4 December 2009

Eclipse RCP: ISharedImages

One good thing of using a RCP platform is you’ve got access to standard images that are often used. That is not valid, of course, if you are so obsessed about the icons and want to customize the icons.

In Eclipse you can access the standard images by using:

PlatformUI.getWorkbench().getSharedImages().getImage(ISharedImages.IMG_DEF_VIEW);

Change the parameter with one from the constant in ISharedImages. You can check the list (unfortunately not complete) from this link.

If you want the complete list (and more exciting, will be valid all the times, even if the list get updated) by running my little application. You can download the complete source code from here.

Once you run the application, you will see all the images referred from ISharedImages like here:

listISharedImages

Moreover, if you click one of the button, you will get the text on the clipboard which you can paste wherever you want.

Eclipse RCP: ISharedImages originally appeared on satukubik on December 4, 2009.

Related posts:

  1. Embedding Jetty Server in Eclipse RCP
  2. Eclipse Tips: Debugging your multi thread application (2)
  3. Eclipse RCP: Creating dynamic menu

Urunan dan Dukungan untuk Ibu Prita Mulyasari

Terenyuh sekali saya mendengar ucapan Ibu Prita yang didenda sebesar Rp. 204 juta rupiah atas perkara perdata pencemaran nama baik RS Omni. Selain gugatan perdata ini, masih ada juga gugatan pidana yang kasusnya masih disidangkan. Ibu Prita berkata bahwa denda sebesar itu terlalu besar buatnya.

Saya menjumpai Ibu Prita saat PestaBlogger 2009 dan sempat berbincang sesaat mengenai support kami (saya dan keluarga) pada ia dan keluarganya. Saat itu saya hanya bisa mengatakan bahwa Ibu Prita tidak perlu khawatir. Mungkin tidak banyak yang berkata langsung padanya tapi saya yakin ada banyak orang yang mendoakannya.

Sebelum bertemu dengannya, saya bingung membaca berbagai komentar yang kadang pro maupun kontra, bahkan ada yang malah mencacinya. Ketika melihatnya secara langsung di acara PestaBlogger 2009 di gedung Smesco, saya secara spontan menyadari bahwa saya mempercayainya. Seperti anda melihat orang yang bisa anda percayai, demikian pula gambaran itu saya tangkap dari sikapnya yang santun dan ramah.

Terkait dengan denda perdata berupa denda uang 204 juta rupiah, nilainya memang tidak besar bagi sebagian pihak, seperti juga disampaikan oleh pengacara RS Omni :

Jakarta – RS Omni Internasional mengaku masih menunggu permintaan maaf dari Prita Mulyasari. Bila hal itu dilakukan, kasus gugatan perdata akan dicabut dan dianggap selesai.

“Cukup minta maaf, kemudian kita akan publikasikan ke publik. Seperti yang dilakukan Ibu Prita dengan email-nya,” kata pengacara RS Omni, Risma Situmorang, melalui telepon, Jumat (4/12/2009).

Menurut dia, persoalan yang utama bagi RS Omni bukan soal jumlah uang yang mesti dibayarkan Prita, tetapi permintaan maaf. Dikutip dari Detik.com.

Masalahnya, 204 juta rupiah bukanlah uang yang sedikit bagi Ibu Prita dan banyak orang lain termasuk saya. Didenda sebesar itu tentunya bisa menjadi kiamat kecil bagi kemampuan finansial yang terkena denda.

Terkait dengan substansi gugatan, jadi sebenarnya, keluhan Ibu Prita itu benar atau tidak ? Bagi RS Omni, nama baik yang ia bangun mungkin hanya bisa direhabilitasi dengan adu kuat terhadap Prita, yang secara hitungan matematis tidak memiliki kemampuan finansial sekuat suatu lembaga atau institusi. Jika demikian halnya, harapan yang tertinggal hanya nurani dan sanubari hakim yang menyidangkannya dan dukungan dari berbagai pihak seperti yang pernah ramai dikala kampanye presiden.

Saya pribadi masih banyak memiliki kekurangan atas kebutuhan finansial yang saya butuhkan sehari-hari namun rasanya hati saya dan keluarga sedih sekali jika Ibu Prita harus menanggung beban finansial yang tidak sedikit. Jika pak Fahmi Idris menyanggupi pembayaran 1/2 denda yang dijatuhkan, mungkin sisanya bisa ditutup dengan cara urunan beramai-ramai, ini andaikata kasasi Ibu Prita tetap ditolak oleh Mahkamah Agung.

Apakah sudah ada yang menyediakan rekening bersama untuk urunan ini ? Jika belum, saya akan menyediakan rekening dan account PayPal untuk menampungnya dan kemudian menyerahkan seluruh hasil urunan pada Ibu Prita Mulyasari.

Diluar urunan, mohon bantuan para blogger untuk tidak kendor memberikan dukungan pada Ibu Prita Mulyasari dengan tetap mencermati berita-berita dan menuliskan posting dukungannya. Tentu saja ini bukan paksaan karena dukungan anda sebaiknya datang dari sanubari anda sendiri. Andaikan kita yang berada di posisi Ibu Prita Mulyasari, dukungan dari berbagai pihak tentu akan sangat membesarkan hati.

Bagi anda yang ragu, takut atau malah menganggap Ibu Prita Mulyasari memang bersalah, tentu itu adalah hak masing-masing. Silakan pelajari sejarah dan asal muasal kejadian ini dan cermati dengan hati yang lurus dan jernih dan silakan tentukan respon anda masing-masing.

Buat Ibu Prita Mulyasari, saya dan keluarga mendoakan kebaikan untuk Ibu sekeluarga. Semoga bisa melewati cobaan ini dengan baik dan bisa mendapatkan penyelesaian yang terbaik.

Update 04 Desember 2009 : 19:10 WIB

Saya akan ikut bergabung dengan gerakan “Koin Peduli Prita”, Bayar Denda Prita, Netter Kumpulkan Koin . Bagi rekan-rekan yang berniat untuk ikut, silakan bergabung juga.

Reasons for Going Online

reason

Salah satu slide dari presentasi saya di Pecha Kucha sempat menyinggung tentang situasi internet Indonesia sekarang. Dari 230 juta penduduk yang ada, 30 juta di antaranya telah mempunyai akses ke internet. Saya melihatnya sebagai bakat dan pasar.

