30 July 2010

Founder Listing Ala Fougr.com

Dengan pertumbuhan pengguna internet yang terus tumbuh dan tentu saja pertumbuhan startup, pemilik web juga turut bertambah. Kalau biasanya kita menemukan para founder website atau produk baik jasa maupun bukan yang berbasis web di Facebook, atau Twitter, kini para founder ini bisa saling berkenalan secara lebih mudah dengan Fougr.com.

Fougr.com adalah sebuah layanan founder listing, dimana di situs ini para founder website atau mereka yang memiliki alamat web tertentu bisa membuat profil online serta menambahkan daftar web yang mereka miliki, sehingga memudahkan orang lain untuk melihat karya masing-masing atau bisa juga sebagai sarana untuk saling berkomunikasi antar founder.

Pengguna yang terdaftar bisa membuat profil online baik itu perusahaan, organisasi atau perorangan. Jadi pengguna yang telah membuat akun nanti bisa menambahkan website mereka untuk melakukan semacam klaim atas website tersebut, bahwa mereka adalah pemiliknya. Jadi nanti para founder ini bisa mengetahui aktivitas pemilik web tertentu, mencari info tentang mereka atau melakukan kontak dengan para founder lain, misalnya untuk keperluan undangan acara, penawaran pekerjaan dll.


Fougr.com dikembangkan oleh Erwin, pengembang asal Bandung yang saat artikel ini disusun, sedang berada di Abu Dhabi untuk mengerjakan sebuah proyek freelance. Seperti yang dijelaskan Erwin, “ide awal layanan ini adalah sangat sederhana, saya berpikir kalau setiap orang pasti punya ego atau kebanggaan sendiri kalau dirinya disebut sebagai founder dari suatu product/service atau non-product/service“.

Konsep Fougr.com juga punya cakupan yang sangat luas, namun Erwin mengatakan bahwa untuk sementara Fougr hanya dikhususkan untuk mengakomodasi para website founder, dimana salah satu syaratnya mereka harus memiliki website dan harus domain bukan subdomain.

Di versi alpha ini Anda bisa melihat kotak-kotak yang berisi daftar para founder dengan tampilan screenshoot dari logo web mereka, yang ketika anda scroll, maka akan terbuka, berganti keterangan singkat tentang web atau founder tersebut, berserta link untuk menuju ke situs yang bersangkutan, akun Facebook atau Twitter. Anda juga bisa memilih berbagai kategori yang tersedia dibagian kiri halaman Fougr.com, untuk para founder yang mendaftarkan ke Fougr, bisa menikmati berbagai fitur seperti kurasi serta penawaran kerja.

Untuk sesama founder bisa berkirim pesan, lalu ada juga fitur event invitation dimana pengguna dalam hal ini sesama founder yang mau mengundang founder lain untuk hadir dalam suatu acara tinggal melakukan search di Fougr dan kirim undangannya

Fitur lain yang telah dimiliki Fougr adalah sistem untuk melaporkan pelanggaran yang berguna jika ada orang tertentu yang melakukan klaim atas situs yang bukan miliknya. Pendaftaran Fougr juga sampai saat ini masih manual, Erwin menjelaskan bahwa jadi setiap website yang di add akan masuk ke waiting list dulu dan bisa di cek online untuk status website-nya kemudian ditentukan di setujui atau tidaknya.

Untuk pelaporan atas pelanggaran klaim, Fougr telah menyediakan sistem khusus yang prosesnya sebagai berikut, sistem akan mengirimkan email ke orang bersangkutan dan admin, dalam 3 hari akan dimoderasi antara pelapor dan terlapor jika tidak ada respon, Fougr akan melakukan ban, maksudnya yang di ban itu adalah terlapor, sampai ada klarifikasi ke admin mengenai laporan tersebut.

Untuk proses penambahan website, Fougr juga menyediakan daftar website yang telah ada, jadi misalnya ada dua founder atas suatu website tertentu, maka mereka tinggal melakukan klaim atas website tersebut bahwa mereka juga adalah salah satu founder dari web tersebut.

Fougr yang nama awalnya berasal dari founder group kini masih dalam taraf alpha dan direncanakan dalam beberapa bulan kedepan akan memasuki versi beta dengan berbagai fitur tambahan seperti aplikasi untuk para pengguna BlackBerry serta fitur sosial.

Memang masih banyak kekurangan, itu diakui juga oleh Erwin, karena layanan seperti ini fokus utama adalah pengguna yang mendaftarkan sebagai anggota, yang sampai saat ini masih sedikit dan terutama adalah masalah kurasi. Masih taraf alpha, masih banyak yang bisa dilakukan Fougr. Salah satu saran sederhana saya adalah cantumkan tata cara penggunaan situs, termasuk cara pelaporan serta berbagai fitur lain.

Ketika ditanya tentang pesan untuk startup lokal, Erwin berkata: “Maju terus buat startup Indonesia”. Saya sangat setuju untuk kalimat ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang Fougr.com? Ada usulan atau saran untuk Fougr? Anda bisa menuliskan pendapat, saran atau kritikan pada kolom komentar.

Durasi Maksimal Video di YouTube Kini Menjadi 15 Menit

Andy Warhol pernah berkata: “In the future, everyone will be world-famous for 15 minutes”, well, meski tidak ada hubungan secara langsung namun frasa ’15 minutes in fame’ ini menjadi salah satu tagline program terbaru dari YouTube dalam rangka meluncurkan fasilitas baru, dinama YouTube kini menambah durasi video yang bisa diunggah oleh pengguna menjadi 15 menit.

Sebelumnya, bagi pengguna yang tidak tergabung dalam YouTube Partner Program hanya bisa mengunggah video dengan durasi maksimal 10 menit. Dan seperti yang dituliskan di blog YouTube, banyak dari pengguna yang meminta YouTube untuk menambah durasi video yang bisa diunggah agar lebih lama.

Kini pengguna umum diberikan fasilitas itu dan sudah bisa menambah durasi video yang diunggah dengan durasi maksimal sampai 15 menit. Dan seperti yang dijelaskan diatas, dalam rangka memperkenalkan fasilitas baru ini YouTube juga mengadakan program dimana mereka mengajak pengguna untuk mengunggah video berdurasi 15 menit lalu memberi tag pada video itu dengan ‘ty15minutes’, unggah sampai tanggal 4 Agustus 2010, dan nantinya YouTube akan memilih video untuk ditempatkan di homepage YouTube dan menjadikan pengguna tersebut untuk mendapatkan kesempatan ’15 minutes of fame’.

YouTube juga memberikan penjelasan mengenai alasan fasilitas unggah video yang lebih lama ini baru diberikan saat ini. Seperti yang dijelaskan di blog mereka, YouTube selama ini mengembangkan sebuah sistem bernama Content ID serta berbagai alat lain untuk mendeteksi berbagai hal yang berkaitan dengan permasalahan hak cipta.

YouTube bekerjasama dengan partner mereka untuk melakukan semacam pengumpulan data untuk mendeteksi konten yang memiliki hak cipta, karena salah satu alasan tentang pembatasan durasi selama 10 menit berkaitan dengan hak cipta. Dan dengan kesuksesan usaha dalam mengembangkan Content ID ini maka YouTube kini bisa memberikan fasilitas penambahan durasi unggahan video bagi pengguna mereka.

Content ID bisa mendeteksi jika video atau konten yang Anda unggah mengandung atau melanggar hak cipta orang lain. Sebagai contoh, saya dan teman saya pernah mengunggah sebuh video dengan menggunakan lagu tertentu yang bukan milik kami, secara otomatis, YouTube mendeteksi muatan lagu di video tersebut, yang menjadikan video itu tidak bisa diunggah karena mengandung konten yang  bisa melanggar hak cipta orang lain atau pemilik lagu tersebut. Anda bisa melihat keterangan lengkap tentang Content ID atau jika Anda juga bisa mengikuti program ini dengan mendaftar pada tautan ini.

Anda tertarik untuk menjadi terkenal dalam waktu tidak lebih dari 15 menit, atau mungkin Anda terinspirasi ‘Keong-Racun’ yang lagi hit (kembali) akhir-akhir ini, well, kalau begitu siapkan video 15 menit Anda dan ikuti program ‘ty15minutes’ dari YouTube.

29 July 2010

Instalasi VirtualBox 3.2.6 pada Linux BlankOn 6 Ombilin

Bicara tentang teknologi virtualisasi tentunya tidak berlebihan kalau menyebut VirtualBox. Salah satu manfaat yang saya rasakan adalah untuk kepentingan testing, terutama jika ada rilis terbaru dari berbagai distro linux. Selain itu, ternyata VirtualBox juga sudah banyak digunakan untuk kepentingan produksi, misalnya sebagai server virtual yang tentunya dapat lebih memberikan kemudahan dari sisi backup & recovery maupun pengurangan biaya hardware dan listrik.

