PlanetTerasi

Think. Read. Write.

Review Asus Zenfone 2 ZE551ML

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Sudah 10 harian ini saya pegang Asus Zenfone 2 dan saatnya menuliskan kesan terhadap gawai baru saya ini. Saya akan bagi review ini dalam beberapa kategori dan bila ada hal-hal yang mungkin belum tercakup di tulisan ini, akan saya sambung di tulisan yang lain. Ya kira-kira sama seperti yang Zenfone 5 dulu itu lah, ada beberapa tulisan di blog ini. Atau barangkali ada request untuk mereview hal-hal tertentu (kalau saya sanggup ya, hehehe).

OK, tanpa panjang lebar, inilah dia.

Penampakan

Dari sisi penampakan, Zenfone 2 tidaklah berbeda jauh dengan Zenfone 5. Kalau tidak diletakkan berdampingan, hampir tak nampak bedanya. Selisih 0.5 inchi pada ukuran layarnya ternyata tak terlalu menonjolkan perbedaan. Etapi kalo dari depan sih.

Zenfone 2

Kalau dilihat dari belakang, nampak nyata perbedaan antara Zenfone 2 ini dengan generasi terdahulu. Yang paling mencolok tentu saja adalah dual-tone LED di atas lensa kamera serta sebentuk liontin di bawah lensa kamera.

Zenfone 2 Back Cover

Bagi yang belum pernah pegang langsung, “liontin” tadi pasti dikira hanyalah aksesori pemanis saja. Saya juga gitu sih. Ternyata “liontin” itu adalah tombol volume. Sedangkan tombol powernya terletak di bagian atas. Posisi peletakan tombol ini memang membuat Zenfone 2 nampak cantik, khususnya karena body-nya jadi nampak simetris (Hercule Poirot pasti suka ini). Hanya saja pengoperasiannya jadi agak canggung, khususnya saat menekan tombol volume. Yach, mungkin cuma belum terbiasa saja.

Cover belakang memiliki motif atau corak, bukan sekedar warna polos. Ini menjadikan Zenfone 2 memiliki penampakan yang berkelas. Satu lagi, cover belakang ini lebih melengkung dibandingkan sebelumnya. Efeknya, Zenfone 2 lebih nyaman digenggam. Hanya saja, dengan ukuran layar 5.5 inchi, relatif tak nyaman dioperasikan dengan satu tangan. Kecuali mungkin bagi yang bertangan raksasa.

Zenfone 2

 

Multimedia

Zenfone 2 meneruskan keunggulan yang dimiliki oleh generasi sebelumnya. Memutar video dan audio merupakan hal yang enteng serta kualitas yang dihasilkan bagus kalau tidak boleh dibilang hebat. Saya menggunakan Zenfone 2 dengan kode ZE551ML, artinya resolusi layarnya adalah 1080 x 1920 pixels. Dan memutar video di resolusi segitu jelas nyaman.

Layar Corning Gorilla Glass 3-nya memberikan tampilan yang cukup terang di bawah terik matahari dan di kegelapan juga tidak terlalu menyakitkan mata.

Audionya juga tak kalah hebat. Volumenya cukup kencang. Ada equalizernya juga. Sayang versi yang saya punya tidak dilengkapi dengan headset. Biarlah, toh saya gak gitu suka pake juga.

Buat menelpon juga suara yang dihasilkan jernih, baik penelpon maupun penerima. Cuma yang ini faktor operator yang digunakan cukup besar pengaruhnya.

 

Kamera

Nah, inilah salah satu keunggulan Zenfone, mulai dari generasi terdahulu. Feature PixelMaster Camera semakin disempurnakan hingga gambar yang dihasilkan lebih memukau. Saya memberi tekanan khusus pada mode HDR dan LowLight.

Oh ya, kamera Zenfone 2 ini memiliki resolusi yang lebih besar daripada Zenfone 5, yaitu 13 MegaPixel untuk kamera utama dan 5 MegaPixel untuk kamera depan.

Berikut ini saya akan membandingkan hasil pemotretan yang saya ambil dengan Zenfone 2 dan Lumia 730.

Zenfone 2 HDR Mode

Zenfone 2 HDR Mode

Lumia 730 HDR Mode

Lumia 730 HDR Mode

Pada mode HDR, saya mencoba memotret langit. Hasil foto yang diambil dengan Zenfone 2 menunjukkan bahwa daun dan awan sama-sama terang dan terlihat detailnya, sedangkan foto yang diambil dengan Lumia 730 warna daunnya lebih gelap dan relatif kurang detail.

Zenfone 2 Low Light Mode

Zenfone 2 Low Light Mode

Lumia 730 Low Light Mode

Lumia 730 Low Light Mode

Sedangkan untuk mode Low Light, saya memotret boneka dalam sebuah ruang yang masih mendapatkan cahaya namun remang-remang. Terlihat bahwa foto yang diambil dengan Zenfone 2 lebih terang daripada foto yang diambil dengan Lumia 730.

Meski begitu, Lumia 730 juga tidak bisa dibilang kalah telak karena mode HDR maupun Low Lightnya aktif secara otomatis, sedangkan pada Zenfone 2 kudu diaktifkan secara manual.

 

Multi Tasking

Dengan bermodalkan prosesor Intel Atom 64-bit Z3580 2.3 GHz dan RAM 4GB, multi tasking merupakan hal yang sepele bagi Zenfone 2. Selama saya gunakan, belum pernah sekalipun mengalami ada aplikasi yang minta ditutup paksa (force close). Menjalankan banyak aplikasi sekaligus juga enteng-enteng saja. Saya hampir tak pernah lagi menjalankan aplikasi Clean Master yang dulu hampir tiap 2-3 hari sekali saya aktifkan di Zenfone 5. Ya maklumlah, Zenfone 5 saya dulu khan yang versi RAM 1 GB.

Seperti yang kita tahu, Android tidak selalu menutup aplikasi bila kita menekan tombol back. Aplikasi tersebut kemungkinan besar hanya di-minimized dan daftar aplikasi yang di-minimized tersebut dapat ditampilkan dengan menekan tombol multi task (tombol sebelah kanan bawah). Nah, karena Zenfone 2 sudah diperlengkapi dengan Android Lollipop, maka daftar aplikasi tersebut ditampilkan dalam bentuk multi windows dengan tanda silang di bagian kanan atas.

Asus Zenfone 2 Multi Tasking

Ya barangkali masalah kebiasaan atau selera, namun saya justru suka dengan model seperti ini, soalnya malah mirip dengan sistem operasi Windows di PC soalnya. Bagi pengguna browser tertentu (Chrome misalnya) yang suka membuka banyak tab saat browsing, tab-tab yang dibuka juga ditampilkan di sini. Menurut saya sih penanganannya jadi lebih mudah dibandingkan dengan menggunakan Chrome di KitKat.

Hasil benchmark AnTuTu Asus Zenfone 2 juga gak main-main. Zenfone 2 mendapatkan skor sangat tinggi, yaitu 46451.

AnTuTu Benchmark Zenfone 2

 

Baterai

Salah satu kekhawatiran saya saat menggunakan Zenfone 2 adalah soal baterai. Maklum, dengan performa sedemikian dahsyat, apakah baterainya mampu bertahan lama?

Ternyata kekhawatiran saya tidak beralasan. Baterai 3000 mAh yang memotori Zenfone 2 mampu bertahan nyaris 24 jam, dengan penggunaan didominasi oleh browsing dan aplikasi sosial media.

Kalaupun toh sudah lowbatt, tak perlu kelamaan menunggu isi ulangnya karena dengan teknologi BoostMaster, Zenfone 2 akan terisi sebanyak 60% dalam waktu 39 menit saja. Itu tadi teori yang diajukan oleh Asus ya, kalau pengalaman pribadi, dari 20 hingga 100%, total waktu yang dibutuhkan untuk ngecharge sekitar 1.5 jam. Tetap saja cukup cepat, bukan.

OK, segitu dulu review saya kali ini. Ciao.

Update Lollipop Untuk Zenfone 5

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Berhubung cukup banyak yang tanya ke saya soal update Lollipop untuk Zenfone 5, berikut informasi yang saya dapatkan dari GSM Arena.

Lollipop Zenfone

Nah, jadi di situ kelihatan kalau yang awal Mei dapat jatah duluan update Lollipop adalah Zenfone 5 LTE. Zenfone 4, 5, dan 6 bakal dapat update Lollipop pertengahan Mei 2015. Pertengahan Mei itu ya belum tentu tanggal 15 tit, bisa jadi tanggal 12 sudah ada tapi ya mungkin juga tanggal 19 misalnya.

Jadi harap bersabar yaaaa (upss)

Masalah Dengan Anonimitas

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Salah satu tema yang berulang dalam pertemuan masalah keamanan di Intelligent-Sec Asia 2015 kemarin adalah masalah anonimitas. Salah satu kesulitan terbesar dari penegak hukum adalah melacak pelaku kejahatan.

Penggunaan kartu telepon (simcard) prabayar  tanpa identitas merupakan salah satu masalah terbesar di Asia. Di Manila kemarin saya membeli simcard tanpa menunjukkan identitas sama sekali. Di Indonesia, seharusnya kita mendaftarkan identitas kita ketika kita mengaktifkan kartu telepon yang baru. Namun saya melihat banyak penjual kartu yang memasukkan data asal-asalan saja. Mosok ada nama orang “Mickey Mouse”. he he he.

Upaya penegakan hukum – baik dalam hal membuat aturannya (Undang-Undang?) sampai ke penerapan dan pemberian sanksi jika melanggar – terkait dengan masalah identitas pengguna handphone ini masih sulit. Di Filipina sana, peraturannya masih terganjal – atau diganjal? oleh industri telekomunikasi.

Secara teknis, pelacakan pelaku kejahatan dengan menggunakan handphone ini dapat dilakukan. Sebetulnya anonimitas ini tidak betul-betul anonim. Ada jejak-jejaknya. Namun, upaya untuk mendapatkan identitas ini tidak mudah. Kalau masalahnya serius dan membutuhkan pelacakan at all cost, identitas dapat ditemukan. Ini masalah efisiensi dan biaya saja.

Katanya setengah dari masalah keamanan ini dapat terpecahkan jika masalah anonimitas ini dapat terpecahkan. Nah.


Filed under: security, Teknologi Informasi Tagged: postaday2015, security, Teknologi Informasi

Mencoba Cloud Aplication

ophay ophay

Cloud Aplication –  atau sederhananya adalah sistem komputasi/aplikasi yang ada di awan he..he..he.  Teknologi komputasi awan pertumbuhannya semakin hari kian pesat, mulai dari media penyimpanan, basis data, sampai pada aplikasi yang sehari-hari yang kita gunakan saat ini, kini sudah bisa dicicipi  secara online.

Beberapa hari kemaren, saya hendak mencoba salah satu penyedia layanan Cloud Aplication  yaitu RollApp (https://www.rollapp.com/). RollApp menyediakan lebih dari 140 koleksi aplikasi yang dapat membantu pekerjaan kita sehari-hari. Cukup hanya menjalankan satu web-browser saja, berbagai aplikasi dapat dijalankan, mulai dari Office, Graphics,  sampai  Cooding Tools tersedia disini, dan semuanya berbasis open-source

Lebih nyamannya lagi, layanan ini dapat disinkronisasikan ke media penyimpanan online (dropbox, google drive,OneDrive) secara realtime. Menurut saya layanan seperti ini cocok digunakan bagi kalangan yang tingkat mobilitasnya relatif tinggi, ataupun yang enggan membawa perangkat pendukung pekerjaan, seperti laptop ataupun hard-disk eksternal.

RollApp – https://www.rollapp.com/       .Silahkan mencoba. :)

 

 


Ke Konferensi Bahasa Pemrograman

Zaki Akhmad Zaki Akhmad

Awal tahun ini saya beruntung, bisa mengikuti konferensi bahasa pemrograman Ruby Conference AU 2015. Konferensi ini merupakan konferensi bahasa pemrograman kedua yang saya ikuti setelah PyCon APAC 2014 lalu.

Saya sendiri, sebenarnya belum segitu pengalamannya dalam dunia program-memrogram. Tidak jago lah. Tak teruji. Programmer yang teruji kan programmer yang terbukti bisa memecahkan masalah yang ada.

Konferensi, pendek cerita, merupakan acara kumpul-kumpul besar para programmer.

Teman-teman dari komunitas Python Indonesia ada yang sempat bertanya, kapan Indonesia mengadakan PyCon? Saat itu jawaban saya, jalannya masih panjang. Saya sendiri masih lebih suka jika bisa konsisten mengadakan kopi darat alih-alih satu-dua hari konferensi lalu kegiatan berhenti.

Dan belum lama ini, teman-teman baru saja mengadakan kopi darat dengan tema Python 101.

Tetap Produktif dengan vivo X3S

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Perangkat telekomunikasi berupa telpon genggam telah berevolusi sedemikian rupa sehingga kini kemampuannya tidak hanya sekadar untuk menelpon saja (ya, dulu sih paling-paling ditambah kemampuan mengirim pesan teks singkat) namun juga dilengkapi dengan berbagai macam feature yang tadinya tak terbayangkan bakal ada di sebuah perangkat telekomunikasi. Tak heran kini telpon genggam semacam itu disebut smartphone.

Barangkali ide untuk memperlengkapi telpon genggam dengan berbagai macam feature timbul ketika terlihat banyak orang yang mengutak-atik telpon genggamnya di kala senggang atau menunggu seseorang/sesuatu. Daripada sekedar buang waktu dengan mengutak-atik telpon genggam tanpa hasil, mengapa tidak sekalian memperlengkapi telpon genggam dengan feature yang meningkatkan produktivitas?

Belakangan ini ada begitu banyak smartphone yang beredar di pasar, dengan segala kelebihan kekurangan masing-masing, dengan segala feature yang ditanamkan di dalamnya. Namun ada satu yang cukup unik karena menonjolkan “intelligent” dan “smart” sebagai keunggulan produk smartphone mereka, yaitu vivo. Smartphone vivo (memang ditulis dengan huruf kecil atau lowercase) menonjolkan hal-hal tersebut untuk melakukan branding sebagai android smartphone yang mampu meningkatkan produktivitas penggunanya tanpa melupakan unsur hiburan.

Salah satu produk vivo yang hendak dikedepankan adalah vivo X3S. Sebagai sebuah smartphone android, sudah tentu vivo X3S memiliki segala syarat yang dimiliki untuk dijadikan perangkat peningkat produktivitas.

vivo X3S

OK, memang spesifikasi vivo X3S bukanlah “monster”, standarlah, setara dengan kompetitor sekelas. Namun ada sedikit keunggulan pada prosesor yang digunakan. CPU dengan delapan inti (octa-core) dan kecepatan 1.7 GHz menjamin smartphone ini akan menjadi teman kerja yang menyenangkan. Ditambah lagi dengan sistem operasi Android yang sedikit dimodifikasi dan diberi nama FunTouch OS, spesifikasi standar tadi bisa disulap menjadi sesuatu yang lebih mumpuni. Sekedar info, FunTouch OS dinobatkan sebagai Android yang paling “ringan” dalam sejarah.

vivo X3S

Dengan berbagai keunggulan tersebut, saya bayangkan bila saya menggenggam vivo X3S di waktu-waktu non produktif saya, misalnya saat antre di tempat tertentu, menunggu bis, atau menjemput seseorang di bandara dan kebetulan pesawatnya delay, saya tetap bisa bekerja atau minimal berinteraksi dengan relasi melalui media sosial yang siapa tahu ujung-ujungnya dapat proyek.

Mengaktifkan aplikasi tertentu mulai dari saat “tidur” juga dapat dilakukan dengan cepat karena vivo X3S diperlengkapi dengan feature Smart Wake. Feature Smart Wake memungkinkan pengguna mengoreskan jari di layar dengan motif tertentu untuk langsung mengaktifkan aplikasi tertentu.

Apalagi, dengan ukuran 143.3 x 71 x 6 mm dan bobot 150 g, vivo X3S cukup nyaman dibawa-bawa dan dimasukkan ke kantong. Ketebalannya yang hanya 6 mm menjadikannya salah satu smartphone tertipis di kelasnya dan menampilkan kesan premium.

Seandainyapun saya sedang jenuh dan ogah bekerja, vivo X3S menyediakan sarana hiburan yang sangat mumpuni, yaitu audio berkelas Hi-Fi. Itu artinya musik yang didengarkan melalui vivo X3S ini akan sangat jernih, berkualitas, dan detailnya akan terdengar jelas.

vivo X3S

Atau barangkali ingin mengisi waktu dengan berburu hal-hal menarik dan memotretnya, vivo X3S diperlengkapi dengan kamera belakang sebesar 13 MegaPixel serta aplikasi pengolah foto bawaan yang menarik. Pengambilan foto juga dapat dilakukan dalam mode manual hingga menjadikan penggunanya setara dengan fotografer profesional.

vivo X3S

Kalau ingin tahu lebih banyak tentang vivo X3S, ini saya sajikan video reviewnya. Etapi itu bukan saya yang bikin, hehe.

