PlanetTerasi

Think. Read. Write.

IDC: Windows Phone Ungguli BlackBerry, Android Terus Dominasi Pasar Smartphone di Kuartal Pertama 2013

DailySocial Amir Karimuddin

International Data Corporation (IDC) merilis perhitungannya untuk pengiriman (shipment) smartphone sepanjang kuartal pertama 2013. Seperti biasa, Android dan iOS masih mendominasi, dengan dua platform tersebut menguasai 92.3% pengiriman secara global di periode tersebut. Di sisi lain, untuk pertama kalinya Windows Phone mengungguli BlackBerry untuk menduduki posisi ketiga dengan volume pengiriman 7 juta unit.

Seperti diungkapkan oleh analis-analis IDC, melonjaknya pengiriman smartphone Windows Phone (naik 133% ketimbang setahun sebelumnya) tak lepas dari kerjasama Microsoft dan Nokia. Nokia meluncurkan berbagai tipe Lumia terbaru yang mengusung sistem operasi terbaru Windows Phone 8. Kemarin bahkan Nokia memperkenalkan varian terbaru Lumia 925 yang mengingatkan kita akan strategi penjualan Nokia di masa lalu yang kuat di unsur diversifikasi.

BlackBerry yang sekarang mengunggulkan platform BlackBerry 10 sebenarnya tidak jelek-jelek amat, di mana penjualan BlackBerry Z10 mencapai milestone pengiriman satu juta unit. Meskipun demikian, dibandingkan setahun sebelumnya pengiriman BlackBerry berkurang hingga 35% dengan capaian 6.3 juta unit. Mungkin perhitungan baru akan menarik ketika BlackBerry merilis smartphone low-end Q5 sebagai salah satu senjata pamungkasnya.

Dengan perolehan Android dan iOS nampaknya sulit untuk dikejar dalam waktu dekat, nampaknya fokus kita akan tertuju pada persaingan antara Windows Phone dan BlackBerry untuk memperebutkan potongan kue kecil di posisi ketiga dan keempat.

Ideosource Bekerjasama Dengan Sekolah Vokasi UGM Adakan “Startup Challenge for UGM Community”

DailySocial Avi Tejo Bhaskoro

Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) melalui Program Diploma Komputer dan Sistem Informasi, kemarin (16/5) baru saja mengumumkan kerjasamanya dengan perusahaan inkubator Indonesia, Ideosource. Kedua pihak ini sepakat untuk melakukan kerjasama dalam menjalankan program inkubasi Startup di bidang IT, internet, dan juga mobile. Acara ini diberi nama “Startup Challenge for UGM Community”.

Kerjasama antar kedua pihak ini adalah sebagai upaya membangun jembatan yang nyata antara dunia kampus, teknologi, kewirausahaan, pasar, dan juga segi funding yaitu investor. Program inkubasi ini rencananya akan diselenggarakan hingga akhir tahun 2013. Dalam program ini, para Startup akan diberi kesempatan mendapatkan fasilitas co-working space di Yogyakarta dan juga mentorship untuk pengembangan produk dan strategi pasar, serta yang tak kalah pentingnya adalah kesempatan mendapatkan akses kepada investasi. Nantinya, program inkubasi Startup dari acara tersebut akan dibimbing langsung oleh tim dari Sekolah Vokasi UGM, Ideosource, dan juga para praktisi-praktisi terkait di bidangnya.

Peserta dari acara “Startup Challenge for UGM Community” ini terbuka bagi seluruh kalangan UGM. Mulai dari mahasiswa, dosen, hingga karyawan. Bahkan alumni dari UGM pun diperbolehkan mengikuti acara ini. Sigit Priyanta, S.Si, M.Kom., selaku Ketua Pengelola Program Diploma  Komsi, Sekolah Vokasi UGM menyampaikan tanggapannya mengenai acara ini, “Program Inkubasi Startup ini menunjukkan komitmen Sekolah Vokasi UGM dalam membantu terciptanya wirausaha di bidang teknologi untuk mampu menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan memberikan akses kepada investor untuk skalabilitas perusahaan.”

Sementara itu, dari pihak Ideosource melalui Andrias Ekoyuono selaku VP Business Development Ideosource menambahkan, “Kami memandang kampus dan civitas akademika adalah elemen penting dalam ekosistem industri teknologi, sehingga penting bagi kami untuk terjun langsung menemukan dan mengembangkan Startup yang berasal dari kampus.”

Harapan terbesar dari acara Startup Challenge yang dilanjutkan dengan program inkubasi ini diharapkan mampu melahirkan semakin banyak Startup teknologi yang tangguh sehingga mampu bersaing di pasar Indonesia maupun global. Sehingga kedepannya industri teknologi Indonesia dapat menjadi salah satu pemain utama di kancah global.

Sekarang, bagi Anda salah satu civitas maupun kalangan UGM yang ingin mendaftarkan Startup-nya di acara tersebut dapat mengunjungi link ini untuk pendaftarannya. Setelah mendaftar, Anda diwajibkan untuk meng-konfirmasi pendaftaran tersebut dengan mengirimkan email konfirmasi ke startup.ugm@gmail.com paling lambat hingga tanggal 30 Juni mendatang. Setelah dilakukan seleksi yang ketat, peserta yang memenangkan acara ini akan berhak mengikuti program inkubasi Startup yang akan diadakan hingga akhir 2013. Pemenang favorit juga berhak mendapatkan hadiah berupa satu buah Macbook Air. Tunggu apa lagi? Daftarkan Startup Anda sekarang juga! Untuk informasi selengkapnya, silahkan kunjungi situs Sekolah Vokasi UGM dan Ideosource.

Gambar: [edudemic.com]

Perluas Distribusi Voucher Game, MOL Indonesia Gandeng Grup Retail Alfa

DailySocial Rama Mamuaya

Perusahaan online payment asal Malaysia, MOL (Money Online) baru-baru ini menandatangani kerjasama signifikan dengan PT Sumber Alfaria Trijaya selaku perusahaan yang menjadi payung dari rantai franchise Alfa Group. Kerjasama ini akan memungkinkan MOL untuk mendistribusikan voucher game miliknya melalui jaringan Alfamart, Alfamidi, Alfa Express dan Lawson yang saat ini tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Seperti dikutip dari blog Teknojurnal, kerjasama ini didasarkan pada cepatnya pertumbuhan industri online gaming di Indonesia dalam 10 tahun terakhir, yang turut menjadikan bisnis voucher game menjadi bisnis yang menarik dan menguntungkan. Perwakilan MOL Indonesia juga menjelaskan bahwa kerjasama ini dibentuk untuk memudahka pelanggan membeli voucher game di toko-toko Alfa.

Voucher fisik yang dijual berkisar Rp. 11.000 hingga Rp. 220.000 dan bisa digunakan untuk bermain ribuan game yang sudah termasuk menjadi rekanan MOL di seluruh dunia. Awal tahun 2012 kemarin DailySocial juga sempat berbincang dengan Patrick Setiawan yang ditunjuk sebagai Country Manager MOL Indonesia.

Seperti yang pembaca tahu, MOL mengakuisisi situs jejaring sosial Friendster yang akhirnya pivot menjadi situs portal khusus untuk game. Tidak lama kemudian, MOL memutuskan untuk masuk ke pasar Indonesia dengan mendirikan PT MOL AccessPortal dan telah menunjuk perwakilannya untuk beroperasi di Indonesia.

2misi Hadir Dan Hubungkan Entrepreneur Dengan Investor

DailySocial Avi Tejo Bhaskoro

Keterbatasan modal seringkali menjadi halangan yang tak terelakkan bagi entrepreneur. Mencari modal bisa dengan berbagai cara yang telah jamak dilakukan bagi kelangsungan hidup usaha seperti dengan cara mengambil pinjaman ke Bank, mencari sponsor, atau pun dengan cara membuka lahan investasi bagi para kalangan investor yang banyak tersebar di seluruh penjuru dunia. Berbicara mengenai investasi, saya memiliki info yang sangat menarik bagi para entrepreneur yang sudah “buntu” mencari dana tambahan untuk kelangsungan usahanya. Dana tambahan tersebut bisa ditemukan di 2misi.com.

Pertama kali saya mendengar tentang situs ini, awalnya saya mengira ini adalah situs yang menawarkan jasa investasi maupun trading dan semacamnya yang banyak kita lihat di berbagai situs. Namun ternyata, 2misi ternyata adalah sebuah situs yang menawarkan space iklan bagi para entrepreneur demi kelangsungan usahanya. Space iklan di sini bukan space iklan biasa yang biasa ditemukan, melainkan space iklan khusus bagi para entrepreneur yang ingin mencari tambahan modal dari para investor.