Berikut ini langkah-langkah instalasi VirtualBox 3.2.6 yang saya lakukan pada BlankOn 6.0 (Ombilin):

  1. Cek apakah paket yang diperlukan, yaitu dkms sudah terinstal atau belum. Gunakan perintah:
    dpkg -l dkms
    

    hasilnya:

    Desired=Unknown/Install/Remove/Purge/Hold
    | Status=Not/Inst/Cfg-files/Unpacked/Failed-cfg/Half-inst/trig-aWait/Trig-pend
    |/ Err?=(none)/Reinst-required (Status,Err: uppercase=bad)
    ||/ Name           	Version        		Description
    +++-=======-==============-=============================
    ii  dkms           2.1.1.2-2fakes 	   Dynamic Kernel Module Support Framework
    

    Dari hasil di atas ternyata paket dkms sudah terinstal. Jika belum, instal terlebih dahulu dengan menggunakan perintah:

    sudo apt-get install dkms
    
  2. Download binary VirtualBox 3.2.6 dari VirtualBox.org. Pilih yang sesuai dengan distro linux dan arsitektur komputer anda. Saya memilih binary .run agar nantinya bisa diinstal juga pada distro linux lainnya.
  3. Pindah ke direktori hasil download tadi, misalnya di /home/wdzgouch/Downloads. Buka Terminal (klik Applications > Accessories > Terminal), kemudian jalankan perintah:
    cd /home/wdzgouch/ Downloads/
    
  4. Beri hak akses agar binary VirtualBox tersebut bisa di eksekusi, gunakan perintah:
    sudo chmod +x VirtualBox-3.2.6-63112-Linux_amd64.run
    
  5. Instal VirtualBox dengan menggunakan perintah:
    sudo ./VirtualBox-3.2.6-63112-Linux_amd64.run
    
    Verifying archive integrity... All good.
    Uncompressing VirtualBox for Linux installation..........
    VirtualBox Version 3.2.6 r63112 (2010-06-25T13:59:49Z) installer
    Installing VirtualBox to /opt/VirtualBox
    tar: Record size = 8 blocks
    Python found: python, installing bindings...
    Building the VirtualBox vboxdrv kernel module
    Building the VirtualBox netflt kernel module
    Building the VirtualBox netadp kernel moduleVirtualBox has been installed successfully.
    
    You will find useful information about using VirtualBox in the user manual
    /opt/VirtualBox/UserManual.pdf
    and in the user FAQ
    
    http://www.virtualbox.org/wiki/User_FAQ
    
    We hope that you enjoy using VirtualBox.
    
  6. VirtualBox has been installed successfully :-D . Untuk menjalankannya klik Applications > System Tools > Oracle VM VirtualBox.
  7. Pertama kali dijalankan, muncul wizard VirtualBox License. Klik tombol I Agree.
  8. Wizard VirtualBox License

  9. Selanjutnya muncul VirtualBox dan siap untuk digunakan.
  10. VirtualBox 3.2.6

Instalasi VirtualBox pada distro linux openSUSE 11.3 bisa dibaca disini : Instalasi VirtualBox 3.2.6 pada openSUSE 11.3

Bagaimana dengan instalasi VirtualBox pada Linux kesayangan anda?

Artikel Terkait

seminar HAKI 2010 – Jadwal Acara

Hari H semakin dekat, kesempatan berkumpul bersama teman-teman seprofesi di bidang kontruksi. Acaranya adalah seminar nasional Himpuan Ahli Konstruksi Indonesia 2010 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Hari H yang dimaksud adalah hari Selasa – Rabu tangal 3 -4 Agustus 2010, minggu depan. Bagi teman-teman yang sibuk, tetapi ingin hadir maka rasa-rasanya melihat daftar acara seminar [...]

Tonehighway.com Kini Sudah Bisa Diakses

Seperti janji mereka di artikel DailySocial beberapa hari yang lalu, akhirnya Tonehighway resmi merilis layanan mereka dan masuk dalam taraf public alpha.

Tonehighway merupakan layanan musik via web yang dapat membantu pengguna menemukan, mendengarkan dan membagikan apa yang sedang Anda dengarkan ke jejaring sosial yang sedang populer seperti Facebook dan Twitter.

Tonehighway juga merencanakan berbagai fitur lain, untuk lebih lengkap tentang fitur apa saja yang akan tersedia, bisa cek artikel DailySocial sebelumnya yang membahas Tonehighway.

Tapi mungkin ada dari beberapa pembaca DailySocial yang belum bisa mengakses Tonehighway, tweet dari akun mereka bisa menjelaskan hal ini.

Bagi Anda yang bisa mengakses situs mereka, maka Anda akan disuguhkan langsung oleh musik dari berbagai band/pemusik yang tersedia di Tonehighway, lengkap dengan tampilan semacam ‘poster’ band/pemusik yang sedang diputar lagunya.

Seperti yang dijelaskan pada artikel DailySocial terdahulu, pengguna juga bisa mengunduh lagu, untuk band/pemusik yang memang menyediakan lagu mereka untuk diunduh, memberi komentar, serta membagikan konten ke Facebook atau Twitter.

Seperti halnya aplikasi musik, terdapat juga tombol pause dan play serta pengaturan volume, serta keterangan singkat tentang band/pemusik, seperti nama, judul lagu, nama album, tahun rilis. Anda juga bisa melihat profil singkat dari band/pemusik tersebut, discography mereka serta daftar lagu yang tersedia di Tonehighway itu diambil dari album mana.

Jika Anda ingin menikmati tampilan gambar band/pemusik secara keseluruhan Anda bisa melakukan klik ‘Hide’ maka keterangan tombol play serta beberapa keterangan lain akan hilang dari ‘poster’ tersebut, untuk mengembalikannya, klik ‘Show’. Untuk band/pemusik yang menyediakan beberapa ‘poster’, Anda juga bisa menggantinya.

Lagu-lagu yang tersedia, menurut saya cukup baik, dan tidak didominasi band/pemusik sidestream atau pun yang sudah beranjak ke mainstream dari satu kota saja, saya melihat ada band/pemusik favorit saya Lipstik Lipsing dari Semarang, Pure Saturday dari Bandung, berbagai band/pemusik dari Jakarta, Bandung, Jogjakarta serta kota lain, termasuk beberapa rilis band/pemusik lokal terbaru seperti Mocca dan Sarasvati, yang baru saja merilis EP mereka, yang kebetulan untuk Sarasvati, saya menghadiri peluncuran EP-nya.

Sayangnya, seperti yang sudah saya duga, faktor jaringan internet memegang peranan penting atau mungkin dikarenakan faktor lain yang menyebabkan lagu tersendat ketika diputar, selain itu, saya tidak menemukan adanya tombol untuk playback secara parsial, jadi kalau Anda ingin mengulang lagu, Anda harus menggeser ke lagu sebelumnya dan kembali lagi ke lagu yang Anda inginkan.

Dan tentu saja karena masih taraf public alpha, beberapa fitur yang saya tunggu seperti informasi gigs yang akan mereka lakukan serta info band/pemusik, belum tersedia, mungkin nanti di taraf beta dan rilis resmi tentunya, semua fitur sudah tersedia, dan yang pasti saya berharap tidak akan ada masalah atas berbagai hal yang berkaitan dengan hak cipta.

Well, saya tidak akan menulis panjang lebar lagi, saya menyarankan Anda untuk mampir ke situs mereka, ini bukan promosi loh ya, justru saya ingin mendengar pendapat para pembaca DailySocial tentang layanan Tonehighway, dan tentu saja memberi saran dan masukkan pada mereka lewat kolom komentar artikel ini, mungkin ada kekurangan yang bisa diperbaiki yang luput dari pengamatan saya.

Apple Skin Case 520 turn iPod Touch to iPhone

Now the iPod Touch owner can be 'modified' their iPod Touch, so that could be used to make calls like the iPhone. All you need is a casing. Interestingly, this casing using a SIM card to make calls. This is different from previous ways of using the SIP protocol-based applications or VOIP.

This iPod Touch casing is Apple Skin Case 520 or Apple Peel 520 is basically a communication module. In addition to having the SIM card slot, the casing is also equipped with 800 mAh batteries and antennas are located on the lower right corner. Apple Peel 520 made by a Chinese company named Yosion.

[via engadget]

Permalink | Leave a comment  »

Aplikasi Facebook Questions Resmi Dirilis

Facebook Questions, salah satu fitur yang telah dipersiapkan Facebook sejak beberapa bulan yang lalu kini telah dirilis, namun saat ini hanya bisa digunakan oleh pengguna terbatas yang akan bertambah seiring dengan perkembangan yang dilakukan Facebook atas aplikasi ini.

Seperti yang dituliskan di blog mereka, aplikasi ini akan memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mendapatkan jawaban dari jumlah pengguna Facebook yang sangat besar serta kesempatan untuk mempelajari berbagai informasi berharga dari berbagai pengguna yang memiliki pengetahuan tertentu atas suatu topik.

Facebook sendiri telah mengumumkan secara resmi pencapaian pengguna mereka yang kini telah mencapai 500 miliar orang juta pengguna, dengan basis pengguna yang sedemikian besar, aplikasi Facebook Questions ini bisa menjadi sesuatu yang besar, meski mungkin kita harus sedikit menampikkan terlebih dahulu pengguna Facebook yang kurang valid, seperti mereka yang tidak menggunakan nama keterangan profil asli atau mereka yang cuma iseng saja.