Jadi kepingin khan? Samaaaa

Alamat Lengkap

Okto SiLaban Okto Silaban

[Ilustrasi: Jeff Werner/flickr.com]

Setiap kali menemukan formulir yang meminta mengisikan alamat lengkap, saya selalu bingung. Ini maksudnya alamat lengkap apa ya?

Bagi anak rantau pasti familiar dengan ini. Karena biasanya KTP masih menggunakan daerah asal, dan sekarang tinggal di tempat yang bisa sewaktu-waktu berubah. Entah itu alamat kos, rumah saudara yang ditempatin, rumah sewaan, atau mungkin apartemen milik teman. Jadi alamat lengkap yang mana yang harus diisikan?

Kalau diisi alamat sesuai KTP pun, bisa jadi alamat itu sudah berubah. Keluarga di kampung halaman sudah berpindah rumah. Sementara untuk mengurus perubahan ini harus balik ke daerah asal. Bukan cuma soal biaya, soal waktunya pun seringkali tidak memungkinkan.

Lalu kenapa tidak membuat KTP baru saja di kota yang sekarang? Ya karena belum permanen juga lokasinya. Para perantau di Jakarta yang masih belum berkeluarga, pasti maklum dengan ini. Bisa jadi setahun ini kerja di lokasi sekitar Sudirman misalnya. Jadi memilih tinggal di dekat situ. Lalu di tahun kedua, mungkin pindah tempat kerja, atau oleh perusahaan tempat bekerja sekarang ditugaskan untuk mengurusi proyek di daerah Cijantung. Lalu di tahun ketiga pindah lagi ke Kalimantan. Intinya, masih nomaden.

Beberapa formulir yang pernah saya temui cukup bagus sih menangangi ini. Diminta mengisi alamat lengkap permanen dan alamat tinggal sekarang. Cukup jelas. Jadi untuk kasus seperti di atas, alamat permanen adalah alamat tempat tinggal keluarga di daerah asal, dan alamat tinggal sekarang adalah kost/apartemen/rumah sewa/dkk yang sekarang ditempati. Sayang masih banyak yang belum menerapkan ini.

Internetan di Manila

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Akses internet sudah merupakan kebutuhan primer saya. hi hi hi. Jadi, kalau pergi ke sebuah tempat maka yang dicari adalah akses internet. Nah, minggu lalu saya harus ke Manila, Filipina. Bagaimana akses internet dan telepon di sana?

Kasak-kusuk sana sini, saya menjadi tahu bahwa dua operator seluler yang menyediakan layanan internet di Filipina adalah Smart dan Globe. Sesampainya di airport, saya langsung cari tempat jualan kartu SIM. Ada. Eh, saya ditawari kartu SIM dengan internetan Smart dengan harga 1000 pesos. 1 Peso itu sekitar Rp. 300,-. Jadinya itu Rp. 300 ribu. Wah, mahal banget. Rasanya saya baca-baca tidak segitu. Tidak jadi beli.

Setelah check-in ke hotel, saya mencari tahu tempat membeli SIM card. Katanya bisa dibeli di Seven Eleven. Maka pergilah saya ke sana.

Ternyata memang kartu SIM dijual di Seven Eleven. Hanya saja yang jualan di sana lebih familier dengan Globe tetapi yang ada Smart. Katanya itu juga untuk nano SIM. Saya coba lihat paketnya yang Smart itu. Harganya 100 pesos dan packaging-nya bisa untuk kartu biasa, mikro, dan nano. Kartunya bisa dipotong-potong sampai jadi nano simcard, tapi orisinalnya sih dalam ukuran yang biasa. Yang jualan tidak yakin. Ah, nekad saja saya beli. Toh harganya kalau dikurskan menjadi Rp. 30 ribu. Oke lah.

Saya pasang SIM card itu di handphone Android saya. Jalan! Yes! Isinya ada pulsa sebanyak 40 pesos (atau 50 ya? saya lupa). Nah mengaktifkan internetnya bagaimana? Di bungkusnya tidak ada instrukusi untuk internetan, tetapi saya ingat komentar beberapa rekan di twitter dan facebook saya bahwa kita bisa langganan “unlimitted”(?) internet untuk sehari dengan mengirimkan instruksi  “Unli 50″ via SMS ke “211”. Dia akan mengambil 50 pesos.

Di Seven Eleven itu juga ada mesin top-up, yang bentuknya seperti mesin ATM kecil. Saya ke mesin itu dan melakukan top-up sebanyak 60 pesos (18 ribu rupiah) dan membayarkan ke kasir. Maka pulsa saya cukup untuk berlangganan internet itu. Saya kirimkan “Unli 50″ ke “211”. Internet siap! Yes!

Besoknya saya harus kirimkan SMS itu lagi untuk mengaktifkan internet untuk hari itu. Dan seterusnya. Lumayanlah bisa internetan dengan relatif “murah” di Manila (Filipina).

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang mau internetan di Filipina.


Filed under: Teknologi Informasi Tagged: postaday2015, Teknologi Informasi

▶ Me at the zoo

Orangescale.NET Thomas Arie

The first video uploaded to YouTube. It was back in April 23, 2005. Happy 10th birthday, YouTube!

Unboxing Zenfone 2

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Sudah pada tahu khan ya kalo hari Senin sampai Rabu (20-22 April 2015) lalu saya ada di Jakarta, menghadiri acara launching Zenfone 2? Nah kalau belum tahu saya kasih tahu sekarang. (upss)

Jadi karena Asus Zenfone 4, 5, dan 6 sukses di pasar Indonesia, hanya dalam 1 tahun sudah masuk ke jajaran 3 besar hape terlaris, maka Asus mengadakan acara launching lagi untuk Zenfone 2. Saya yang punya andil dalam suksesnya Zenfone tentu saja diundang. :p

Acara launchingnya sih meriah tapi rasanya gak perlu diceritakan deh ya, wong ya sama sajalah pasti dengan acara lain sejenis. Yang penting nih, saya dapat kesempatan menjadi salah satu yang pertama menikmati Zenfone 2.

Tidak seperti Zenfone 4, 5, dan 6 yang angkanya menunjukkan ukuran layarnya, Zenfone 2 tidak begitu. Ya jelaslah, masa hape cuma 2 inchi. (lmao) Zenfone 2 dirilis dalam 4 varian.

Secara garis besar, ada 2 varian utama, yaitu ZE550ML dan ZE551ML. Yang ZE550ML itu RAM-nya 2 GB dan resolusinya 720 x 1280 pixels, sedangkan ZE551ML resolusinya 1080 x 1920 pixels dan memiliki 3 varian berbeda berdasarkan RAM, ada yang 2GB dan 4GB, dan yang 4GB ada yang memiliki memory internal 32GB dan 64 GB.

Yang saya pegang adalah Zenfone 2 ZE551ML dengan RAM 4GB dan memory 32 GB.

Harga resminya adalah sebagai berikut:

  • ZE550ML Rp 2.699.000,-
  • ZE551ML/2GB/16GB Rp 2.999.000,-
  • ZE551ML/4GB/32GB Rp 3.999.000,-
  • ZE551ML/4GB/64GB Rp 4.499.000,-

Berikut ini adalah video unboxingnya.

Soal reviewnya, sabaaaar ya, ini lagi saya coba-coba hapenya. Tapi nanti pasti saya review (upss)

Yang jelas, sedikit bocoran saja, feature unggulan Asus Zenfone 2 ini adalah pada kamera dan sudah mendukung LTE.

Masalah Kejahatan Internet di Indonesia

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Minggu ini saya diminta untuk memberikan presentasi mengenai “recent internet crimes in Indonesia”. Nah sekarang saya sedang mengumpulkan materi (poin-poin) untuk pembahasan itu. Isinya kira-kira:

  1. Internet threats in Indonesia;
  2. Case studies of internet crimes in Indonesia;
  3. Internet and terrorism in Indonesia.

Untuk poin pertama, saya akan mengambil data dari ID-CERT. Isinya terkait dengan statistik serangan dari / ke Indonesia. Kayaknya masih ada tuduhan bahwa Indonesia termasuk negara yang paling banyak menyerang Akamai. (Membutuhkan link2 dan data / statistik untuk ini.)

Untuk yang kedua, enaknya contoh kasus yang diangkat apa ya? Apakah kasus pembobolan internet banking yang baru-baru ini terjadi? Apa lagi ya yang menarik untuk diangkat?

Nah untuk poin ketiga, tentang terrorism, saya masih mikir. Kalau kasus dengan ISIS dan internet di Indonesia ada gak ya? Kalau keributan soal pemilihan presiden, anti aliran tertentu, penajaman perbedaan (agama, aliran, dll.) yang bertujuan untuk menghancurkan Indonesia dan sejenisnya apa mau dimasukkan ke sini saja? Kemudian ini dikaitkan dengan inisiatif pemerintah untuk memblokir situs-situs tertentu. Begitu?

Ini jadi semacam crowdsourcing gini … hi hi hi.


Filed under: security, Teknologi Informasi Tagged: postaday2015, security, Teknologi Informasi

Menggunakan Kingston MicroSDXC Class 10 64 GB

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Salah satu yang bikin saya rada deg-degan saat menggunakan smartphone adalah bila ruang simpan internalnya penuh. Ya maklumlah, kadang suka install berbagai macam aplikasi, meski kadang-kadang sudah ada aplikasi sejenis yang terinstall, hehe. Twitter client sebagai contoh, meski sudah menginstall Twitter client resmi dari Twitter, kadang masih kepingin install yang lain macam Twicca (Android), Aeries dan Tweetium (Windows Phone).

Barangkali kalau ada istilah shopaholic bagi orang yang suka belanja, maka saya ini bisa digolongkan installaholic.

Masih untung saya ini tidak suka selfie yang berakibat memori simpan makin penuh lagi gara-gara foto selfie.

Untunglah Kingston MicroSDXC Class 10 64 GB yang mulai saya gunakan beberapa waktu lalu bisa meredakan rasa deg-degan saya. Kapasitasnya 64 GB gitu loh. Kalo dipasang di smartphone, sepertinya ya rada kebangetan kalau sampai penuh.

Dan untungnya sistem operasi mobile modern memungkinkan suatu aplikasi untuk diinstal di ruang simpan eksternal macam MicroSD.

Dengan menginstall aplikasi di Kingston MicroSDXC Class 10 64 GB, saya juga tidak terlalu khawatir akan mengalami ngelag karena Class 10 berarti laju transfer datanya mencapai 10 MB/s bahkan lebih.

Bukti paling sah ditunjukkan oleh hasil benchmark terhadap Kingston MicroSDXC Class 10 64 GB, menggunakan aplikasi FlashBench. Di situ terlihat bahwa kecepatan baca Kingston MicroSDXC Class 10 64 GB adalah 32.79 MB/s alias tiga kali lipat dari batas minimal yang dipersyaratkan untuk masuk ke dalam kategori Class 10. Kecepatan tulisnyapun juga tak mengecewakan, yaitu 12.20 MB/s. Nilai ini juga masih di atas batas 10 MB/s.

Benchmark Kingston MicroSD Card

Nah sekarang, supaya gak cuma sekedar benchmark doang, saya melakukan sebuah percobaan yang sangat sederhana. Saya akan menginstall game yang rada berat di Kingston MicroSDXC Class 10 64 GB tersebut. Kebetulan MicroSD Kingston tersebut saya pasang pada Lumia 535 dan saya juga memiliki Lumia 730 yang tidak menggunakan MicroSD. Pada kedua ponsel cerdas tersebut saya install game Halo: SA Lite.

Lalu setelah game sukses terinstal, saya jalankan game pada kedua ponsel tersebut secara bersamaan. Hasilnya memang pada game Halo: SA Lite yang diinstall pada Lumia 535 (menggunakan Kingston MicroSDXC Class 10 64 GB) lebih lambat loadingnya dibandingkan dengan game Halo: SA Lite di Lumia 730. Namun setelah loading berhasil, bisa dibilang tidak ada perbedaan saat memainkan game tersebut di kedua ponsel di atas.

Namun perlu dipertimbangkan juga bahwa Lumia 730 menggunakan Snapdragon 400 sementara Lumia 535 menggunakan Snapdragon 200, meskipun sama-sama 1.2 GHz Quadcore.

Intinya, menginstall aplikasi di MicroSD, apalagi sekelas Kingston MicroSDXC Class 10 64 GB, tidaklah mengecewakan dan justru menjadi solusi tepat bagi installaholic seperti saya ini.

Jangan Pernah Percayakan Urusan Domain Anda ke Pihak Lain

Okto SiLaban Okto Silaban

[Gambar: India7 Network / flickr.com]

Prinsip utama ketika memiliki domain adalah, pastikan domain tersebut semaksimal mungkin berada dalam kendali anda. Jangan tergantung kepada pihak ketiga, keempat, dst.

Yang saya maksud dengan pihak ketiga, keempat dst itu adalah pihak di luar domain reseller. Jadi kalau anda bergantung dengan domain reseller semisal GoDaddy, Name.com, RumahWeb, Qwords, dkk, itu tidak apa-apa. Karena memang mau tak mau maksimal kendali kita hanya sampai di domain reseller. Namun catatannya, pastikan domain reseller nya ini juga terpercaya. Paling tidak lihat sudah berapa lama mereka beroperasi.

 Mengapa seperti itu?

Contoh saja. Suatu hari ada program yang ditujukan buat para UKM yang belum melek IT. Program ini berupa pembuatan website gratis, termasuk hosting, dan domainnya. Tapi seperti biasa, ada bintang kecil di bawahnya “Hanya untuk setahun pertama.”

Seorang pemilik UKM, Monita Amelia Bakery, berpikir, “ahh.. lumayanlah. Gratis setahun gini. Kalo tahun didepan ditagih bayar, tinggal tutup aja.”

Mendaftarlah dia. Webnya jadi, dengan alamat (misal) MonitaAmeliaBakery.com. Kebetulan di sekitar wilayahnya, Monita Amelia Bakery ini sudah cukup terkenal.

Setahun kemudian, program gratisnya selesai. Keluar daftar harga paket-paketnya jika ingin melanjutkan. Harga termurahnya adalah 5jt rupiah per bulan. Dyaarr..!

Monita Amelia Bakery bukan tidak sanggup membayar, tetapi bisa jadi layanannya tidak sebanding dengan biayanya. Dengan 5juta rupiah, hanya mendapatkan domain 1 tahun, website static maksimum 20 MB. Tidak ada email, tidak ada CMS, dll.

Oke, Monita Amelia memutuskan tidak mau melanjutkan. Website nya dibiarkan saja. Dan akhirnya otomatis di-suspend.

Setelah berbincang dengan beberapa rekannya. Ternyata dengan biaya 5 juta rupiah, dia sudah bisa mendapatkan satu website penuh berbasis wordpress, lengkap dengan domain, dan paket hosting selama 2 tahun.

Nah di sinilah Monita merasa sedih #eh. Website, hosting, dll itu gampang dipindah-pindah. Bikin ulang pun gampang. Tapi domain, di dunia ini cuma ada satu. Monita tidak bisa lagi menggunakan MonitaAmeliaBakery.com. Karena domain ini masih terdaftar di program yang dia ikutkan setahun lalu.

Akhirnya mau tak mau Monita harus membuat domain baru. Tapi jadinya susah. Misal menggunakan MonitaAmelia.com, bisa jadi sudah ada yang punya. Mau ganti MonitaAmeliaBakery.co, atau .net, .org, juga tidak mudah. Semua label kemasannya harus diganti alamatnya. Dan semua link-link di Facebook, Twitter, dll nya juga harus diganti. Intinya repot..!

 Personal

Hal yang sama juga berlaku untuk personal. Misal, ada seseorang bernama Nikuboi (ini asli saya ngarang doang). Nikuboi mau mendaftarkan domain Nikuboi.com. Lalu minta tolong dibelikan ke temannya yang sudah memiliki akun di GoDaddy. Order, setup nameserver, done.

Setahun kemudian teman anda memutuskan pindah ke luar negri. Tapi karena masalah administratif, akhirnya kartu kreditnya terblokir. Akun GoDaddy nya pun jadi bermasalah. Sementara domain Nikuboi.com sudah expired. Dyaarrr lagi..!

Intinya, jangan percayakan urusan domain anda ke pihak lain lah. Kecuali anda dan pihak lain memiliki kontrak legal. Misal, yang umum terjadi adalah antara brand dan digital agency nya. Ini wajar. Karena keduanya terikat kontrak hukum.

