambu Monyet. Buah ini relatif masih mudah ditemukan. Di kampung saya di Tambun, buah ini biasanya ditanam didekat kuburan, jadi dulu ngeri juga mau makan buah ini. Jangankan mau makan, metik buahnya saja rasanya seram sekali :-D

Selain buah diatas, ada juga buah yang umum dijual, seperti sawo, nangka dan rambutan. Istimewanya, buah ini dipetik langsung dari pohon-pohon yang ada disekitar tempat mereka berjualan. Lokasi berjualannyapun relatif sederhana, hanya berupa meja panjang dibawah pohon, dengan naungan terpal.

Saya pernah punya pengalaman lucu sewaktu beli buah disini. Bertahun-tahun sebelum saya bekerja dibidang IT, saya punya profesi sebagai penjual dan pembeli rambutan. Semenjak SD, saya memetik rambutan untuk kemudian dijual kembali. Akibatnya, saya bisa dibilang hapal luar kepala jenis-jenis rambutan hanya melihat bentuk luarnya saja.

Saat saya membeli rambutan di lokasi tersebut, saya ditunjukkan sekelompok rambutan berambut gondrong yang mereka jual dengan harga mahal dengan alasan, “Ini Cipelat (nama jenis rambutan, equivalent dengan Rambutan Rapiah/Aceh) pak, makanya mahal”. Saya mau ketawa geli campur kasihan mendengar ia mencoba menipu veteran penjual rambutan :-P . Lha rambutannya aza gondrong, nggak ada pelat-pelatnya, malah segala ngaku rambutan mahal :-D

Saya punya rencana menanam beberapa pohon tersebut di lokasi bakal Pusdiklat, supaya Zeze Vavai dan Vivian masih mengenal pohon-pohon yang buahnya nggak ada di swalayan tersebut.

Artikel Terkait

Apakah Konferensi Teknologi Layak Untuk Dihadiri?

DailySocial ·

Komunitas startup teknologi di Indonesia tidak membuang waktu dalam menghadapi awal tahun 2012. Awal tahun ini dimulai dengan Boost Asia Conference yang diselenggarakan selama dua hari di Hotel Intercontinental di Jakarta pada tanggal 17-18 Januari 2012. Konferensi ini menghadirkan sejumlah pembicara dan panelis dari Jepang, Amerika Serikat, Vietnam, dan Indonesia serta dihadiri oleh hampir 300 pengusaha, investor, orang bisnis lainnya, media, dan bahkan para siswa.

Saya tidak akan membahas lebih lanjut tentang konferensinya, Rama yang akan berbicara tentang hal itu. Apa yang saya ingin bahas adalah tentang efektivitas dan daya tarik dari konferensi, terutama konferensi industri teknologi seperti Boost atau SparxUp yang dilaksanakan oleh DailySocial sendiri, dan apakah para peserta layak membayar untuk hadir di berbagai acara konferensi ini.

Konferensi melayani dua tujuan. Salah satunya adalah untuk memberikan wawasan, pengalaman, dan pengetahuan dari pemain industri yang telah bekerja keras, yang telah melihat pasang surut dari industri dan tahu tantangan yang dihadapi oleh setiap orang yang ingin memasuki industri.

Pembicara umumnya diharapkan juga untuk mendiskusikan cara-cara dalam menghindari perangkap dan memberikan peringatan akan berbagai bahaya yang mungkin akan dihadapi oleh pemain baru walaupun ada juga memilih untuk memasarkan produk atau ide mereka.

Fungsi kedua adalah sebagai platform untuk membangun, meningkatkan, dan memperluas kontak bisnis dan jaringan serta untuk memperbarui diri dengan berbagai perkembangan yang terjadi di seluruh industri.

Konferensi mungkin satu-satunya waktu di mana ratusan orang dalam sebuah industri dapat berbaur dan berinteraksi secara langsung satu sama lain, tanpa harus mengatur pertemuan dan jadwal mereka.

Sayangnya jadwal yang dikemas dalam acara konferensi sering kali hanya menyediakan waktu untuk berinteraksi selama istirahat dan setelah sesi, itu pun jika acara tidak berlangsung terlalu larut, yang mana akan mendorong peserta lebih untuk memilih beristirahat setelahnya dibandingkan bersosialisasi lebih jauh.

Di sisi lain, karena waktu yang singkat, kadang-karang percakapan yang hadir saat para peserta berbaur lebih mengarah pada percakapan ‘utama’ yang lebih berarti dan cenderung untuk tidak menyertakan pembicaraan-pembicaraan ringan.

Pada sebagian besar acara konferensi, materi dari acara biasanya dapat ditemukan dengan mudah di internet lewat berbagai situs terkait atau dari buku. Bagi mereka yang menjelajahi internet secara reguler, sering kali tidak akan mendapatkan informasi yang bermakna ketika mengikuti presentasi dan talkshow di acara konferensi, kecuali jika para pembicara mengumumkan sesuatu yang baru atau belum diumumkan sebelumnya, baik tentang pengalaman atau cerita lain. Namun di Indonesia, ini jarang sekali terjadi.

Presentasi dan sesi yang ada di acara konferensi sering kali disiarkan atau diberitakan di berbagai situs, yang berarti jika Anda berencana untuk menghadirinya, ada kemungkinan Anda dapat menemukan materi tanpa menghadiri konferensi.