Statistik terakhir Facebook, sebagai situs paling populer di Indonesia, telah mencatat 13 juta pengguna di Indonesia. Sedangkan untuk situs lokal diwakili oleh Kaskus, yang menyatakan dirinya sebagai komunitas maya terbesar di Indonesia dengan 1,3 juta pengguna.

Dari sini kita bisa melihat ada jenjang yang cukup lebar, yaitu sekitar 10 juta lebih. Yang menjadi pertanyaan adalah ke mana saja pengguna-pengguna ini? Memang jawabannya adalah mungkin tersebar ke berbagai situs, sesuai dengan selera dan kebutuhan masing-masing orang. Namun apakah kita tidak bisa membuat layanan lokal yang sepopuler itu? Saya tahu anda sedang mencoba, begitu juga dengan saya.

Pada dasarnya, Internet adalah hal yang baru. Oleh karena itu butuh proses perkenalan, sekaligus beberapa nilai jual, bagi para calon pengguna baru. Hal-hal dasar seperti e-mail (komunikasi), search engine (informasi), dan kini social networking (sosialisasi), merupakan sedikit dari begitu banyak alasan untuk menggunakan internet.

Sayangnya alasan tersebut tidak cukup dan kurang kuat untuk mempengaruhi pengguna Indonesia. Beberapa orang masih menganggap email bukan kebutuhan pokok, karena semua masih puas dengan SMS. Tidak terlalu percaya online directory service, karena #108 Telkom masih berfungsi normal, dan layanan mobile internet masih sering ngadat.

Faktor umum juga menjadi salah satu penentu. Internet lebih identik dengan kawula muda, dan tingkat kesulitannya membuat kalangan berumur jadi lebih susah untuk mengadopsi. Namun lebih banyak orang berumur yang sudah lihai menggunakan ponsel dan SMS. Padahal beberapa tahun lalu, orang tua masih susah bermain SMS. Namun karena tuntutan umum, seperti transaksi bisnis, membuat SMS jadi alasan yang lebih mutlak untuk dipelajari.

Intinya, kita butuh (lebih banyak) alasan untuk menggunakan internet.

Di lain sisi juga timbul suatu paradok, seperti ayam dan telur. Siapakah yang harus memulai dahulu? Apakah kita sebagai pelaku bisnis, atau content provider, harus menunggu pengguna internet untuk jadi lebih banyak dulu? Atau para pelaku bisnis setidaknya mulai bergerak dengan membuat situs resmi dan memasang URL di samping logo mereka? Saya pilih yang kedua.

Saya berpendapat bahwa ekosistem internet Indonesia sudah siap. Meskipun tidak untuk bergerak maju sepenuhnya, tapi cukup untuk mulai eksis atau berpartisipasi di media ini. Hal yang sama juga berlaku bagi semua content provider, untuk mulai mencoba media ini.

Mari kita membuat alasan baru bagi para calon pengguna untuk menggunakan internet. Apa pendapatmu?

Artikel Terkait:

  1. Summoning The Online Wave I bet we are all aware on the issues that...
  2. Prediksi Web 2009 Melihat tren internet dan aplikasi di 2008, membuat pikiran...
  3. Memelihara ‘Gerakan Nasionalisme’ Gerakan #IndonesiaUnite di Twitter yang awalnya merupakan buzz besar, kini...

3 December 2009

Windows 7 vs Fedora 12 vs Ubuntu 9.10

Akhirnya kesampaian juga niat saya mengisi komputer saya dengan ketiga OS terbaru itu. Windows 7 yang saya gunakan masih versi trial 30 hari yang bisa diextend sampai 120 hari. :mrgreen: Sedangkan Linux-nya tidak perlu dipertanyakan lagi – gratis! (ups sori, bukan gratis, tapi bebas saya download) :p

Sekedar info, spesifikasi komputer saya adalah:

  • Intel Core2Duo E7200 2.533 GHz
  • MB Asus P5GC-MX
  • HardDisk Maxtor 160GB SATA
  • RAM Kingston 2 GB
  • nVidia GeForce 7200GS 256 MB

 

Berikut pengalaman dan review saya mengenai ketiga OS yang rilisnya hampir bersamaan itu.

Instalasi Windows 7 berjalan mulus. Seluruh hardware terdeteksi dengan baik dan saya tidak perlu repot-repot membongkar CD bawaan masing-masing perangkat keras untuk mencari drivernya. Linux Fedora 11 dan Ubuntu 9.04 yang sebelumnya telah ada di komputer saya juga tetap dapat booting dengan baik.

Masalah muncul ketika saya menginstall Fedora 12. Seperti biasa, saya selalu menginstall GRUB di partisi Linux, bukan di MBR. Kontrol booting saya serahkan pada BCD milik Windows. Tapi entah apa sebabnya, tiba-tiba komputer tidak dapat booting karena tidak ada informasi booting di MBR. (doh) Terpaksa saya perbaiki partisi MBR tersebut dengan DVD Instalasi Windows 7 dan untungnya bisa.

Lalu Ubuntunya juga bikin masalah. Karena dia menggunakan GRUB2, maka BCD dengan sukses tidak mampu berkenalan dengan GRUB2 dan alhasil Ubuntu gagal booting. Solusi yang saya ambil adalah install ulang Ubuntu dan tidak menginstall GRUB2 sama sekali. Lalu saya menambahkan entri ke Ubuntu pada GRUB Fedora. Dan akhirnya Ubuntu berhasil booting. (dance)

Kesan pertama, Windows 7 memiliki tampilan desktop yang terbaik! Disusul oleh Fedora 12 dan yang paling buruk adalah Ubuntu 9.10. Entah kenapa, theme berwarna coklat yang menghiasi Ubuntu selalu nampak muram bagi saya. Berbeda dengan Windows dan Fedora yang didominasi warna biru yang cerah. Memang itu bisa diganti, tapi kesan pertama itu sangat bermakna, bukan?

Soal kelengkapan perangkat lunak, tidak ada yang bisa mengalahkan Linux. Dalam satu paket instalasi, selalu sudah tersedia berbagai perangkat lunak yang siap membantu untuk pekerjaan sehari-hari, misalnya OpenOffice.Org dan GIMP. Cuma kalau soal multimedia, Linux selalu terbentur pada codec yang tersedia, walaupun itu bisa diinstal secara terpisah.