**walaupun, tidak sekali dua kali sih agency juga gagal mengurusi perpanjangan domain milik client, hingga akhirnya keburu lepas. Trust me, I’ve been on both sides. It happens. Jadi kalau bisa pun, tetaplah pegang sendiri.

 Inisiatif Jelek untuk UKM?

Oh iya, bukan berarti program-program domain gratis untuk UKM itu semuanya jelek. Tetapi kadang masih enggak jelas gimana status domainnya nanti kalau UKM nya tidak lagi ikut program tersebut. Program Usahawan 2.0 dari XL itu contohnya. Makanya saya masih sebut program itu setengah hati.

Migrasi VMware vCenter Server Appliance ke Host Lain

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

vCenter Server Appliance (vCSA) merupakan pilihan utama saya dalam melakukan deployment vCenter di klien. Selain karena lebih murah dari sisi biaya-tidak perlu lisensi Windows Server+SQL Server-pertimbangan utama adalah karena vCSA ini berbasis SUSE Linux Enterprise Server (ini pertimbangan sentimentil :-D).

Kemarin ada keperluan relokasi vCenter dari satu host untuk dipindah ke host lain. Migrate VM lain selain vCenter sih mudah, bisa langsung pakai menu migrate/vMotion dari vCenter. Lha ini, vCenternya sendiri yang hendak dimigrate, gimana dong?

vavai-vcenter-server-appliance

Kalau vCenter ada di shared storage, mudah saja. Cukup remove from inventory di host lama dan kemudian add inventory di host baru :

To move a vCenter Server between hosts when there is shared storage:

  1. Shut down the vCenter Server after making a note of the host on which it is running and the datastore on which it is residing Both can be found on the Summary tab of the vCenter Server virtual machine
  2. Connect with the vSphere Client directly to the source ESXi/ESX host on which the vCenter Server was running
  3. Right-click the vCenter Server and click Remove from Inventory
  4. Connect with the vSphere Client directly to the destination ESXi/ESX host on which you want the vCenter virtual machine to run
  5. Right-click the datastore on which the vCenter Server is stored and click Browse datastore
  6. Open the directory for the vCenter Server, right-click the .vmx file and click Add to Inventory
  7. Power on the vCenter Server virtual machine.

Bagaimana jika vCenter tidak menggunakan shared storage? Ada 2 pilihan untuk migrate-nya, yaitu cloning dan export OVF :

Moving vCenter Server when the hosts do not have shared storage

To move a vCenter Server between hosts when storage is not shared, perform one of these options:

I. Clone the vCenter Server from one host to another:

  1. Select the vCenter Server virtual machine from the Inventory
  2. Right-click the virtual machine and click Clone
  3. Select the destination ESXi/ESX host
  4. Power off the vCenter Server on the source host
  5. Power on the vCenter Server virtual machine on the destination ESXi/ESX host.

II. Export the vCenter Server as an Open Virtual Machine Format (OVF):

  1. Connect vSphere Client to the ESXi/ESX host running the vCenter Server virtual machine
  2. Power off the vCenter Server virtual machine
  3. Click File > Export > Export OVF Template
  4. Connect vSphere Client directly to the destination ESXi/ESX host
  5. Click File – Deploy OVF Template
  6. Power on the vCenter Server virtual machine.

Warning: If the vCenter Server virtual machine is running on a Virtual Distributed Switch (vDS), move the vCenter Server virtual machine to a standard vSwitch before proceeding with these steps.

Sumber : http://kb.vmware.com/selfservice/microsites/search.do…

Semoga bermanfaat 😉 . Bagi rekan-rekan yang berminat mempelajari VMware vSphere lebih detail, bisa mengikuti training yang diselenggarakan di Excellent :

Training VMware vSphere Fundamental & Medium (High Availability), 18 – 21 April 2015 18 – 21 April 2015 Rp. 3.000.000,-
Alumni disc 10%
Training VMware vSphere Fundamental & Medium cocok bagi rekan-rekan yang baru hendak mempelajari VMware vSphere atau rekan-rekan yang pernah memakai produk VMware lain (VMware Workstation, VMware Server) atau produk virtualization lain (Xen, KVM, OpenVZ, Proxmox, Microsoft Hyper-V dan lain-lain). Training ini juga cocok bagi perusahaan/instansi yang berniat mengkonsolidasikan server dan data centernya menggunakan Virtualization Technology serta berniat melakukan deployment cloud computing.

Belajar, Belajar, dan Belajar

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Saya memang senang belajar. Apalagi kalau yang dipelajari tentang komputer. Wah, senang sekali belajarnya. Maklum, nerd.

Nah, minggu lalu saya belajar pemrograman bahasa Swift untuk iOS (itu lho, yang dipakai oleh iPhone, iPad, dan saudara-saudaranya). Bahasa Swift mirip dengan Objective-C dan ternyata masih bergerak spesifikasinya. Dukungan dari Xcode juga masih belum maksimal. Masih ada glitches di sana sini. hi hi hi. Tapi, secara keseluruhan sangat menarik. Bahkan saya ingin buat command-line twitter client dengan menggunakan Swift ini.

IMG_7810 BR swift 1000

Terlihat di foto atas, meskipun saya pusing tujuh keliling, saya tetap tertawa. Ha ha ha. Eh, jangan-jangan ini tertawanya orang gila ya? Tapi yang lain pun ikutan tertawa kok. Itu di depan saya, Andry Alamsyah, juga tertawa. Seriously, it was so much fun.

Belajar yang fun itu menyenangkan.


Filed under: Teknologi Informasi Tagged: belajar, postaday2015, Teknologi Informasi

LTSP (Linux Terminal Server Project) Berbasis LinuxMint 17.1 Rebbeca

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Komentar singkat : Setingnya mudah, tampilannya keren 😉

Karena komputer klien yang saya gunakan untuk ujicoba punya processor i3-i5-i7 dengan RAM 4-32 GB dengan network gigabit, saya gunakan mekanisme FAT client. Ini berarti semua processing tetap dilakukan disisi klien namun base image ada disisi LTSP Server.

Dulu saya berpikir, buat apa thin dan LTSP kalau harga komputer makin lama makin murah. Asumsi saya ini berubah setelah saya bertemu kembali dengan salah satu mentor bisnis saya yang dulu memberikan inspirasi soal bisnis ke saya. Ia dulu punya kantor interior design di daerah Sudirman kemudian pindah ke daerah Sungai Gerong (dekat UOB Plaza).

vavai-ltsp-linuxmint-1

 

vavai-ltsp-linuxmint-2

 

vavai-ltsp-linuxmint-3

 

vavai-ltsp-linuxmint-4

Ia sudah sejak tahun 2009 menggunakan LTSP untuk production workstation. Alasan menggunakan LTSP bukan karena spesifikasi workstationnya payah (spesifikasi kliennya rata-rata i5 dengan RAM 8 GB) melainkan untuk fleksibilitas.

Dengan LTSP, tidak perlu instalasi sistem di masing-masing harddisk; bisa centralize management untuk manajemen user, group, update maupun upgrade; processing bisa disisi klien dengan mekanisme FAT client dan secara biaya lebih murah dibandingkan dengan penggunaan mekanisme thin client lainnya.

Yang mengagumkan, ternyata ia pakai openSUSE 11.1 yang basis servernya saya install bersama adik saya :-). Jika dulu (dan sekarang) banyak yang bilang “Linux nggak user friendly“, ternyata penggunanya yang notabene bukan aktivis Linux teteup normal-normal saja menggunakannya

BTW, kalau sample-nya pakai openSUSE, kenapa pula ini saya pakai LinuxMint sebagai screenshot :-P. Maklum saja, ini pas kebetulan tertarik ujicoba LTSP dibeberapa platform dan desktop 😉

Intinya adalah, terminal server/client berbasis Linux ini menarik untuk diimplementasikan, termasuk jika saya hendak menerapkannya sebagai terminal untuk RDP dan untuk simulasi training 😉 atau ada rekan-rekan yang hendak implement di lab sekolah atau di perusahaan masing-masing

Balada Perbaikan Mail Server 4 : Mekanisme Backup Data

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Melanjutkan kisah sebelumnya, setelah mengetahui bahwa Fajar Mukharom tidak membawa DVD eksternal, CD/DVD blank dan perlengkapan lainnya termasuk harddisk eksternal yang berisi berbagai iso file, saya mengambil alternatif berikutnya, yaitu menggunakan USB Flash Disk.

Saya membuat Live USB dengan bantuan UnetBootin dan mencoba boot. ISO yang saya pergunakan adalah PartedMagic. Saya tertolong dengan kecepatan internet yang cukup cepat di Gedung Tifa. Download iso 300-650 MB butuh waktu sekitar 1-3 menit saja. Saya coba buat LiveUSB PartedMagic, tools andalan saya.

liveusbSaat saya coba jalankan, tidak ada masalah. Masalah terjadi saat saya hendak format harddisk, ternyata berulang kali dicoba teteup tidak bisa diformat. Karena terdesak waktu, saya tidak menelusuri detail penyebabnya dan memilih alternatif lain, yaitu distro yang paling sering saya gunakan : SUSE. Karena untuk ISO DVD ukurannya sangat besar (4 GB-an), saya menggunakan versi appliance, yaitu ISO minimal server appliance, remastering dari SUSE Linux Enterprise Server yang saya buat menggunakan SUSE Studio. ISO-nya bisa didownload disini :http://mirror.excellent.co.id/appliance/minimal-server/

Saat saya coba, ternyata gagal boot, baik untuk tipe ISO LiveCD maupun preload ISO installer. Saya ingat beberapa kali gagal jika membuat liveUSB menggunakan Unetbootin, jadi saya coba lagi menggunakan OSForensics Image USB : http://www.osforensics.com/tools/write-usb-images.html

Kali ini berhasil boot dan bisa melakukan instalasi, namun saat mencoba injeksi bootloader, mengalami kegagalan. Berulang kali saya coba namun tetap gagal boot. Saya sempat berniat menggunakan ISO DVD namun karena ukurannya besar dan pembuatan LiveUSB bisa memakan waktu, saya memilih alternatif lain yaitu LiveUSB Ubuntu server.

Saya coba Ubuntu ISO, ternyata malah lebih parah. Tidak bisa booting sama sekali. Entah karena prosesnya lama atau karena ada gagal proses, yang jelas proses liveUSB menggunakan Unetbootin di MacBook Air lamaaaaaaa sekali.

Karena senewen, iseng saya download ISO DVD LinuxMint 17.1 Rebbeca dengan desktop MATE. Saya jadikan LiveUSB, ternyata lancar.

Saya boot, lancar juga, meski agak lambat karena LinuxMint memang berbasis grafis. Saat mencoba install, ternyata berjalan cukup lama. Sambil menunggu proses install, saya terpikir, kenapa nggak sekalian saja gunakan LiveCD-nya.

vavai-linux-mint

Jadilah saya siapkan harddisk backup, saya berikan IP, set agar bisa cross-cable dengan server existing dan siap saya backup. Untuk menghindari terjadinya perubahan permission, saya biasanya menggunakan skema rsync push (dilakukan disisi server yang ada datanya). Jadi saya lakukan perintah seperti ini :

rsync -av –progress /opt/ [email protected]:/data/

Perintah diatas akan menyalin seluruh isi folder /opt ke folder data yang ada di server IP 192.168.88.99 menggunakan perintah rsync disisi sumber dan rsync+SSH di sisi tujuan.

Ternyata? Default LinuxMint tidak aktif SSH-nya:-))

Backup-and-RestoreSaya coba start, tidak ada aplikasi OpenSSH-Server. Saat hendak mencoba install, ternyata nggak ada akses internet, karena server ini terhubung cross-cable dengan server existing. Saat saya tanya ke pihak data center, mereka tidak menyediakan akses DHCP atau akses internet free didalam ruang server. Paling mungkin dilakukan diruang NOC namun kecepatannya drop jadi 100 Mbps.

Satu-satunya pilihan adalah menggunakan IP public langsung, namun saat saya tanya ke klien, mereka hanya punya 1 IP public. Saya garuk-garuk kepala yang tidak gatal dan pingin rasanya menggergaji rak server grin emoticon

Sebelum saya sampai pada keputusan menggergaji rak server, saya kepikiran, kenapa nggak saya coba pasang squid proxy di server existing? Saya tidak biasa setting menggunakan Ubuntu server (yang terpasang di server existing) namun saya ingat beberapa tahun yang lampau tongue emoticon saya pernah install dan konfigurasi Squid Proxy server di openSUSE menggunakan webmin. Jadilah saya pasang webmin, kemudian install squid dan kemudian saya set mengikuti panduan yang saya tulis disini :http://vavai.com/…/instalasi-squid-proxy-server-pada-opens…/

Setelah bisa diset dan dibatasi pemakainya, saya set LinuxMint agar bisa apt-get install via proxy. Berhasil. Saya bisa install package openssh-server dan screen. Setelah berhasil, saya melakukan proses rsync dari server existing ke server backup.

Saya sempat berniat mematikan backup ke server cloud yang sudah berjalan beberapa saat dan sudah menyalin sekitar 40 GB dari hampir 500 GB total data. Tapi saya pikir biar saja ada 2 rsync (meski berimbas pada kecepatan dan penggunaan memory karena rsync rakus memory dan bandwidth), daripada saya cancel salah satu namun ternyata pilihan satunya juga gagal.

Saat itu sudah pukul 6 sore. Sudah rembang petang. Matahari sudah menjadi lembayung senja. Saya berdiskusi pada pihak klien dan menjelaskan proses yang dilakukan sampai sejauh ini.

Saya sampaikan bahwa, dengan proses backup yang masih berjalan, kelihatannya akan butuh waktu sampai seharian hingga proses backup tuntas. Saya mengambil pilihan konservatif, biar saja menunggu backup daripada saya pindahkan data namun cilaka, misalnya karena data terhapus atau hilang.

Pihak klien setuju, jadi untuk sementara proses backup ditinggal. Saya membereskan beberapa persiapan untuk besok sekaligus merapikan perlengkapan dan menjelang pukul 8 malam saya kembali ke markas Excellent DJ.

Rasanya lelah jiwa dan raga, kepala pusing, hidung pilek, mulut sariawan dan sakit gigi. Sampai di rumah markas DJ, saya langsung tidur tanpa makan malam, dan bermimpi bahwa saya masih didepan server melakukan proses backup.

Ternyata saya bukan bermimpi. Saya terbangun tengah malam, menghidupkan PC yang biasa dipakai oleh Zeze Vavai dan mengecek kecepatan proses backup. Setelah mengecek dan kelihatannya proses backup berjalan sesuai harapan, seperti orang linglung, saya tidur kembali.

Kali ini tidur dengan pikiran mereka-reka skenario dan urutan proses apa yang hendak dijalankan besok smile emoticon

Masih berlanjut nih, ke bagian berikutnya…

Balada Perbaikan Mail Server 3 : Kunjungan Pertama

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Hari Sabtu pagi, 4 April 2015, saya meluncur ke markas Excellent Emerald Spring. Saya mengecek persiapan training Zimbra Fundamental & Medium. Semua kelihatannya sudah disiapkan sudah cukup baik, karena persiapan ini selalu dibahas saat acara brainstorming dan juga saat membahas aspek Kaizen di Excellent. Mengacu pada SOP yang dibuat team, persiapan saya anggap beres dan setelah memberikan beberapa pesan kepada PIC team, saya berangkat bersama salah satu team yang belum lama bergabung dengan Excellent.

ilustrasi-email-checkSebelum berangkat saya minta agar CD dan DVD yang diperlukan untuk disiapkan. Saya juga mengecek lokasi via Google Maps, karena meski sering mondar-mandir ke sekitaran lokasi, saya termasuk kampungan karena belum pernah datang ke Gedung Tifa. Saya check alamatnya, ada di Kuningan. Mendengar kata Kuningan, refleks saya berasumsi di daerah Rasuna Said, jadi saya memutuskan untuk naik kereta Commuter.

Biasanya kalau saya berkunjung ke beberapa klien dikawasan Rasuna Said (ada beberapa klien Excellent yang berderet di Rasuna Said, bukan nyombong sih, tapi kesannya belagu ya, hehehe….), saya naik kereta dari Bekasi, transit di Manggarai. Dari Manggarai saya naik kereta jurusan Tanah Abang, turun di Stasiun Sudirman. Dari Stasiun Sudirman, saya naik taksi ke lokasi. Persis seperti yang saya ceritakan di status “The Lenovo Affair” 😀

Antara pilihan naik taksi atau APTB atau kereta, akhirnya saya memutuskan naik KA Commuter Line. Alasannya? Ya penghematan ;-). Apalagi karena Sabtu habis libur (Jum’at libur paskah), semestinya tidak terlalu ramai.