Cukup menarik bukan? 2misi di sini bisa dibilang bertindak sebagai “perantara” dalam mengumpulkan banyak usaha dan investor demi menjalin hubungan simbiosis mutualisme antara kedua belah pihak. Dari sisi pelaku usaha, 2misi dapat membantu menyediakan lahan bagi para pelaku usaha demi mencari tambahan modal dari para investor yang tersebar di seluruh dunia. Dari segi investasi, 2misi dalam hal ini mencari para investor yang ingin menanamkan investasinya di berbagai sektor bisnis yang ditawarkan oleh 2misi. Tentu bisnis di sini yang terdaftar di situs 2misi.

Cara ini dianggap ampuh dan memudahkan bagi banyak pihak yang ingin mencari tambahan dana modal usaha maupun bagi para investor yang ingin menanamkan investasinya di berbagai bisnis yang menguntungkan. Keuntungan yang ditawarkan 2misi pun cukup menarik jika sudah menjadi membernya. Menurut informasi yang saya baca setelah mendaftar menjadi member-nya, 2misi menawarkan beberapa benefit yang bisa diambil baik dari sisi pelaku usaha maupun investor. Keuntungan tersebut antara lain pelaku usaha dapat dengan leluasa meng-iklankan usahanya di situs tersebut sambil menjabarkan profil lengkap usahanya dan yang terpenting menginfokan dana yang dibutuhkan. Selain itu, pelaku usaha juga dapat memilih dan melihat-lihat profil investor mana yang berpotensial untuk diajak bermitra.

Tak sampai situ saja, 2misi juga menawarkan keuntungan lain seperti, 2misi memiliki jaringan investor lokal maupun internasional yang dijanjikan akan terus memantau perkembangan pelaku bisnis di situs 2misi. Tambah lagi, 2misi juga akan membantu mengirimkan “proposal” ke berbagai investor yang memiliki kecocokan dan berpotensial dengan men-singkronisasikan profil usaha yang ditawarkan dengan bentuk investasi yang dijabarkan oleh para investor.

Sektor bisnis yang ditawarkan oleh 2misi pun sangat beragam, mulai dari Restaurant, Retail Store, Bisnis jasa, dan tak menutup kemungkinan nantinya juga banyak dari industri digital seperti start-ups dan lainnya. Secara  berkala, 2misi juga menjanjikan akan menaruh iklan di berbagai koran, majalah dan bahkan juga berpartisipasi dalam berbagai acara eksibisi, pameran, road show, dan juga berbagai acara lainnya yang tentu saja dapat menarik perhatian para investor.

Tanpa perlu pikir panjang, saya rasa segala keuntungan dari 2misi sangat worth to try. Disamping dapat memudahkan Anda mencari dana tambahan untuk kelangsungan bisnis, bagi para investor juga dapat memiliki beragam pilihan sektor bisnis yang ingin dijajaki untuk penanaman investasi dengan cara mudah dan yang pasti menguntungkan.

Cofounder Mindtalk, Danny Wirianto, Dinominasikan Untuk Award Top Founder Institute Mentors

DailySocial Rama Mamuaya

Entrepreneur sukses Danny Wirianto baru-baru ini secara resmi dinominasikan sebagai salah satu Top Mentor dari program inkubasi asal Silicon Valley, Founder Institute. Danny merupakan satu-satunya mentor yang mewakili Indonesia untuk kategori Asia bersama dengan Vinnie Lauria dari Golden Gate Ventures Singapura dan Ly Nguyen Hoang dari Komtek Vietnam.

Menurut halaman resmi Founder Institute, para mentor ini telah menyempatkan diri berbagi best practices, pelajaran entrepreneurship dan memberikan feedback yang berharga bagi para partisipan program Founder Institute untuk membangun perusahaan teknologi inovatif masa depan. Ketika seorang founder membutuhkan, para mentor ini sigap membantu, sehingga seringkali para mentor ini disebut “Startup Superheroes”.

Secara keseluruhan, ada 39 mentor super yang dinominasikan dari seluruh penjuru dunia mulai dari Asia, Amerika Utara, Amerika Latin, Australia dan Eropa. Ada 13 kategori yang diperlombakan mulai dari Best Female Mentors hingga kategori Most Supportive Mentors. Ke-39 mentor ini terpilih berdasarkan rate dari peserta yang menghadiri sesi mentorship mereka dari total 2500 mentor yang dimiliki Founder Institute secara global.

Danny sendiri selalu aktif membimbing startup dan entrepreneur melalui event, workshop dan program inkubasi sembari terus mengembangkan startup miliknya: platform sosial berbasis ketertarikan, Mindtalk. Dalam pernyataan ke DailySocial, Danny berkata “Founder Institute adalah sebuah platfor yang sangat bagus untuk membangun ekosistem di Indonesia, membantu startup berpotensi untuk mendapatkan kesempatan untuk menjadi sukses di industri ini. Pengalaman saya: menyenangkan, hebat dan luar biasa. Sebuah platform yang bagus untuk berbagi”.

disclosure: Danny Wirianto adalah executive dari Merah Putih Inc, yang juga menginkubasi DailySocial

Summer 2013 Conferences

don't code today what you can't debug tomorrow Ariya Hidayat

summer2013conf

Just like last year, summer means I’ll hit the road and do some evangelism work.

First, I’m scheduled for O’Reilly VelocityConf 2013, June 20 in Santa Clara. This will be my third time speaking at Velocity and I’m quite thrilled about that. This time, my talk (Thursday, 1:15pm) is about Emerging Language Tools to Track JavaScript Quality and Performance.

Next, Waltham, MA should be my next visit. Engineers4Engineers (June 28) will be pretty exciting, I pick the topic of Next-Generation JavaScript Language Tooling for my 45-minute talk. This conference is also top-notch, you’ll see a few amazing rockstars, including Charles Nutter (JRuby) and Mitchell Hashimoto (Vagrant). I’m a big fan of them and can’t wait to learn some magic tricks from their sessions.

Mid July, I’ll be doing several talks at SenchaCon 2013 in Orlando, FL (disclosure: Sencha is my employer). One of them is ECMAScript 6: JavaScript of the Future. If you are an avid follower of this blog, you probably can guess what this is all about just by reading my past posts on ECMAScript 6.

If you will be around in any of these places, let’s chat!

GfK: Android Dominasi Penjualan Smartphone di Indonesia dan Asia Tenggara Kuartal Pertama 2013

DailySocial Amir Karimuddin

Lembaga riset pasar GfK merilis perhitungannya untuk penjualan smartphone di Asia Tenggara sepanjang periode Januari-Maret 2013 (Kuartal Pertama/Q1). Menurut perhitungan GfK, seperti dikutip dari CNET Asia, dari 12,8 juta smartphone yang terjual di semua negara Asia Tenggara, 8,8 juta di antaranya (69%) merupakan smartphone Android. Di Indonesia, penjualan Android juga mendominasi dengan angka 51% dari total keseluruhan smartphone.

Persentase antara penjualan smartphone Android dan non-Android di Indonesia masih cukup seimbang jika dibandingkan negara lainnya. Di negara-negara Asia Tenggara yang lain, penjualan smartphone Android melambung hingga di atas 70% dari total keseluruhan penjualan smartphone. Dari sekitar 4,5 juta smartphone yang terjual di Indonesia sepanjang Q1 2013, 2.285 juta di antaranya merupakan smartphone Android.

Tidak dijelaskan pembagian porsi smartphone non-Android yang terjual, tapi diperkirakan penjualan BlackBerry di Indonesia masih berada di kisaran angka yang cukup baik.

Secara total mungkin kepemilikan BlackBerry di Indonesia masih lebih besar ketimbang Android. Dengan tren Android yang seperti ini, bisa jadi hegemoni BlackBerry akan disalip oleh Android dalam waktu tidak lama lagi, apalagi jika platform BlackBerry 10 belum berhasil kembali mengambil hati masyarakat yang sudah terlanjur beralih ke smartphone dengan logo robot hijau.

Tidak bisa dipungkiri bahwa smartphone low-end Android dengan harga di bawah $200 (atau bahkan $100) merupakan faktor penting yang membantu meningkatkan tingkat penjualan. Pembuat smartphone asal Korea Samsung dengan mudah diperkirakan menjadi kampiun untuk penjualan Android di kawasan ini.