Urusan perangkat keras, sudah saya sebutkan sebelumnya bila Windows 7 tidak memiliki kesulitan dalam deteksi perangkat keras. Bila toh tidak bisa mendeteksi, driver bawaan perangkat keras tersebut hampir bisa dipastikan akan memberikan solusi. Nah, pas menggunakan Linux, hampir selalu yang jadi masalah adalah driver nVidia. Pada Fedora 12, saya sempat berjuang habis-habisan sebelum akhirnya VGA saya bisa berfungsi dengan baik. Sayang sekali "perjuangan" itu tidak sempat saya catat, sehingga saya tidak bisa membagikannya melalui blog ini.

Nah, dari hasil "pergaulan" saya dengan ketiga OS tersebut, saya menyimpulkan bahwa WIndows 7 tetaplah yang terbaik dan paling nyaman digunakan untuk bekerja. Karena itu, saya berencana untuk membeli Windows 7 dalam waktu dekat. Walau demikian, Linux tetaplah memiliki tempat di hati saya dan distro yang saya sukai masih tetap tidak berubah, Fedora.

Anda juga punya pengalaman dengan – setidaknya salah satu – ketiga OS tersebut? Silakan berbagi di sini.

==========

Tambahan informasi: terinspirasi dari komentar Paman Tyo, berikut waktu booting ketiga OS tersebut pada komputer saya:

Ubuntu 9.10: 37.54 detik.

Windows 7: 43.82 detik.

Fedora 12: 46.55 detik.

Waktu dihitung mulai dari pemilihan menu booting hingga desktop tampil dan siap bekerja.

Masa Depan Cerah Mobile Web di Indonesia ?

*Sedikit mengulang lagi dari twitter*

Seorang wanita, yang saya kenal sangat dekat, saat ini sedang bertugas di daerah bernama Onan Runggu, Pulau Samosir, propinsi Sumatra Utara. Beberapa waktu lalu dia mengirimkan pesan via YM (Yahoo Messenger), isinya : “Eh baca nggak statusnya si X. Maksudnya apa ya? Aku bingung deh.. “. (Ya, tentu status yang dia maksud adalah status seseorang di Facebook.). Di lain waktu pesannya : “Kok belum masuk ya emailmu kemarin itu? Bolak – balik aku cek gak ada di inbox..”

Anda pernah dengar daerah bernama Onan Runggu? Kalau dari kota Medan, anda butuh waktu sekitar 6 jam untuk sampai di tepian Danau Toba. Setelah itu anda harus menyeberangi Danau Toba dan dilanjutkan dengan perjalanan darat baru tiba di daerah tersebut.

Disana jangan berharap ada hotspot gratisan bertebaran seperti di Jogja, atau ISP dengan koneksi unlimited seperti di Jakarta. Akses yang pasti tinggal melalui network GSM. Dan ya, bukan 3G, tapi GPRS. Jadi jelas, di daerah tersebut bukan hal yang umum ditemui seseorang nongkrong sambil browsing menggunakan netbook.

Tapi.. Pada kenyataannya orang – orang disana juga tidak ketinggalan update dunia maya. Mereka tetap aktif ber Facebook ria, baca berita, baca email, dan chatting tentunya. Modal yang dibutuhkan tidak banyak soalnya. Kalau dulu seseorang harus mempunyai komputer dan membayar biaya internet yang mahal untuk sekadar menelusuri internet, sekarang cukup dengan HP yang support OperaMini dan koneksi GPRS hal tersebut sudah bisa dilakukan. Hei.., lagian sekarang banyak banget muncul HP yang harganya terjangkau dengan fasilitas bisa internetan.

Tidak cuma di daerah

Apa cuma di daerah saja pengguna internet mobile aktif ? Di gedung – gedung besar di Jakarta, karyawan yang tidak punya akses ke komputer, atau karyawan yang punya akses internet tapi situs tertentu di blok, juga menggunakan HP masing – masing sebagai “peluang terakhir” untuk eksis di internet. Apalagi kalau di kos – kosan, HP jadi hiburan utama. (Banyak kan anak kos yang gak punya TV. Tapi hampir semua punya HP)

Masih situs itu – itu saja

Ya, memang saat ini sebagian besar yang mereka akses adalah Facebook, Friendster, situs portal berita, dan situs mainstream lainnya. Belum muncul yang signifikan untuk situs atau web apps lainnya. (Apa mungkin Koprol nanti ya? Kayaknya mmm.. ).

Nah pada akhirnya orang – orang juga akan bosan dengan situs itu – itu saja. Mereka mulai mencari – cari situs lain. Mulai membuka situs yang juga ramai di kunjungi dengan browser di komputer. Tapi.., aah.. kok tampilannya tidak enak di mobile yah? Ganti situs lain.. Begitu lagi.., dan seterusnya. Mau jadi perhentian berikutnya? :D

Dan memang situs – situs besar *lokal* yang ada, sekarang banyak yang sudah mobile friendly. Sebut saja, Detik, OkeZone, KapanLagi dan Kompas. Kaskus sendiri sudah mobile friendly, tapi sepertinya masih di “lewatkan” dengan bantuan Google, bukan develop baru (CMIIW).

Peluang

Ada dua peluang besar disini :

  1. Bisnis development web yang mobile friendly (ah.. saya sebut sajalah Mobile Web Development)
  2. Kalau ada yang bisa menemukan website seperti apa yang cocok buat para pengakses internet mobile di Indonesia ini, kayaknya bakal laris manis deh.

Menurut anda ?

[catatan]

Istilah “mobile web” mungkin tidak tepat. Tapi saya tidak ketemu istilah lain yang lebih pendek dengan makna yang saya maksud. :(

[link terkait]

Informasi statistik pengguna web via OperaMini (via @sandalian)

EERI Special Earthquake Report — December 2009

Learning from Earthquakes The Mw 7.6 Western Sumatra Earthquake of September 30, 2009 From October 9th to 18th, a team organized by the EERI investigated the effects of the Western Sumatra Earthquake. The team was led by Gregory Deierlein of Stanford University, and included Nick Alexander of Degenkolb Engineers, Veronica Cedillos of GeoHazards International, Louise Comfort of [...]

Bahasa Indonesia itu keren!