Ternyata, saat sampai di stasiun, antrian berekor panjang sekali. Saya memang tidak perlu antri karena semua team Excellent dibekali kartu Multi Trip Commuter Line. Namun, staff yang ikut saya ini belum lama bergabung jadi ia belum punya kartu multi trip. Kalau antri dulu akan lama sekali, jadi akhirnya saya menelpon team yang ada di markas Excellent Emerald Spring untuk datang mengantar kartu multi trip agar bisa digunakan.

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya kartu datang dan kami naik kereta sesuai skenario.

Sampai di stasiun Sudirman, saya naik taksi ke lokasi. Ndilalahnya, ketemu sama pengemudi taksi yang bingung saat saya bilang mau ke gedung Tifa :

“Mas, tolong kasih tahu jalannya ya, saya nggak tahu”

Jiaaah, sama-sama nggak tahu dong. Jadilah saya mengandalkan Waze dan Google Maps. Tapi lho kok malah ke Sudirman kemudian ke Gatsu ya. Ternyata Gedung Tifa memang sama-sama Kuningan tapi ini daerah Kuningan Barat belakangnya gedung Jamsostek.

Inilah kalau ada konsultan IT kelamaan beredar dari kampung ke kampung di Bekasi, cuma ke gedung Tifa saja sampai mutar-muter kesana kemari kwkwkwkw….

Sampai di Gedung Tifa sekitar pkl. 11.00, rekan team IT klien sudah ada di gedung Tifa. Saya bicara soal skenario yang akan ditempuh dan strateginya. Saya juga sempat bertanya, “Kalau worst case datanya hilang, gimana mas?”

dan jawaban klien : “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh…. JANGAN SAMPAI TERJADI MAS !!!”.

Jadi kesimpulan saya cukup jelas dan konservatif. Apapun skenario yang hendak ditempuh, hal pertama yang harus dilakukan adalah Backup-Backup-Backup. Apa yang harus diingat? Backup. Kalau mau makan, ingatlah backup. Kalau mau reinstall, jangan lupa Backup smile emoticon

Saya bisa melakukan backup data ke server cloud Excellent di Cyber 1. Saya sudah check, kecepatan koneksi ke server cloud Excellent sekitar 100 Mbps, jadi estimasi semalaman backup akan selesai. Sialnya adalah, saya belum melakukannya sejak kemarin siang maupun malam. Saya bisa backup sekarang tapi artinya mesti menunggu cukup lama.

Saya tanya pada pihak klien, “Kalau backup ke harddisk eksternal via USB sepertinya bisa butuh waktu lama. Apakah ada server atau komputer dengan spesifikasi minimal RAM 1 GB, network card gigabit dan harddisk minimal 600 GB?”

Ternyata ada, tapi mesti diambil dari kantornya di jalan Thamrin. Butuh waktu sekitar 30 menit s/d 1 jam mulai dari berangkat kesana, mencopotnya dari rak dan membawanya kembali. Sambil minta maaf karena saya tidak terpikir alternatif ini, saya bilang pada pihak klien, sepertinya opsi backup antar server ini bisa lebih cepat dan feasible dibandingkan backup antar cloud/antar gedung.

Sambil menunggu, saya melakukan perintah screen disisi server existing (agar bisa jalan secara background process) dan kemudian menjalankan perintah rsync backup ke server cloud Excellent. Ini adalah tindakan preventif, daripada-daripada-mendingan-mendingan. Daripada gigit jari menunggu mendingan melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat smile emoticon

cd-dvdSetelah server datang, kami memasangnya di dekat rak server. Pihak klien menyiapkan 1 buah harddisk sebesar 900 GB, sebanyak 2 buah. Harddisk ini belum punya OS alias masih blank, jadi agar bisa saya jadikan server backup, saya perlu memformat dan menginstallnya, atau menggunakan LiveCD.

Saya bilang pada Fajar Mukharom yang ikut bersama saya : “Fajar, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan instalasi sistem Linux basic agar bisa dijadikan server backup. Tolong keluarkan CD/DVD dan DVD eksternal yang dibawa”.

Fajar melihat kearah saya dengan wajah heran, “DVD dan DVD Eksternal pak? Bukannya bapak yang bawa???”

Melihat saya masih mencerna ucapannya, Fajar melanjutkan : “Saya pikir tadi saya diminta menyiapkan saja, jadi baik CD blank, DVD Blank, CD/DVD Installer maupun DVD eksternal saya siapkan diatas meja di markas Excellent Emerald Spring…”

dan sepi…

dan jadilah saya, mencari alternatif lain untuk proses backup data antar server 😀

Masih berlanjut ke cerita berikutnya 😉

Balada Perbaikan Mail Server 2 : Persiapan Pekerjaan

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Tanggal 30 Maret 2015 (berselang hampir 2 minggu dari tindakan pertama P3K mail server), saya menerima request dari pihak klien untuk visit penambahan storage. Sebenarnya ini bukan salah di klien juga sih kalau jadi lama. Pas kebetulan pekan-pekan tersebut saya dan team Excellent kelayapan kemana-mana, termasuk acara brainstorming luar kota dan kemping bersama team Excellent di Dusun Bambu, Lembang, Bandung.

mailPihak klien bertanya : “Apakah untuk proses ini akan ada down time?”
Saya bilang : Ya.

“Apakah lama?”
Saya jawab : “Ya, bisa lama, karena mesti menambahkan harddisk dan ada kemungkinan memindahkan data”.

Jika demikian, kata klien, “Sebaiknya hari Sabtu saja pak, 4 April 2015. Jadi nggak apa-apa down agak lama karena relatif nggak terlalu banyak kegiatan”.

Saya check di schedule team Excellent, Sabtu-Minggu ada kegiatan training Zimbra Mail Server Fundamental-Medium. Sementara hari Senin-Rabu-nya ada training Mastering Zimbra Mail Server. Saya tanya pada beberapa senior staff Excellent, apakah training bisa ditangani sementara saya menangani urusan ini, jawabannya OK. Jadi saya konfirmasi balik ke klien bahwa : “OK pak, kami bisa visit untuk penanganan masalah storage mail server pada hari Sabtu, 4 April 2015, pukul 11.00 WIB”

Mengapa pukul 11? Mengapa tidak pagi saja? Karena meski sudah saya delegasikan ke team yang biasa menangani kegiatan training di Excellent, saya merasa perlu melakukan pengecekan akhir agar kegiatan training tidak mengecewakan para peserta, apalagi pesertanya ada sekitar 6-7 peserta.

Sebagai persiapan, saya juga menanyakan spesifikasi server pada pihak klien, dan berikut adalah detailnya : Server Dell R710 RAM 8 GB, 3 Harddisk SATA 500 GB 7200 RPM, 4 network card gigabit, sistem operasi Ubuntu 10.04 64 bit.

2 harddisk diset RAID 1 dan mendapatkan kapasitas total sekitar 500 GB, sudah terisi data diatas 99%, hanya tersisa 3 GB, semuanya berupa data mailbox, LDAP dan database, jadi tidak ada kemungkinan menghapus log atau file tidak terpakai karena file yang tidak terpakai sudah saya bereskan pada tindakan pertama beberapa waktu sebelumnya.

1 harddisk berikutnya ada di slot 3, sebesar 500 GB (atau 1 TB, saya lupa 😀 ) namun kata pihak klien, harddisk ini tidak terdeteksi. Pihak klien sudah menyiapkan 6 harddisk SAS 15K RPM masing-masing 600 GB.

Lokasi server klien ada di co location server di Gedung Tifa Kuningan Barat. Saya minta pada pihak klien untuk menyiapkan surat izin masuk gedung, termasuk informasi jumlah dan nama team Excellent, karena biasanya masuk ke gedung data center perlu aspek administrasi, apalagi jika masuknya dihari libur (Sabtu-Minggu).

Hari Kamis, 2 April 2015, saya kelayapan ke Jakarta  untuk diskusi masalah start up, LTSP dan lain-lain. Pulangnya saya merasa kurang fit dan hari Jum’at akhirnya saya istirahat di rumah secara full. Saya sempat bimbang apakah saya perlu mengundurkan schedule atau meminta salah satu team menggantikan saya. Namun atas pertimbangan kemungkinan tingkat kesulitan yang ada, akhirnya saya memutuskan untuk tetap datang, langsung saya sendiri bersama salah satu staff dan tidur cepat di Jum’at malam dengan harapan Sabtu pagi 4 April 2015 saya sudah siap.

Sebelum tidur, saya mengirimkan email ke team mengenai persiapan yang perlu dibawa, baik DVD eksternal, file ISO, CD dan DVD Blank, USB maupun skenario yang akan dilakukan. Setelah itu saya memerintahkan diri saya untuk tidur cepat sekitar pukul 8 malam 😉

Berlanjut ke cerita berikutnya… 😉

Lomba Membuat Software Berbasis Open Source

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Bagi para pengembang aplikasi (software), ada lomba membuat software berbasis open source yang diselenggarakan oleh IBM. Saat ini sudah banyak framework untuk pengembangan software yang berbasis open source. LAMP – Linux, Apache, MySQL, PHP – merupakan salah satu contohnya. Berbasis LAMP ini, Anda dapat membuat software apapun. Selain LAMP, tentunya masih ada platform-platform open source lainnya yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi.

IMG_7677 BR IBMHadiah untuk pemenang lomba ini lumayan juga. Selain uang, ada juga potensi softwarenya dipasarkan oleh IBM kepada klien-kliennya. ini kesempatan besar untuk mempromosikan produk Anda. Oh ya, sebelum itu juga akan diajari untuk melakukan fine tuning softwarenya untuk platform IBM Power System. Asyik.

Informasi lengkap mengenai lomba ini dapat diperoleh dari situs Developer War Day (devwarday). Minggu ini adalah batas akhir pemasukan dokumen; 18 April 2015. Aplikasi / software belum harus jadi sekarang juga. Nanti ada waktu (hampir 3 bulan) untuk mengembangkannya.

Ayo. Tunjukkan kemampuan kalian dalam mengembangkan software! Bahwa kita di Indonesia ini merupakan jagoan-jagoan software juga.


Filed under: Teknologi Informasi Tagged: postaday2015, Teknologi Informasi

Balada Perbaikan Mail Server 1 : Kisah Akhir Pekan

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

mailBeberapa waktu yang lalu (tepatnya sih 20 Maret 2015 lalu), saya dihubungi oleh salah seorang IT Admin perusahaan. Perusahaan tempatnya bekerja merupakan anak perusahaan, gabungan dari 2 BUMN besar. Masalahnya sederhana, mail servernya dalam status kritis (sudah down malah :-D) karena kapasitas harddisknya kepenuhan. Ia meminta layanan Excellent, apakah bisa support untuk tindakan segera by remote dan kemudian tindakan pasca dalam bentuk penambahan kapasitas.

Jika bisa, biayanya berapa, estimasi berapa lama pekerjaannya dan bagaimana solusinya.

Saat ada inquiry tersebut, posisi saya sedang di kantor klien di Bandung, jadi saya minta team saya membuatkan draft penawaran agar bisa saya review. Setelah OK, baru dikirimkan.

Dalam perjalanan pulang di taksi kemudian di bus Primajasa, saya menerima kabar pembayaran DP 50% untuk pekerjaan, kemudian minta agar saya bisa eskalasikan dulu, minimal sistem bisa berjalan.

Saya remote akses menggunakan akses GSM, lambat sekali. Meski lambat, saya bisa mengecek bahwa 99% data memang dipakai untuk mailbox dan database. Hanya sedikit data yang dipakai untuk log atau yang lainnya.

disk storageIni berarti bahwa tidak ada pilihan lain selain memindahkan atau menambah storage. Pihak klien bilang bahwa ia sudah menambahkan harddisk namun tidak terdeteksi, jadi untuk sementara sistem tolong diup-kan, tahap berikutnya baru eskalasi permanen dalam bentuk penambahan storage.

Akhirnya sebagai tindakan preventif, saya izin untuk membackup data lognya ke server di markas Excellent DJ (koneksinya cukup cepat diakses dari posisi server klien di Gedung Tifa Kuningan Barat Jakarta). Setelah saya backup, beberapa log yang sudah lama saya hapus sehingga didapatkan ruang harddisk yang cukup untuk menghidupkan services mail server.

Setelah saya hidupkan servicesnya, saya informasikan kepada pihak klien untuk segera membackup atau menghapus isi mailbox beberapa account agar free space bisa bertambah, sebelum nantinya ada proses pemindahan atau penambahan storage.

Kisah penambahan storage (it would be a long story 😉 ) akan saya sampaikan distatus berikutnya. Kalau diceritakan mungkin jadi cerpen atau cerber. Kelihatannya ada manfaatnya karena kisahnya ini mencakup sebagian besar layanan Excellent, memerlukan kemampuan programming saya (meski kemampuan programming saya masih dalam tahap cemen :-P) dan ada banyak faktor terkait domain, hosting, DNS, website dan hal teknis terkait mail server 😀

Tunggu saja kelanjutan ceritanya ya, kali aza ada yang mau denger-in 😛

Menghapus Injeksi Script atau Kode Tertentu pada Blog

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Kemarin, saya iseng membuka page source salah satu blog dan menemukan ada injeksi code di file template :

<style>.jtkpb{height:1px; font:11px; padding:0px 9px 0px 14px; overflow:hidden;}</style><div class.

MalwareIsinya link-link “ora geunah”. Link-link kacau yang bisa membuat blog masuk Google Sandbox : Tips Mengatasi Google Sandbox & Mengembalikan Indeks Website di Google

Masalahnya, menemukan file yang terinfeksi dari sekian banyak file bukan pekerjaan mudah. Saya perlu menemukan file-file yang mengandung kata diatas dari berbagai file.

Karena punya akses ke SSH, saya cukup menjalankan perintah berikut :

find /home/vivianchow/ -type f -print0 | xargs -0 grep -l "jtkpb"

Nanti hasilnya adalah list file diseluruh folder vivianchow yang mengandung kata diatas. Kalau sudah ketemu, hapus/replace file tersebut dengan file original, kemudian periksa ulang permission dan kemungkinan injeksi pada file lainnya.

Tips Mengecek dan Mengatasi Account yang Terindikasi Spam pada Zimbra Mail Server

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Salah satu kendala yang sering terjadi saat saya melakukan audit mail server adalah terjadinya flooding email spam, dalam bentuk pengiriman email spam dalam jumlah massal oleh salah satu atau beberapa account email. Jika dibiarkan, flooding spam ini akan sangat mengganggu pengiriman email akibat penuhnya trafik antrian email. Selain itu, flooding spam ini juga bisa berakibat fatal terhadap mail server karena IP public mail server akan diblacklist oleh server tujuan dan beberapa layanan RBL (Relay Block List)

Flooding spam ini bisa terjadi karena beberapa faktor, yang terbanyak adalah akibat phising email alias email palsu yang di klik. Misalnya email palsu pemberitahuan over kuota yang meminta isian user name dan password.

Sebagai tindakan awal untuk menghentikan pendarahan yang terjadi, berikut adalah beberapa tips yang saya sarikan dari pengalaman saya menangani email server berbasis Zimbra yang melakukan spamming.

email
MENGETAHUI IDENTITAS SPAMMER

SSH ke mesin dengan jumlah deferred/active email terbanyak, kemudian jalankan perintah :

su – zimbra -c “mailq”

perhatikan nama sender/pengirim spam. Jika namanya menggunakan alamat email dengan nama domain kita, catat nama account tersebut

Ada kalanya spammer menyembunyikan account yang digunakan untuk melakukan spamming. Jika demikian, lakukan pengecekan dengan cara SSH ke server dan jalankan perintah :

tail -f /var/log/zimbra.log | grep sasl_method

atau

cat /var/log/zimbra.log | grep sasl_method

Account yang banyak sekali tampil dan tidak normal (misalnya setiap detik mengirim email) kemungkinan besar adalah account yang terkena hack dan digunakan oleh spammer untuk mengirim email spam.