Tengah tahun ini dominasi Android untuk pasar smartphone low end akan mulai diuji dengan peluncuran Nokia Asha yang menggunakan platform baru dan fokus untuk pasar yang sama. Kemenangan di segmen ini bakal menjadi kunci penguasaan pangsa pasar smartphone di kawasan Asia Tenggara.

[tabel GfK: Aloysius Low/CNET Asia]

PinkEmma Jalin Kerjasama Dengan Indosat, Luncurkan Program Belanja Khusus Wanita

DailySocial Avi Tejo Bhaskoro

Kemarin (15/5), situs jual beli pakaian wanita PinkEmma mengumumkan tentang peluncuran program Special’s Women Shopping yang bekerja sama dengan Indosat Mentari Aura. Keuntungan seperti apa yang ditawarkan PinkEmma atas kerja sama ini terhadap pelanggannya?

Menurut press release yang kami terima, PinkEmma menawarkan keuntungan kepada para pelanggannya yang menggunakan Indosat dengan memberikan voucher sebesar Rp. 50.000 tiap bulannya bagi setiap pelanggan yang mendaftar program ini. Selain itu, Indosat juga akan memberikan akses data secara gratis bagi setiap pelanggan yang mengunjungi situs PinkEmma melalui ponsel mereka. Tak hanya itu, bagi setiap pelanggan yang mendaftar program ini juga akan mendapat waktu bicara gratis selama 100 menit dan tentunya SMS gratis antar sesama anggota program.

Iwan Tantra selaku CEO dan Founder dari PinkEmma mengungkapkan nada optimismenya terhadap kerja sama ini, “Ini sebuah tonggak penting bagi PinkEmma, Indosat sedang mencari mitra untuk program yang dikhususkan untuk wanita. PinkEmma dipilih karena fokus terhadap segmen wanita kelas menengah ke atas dan layanannya yang prima, walau baru berdiri kurang dari 1 tahun.” Iwan juga menambahkan, PinkEmma yang memiliki lebih dari 5000 koleksi pakaian wanita ini akan memberikan berbagai keuntungan yang didapatkan dari program untuk kepada pelanggan setianya, dan juga menjadikan pelanggannya menjadi “Smart women do smart shopping for trendy and fashionable clothing at PinkEmma”.

Indosat, sebagai carrier yang menyediakan layanan ini juga memberikan keterangan terhadap bentuk kerja sama ini. “Kami membuat program Indosat Mentari Aura dikhususkan bagi para wanita profesional Indonesia seperti pengusaha, ibu rumah tangga, dan lain sebagainya. Indosat Mentari Aura tidak hanya menawarkan layanan panggilan, SMS, dan layanan akses ke berbagai media sosial dengan gratis, tetapi juga akses tak terbatas ke berbagai konten dan layanan yang dikhususkan bagi wanita untuk memperluas pengetahuan dan juga bahkan dapat membuka peluang usaha.” Ujar Erik Meijer selaku Direktur & Chief Commercial Indosat.

“Ini hanya permulaan, di PinkEmma kami percaya bahwa wanita dilahirkan untuk menjadi sosok yang fashionable dan untuk menjadi fashionable tak perlu mahal. Tunggu saja perkembangan berikutnya.” Tambah Iwan.

LivingSocial Indonesia Umumkan Ekspansi Deals di Bali

DailySocial Amir Karimuddin

Dalam ajang pertemuan komunitas praktisi akomodasi dan travel di Bali, LivingSocial Indonesia mengumumkan ekspansinya dengan membuka laman khusus daily deals untuk daerah provinsi Bali. Pembukaan ini disebutkan untuk merespon banyaknya permintaan penawaran deals di kawasan ini. Laman tersebut bakal mulai aktif beroperasi per bulan ini.

Rolf Monteiro selaku CEO LivingSocial Indonesia dalam rilis persnya menyebutkan, “Laman Bali Daily Deals adalah peluang untuk menawarkan deal-deal yang tak biasa bagi warga Bali serta para wisatawan dengan tempat-tempat usaha setempat. Ini termasuk yang biasa seperti hotel, resort, dan villa serta restoran, spa, waterparks, salon kecantikan dan tempat usaha lainnya yang ingin didatangi banyak pengunjung seperti yang ditampilkan di kota-kota besar di Indonesia serta di luar negeri.”

Lebih lanjut Rolf menambahkan, “Ini adalah situasi saling menguntungkan dengan pemilik tempat usaha di Bali, untuk menarik lebih banyak keuntungan dan konsumen dengan memberi lebih banyak akses untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman terbaik yang bisa ditawarkan di Bali.”

Acara di Bali ini digagas oleh LivingSocial untuk fokus ke industri travel di Asia, khususnya Indonesia, yang sedang naik daun. Nazar Musa, General Manager LivingSocial Escapes, Asia, mengatakan, “Indonesia dipilih untuk menjadi lokasi kegiatan ini karena negara ini menawarkan peluang-peluang domestik yang nyata melalui near-cations (liburan ke tempat-tempat yang dalam jangkauan) dan liburan ke pulau-pulau, serta mampu menangkap pasar yang besar dari Asia dan seluruh dunia.”

LivingSocial Indonesia nampaknya sedang mengadakan konsolidasi untuk memperkuat lini bisnisnya yang sempat terguncang setelah penutupan kantor di Yogyakarta dan mundurnya CEO LivingSocial Indonesia sebelumnya, Adrian Suherman. Saat ini semua deals produk yang ada hanya berlaku untuk Jakarta, sementara kota atau daerah lain yang masih tertera, seperti Bandung, Medan, Surabaya dan Yogyakarta lebih banyak berkutat dengan produk jalan-jalan. Saat ini tercatat ada puluhan deals yang sedang berjalan setiap harinya, terbagi menjadi deals produk dan jalan-jalan.

LivingSocial Indonesia (dahulu DealKeren) merupakan hasil akuisisi LivingSocial global yang berpusat di Washington DC terhadap grup Ensogo yang bermarkas di Thailand, di mana DealKeren merupakan bagian di dalamnya.

Toko Online Khusus Produk Kesehatan, SendnPay, Andalkan Cash-On-Delivery

DailySocial Avi Tejo Bhaskoro

Salah satu pelaku E-commerce yang bergerak di bidang kesehatan dan kecantikan, SendnPay baru saja meluncurkan layanannya untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan pasar indonesia akan industri kecantikan. Melihat pertumbuhan industri kecantikan yang terus meningkat, SendnPay menawarkan cara belanja yang berbeda dengan situs E-commerce lainnya. Seperti apa metode belanja yang ditawarkannya?

Berbeda dengan sistem pembayaran kebanyakan situs E-commerce lain di mana si pembeli harus membayar terlebih dahulu baru barang pesanan dikirim, SendnPay  menerapkan sebuah sistem pembayaran di mana pembeli dapat membayar setelah menerima barang pesanannya. Dengan cara ini SendnPay berupaya untuk dapat dengan cepat memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Implementasinya adalah dengan menerapkan Cash on Delivery (COD) yang hingga saat ini masih melayani wilayah Jabodetabek. Kedepannya nanti jangkauan wilayahnya tentu akan diperluas.

Berbicara mengenai metode pembelian yang ditawarkan oleh SendnPay, metode seperti ini merupakan metode yang untuk pertama kalinya diberlakukan oleh pelaku E-commerce di Indonesia. Pasalnya, metode COD ini belum ada satupun usaha E-commerce yang menerapkannya. Selama ini para usaha E-commerce tersebut menjalankan metode pembayaran modern, seperti lewat Internet Banking, M-Banking, Payment Gateway, dan lain sebagainya.

Sistem pembayaran metode seperti itu sayangnya bagi sebagian masyarakat masih dirasa kurang familiar. Masyarakat masih terbiasa dengan cara memilih barang di depan mata untuk kemudian membayarnya langsung di muka. Mungkin bisa dibilang persis seperti layaknya belanja secara konvensional. Demi menjangkau seluruh pelanggannya di masyarakat, maka SendnPay menerapkan sistem Cash on Delivery agar mampu menjaring konsumen dari berbagai lapisan masyarakat.

SendnPay memasarkan lebih dari 1000 produk kesehatan dari berbagai merek dan vendor yang akan terus ditambah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Produk-produk seperti suplemen, vitamin, produk kecantikan, hingga alat-alat kesehatan semua dapat ditemukan di SendnPay. Demi menjangkau pelanggannya, SendnPay secara aktif melakukan aktivitas marketing baik secara online seperti Adwords dan media sosial atau offline seperti billboard outdoor dan lomba foto.