Aplikasi pertanyaan ala Facebook ini akan tersedia di bagian atas halaman home serta bagian kiri dimana menu berbagai aplikasi Facebook berada. Untuk menanyakan sesuatu, Anda cukup melakukan klik atas tab Ask Question, yang nantinya akan berada di sebelah tab Update Status. Atau anda juga bisa menanyakan langsung pada teman Anda lewat profil mereka, sama seperti jika Anda menuliskan sesuatu di wall mereka. Setelah mengajukan pertanyaan, pengguna juga punya pilihan untuk menambahkan foto atau sebuah polling.

Seperti yang dituliskan Techcrunch, bagi Anda yang konsen akan masalah privasi atau mereka yang ingin bertanya secara anonim, mungkin Anda akan kecewa dengan aplikasi ini, kerena setiap pertanyaan akan terikat dengan nama pengguna mereka, serta setiap pertanyaan akan terlihat oleh publik. Pertanyaan akan muncul ke teman serta temannya teman Anda. Dan, Facebook juga menjelaskan bahwa semua pertanyaan dan jawaban yang menggunakan aplikasi Facebook Questions ini merupakan konten publik dan akan terlihat bagi semua orang di Internet.

Untuk jawaban, Facebook menjelaskan lewat blog mereka, bahwa pengaju pertanyaan akan mendapatkan jawaban yang lebih personal atau sesuai dengan personalisasi akun Anda. Seperti yang dijelaskan Techcrunch, Facebook akan menganalisis minat dari pengguna yang mengajukan pertanyaan, sehingga nantinya jawaban yang akan didapat adalah jawaban yang paling pas dari pertanyaan pengguna tersebut. Aplikasi ini juga akan menunjukkan pertanyaan yang di post pada beberapa teman Anda, jadi secara ideal, nantinya pengguna akan mendapatkan jawaban yang revelan.

Selain itu, Facebook Questions ini juga memungkinkan pengguna untuk melakukan tag atas sebuah topik tertentu, sehingga bisa membantu relevansi topik tersebut bagi pengguna untuk mencari jawaban yang paling pas. Lalu pertanyaan yang diajukan akan juga muncul pada pengguna lain yang mempunyai interest yang sama dengan topik yang Anda tag, termasuk juga akan muncul ke teman dan temannya teman Anda.

Anda juga bisa melakukan follow atas pertanyaan tertentu untuk mendapatkan notifikasi setiap ada pengguna lain yang menjawab pertanyaan tersebut. Jika Anda masuk pada halaman pertanyaan atau halaman Facebook Questions, Anda juga bisa menjelajah berbagai pertanyaan yang ada, bisa dengan menggunakan kolom pencarian atau melakukan klik pada tab ‘Next Question’.

Meski saya belum bisa mencoba aplikasi ini, tapi kalau dilhat dari pengumuman Facebook sepertinya Facebook Questions cukup menjanjikan, terutama bagi mereka yang gandrung dengan aplikasi Q & A seperti Formspring, untuk pertanyan yang terkesan main-main atau Quora, untuk pertanyaan yang lebih serius.

Namun, sepertinya kita harus melihat beberapa waktu kedepan jika aplikasi ini telah rilis secara luas untuk publik, apakah akan menjadi the next killer feature dari Facebook atau malahan menambah keruh lagi jalur stream di akun pengguna, dan memunculkan berbagai pertanyaan ‘aneh’ yang bisa jadi akan cukup mengganggu. Dan kalau berkaca pada pengguna di Indonesia, saya malah ragu bahwa aplikasi ini bisa digunakan secara maksimal oleh pengguna di sini.

Tapi yang pasti, era social search dimana kini pengguna mencari jawaban atas sebuah pertanyaan langsung pada teman mereka lewat aplikasi jejaring sosial, akan memasuki babak baru, saya sendiri menjadi salah satu pelaku social search, bertanya pada teman di Twitter terkadang lebih efektif dari mencari di Google, untuk topik tertentu tentunya, nah kalau saja Facebook Questions ini bisa menjaga kualitas mereka, bisa jadi saya akan kembali menggunakan akun Facebook saya dengan lebih sering.

Bagaimana dengan Anda, apakah Facebook Questions ini akan digunakan secara tepat guna oleh pengguna Facebook, terutama pengguna dari Indonesia? Apakah aplikasi ini akan berguna bagi Anda? Apakah Anda mau menggunakan aplikasi ini jika sudah rilis untuk publik? Dengan pengguna Facebook yang cukup banyak di Indonesia, tentu saja, saya penasaran dengan pendapat Anda.

Sumber gambar: Techcrunch, blog Facebook.

ID-CERT gathering

Filed under: Teknologi Informasi, TI Tagged: security, Teknologi Informasi

Safari 5.0.1 Dirilis dan Telah Tersedia Juga Safari Extensions Gallery

Setelah meluncurkan Safari versi terbaru sekitar bulan Juni kemarin, Apple memang telah memperkenalkan ekstensi, namun untuk galeri khusus untuk berbagai macam ekstensi belum tersedia, kini Apple merilis Safari versi 5.0.1 serta galeri khusus untuk berbagai ekstensi mereka.

Safari 5 menawarkan beberapa kelebihan seperti kecepatan, mendukung selusin fitur baru dari HTML5, fitur Smarter Address Field, Safari Reader, built-in Bing Search, dan yang, bisa jadi paling ditunggu adalah ekstensi dan fasilitas galeri.

Safari Extensions dibangun dengan standar teknologi web seperti HTML5, CSS3, and JavaScript, dan memberikan peluang bagi developer untuk membuat karya mereka sendiri.  Safari Extensions ini bisa diakses melalui http://extensions.apple.com atau langsung dari browser, seperti yang dituliskan oleh Mashable, Anda bisa mengakses ekstensi resmi ini dengan melakukan klik di bagian Menu atau File bagi pengguna Windows dan pilih Safari Extensions Gallery.

Ada berbagai macam jenis ekstensi, seperti yang ditampilan di halaman awal situs mereka, antara lain Twitter untuk Safari, yang memberikan real-time trend serta informasi dari setiap halaman web, lalu fasilitas untuk melacak apa yang sedang menjadi tren, termasuk jika ada pengguna yang melakukan mention dari halaman web yang sedang Anda lihat. Pengguna juga bisa melakukan tweet dari halaman web yang sedang dilihat, lengkap dengan tautan yang sudah dipendekkan.

Kemudian ada ekstensi Bing Highlights, yang memberikan fasilitas akses cepat menuju Bing ketika pengguna sedang berada di halaman web manapun, melakukan highlight suatu teks untuk mengakses fitur peta secara instan, fitur terjemahan, status penerbangan dan hasil pencarian.

Serta berbagai ekstensi lain yang dipisahkan berdasarkan kategori tertentu, seperi berita, belanja, alat pencarian, jejaring sosial, bookmarking, Twitter tools, email, foto, terjemahan, pemendek URL, produktivitas, keamanan, pengembang dan berbagai kategori lain.

Instalasi ekstensi di Safari sama seperi ekstensi di Chrome, tidak memerlukan restart, kelebihan yang tidak dimiliki pengaya Firefox. Apple juga mengatakan lewat situs khusus Safari Extensions Gallery mereka, bahwa ekstensi yang tersedia ini aman karena digitally signed serta sandboxed.

Anda bisa melakukan unduhan Safari versi terbaru dari tautan ini, dan bisa melihat galeri untuk ekstensi di tautan ini.

1 Post 1 Kategori : Plugin Radio Button Categories pada WordPress

Salah satu kesulitan mengelola website/blog berbasis multiuser (multi author) adalah meminta mereka untuk hanya memilih 1 kategori yang paling tepat. Default pilihan kategori pada WordPress adalah multi kategori, dalam bentuk check box, yang berarti bahwa 1 orang penulis bisa memilih berbagai kategori yang ia inginkan. Ini sebenarnya sesuatu yang normal, namun menjadi tidak bagus karena akan merusak tampilan website dan membuat isi artikel yang sama tampil pada berbagai bagian dari website.

Misalnya si penulis memilih kategori kuliner, namun juga merasa bahwa tulisannya cocok untuk kategori sosial budaya dan laporan warga. Pada website, kategori tersebut diletakkan pada sisi kiri atas, kanan atas dan kiri bawah. Karena si penulis memilih ketiganya, artikelnyapun memonopoli tampilan dan muncul di semua lokasi tersebut.

Jenis kategori pada WordPress biasanya sudah diset untuk tidak double oleh Adminnya, apalagi ada feature parent-child pada yang memudahkan pengelompokkan, namun hal ini tidak dapat mengatasi masalah pemilihan kategori lebih dari satu.

Jika rekan-rekan mengalami kesulitan yang sama, cara mengatasinya mudah. Install saja plugin “Radio Button Categories” yang akan mengubah pilihan kategori dari checkbox menjadi Radio/Option Button. Jika checkbox bisa dipilih lebih dari satu pilihan, Radio Button membatasi hanya 1 pilihan yang bisa dipilih. Jika ada lebih dari satu kategori yang sesuai, penulis bisa memilih kategori mana yang paling sesuai.

Proses instalasi plugin ini sangat mudah, sama prosesnya seperti plugin yang lain, yaitu bisa melalui pencarian pada halaman WordPress Admin | Plugins | Add New atau bisa juga download dan install manual melalui link diatas.