Contoh log :

Apr 21 23:24:23 mail.excellent.id postfix/smtps/smtpd[1417]: 5EE321F183E: client=unknown[212.212.212.212], sasl_method=LOGIN,sasl_username=[email protected]

Apr 21 23:24:23 mail.excellent.id postfix/smtps/smtpd[1410]: 5EED620ED08: client=unknown[212.212.212.212], sasl_method=LOGIN,sasl_username=[email protected]

Apr 21 23:24:23 mail.excellent.id postfix/smtps/smtpd[1407]: 5EFDD20ED09: client=unknown[212.212.212.212], sasl_method=LOGIN,sasl_username=[email protected]

Apr 21 23:24:23 mail.excellent.id postfix/smtps/smtpd[1413]: 5F1A520ED0A: client=unknown[212.212.212.212], sasl_method=LOGIN,sasl_username=[email protected]

Apr 21 23:24:23 mail.excellent.id postfix/smtps/smtpd[1400]: 7774920ED0B: client=unknown[212.212.212.212], sasl_method=LOGIN,sasl_username=[email protected]

Apr 21 23:24:23 mail.excellent.id postfix/smtps/smtpd[1414]: 80E4620ED0C: client=unknown[212.212.212.212], sasl_method=LOGIN,sasl_username=[email protected]

Apr 21 23:24:23 mail.excellent.id postfix/smtps/smtpd[1418]: 8DE6120ED0D: client=unknown[212.212.212.212], sasl_method=LOGIN,sasl_username=[email protected]

Apr 21 23:24:23 mail.excellent.id postfix/smtps/smtpd[1405]: 9113820ED0E: client=unknown[212.212.212.212], sasl_method=LOGIN,sasl_username=[email protected]

Apr 21 23:24:23 mail.excellent.id postfix/smtps/smtpd[1404]: 915B320ED0F: client=unknown[212.212.212.212], sasl_method=LOGIN,sasl_username=[email protected]

Apr 21 23:24:23 mail.excellent.id postfix/smtps/smtpd[1412]: B0E651DA306: client=unknown[212.212.212.212], sasl_method=LOGIN,sasl_username=[email protected]

Apr 21 23:24:23 mail.excellent.id postfix/smtps/smtpd[1406]: B0FC620ED10: client=unknown[212.212.212.212], sasl_method=LOGIN,sasl_username=[email protected]

Apr 21 23:24:23 mail.excellent.id postfix/smtps/smtpd[1408]: B6C9220ED11: client=unknown[212.212.212.212], sasl_method=LOGIN,sasl_username=[email protected]

Apr 21 23:24:23 mail.excellent.id postfix/smtps/smtpd[1399]: D56E320ED12: client=unknown[212.212.212.212], sasl_method=LOGIN,sasl_username=[email protected]

Apr 21 23:24:24 mail.excellent.id postfix/smtps/smtpd[1409]: 4C12A20ED14: client=unknown[212.212.212.212], sasl_method=LOGIN,sasl_username=[email protected]

Apr 21 23:24:24 mail.excellent.id postfix/smtps/smtpd[1403]: 9A12120ED15: client=unknown[212.212.212.212], sasl_method=LOGIN,sasl_username=[email protected]

Apr 21 23:24:24 mail.excellent.id postfix/smtps/smtpd[1398]: C2977201A86: client=unknown[212.212.212.212], sasl_method=LOGIN,sasl_username=[email protected]

MENGATASI MASALAH

Untuk mengatasi masalah, prosesnya dibagi kedalam beberapa tahapan, yaitu :

  1. Menghentikan pendarahan (menghentikan email spam dibuat lagi)
  2. Mengecek perubahan
  3. Hold email spam
  4. Release email normal
  5. Menghapus email spam
  6. Menghentikan email spam baru

Untuk menghentikan email spam baru dibuat terus menerus, lakukan perubahan password account yang terkena hack. Hal ini bisa dilakukan via Zimbra Admin atau bisa juga dengan perintah konsole (hak akses root) :

su – zimbra -c “zmprov sp [email protected] PasswordYangLebihKuatTermasuk4n9k4Dan&S!mbol”

Mengecek Perubahan

Jika suatu account terkena hack spam, biasanya ada beberapa perubahan yang terjadi. Buka webmail  dengan user name account tersebut  kemudian pilih tab preferences dan check beberapa item, antara lain :

  • Tab Account, berisi nama dan alamat reply-to
  • Signature
  • Draft email
  • Sent Items
  • Trash Email
  • Forwarding

Hold Email Spam

Agar pengiriman email tidak terganggu, lakukan hold terhadap seluruh email, baik yang terindikasi normal maupun spam. Caranya, SSH ke server kemudian jalankan perintah berikut :

/opt/zimbra/postfix/sbin/postsuper -h ALL

Tunggu beberapa saat karena proses hold akan butuh waktu, apalagi jika antrian email banyak sekali.

Release Email Normal

Setelah email dihold, semua email baru akan berjalan lancar. Meski demikian, ada kemungkinan beberapa email normal ikut terkena hold. Untuk merelease-nya, buka Zimbra Admin | Monitor | Mail Queue | Nama Server | Held. Pilih account yang terindikasi normal (bisa dilihat, sendernya dan tujuannya juga normal), kemudian klik kanan dan pilih menu Release

Menghapus Email Spam

Menghapus email spam bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu :

  1. Buka Zimbra Admin | Monitor | Mail Queue | Nama Server | Held. Pilih account yang terindikasi spam (bisa dilihat, sendernya bukan domain resmi,  tujuannya juga biasanya banyak, ke hotmail/yahoo/gmail dan abnormal). Jika email yang dihold ada ribuan, puluhan ribu atau ratusan ribu, tunggu sampai progress bar-nya selesai dan jumlah email spam sudah tampil semua. Jika sudah, pilih account spam tersebut, kemudian klik kanan dan pilih menu Delete
  2. SSH ke server kemudian dengan hak akses root buat dan jalankan script ini :http://vavai.com/2011/06/27/script-untuk-menghapus-email-spam-di-queue-zimbra-mail-server/

/srv/pfdel [email protected]

Menghentikan Spam Baru

Untuk mencegah/mengurangi masuknya email spam baru, mungkin bisa mencoba 2 layanan yang dimanage oleh Excellent :

  • Layanan Cloud Anti Spam, Anti Virus dan MX Backup : https://www.excellent.co.id/asav/, berfungsi sebagai scan email masuk dari kemungkinan spam dan virus, sekaligus sebagai backup MX andaikan ada gangguan pada mail server
  • Layanan SMTP Relay dan Mail Gateway : https://www.excellent.co.id/smtp/, berfungsi sebagai SMTP relay sehingga mail server terhindar dari kemungkinan terkena blacklist disisi tujuan. Selain itu, SMTP relay juga bisa memberikan indikasi dan pencegahan dini terhadap kemungkinan terjadinya flooding email spam dari mail server klien

Pemblokiran Situs dan Imbasnya pada Layanan DNS dan Email

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Beberapa waktu terakhir ada diskusi hangat soal pemblokiran situs yang dianggap menyebarkan hal-hal radikal oleh Kominfo atas permintaan BNPT. Mekanisme teknis dan pertimbangannya saya kurang berkompeten membahasnya, namun saya ingin membahas dari sisi lain sesuai makanan sehari-hari, yaitu imbasnya pada layanan email 😉

email-logoSaya tidak tahu persis bagaimana mekanisme pemblokiran ini dilakukan namun kelihatannya pihak ISP memaksa agar semua klien menggunakan DNS server ISP masing-masing. Jika klien menggunakan DNS public seperti DNS Google 8.8.8.8, kemungkinan besar tidak akan bisa resolve (yang berakibat pada matinya layanan internet jika akses menggunakan nama, karena menggunakan IP tetap bisa).

Hal ini bisa diatasi-meski dengan terpaksa :-D-dengan cara menggunakan DNS ISP. Meski berhasil mengatasi masalah DNS resolving, hal ini memunculkan masalah lain, yaitu :

  1. DNS ISP belum tentu sepowerful DNS Google-ini debatable, jadi bisa dikesampingkan-meski ada beberapa klien Excellent yang bilang bahwa beberapa DNS tidak resolve, kirim ke Yahoo jadi dianggap loop back to myself dan ada juga yang appliance content filtering di kantor jadi kacau hasilnya
  2. DNS ISP kemungkinan melakukan redirect DNS resolver, yang berakibat pada kacaunya layanan RBL (Relay Block List) yang digunakan untuk menangkal spam. RBL seperti b.barracudacentral.org, zen.spamhaus.org dancbl.abuseat.org maupun SORBS dan Spamcop, sebagian besar (kadang malah semua) jadi menganggap semua domain pengirim sebagai spam. Jadi mau kirim dari domain apapun dan dari IP apapun, domain tersebut dianggap listed pada satu atau lebih layanan RBL yang ada, yang akibat buruknya adalah email gagal diterima karena dianggap sebagai spam oleh RBL.

Pilihan solusi untuk masalah diatas ada 2, yaitu :

  1. Menonaktifkan pengecekan RBL untuk email yang masuk. Solusi ini sebenarnya bukan solusi, hanya pelarian saja, karena begitu RBL check didisable, kinerja mail server jadi berat dan proses scanning email jadi bermasalah karena IP sender tidak bisa ditracking ke RBL. Artinya, email-email yang tadinya sudah pasti spam menjadi harus dicheck ulang
  2. Menempatkan layanan anti spam di luar Indonesia (atau di ISP yang tidak menerapkan DNS redirection-ini istilah saya, istilah sebenarnya mungkin ada yang tahu, CMIIW) agar tetap bisa memfungsikan layanan check RBL ini. Kalau mau yang simple, Excellent hadir disini dengan layanan cloud anti spam 😀 *iklan detected* : https://www.excellent.co.id/asav/

BTW, ada beberapa rekan yang bilang bahwa layanan-layanan mereka tidak terganggu untuk resolve DNS maupun RBL. Layanan cloud Excellent yang ditempatkan di Jakarta juga so far baik-baik saja, kemungkinan entah ada perbedaan kebijakan dimasing-masing ISP atau bisa juga ada perbedaan teknis terkait hal ini. Yang jelas, untuk kenyamanan klien Excellent sendiri, saya prefer menempatkan fasilitas anti spam masing-masing klien di layanan cloud anti spam Excellent.

Training VMware vSphere Fundamental & Medium (High Availability), 18 – 21 April 2015

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

vsphere

Training VMware vSphere Fundamental & Medium cocok bagi rekan-rekan yang baru hendak mempelajari VMware vSphere atau rekan-rekan yang pernah memakai produk VMware lain (VMware Workstation, VMware Server) atau produk virtualization lain (Xen, KVM, OpenVZ, Proxmox, Microsoft Hyper-V dan lain-lain). Training ini juga cocok bagi perusahaan/instansi yang berniat mengkonsolidasikan server dan data centernya menggunakan Virtualization Technology serta berniat melakukan deployment cloud computing.

Mau tahu alasan lainnya? Silakan baca artikel berikut : Training VMWare vSphere yang Murah namun Berkualitas

MATERI “TRAINING VMWARE VSPHERE FUNDAMENTAL & MEDIUM (HIGH AVAILABILITY)” :

  • Pengenalan VMware Virtualization
  • Keuntungan Penggunaan VMware vSphere
  • Perbedaan Versi & Model Lisensi
  • Tips Membangun Labs VMware vSphere
  • Instalasi & Konfigurasi vSphere ESXi Hypervisor
  • Penggunaan DCUI (Direct Console User Interface)
  • Aktivasi SSH, CLI & Manajemen Data Stores via DCUI
  • Instalasi VMware vSphere Client
  • Konfigurasi VMware vSphere Host
  • Konfigurasi VMware vSphere Networking
  • Manajemen VMware vSphere datastores
  • Pembuatan Virtual Machine (Standard, via OVF Template & Cloning)
  • Instalasi VMware tools untuk Windows & Linux
  • Instalasi & Konfigurasi vCenter Server (ISO & Appliance)
  • VMware vSphere Web Client & vSphere Client Integration Plugins
  • Snapshot & Opsi Backup Data
  • Service Level, Warning, Task & Event
  • Manajemen VMware vSphere Cluster
  • Shared Storage untuk NFS & iSCSI Share
  • Konfigurasi ESXi dengan iSCSI dan NFS
  • VMware vSphere HA (High Availability)
  • VMware vSphere DRS (Distributed Resources Scheduler)
  • Konfigurasi VMware vSphere® vMotion & Live Migration
  • Implementasi P2V (Physical to Virtual) Menggunakan VMware Converter
  • Backup & Restore Data VM (vSphere Data Protection/VDP)


TANGGAL & WAKTU PELAKSANAAN TRAINING

Hari/Tanggal : Sabtu – Selasa, 18 – 21 April 2015

Waktu : 09.00 WIB s/d 15.00 WIB

BIAYA TRAINING :

Umum : Rp. 3.000.000,-
Alumni Training Excellent : Disc 10%

Biaya training belum termasuk PPN 10%

Biaya training sudah termasuk : Sertifikat, Buku modul panduan, CD vSphere 5.5, DVD vCenter Server, DVD VDP, CD Appliance, snack & makan siang.

LOKASI TRAINING :

Excellent Training Center Emerald Spring
Ruko Emerald Spring No. 11
Jalan Baru Under Pass Duren Jaya
Bekasi Timur 17111 Jawa Barat Indonesia

Telp : 021-2210 2004, 0856 9490 2152 (Maryadi) atau 0852 2488 8802 (Ahmad Imanudin)
Email : [email protected]

Klik disini untuk peta dan rute menuju lokasi training

DETAIL REGISTRASI

Bagaimana cara melakukan pendaftaran ?
Silakan mengirimkan email pendaftaran ke alamat email [email protected] dan di cc ke [email protected] berisi Nama, alamat, no telp yang bisa dihubungi dan jumlah peserta yang akan mengikuti training.

Kami juga menyediakan formulir pendaftaran training, khususnya bagi peserta yang dikirimkan oleh perusahaan/instansi :

Kontak telepon : 021-2210 2004, 0856 9490 2152 (Maryadi) atau 0852 2488 8802 (Ahmad Imanudin). Pendaftaran ditutup paling lambat H-5 sebelum pelaksanaan training.

Bagaimana Mekanisme Pembayaran Training

Biaya training harus ditransfer paling lambat H-5 sebelum pelaksanaan training ke salah satu rekening sebagai berikut :

  • BCA KCU Bekasi : 06631 88779 atas nama Excellent Infotama Kreasindo PT
  • Jika anda Pengguna Group Bank ATM Bersama (Mandiri, BNI, Bukopin, BII dll) Silakan menggunakan Rekening Bank Mandiri Kantor Cabang Bekasi Juanda : 156 000 5852 068 atas nama PT. Excellent Infotama Kreasindo 

Konfirmasi transfer bisa dikirimkan melalui email ke alamat email [email protected] di cc ke [email protected] atau SMS atau telepon ke 021-2210 2004, 0856 9490 2152 (Maryadi) atau 0852 2488 8802 (Ahmad Imanudin).

Pendaftaran training dianggap lengkap jika bukti transfer biaya training sudah kami terima. Calon peserta dianggap membatalkan diri jika sampai dengan H-5 belum melakukan konfirmasi pembayaran biaya training.

Fasilitas Training :

  1. Fasilitas ruang training ber AC
  2. Full akses internet up to 20 Mbps
  3. Modul training
  4. Sertifikat training
  5. DVD sesuai training
  6. Snack & Makan Siang
  7. Garansi & support pasca training selama 1 bulan. Setelah masa garansi, support tetap diberikan melalui forum/mailing resmi Excellent

CATATAN :

Setiap peserta WAJIB membawa laptop untuk keperluan remote akses. Laptop memiliki memory minimal 2 GB dan minimal processor Dual Core dengan sistem operasi Windows 7

Form Kontak

Silakan gunakan Halaman Kontak jika anda memerlukan informasi lebih detail mengenai training ini.

Dropbox surpasses 10M Japanese users

BudiPutra.com - Tech blog Budi Putra

dropboxFree storage service Dropbox, which has surpassed 10 million Japanese users, inks a partnerships with SoftBank Commerce and Service (SoftBank C&S).  According to Dropbox co-founder and CEO Drew Houston, the partnership’s goal is to bring Dropbox for Business to one million Japanese users over the next five years.

TechinAsia writes:

“Tokyo is one of my favorite places in the world and Japan is one of our most important markets,” Houston said. “SoftBank has a huge presence with businesses here […] and we think they will be a great partner to help us accelerate our growth.”
In addition to the partnership with SoftBank, Dropbox also revealed that it will collaborate with 13 of Japan’s most popular service providers: I-O Data Device, i3 Systems, Alps System Integration Co., Inventit Inc., Intercom Inc., International Systems Research Co., WingArc1st Inc., a2media Corporation, and Recomot Inc. Each will integrate with Dropbox for Business’ API to extend the functionality of the core service.

Tembakan Tengah Malam di Perempatan Bulungan

Okto SiLaban Okto Silaban

[Ilustrasi Foto: says.com]

Saya kurang tahu nama persisnya apa. Pokoknya itulah, lampu merah perempatan PLN Bulungan.

Kejadiannya sudah lama, setahun atau dua tahun lalu. Waktu itu tengah malam, sekitar pukul 00.30. Saya naik taksi Bluebird, dalam perjalanan pulang. Datang dari arah Trunojoyo (Mabes POLRI). Kami berhenti di perempatan karena warna lampu sedang merah, dan tentunya karena ada pak polisi yang berjaga.

Di depan kami beberapa motor berhenti dengan tertib. Di sisi kanan depan saya sebuah GrandMax putih juga berhenti dengan tertib.