Card Reader Untuk Membaca e-KTP Akan Segera Diproduksi

DailySocial Avi Tejo Bhaskoro

Berita tentang e-KTP tampaknya masih belum berakhir. Setelah sebelumnya publik dihebohkan dengan beredarnya pemberitahuan dari Kemendagri perihal larangan di-fotokopinya e-KTP karena dapat merusak sistem Chip yang tertanam di dalamnya, kini realisasi mesin card reader untuk membaca data dari e-KTP akan segera terwujud dalam waktu dekat.

Menurut warta berita Harian Jogja, mesin card reader yang digunakan untuk membaca dan mem-verifikasi data yang ada di dalam e-KTP tersebut akan mulai diproduksi dalam waktu dekat. Kabar ini juga diamini oleh lembaga yang berwenang langsung terhadap teknologi e-KTP ini yaitu BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). Melalui Mirzan Akbar, selaku Kepala BPPT menyatakan “Dalam waktu dekat kami akan membicarakan dengan industri elektronika nasional, sehingga tahun ini sudah bisa diproduksi secara massal,” ujarnya di salah satu kesempatan Selasa (14/5) lalu. Menurutnya, BPPT kini sedang melakukan uji publik terhadap desain alat pembaca kartu yang pembuatannya sebenarnya sudah dimulai sejak 2011 silam. “BPPT merancang alat tersebut sejak dua tahun yang lalu dan itu terus dikembangkan, karena bagaimanapun juga desain yang kami miliki ada keterbatasannya,” tambah Mirzan Akbar.

Kabar yang terhembus di sela-sela berita mengenai “cacat” e-KTP sebelumnya, seolah-olah memberikan harapan baru bagi teknologi kependudukan yang memudahkan masyarakat dalam segala kebutuhan yang membutuhkan verifikasi KTP. Terkait kabar ini, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pada bulan April kemarin telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 471.13/1826/SJ, tertanggal 11 April 2013, yang mengimbau kepada seluruh kepala daerah agar memfasilitasi unit kerja atau badan usaha, yang memberikan pelayanan masyarakat, dengan menyediakan card reader sesegera mungkin. Dalam hal ini, Mendagri berharap seluruh instansi pemerintah, baik di pusat dan daerah, segera menyiapkan alat card reader agar pada 2014 nanti, dapat diimplementasikan penggunakan KTP elektronik secara terintegrasi di seluruh sektor unit kerja dan badan usaha yang membutuhkan.

Pembuatan mesin card reader e-KTP ini diharapkan dapat benar-benar memfasilitasi masyarakat Indonesia yang telah meng-konversi KTP versi lama ke versi e-KTP.  Teknologi yang dipakai e-KTP merupakan teknologi Chip RFID yang sebelumnya telah dibahas di artikel DS sebelumnya mengenai teknologi yang diusungnya.

Chip RFID memiliki kekuatan daya tahan yang mumpuni dan sebenarnya pun belum terbukti jika sinar laser dari fotokopi dapat merusak Chip RFID tersebut. Namun setidaknya, dengan adanya alat pembaca kartu ini, kegiatan memfotokopi KTP bisa dikurangi dan pemanfaatan teknologi yang memakan biaya Triliunan Rupiah ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

gambar: [kompas.com]

Entrepreneur atau bukan

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Ada perbedaan yang mendasar antara seorang entrepreneur (innovator? creator?) atau bukan. Entrepreneur akan mencoba merealisasikan ide, sementara yang bukan selalu mencari-cari alasan untuk tidak melakukannya. Sangat gamblang sekali perbedaannya.

Suatu ketika saya melemparkan ide sebuah pekerjaan. (Ide tersebut sebetulnya bukan dari saya tetapi dari rekan saya. Dia sedang mencari orang yang sanggup merealisasikan idenya – dengan dibayar tentunya. Saya pikir idenya keren, hanya saja tim saya sedang overloaded.) Respon yang saya peroleh dari kebanyakan orang adalah alasan untuk tidak tertarik; ah ide itu kan sudah ada, kayaknya tidak bisa diimplementasikan, dan sejenisnya. Padahal tinggal dikerjakan dan ada duitnya pula. Terlihat mereka tidak antusias. Ya sudah. Percuma kalau saya ajak mereka untuk merealisasikan ide itu.

Salah satu “kehebatan” dari seorang entrepreneur adalah “kebodohan” dia bahwa apa yang akan dilakukan itu menurut para “pakar” tidak dapat dilakukan. Dan berkali-kali para “pakar” itu salah. Sebagai contoh, dulu para pakar mengatakan tidak mungkin membuat komputer lebih kecil karena ada banyak chips yang dibutuhkan untuk mengimplementasikannya. Steve Wozniak tidak tahu bahwa itu tidak bisa (kata para pakar) dan langsung membuatnya saja. Ternyata, bisa!


Filed under: Bisnis, Start-up, Teknologi Informasi, TI Tagged: Bisnis, postaday2013, startup

Hati – hati Membaca SMS di Pinggir Jalan

Okto SiLaban Okto Silaban

Lampu merah perempatan Pondok Indah Mall (PIM). Saya hendak menyebrang dari pojok show room Suzuki ke Ranch Market. Kalau dari arah Lebak Bulus, posisinya di kiri jalan. Sambil menunggu kendaraan sepi, ponsel saya bergetar, percakapan di grup teman SMA saya sedang seru. Saya membaca teks demi teks, lalu mengetik balasan dengan hanya satu tangan. Tangan kanan saya memegang bungkusan belanjaan.

image

Ketika konsentrasi mengetik di layar touchscreen Android ini, tiba – tiba dari belakang saya ada yang merebut ponsel saya. Seorang remaja, bertopi putih, berkemeja lengan panjang motif kotak – kotak berwarna merah. Lalu dia berlari kencang. Kaget, saya sempat terdiam beberapa detik hingga akhirnya saya sadar saya baru dijambret.

Adegan kejar – kejaran seperti di sinetron murahan terjadi, saya berlari kencang sambil berteriak “Copet..! Anjiing..! Hoooi..!” secara bergantian. Jalanan masih kosong karena lampu merah dari arah PIM 2 masih menyala. Jarak saya dan si penjambret tidak terlalu jauh, paling 15-20m. Saya cukup pede bisa menangkap remaja kriminil ini, karena saya cukup sering lari marathon maupun sprint belakangan ini. Tidak disangka, ternyata penjambret ini punya teman yang sudah siap menunggu di depan dengan sepeda motor yang siap tancap gas. Si penjambret naik ke sepeda motor dan mereka tancap gas.

Tepat di belakang motor penjambret ini ada sebuah mobil sejenis Fortuner. Saya berharap pengemudinya mau menghalangi laju motor ini. Tetapi sepertinya dia tidak mau ikut campur, mobil ini malah terlihat menjauh, menghindari. Wajar sih, kalau mobilnya lecet biaya klaim ke asuransinya saja udah lebih mahal dari ponsel saya (HTC Desire HD butut).

Dari pojokan Suzuki ke arah Gandaria City itu memang sepi sekali. Sepanjang jalan itu cuma ada pagar tinggi Pondok Indah Office Tower. Di sebrang jalan hanya ada tembok underpass PIM. Apalagi saat itu lampu lalu lintas masih merah jadi kendaraan lain belum lewat. Gerbang Pondok Indah Office Tower pun masih jauh, jadi teriakan saya pun tidak terdengar oleh para satpam disana.

Setelah lampu berubah ke hijau, beberapa pengemudi motor mendekati saya, dan mereka membantu mengejar pelaku. Tetapi karena jeda waktunya cukup lama, tipis sekali harapan untuk bisa mengejar pelaku. Jadi saya hanya bisa ikhlas saja.

Pelajaran
1. Sinkronisasi Buku Telpon (Phonebook)
Ini kali keduanya saya kehilangan ponsel karena tindakan kriminal. Tahun 2010 pun saya kecopetan di Busway menuju PIM (iya.. masih berhubungan dengan PIM). Dan di kedua kasus ini, untungnya saya sudah membackup data – data dari ponsel saya ke komputer (kecuali phonebook terakhir). Untungnya masih ada backup phonebook Februari 2013 lalu. Harusnya ini lebih mudah jika di ponsel berbasis Android ini saya sinkronisasi kontaknya dengan akun Google saya.