Jadi apakah masih layak membayar biaya cukup besar untuk menghadiri acara konferensi teknologi? Well, hal utama yang bisa diperoleh dari menghadiri acara seperti ini sering kali hadir dalam bentuk kontak dengan orang lain, diskusi dan pengetahuan yang diperoleh dari pertemuan sosial.

Maka mungkin nilai riil dari konferensi adalah kesempatan untuk bertemu para pemain industri yang mungkin tidak bisa Anda temui di tempat lain. ZDNet membahas topik ini tahun lalu dan sampai pada kesimpulan yang serupa: “Ini adalah kesempatan untuk mempererat hubungan dan memperdalam ikatan dengan relasi yang sudah pernah Anda temui”.

Staff IT : Sempatkan Diri untuk Belajar & Meningkatkan Pengetahuan!

Salah satu keluhan utama rekan-rekan yang bekerja sebagai staff IT di perusahaan umumnya berkisar pada sulitnya menyediakan waktu untuk belajar. “Bagaimana mau belajar, baru mau ujicoba saja sudah keburu ada panggilan kesana-kemari”, begitu kira-kira keluhan yang sering saya dengar saat mengajar training di Excellent.

Padahal, staff IT harus selalu mengupgrade pengetahuannya, karena jika tidak, bargaining power yang ia miliki akan semakin terkikis. Jika pengetahuan seorang staff IT relatif statis dan tidak bertambah, perusahaan juga tidak akan terlalu menghargainya. Hal ini sebenarnya sesuatu yang normatif, jika pengetahuan yang dimiliki merupakan pengetahuan pasaran yang mana hampir semua orang bisa melakukannya, lantas mengapa perusahaan harus membayar seorang staff IT dengan gaji yang lebih besar dibandingkan staff yang lain?

Jangan jadikan waktu sebagai argumen atas kesulitan kita meningkatkan pengetahuan. Jika kita tidak menyempatkan diri untuk selalu belajar dan meningkatkan kemampuan, yang rugi adalah diri kita sendiri. Waktu luang tidak akan datang dengan sendirinya jika kita sendiri tidak mencoba untuk mengelolanya. Jangan membiarkan diri kita terlena untuk kemudian menyesali waktu-waktu yang telah berlalu.

Sumber pengetahuan bisa datang dari berbagai sumber. Bisa dari buku, majalah, internet, workshop/training dan lain-lain. Sama halnya sepeda motor untuk seorang tukang ojek, pengetahuan dibidang IT merupakan alasan utama mengapa seorang IT dipekerjakan. Percuma bekerja sebagai staff IT jika komputer/laptop saja tidak punya. Jika ini yang terjadi, sama halnya seseorang yang berprofesi sebagai tentara tempur tapi tidak memiliki senjata sebagai peralatan utama yang wajib ia miliki.

Jika perusahaan tidak memiliki budget untuk meningkatkan pengetahuan, menabunglah sedikit demi sedikit agar suatu waktu kita bisa mengikuti training yang kita inginkan atau membeli buku yang kita perlukan. Jangan mencela perusahaan yang mempekerjakan kita. Jangan juga bersikap masa bodo pada upaya meningkatkan pengetahuan yang kita miliki. Apakah kita mau menghabiskan seluruh sisa hidup kita pada perusahaan yang kurang menghargai kemampuan kita?

Jangan menunggu sampai kita menyesali waktu-waktu yang telah berlalu. Hidup kita milik kita, susah senang, kita juga yang menjalaninya.

Artikel Terkait

Solved : Zimbra Error Message: System Failure: Exception During Auth RemoteManager

Zimbra biasanya menggunakan port SSH untuk komunikasi internal dengan aplikasi-aplikasi yang dikelolanya. Jika ada perubahan pada port default SSH (port 22) atau ada pemindahan aplikasi (misalnya restore Zimbra backup dari folder /opt ke sistem yang baru), ada kemungkinan muncul pesan sebagai berikut saat mengakses  Zimbra Admin dibagian tab Server :

Baca Artikel “Solved : Zimbra Error Message: System Failure: Exception During Auth RemoteManager” Selengkapnya…

Artikel Terkait

Yang Terlewat: Bahasa

DailySocial ·

Menakjubkan. Sebuah video di Youtube yang sudah beredar di Facebook tahun lalu, tiba-tiba tahun ini beredar lagi dan sampai membanjiri tiga situs media sosial yang saya ikuti. Video itu tampaknya diunduh oleh seseorang atau institusi di Indonesia yang kemudian menambah subtitle bahasa Indonesia. Hasilnya? Viral.

Mengapa? Karena pemahaman. Tanpa bahasa yang sesuai, tak mungkin suatu informasi menjadi menarik. Apalagi informasi yang mengandung unsur emosi seperti video tersebut. Di sini emosi menciptakan pengalaman dalam penggunaan produk: User eXperience.

Saat ini, pengguna internet di Indonesia bukan lagi orang-orang berpendidikan tinggi saja. Akses internet yang mudah tanpa perlu kepemilikan komputer pun memungkinkan siapapun mengaksesnya. Apalagi di era Web 2.0 ini, di mana pengguna ikut menciptakan pengalaman bagi pengguna lain, situs-situs berbahasa Indonesialah yang populer. Detik contohnya, adalah situs berita pertama yang memungkinkan pembaca berkomentar di situ. Lalu Kompasiana, menyediakan wadah bagi pembaca untuk menayangkan beritanya sendiri.