Tiga minggu yang lalu, tepatnya tanggal 19 November 2009, tulisan perdana saya berjudul Cache, Tepatkah Disebut Tembolok? dimuat di rubrik Catatan Bahasa dan TI di detikinet melalui Mas Wicak. Dalam selang waktu yang tak berapa lama, pada tanggal 3 Desember, Hard Rock FM Jakarta juga mewawancarai saya sebagai narasumber untuk topik Freaktionary di acara Good Morning Hardrockers yang dipandu oleh Iwet Ramadhan dan Rahmah Umayya.

Sebenarnya saya merasa jengah dan belum pantas untuk dianggap sebagai narasumber bahasa Indonesia. Apalagi untuk menulis atau mengisi acara di kedua media arus utama tersebut. Dalam diskusi di milis penerjemah Bahtera, terasa sekali bahwa ilmu bahasa saya masih sangat dangkal jika dibandingkan para Bahterawan yang sehari-hari bergelut di bidang penerjemahan dan kejurubahasaan bahasa Indonesia. Apalagi jika dibandingkan para begawan seperti Pak Bashir, Bu Sofia, Pak ABS, Pak Eddie, Pak Tim, Pak Sty, Pak Alan, Mas Eko, dll. Wah, saya ibarat anak kecil yang sedang tertatih belajar berjalan di bawah bimbingan mereka.

Terlepas dari pengetahuan yang masih sekadarnya ini, saya merasa apa yang saya lakukan adalah rintisan upaya untuk menyadarkan generasi baru Indonesia bahwa, meminjam istilah Iwet, bahasa Indonesia itu keren; bahwa bahasa Indonesia bisa menjadi sumber kebanggaan terhadap identitas kebangsaan kita yang bisa luntur digerus kesukaan kita terhadap budaya bangsa lain; serta bahwa berkewarganegaraan Indonesia bukan berarti kita mengerti semua aspek kebahasaan kita. Masih banyak hal yang kita belum ketahui (atau salah pahami) tentang bahasa kita yang sebenarnya sangat kaya ini, baik dari segi kosakata maupun tata bahasanya.

Sentilan Bu Sofia ini sangat berkesan untuk saya:

Kita bukannya membuka kamus bila menemukan kata Indonesia “baru”, melainkan menggerutu. Sungguh berbeda dengan sikap kita saat menjumpai kata asing yang tidak kita kenal – dengan senang hati kita mencarinya dalam kamus.

Memang sampai sekarang saya masih sulit menghilangkan kebiasaan menggunakan lema antri dan bukan antre (baku), merubah dan bukan mengubah (baku), dan berbagai kesalahan lain. Memang masih banyak kata bahasa Indonesia yang belum konsisten aturan penyerapannya. Memang masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk membenahi bahasa kita.

Tapi menurut saya, berhentilah menggerutu dan lakukanlah sesuatu. Meskipun hanya hal kecil seperti dengan membiasakan membuka kamus bahasa Indonesia sesuai anjuran Bu Sofia. Versi daringnya pun ada kok.

Saya percaya kita bisa melakukan perubahan kecil ini. Jika mau dan memilih untuk melakukannya.

Posted in bahasa Indonesia Tagged: detikinet, hardrockfm

Jawa Mulai Alami Krisis Air


Disadur dari antaranews.com

kekeringanJakarta, (ANTARA News) – Pulau Jawa sudah mulai memasuki masa krisis air karena setiap penduduk hanya memperoleh rata-rata 1.750 meter kubik (m3) air per tahun.

Sementara suatu wilayah dikategorikan krisis apabila pemenuhan kebutuhan airnya sudah menurun hingga memasuki 2.000 m3 per kapita per tahun, kata Staf Ahli bidang Percepatan Pembangunan Kawasan Timur dan Kawasan Tertinggal Bappenas M Ikhwanuddin Mawardi yang dikukuhkan sebagai Profesor Riset di kantor BPPT di Jakarta, Rabu.

“Bahkan pada 2025 Pulau Jawa hanya dapat menyediakan air sekitar 320 m3 per kapita per tahun atau separuh saja dari yang dibutuhkan penduduknya,” ia menjelaskan.

Pakar Agrometeorologi itu menjelaskan, pada 2025 penduduk Pulau Jawa sebanyak 181,5 juta jiwa, jika setiap penduduk membutuhkan 1.100 m3 air per tahun sesuai standar PBB, maka jumlah air yang dibutuhkan mencapai 199,6 miliar m3, sementara yang tersedia saat itu hanya 50,09 miliar m3.

Pada 1930, ujar dia, Pulau Jawa masih mampu memasok 4.700 m3 per kapita per tahun, namun karena penduduknya meningkat pesat sementara daya dukung alam terus menurun saat ini potensinya tersisa hampir sepertiganya.

“Kondisi ini memprihatinkan khususnya karena kelayakan ekonomi air hanya 35 persennya saja atau hanya 400 m3 per kapita saja per tahunnya, jauh di bawah standar PBB yakni 1.100 m3 per kapita per tahun,” kata dia.

Dari total potensi air yang tersedia itu 75 persen di antaranya dipergunakan untuk keperluan irigasi, berhubung 60 persen produksi beras nasional dihasilkan di Pulau Jawa, baru kemudian air untuk rumah tangga dan kemudian air untuk kebutuhan industri.

Pasokan air yang terus berkurang ini, lanjut dia, sangat dipengaruhi oleh terus berkurangnya hutan alam di Pulau Jawa yang pada 2005 tinggal 400 ribu ha akibat perubahan alih fungsi lahan.

Penggundulan hutan yang semakin lama semakin ke arah hulu sungai membuat kemampuan Daerah Aliran Sungai (DAS) menahan dan meresapkan air sangat berkurang dan membuat volume air permukaan yang mengalir langsung ke laut menjadi lebih banyak.

Kondisi DAS rusak sebenarnya bisa dikendalikan dengan pembangunan saluran irigasi, namun kondisi waduk dan saluran irigasi juga banyak yang rusak, ujarnya.

“Dari total jaringan irigasi di Pulau Jawa seluas 3,28 juta ha sebanyak 379,761 ribu ha di antaranya rusak,” kata Ikhwan.

Karena itu, ujar dia, perlu dilakukan penanganan atas permasalahan krisis sumber daya air di Pulau Jawa secara komprehensif seperti kebijakan yang efektif, pengaturan tata ruang wilayah, pengaturan distribusi jumlah penduduk, rehabilitasi hutan dan lahan, pengendalian kawasan psisir hingga pengaturan kelembagaan.