Artikel Terkait

Kreativitas di titik nol

Anda sedang menghadiri sebuah kelas. Sang guru meminta Anda duduk bersila, menutup mata, mengosongkan pikiran, dan bermeditasi. Setelah selesai, beliau meminta Anda mengocok dan menarik beberapa kartu-kartu Tarot secara acak. Lalu, dia meminta Anda mencoba menebak apa yang coba dikatakan kartu-kartu tersebut kepada Anda. Tidak cukup sampai di sini saja. Kadang-kadang Anda juga diminta berkonsultasi [...]

“Yahoo! Koprol” dan Kurator-nya

Menyusul akuisisi Yahoo! atas Koprol 2 bulan yang lalu, baru-baru ini tampak perubahan di logo Koprol. Kalau dulunya Yahoo masih tampak malu-malu dengan judul “Koprol by Yahoo!”,  kini logo Yahoo! tampak lebih dominan, setara dengan logo Koprol.

Selain itu Koprol juga diam-diam memperkenalkan “jabatan” baru: Kurator.

Sebagai layanan berbasis lokasi, banyak yang mengeluhkan kenapa Koprol tidak mengijinkan penggunanya untuk menambahkan sendiri tempat-tempat atau venue secara langsung. Proses yang terjadi adalah pengguna bisa mengusulkan tempat, kemudian tim admin Koprol akan menyetujuinya (bila disetujui.)

Sistem kayak gini sebenernya bagus, karena mencegah munculnya tempat-tempat “sampah” seperti “Toilet Lantai 20″ atau “Kasurku”, tapi juga bikin geregetan karena kadang butuh waktu lama untuk persetujuan suatu tempat ((Halo Koprol, masih ada beberapa usulan restoran di gedung kantor gue yang  belum disetujui nih :P ) Koprol sendiri sepertinya tidak punya standar layanan berapa lama satu tempat bisa disetujui, atau kenapa tidak disetujui.

Kini tampaknya Koprol sudah menemukan salah satu solusinya: Kurator. Beberapa akun yang terpilih diberikan otoritas untuk menyetujui usulan-usulan tempat yang diberikan oleh pengguna.

Usulan-usulan tempat ini akan muncul di sisi kanan halaman utama Koprol mereka, dan untuk memicu rajinnya mereka approve disediakan juga sistem Kurator points.

Bagaimana caranya jadi kurator? Satya dari Koprol mengungkapkan bahwa “Nantinya semua orang bisa jadi kurator, kita akan memberikan jabatan tersebut berdasarkan perhitungan kegiatan pengguna di Koprol,” cara perhitungannya tentu saja disimpan rapat oleh Koprol. “Kita masih memperbaiki beberapa bug di sistem ini dan harapannya di akhir minggu ini sudah bisa kita umumkan secara resmi. Saat ini baru ada beberapa ratus orang terpilih yang menjadi kurator,” tambah Satya.

“Kami sangat excited dengan fitur ini, dan ini adalah satu langkah maju dalam misi kami membantu pengguna berbagi informasi tentang tempat-tempat yang menarik,” tutup Satya.

28 July 2010

Pemain Baru Layanan Lokasi: PersonaFlag

Sekitar dua minggu yang lalu, akun-akun Twitter beberapa penggiat web dan digital, termasuk DailySocial, disapa oleh sosok bernama PersonaFlag. Teman baru ini memperkenalkan diri sebagai layanan jejaring sosial berbasis lokasi dan mengajak kita untuk mencoba layanannya.

“Lagi di mana? Flag it, share it to your friends” menjadi tagline mereka di websitenya. Cara mainnya mungkin terdengar familiar, yaitu saat kita berada di suatu tempat, kita bisa nge-”flag” tempat itu dan memberikan komentar atau status. Tiap flag nantinya mendapat point, yang bisa bertambah dan berkurang sesuai dengan interaktivitas kita.

Setelah mendaftar (dan tidak ada email konfirmasi nih), ternyata untuk “bermain” dengan mereka diperlukan untuk menginstall aplikasi mobile, yang saat ini baru tersedia untuk handset berbasis Java. Berhubung ngga punya handset yang mendukung aplikasi Java, dan PersonaFlag juga tidak menyediakan screenshotnya, maka kali ini kita main-main di websitenya dulu aja deh.

Sayangnya pada saat kita berkunjung ke websitenya belum terlihat keriuhan layaknya layanan jejaring sosial, seperti timeline publik atau tempat-tempat yang sedang ramai di-flag. Bukannya sosialisasi, gue malah jadi berasa kesepian nih. Pengennya sih kalau di situs seperti ini kita bisa menemukan teman baru, misalnya yang sering datang ke tempat yang sama, atau minimal ada fitur untuk mencari teman lama yang ada di layanan lain.

Database tempatnya pun tampak belum lengkap, dari kategori-kategori yang ditawarkan baru beberapa nama tempat yang bisa ditemukan. Sepertinya tempat-tempatnya masih terbatas seputar wilayah para pengembang layanan ini, yaitu Yogyakarta. Dan gue juga ngga nemuin cara untuk menambahkan atau mengusulkan tempat baru nih. Kemudian ada juga fitur yang (tampaknya) menarik seperti MyTrip, tapi ini pun pas diklik cuma memberitahu bahwa “Maaf informasi trip anda belum ada” tanpa ada instruksi lebih lanjut.

Para pengembang PersonaFlag sendiri mengangkat sistem flag mereka sebagai nilai unik layanan ini. Flag di sini menjadi reward point tiap kita melakukan aktivitas, kurang lebih seperti Karma di Plurk. Sistem rewarding ini memang bisa jadi cara yang efektif untuk meningkatkan loyalitas pengguna, kalau dikelola dengan benar.

Mungkin gue  harus coba aplikasi mobilenya dulu untuk merasakan pengalaman penuhnya, tapi dari hasil berkunjung di web mereka, PersonaFlag masih terasa sebagai layanan “me too!” yang tampak masih coba-coba. Sepertinya ajakan mereka lewat Twitter beberapa minggu yang lalu lebih bertujuan untuk menambah basis pengguna untuk masa percobaan, tapi jangan lupa lho, kesan pertama itu penting. Kalau di awal perjumpaan penggunanya nggak menemukan sesuatu yang menarik, susah untuk membuat mereka nantinya kembali.

Samsung prepares to sell a MicroUSB to HDMI cable for the Galaxy S

We knew that the new Android-based smartphone from Samsung, the Galaxy S, is capable of playing an HD quality video either straight from the phone or by using a composite cable then watch it on TV. But Samsung isn't going to stop there, taken from their official website, they're going to sell a cable that converts a video signal thats gone through the MicroUSB cable and then convert it to HDMI for an easy connectivity to your favorite HDTV or HD Monitor.

According to the product page, the cable will cost you around $50.

Permalink | Leave a comment  »

Lihat Harga dan Jadwal Tiket Pesawat di Tiketdomestik.com

Bagi Anda yang membutuhkan informasi harga dari jadwal penerbangan berbagai perusahaan penerbangan lengkap dengan harga tiket, Anda bisa mencoba Tiketdomestik.com.

Tiketdomestik.com merupakan situs yang berisi informasi harga tiket pesawat yang diurutkan berdasarkan jadwal penerbangan. Informasi harga dan jadwal tiket ini diambil secara online dari situs sumber, yaitu situs perusahaan penerbangan resmi, misalnya seperti Airasia.com.

Perusahaan penerbangan yang harga tiketnya bisa dilihat di Tiketdomestik antara lain Garuda, Lion, Batavia, Airasia, Merpati, Mandala serta Citilink. Untuk mengetahui jadwal dan harga tiket pesawat tertentu, pengguna cukup memasukkan kota asal keberangkatan serta kota tujuan dan mengisi jadwal keberangkatan. 

Setelah memasukkan data tersebut maka nanti Tiketdomestik akan menampilkan daftar perusahaan penerbangan, harga tiket, kota, lengkap dengan kode keberangkatan, kedatangan serta kode penerbangan. Tiketdomestik juga akan menampilkan keterangan jika rute pernerbangan yang Anda cari tidak tersedia atau situs sumber tidak bisa diakses.

Sayangnya Tiketdomestik hanya menampilkan satu arah penerbangan saja, jadi kita tidak bisa melihat harga tiket kepulangan, seperti yang biasa dilakukan di situs resmi perusahaan penerbangan.

Sebenarnya Tiketdomestik memberikan layanan yang sangat berguna dan membantu, terutama bagi mereka yang ingin melihat daftar harga serta jadwal keberangkatan tanpa harus masuk ke situs perusahaan penerbangan tertentu. Semacam aggregat untuk berbagai harga dan jadwal keberangkatan.

Tapi sayang penggarapan situs mereka masih kurang maksimal,  pertama-tama bisa dilihat dari tidak adanya judul atau logo situs, saya mencoba mencari logo Tiketdomestik dan sudah berulang kali mencari dan tidak menemukannya. Itu dari hal yang sederhana. Entah karena ini masih dalam taraf alpha atau beta (karena di situsnya juga tidak terdapat keterangan tersebut).

Tampilan desain situsnya pun sangat polos, bahkan terkesan terlalu polos, beberapa pilihan fitur juga masih ada kesalahan tulis. Dari pengumuman yang ada di situsnya, Tiketdomestik pertama kali melakukan posting pengumuman selamat datang bulan Mei 2010, yang memberikan informasi, kemungkinan mereka meluncurkan situsnya tidak jauh dari tanggal itu, yang berarti masih cukup baru dan masih berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut.