2. Password Ponsel
Saya pernah membaca tulisan di blog tentang pentingnya memberikan password di ponsel kita, untunglah saya saya mengikuti anjuran tersebut. Ponsel saya yang hilang itu di-lock dengan pattern. Untuk bisa menggunakan ponsel ini tanpa tahu pattern-nya terpaksa harus me-reset ponsel tersebut. Dengan reset ini, otomatis semua aplikasi di ponsel tersebut ikut di-reset, dan akun – akun saya ikut dihapus. Setidaknya untuk urusan akun saya cukup tenang.

3. Enkripsi Data
Tapi satu anjuran dari tulisan di blog itu yang belum saya ikuti, enkripsi data di SD Card. Memang di SD Card tersebut tidak ada informasi credential, tetapi masih ada foto – foto keluarga saya, beberapa catatan alamat, dll. Semoga saja data tersebut tidak digunakan untuk yang aneh – aneh.

4. Hati – hati Menggunakan Ponsel di Tempat Terbuka
Selalu berhati – hatilah ketika menggunakan ponsel di tempat terbuka. Sekadar membaca SMS / WhatsApp / BBM, dll di pinggir jalan, membuat posisi kita lemah melindungi ponsel kita jika ada yang berusaha menjambret.

5. Cloud Data*
Tentu jika saya menggunakan cloud data (semacam DropBox), saya tidak perlu repot sinkronisasi data di ponsel saja ke komputer. Tetapi untuk ponsel yang memiliki data ber-giga-giga, opsi cloud ini perlu dipertimbangkan lagi. Jangan sampai kuota internet di ponsel malah habis untuk sinkronisasi ke cloud ini.

image

Saya penasaran, si penjambret berhasil menjual ponsel HTC Desire HD saya itu atau enggak ya?. Karena sekitar 2 minggu lalu saya pernah mau menjual ponsel saya itu di sebuah pusat perbelanjaan dengan puluhan toko ponsel di dalamnya. Tidak ada satu pun toko ponsel yang mau beli. Bahkan menawar pun tidak mau sama sekali. Padahal sudah saya iming – imingi dengan boks yang masih lengkap dengan notanya, berikut headset dan charger yang masih original semua. Kata para penjualnya “Ntar gak ada yang mau beli lagi, Mas. Rugi saya beli dari sampean.”

Lumia 920 Web Performance Quick Check

don't code today what you can't debug tomorrow Ariya Hidayat

Lumia 920 is Nokia’s smartphone running Windows Phone 8 that is getting quite popular these days. When using this phone for browsing the web and running web applications, how does it stack up against its competitors?

First of all, let’s check its browser user agent:

Mozilla/5.0 (compatible; MSIE 10.0; Windows Phone 8.0; Trident/6.0; IEMobile/10.0; ARM; Touch; NOKIA; Lumia 920)

Hardly a surprise, it is running the mobile version of Internet Explorer 10. This is good news since it is expected that many web pages out there will be supported just fine. With respect to the new HTML5 features however, it doesn’t seem that many of them are support yet since HTML5Test gives the score of 320, quite behind other competing mobile platforms.

One thing that I did quickly check is the browser’s ability to process lots of data by running a simple pixel crossfader using HTML5 canvas. This simple test exercises the CPU and its collaboration with the rest of the graphic stack. For this test and other subsequent ones, Lumia 920 will be compared against Nexus 4 running Chrome 26 on Android 4.2 and iPhone 5 with iOS 6′s Mobile Safari.

lumia920_crossfading

From the outcome, it seems that iPhone 5 is still the king here. While both Lumia 920 and Nexus 4 are powered by Krait (dual-core and quad-core, respectively), there must be another factor in iPhone 5 which makes it extremely fast. Could be the high-performance A6 SoC, or maybe it’s just the tight software hardware integration.

Speaking about performance, what about running JavaScript-intensive applications? We turn to Octane benchmark to find the answer:

lumia920_octane

Again, the CPU differences certainly contributes to the varying score. It seems however that IE 10′s JavaScript engine (often known as Chakra) is still behind its competitor particularly for this ARM platform.

Last but not least, DOM performance has been always my favorite (check the past performance checks with Nexus 4, Nexus 7, Kindle Fire). I do believe that high-performance DOM access has a profound (positive) impact on the browsing experience. Armed with the collection of DOM core tests from Dromaeo, here is what we got:

lumia920_dromaeo

Unfortunately, this combination of Lumia 920, Windows Phone 8, and IE 10 doesn’t really deliver the same cutting-edge DOM performance as its immediate market competitors. This might be related to the rather abysmal DOM speed of its desktop cousin, Internet Explorer 10.

What to expect with IE 11 on the next Windows Phone? Better web performance!

Blogger, an important element for ASEAN Community

BudiPutra.com - Tech blog Budi Putra

asean-blogger-copy

Surakarta, also known as Solo, is hosting ASEAN Blogger Festival 2013, on 10th – 12th May 2013. The election of  the Central Java city as ABFI2013 venue, according to the organizer, “is to introduce the presence of heritage sites in this city as the beginning of ASEAN cultural heritage linkage connecting dot”. This is also in line with the “Visit Jawa Tengah 2013” programme that promotes Surakarta city as an ideal location of MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions).

ASEAN stands for the Association of Southeast Asian Nations, a geopolitical and economic grouping for 10 countries in Southeast Asia. The 10 members are: Singapore, Malaysia, the Philippines, Brunei, Thailand, Indonesia, Myanmar, Laos, Cambodia and Vietnam

ASEAN Blogger Festival 2013, Solo, Central Java

ASEAN Blogger Festival 2013, Solo, Central Java

To help you to understand the ‘picture, of this big event, the following are the event’s details –taken from the event’s website:

Tentative Programme and Activities

  • Seminar on ASEAN Cultural Heritage Linkage and ASEAN Tourism.
  • Exchange of views on Social Media Development in ASEAN Countries.
  • Discussion on the role of social media in ASEAN integration process.
  • Discussion on ASEAN Blogger Community Plan of Action
  • Workshop on Photo and Video Blogging, Online Business, and Online Advocacy
  • Heritage site visit, Exhibition, Cultural Performance, and Competitions, food festival, etc

Participant

  • 15 experts and resource persons
  • 15 social media top notch practitioners in Southeast Asia
  • 50 Blogger representatives from 10 ASEAN countries
  • 50 Blogger representatives from local blogger communities outside Java
  • 100 Blogger representatives from local communities in Java island

As one of bloggers, it’s happy to know that blogger is one of important elements toward ASEAN Community 2015.

The ASEAN Economic Community (AEC) is the next step of economic integration transforming ASEAN into a single market and production base by 2015. The economic integration goals will include the elimination of tariffs, free professional movement, capital and a faster customs clearance procedure.  Free Trade Area (FTAs) will be a key strategy for ASEAN to gain greater market access into trading partners and to attract foreign direct investments to ASEAN.  AEC will increase regional economic prosperity and stability and reduce the development gaps among members.

I was also invited as one of speakers to this event on The Role of Social Media in the ASEAN Socio-Culture Community Building and discussed about the ASEAN citizen behavior on social media (thanks @bagusgowes for the YouTube video!]. Basically, I explained to the audience, by understanding ASEAN citizen behavior in social media –I picked Facebook, Twitter, Instagram and YouTube as samples based on Zocial.inc recent study– brands could get the real picture in order to deliver the right campaign and to reach targeted users and audience from this region.

For all my fellow bloggers from all over Indonesia and ASEAN countries, enjoy the event, gathering and the beautiful city!

[Photo credit: @aguslah | Disclosure: The Jakarta Post Digital is one of the event's media partners]

Kopdar Python Indonesia, April 2013

#direktif Ikhlasul Amal

Tanggal 27 April lalu saya berkesempatan menghadiri Kopdar Python Indonesia di Gedung Detik.com, Jalan Warung Buncit, Jakarta. Zaki Akhmad mengundang saya untuk berbagi pengalaman penggunaan Python dan tentang situs web Python.or.id.

Wah, komunitas apa, Python Indonesia, ini? Paguyuban pawang ular? Bukan, Python adalah bahasa pemrograman aras atas (high level language) dalam bentuk skrip dijalankan sebagai interpreter. Python tersedia di banyak platform populer untuk komputer pribadi, termasuk bawaan yang terpasang di keluarga Linux; dan relatif mudah dipasang di OS X di Mac dan Keluarga Windows. Tampil mencolok dengan gaya necis, Python disukai karena membawa tradisi penulisan kode yang mudah dibaca lewat indentasi yang populer, sekaligus bahan kritik oleh sebagian kalangan yang merasa spasi tidak patut untuk dijadikan bagian dari penulisan kode. Perdebatan dapat menjadi sengit, namun akhir-akhir ini kian disadari kurang bermanfaat membanggakan pilihan pribadi dengan sikap berlebih.