Urusan bahasa jadi lebih rumit di dalam suatu produk layanan online yang penggunanya multi-bahasa, multi-negara. Apalagi kalau layanannya sangat bergantung pada unsur lokal, seperti layanan finansial (bank lokal) dan travel (tiket ditentukan oleh lokasi keberangkatan). Masalah ini cukup terlihat, sehingga urusan bahasa ini sudah menjadi topik diskusi oleh praktisi UX.

Layanan online multinasional pun ada yang masih menampilkan kesalahan klasik: pilihan bahasa di laman pertama menampilkan bahasa (moda interaksi) dan negara (lokasi) secara bersamaan, sehingga pengguna yang tidak paham bahasa negara tersebut mengalami kesulitan. Padahal pengguna tersebut sempat menikmati (UX yang positif) layanan tersebut waktu berada di negara lain. Contoh pilihan bahasa yang terpisah dari pilihan negara bisa dilihat di gambar berikut (yang diambil dari situs KLM).

Kembali ke urusan bahasa dalam negeri: mengapa QZone paling populer di negara Cina? Walaupun bisa jadi karena Facebook diblokir di sana, tetapi penggunaan media sosial lokal sangat populer. Bisa dikatakan karena bahasa. Juga karena mudahnya berpartisipasi dalam hal-hal yang konteksnya lokal sehingga pemerintah tersadar akan suara rakyat.

Kita bisa saja berpikir bahwa penduduk Indonesia sudah sangat familiar dengan isitilah-istilah dalam bahasa Inggris di komputer. Tetapi hal ini bukanlah standar pengukuran bahwa penduduk Indonesia mampu berbahasa Inggris dengan baik. Ingatkah ketika pertama kali menemukan pengaturan bahasa Indonesia di ponsel kita beberapa tahun yang lalu? Awalnya kita merasa aneh. Tetapi orang-orang yang baru pertama kali menggunakan ponsel sangat menghargai fitur ini.

Mari kita perhatikan para pengguna yang baru pertama kali menggunakan ponsel, pengguna yang baru pertama kali menggunakan internet, pengguna yang tidak familiar dengan istilah-istilah berbahasa Inggris di komputer. Mereka tidak sedikit. Sekarang puluhan juta, dan terus meningkat.

Produk-produk berbasis internet seperti Facebook, Multiply, Wikipedia, sudah memiliki versi bahasa Indonesia. Bagaimana dengan produk-produk dalam negeri? Perlu diperhatikan, selain lokalisasi dan konteks yang sesuai, bahasa merupakan moda interaksi, sehingga merupakan kunci pengalaman positif dalam menggunakan produk.

 


Artikel tentang User Experience (UX) ini ditulis oleh Qonita Shahab, peneliti UX yang pernah bekerja di bidang TI. Ketertarikannya akan musik dan fotografi membantunya dalam mendesain prototipe sistem interaktif. Sejak mulai melakukan penelitian di bidang teknologi persuasif, Qonita belajar banyak tentang psikologi sosial dan penggunaan komunal atas teknologi. Anda bisa follow akun Twitter-nya di@uxqonita.

Inilah Para Pemenang Acara XL Blaast HackDay 2012

DailySocial ·

Dalam rangkaian acara peluncuran resmi layanan XL Blaast tanggal 24 Januari kemarin, Blaast mengadakan acara HackDay yang bertempat di Kempinski Grand Ball Room, Hotel Kempinski Jakarta.

Acara HackDay ini dijalankan mulai dari pukul 8 pagi sampai dengan pukul 4 sore. Ada 25 developer yang terbagi atas 7 tim yang mengikuti acara ini dan berasal dari berbagai kota seperti Yogayakarta (2 tim), Bandung (2 tim), Malang – Surabaya, Depok, dan tim dari Jakarta yang juga merupakan tim resmi dari Blaast.

Masing-masing tim membuat aplikasi dalam rentang waktu yang telah ditentukan, nantinya akan diseleksi dan dipilih 2 pemenang serta satu pemenang masuk kategori honorable mention sebagai aplikasi paling kreatif.

Beberapa peserta berasal dari komunitas startup atau developer yang juga mungkin sudah pembaca DailySocial kenal, antara lain Fowab, Bancakan, Stasion, dll.

Blaast sendiri secara resmi meluncurkan layanan mereka bekerja sama secara eksklusif selama 6 bulan dengan XL, Anda bisa melihat informasi peluncuran XL Blaast di artikel DailySocial ini.

Selalu menarik melihat secara langsung acara HackDay, dimana dalam satu ruangan para developer berusaha untuk menyelesaikan aplikasi dalam waktu tertentu yang telah ditentukan, apalagi ketika masa akhir pengumpulan aplikasi (seperti nanti yang terlihat di video).

Setelah kurang lebih 8 jam berkutat dengan barisan kode, acara HackDay ditutup dengan presentasi para perwakilan developer menjelaskan aplikasi mereka, dan pada rangkaian acara grand launch para pemenang dari acara HackDay akhirnya diumumkan.

Berikut daftar para pemenang:

1. Pemenang Pertama: Tempa Labs – Depok
2. Runner Up: Palapa – Malang
3. Honorable Mention: OneBit – Yogyakarta

Tempa Labs mengembangkan tools bagi para developer yang ingin mengembangkan game di Blaast sehingga menjadi lebih mudah, Palapa mengembangkan turn-based game, sedangkan OneBit mengembangkan aplikasi – mashup layanan chat yang menggabungkan beberapa layanan chat.