Salah satu fitur tambahan selain daftar harga dan jadwal penerbangan adalah peta wisata, yang menggunakan aplikasi Google Maps, tersedia dua peta wisata, Bali dan Sumatera Barat, dan sedang dikembangan untuk peta wisata lainnya.

Mereka juga tengah melakukan survei pada para pengunjung situs mereka untuk mendata, apakah pengguna tertarik untuk membeli tiket di situs mereka, yang bagi saya, salah satu ide yang cukup baik jika bisa dieksekusi dengan pas, mungkin kerjasama dengan perusahaan penerbangan atau dengan perusahaan penyedia jasa perjalanan.

Saya sendiri berharap Tiketdomestik terus melakukan pengembangan produk dan perbaikan atas layanan mereka, banyak fitur yang bisa dikembangan, misalnya seperti penambahan jadwal menjadi dua arah, perbaikan UI, tautan ke situs resmi perusahaan penerbangan sehingga yang menginginkan keterangan lebih lengkap bisa langsung menuju ke situs mereka, atau diganti dengan sistem monetisasi dengan menjadi tempat menjual tiket, karena layanan mereka bisa sangat membantu bagi pengguna.

Itu pendapat saya, siapa tahu pembaca DailySocial punya pendapat lain. Mari tuliskan pendapat Anda pada kolom komentar.

duit dulu atau yang lain ?

Bagi pembaca berbahasa Indonesia, judul di atas merupakan suatu pertanyaan yang mungkin saja dianggap bloon. Seperti tidak tahu saja, pasti deh, sebagian besar akan menjawab : duit dong ! Berbicara tentang duit atau semacamnya, rasa-rasanya menjadi sesuatu yang penting. Bahkan pada sebagian besar orang, jika tidak ada duitnya maka mereka tidak mau mengerjakan sesuatu. Untuk [...]

Making a website vs telling story with design

An old issue but the last sentence from this quote is interesting: But I don’t think the browser is enough. A web designer jumping into the browser before tackling the creative and messaging problems is akin to an architect hammering pieces of wood together and then measuring afterwards. The imaginative process is cut short by the [...]

Law of Fashion (and others too)

Saya baca Law of Fashion ini di Signal vs Noise. Sangat menarik karena berhubungan dengan tren fashion yang cenderung berulang. Dalam Law of Fashion ada suatu tabel yang mengelompokkan fashion berdasar umurnya dan bagaimana orang akan bereaksi pada produk fashion tersebut.

Berikut ini tabelnya:

Indecent 10 years before its time
Shameless 5 years before its time
Outré (Daring) 1 year before its time
Smart Current Fashion’
Dowdy 1 year after its time
Hideous 10 years after its time
Ridiculous 20 years after its time
Amusing 30 years after its time
Quaint 50 years after its time
Charming 70 years after its time
Romantic 100 years after its time
Beautiful 150 years after its time

Lihat. Orang cenderung mengatakan bahwa produk fashion dari 150 tahun yang lalu itu beautiful. Sedangkan yang berusia setahun lalu disebut dowdy (old-fashioned). Sama dengan barang peninggalan bersejarah. Semakin tua semakin antik. Semakin tua semakin nge-trend kembali. Yes, the 70’s back.

Apple is Daring

Saya menyebut Apple sebagai daring company/product. Produk 12 core-nya yang baru adalah standard tahun depan. Model iPhone 4G adalah role model bagi produk lain di tahun depan. Apple selalu membuat something different yang selalu kita percaya datang dari masa depan. Sementara itu Nexus, HTC, Droid, Palm Pre adalah smart product. Mereka adalah current fashion yang diset standard-nya oleh iPhone di tahun lalu.

Gartner Hype Cycle

Dengan mengabaikan kontroversinya, Gartner Hype Cycle bisa dipakai untuk menentukan “what’s next”. Dalam grafik GHC, diperlihatkan teknologi mana yang sudah matang dan mana yang masih dalam masa pertumbuhan. Dikaitkan dengan Fashion Law, kita bisa memilih calon produk yang daring atau indecent sebagai investasi. Dengan strategi yang tertata, dalam waktu 5-10 tahun diharapkan investasi ini akan kembali dalam bentuk tren dan pasar yang bisa dimonetisasi.

Repeat The Cycle, Revive the Looser

Kalau kita takut untuk berinvestasi lewat produk indecent, maka kita bisa memilih opsi produk yang charming. Kita ambil produk lama dari beberapa tahun lalu, kita sesuaikan ulang dengan kondisi sekarang. Boom. Radio kayu namun bermesin baru sekarang jadi punya nilai lebih dibanding produks ama dengan desain modern (yang akan segera phased out).

Atau, ambil saja produk gagal dan ciptakan ulang di masa sekarang. Tablet adalah produk gagal beberapa tahu lalu. Saat ini, teknologi telah mampu membangkitkan mereka kembali persis seperti apa yang kita inginkan di jaman dulu. Long live iPad and Android tablets.

Jadi, mau daring atau ikut current fashion?

Artikel Terkait:

  1. Create Your Gap Masih ingat waktu saya bilang innovation is playing catch up?...
  2. Did Apple Just Screw RIM (And Everybody Else)? Sekarang ternyata kita harus berhitung kembali setelah Apple mengeluarkan iPhone...
  3. End to End, Thinking. You need a wheel to run your car. No wheel,...
  4. LangitMusik: I’m Lost In The Trees And The Wild Sekarang saya agak mengerti kenapa ada istilah: whatever people think,...
  5. Membangun Tim Virtual Virtual team semakin populer untuk dijadikan sebagai cara bekerja sama...

BlackBerry Pearl 3G arrives in Indonesia on August

BlackBerry Pearl 3G is set to land in Indonesia this August, according to RIM Asia's press release. The version will be available is Gradient Red's 9105. 9105 is the one with abc/T9 keys, not with SureType keys. No price list is revealed, but event's date has been set for roadshow to several malls in Jakarta and Surabaya, starting on August 14. 

BlackBerry Pearl series is the one that has standard candybar form factor. Pearl 3G brings update on 3G and Wi-Fi connectivity, GPS, 3.2 megapixels camera, with external memory up to 32GB on microSD card. The weight is only 93 grams.

Permalink | Leave a comment  »

Presentasi Implementasi Zimbra Mail Server

Hari Selasa, 27 Juli 2010 kemarin saya meluncur kesebuah perusahaan media yang berada di bilangan Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Agendanya adalah presentasi mengenai implementasi Zimbra Mail Server untuk menggantikan sistem mail server yang selama ini digunakan oleh perusahaan yang dirasa kurang dapat memenuhi ekspektasi para penggunanya.

Saya meluncur dari Bekasi sekitar pukul 08.00 WIB, nantinya amprokan (bertemu) di lokasi dengan seorang staff support Excellent yang datang dari Tangerang. Berangkat ditingkahi hujan lebat dari Bekasi, saya terjebak kemacetan cukup lama di tol dalam kota sehingga baru sampai di lokasi melebihi pukul 10.00 WIB, schedule untuk presentasi yang sudah disepakati dengan pihak perusahaan.

Saat terjebak kemacetan, saya mengirimkan pesan singkat permohonan maaf karena tidak dapat tiba di lokasi tepat waktu.

Sampai di lokasi, mas Budi Sumawijaya yang jadi team support Excellent sudah menunggu. Kami berdua masuk ke dalam dan siapa nyana didepan pintu malah bertemu dengan blogger senior yang saya hormati, Ndoro Kakung alias mas Wicaksono. Ow, ya-ya-ya, saya lupa kalau beliau memang bekerja di perusahaan media yang saya tuju. Sayang saya nggak bawa kaus putih buat ditanda tangani oleh blogger seleb ini :-D .

Presentasi berjalan lancar dan obrolan  ringan maupun pertanyaan yang dikemukakan berusaha saya jelaskan sebaik-baiknya (meski mungkin muka saya kelihatan tegang, padahal saya sudah berusaha rileks, sumpah :-P )

Selain berupa review mengenai feature Zimbra, segala hal tentang Zimbra, perbandingan Zimbra dengan solusi mail server lain, diskusi juga berkait dengan best practise implementasi Zimbra, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan, termasuk soal mekanisme teknologi MX Backup, High Availability Server, Multi Domain Support, Split DNS dan Split Domain. Mudah-mudahan penjelasan saya ini bisa memperjelas gambaran yang ingin kami sampaikan pada pihak perusahaan.

Presentasi selesai menjelang pukul 12.00 WIB. Sebelum pulang, pihak perusahaan memberikan saya oleh-oleh produk mereka terbitan hari itu, disertai dengan kemeja bagus dan ATK. Bingkisan ini tentu kami terima dengan senang hati. Sambil tak lupa memberikan salam hormat pada Ndoro Kakung, kami kembali ke habitat masing-masing :-P yang alhamdulillah lebih lancar dibanding saat kami berangkat.