Seingat saya komunitas Python pernah mencoba bertemu langsung (yang diharapkan akan rutin saat itu) lewat inisiatif di PT INTI, Bandung, empat tahun lalu, terkait acara komunitas Ruby Indonesia. (Yang terakhir ini juga bukan paguyuban penjaja batu akik). Setelah itu kegiatan terasa lebih sepi, dibanding komunitas PHP yang semarak di milis misalnya, sampai dengan saya baca beberapa tulisan Zaki Akhmad tentang Python dan pertemuan kecil hingga berlanjut menjadi “kopdar” (“kopi darat”, istilah yang dipopulerkan oleh pengguna radio amatir 1980-an).

Pertemuan April lalu bagian dari acara dua-bulanan Python Indonesia, dalam hal ini diramaikan oleh teman-teman dari sekitar Jabodetabek. Lewat pengantar, Zaki mengajak siapapun yang terkait Python — pengembang, pengguna, penggiat, hingga penggembira — untuk datang dan berbagi. Dalam pertemuan seperti ini, tidak hanya dibicarakan pemrograman, melainkan juga aspek sosial seperti kegiatan komunitas. Untuk bulan April, tiga topik yang diangkat: penggunaan Python untuk eksploitasi keamanan sistem dibawakan oleh Tom Gregory, kisah-kisah komunitas oleh saya, dan alat bantu penugasan (task) dan antrean (queue) oleh Selwin Ong.

Dari sekitar 20 hadirin, hanya Zaki Akhmad dan Ahmad Sofyan yang sudah saya kenal dari acara-acara komunitas sebelumnya. Berarti hal bagus karena “ular masih mendesis”, demikian komentar Ahmad Sofyan di Facebook, dan dengan kelanjutan yang prospektif. Tom Gregory membuka paparan pertama dengan penjelasan tentang kemudahan penggunaan Python untuk membantu peretasan (hacking) ke bagian dalam sistem lewat modus lama yang masih populer, buffer overflow. Dari beberapa skrip yang ditunjukkan, saya lihat relatif sederhana dari sisi pemrograman Python; bukan karena saya sudah mahir, melainkan karena konsep besar yang diangkat Tom tentang otak-atik stack interaksi sistem operasi dan aplikasi perlu pemahaman yang lebih tinggi. Secara umum eksploitasi dilakukan dengan “menggenangi” tajuk (header) subrutin, sehingga alur eksekusi terganggu atau dibelokkan dan aplikasi lumpuh. Tom dengan fasih menjelaskan struktur tempat penyerangan di aplikasi, semacam tata-letak aplikasi yang kerap dijumpai di penjelasan bahasa pemrograman aras bawah seperti Assembly.

Tom Is Ready to Exploit Buffers

Python memang disukai sebagai “manajer tugas”, yaitu bagian aplikasi penampung parameter yang diperlukan dan kemudian dilanjutkan dengan dieksekusi oleh modul lain yang lebih cocok. Antarmuka Python ke modul berbasis C dapat dijadikan contoh. Dalam kasus yang ditampilkan Tom, konsep eksekusi berbasis pengetahuan akses aras bawah, sedangkan parameter dan “bagian besar”-nya ditulis di atas Python. Bahasa berbasis interpreter disukai dalam hal ini: tak perlu kompilasi, ubah-langsung-jalankan.

Saya sendiri membawakan topik “bersenang-senang”: pemakaian Python untuk pengajaran pemrograman dan beberapa cerita pendek kelangsungan di komunitas, khususnya di milis id-python, yang sejak awal menjadi forum untuk komunitas Python di Indonesia. Terbetik juga dalam pikiran saya untuk menghidupkan aktivitas pemrograman di ranah komunitas untuk Bandung. Seharusnya menyenangkan dapat menyelenggarakan diskusi pemrograman secara bebas, di lingkungan pemrogram, dan juga sosialisasi lebih luas untuk publik, tertutama segmen yang diharapkan mendapat keuntungan dari pengetahuan pemrograman. Baru terpikir, belum mulai bergerak.

View this document on Scribd

Bagian terakhir tentang RQ: Job Queue oleh Selwin Ong. RQ adalah pustaka pengelola tugas dan antrean dan disebut oleh Selwin sebagai, pustaka mudah-pakai yang sedang kami kembangkan. Didemonstrasikan pemanggilan modul dan penggunannya yang cukup lewat statemen baris per baris di interpreter Python, RQ mendapat pertanyaan antusias dari hadirin, terkait proses pendefinisian tugas, mekanisme antrean, dan menjadi tanya-jawab di seputar mekanisme “notifikasi” keberhasilan/kegagalan suatu tugas. Selwin menjelaskan dengan baik bagian yang sudah dikerjakan, yang masih berstatus “feature usulan”, dan juga hal-hal yang menjadi batasan atau “solusi tsb. tidak disukai”. Hal-hal seperti ini menjadi latihan yang bagus untuk pengembang dalam karir berikutnya menjadi pengambil keputusan pada proyek yang dikembangkan. Dengan atmosfer perangkat lunak bebas sekarang — ditambah alat bantu pendukung yang praktis digunakan — latihan pengambilan keputusan oleh pengembang dapat dilakukan berupa interaksi langsung dengan pengguna.

Selwin Explaining Jobs and Queue

Kopdar ditutup dengan diskusi bebas yang hangat. Kabarnya ini Kopdar dengan peserta lebih banyak daripada sebelumnya; semoga saja dapat awet dilakukan setiap dua bulan, waktu yang cukup untuk acara seperti ini.

Kopdar Python ID April 2013

Selamat untuk panitia dan semua yang telah berkontribusi.

Catatan:
Kelengkapan rangkai salindia diperoleh dari tulisan Zaki Akhmad untuk Python.or.id.

Asyiknya MozSekolah Pertama di Madura

BennyChandra.com Ben

Mewakili Mozilla selalu menyenangkan dan membanggakan. Minggu lalu, selama dua hari berturut-turut, saya kembali berkesempatan mewakili Mozilla. Kali ini untuk mengadakan dua acara Mozilla di kota...

[ » ]

Continuous Monitoring of JavaScript Code Complexity

don't code today what you can't debug tomorrow Ariya Hidayat

Complicated code is difficult to digest and hard to maintain. The best way to avoid it is by not having it at the first place. For web applications written in JavaScript, fortunately we have enough tooling machinery to detect complex code and block it from the source repository.

Analyzing code complexity is rather easy these days with the project like JSComplexity. Even better, the complexity metrics can be visualized in a good-looking and interactive report showing different metrics from McCabes cyclomatic complexity to Halstead complexity measures. Both these tools are easy to setup, they run quite well on the command-line (using Node.js).

A preventive approach to force a complexity threshold on a new code is by using complexity comparison. With JSComplexity, this can be done via its --maxcc argument (there are other useful options as well, refer to its README for more details). If the package complexity-report is installed globally, this checking is easy as:

cr --maxcc 15 index.js

To inject this in the multilayer defense workflow, simply include that check as part of e.g. Git precommit hook. If your project relies on Node.js for the test (i.e. via npm test), it is also useful to integrate this check. First of all, ensure that complexity-report package is within the devDependencies section of your package.json and then add a new entry for the scripts section, such as:

"complex": "node node_modules/complexity-report/src/cli.js --maxcc 15 index.js"

which permits running the check by npm run-script complex. Now it is a matter of inserting this step in the main test of the scripts section. If there is a function in index.js which has a cyclomatic complexity more than 15, that tool will complain and therefore cause the entire test to fail.

While this already serves as a good complexity filter, we can bring it to the next level. For a start, it would be better if we have a clear understanding of the most complex functions. That way, it is easier to spot the worse offenders and have them fixed first. Again, this just requires a quite simple script, as illustrated from Esprima’s implementation of tools/list-complexity.js.

var cr = require('complexity-report'),
    content = require('fs').readFileSync('index.js', 'utf-8'),
    list = [];
 
cr.run(content).functions.forEach(function (entry) {
    list.push({ name: entry.name, value: entry.complexity.cyclomatic });
});
 
list.sort(function (x, y) {
    return y.value - x.value;
});
 
console.log('Most cyclomatic-complex functions:');
list.slice(0, 6).forEach(function (entry) {
    console.log(' ', entry.name, entry.value);
});

Running the above script will list 6 functions which have the highest cyclomatic complexity. An example output is illustrated in the following screenshot, taken verbatim from Travis CI build report of Esprima.

travis_complexity

Because Travis CI can run the tests on every GitHub pull request, such a report becomes very valuable when doing code review. If someone introduces a complex piece of code, it will be blatantly obvious. This preemptive defensive layer avoids unintentional merge of unreadable handiwork.