Tiba-tiba dari sisi kanan saya muncul Honda Jazz berwarna perak keabuan. Dua orang keluar dari sisi kanan dan kiri mobil. Tampilannya lusuh sekali. Pria yang keluar dari pintu kiri menggunakan semacam jaket, rambut kucal, dalemannya kaos, bawahannya celana panjang seperti celana gunung, dan tanpa alas kaki. Seperti sudah 3 hari tidak mandi. Pria yang keluar dari pintu kanan tidak terlihat jelas. Yang jelas tidak kalah lusuhnya. Tetapi saya bisa melihat jelas kedua pria ini masing-masing menenteng sebuah benda. Pistol jenis revolver.

Pintu mobil GrandMax putih tadi digedor-gedor dari sisi kiri dan kanan. “Woi..! Buka enggak? Bukaa…!! Heii buka..”. Teriak si pria tanpa alas kaki tadi seraya memukulkan gagang pistolnya ke pintu. Tentunya para pemotor di sekitar mobil ini kaget. Tetapi sebagian besar cepat-cepat buang muka, dan fokus melihat ke lampu merah. “Ayoo cepetan hijau doong..!”, raut mukanya seperti mengatakan begitu.

“Mas.., kita belok kiri aja deh, Mas.” ujar saya ke si pawang burung biru. “Mmm.. Kayaknya seru nih, Mas.” ujarnya tenang, tak bergeming. Lalu asyik menonton. Saya yang deg-degan.

Jujur saja, yang ada di pikiran saya saat itu kedua pria misterius ini adalah pelaku kriminal.

“Heh..! Bukaa..!” kedua pria itu masih berteriak kencang. Lalu si pria tanpa alas kaki mengarahkan pistolnya ke udara. “Dor…! Dor..!”. Pria di sisi kanan tidak mau kalah. “Dor..! Dor..! Dor..!”. Njir.. Tengah malam mainan pistol, berisik tauk. #eh. Tapi pengemudi GrandMax tetap tak bergeming.

Kaca pintu kembali digedor-gedor menggunakan pistol. Bukannya pintunya dibuka, malah pistolnya yang buyar. Pria misterius ini akhirnya malah sibuk mengumpulkan pelurunya yang berceceran. Pria di sisi kanan GrandMax masih semangat berteriak sambil mengacungkan pistolnya. “Woii.. Buka woi..!”.

Lampu berganti hijau. Seketika semua pemotor menancap gas jauh-jauh dari perempatan itu. Tentunya pengemudi GrandMax putih tidak mau ketinggalan. Dia pun segera tancap gas.

Kedua pria misterius tadi lalu menghampiri pak polisi yang berjaga di perempatan. Entah apa yang mereka bicarakan. Tak lama mobil polisi dengan bak terbuka yang ada di sebelahnya bergerak. Kedua pria tadi, dengan pistol masih di tangan, naek ke atas bak mobil, mengejar GrandMax putih yang sudah tidak kelihatan. “Ohhh.. ini polisi toh..”. Saya dan mas pawang burung biru baru mengerti. Lah, tapi kenapa gak dari tadi truk polisinya dipakai? Kan bisa buat menutup jalan biar GrandMax nya gak kabur. Ahh.., entahlah.

Ya sudah, drama sudah usai. Kami berbelok ke arah Blok M. Jalanan cukup lancar, tapi hanya sampai di sekitar depan Blok M Plaza. Di situ entah mengapa agak macet. Dari kejauhan terlihat samar-samar sebuah mobil sedan Polisi menyalakan lampunya. Tapi tanpa suara.

Tiba-tiba saya dan mas pawang melihat seorang perempuan berlari-lari dari arah lampu merah perempatan Blok M Plaza ke arah kami. Tubuhnya kurus, kecil. Rambut pendek, tidak sampai sebahu. Menggunakan kaos lengan panjang, dan celana jins. Sebuah tas selempang kecil menempel di tubuhnya. Gerak-geriknya tomboy sekali.

Sekitar jarak 10 meter di depan kami, perempuan ini menoleh ke belakang. Hap..! Lalu dengan sigap dia melompati pagar pembatas jalan, lalu menyebrang ke arah Blok M Plaza.

Suara klakson bersahut-sahutan dari belakang kami. Sepertinya para pengguna kendaraan di depan kami juga asyik melihat adegan barusan. Hiburan tengah malam, lihat atraksi akrobat. Ya sudah pasti ini membuat macet.

Tidak lama berselang, kendaraan sudah bisa bergerak lagi. Akhirnya saya tahu kenapa jalanan macet tadi. Jarak beberapa mobil dari lampu merah, sebuah GrandMax putih terlihat terhenti di sisi kanan, dengan posisi agak miring. Pintu pengemudinya terbuka. Tidak ada orang di dalamnya. Saya melihat dua orang Polisi berseragam sedang berjalan mendekati mobil ini.

Ahh.., ini biang keladi macet barusan. Ohh, jadi yang tadi itu..?

Join The Campaign: Overdevelopment, Overpopulation, Overshoot

Enda Nasution's Quiclinks enda

Global Population Speak Out is a planet-spanning activist-organizing platform, where both experienced population advocates and new learners can access tools to enhance their voices as they Speak Out for a sustainable future. It is important that more humans come to understand, and in turn, learn how to convincingly point out the need and desirability of near […] The post Join The Campaign: Overdevelopment, Overpopulation, Overshoot appeared first on Enda Nasution's Weblog.

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]

Jangan Melakukan Pembayaran Online via Proxy

Okto SiLaban Okto Silaban

[Foto: ics.ie]

Beberapa waktu lalu, akun hosting saya di-suspend karena masalah pembayaran menggunakan kartu kredit. Waktu itu saya menggunakan proxy di browser saya. Kenapa pakai proxy? Karena di pekerjaan saya, wajib menggunakan proxy. Kalau gak pakai proxy, gak bisa terkoneksi ke internet. Proxy nya sendiri ada 2, ada Indonesia dan luar negri. Untuk beberapa hal saya menggunakan yang luar negri. Kedua proxy ini resmi dari perusahaan. Jadi bukan web-proxy gratisan yang ketemu dari internet.

Nah ini yang jadi biang masalah. Sepertinya beberapa sistem pembayaran online di luar negri menggunakan metode yang sama. Mereka akan melakukan cek silang antara lokasi IP address pelaku transaksi dan informasi alamat di kartu kredit. Jika lokasinya berbeda, maka transaksi ini akan dicurigai.

Tadi malam saya mengalami kejadian yang sama. Pagi saya eksperimen membuat Facebook Ads. Setup pembayaran dengan kartu kredit. Selesai. Tiba-tiba malamnya saya dapat notifikasi jika penayangan iklannya di-suspend. Akun saya di Ads Manager pun di suspend. Lagi-lagi, mereka curiga karena katanya ada “unusual activity”. Dalam pertanyaan yang diajukan beberapa menyebutkan soal lokasi saya saat transaksi.

Saya pernah membeli sebuah barang dari eBay. Transaksi dengan kartu kredit juga. Tetapi saat itu kebetulan saya sedang menggunakan proxy lokal. Tidak ada masalah. Semua lancar, dan barang pun dikirim dari Hongkong, saya terima di Indonesia.

Ini membuat saya berkesimpulan, jangan-jangan memang sebagian besar sistem pembayaran dari situs luar negri itu tidak memperbolehkan menggunakan proxy saat bertransaksi. Apalagi jika proxy nya beda negara. Sepertinya mereka akan menganggap lokasi transaksi dan alamat kita sebenarnya berbeda jauh. Akhirnya dicurigai.

Tapi ini agak aneh juga. Jika benar yang dipermasalahkan adalah lokasinya, bagaimana jika saya transaksi pembayaran online saat saya memang sedang di luar negri. Apakah bakal dicurigai juga?

Review Singkat Kingston DT Micro Duo 32GB

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Hari gini siapa yang masih pake disket? Saya pikir pasti sudah tidak ada. Kalau CD/DVD kemungkinan masih cukup banyak yang menggunakan. Salah satu alasannya adalah karena medianya relatif murah, jadi katakanlah ada kebutuhan untuk melakukan distribusi data secara offline, data tersebut bisa dibakar ke CD/DVD dan didistribusikan.

Sedangkan media simpan favorit yang kini digunakan oleh banyak orang sudah tentu adalah USB Flash atau sering disebut Flash Disk, padahal tidak ada piringannya sama sekali. Cuma ya itu tadi, menilik harganya, gak mungkin digunakan untuk distribusi data. Hehe

Nah, mengapa USB Flash difavoritkan oleh banyak orang?

Kapasitas dan mobilitas, dua itu kata kuncinya.

Kapasitas USB Flash yang ada di pasaran sekarang ini sungguh menakjubkan, ada yang sampai 512 GB, bahkan 1 TB! Pelopornya siapa lagi kalau bukan Kingston, yang memang dikenal sebagai salah satu produsen memori terbaik dunia.

Hanya saja harganya masih relatif sangat tinggi. Kingston Datatraveler 310 berkapasitas 256 GB saja harganya sudah sekitar USD 140 atau sekitar Rp 1.820.000,- jika kurs diasumsikan Rp 13.000,- per dolarnya.

Saya pikir USB Flash yang digunakan saat ini kebanyakan adalah USB Flash berkapasitas 8 GB hingga 32 GB. Salah satu produk USB Flash berkapasitas 32 GB yang sempat saya jajal adalah Kingston DT Micro Duo 32GB.

Bentuk Kingston DT Micro Duo 32GB ini sangat mungil, bahkan terkesan cuma berisi “colokan” doang. Ini mendukung soal mobilitas yang saya kemukakan tadi.

Kingston DT Micro Duo

Bentuknya yang mungil itu memungkinkan dibawa-bawa dengan mudah. Malahan saking kecilnya, saya sarankan diberi tali supaya lebih gampang dicari, misalnya ketika dimasukkan ke dalam tas.

Soal tali, Kingston DT Micro Duo 32GB ini dilengkapi dengan tali loh. Jadi setelah dibuka, kemasannya jangan dibuang dulu. Perhatikan bahwa di dalam kemasannya terdapat tali yang dapat dijadikan gantungan. Hanya saja tali inipun sangat mungil, saran saya sih gantilah dengan tali yang relatif lebih besar.

Kingston DT Micro Duo

Lalu apa arti “duo” pada nama yang disandangnya? Ternyata maksudnya adalah, USB ini bisa digunakan di PC/notebook maupun pada ponsel yang mendukung penggunaan USB OTG (On-The-Go).

Lho, bukannya tinggal dicolokin pada kabel OTG, jadi USB apapun bisa? Ouw, ini lebih sederhana lagi. Tak perlu pake kabel OTG, Kingston DT Micro Duo 32GB bisa langsung dicolokkan pada ponsel. Caranya, tarik “body” Kingston DT Micro Duo 32GB dan putar ke atas. Naaaah, muncullah “ekor”-nya, yaitu colokan micro USB yang tinggal ditancapkan pada lubang micro USB di ponsel (yang biasanya digunakan untuk charge baterai).

Kingston DT Micro Duo

Kingston DT Micro Duo 32GB ini sangat mudah digunakan, tinggal colok saja dan akan dikenali sebagai device penyimpanan data eksternal atau removable device.

Performa Kingston DT Micro Duo ini juga cukup apik, terlihat dari hasil benchmarknya di bawah ini.

Benchmark Kingston DT Micro DuoTerlihat bahwa read speed-nya mencapai 28.07 MBps dan write speed-nya 22.03 MBps.

 

Mari Kita Blokir Memblokir

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Sekarang sedang ramai dibicarakan tentang blokiran situs tertentu karena dianggap terkait dengan radikalisme(?) sesuai dengan permintaan dari BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme). [Link Kominfo.] Riuh rendah pendapat dan komentar di media sosial (Facebook, Twitter). Ada yang menuduh pemerintah anti Islam. Padahal tuduhan ini tidak benar, tetapi begitulah pendapat yang ada di dunia siber Indonesia. Kominfo kurang public relation nampaknya. hi hi hi.

Tidak produktif. Sebetulnya blokir memblokir ini bukan untuk pertama kalinya. Sebelumnya sudah diterapkan  blokiran dengan alasan pornografi. Sekarang alasannya adalah terkait dengan radikalisme. Nanti lama kelamaan alasannya adalah tidak sesuai dengan budaya Indonesia atau bahkan beda cara pandang dengan Pemerintah. Ini berbahaya. Padahal jaman pak Harto-pun internet Indonesia tidak pernah ada blokir-blokiran.

Dari dahulu saya berpendapat bahwa blokir-memblokir yang dilakukan Pemerintah ini kurang tepat. Terlalu banyak cara untuk melewati pemblokiran tersebut. Ini menjadi kontraproduktif. Kita jadi sibuk memblokir dan membuat anti-blokir. (Nanti dilanjutkan dengan anti-anti-blokir dan anti-anti-anti-blokir … dan seterusnya.)

Cara terbaik untuk menangani kasus-kasus perbedaan pendapat dan sejenisnya adalah dengan pendidikan dan perbanyak konten positif. Cara ini lebih elegan dan berkesinambungan (long lasting).

Ayo kita perbanyak konten yang positif. Mosok kita hanya bisa berkeluh kesah?


Filed under: Opini, Pendidikan, Teknologi Informasi Tagged: opini, Pendidikan, postaday2015, Teknologi Informasi

Web Hosting Luar Negri vs Web Hosting Lokal

Okto SiLaban Okto Silaban

Hosting Luar Negri

Jadi tiba-tiba satu blog lain yang saya manage kena suspend. Gak ada email gak ada notifikasi. Tiba-tiba saya mau post tulisan keluar pesan account di-suspend. Ini hosting luar negri. Inisial nya H.

Coba login ke portal billing, tidak bisa lagi. Coba submit ticket untuk nanya/complaint, gak bisa login juga. Aneh. Akhirnya masuk ke fitur chat support. Entah kenapa di sini bisa login.

Ternyata kata supportnya, harusnya ada email yang masuk. Akhirnya dia proses di sana agar dikirim ulang. Barulah saya terima emailnya.

Kata emailnya, account saya harus diverifikasi terlebih dahulu. Minta kirim scan ID resmi. Langsung saya kirim. Malamnya saya cek email dapat reply, dia bilang sepertinya waktu register saya via VPN / Data Center lain. Peraturan mereka gak boleh registrasi kalau via VPN / Data Center lain. Betul memang, waktu mendaftar saya sedang menggunakan proxy yang berada di luar negri. Ini karena tuntutan pekerjaan.

Anehnya, waktu registrasi, pembayaran via PayPal, dll tidak ada masalah. Kalau emang gak boleh ya kenapa gak dari awal aja sih ditolak. Ini webnya udah jalan hampir semingguan, tiba-tiba di-suspend. Dan sebelnya, data di hosting itu tidak bisa saya backup lagi. Dikonfirmasi dari team supportnya.

Satu-satunya jalan adalah saya register lagi sebagai member baru. Data hosting lama saya akan dibackup oleh mereka. Setelah saya register baru, nanti bisa saya restore backupnya. Tapi entah gimana cara backupnya, gimana cara ngambil backupnya dll belum jelas.

Terlanjur kesal, ya sudahlah saya cari hosting lain aja. Kata si H ini dana saya akan di-refund. Entahlah. Udah gak peduli lagi. Saya pikir untuk cari hosting lokal ajalah, yang sepertinya tidak bakal seribet ini. Saya relakan saja data saya hilang.

Hosting Lokal

Di salam satu forum chat, saya sempat membaca tentang sejarah salah satu penyedia hosting lokal, inisialnya C. Tidak tanggung-tanggung yang cerita adalah pendirinya langsung.

Katanya, awalnya dia survey. Dia niat pura-pura jadi pelanggan lalu mengontak tim support beberapa hosting lokal yang sudah terkenal. Disebutkan beberapa inisialnya. Saya tahu semuanya, memang inilah hosting yang populer di Indonesia. Saya pernah jadi pelanggan dari 2 hosting yang disebutkannya. Bahkan saya masih jadi pelanggan di salah satu dari 2 hosting itu hingga saat ini.

Menurut pendiri hosting C ini, dari hasil tes nya, semuanya tidak responsif. Harga mahal, tapi support tidak cepat. Ngaku punya tim support banyak, padahal paling cuma 1-2 orang. Kurang lebih begitu ceritanya. Intinya supportnya gak bagus.

Berangkat dari situlah maka dia mendirikan hosting C ini. Dia ingin membangun hosting yang supportnya bagus. Emergency atau tidak, tim supportnya harus responsif. Akhirnya beberapa situs lokal yang cukup populer menggunakan layanan mereka. Testimoni mereka pun menyatakan mereka puas dengan layanannya.

Ok, tak mau terulang dengan H yang prasyaratnya baru ketahuan belakangan, saya mengunjungi hosting C ini. Males lah untuk baca-baca dokumentasinya. Saya urgent mau segera buat ulang blog saya. Karena urgent, tentu pilihan utama adalah telpon dong ya. Ya sudah saya telpon saja nomor yang tertera di situs C.