Artikel Terkait

  • Tips Zimbra : Blacklist RBL & Whitelist IP Tertentu
    Saya pernah menulis artikel terkait blacklist spammer secara online menggunakan RBL list, misalnya menggunakan Barracudanetworks atau zen.spamhaus.org. Feature ini bermanfaat untuk menghantam spam...
  • Tips untuk Blokir/Whitelist Email Milis & Domain Tertentu pada Zimbra Mail Server
    Ini bukan cerita karangan, berdasarkan statistika trafik email di kantor tempat saya bekerja, domain terbesar yang mengirimkan email (top sender) adalah Yahoogroups.com, kemudian disusul dengan facebo...
  • Rilis Zimbra 5.0.24
    Zimbra sudah merilis versi terakhir dari versi 6.x.x yaitu versi 6.0.7, namun bagi rekan-rekan yang masih melakukan maintain Zimbra 5.x.x dan tidak berniat upgrade major ke versi 6 bisa melakukan upda...
  • Membangun Perusahaan Baru
    Pekan ini saya secara resmi menghadap kepada atasan dan mengutarakan niat saya untuk mengundurkan diri dari perusahaan untuk membangun usaha baru. Rencana pengunduran diri ini sebenarnya masih agak la...
  • Script untuk Export-Import Account Zimbra+Password
    2 hari ini saya tidak sempat membaca buku gara-gara penasaran membuat script export account Zimbra mail server yang bisa menyertakan password. Salah satu diskusi dengan mas Dudi Gurnadi memberikan beb...

Perubahan Tampilan Internet Banking CIMB Niaga

Lama tidak mengakses internet banking bank CIMB Niaga, saya cukup surprise juga melihat perubahan yang terjadi. Saya biasanya mengakses internet banking BCA (KlikBCA) karena memang lebih banyak melakukan transaksi via rekening BCA.

Perubahan awal yang terjadi adalah dari sisi alamat URL. Kalau yang lama beralamat di https://ibank.cimbniaga.com, yang baru beralamat di https://www.cimbclicks.co.id/

Perubahan yang kedua, CIMB Niaga menggunakan keyboard virtual untuk pengetikan password seperti terlihat pada gambar ilustrasi dibawah ini, mungkin sebagai tindakan preventif adanya celah keamanan berupa keylogger.

Yang ketiga, CIMB Niaga menghilangkan pertanyaaan keamanan tambahan, jadi setelah login kita bisa langsung melakukan transaksi.

Untuk yang lain sifatnya sama, misalnya untuk transaksi keuangan (transfer atau bayar tagihan), CIMB Niaga menggunakan mekanisme mPIN atau mobile PIN. Jadi berbeda dengan BCA yang menggunakan KeyBCA, CIMB Niaga menggunakan nomor PIN yang dikirim kepada kita sesuai request.

Selain hal diatas, saya tidak tahu apakah memang ada bug pada ibanking sebelumnya, yang jelas saya kini dapat melakukan pemindahbukuan antar rekening saya sendiri (sesama rekening CIMB Niaga). Hal yang sama tidak dapat saya lakukan sebelumnya meski menunya sudah ada.

Diluar itu semua, komitmen CIMB Niaga untuk memperbaiki kualitas Internet Bankingnya patut dihargai, meski masih ada tulisan yang ironis berupa : Best viewed with Microsoft IE 7.0 and above, with 1024×768 resolution. Selama ini saya selalu mengakses IBanking Niaga menggunakan browser Firefox :-D . Kalau sampai IBanking CIMB Niaga hanya bisa diakses oleh Internet Explorer, saya lebih memilih untuk menutup rekening saya daripada terpaksa melakukan instalasi Internet Explorer :-P . Mutung ? Tentu saja bukan, toh CIMB Niaga juga nggak bakal kehilangan nasabah seperti saya, mungkin masih lebih banyak nasabah lain yang memilih untuk install IE daripada pindah bank, hehehe…

Sekedar konfirmasi saja, Internet Banking CIMB Niaga dapat diakses dengan baik menggunakan Mozilla Firefox. Saya menggunakan Mozilla Firefox 3.6.6 pada Linux openSUSE 11.3 64 bit.

Artikel Terkait

  • Akses Internet Banking Bank CIMB Niaga
    Setahun yang lalu saya membuat rekening Bank CIMB Niaga dan mendaftar untuk akses internet banking. Rekening ini saya jadikan buffer untuk rekening internet banking bank BCA (KLIKBCA). Saya menggu...
  • Instalasi VirtualBox 3.2.6 pada Linux BlankOn 6 Ombilin
    Bicara tentang teknologi virtualisasi tentunya tidak berlebihan kalau menyebut VirtualBox. Salah satu manfaat yang saya rasakan adalah untuk kepentingan testing, terutama jika ada rilis terbaru dari b...
  • 1 Post 1 Kategori : Plugin Radio Button Categories pada Wordpress
    Salah satu kesulitan mengelola website/blog berbasis multiuser (multi author) adalah meminta mereka untuk hanya memilih 1 kategori yang paling tepat. Default pilihan kategori pada Wordpress adalah mul...
  • Presentasi Implementasi Zimbra Mail Server
    Hari Selasa, 27 Juli 2010 kemarin saya meluncur kesebuah perusahaan media yang berada di bilangan Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Agendanya adalah presentasi mengenai implementasi Zimbra Mail Server u...
  • Tips Zimbra : Blacklist RBL & Whitelist IP Tertentu
    Saya pernah menulis artikel terkait blacklist spammer secara online menggunakan RBL list, misalnya menggunakan Barracudanetworks atau zen.spamhaus.org. Feature ini bermanfaat untuk menghantam spam...

Cari Tempat Kos di Bandung, Cek Kost-e.com

Dengan moto ‘Satu Klik Sejuta Kemudahan’, Kost-e hadir bagi mereka, mahasiswa, karyawan atau siapapun yang mencari tempat/rumah kos di kota Bandung.

Kost-e merupakan jasa layanan kos terpadu yang berperan sebagai perantara antara pemilik kos dengan para calon penyewa kos. Di situs mereka, Anda bisa mencari tempat kos dengan melihat Katalog dan Mini Katalog yang tersedia atau melakukan pencarian dengan menyortir berdasarkan lokasi atau kisaran harga per bulan.

Ada sekitar 17 lokasi yang saat ini tersedia di Kost-e, beberapa diantaranya memang daerah kos yang cukup terkenal di Bandung, salah satu alasannya karena dekat dengan Kampus, seperti Dago, Sukaluyu, Cikutra, Cimbuleuit, Gegerkalong. Daftar kisaran harga yang tersedia juga bermacam-macam, mulai yang kurang dari Rp. 500.000 sampai yang lebih mahal dari Rp. 2.500.000.

Tampilan desain situs yang bersih membuat nyaman untuk ‘berjalan-jalan’ mencari tempat kos yang tersedia di dua katalog Kost-e, Mini Katalog untuk model katalog mirip iklan baris, sedangkan Katalog, lengkap dengan foto yang lebih besar serta tautan untuk melihat detail lokasi kos yang ada. Jika Anda mendaftar menjadi anggota di situs mereka, Anda bisa menikmati fitur untuk membandingkan dua tempat kos secara bersamaan.

Selain menampilkan daftar tempat kos yang dilengkapi dengan foto serta keterangan fasilitas, daerah lokasi serta kisaran harga dan keterangan peruntukkan penghuni, layanan utama Kost-e adalah perantara.

Jadi, ketika Anda tertarik akan sebuah tempat kos tertentu, maka yang Anda lakukan adalah mengontak pihak Kost-e. Nanti pihak Kost-e akan memberikan alternatif waktu kunjungan, setelah mengkoordinasikan waktu kunjungan antara pemilik kos dan calon penyewa dan menetapkan lokasi pertemuan, maka kunjungan dilakukan, jika cocok, kamar kos bisa langsung di sewa.

Untuk jasa perantara ini pihak Kost-e akan mengenakan tarif Rp. 20.000 untuk setiap rumah kos yang dikunjungi. Dari harga ini beberapa kelebihan yang ditawarkan antara lain rekomendasi rumah kos terbaik, kunjungan akan ditemani guide, bisa mendapatkan tips, dan yang terpenting rumah kos yang dikunjungi, kamarnya pasti tersedia, jadi tidak perlu takut untuk kehilangan waktu karena tempat kos-nya penuh.

Itu untuk calon penyewa, sedangkan untuk pemilik kos yang ingin masuk dalam listing Kost-e ada dua pilihan, Katalog dan Mini Katalog, untuk Katalog berbayar (sayangnya tidak ada daftar harga di situs mereka) sedangkan Mini Katalog gratis. Perbedaan dua katalog ini adalah dari fasilitas yang disediakan, berikut perbandingan fasilitasnya.

Bagi saya, layanan yang diberikan Kost-e cukup menarik, setelah sebelumnya DailySocial membahas Tolongin.com, kini kita bisa melihat contoh lain dari perpaduan jasa offline (perantara) dengan metode online, yaitu situs serta fasilitas pencarian dan fitur perbandingan dua rumah kos, yang saya pikir punya peluang bagus, terutama di kota Bandung.

Meski kecil, kota Bandung bisa jadi membingungkan, terutama untuk mencari rumah kos bagi mereka yang datang dari luar Bandung, dan kita tahu banyak perguruan tinggi di kota tersebut yang berasal dari luar kota Bandung, setidaknya ada ITB, UPI, UNPAD, UNPAR, Universitas Maranatha serta Universitas Widyatama, untuk menyebut beberapa nama, yang mahasiswanya cukup banyak yang berasal dari luar kota. Layanan Kost-e yang menyediakan jasa perantara bisa sangat membantu.