Selain Ikhwan, juga dikukuhkan Kardono, Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT sebagai Profesor Riset, juga Netty Widyastuti dari Pusat Teknologi Bioindustri BPPT.(*)

Posted in Berita Lingkungan Lokal

Yahoo+Facebook, Google+Twitter

Hey lets ride together, Yahoo said to Facebook

Tidak akan ramai kiranya jika NavinoT tak turut serta dalam diskusi tentang momen menarik beberapa waktu lalu. Kemarin, Yahoo dan Facebook sepakat untuk berteman lebih erat. Yahoo akan menambahkan Facebook Connect ke banyak, jika tak semua, aset-asetnya. Hal ini berarti nantinya kita bisa masuk ke Yahoo dengan akun Facebook. So?

Apa yang terjadi dengan Yahoo! Social Strategy?

Pertanyaan serupa muncul saat Yahoo mengumumkan kesepakatan dengan Microsoft untuk mensuplai Yahoo! search dengan Bing. Apa yang terjadi dengan Yahoo! search? Bukankah search adalah salah satu aset utama Yahoo? Walaupun sudah dinyatakan bahwa BOSS tampaknya tidak terpengaruh dengan kesepakatan ini, saya tak pernah merasa jelas bagaimana kesepakatan ini diimplementasikan.

Dan kini, Facebook yang notabene pemain social media justru dirangkul oleh Yahoo!. Seperti yang sudah kita tahu, Yahoo! memiliki Yahoo! Social Platform. Dalam mata saya platform ini adalah senjata Yahoo! untuk masuk ke perang social media secara lebih terbuka. Merangkul Facebook, secara implisit menampakkan seolah Yahoo! tak lagi mengangkat senjata. Memang belum ada kesepakatan lebih jauh ke arah sana, namun jika pertemanan ini menjadi lebih erat maka salah satu harus mengalah. Yang satu akan diserap oleh yang lain. Lihat saja Facebook dan Friendfeed.

User base

Yang pertama terbayang oleh saya adalah, berapa nantinya jumlah pengguna total Yahoo akibat kesepakatan ini. Yahoo sendiri menyebutkan bahwa hampir 50% penggunanya punya akun Facebook. Bberarti, minimal, Yahoo bisa mengembalikan 50% penggunanya yang mungkin sekarang lebih aktif di Facebook daripada situs Yahoo.

Namun hal ini tidak berarti jumlah penambahan pengguna yang datang ke Yahoo hanya sedikit saja. Sisa pengguna Facebook yang tidak menggunakan Yahoo sebelumnya bisa jadi lebih banyak dari 50% pengguna yang kedua layanan. Khususnya untuk regional non Asia.

Untuk Asia sendiri, kesepakatan ini akan jadi langkah raksasa. Karena banyak dari kita yang punya akun kedua layanan, efeknya bisa terasa seperti perusahaan yang merger. Yahoo is Facebook and Facebook is Yahoo.

Di mana Google?

Google hari ini sepertinya tak mau tersalip di tikungan. Hari ini Google mengumumkan bahwa Google Friend Connect telah mendukung akun Twitter. Kini kita bisa login ke sistem FriendConnect menggunakan akun twitter kita. Google Friend connect ini rasanya tak terlalu laris karena valuenya tidak begitu terasa. Namun dengan mendukung Titter berarti Google akan punya banyak pengguna baru untuk mensukseskan Google FriendConnect. Dan pengguna Twitter-pun akan mendapatkan ekstra benefit karena bisa mengakses jaringan Friend Connect. Well, most benefit ada di Google sih. Hmm, lucu juga ya, untuk mengambil manfaat dari user base layanan lain kita tinggal support loginnya saja.

Oke, masih ada raksasa yang belum saya sebut. Kira-kira apa langkahnya? Cuek?

PS:

DailySocial juga punya opini menarik tentang hal ini.

Artikel Terkait:

  1. Kenapa Yahoo! Tidak Sekeren Google? Tapi mengapa yang disodorkan Yahoo! Selalu kalah pamor dengan pengumuman...
  2. Apa Twitter Pantas Untuk Google? Twitter sebagai layanan web2.0 yang sedang diatas awan, masih belum...
  3. Facebook Berusaha Menjadi Twitter? Facebook mengubah tatanan halaman utamanya untuk lebih bersahabat dengan microblogging...
  4. Yahoo! Open Strategy video Ari Balogh (Yahoo) mengungkapkan Yahoo! Open Strategy. Termasuk di dalamnya...
  5. Yahoo Open Hack Day Jakarta Woot! Apa saya sedang bermimpi??? Ternyata tidak. Yahoo akan melakukan...

2 December 2009

Making money

Making money is like playing the piano: The earlier you start, the more practice you’re going to have, the better off you’re going to be. — again, Jason Fried

#25 Fitur-fitur baru Visual Basic 10

Direkam 30 November 2009
28 menit 30 detik

Transkrip (Wiki)

image

Di episode teman macet kali ini, Ronald Widha ngobrol bersama Erick Kurniawan, seorang dosen di salah satu universitas di Jogja dan juga seorang Microsoft Valueable Professional tentang fitur-fitur baru Visual Basic 10. Erick pertama menjelaskan bagaimana Microsoft mengubah strategi language developmentnya menjadi ko-evolusi yang artinya setiap fitur bahasa baru akan hadir di kedua bahasa. Di .Net 4.0, Microsoft akan konsentrasi ke 3 hal yaitu deklaratif, concurrency dan dynamic.Kemudian Erick melanjutkan dengan menjelaskan fitur baru di Visual Basic 10 seperti: MultiLine Lambda, Auto Implemented Property, Collection Initializer, Implicit Line Continuation dan juga Dynamic Interop.

Download

Mp3 (20 MB)
Mp3 Low version (6 MB)

Show Notes
Dynamic Language Runtime
IronPython
IronRuby
Primary Interop Assembly
Lambda Expression
Erick Kurniawan-Geeks
Erick Kurniawan-Mugi
Geeks Webcast
Geeks Ebook

Kalo kemampuan c# dan vb udah sama, bikin engga bingung atau tambah bikin bingung milih antara c# dan vb?