Complexity analysis costs almost nothing. Why not always doing it where it makes sense?

[Simply Business] Belajar Untuk Belajar

DailySocial Dondi Hananto

Otak manusia diciptakan untuk menyerap begitu banyak informasi. Saya bukan neurobiologist seperti Amy Farah Fowler di The Big Bang Theory yang mempelajari bagaimana otak manusia bekerja. Saya hanya tertarik untuk melihat lagi pengalaman saya pribadi, bagaimana saya dulu belajar mengenai ilmu bisnis.

Satu hal yang saya sadari adalah, seiring berjalannya waktu, otak saya terus menyerap begitu banyak informasi setiap harinya. Apalagi di era sekarang, orang yang melek teknologi seperti saya dan Anda para pembaca pasti dibombardir oleh informasi baru lewat berbagai channel. Yang sangat terasa berkurang adalah kemampuan untuk recall informasi tersebut. Entah berapa kali saya lupa nama seseorang padahal saya ingat jelas hal apa yang pernah dia lakukan.

Konteks saya menulis artikel ini adalah, bahwa saya sangat percaya seorang pebisnis harus selalu belajar dan membuka pikiran akan hal-hal yang baru. Jika tidak, sebuah bisnis yang besar pun bisa menghilang karena tidak relevan lagi setelah bertemu perubahan. Masih ingat apa yang terjadi pada Kodak? Inspirasi semua artikel saya selalu datang dari pengalaman pribadi.

Baru-baru ini saya bertemu dengan seorang teman lama, setelah kira-kira lima tahun tidak bertemu. Terakhir kali kami bertemu, kami bekerja di sebuah bank yang sama dengan pengetahuan yang kurang lebih sama dan network atau jaringan yang juga tidak jauh berbeda. Lima tahun kemudian, begitu jauh perbedaan pengetahuan kami. Kebetulan saat ini kami berdua terjun ke bisnis, dengan lini bisnis yang sangat berbeda.

Teman saya ini sekarang menjadi distributor pulsa sebuah perusahaan telekomunikasi yang memegang distribusi untuk lima kabupaten di Sumatera dan sedikit di area Jakarta. Sangat menarik belajar dari perjalanannya hingga saat ini. Satu pertanyaan pertama saya waktu kami bertemu adalah, bagaimana cara dia belajar mengenai industrinya, padahal dulu dia tidak tahu apa-apa tentang bisnis ini?

Salah satu jawabannya adalah, dia mencoba belajar dari orang-orang yang sudah lebih dulu terjun ke bisnis ini sebelumnya. Dari para distributor pulsa di daerah lain (sehingga mereka lebih terbuka karena bukan direct competitor), teman-teman di industri telekomunikasi, dan mereka yang ahli di bidang distribusi consumer goods. Tentu ini selain membaca berita tentang industri telekomunikasi, analisa para ahli dan hasil riset.

Tapi hal yang paling penting, pelajaran terbesar yang dia dapatkan adalah hal-hal yang baru dia ketahui pada saat mulai menjalankan bisnis. Hal-hal ini tidak dia dapatkan dari menggali ilmu ke para guru sebelum dia memulai. Skema distribusi yang berjalan di kota besar seperti Jakarta ternyata tidak bisa diimplementasikan mentah-mentah di daerah lain yang kepadatan penduduknya berbeda. Sistem insentif yang dia buat untuk tim collector-nya di lapangan adalah sesuatu yang sama sekali baru saat itu. Karakter suku juga ternyata menjadi sebuah hal baru yang menurutnya penting dalam pemilihan staff. Rasis? Mungkin kita melihatnya begitu. Tetapi fakta yang dia temukan adalah orang dari suku tertentu lebih siap untuk dikirim ke sebuah daerah baru dan merintis bisnis dibanding suku tertentu. Hey, whatever works for his business! Hal-hal seperti ini saya yakin tidak diajarkan di sekolah bisnis manapun, bahkan mungkin dihindari

Memang benar kata lean startup guru Steve Blank, “no business plan survives first contact with customer“. Sebelum memulai, percuma saja membuat segala macam business plan yang berisi terlalu banyak asumsi. Rencana bisnis terbaik adalah yang dimulai! Dan setelah memulai, selalu siap sedia untuk belajar sesuatu hal yang baru. Salah satu jalan terbaik untuk belajar mengenai sesuatu bisnis adalah denga bekerja di bidang itu. Saya mungkin tidak akan pernah terpikir untuk berinvestasi ke bisnis rintisan jika saya tidak bekerja di bidang microfinance dan sering bertemu dengan para pengusaha. Salah satu cara terbaik untuk belajar bagaimana sebuah startup beroperasi adalah dengan bekerja di sebuah perusahaan startup juga, seperti yang pernah ditulis Ryu Kawano Suliawan di artikel Dailysocial ini

It’s easy to follow Steve Jobs’ advice to stay hungry because it’s natural. But it takes a great man to stay foolish even though he is an expert.

Setelah 12 tahun berkecimpung di dunia perbankan, Dondi Hananto mendirikan Kinara Indonesia, sebuah inkubator bisnis di Indonesia yang memiliki visi untuk membangun ekosistem kewirausahaan di Indonesia. Ia juga merupakan salah satu pendiri Wujudkan, sebuah platform crowdfunding untuk merealisasikan berbagai macam proyek kreatif di Indonesia. Anda dapat follow Dondi di Twitter, @dondihananto.

Menteri Perdagangan: Foxconn Akan Memulai Produksi di Indonesia Tahun Ini

DailySocial Avi Tejo Bhaskoro

Hon Hai Precision Industry atau yang biasa dikenal dengan nama Foxconn dikabarkan akan memulai aktivitas produksinya di Indonesia tahun ini menurut Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Apakah berarti kabar yang sempat tersiar bahwa Foxconn akan membangun pabriknya di Indonesia akan segera terwujud?

Foxconn yang belum lama ini dikabarkan akan memulai investasi di Indonesia dalam bentuk bisnis ritel nampaknya mulai serius menapakkan usahanya di tanah air dengan membuka pabrik yang terkenal memproduksi sejumlah produk telepon genggam dan juga gadget lainnya. Hal ini diutarakan oleh Menteri Perdagangan Gita Wirjawan yang memberikan komentarnya di sela-sela sidaknya di ITC Roxy Rabu ini (8/5) “Insyaallah tahun ini mereka sudah mulai melakukan assembling dan produksi”, seperti dikutip dari Berita Satu.

Menurutnya, Foxconn saat ini telah menandatangani kerja sama dengan mitra lokal untuk mendirikan pabrik yang akan beroperasi untuk melakukan perakitan dan produksi. Dengan hadirnya Foxconn di Indonesia, diharapkan produksi komponen di dalam negeri dapat lebih ditingkatkan, melihat konsumsi produk-produk teknologi yang sangat tinggi minatnya di masyarakat Indonesia.

Rencananya Foxconn akan mendirikan pabriknya di wilayah Pulau Jawa. Saat ditanyakan mengenai nilai investasi Foxconn di Indonesia, Menteri Perdagangan mengaku tidak mengetahui jumlah pasti dari nilai investasi yang ditanam Foxconn di Indonesia, namun angka USD 10 miliar sempat disebut oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat pada bulan Agustus tahun lalu.

Di kesempatan yang sama, MS Hidayat mengatakan bahwa Foxconn akan membuka pabriknya pada akhir tahun 2012 di kawasan Cikande, Jawa Barat, namun kenyataan berkata berbeda dan sampai hari ini masih hanya berupa rencana. The Jakarta Post Agustus lalu mengutip Gita Wirjawan mengenai rencana Foxconn di Indonesia yang sedianya akan memulai fase kedua pada bulan Juli 2013, namun dengan mundurnya fase pertama operasional pabrik, belum diketahui rencana terbaru Pemerintah dan Foxconn mengenai pabrik ini.

Foxconn dikenal sebagai perusahaan manufaktur raksasa dengan kantor pusat di Taiwan, yang telah dipercaya oleh berbagai produsen produk teknologi dalam merakit produknya di beberapa pabriknya di Cina dan Brazil. Perusahaan ini merupakan perusahaan manufaktur terbesar di dunia yang merakit perangkat smartphone dan elektronik milik Apple dan juga konsol game besutan Microsoft.