Selain itu Blaast juga memberikan penghargaan pada rising star developer yang diberikan pada Ikhlas Sandy karena memberikan kontribusi pada Blaast terutama pengembangan aplikasi di ekosistem mereka.

Seperti yang disebutkan pada artikel lain di DailySocial, saat ini Blaast telah memiliki kurang lebih 1.000+ developer (dalam presentasinya Daniel Bergqvist, Head of Developer Relations mengatakan jumlahnya telah mencapai lebih dari 1.200 developer), 100+ aplikasi lokal serta bisa digunakan di lebih dari 500 perangkat bergerak dalam beberapa keterangan di peluncurannya dijelaskan pula jumlah aplikasi yang tersedia ini akan terus bertambah, terutama dengan dukungan beberapa program Blaast termasuk Blaast Learning Center yang akan didirikan di salah satu kota di Indonesia.

Berikut video liputan singkat dari acara HackDay, grand launch serta pengumuman pemenang HackDay (mohon maaf jika hasil video kurang maksimal).

Peluncuran Nokia Asha 300 dan Pentingnya Aplikasi untuk Suatu Platform Mobile

DailySocial ·

Hari ini Nokia meluncurkan produk baru untuk kalangan menengah ke bawah di Indonesia yang diberi nama Asha 300. Dengan spesifikasi teknis yang lumayan, Asha 300 memiliki kisaran harga yang cukup terjangkau (Rp 1 juta). Asha 300 ini merupakan ponsel Nokia berbasis S40 yang diam-diam telah terjual lebih dari 1.5 miliar unit sejak kemunculannya pertama kali melalui Nokia 7110 di tahun 2007. Kali ini saya tidak akan membahas tentang ponselnya itu sendiri, Anda bisa melihatnya di blog gadget yang lainnya. Yang menurut saya menarik adalah kali ini Nokia menggandeng suatu aplikasi dengan nama besar untuk mempromosikan ponselnya.

Rovio Mobile tiba-tiba menjadi buah bibir di dunia mobile. Game Angry Birds yang fenomenal dalam dua tahun saja telah diunduh (dan dibeli) sebanyak lebih dari 700 juta kali! Angry Birds adalah permainan mobile ke-52 yang dibuat oleh Rovio. Lima puluh satu permainan sebelumnya bisa dibilang masuk kategori gagal. Anda bisa membaca tulisan ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang sejarah Rovio.

Kembali ke peluncuran Asha 300, Nokia menggandeng Angry Birds sebagai selling point. Seri Asha adalah satu-satunya produk ponsel, yang bukan murni smartphone, yang bisa memainkan permainan populer ini. Tidak tanggung-tanggung, Nokia mendatangkan Peter Vesterbacka, Mighty Eagle atau Chief Marketing Officer Rovio, untuk hadir dan memberikan wejangan-wejangan kepada pengembang lokal yang memimpikan kesuksesan yang serupa.

Suatu platfrom ponsel jika tidak memiliki aplikasi unggulan sekarang berarti tidak memiliki apa-apa. Zip. Zero. Nada. Hal itu, meskipun agak terlambat disadari pula oleh Nokia. Nokia Indonesia beberapa waktu terakhir sangat getol menggandeng komunitas pengembang dan mengadakan roadshow ke berbagai kota di Indonesia. Hasilnya cukup nyata, sudah ada 10 ribu pengembang lokal yang bergabung dalam komunitas pengembang Nokia, ada sekitar 3000 aplikasi yang sudah masuk ke Nokia Store, dan terdapat 50 universitas yang bekerja sama dengan Nokia.

Saya masih ingat, sekitar 5 tahun yang lalu saat iPhone masih awal diluncurkan, semua ponsel yang ditawarkan melulu mengandalkan spesifikasi teknis tanpa ada pembanding yang terukur antara satu platform dan platform lainnya. Sekarang, dengan semakin pentingnya peranan aplikasi bagi kesuksesan platform, mau tidak mau giliran vendor ponsel yang “meminta” dukungan pengembang aplikasi populer, bahkan rela untuk memberikan hal-hal eksklusif supaya aplikasi tersebut tidak tersedia di platform lain.

Jika di media kita kenal istilah “content is king”, istilah serupa mungkin bisa disematkan untuk aplikasi-aplikasi di platform mobile. Instagram untuk iPhone, berbagai aplikasi layanan Google yang dioptimisasi penuh untuk Android, konektivitas permainan Xbox Live dan Windows Phone — itu semua merupakan sebagian contoh aplikasi-aplikasi unggulan di masing-masing platform mobile.

Kini Asha menggandeng Angry Birds sebagai aplikasi unggulannya, bukan eksklusif tapi sebagai platform bukan smartphone yang bisa dimiliki dengan harga terjangkau, ini adalah suatu kemenangan. Tentu saja ini bukan kemenangan vendor ataupun platform. Ini adalah kemenangan pengembang yang mampu membuktikan bahwa aplikasi buatan mereka bukan cuma sekedar pelengkap, melainkan penentu hidup-matinya dan sukses-gagalnya suatu platform mobile.