<p>Direkam 30 November 2009<br /> 28 menit 30 detik</p> <p><a href="http://transkrip.temanmacet.com/" target="_blank">Transkrip</a> (Wiki)</p> <p><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="image" src="http://www.temanmacet.com/wp-content/uploads/2009/12/image.png" border="0" alt="image" width="60" height="80" /></p> <p>Di episode teman macet kali ini, Ronald Widha ngobrol bersama Erick Kurniawan, seorang dosen di salah satu universitas di Jogja dan juga seorang Microsoft Valueable Professional tentang fitur-fitur baru Visual Basic 10. Erick pertama menjelaskan bagaimana Microsoft mengubah strategi language developmentnya menjadi ko-evolusi yang artinya setiap fitur bahasa baru akan hadir di kedua bahasa. Di .Net 4.0, Microsoft akan konsentrasi ke 3 hal yaitu deklaratif, concurrency dan dynamic.Kemudian Erick melanjutkan dengan menjelaskan fitur baru di Visual Basic 10 seperti: MultiLine Lambda, Auto Implemented Property, Collection Initializer, Implicit Line Continuation dan juga Dynamic Interop.</p> <p><strong>Download</strong></p> <p><a href="http://www.temanmacet.com/podcast/temanmacet_25_vb10.mp3" target="_blank">Mp3</a> (20 MB)<br /> <a href="http://www.temanmacet.com/podcast/temanmacet_25_vb10_lo.mp3" target="_blank">Mp3 Low version</a> (6 MB)</p> <p><strong>Show Notes</strong><br /> <a href="http://msdn.microsoft.com/en-us/magazine/cc163344.aspx" target="_blank">Dynamic Language Runtime</a><br /> <a href="http://www.codeplex.com/wikipage?ProjectName=IronPython" target="_blank">IronPython</a><br /> <a href="http://ironruby.net/" target="_blank">IronRuby</a><br /> <a href="http://msdn.microsoft.com/en-us/library/aax7sdch.aspx" target="_blank">Primary Interop Assembly</a><br /> <a href="http://msdn.microsoft.com/en-us/library/bb397687.aspx" target="_blank">Lambda Expression</a><br /> <a href="http://netindonesia.net/blogs/erickkurniawan/" target="_blank">Erick Kurniawan-Geeks</a><br /> <a href="http://mugi.or.id/blogs/erick/" target="_blank">Erick Kurniawan-Mugi</a><br /> <a href="http://geeks.netindonesia.net/blogs/video/" target="_blank">Geeks Webcast</a><br /> <a href="http://geeks.netindonesia.net/learn/" target="_blank">Geeks Ebook</a></p> <p>Kalo kemampuan c# dan vb udah sama, bikin engga bingung atau tambah bikin bingung milih antara c# dan vb?</p>

Green Festival 2009



Untuk acara akhir pekan tgl 5 dan 6 Desember 2009, anda dapat berkunjung ke acara Green Festival 2009 yang diadakan di Parkir Timur Senayan, Jakarta mulai jam 10:00 hingga jam 22:00.

Selain itu, acara yang di inisiasi oleh Green Initiative Forum (GIF) yang terdiri dari Unilever, Pertamina, Panasonic, Sinar Mas, Kompas, MetroTV dan Female Radio ini juga mengadakan acara Fun Bike pada hari Minggu tgl 6 Desember 2009 yang akan dimulai jam 7:00 dengan start di Parkir Timur Senayan dan juga Finish di tempat yang sama.

Jadi, jangan lupa untuk mampir ke acara Green Festival 2009 pada akhir pekan ini.

Posted in Agenda Hijau, Akhir Pekan

Review eZ Publish CMS

Sudah 2 bulan ini saya berkutat dengan CMS eZ Publish ini. CMS ini free, sama seperti Drupal, Wordpress ataupun Joomla. Bedanya karena tidak berbasis pengembangan oleh komunitas, dokumentasi terkait relatif sulit didapatkan.

Beberapa perbedaan eZ Publish dengan CMS opensource lainnya :

  1. Dikembangkan oleh perusahaan (eZ Systems AS, berbasis di Norwegia)
  2. Extension (modul/plugin) yang masuk ke situs resmi eZ direview dulu dengan ketat oleh eZ Systems. Jadi tidak semua extension kiriman dari komunitas otomatis di approve dan masuk situs resmi mereka.
  3. Fitur yang disediakan secara default sangat banyak (Custom Field *sejenis CCK kalau di Drupal*, Polling, Newsletter, Multiple Site, Single sign on, dll).
  4. Secara default memang bisa digunakan sebagai satu CMS untuk beberapa situs. Tapi arti satu CMS disini tidak cuma scriptnya. Jadi bukan cuma satu script untuk beberapa situs sekaligus, melainkan satu CMS itu secara sistem bisa mencakup beberapa situs sekaligus.
  5. Secara default support multiple database (*mmm.. database cluster kali ya istilahnya).
  6. Secara default Cache nya aktif.. *ehm.. super duper aktif malah gan..!
  7. Banyak konfigurasi yang disimpan tidak di database, melainkan di file INI.
  8. Templating menggunakan *bahasa* sendiri, yang mirip – mirip Smarty.
  9. Secara default ada fitur *social network* (saya belum telusuri lebih jauh, tapi setahu saya sangat basic)
  10. Advance user access limitation
  11. Secara default menyediakan fitur Drafting dan Versioning content
  12. Fitur RSS Import tersedia secara default
  13. Semua konten adalah node.. (bahkan user dan kategori *dalam eZ istilahnya Folder* pun adalah node)
  14. Fitur auto resize image sesuai konfigurasinya sangat membantu (Berbahagialah jika anda menggunakan Linux, ImageMagick adalah kuncinya disini)
  15. Menyatakan diri sebagai CMS yang enterprise.. *bagi saya Drupal dan Wordpress sih enterprise juga…, apalagi sangat banyak situs besar yang menggunakan kedua CMS ini (eZ Publish justru sangat jauh jika dibanding kedua CMS itu)

Yang saya rasa kurang pas :

Demi kemudahan manajemen sistem, fitur custom field secara default tersedia. Tapi tidak seperti Drupal yang CCK nya menggenerate table baru, eZ Publish memasukkannya dalam field – field di table MySQL. Akibatnya, setiap query content melakukan query SQL yang cukup berat, karena JOIN query berlapis – lapis yang dihasilkan.

Misalkan saja, kita punya tipe content Berita. Dan kita buat custom fields ini : Judul, Sub Judul, Summary, Body, Lokasi, Video, Thumbnail, Tag, Publish Date. Dan beberapa custom fields spesifik (checkbox) : Enable Comment, Show as Flash News.