Iya ini memang Sabtu malam jam 11-an. Tapi mengingat cerita si pendiri C tadi, sepertinya dia sangat menjual betapa hebatnya support di C ini. Harapan saya mereka tetap responsif di jam seperti ini.

Hasilnya? 5 kali saya telpon bolak – balik, jawabannya sama, operator sedang sibuk.

Saya tanya via Twitter, cepet sih dibalas. Cuma balasannya adalah diminta bikin tiket. Gimana caranya mau bikin tiket kalau belum jadi user? -_-

Akhirnya saya nekat saja, coba jadi user. Ya, 50rb sih modalnya. Registrasi, bayar, done. Loadnya kenceng sih. Mungkin karena lokal servernya.

Setelah setup sedikit sana-sini, dan coba step yang paling sederhana, install WordPress. Di Control Panelnya sudah disediakan menunya. Setelah isi form, next.., next. Error. “MySQL Extension is not loaded” katanya. Aneh. Padahal kalau dicek dari Phpinfo() sih ada.

Ya sudah, pakai cara oldschool. Upload file wordpress.tar.gz ke server via File Management di Control Panel. Selesai upload, saya centang nama filenya, pilih menu “extract compressed file”. Gagal. Ternyata mereka gak support tar.gz. Saya harus upload ulang lagi versi .zip nya. Baru bisa.

Belakangan saya ketahui kalau SSH juga tidak disupport, begitu juga WebDav. Dan yang paling nyebelin, bandwith internasionalnya kecil banget. Ngett..ngett..

Saya install plugin wordpress via backend, loadnya putus-putus mulu. Padahal plugin-plugin WordPress biasanya kecil-kecil loh. Paling 1-2MB.

Saya makin yakin ketika coba validasi salah satu URL dari blog saya disitu ke Twitter Card. Twitter gagal terus meload content dari blog itu. Padahal saya test URL situs-situs lain (yang di-host di lokal), tidak ada masalah. Saya sempat test juga URL salah satu situs yang saya tahu di-host di hosting C ini. Hasilnya sama. Twitter gagal fetch konten.

Dan terkonfirmasi akhirnya oleh pendirinya. Kalau layanan hostingnya memang bandwith internasionalnya kecil. Kalau mau yang gede pakai yang layanan VM. Lah.., baru bilang. Di webnya saya cari-cari infonya enggak ada.

Ahh.. nasib.

Rekap

Saya punya pengalaman menjadi pelanggan di 5 hosting lokal yang cukup populer. M, Q, Id, Ig dan C tadi. Sejauh ini, di semuanya saya punya pengalaman buruk:

M: SSH enabled. Tetapi setelah login SSH, kita gak bisa ‘ls’. Permission denied. Loh? Saya bingung. Emang saya di direktori apa, kok gak boleh ‘ls’. Saya coba ‘pwd’, permission denied juga. Akhirnya saya nebak-nebak path direktori saya itu dimana. Sampai akhirnya ketemu path $HOME saya. Baru bisa ‘ls’. Saya testi soal ini di sebuah milis, dan ternyata owner hosting itu founder milis ini. Tapi saya ngasih testinya sekian tahun kemudian, setelah menutup akun di sana.

Q: Pernah interaksi sama tim supportnya. Cara ngejawabnya gak profesional. Dan pernah juga tiba-tiba domain saya gak diperpanjang aja gitu. Jatuh tempo gak ada kabar, gak ada email. Lucunya untuk billing hostingnya tetap normal. Padahal saya pesan sepaket. Gara-gara insiden ini sekarang jatuh tempo domain dan hostingnya jadi beda tanggal. Bikin ribet. Iya.., saya masih pakai juga sih hosting ini sampai sekarang, udah 7 tahun loh. Dan barusan dapat email dari mereka judulnya “[domain saya] akan expired dalam 00/00/0000 Hari“. -__-

Id: Yang register sebenarnya saudara saya. Saya ikut manage. Pernah suatu hari tiba-tiba webnya mati. Lama diusut akhirnya pihak hosting bilang kalau servernya kebakar. Gak ada backup. Hilanglah sudah website dan isi-isinya. Sementara backup yang kami punya data 6 bulan yang lalu. Kompensasi? Kata saudara saya sih cuma maaf aja. Hoo my..

Ig: Ini katanya hosting premium. SMA saya dulu milih host disitu. Sebagai alumni saya dimintai tolong bantu karena error terus. Ternyata? Module MySQL nya belum di-load di PHP.INI nya. 3 bulan error gak jelas, ternyata karena ini. Hosting bayar dimuka untuk 1 tahun, tapi baru bisa jalan di bulan ke-4 karena mereka lupa load MySQL nya di konfigurasi PHP. Iya, ini hosting premium loh katanya.

C: Yang tadi di atas.

Jadi, sejujurnya sampai sekarang saya selalu bingung setiap ada yang minta rekomendasi ke saya, hosting yang bagus (yang lokal) di mana ya? Ada yang bisa bantu?

Kabel iPhone5

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Ternyata punya handphone iPhone itu agak rese. Sebetulnya semua produk Apple itu agak rese kalau urusan perkabelan. he he he. Kabel data yang merangkap untuk nge-charge untuk iPhone 5 saya rusak. Padahal saya memakainya baik-baik saja, tapi dia rusak juga. Kadang nyambung, kadang tidak. Repot kalau batre habis dan ternyata ketika di-charge tidak ngisi.

Akhirnya saya mencoba beli kabel yang bukan asli. Cari-cari di toko handphone. Ada yang harganya 75 ribu, tetapi tidak jalan semua. Akhirnya saya membeli yang 200 ribu. Beberapa hari pertama dipakai tidak apa-apa. Selang beberapa hari mulailah dia bermasalah. Si iPhone mendeteksi bahwa ini bukan kabel asli dan dia TIDAK MAU nge-charge. Grrr. Anehnya, kadang dia mau, kadang tidak. Intermitten. Jadi repot juga.

Ketika di sebuah mall Jakarta beberapa hari yang lalu, iseng-iseng saya masuk ke TokoPDA.com. Nanya ada kabel iPhone 5 dan dijawab ada. Kemudian diberikan kabel ini. Harganya 150 ribu rupiah. Sebetulnya saya agak ragu. Lah yang 200 ribu saja gak jalan, apa lagi yang ini. Saya coba dulu kabel itu di sana, jalan. Bisa ngecharge. Langsung dibayar. (Maklum lagi mau meeting jadi harus buru-buru.) Alhamdulillah sampai sekarang dia bisa ngecharge. Semoga iPhone tidak mendeteksi bahwa ini bukan kabel aslinya (dan berhenti ngecharge lagi).

IMG_7765

IMG_7762 box kabel iphone


Filed under: Teknologi Informasi Tagged: postaday2015, Teknologi Informasi

LibreOffice Online dan Tantangan Produk OpenSource di Desktop

Okto SiLaban Okto Silaban

Setelah hampir setahun lebih menggunakan Microsoft Office 365 dalam pekerjaan sehari-hari saya cukup gembira mendengar ada alternatif open source untuk produk sejenis. Iya, memang belum rilis sih. LibreOffice akhir tahun ini akan tersedia versi online nya. Detailnya bisa dibaca disini.

Seperti halnya produk opensource lainnya, saya sering bingung siapa client enterprise yang ditarget mereka untuk menggunakan produk opensource di desktop. Kalau untuk server sih sudah tidak dipertanyakan lagi, bisnisnya memang besar sekali. RedHat saja tahun kemarin mencatat kenaikan revenue hingga 16%. Sementara untuk desktop saya tidak begitu jelas.

Selain kota Munich, yang hampir seluruh instansi pemerintahnya sudah migrasi ke opensource, saya tidak tahu dimana lagi ada migrasi opensource besar-besaran di desktop. Dan inipun instansi pemerintah, bukan swasta. Hmm, ya.. bisnis dari proyek pemerintah memang gak kecil juga sih nilainya. Tetapi bisnis dengan pemerintah itu tantangannya bukan lagi dari sisi teknis. Politik, lobi-lobi, koneksi dan lain-lain seringkali masih jadi pengaruh utama.

Nah, di Indonesia saya pernah mendengar beberapa perusahaan yang menggunakan opensource di desktopnya. Tapi ini saya hanya dengar dari mulut ke mulut sih. Beberapa di antaranya: Sosro, Kompas Gramedia (tim developer di grup majalah), Viva.co.id, Detik.com. Tapi itupun tidak 100%. Dan (setahu saya) tidak satupun dari mereka menggunakan jasa dari penyedia layanan enterprise untuk opensource (untuk desktopnya).

Merebut market desktop itu sulit sekali. Bukan soal urusan teknis saja (kompatibilitas antar versi, antar distro, standar desktop, dll). Tetapi juga urusan ekosistem. Sebuah perusahaan biasanya lebih memilih menggunakan suatu platform dengan ekosistem yang sama. Jadi mencari partner untuk membantu mereka pun lebih gampang, karena satu sama lain “pasti” cocok (compatible).

7 tahun lalu, saya pernah menyinggung soal ini juga. 4 tahun lalu juga saya bahas kembali. Dan sampai hari ini, sepertinya memang divisi desktop opensource itu tetap akan menyandang gelar “alternatif”, belum sejajar sebagai “pilihan utama”. Kutipan dari tulisan 4 tahun lalu itu sepertinya masih berlaku:

“Linux will remain the king of the server world, but on the desktop front it will always be an OS for enthusiast and hackers only.”

*hacker yang dimaksud di sini adalah mereka yang hobi ngoprek.

Sayang sekali kalau beneran jadi kenyataan, karena saya pribadi masih mendukung gerakan OpenSource maupun FSF ini.

Kangen Band Go International Berkat Google Play Store

Okto SiLaban Okto Silaban

Ya.., maksudnya gak tiba-tiba di luar negri jadi laris kaya album Agnes Monica sih. Hehe. Maksudnya, album Kangen Band bisa dibeli di luar ngeri via Google Play Store – Music. Setidaknya dari Australia bisa. Eh, btw, album Agnes Monica itu laris gak sih di luar negri?

Teorinya, sebenarnya tidak selalu orang-orang itu gak mau lagu original. Tetapi orang-orang yang mau (dan punya duit) buat beli, justru dihambat untuk membeli secara resmi. Ya masak bisa beli iPhone tapi gak bisa beli lagu di iTunes? Gak mungkinlah.. #uhuk. Nah ini sudah teratasi ketika iTunes membuka akses pembeli lagu dari Indonesia.

Tetapi sayangnya hal yang sama tidak terjadi dengan Google Play Store. Walaupun Google Play Store juga menjual musik seperti iTunes, tetapi pembeli dari Indonesia masih terhambat. Jika kita menggunakan akun Google dari Indonesia, kita tidak bisa membeli musik di Play Store.

Tadinya saya kira karena Google memang belum melakukan kerjasama dengan label-label musik di Indonesia. Ternyata tidak. Sepertinya kerjasama dengan label-label ini sudah kelar. Buktinya, pengguna Google dari Australia bisa tuh beli lagunya Kangen Band via Google Play Store.

Terus, kalau pengguna Android dari Australia bisa beli lagu Kangen Band di Play Store, mengapa dari Indonesia malah gak bisa ya? Saya sempat mengira mungkin karena sistem pembayarannya belum mendukung. Tetapi dugaan saya salah. Play Store seharusnya sudah tidak ada masalah dengan pembelian di Play Store dari penggunanya di Indonesia. Selain menggunakan kartu kredit, pembelian di Play Store juga sudah bisa menggunakan Carrier Billing kok (bahasa Indonesianya: Potong Pulsa). Setidaknya Telkomsel dan Indosat sudah mendukung.

Jadi.., kenapa pengguna dari Indonesia masih belum bisa ya beli musik di Play Store? Play Store kok gituhh?

Ntar ada memenya lagi:

“Andhika ex-Kangen Band harus ke Australia biar bisa beli lagu Kangen Band di Play Store.  Disitu dia merasa sedih..”

NB: Gak cuma Kangen Band doang kok yang tersedia. PeterPan, Padi, sampai Tulus juga ada. Tapi Raisha gak ada tuh.

Hari Terbaik Untuk Ngeblog

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Berdasarkan statistik yang saya miliki dari blog ini, hari yang terbaik untuk menuliskan (menampilkan) blog adalah Senin pagi menjelang siang. Orang terbanyak mengakses blog ini menjelang atau sekitar makan siang.

Meskipun akses internet bisa lewat handphone pribadi, nampaknya orang masih banyak mengakses internet – setidaknya, blog – dari kantor atau kampus. Itulah sebabnya, setelah liburan Sabtu dan Minggu, orang kembali ke kantor untuk memulai kerja. Pas jam makan siang mereka mau istirahat, menghela nafas sejenak. Ini waktu untuk membuka blog. Nah, jika Anda ingin mendapatkan traffic terbaik ke blog Anda, tampilkan pas jam makan siang hari Senin.

Hari Senin juga merupakan hari kerja yang paling bahagia. Katanya. Setelah kita di-charge pada weekend, maka hari Senin masih ada sisa kebahagiaan … he he he. Sebelum dihajar oleh pekerjaan, kuliah, dan tugas-tugas lainnya. Jadi, kalau mau nagih hutang, lakukan hari Senin. Mumpung masih bahagia. wk wk wk.

Sayangnya, hari Senin (dan Selasa) bagi saya di semester ini adalah hari yang paling sibuk! Dari pagi sampai malam ada saja pekerjaan yang harus saya selesaikan. Akibatnya, saya tidak bisa ngeblog di prime time. uhuk. Tulisan ini saja saya buat di antara kesibukan (sehabis ngajar, sebelum mentoring / bimbingan mahasiswa). Begitulah ceritanya.


Filed under: Curhat, Teknologi Informasi Tagged: Curhat, postaday2015, Teknologi Informasi

[Update] Bagaimana Prosedur Penutupan Situs di Indonesia ?

Okto SiLaban Okto Silaban

Di negara yang sangat liberal seperti Amerika Serikat (AS) pun, masih ada payung hukum yang bisa menjadi landasan penutupan sebuah situs. Entah karena kasus kriminal, masalah hak cipta, isinya yang menyebarkan kebencian, dll. Padahal AS terkenal sangat menjaga kebebasan berpendapat. Lalu bagaimana di Indonesia?

Sejak sekitar pilpres kemarin, banyak sekali muncul media-media online yang isinya sarat dengan provokasi isu SARA. Ada yang agak halus, tapi tak sedikit yang terang-terangan. Ada yang terang-terangan mendukung kelompok atau profil tertentu, ada juga yang “pura-pura” netral tetapi menjatuhkan kelompok atau figur yang lain.

Tifatul Sembiring, menkominfo kala itu, banyak di-mention di Twitter. Banyak yang mempertanyakan mengapa kalau urusan menutup situs yang digolongkan pornografi cepat sekali, sementara untuk situs-situs fitnah tadi tidak ada tindakan? Jawaban beliau kalau saya ringkas kurang lebih “Nah, dulu saya blokir situs dicela, sekarang malah minta saya blokir situs. Hehe.” Saya lupa kalimat persisnya, coba cek saja di akun Twitter beliau.

Sebagian dari situs-situs itu pseudonim, artinya menggunakan nama fiksi, bukan nama sebenarnya. Saya duga mungkin itu sebabnya “agak sulit” dilacak siapa orang-orang di belakangnya. Tetapi sebagian lagi namanya beredar secara terang-terangan. Dan bahkan ada yang justru mendapatkan keuntungan materi besar dari situsnya yang kontroversial itu.

Seorang teman bercerita, dia mengenal salah satu orang di belakang situs kontroversial tersebut. Dengan isinya yang kontroversial, situsnya justru jadi semakin terkenal. Dan seiring makin terkenalnya situs ini, orang di belakangnya pun mendapatkan puluhan juta rupiah dari iklan yang dipasang. Iya, betul.., kadangkala produk atau jasa itu memang market share nya pecinta isu-isu SARA.

Lalu jika orangnya sudah diketahui, mengapa situs tersebut tersebut tidak bisa ditutup? Apa jangan-jangan tidak ada landasan hukumnya kah?

Webhosting

Jika mungkin sebagai perorangan tidak ada landasan hukumnya, mungkinkah menyasar ke penyedia layanan hosting?

Sebagian besar penyedia layanan webhosting di Indonesia mencamtumkan berbagai syarat agar website client-nya bisa diletakkan di server mereka. Biasanya beberapa syaratnya mencantumkan : Tidak mengandung pornografi, bukan situs judi atau bisnis lain yang melanggar hukum, tidak mengandung SARA.

Nah poin terakhir ini memang kadang dicantumkan kadang tidak. Tetapi dari aspek legal bisnis (jika webhosting tersebut memiliki entitas legal), apakah mungkin webhostingnya yang diminta menutup situs-situs tersebut?