IGOS Nusantara R7.1 RC2

suryana.or.id » Planet Terasi ·

IGOS Nusantara R7.1 RC2

IGN LiveCD R7.1 RC2 menyediakan beberapa update dan penambahan:

1. Firefox 9.0.1
2. Kernel 3.2.1
3. LibreOffice 3.4.5
4. Desktop Cinnamon 1.2
5. Driver SiS 761
6. Perbaikan skrip
7. Penambahan konfigurasi repositori
8. Beragam update aplikasi

Pengguna IGN R7.0 yg memiliki koneksi internet cepat
dapat upgrade ke IGN R7.1 RC2 dengan melakukan:

# yum clean metadata <ENTER>
# yum update <ENTER>

Ada di:
http://ftp.lipi.go.id/ign/iso/7.1/rc/

Nama Berkas: IGN7-LiveCD-R7.1-2012-01-25.ISO

Sinkronisasi akan dilakukan secara otomatis dari
server pengembangan, sehingga LiveCD RC2
akan tersedia sekitar 26 Januari 2012 dini hari.

Anda Nanti Memilih Siapa?

Blogombal [√] ·

KETIKA ANDA MARAH DAN MUAK TERHADAP ANGGOTA DPR.

Jika Anda hari ini menyimpan kemarahan terhadap politisi busuk, terutama yang ada di DPR-RI dan DPRD, maka Anda telah mengabaikan nasihat dokter untuk menjaga kesehatan. Jangan biarkan tensi menanjak, atau lambung perih, atau kulit gatal, hanya gara-gara para kunyuk itu.

Jika Anda meluapkan kemarahan agar bendungan perasaan tak jebol di dalam, maka itu boleh-boleh saja – asalkan tidak mengalihkan sasaran. Tetapi percayalah, apapun makian dan penistaan Anda terhadap politisi busuk, itu tak membuat mereka bereaksi apalagi memperbaiki diri. Eh, ingat ya: hanya politikus (tunggal) dan politisi (jamak) busuk. Masih ada politisi yang genah, termasuk yang di parlemen.

Kasus terbaru tapi polanya lawas ya ini. Rencana membangun lapangan futsal Rp 2 miliar (batal). Renovasi toilet Banggar Rp 2 miliar. Renovasi ruang rapat Banggar Rp 20,3 miliar (batas atas anggaran malah Rp 24 miliar). Kursi impor yang terlalu mahal (lihatlah harga di Politikana). Kalender diri sendiri senilai Rp 1,3 miliar. Permintaan bantuan sosial Rp 4,3 triliun kepada Kementerian Pertanian. Biaya studi banding Rp 100 miliar selama setahun…

Orang bisa bilang, kesalahan bukan sepenuhnya ada pada mereka. Bukankah anggota  DPR bisa ganti lima tahun sekali tetapi birokrat di sekretariat jenderal tak berganti lima tahun sekali? Atau kalaupun birokratnya ganti, partiturnya tetap sama? Ah, sudahlah. Kalau anggotanya DPR-nya lempeng, dan waspada, serta ingat, tentu tak akan membiarkan diri tersesat apalagi sengaja menempuh jalan sesat.

Menistakan politisi busuk… 

Dalam Postyorous Menerous, yang menanggapi kartun kasar Tempo, saya sempat melontarkan canda ini:

Kalau ada orang menghina para politikus busuk di DPR secara terbuka, satu per satu, dan menistakannya secara personal sampai ke sisi yang sangat privat, kalau perlu memfitnahnya dengan cara paling kejam dan biadab, apakah yang terkena akan menggunakan hak hukumnya untuk menggugat? Jika diam, berarti mereka bebal. Jika menggugat, berarti mereka tak tahu malu, tak tahu diri.

Ah, perwujudan ide itu butuh syarat: pelakunya punya napas ekonomi yang panjang. Dia memilih tak mau mengaku bersalah apalagi meminta maaf, dan siap membayar denda serta masuk bui.

Di luar soal ekonomi tentulah pertanyaan kepada diri sendiri. Melakukan serangkaian hal itu sama saja mengabaikan hak asasi manusia. Biar bagaimanapun yang namanya politisi busuk itu masih diakui oleh masyarakat dan negara, serta keluarga besarnya, sebagai manusia. Bahwa mereka sendiri tak peduli apakah dirinya manusia, itu lain soal.

Sebetulnya yang lebih wigati adalah ini: kalau kita melakukan cara-cara yang tak terhormat, lantas apa bedanya kita dari mereka?

Mengawal rekrutmen politik. Ada saran? 

Maka persoalan kita adalah rekrutmen politik. Dari kandidat legislator yang kelak diajukan oleh partai untuk mewakili organisasi, bukan mewakili rakyat, tipe manakah yang akan Anda pilih? Bagaimana menilai kwaliteit daripada yang mana mereka?

Konon keledai paling bodoh pun takkan dua kali terantuk batu yang sama. Tetapi keledai optimistis selalu berani mengambil risiko. Tanpa partai, tanpa pemilu, maka transisi dalam demokratisasi akan jauh panggang dari api. Untuk sementara, demokrasi prosedural pun terpaksa kita terima. Demokrasi salah pilih terpaksa kita jalani. Kalau kita tak sabar maka kita mempersilakan diktator bengis, lalu penulis blog akan dianggap subversif.