Jika kita ingin menampilkan suatu detail artikel berita, tentunya semua field diatas diperlukan. Jadi wajar kalau semua field tersebut di-query. Tapi ada kalanya kita hanya ingin menampilkan list 5 berita terbaru di sidebar. Yang kita butuhkan paling hanya  Judul, dan Link nya. Tapi dengan API (?) yang tersedia, kita tidak bisa memanggil hanya Judul dan Link nya saja. Tapi semua field diatas ikut diambil.

Jadi bayangkan saja jika di satu halaman web seperti halaman depan Kompas.com ditampilkan. _Setiap_ Judul berita yang anda lihat itu adalah hasil dari JOIN query berlapis yang mengambil semua field nya. Itu masih ditambah lagi dengan field yang pasti ada dari setiap node (owner, publish date, version, dst..)

Ya, mungkin karena itu eZ Publish menyediakan fasilitas Cache secara default, bahkan sangat agresif.

Ah iya.. dokumentasi..! Karena memang CMS ini tidak begitu popular, seringkali sulit menemukan dokumentasi terkait.

Yang saya rasa asyik :

Development relatif mudah (untuk kebutuhan standar). Walaupun agak tricky. Terutama dibagian template. Seringkali saya menemui kasus yang dengan sebaris PHP bisa diselesaikan, tapi berhubung fungsi tersebut tidak tersedia di template, harus diakali dengan cara lain.

Fitur custom module nya cukup asyik “dimainkan”. :P

Kesimpulan

Jadi, kesimpulan saya sejauh ini, situs ini cocok untuk website yang model portal informasi, media, atau publishing. Enak memang managementnya. Dan developmentnya pun cukup mudah. Tapi sepertinya fiturnya yang sangat banyak itu menjadi tidak terpakai ketika permintaan customize sebuah website semakin tinggi. Apalagi di era ke depan, web application, termasuk keterlibatan API lintas webservice akan semakin umum dibutuhkan.

[Catatan]

Mungkin ada beberapa poin yang saya tulis tidak benar, jika ada yang tahu tinggalin komentar ya, saya juga masih mencari tahu soalnya.

** eZ Publish di pagi hari, CakePHP di malam hari **

Read Twitter from your Gmail?

If you are using both Gmail and Twitter, you can save one tab of your browser by reading the Twitter news right from your Gmail account.

twitter_gmail

To do this, you need to activate a Labs feature ‘Add any gadget by URL’. After that, you’ll get a new tab in your Settings page named ‘Gadget’. Here you can add Twitter gadget by entering the URL: http://twittergadget.appspot.com/gadget-gmail.xml

Hope you like it!

From: Lifehacker

Read Twitter from your Gmail? originally appeared on satukubik on December 2, 2009.

Related posts:

  1. Using Gmail as mail application
  2. First impression of Google Wave
  3. The most useful Google Mail Labs stuffs

20 Detik dan Pecha Kucha Night Surabaya

Presentasi 20 slides dengan durasi 20 detik per slide. Itulah hal yang membuat saya tertarik untuk datang ke acara Pecha Kucha Night. Ya, saya penasaran ingin melihat bagaimana para pembicara bisa...

[ » ]

2 Kopdar di Akhir Pekan : Kopdar openSUSE-ID & Zimbra-ID

openSUSE

Akhir pekan ini ada banyak acara yang saya agendakan. Agenda pertama di hari Sabtu adalah menghadiri peluncuran buku pak Prayitno Ramelan, salah seorang sesepuh yang dijadikan sebagai bapak publik Kompasiana. Buku yang ditulis oleh ‘old soldier never die” ini bertajuk “Intelijen Bertawaf”. Wah, judulnya memang menarik seperti halnya buku yang diterbitkan oleh Kompasiana beberapa waktu yang lalu, yaitu buku “Cat Rambut Orang Yahudi” buah karya pak Chappy Hakim yang notabene sahabat pak Prayitno Ramelan sendiri.

Sabtu sore, saya berencana kopdar kecil-kecilan dengan mas Ariya Hidayat. Kebetulan ia ada di Bekasi sehingga sebagai sesama penggemar openSUSE kami bisa ketemuan. Rencananya ada beberapa teman Komunitas openSUSE Indonesia dari Bekasi dan Bandung yang mau ikutan nimbrung di kopdar kecil-kecilan yang rencananya diadakan di Gloria Jeans Cafe Bekasi Cyber Park (lokasi di seberang Metropolitan Mall/MM Bekasi) ini.

Sebenarnya mas Ariya saya ajak untuk menghadiri Kopdar #19 openSUSE Indonesia sekaligus acara release party openSUSE 11.2 yang akan diadakan di restoran Sami Kuring Cikarang, Minggu 6 Desember 2009. Sayangnya rencana ini tidak dapat direalisasikan karena waktunya tidak memungkinkan. Ia harus mempersiapkan diri untuk keberangkatan di hari Senin.

Diwaktu bersamaan sebenarnya ada acara Kopdar Komunitas Blogger Bekasi di Bekasi Square, tapi rasanya saya tidak bisa menghadirinya karena waktunya bentrok.

Hari Minggu agenda utama saya adalah menghadiri Kopdar #19 openSUSE Indonesia sekaligus acara openSUSE 11.2 Release Party di Cikarang. Acara ini menjadi istimewa karena juga berbarengan dengan acara Kopdar #2 Komunitas Zimbra Indonesia. Kopdar juga menjadi istimewa karena baru kali ini diadakan di restoran masakan Sunda. Hal ini terselenggara atas bantuan dari mas Wisnu, pemilik SamiKuring sekaligus blogger di Komunitas Blogger Bekasi dan Cikarang.

Bagi rekan-rekan yang ingin tahu lebih jauh mengenai openSUSE dan Zimbra, atau ingin share pengalaman sekaligus “berlibur” ke Cikarang, jangan lewatkan acara ini. Sampai bertemu di Cikarang.

Managing Growth in Start-Ups

dubai

Sudahkah mendengar kasus terakhir tentang Dubai? Sebuah proyek yang dijalankan oleh pemerintah lokal untuk membangun suatu negeri impian dan manjadikannya pusat tujuan wisata di Timur Tengah. Kabar terakhir, perusahaan investasi yang didukung oleh pemerintah setempat telah menyatakan bangkrut dan memutuskan untuk berhenti melakukan pembayaran. Tentunya banyak hal yang terkait akan hal ini, namun bila Dubai diibaratkan sebuah start-up, maka Dubai adalah contoh sebuah start-up yang berkembang terlalu cepat.