Memang agak rumit sih mencari landasan hukumnya. Jika benar aparat penegak hukum betul-betul menegakkan ini, bukan tidak mungkin nantinya situs-situs yang mengkritisi pemerintah pun dikenakan pasal yang sama.

Atau sebenarnya memang tidak perlukah ada landasan hukum untuk menjadi prosedur penutupan sebuah situs?

Link terkait:

Tulisan terkait: http://okto.silaban.net/2011/02/general/kapan-negara-boleh-blok-twitter-facebook/

[Update – 24 Maret 2015]

Setidaknya sekarang sudah ada pencerahan berarti ya. Paling enggak untuk langkah pertama.

How to make a browser app for Firefox OS

BennyChandra.com Ben

How to make a browser app for Firefox OS: Mau buat peramban sendiri untuk dipakai di ponsel atau peranti berbasis Firefox OS? Silakan… The post How to make a browser app for Firefox OS...

[ » ]

Masalah iPhone

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

iPhone 5 saya mulai bermasalah. Batrenya mulai terasa cepat habis. Pagi hari batre penuh 100% (karena sudah dicharge semalam). Siang-siang batrenya sudah di bawah 50%. Bahkan kadang-kadang pukul 2 siang batre sudah tinggal 20%. Hadoh!

Memang iPhone ini saya gunakan untuk mengakses messaging (whatsapp, telegram) dengan menggunakan layanan 3G (dari sebuah operator yang tidak perlu saya sebutkan namanya). Selain messaging itu, rasanya tidak ada aplikasi lain yang saya gunakan secara penuh. Kadang, kalau lagi iseng aja, saya jalankan Nike+ yang menyalakan GPS dan ini sudah pasti menguras batre lebih deras lagi. Semua saya matikan kecuali 3G itu saja. Saya menduga efek dari sinyal operator yang bermasalah (kecil, kadang hilang) di tempat saya berada juga ikut andil dalam menguras batre.

Saya beli kabel untuk nge-charge iPhone 5 saya. Kabel aslinya mulai bermasalah (putus). Eh, iPhone ini gak mau dengan kabel yang murah meriah. Yang harganya 75 ribu rupiah tidak mau. Terpaksa saya beli yang 200 ribu. Kabel ini berjalan baik dengan charger-nya meskipun kadang muncul pesan yang mengatakan bahwa perangkat ini (kabel?) tidak didukung. Ngechage tetap jalan. Jadi saya tidak peduli. Sampai saya beli power bank. Eh, ternyata kalau saya pasang dengan kabel ini dia hanya ngecharge beberapa detik kemudian off lagi. Saya harus cabut dan pasang kabelnya lagi untuk ngecharge (beberapa detik) kemudian off lagi. Hayaaahhh. Mosok saya harus beli kabel asli dan power bank yang lebih bagus???

Saya baca-baca memang kayaknya masalah batre ini masalah umat manusia. he he he. Namun saya merasa kok iPhone saya ini seharusnya bisa lebih baik dari kondisi yang ada saat ini.


Filed under: Curhat, Teknologi Informasi Tagged: Curhat, postaday2015, Teknologi Informasi

Masuk dalam Daftar Startup yang Diunggulkan di Asia, E-Commerce Asal Jakarta Barat Ini Memilih Pivot

Okto SiLaban Okto Silaban

Awalnya tim kecil ini mendirikan bisnis e-commerce mereka bermodalkan semangat membabi buta dan modal seadanya. Berjalan beberapa bulan. Pertumbuhannya ada, tetapi tidak masif. Belakangan mereka mulai membuka diri. Sampai akhirnya sebuah media teknologi besar memasukkan mereka dalam daftar startup yang diunggulkan di Asia.

Di momen ini, banyak sekali pihak yang menghubungi mereka menawarkan kerjasama ataupun investasi. Belum ada yang jadi kenyataan sih. Namun beberapa masih tetap terus menjalin komunikasi dengan mereka.

Belakangan, startup yang bermarkas di kawasan Jakarta Barat ini memilih untuk pivot. Masih sama-sama e-commerce, dan masih beranggotakan tim yang sama. Mereka memilih fokus menjalankan Zataru.com, ecommerce yang fokus menjual produk kecantikan (saat ini masih didominasi produk parfum), walaupun ketiga pendirinya adalah pria tulen. Mengapa ?

Tantangan

Menurut saya sih tidak aneh. Di masa awal pendirian e-commerce sebelumnya, saya banyak berdiskusi dengan pendirinya. Tantangan mereka cukup besar. Pertama adalah produk. Walaupun mereka memiliki akses langsung ke beberapa produsen, tetapi semua produsen ini lokal. Sementara produk lokal ini bukanlah yang banyak dicari oleh pasar. Tentu, pilihan satu-satunya adalah berusaha membuka jalur ke importir besar untuk mendapatkan produk yang permintaan pasarnya besar. Tetapi ini tidak mudah. Selain dibutuhkan pendekatan yang baik, modal yang akan dikeluarkan juga tidak sedikit.

Tantangan kedua adalah pemasaran. Ya betul, PR semua startup apalagi e-commerce tentu pemasaran. Tetapi berhubung mereka memasuki pasar yang sudah dikuasai pemain besar, pertarungannya akan mati-matian. Pilihannya adalah mengambil sebagian kecil pasar, atau membuat pasar baru. Keduanya tetap membutuhkan dana yang tidak sedikit. Tidak jadi masalah jika ada dukungan pendanaan yang besar di belakangnya. Ini yang masih menjadi PR besar mereka saat itu.

Zataru.com

Lalu datanglah kesempatan kedua. Mereka menemukan cara menembus jalur khusus ke penyalur utama beberapa produk kecantikan original dengan merk yang sudah dikenal pasar. Mereka sempat terpikir untuk menyatukan produk ini di e-commerce mereka sebelumnya. Tetapi, membesarkan satu produk vertikal saja sulit, apalagi yang campur aduk.

Setelah banyak berdiskusi, memetakan persaingan di pasar, dan menimbang-nimbang sumber daya yang tersedia, keputusan bulat dicapai. Mereka harus pivot. “Kita bikin e-commerce baru saja”, ujar pendirinya. Pilihan yang logis menurut saya.

Meluncurlah Zataru.com, menggunakan teknologi yang bisa dibilang sama persis dengan e-commerce sebelumnya. Markas mereka pun masih sama. Tentu operasionalnya pun tidak jauh berbeda.

Mengapa Namanya Zataru ?

Setengah bercanda pendirinya bilang, “Kayaknya e-commerce yang gede-gede ada Z nya semua tuh bro. Amazon, Zalora, Lazada. Penting tuh ada Z nya. Hehe.” Saya lebih suka jawaban versi ini sih daripada jawaban-jawaban filosofis arti nama sebuah brand. :P

Hasil

Dalam hitungan 2 bulan, kunjungan ke websitenya masih di sekitar 3000-4000 an sebulan. Nilai penjualannya per bulan sih tergolong kecil, masih di hitungan 2 digit (juta) rupiah saja. Tetapi total nilai penjualan Zataru selama 2 bulan ini, sudah sama dengan total penjualan di e-commerce mereka sebelumnya. Padahal e-commerce sebelumnya itu sudah berjalan paling tidak setengah tahun.

E-commerce mereka sebelumnya akan tetap berjalan sampai stock mereka habis. Tetapi mereka tidak akan melakukan pemasaran lagi. Fokus mereka sudah ke Zataru.

Dengan lancarnya persediaan barang dagangan utama mereka, satu tantangan besar sudah teratasi. Sekarang mereka bisa fokus ke pemasaran. Jika nanti pemasaran mereka pun sukses, tentu tantangan berikutnya adalah logistik. Tetapi jika mereka sudah mengalami logistik, berarti mereka sudah naik level. Aroma kesuksesan sudah mulai tercium. Semoga kali ini tidak pivot lagi.

Microsoft Indonesia Mengutip Linus Torvalds

Okto SiLaban Okto Silaban

Jika Bill Gates atau Steve Ballmer masih memimpin Microsoft, mungkin ini gak bakal terjadi. Makin kesini Microsoft juga sudah makin menyerap beberapa konsep dari open-source. Iya, open source sih, belum free software.

Jurnalis Media Teknologi

Okto SiLaban Okto Silaban

Saya membaca sebuah tulisan tentang teknologi digital di salah satu media sangat terkemuka di Indonesia. Penulisnya seorang jurnalis wanita. Betul, jurnalis, bukan sekadar blogger.

Saya penasaran dengan tulisan-tulisannya yang lain. Googling namanya. Hasil pencarian pertama yang keluar adalah tulisan terakhir di blognya.

Isinya tentang bagaimana malam itu dia sedang bosan sekali. Lalu mengajak seorang pria untuk mabuk, dan bangun di samping pria itu esok paginya. Pria itu bangun, lalu pergi begitu saja. Ini membuat harinya semakin kusut, hingga berakhir duduk manyun di sebuah mall, dan menuliskan cerita ini di blognya.

Hasil pencarian berikutnya. Sebuah blog lain, milik ibunya. Tentang ulang tahun si jurnalis. Lengkap dengan cerita hidupnya dari kecil hingga besar. Bonus foto-fotonya sewaktu bayi maupun ketika sudah dewasa. Dilengkapi juga foto sang ibu dan saudara serta teman-temannya

Jurnalis media teknologi.

Kita Juga Menikmati Hasil Korupsi Pajak Loh

Okto SiLaban Okto Silaban

Malam itu Bulha dan Haran hanya tinggal berdua di salah satu pojok Hard Rock Cafe. Teman-teman mereka yang lain sudah pulang duluan. “Faktor U” kalau kata orang-orang. Sementara Bulha dan Haran masih menunggu penampilan band di cafe ini sekali lagi.

Seperti biasa, bulan Maret adalah bulan pelaporan SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan). Sambil menunggu band kembali naik panggung, kedua warga Jakarta “kelas menengah ngehe” ini berbincang soal Pajak Penghasilan.

Bulha (B), Haran (H)

B: Lo udah kirim SPT bro?

H: Udah lah. Via online aja. Sekarang gampang kok. Lo udah?

B: Ah.., kalo gue sih gak mau laporin. Gak sudi gue. Gak rela gue gaji gue dipotong pajak. Toh ujung-ujungnya dikorupsi juga sama orang pajak.

H: Loh? Lo mau lapor ato enggak, ya tetep aja gaji lo udah dipotong.

B: Hah?? Kok bisa udah dipotong duluan? Ya gak bisa gitu dong Ran.

(Iya, ini yang sering orang salah kaprah. Dikira kalau habis laporin SPT, baru duitnya dipotong)

H: Yee.. Kan lo kerja di perusahaan nih. Tiap bulan gaji lo kan dipotong pajak penghasilan, dengan hitungan asumsi tahunan. Potongan PPh ini disetorin ke Dirjen Pajak oleh perusahaan atas nama lo. Perusahaan yang bantuin lo setorin pajak. Nah buktinya apa? Itu, lembar Bukti Potong Pajak. Form A apalah itu namanya. Itu yang dilaporin di SPT. Gitu loh Bul..

B: Ooo.. iya juga ya. Ahh.. tapi tetep aja gue benci sama mereka. Duit gue dipotong tiap bulan. Eh dikorupsi juga ujung-ujungnya. Kita-kita ini yang kerja mati-matian, mereka yang nikmatin. Ngehe lah.

H: Eh jangan salah. Bisa jadi, kita juga nikmatin hasil korupsi Bul.

B: Ya kagaklah.. Gue kan gak kerja di Pajak. Begimane caranye gue bisa ngorupsi duit pajak?

H: Emang lo pikir mereka korupsinya dengan ngambil duit orang-orang yang disetorin ke pajak?

B: Emang gitu kan?

H: Ya mungkin ada. Tapi yang besar bukan dari situ bro..

B: Lah terus?

H: Duit pajak penghasilan level cungpret kaya kita, kalau dikorupsi gak seberapa nilainya bro. Kalau mereka mau korupsi ya yang level gede. Level perusahaan. Misal nih, kantor tempat lo kerja, eh masih di PT. Suka Suki Delima Wirya kan lo?

B: Iya bro. PT. Suka Suki Delima Wirya. Kita sih nyingkatnya Susu Dewi. Hehehe..

H: Hehehe.. bisa juga tuh. Anyway, misal Susu Dewi kalau dihitung-hitung pajaknya 500 miliar nih. Terus orang perusahaan lo nemuin oknum di kantor pajak, “Pak gini aja deh.., pajak kita tolong dibantu biar bisa jadi 300 miliar. Ntar 10 miliar buat bapak deh.” Terus diatur lah gimana caranya biar biar akhirnya pajak Susu Dewi turun jadi 300 miliar. Si oknum kantor pajak dapet deh duit 10 miliar. Ntar urusan dia lah bagi-bagi itu ke siapa aja biar data Susu Dewi pas.

B: Ohh gitu cara korupsi nya. Ya tapi tetep aja bro.., oknum-oknum kantor pajak itu yang jadi tajir. Cungpret kaya kita tetep aja jadi kuli kelas menengah ngehe..

H: Nahhh.. itu dia lo salah nangkep. Kan pajak Susu Dewi tadi harusnya 500 miliar. Terus akhirnya setelah kongkalikong, simsalabim, jadinya 300 miliar. Artinya Susu Dewi punya kas tambahan 200 miliar dong? Buat apa? Ya bisa jadi buat bonus lo di akhir tahun, atau THR, atau biaya rekreasi kantor kalian. Bisa jadi, lo ikut nikmatin juga bro.

B: Masa sih orang kantor gue gitu?

H: Ya gak tau bro. Itu kan kemungkinan. Bisa jadi orang kantor Susu Dewi yang ndeketin oknum orang pajak. Atau mungkin juga oknum dari kantor pajaknya yang maksa Susu Dewi. “Pak, ini pajaknya kita atur jadi 300 miliar aja ya. Tapi ya, mohon pengertiannya..”. Terus orang kantor lo nolak, “Wah, kita gak bisa Pak. Ini sudah resmi, Pak.” Ntar dia bisa jadi ngancem balik “Oke, kalau gitu kita harus audit dulu semua laporan pajak Susu Dewi dari tahun 2000″. Jreeeeng..! Mampus gak lo.

B: Ya biarin aja mereka audit, Bul.

H: Ya.. Okelah, anggeplah Susu Dewi emang bersih banget urusan pajaknya. Tapi proses audit ini pasti bakal nganggu operasional perusahaan. Apalagi kalau masuk ke media, bisa-bisa produk kantor lo jadi dibenci orang. Akhirnya gak laku. Atau urusan perijinan ntar jadi sulit gara-gara ini. Rugi juga kan Susu Dewi?

B: Ya.. iya sih. Makanya gue benci mereka. Suka ngancem-ngancem kaya gitu loh, Ran.

H: Kan gue bilang tadi. Bisa jadi oknumnya yang maksa, bisa jadi orang kantor lo sendiri yang ngajak main.

B: Eh, tapi bro. Kalau bener Susu Dewi ngasih 10 miliar buat oknum tadi, pasti ketahuan dong. Gile, tiba-tiba nongol transaksi transferan 10 miliar. Ya kan?

H: Ya mereka gak goblok lah bro.. Gampang itu mah. Nih salah satu contoh gampangnya. Si oknum kantor pajak, punya bini nih. Bininya punya adek.

B: Adeknya cakep gak bro?

H: Taee.. Ini ilustrasi nyeett..!

B: Hehehe.. iye.. iye.

H: Nah jadi, adek bininya ini, bikin perusahaan. Perusahaan desain web gitu deh. Ntar, Susu Dewi, bikin kontrak ke perusahaan iparnya ini. “Pembuatan website bla..bla..bla..”. Nilainya 10 miliar. Padahal paling bikin satu halaman website doang. Duit ditransfer kesana, ntar urusan iparnya itu lah gimana caranya biar sampe ke si oknum orang pajak itu. Beres kan?

B: Perusahaan iparnya ini namanya apa bro?

H: (bingung) Hah? Ini cuma ilust.. Err.., nama perusahaannya Susu Dewa, Bul. (udah capek ngejelasin)

B: Gak mungkin bro!

H: (makin bingung) Kok gak mungkin?

B: Dewa kagak punya susu bro..! Hehehe..

Jedumm…!

Suara drum menghentak dari atas panggung. Band yang dinanti sudah kembali naik ke atas panggung, membawakan lagu “Rock Menggema” dari Roxx, group band rock tenar Indonesia di sekitar tahun 90-an.

 

CATATAN: Bulha dan Haran ini tokoh fiktif yang saya ciptakan khusus untuk blog ini. Nama perusahaan dan kisah di atas juga fiktif belaka. Silahkan lihat dialog-dialog mereka yang lain. Selamat hari Kamis bung.