Memang mendebarkan. Tetapi dalam pemilu nanti nomor urut kursi bukan pedoman – berbeda dari pemilu 2009 yang perubahannya di tengah jalan sehingga membuat kagot kandidat – sehingga para caleg mestinya bisa mengemas komunikasi yang lebih meyakinkan. Tanpa harus meminta caleg meneken dokumen atau menegakkan sumpah pocong, konstituen cukup membuatkan blog gratisan yang berisi janji setiap calon (atau malah web berbasis Wiki), berikut cuplikan kicauannya di linimasa. Minimal, kalau si politikus melenceng, keluarganya akan malu.

Kalau keluarganya tak malu? Misalkan Anda tinggal di rumah loteng, dan berada di bawah, berucaplah, “Kita serahkan kepada yang di atas.” Jika bagian teratas adalah langit-langit dan banyak tikusnya, maka urusannya akan dioper Dewa Tikus. Kalau urusannya sampai begini, berarti keputusasaan Anda sudah pol.

Amanda: Program Backup untuk Linux, Windows, Unix dan OS X (2)

Melanjutkan tulisan saya tentang Amanda kemarin, sekarang kita akan melihat lebih dalam lagi beberapa fitur yang ditawarkan oleh Amanda sehingga membuat dia menjadi Award Winning program.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa Amanda ini adalah sistem backup yang didesign untuk membackup dan mengarsip file di banyak komputer sekaligus yang terkoneksi jaringan ke media disk drive, tape changer/drive, atau ke media penyimpan online.

Berikut beberapa fitur yang dimiliki Amanda:

  • Ditulis menggunakan bahasa C dan Perl.
  • Kode sumbernya bebas didistribusikan lagi. Lisensi Universitas Maryland dan GPL.
  • Dibuat dari standar software backup seperti Unix dump/restore, GNU Tar, dan tool pengarsip lainnya. Sangat mungkin untuk mendukung aplikasi pengarsip yang baru.
  • Bisa membuka bermacam format file dan tape. Jika dibutuhkan anda bisa menggunakan standard tool seperti mt dan GNU Tar untuk pengembalian data.
  • Dapat membackup mesin-mesin Windows 32 bit maupun 64 bit.
  • Bisa membackup banyak mesin pada saat bersamaan ke sebuah media penyimpanan. Setelah proses dump selesai, Amanda akan mengkopi file-file dump tsb satu per satu ke virtual tape di sebuah disk atau tape secepatnya. Contohnya:

* 30 GB backup ke virtual tape di sebuah disk memerlukan waktu kurang dari 75 menit.
* 41 GB backup ke tape AIT5 (25MB/s transfer) memerlukan waktu 40 menit tape time.

  • Mengelola sebuah katalog dari file-file yang dibackup dan lokasinya di media penyimpanan.
  • Melakukan manajemen tape, misalnya Amanda tidak akan menulisi tape yang salah.
  • Untuk melakukan restore, Amanda akan memberitahu tape-tape mana saja yang anda perlukan, dan akan mencari backup image yang tepat untuk anda.
  • Mendukung bermacam jenis tape changer menggunakan interface umum. Amanda bisa dengan mudah dikustomisasi pada tipe tape apapun mulai dari tape library, carousel, robot, stacker, atau virtual tape yang bisa dikontrol melalui baris perintah unix.
  • Device API-nya menyediakan interface pluggable bagi perangkat penyimpan. Driver bawaannya mendukung banyak jenis tape dan virtual tape di disk, DVD-RW, RAID, dan Amazon S3. Driver tsb kemudian bisa dicopy ke removable media untuk penyimpan off-site (D2D2T) atau cloud (D2D2C).
  • Mendukung komunikasi yang aman antara server dan client menggunakan OpenSSH, yang memberikan keamanan mesin-mesin backup di zona DMZ atau di Internet.
  • Bisa meng-enkripsi arsip backup di Amanda client atau di server menggunakan GPG atau program enkripsi apa saja.
  • Bisa mengkompres arsip backup sebelum dikirim atau atau setelah dikirim lewat network, memakai tool compress, gzip atau program tertentu.
  • Support Kerberos 5 security, termasuk file-file dump yang terenkripsi.
  • Memulihkan kembali seperti sedia kala dari error, termasuk mesin-mesin yang down atau hang.
  • Melaporkan hasil backup dengan detail, termasuk semua error, via email.
  • Secara dinamis melakukan penyesuaian jadwal backup agar tetap mengikuti jadwal. Tidak ada lagi sulapan tangan saat menambahkan disk dan komputer di jaringan anda.
  • Normalisasi backup: Amanda melakukan schedule backup penuh dan bertahap. Amanda dengan pintar akan mempromosikan level backup mana yang optimal untuk dijadikan sumber.
  • Sudah terdapat program pre-run checker, yang melakukan check kesehatan di tape server dan semua client (secara paralel), dan akan mengirimkan laporan ke email tentang problem-problem yang mungkin akan membuat proses backup gagal.
  • IPv6 friendly.
  • Berjalan secara transparan dari cron jika diperlukan.
  • Membagi tape, contohnya jika sebuah backup terlalu besar untuk satu tape, maka Amanda akan membaginya dan menaruhnya pada beberapa tape secara otomatis.
  • API aplikasinya Amanda mempersilahkan custom backup untuk aplikasi semisal database relational, atau file sistem tertentu.
  • Mengeksekusi script yang dibuat oleh user sebelum dan sesudah backup misalnya untuk memaksa integritas referensi database.
  • Award-winning! Termasuk: Pilihan pembaca jurnal Linux
  • Banyak sekali opsi lainnya; Amanda sangatlah bisa dikonfigurasi.