Mungkin Kost-e bisa menambahkan beberapa fasilitas sosial pada situs mereka misalnya tombol untuk membagikan testimoni agar proses viral bisa terjadi. Dan mudah-mudahan mereka cukup mendapatkan pemasukan dari sistem yang ada sekarang sehingga tidak memerlukan menempatkan banner iklan atau kalaupun iya, penempatannya dibuat sedemikian rupa agar tidak mengganggu layout yang sudah ada, karena terus terang saya suka tampilan situs mereka yang ‘bersih’, sesuai dengan deskripsi usaha mereka, memenuhi kebutuhan, kemudahan serta kenyamanan bagi pemilik kos dan penyewa.

Tingkat persaingan di segmen kos-kosan ini memang tidak sedikit, kalau Anda googling saja akan muncul berbagai layanan yang menyediakan daftar rumah kos dengan berbagai macam bentuk, mulai dari forum, iklan baris sampai situs rumah kos itu sendiri yang melakukan promosi, dan Kost-e juga akan berhadapan dengan konsumen yang mungkin belum terbiasa dengan jasa perantara.

Bisa jadi ada beberapa konsumen yang merasa harga jasa perantara mereka cukup mahal, mereka bisa cek iklan baris di koran, tanya teman lewat Twitter, googling alamat dan langsung datang ke tempat kos, tetapi dengan beberapa kemudahan serta fasilitas yang ada peluang masih terbuka lebar. Dan, saya sendiri belum menemukan (koreksi saya bila salah) layanan yang sama seperti Kost-e untuk wilayah Bandung, kalau kota lain mungkin ada.

Saya mencoba mengontak Kost-e untuk mengajukan beberapa pertanyaan via email, namun belum ada balasan, mungkin lain waktu saya bisa mampir ke kantor mereka untuk bertanya-tanya tentang model dan strategi bisnis mereka, kemungkinan peluncuran fitur baru serta apakah mereka berencana untuk memperluas cakupan layanan mereka di kota lain.

Ok, bagi Anda yang tinggal di Bandung, bagaimana pendapat anda tentang Kost-e? Apakah model jasa seperti ini memiliki peluang yang bagus untuk model bisnis? Anda punya perbandingan layanan serupa? Pendapat Anda kami tunggu di kolom komentar.

http://dailysocial.net/2010/07/27/bukalapak-com-cara-mudah-untuk-mencari-dan-menjual-barang/

20 thousand iPhones on XL Axiata already

I was at the Kompas Editor's Choice iPad app official launch event at XXI Plaza Senayan last week courtesy of Eddy Taslim who is in charge of Kompas.com, the Indonesian daily's online presence. In attendance were some of Kompas' agencies and other partners among which was mobile network provider, XL Axiata.

Sure, it was an iPad event but XL revealed some interesting numbers regarding iPhone usage on their networks. Yes, iPhone is still currently the sole domain of Telkomsel in Indonesia but since July 2009, the company has unlocked all of its iPhones via software update, this means the handsets can be used with any GSM network in the world without having to use Telkomsel's roaming service.

Telkomsel revealed at the Indonesian 3GS launch last February that they sold 30 thousand iPhone 3Gs in 2009. This year we estimate that they have sold upwards of 15 thousand 3GS models should the sell rate is maintained. Of course, there are also thousands (perhaps tens of thousands) of privately imported iPhones from various other countries.

What XL revealed at the event was that there were roughly 20 thousand iPhones actively using XL's network as of June 2010 and on average they use about 100 MB of data per month. 

Handono Warih, General Manager of Sales at XL Axiata proudly declared to the audience's amusement that even without going through the trouble of securing official iPhone distribution deal, the network managed to capture a significant portion of iPhone users in Indonesia

The chart they used to present the data is by no means fully representative, I mean they piled the original iPhone in one bar and the 3G in another but split the 3GS into two, but the numbers were there.

It is surprising that on average, XL iPhone customers only use 100MB per month. Many fellow iPhone users use upwards of 300MB per month and I personally use more than 400MB per month even with wireless internet at home. Most of my non-home use are on the road where almost every Jakartan spend at least 2 hours stuck in traffic every day.

It would be more interesting if they can profile who these iPhone users are and perhaps more importantly how they manage their data usage. XL offers a mobile internet package of 1GB with a throttled speed to 128Kbps if that limit has been reached and even further down to 64Kbps if it passes, if I recall correctly, 2GB in a single month.

Rumors flew several weeks ago that XL was in talks to distribute iPhone 4 in Indonesia but Mr. Warih said that, "It's all still in the dark."

Permalink | Leave a comment  »

Majalah Cetak. Anda masih Butuh?

PERSOALANNYA APAKAH KONVERGENSI MEDIA AKAN MEMBUAT KITA LEBIH TERLAYANI.

Maka sebagai orang yang tak menerima kartu undangan, tetapi sudah terdaftar di komputer penyambut tetamu, datanglah saya ke pesta di bawah jembatan penghubung pada Grand Indonesia, Jakarta, yang diblokir tiga hari itu. Malam kemarin itu, 27 Juli, Kompas Gramedia (KG, alma mater saya), meluncurkan empat majalah berlisensi asing.

Majalah itu, Anda juga tahu, adalah Fortune dan InStyle (keduanya dari Time Inc.), serta Martha Stewart Living (Martha Stewart Living OmniMedia) dan More (Meredith Corp.).

Satu majalah bisnis dan tiga majalah gaya hidup. Maka CEO KG Agung Adiprasetyo ketika mengantarkan peluncuran berpidato ringkas yang isinya kira-kira adalah marilah berbisnis, cari uang, bersenang-senang, muda kaya raya, tua masuk surga. Sebuah gurauan yang pas. Let’s the party begins. Free flow drinks…

Peluncuran majalah di tengah sihir internet? Di sini saya tak mengutip data manapun soal bisnis media cetak. Lebih menarik bagi saya untuk bertanya apakah Anda masih butuh majalah?

Saya katakan butuh dalam arti barangnya harus ada dalam genggaman Anda, untuk Anda baca, dan tersedia untuk Anda secara berkesinambungan. Lebih penting lagi: Anda bersedia mengeluarkan uang.

Saya pernah ditanya beberapa orang apakah bloggers Indonesia membaca koran dan majalah edisi cetak saban hari?

Pertanyaan sulit karena saya belum pernah membuat survei. Juga sebatas saya tahu belum ada data seputar itu. Lebih utama lagi: bloggers yang mana?

Jangan menganggap penanya mengada-ada. Mereka berpengandaian, para bloggers sebagai penghasil konten pastilah butuh asupan informasi, tak hanya yang online melainkan juga yang tercetak.

Tidak, tidak, jangan ge-er dulu. Mereka tak berencana membuat majalah untuk bloggers. Mereka pun tidak menganggap bloggers sebagai kumpulan orang istimewa. Apalagi jika menyangkut pengguna internet, yang di dalamnnya ada sejumlah orang yang aktif di jejaring sosial dan mikroblog, maka bloggers pada hari ini hanya sebuah irisan.

Jadi, saya kembali kepada pertanyaan apakah Anda masih membutuhkan majalah?

Kita lihat majalah gratis ada yang bertahan ada yang mati. Yang gratis pun tak menjangkau semua orang karena distribusinya memakai beberapa titik penempatan, terutama resto dan kafe, yang tentu juga tak kerap disambangi semua orang karena pasal kepentingan dan biaya.

Bagaimana dengan majalah yang dijual? Ini menyangkut niat. Jika menyangkut pembelian secara eceran, bukan pelangganan, maka untuk mendapatkannya butuh tenaga karena harus mendatangi lapak dan toko, kemudian membelinya. Dalam kasus Anda, tentu Anda sendiri yang dapat menjelaskan.

Perihal majalah bermerek lokal atau asing, bagi saya bukan isu. Persoalannya tetap konten: cocok atau tidak dengan kepentingan pembaca. Juga, cocok atau tidak bagi pengiklan.

Maka terhadap sinisme seorang kawan yang menyebut pembeli majalah gaya hidup dan fashion wanita itu tertipu, hanya membeli katalog produk, saya tak bersepakat. Bagi saya iklan juga konten yang punya fungsi informatif.

Tentang konten yang sesuai dengan harapan pembaca, formulasinya ada di ranah psikologis. Proksimitas tak semata-mata geografis. Itu sebabnya majalah untuk cewek remaja jarang memuat gosip seleb lokal. Bukan karena TV sudah menghajarnya, tetapi karena pembaca menganggap sebagian kabar tentang seleb lokal itu cemen, tak semenarik Glee, Stepahnie Pratt, dan Katty Perry. Meskipun sudah ada di internet tetap saja menarik.

Tentang proksimitas yang mempertemukan aspek geografis dan mental, sehingga bisa disebut sebagai konten lokal (termasuk dari majalah bermerek asing), justru di situ tantangannya. Bagaimanapun pembaca, yang bukan pebisnis tapi sekadar pegawai swasta, ingin tahu apa langkah ReCapital. Adapun info luar, dari pemain yang terdaftar di NYSE, hanya menarik jika punya dampak ke bisnis di Indonesia.

Tapi ketika yang dibutuhkan oleh pasar lokal sudah tersaji oleh majalah cetak, masihkah Anda mau membelinya, bahkan misalnya untuk sekadar melengkapi pengetahuan umum dan bekal obrolan?