Less is a Problem

Budaya start-up di Indonesia selalu identik dengan situasi ‘tidak ada modal’ ataupun ‘tanpa investor’. Sehingga para pelaku harus berusaha dengan modal dari kantung sendiri. Namun dalam perjalannya, pengusaha jadi lebih jeli dan irit dalam mengatur anggaran belanja. Bahkan lebih cenderung untuk sudah berkembang karena keterbatasan dana.

Too Much is Not an Assurance

Mempunyai cadangan dana yang besar juga bukan jaminan akan kesuksesan suatu start-up, termasuk Dubai. Dengan dana yang hampir tidak terbatas, pengusaha cenderung untuk lalai akan anggaran, dan membelanjakan hal-hal yang kiranya bisa diirit.

Kecenderungan lain adalah keinginan untuk tumbuh dengan cepat, bahkan terlalu cepat. Bila biaya tidak terbatas, kita bisa lebih leluasa untuk menambah tenaga kerja, menyewa lokasi baru, atau hal-hal lain yang dianggap bisa meningkatkan kinerja perusahaan. Namun belum tentu semuanya berjalan seperti yang kita harapkan.

A Few Things to Consider

Berikut adalah beberapa hal yang kiranya dianggap serius dari segi tanggung jawab keuangan, yang kiranya perlu pertimbangan lebih jauh sebelum mengambil keputusan.

Tenaga Kerja – Tenaga kerja merupakan suatu komitmen dari perusahaan untuk menghidupi para pekerjannya. Selain itu, jumlah pekerja yang dikali oleh gaji masing-masing umumnya merupakan beban terbesar dari suatu perusahaan. Tidak heran bila PHK adalah pilihan umum untuk mengencangkan ikat pinggang.

Office or Retail Space – Sebuah start-up perlu akan adanya suatu ruangan untuk bertemu dan bekerja sama, walaupun kolaborasi secara online sudah dianggap umum. Namun dalam beberapa kasus, lokasi sangatlah diperlukan. Yang perlu diketahui, tiap lokasi selalu membutuhkan biaya-biaya tambahan lainnya, seperti alat kantor, line telepon dan internet, serta persyaratan lainnya sebelum ditempati.

Fixed Cost – Butuh komputer? Meja kursi kantor? Itu adalah beberapa contoh item yang lebih umum dibayar di depan. Pertimbangannya adalah apakah peralatan tersebut akan menghasilkan? Apakah ada perbedaan dari segi revenue untuk membeli 2 meja atau 10 meja?

Contract (with Penalty) – Dalam bisnis tidak jarang kita mendengar akan istilah kontrak, yang umumnya merupakan suatu perjanjian berjangka dan biasanya menyertakan denda bagi pihak yang melanggar janji. Kontrak dalam jumlah besar tentunya juga menjadi beban bagi perusahaan, termasuk penalty yang harus ditanggung.

Depreciation in Value – Penurunan nilai sangatlah umum dalam perangkat elektronik. Apa yang kita beli hari ini dengan cepatnya turun harga, bahkan belum banyak hasil yang diperoleh. Oleh karena itu jelilah untuk memilih perangkat elektronik dan komputer yang kiranya sesuai dengan kebutuhan.

It’s a Process

Entah satu tahun ataupun satu bulan, semua itu merupakan sebuah proses. Proyek satu juta dollar mungkin akan mendapatkan banyak bantuan publikasi, namun bukan berarti revenue akan datang di hari yang sama dan break-even akan muncul di minggu selanjutnya. Semuanya harus melewati tahapan-tahapan penting dan pasti akan ada penyesuaian yang harus dilakukan.

What about Revenue?

Satu hal yang paling menonjol dari kegagalan Dubai adalah faktor revenue. Dubai menanamkan investasi yang begitu besarnya, tanpa melewati banyak tahapan. Satu bentuk investasi belum banyak menghasilkan, namun sudah mulai menanamkan investasi lain yang juga masih tanda tanya. Tunggulah sebentar dan lihatlah reaksi pasar.

In Start-Up Case

Dalam lingkungan start-up, terutama web start-up, perkembangan yang terlalu cepat juga mempunyai tanggung jawab lain. Seperti penambahan server yang harus diimbangi dengan jumlah pertumbuhan trafik, juga beberapa orang yang harus siap sedia untuk merawat aplikasi tersebut.

So, what have you learned from Dubai?

PS: Untung tidak jadi beli rumah di kompleks The World or The Palm. Nilai jual sudah turun 40%.

Tidak ada artikel terkait.

Espresso Con Panna


Espresso Con Panna

Espresso con Panna at Highlander Coffee.

PHPKita Zend Framework Contest (2)

PHPKita Zend Framework Contest sudah dimulai, anda sudah bisa mendaftarkan diri anda melalui link pendaftaran ini. Kontes ini bukanlah kontes offline, jadi anda tidak perlu untuk datang ke suatu tempat yang telah kami tentukan, kemudian coding di tempat tersebut. Tapi kontes ini adalah kontes online, artinya anda boleh coding dimana pun dan kapan pun, kemudian jika karya pemrograman anda telah selesai, silahkan install program tersebut pada sebuah web hosting. Selanjutnya anda tinggal memberikan infomasi URL dan penjelasan tentang hasil karya anda kepada kami melalui email ke kontes@phpkita.com atau melalui halaman pendaftaran ini.

Baca berita selengkapnya di link PHPKita ini.

1 December 2009

2009 Year-End Google Zeitgeist

2009 Year-End Google Zeitgeist: Yang paling banyak dicari via Google sepanjang tahun 2009 (Fastest Rising): “michael jackson”. Yang saya heran, kenapa “michael jackson” tidak...

[ » ]

diskusi tentang code

Istilah code yang dimaksud adalah standard atau peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah atau suatu institusi profesi yang perlu dan harus diikuti dalam suatu perencanaan, dalam hal ini adalah perencanaan struktur, seperti misalnya : 318M-08 : Metric Building Code Requirements for Structural Concrete & Commentary ANSI/AISC 360-05 : An American National Standard Specification for Structural Steel Buildings SNI 03 [...]