Sementara itu dulu yang dapat saya berikan saat ini, simak artikel saya selanjutnya tentang Amanda di blog ini. ;)

Artikel Terkait

Penggunaan Layanan Email Gratisan Untuk Instansi Resmi

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi ·

Beberapa kali kita temui instansi resmi Indonesia meggunakan layanan email gratisan – seperti yang disediakan oleh Yahoo! dan Google. Menurut saya hal ini kurang baik. Yang pertama adalah masalah keamanan (security). Email-mail yang dikirimkan dengan menggunakan layanan gratisan tersebut disimpan (archive) oleh penyedia jasa tersebut. Artinya mereka mengetahui kegiatan instansi resmi Indonesia. Ini berbahaya.

Hal kedua adalah image yang terbentuk. Penggunaan layanan gratisan ini menunjukkan bahwa mereka tidak percaya kepada layanan email dari instansi yang bersangkutan. Ini seolah-olah berkata kenapa urusan KTP kita tidak diserahkan (outsource) ke negara lain saja ;)

Memang pada kenyataannya layanan email di berbagai instansi sering tidak reliable dan banyak spam / virus. Ini membuat penggunanya tidak bisa menggunakan layanan email ketika dibutuhkan. Jadi ini masalah teknis. Nampaknya para pengelola sistem IT di Indonesia harus dibekali dengan kemampuan teknis yang baik. Nah, untuk melakukan hal ini dibutuhkan biaya. Ini masalahnya. Pimpinan instansi tidak merasa hal ini penting. Mereka tidak mau melakukan investasi di SDM (dan sistem IT). Akibatnya ya pekerja harus bekerja dengan kondisi seadanya. Sudah begitu mau dituntut handal? Wah …

Nah, sekarang kita sudah tahu ada masalah. Bagaimana solusinya? Apakah dengan hanya sekedar melarang penggunaan layanan email gratisan untuk instansi?


Filed under: Teknologi Informasi, TI Tagged: postaday2012, Teknologi Informasi

Mengenang Papi

Blog Oom Yahya ·

Tulisan ini mestinya diunggah dua hari lalu, bertepatan dengan Imlek, namun karena kesibukan, baru hari ini saya sempat menulisnya. Kenapa mesti Imlek? Ndak ada alasan khusus sih. Hanya memang biasanya momen-momen tertentu digunakan untuk mengenang orang-orang dekat yang telah pergi.

Papi, demikian beliau mengajar saya memanggilnya, memang telah dipanggil pulang ke rumah Bapa pada 1 November 2009, setelah 15 tahun bergulat dengan stroke yang dideritanya. Imlek kemarin kami datang ke makam untuk mengenang sosoknya dan membersihkan makamnya.

Papi adalah seorang pekerja keras dan memiliki bakat kental seorang marketing. Apa saja yang ada di tangannya bisa jadi barang dagangan. Ketika saya masih kecil, pekerjaan Papi adalah berdagang kalkulator dan mesin ketik. Papi kulakan berbagai “gadget” itu dari Jakarta dan dijual di daerah.

Ketahuanlah dari mana datangnya bakat saya ngoprek gadget :mrgreen:

Bisnis Papi mulai lesu di pertengahan 80an. Maka Papi memutuskan banting setir, tetapi bukan bentuk usahanya yang berganti, melainkan barang yang didagangkan. Kali ini Papi berjualan perhiasan emas intan.

Perhiasan diambil dari beberapa sumber di Jogja dan “dijajakan” di kota-kota lain, bukan ke konsumen langsung melainkan ke toko mas. Setelah melalui berbagai uji coba, akhirnya ketahuan kalau pasar potensial ada di Jawa Tengah bagian utara hingga ke ujung timur Jawa Timur.

Saat bekerja, Papi hanya ditemani seorang sopir merangkap asisten. Mereka gantian menyetir, terutama bila lokasi yang dituju jauh, Banyuwangi misalnya.

Sesekali, bila waktu libur sekolah, saya diajak Papi untuk ikut berdagang. Kebanyakan saya diajak bila lokasi yang dituju adalah Jawa Tengah bagian utara, sebab kami memiliki banyak saudara yang tinggal di Kudus. Sebenarnya alasan utamanya sih supaya saya ditinggal saja di rumah sepupu di Kudus, lalu Papi bersama sopirnya itu pergi berdagang. Nanti saya dijemput kembali bila sudah selesai. :mrgreen:

Tapi toh tak jarang saya ikut juga, datang dari satu toko mas ke toko mas yang lain. Maka saya tahu daerah-daerah pelosok di seputaran Kudus, seperti Bae, Welahan, Jekulo, Undaan, Dawe, Mayong, dan nama-nama aneh lainnya.

Satu hal yang saya sayangkan, pola kerja seperti itu membuat pola makan Papi jadi tidak teratur dan menunya pun tak sehat. Itu yang membawanya terkena stroke pada usia yang relatif masih muda, 44 tahun.

Semua sudah berlalu. Kini saya berharap, bakat berdagang Papi itu menitis ke diri saya. I have his blood running in my veins, right? Maklum, saya sedang belajar jadi pengusaha, walau sudah tentu tidak akan mengikuti role model Papi yang berdagang berkeliling.