Tentu penerbit majalah tak hanya menjual kertas tercetak yang terjilid. Konvergensi media kian menarik karena saya yakin kanal semakin kaya, dan yang namanya organisasi pemberitaan itu dalam banyak hal tak dapat disaingi oleh penerbitan personal. Organisasi memiliki standar kerja kolektif, bank data, dan akses ke sumber penting — termasuk untuk memotretnya dengan hasil bagus — untuk menghasilkan konten.

Maka bisa dimaklumi jika tempo hari Rupert Murdoch marah, menganggap agregator sebagai pencuri, karena mereka meraup konten tanpa menggaji reporter dan editor.

“Tapi,” tadi malam seorang kawan mengirim BBM, “harga majalah tambah mahal aja.” Aha! :D

Baru di Google Docs: Fitur Terjemahan

Setelah beberapa penambahan fitur seperti, konversi teks dari file PDF dan Gambar di Google Docs, lalu kemudahan berbagai dokumen, kemudahan untuk melihat file .doc dan berbagai fitur lain, kini Google Docs menambahkan fitur baru lagi yang berhubungan dengan terjemahan dan smartquotes.

Dari blog mereka, Google mengatakan bahwa kini penguna bisa menerjemahkan dokumen yang sedang Anda kerjakan ke dalam lembar kerja baru di Google Docs. Jadi kini ketika Anda sedang membuat naskah atau tulisan di Google Docs dan ingin menerjemahkan naskah itu ke berbagai bahasa, ada 53 pilihan bahasa, Anda cukup menuju ke menu ‘Tools’ lalu pilih ‘Translate document’, setelah Anda melakukan pilihan bahasa, nantinya Google Docs akan membuka lembar kerja baru yang menampilkan hasil terjemahan dari naskah yang sedang Anda buat.

Selain itu Google juga menambahkan sebuah fitur yang berhubungan dengan smartquotes. Saat ini, ketika Anda mengetikkan karakter tanda kutip (dalam bentuk regular quote), maka Google Docs secara otomatis akan merubahnya menjadi tanda kutip dalam bentuk koma (‘), yang dinamakan fitur smartquotes. Untuk contoh bentuk tanda kutip ini bisa dilihat di blog Google Docs.

Kini, jika Anda tidak menginginkan hasil tanda kutip dari fitur smartquotes ini, Anda bisa merubahnya menjadi regular quote dengan menggunakan kombinasi tombol Ctrl Z (Cmd Z di Mac), Google juga nantinya akan menambahkan fitur yang akan memungkinkan pengguna untuk secara permanen menonaktifkan smartquotes.

Saya mencoba kedua fitur ini, dan untuk fitur terjemahan di Google Docs, berjalan dengan baik, meskipun hasil terjemahan Google memang tidak memberikan hasil terjemahan yang maksimal, tapi fitur ini cukup menarik, dan cukup membantu di tahap awal terjemahan, terutama untuk mengerti berbagai bahasa yang tidak populer.

Namun proses membuka lembar kerja baru berarti pengguna harus menambah tab, mungkin jika Google bisa menambahkan fitur preview dari hasil terjemahan sebelum membuka lembar kerja baru akan lebih menarik.

Dengan berbagai produk yang tersebar, sebagian sudah saling terintegrasi, sepertinya kita tinggal menunggu waktu saja untuk semua produk Google ini benar-benar saling terintegrasi secara penuh. Anda pengguna Google Docs? Bagaimana pendapat Anda tentang fitur baru ini?

‘The long tail’

Bila sampai hari ini Anda belum mendengar istilah ‘the long tail‘, sangat mungkin dalam beberapa waktu ke depan, Anda akan sering mendengarnya. Dan sebelum Anda mendapatkan diri terlibat dalam percakapan mengenai topik ini, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu ada apa di balik istilah ‘the long tail‘ sehingga rekan-rekan diskusi Anda bakal terpesona dengan luasnya [...]

HTC now use their own-brand for China market

HTC, Taiwanese based mobile phone manufacturer has finally decided to use their own-brand for phone sold in China. As is known, HTC previously sold phone in China using Dopod brand.

In addition, HTC also announced the first four phones will be sold with the HTC brand in China. The fourth phone are HTC Desire, HTC Wildfire, HTC Tianxi and HTC Tianyi. HTC Wildfire and HTC Desire is already familiar to us. While HTC Tianyi and HTC Tianxi reportedly is a mobile phone specifically designed for China Mobile operator.

One of the four phone (HTC Tianxi) will use Windows Mobile operating systems. Meanwhile, three other cell phone will be powered with Android OS. According to HTC's press release, HTC will hold China Mobile and Gome Electrical Appliances Ltd. to distributing their smartphone in China's region.

[via prnewswire]

Permalink | Leave a comment  »

27 July 2010

Seesmic Web Menambah Fitur Baru Termasuk Terjemahan Bahasa Indonesia

Seesmic WebSeesmic hari ini mengumumkan di blog-post-nya bahwa mereka sudah selesai memperbarui aplikasi Seesmic Web yang mereka punyai.

Untuk anda yang belum pernah dengar Seesmic, mereka adalah Internet Software Company yang mengkhususkan diri dengan aplikasi third-party yang menunjang Twitter.  Aplikasi yang mereka sudah rilis diantaranya adalah:

Update fitur untuk Seesmic Web kali ini adalah diantaranya:

1.  Penambahan integrasi untuk Facebook dan Linkedin.  Sekarang lewat Seesmic Web anda bisa memantau timeline Facebook anda, mengirim status update, menambah komentar, dan memberikan Like terhadap satu posting.

Seesmic Web - Composer - Multi Channel

2.  Color coding baru untuk Direct Mention, supaya Tweet yang langsung diarahkan ke kita tidak ‘kelewatan’ di antara Tweet yang lain.

3.  Tweet Menu baru.  Sekarang bisa langsung Reply dan Retweet.

Seesmic Web - New Tweet Menu

4.  HTML 5 Desktop Notifications – Tapi untuk Chrome saja.  Notifikasi ini biasanya menjadi fitur standard untuk aplikasi desktop.

Seesmic Web - Desktop Notifications

5.  Dan yang terakhir tapi tidak kalah pentingnya adalah dukungan bahasa lokal baru, termasuk Bahasa Indonesia!

Seesmic Web - Language Choices

Seesmic Web - Top Bar in Indonesian

Seesmic Web - Sidebar in Indonesia

Saya terus-terang bukan orang yang berkompeten untuk menilai hasil terjemahan ini (manggil Mas @IvanLanin), tapi kelihatannya sekilas sudah cukup, walaupun ada beberapa yang tidak diterjemahkan (mungkin kita belum punya padanan katanya).  Tapi kalau anda mau protes, silahkan dilemparkan ke Mas @roti (yang kelihatannya bertanggung-jawab atas terjemahan ini) :)

Terus-terang akhir-akhir ini, untuk akses Twitter lewat web, saya mulai memakai Hootsuite, karena fitur Twitter List-nya yang auto-update.  Saingan lainnya adalah Brizzly, yang saya kadang-kadang juga pakai.

[Update]: Seesmic Web, Twitter List-nya juga auto-update.

Bagaimana menurut anda terjemahan ke Bahasa Indonesia ini?  Aplikasi Web untuk Twitter mana yang biasa anda pakai? Silahkan share dibawah.

ep.52 Yohan Toting, Fachry Bafadal tentang Fowab, Web, Enterpreneur dan komunitas

fowab

Ronald Widha kali ini berdiskusi dengan Yohan Toting dan Fachry Bafadal tentang Fowab (sedikit nyinggung Bancakan), Web, Enterpreneur dan komunitas.

Direkam 19 Juni 2010 | 28 menit 03 detik

download untuk Indonesia image17 high quality (20 MB) image24 low quality (10 MB)
download untuk worldwide image17 high quality (20 MB)

Bandwidth episode ini disponsori oleh Erudeye Hosting

Ronald Widha kali ini berdiskusi dengan Yohan Toting dan Fachry Bafadal tentang Fowab (sedikit nyinggung Bancakan), Web, Enterpreneur dan komunitas. Direkam 19 Juni 2010 | 28 menit 03 detik download untuk Indonesia high quality (20 MB) low quality (10 MB) download untuk worldwide high quality (20 MB) Bandwidth episode ini disponsori oleh

Rumored: Samsung Galaxy Q, packs with Froyo and QWERTY keyboard

Samsung seems preparing the next Android phones, after introducing Samsung Epic 4G / Galaxy S Pro (another Galaxy S with slider QWERTY keyboard) and now Galaxy Q.

According to Samsung's specs leak, Galaxy Q will sports with 3 inch Super AMOLED display (720 x 480 pixel). This screen is smaller than Samsung Galaxy S I think, 8 megapixel camera + LED flash and 1.3 megapixel front facing camera. This phone will run Android 2.2 Froyo powered by 1Ghz Hummingbird processor.

Judging by the dimensions 120 mm x 68 mm x 9,25 mm, Galaxy Q seems to be a cell phone with the candy bar form factor and a QWERTY keyboard below. Some people on the AndroidForums says this phones will become a BlackBerry rival. Unfortunately until now there is no image yet for the Galaxy Q device.

[via AndroidForums]

Permalink | Leave a comment  »