Menyasar Kebutuhan Pengguna Feature Phone akan Aplikasi Mobile, XL Blaast Diluncurkan

DailySocial ·

Aplikasi untuk smartphone macam BlackBerry, iOS, Android mungkin sudah biasa kita dengar di keseharian. Bagaimana dengan aplikasi untuk feature phone, ponsel yang berbasiskan Java (J2ME) dan memiliki rentang harga di bawah 2 juta Rupiah? Apakah pengguna feature phone yang memiliki budget terbatas juga bisa menikmati “kemewahan” mengakses Internet dan menggunakan berbagai layanan aplikasi populer?

Dulu yang menyasar segmen seperti ini adalah pengembang asal Israel, Snaptu. Produk Snaptu sempat cukup populer sampai akhirnya diakuisisi dan ditutup layanannya oleh Facebook. Sekarang kita memiliki Blaast. Lebih baik lagi, Blaast yang berasal dari Finlandia berkeinginan untuk meningkatkan animo pengguna akan aplikasi lokal. Semangat tersebut disambut baik XL Axiata selaku operator partner, sehingga muncullah produk XL Blaast yang secara resmi diumumkan hari ini. Blaast sendiri telah beberapa kali kami liput, dari sejak perkenalan hingga kontes pengembangan aplikasi yang diadakan beberapa waktu lalu.

Bertempat di Kempinsky Grand Ballroom, CEO dan Co-Founder Blaast, Joonas Hjelt, bersama Direktur Teknologi, Content & New Business XL, Dian Siswarini, memperkenalkan layanan XL Blaast ke publik. Berbeda dengan layanan yang sudah kita kenal, Blaast bukanlah sekedar aplikasi. Blaast adalah “platform di dalam platform”. Kita bisa menggunakan Blaast untuk mengakses aplikasi populer macam Facebook dan Twitter, bermain games ringan, dan membaca berita di berbagai layanan media — termasuk DailySocial. Semua terangkum di dalam satu platform layanan yang menyimpan semua aplikasi di cloud.

Saat ini XL Blaast telah berhasil menarik lebih dari 1000 pengembang lokal untuk bergabung dengan Blaast App Planet. Sudah ada lebih dari 100 aplikasi lokal yang dibuat di platform dan kompatibel dengan lebih dari 500 devices yang berbeda, yang mendukung teknologi Java. BlackBerry sendiri masih masuk di dalamnya dan mampu menjalankan Blaast dengan baik, meskipun platform ini bukanlah yang menjadi fokus utama sasaran pengguna. Fokus utama adalah pengguna feature phone Nokia dan merk-merk lokal macam S Nexian, Tiphone, CSL Blueberry dan lain sebagainya.

Mengapa Blaast yang berasal dari Finlandia jauh-jauh mau datang ke Indonesia untuk mencari target pasar? Simpel. Pertama di Finlandia dan negara Eropa pada umumnya, pasar feature phone bisa dibilang sudah “mati”. Supaya hidup, Blaast harus menyasar konsumen di negara dunia ketiga. Indonesia seperti kita tahu merupakan negara yang sangat aktif dan dikenal di Internet. Embel-embel pengguna Facebook terbesar kedua dan salah satu negara pengguna Twitter terbesar tentu saja merupakan target yang atraktif untuk konsumen yang disasar oleh Blaast.

Blaast sendiri merupakan startup teknologi asal Finlandia yang didirikan tahun 2010 dan mendapatkan pendanaan dari berbagai pihak, termasuk sejumlah engineer pendiri Skype dan mantan Vice President Nokia. Blaast terpilih dalam 25 perusahaan teknologi terbaik dalam ajang ETT Web & Mobility Summit 2011.

XL Blaast akan tersedia secara eksklusif selama 6 bulan di operator ketiga terbesar di Indonesia ini. Saat ini XL memiliki 44 juta pelanggan, di mana 24 juta di antaranya terdaftar di layanan Internet. Dengan pendapatan dari telepon dan SMS yang terus menurun, tentu saja layanan seperti ini merupakan alternatif menarik untuk meningkatkan pendapatan operator. Sementara ini XL Blaast dapat dinikmati secara gratis oleh pengguna XL selama dua minggu pertama, kemudian kita masih bisa terus menikmatinya dengan biaya Rp 1100 per hari (atau Rp 33.000 per bulan).

Selain berusaha merangkul para pengembang, Blaast juga aktif memberikan edukasi kepada mahasiswa yang ingin berkecimpung di dunia mobile. Inisiatif yang disebut Blaast Class saat ini telah berjalan di CCIT Fakultas Teknik Universitas Indonesia, di mana para mahasiswa mendapatkan tutorial tentang perkembangan dunia mobile dan bagaimana cara membuat aplikasi di platform Blaast. Secara teknis, yang dibutuhkan untuk mengembangkan aplikasi di Blaast adalah kemampuan menggunakan JavaScript.

Tantangan yang dihadapi oleh XL Blaast sendiri tidaklah mudah. Yang pertama adalah bagaimana membuat skema revenue sharing yang atraktif bagi pengembang lokal (ketimbang di platform macam iOS, BlackBerry, dan Android) supaya mau fokus untuk membuat aplikasi dan permainan di platform ini. Tantangan kedua adalah bagaimana meyakinkan pelanggan bahwa layanan ini memang bagus dan dapat memenuhi kebutuhan pengguna feature phone akan berbagai aplikasi dan permainan yang berkualitas.