The Jakarta Post’s travel properties

BudiPutra.com - Tech blog Budi Putra

The Jakarta Post Travel http://jakpost.travel

The Jakarta Post Travel http://jakpost.travel

Hello there – just wanted to update you on my existing gig :-)

Just in case you missed it, I am running the Jakarta Post’s digital operation since July last year and now we already have two products: news and travel properties.

Besides the existing news site The Jakarta Post (http://thejakartapost.com), we just launched a travel site called The Jakarta Post Travel (http://jakpost.travel) that has articles, photos and videos on Indonesian destination. We have writer and editors in place, but also working with outside writers, bloggers and freelancer.

The reason why we picked up travel to be our new digital property: more than half of our news site readers are coming from overseas, so we assumed that if they wanted to know more about Indonesia or to visit Indonesia as well, they need credible and unique information on Indonesian destination. And as one of the country’s online content publishers, we tried to offer this kind of site.

In the meantime, we syndicated travel articles to big publishers like Yahoo! Southeast Asia and already appeared on Yahoo! Singapore, Yahoo! Malaysia and Yahoo! Philippines –and currently also working with some other big brands.

We just added a new feature to our travel site recently: a user generated content feature called Travelog that enable users to share interesting links on Indonesian destination. Check it out and start sharing your favorite links there: http://travelog.jakpost.travel/.

Actually, we still have some new features to be added — so stay tuned!

The Jakarta Post Travel adds new feature: Travelog

The Jakarta Post Travel adds new feature: Travelog

Brand24 Hadir di Indonesia. Siap Me-Monitoring Berbagai Situs Lokal

DailySocial Avi Tejo Bhaskoro

Brand24, sebuah situs mutakhir yang dikenal mampu menghasilkan laporan statistik monitoring dari berbagai situs populer dari seluruh dunia kini hadir dalam versi Indonesia. Masih dengan fungsi yang sama, Brand24 mampu melibatkan penggunanya dalam perbincangan atau diskusi mengenai suatu brand atau produk di Internet. Dengan diluncurkannya Brand24 versi Indonesia ini, pengguna internet di indonesia dapat lebih nyaman menikmati layanan dari Brand24 ini sendiri.

Berbicara mengenai kemampuannya, Brand24 versi Indonesia ini masih sama dengan Brand24 dari berbagai versi di dunia. Dengan kemampuan andalan mampu terkonsentrasi pada pelanggan yang terhubung dalam platform berbagai social media populer seperti Facebook, Twitter, dan juga Kaskus. Untuk itu, Brand24 dapat memberikan notifikasinya secara langsung terkait perbincangan terbaru mengenai brand atau produk yang sedang ramai diperbincangkan di masyarakat internet.

Mengenai pantauannya di Indonesia, beberapa waktu lalu Brand24 sempat membagikan “contoh” hasil kerjanya kepada DS. Kali ini tema yang diangkat berupa bagaimana statistik dari setiap akun social media dari berbagai maskapai penerbangan yang ada di Indonesia. Dalam hasil monitoringnya tersebut terdapat sejumlah statistik yang sangat lengkap  mulai dari traffic hingga kabar apa yang sedang diobrolkan oleh banyak pengguna di Internet. Tak luput, situs forum populer – Kaskus juga sedang dalam proses monitoring dari situs yang berfungsi sebagai sumber analisa ini.

Brand24 merupakan saluran komunikasi baru yang dapat ditujukan untuk mendukung penjualan dan pemasaran, serrta memperkuat citra positif suatu brand, produk, atau layanan. So, welcome to Indonesia Brand24!

Telkomsel dan Nokia Umumkan TemanDev Untuk Kembangkan Konten Lokal Lebih Jauh

DailySocial Avi Tejo Bhaskoro

Layanan pesan singkat (SMS) dan telepon perlahan tersingkir dari layar pengguna smartphone yang lebih mengandalkan layanan aplikasi komunikasi mobile yang dapat dinikmati dengan menggunakan layanan paket data. Melihat kondisi ini, Telkomsel yang sudah mulai merasakan dampak dari tren pasar ini pada penghasilannya mulai melakukan sejumlah cara untuk menanggulangi masalah tersebut, salah satunya dengan merilis TEMAN DEV yang akan diluncurkan bulan Juni.

Di sela-sela acara peluncuran Nokia 520 pada Jumat (3/5) lalu yang bertempat di Hotel JS Luwansa, Jakarta. Telkomsel secara inisiatif mengajak Nokia dan merangkul beberapa pengembang untuk menciptakan ekosistem yang dapat membangkitkan industri kreatif bagi para pengembang lokal dengan menghadirkan TEMAN DEV (Telkomsel Application Developer).

TEMAN DEV merupakan kolaborasi antara Telkomsel dengan Nokia yang nantinya akan membantu membuka jalan bagi para pengembang untuk mendapatkan berbagai manfaat dalam memasarkan aplikasinya.

Seperti apa keuntungannya? Telkomsel menawarkan keuntungan yang cukup menarik bagi para developer lokal yang ingin produknya dipasarkan secara luas – khususnya di Indonesia. Salah satunya adalah menawarkan data detil mengenai pelanggan, seperti pelanggan mana yang menggunakan perangkat Nokia maupun sistem operasinya. Di sini, Telkomsel akan berperan dalam membantu mengiklankan aplikasi ke pengguna yang tepat sasaran, yakni ke pelanggan yang menggunakan Windows Phone dan yang berpotensi membeli aplikasi tersebut.

Telkomsel juga menyediakan fasilitas yang memudahkan bagi pengembang dan konsumen berupa fasilitas mekanisme integrasi tagihan dengan cara memotong pulsa untuk pembelian aplikasi. Hal ini akan sangat memudahkan bagi pengguna karena masyarakat Indonesia pada umumnya tidak menggunakan kartu kredit untuk melakukan pembelian seperti yang umum dilakukan di beberapa negara lain. Menggunakan cara potong pulsa akan jauh lebih diterima dibandingkan cara tersebut.

Menurut Puja Pramudya dari RadyaLabs, salah satu perusahaan pengembang terdepan untuk Windows Phone, insentif yang paling dinanti adalah SMS blast bagi pengembang yang telah mencapai level 3 atau memiliki rating aplikasi rata-rata 4.25. Pengembang bisa mendaftar untuk ikut program SMS blast yang akan mengirimkan rekomendasi aplikasi Windows Phone terbaik melalui SMS. “Ini penting”, ujar Puja. “Bagi konsumer, info aplikasi menarik bisa muncul tanpa harus cari tahu”.

Sesuai pengalaman Puja, “banyak yang bertanya di mana bisa mencari info tentang aplikasi baru atau lokal, karena mereka bukan pembaca blog teknologi dan jarang membuka Windows Phone Store untuk melihat-lihat aplikasi. Kalau ada SMS blast, harapannya bisa membantu akuisisi user baru”.

Selain itu, para pengembang yang terdaftar di program ini juga mendapat insentif seperti token Windows Phone account, perangkat Lumia, data plan gratis dan lain sebagainya, sesuai dengan level yang telah dicapai. Metode insentif seperti ini “bisa menjadi tambahan semangat bagi para developer untuk mulai melirik platform Windows Phone”, pungkas Puja.

Polemik RFID e-KTP dan Pemanfaatan (Seharusnya) Secara Digital

DailySocial Amir Karimuddin

Baru-baru ini media memberitakan tentang pernyataan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, bahwa e-KTP yang merupakan proyek besar pemerintah tidak boleh difotokopi karena dapat merusak chip RFID yang terkandung di dalamnya. Berita lain yang terkait malah menyebutkan bahwa belum ada chip ataupun teknologi canggih yang ditanam di dalam e-KTP. Dua hal tersebut membuat polemik di masyarakat, kebingungan terhadap teknologi baru dan ketakutan bahwa proyek bernilai Triliunan ini bakal menjadi sia-sia — jika tidak dikorupsi oleh pejabat terkait.

Berdasarkan informasi dari sejumlah praktisi dan percobaan pribadi, saya bisa menyimpulkan bahwa tidak benar bahwa chip RFID bisa rusak karena difotokopi dan tidak benar pula jika belum ada chip yang ditanam di dalam e-KTP. Tentu saja sebenarnya ide besar e-KTP berteknologi RFID bukan cuma apa tetap bisa difokotopi atau memiliki data-data digital belaka.

RFID dan mesin fotokopi

Sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang bisa menyimpulkan bahwa sinar mesin fotokopi bisa menimbulkan kerusakan bagi chip RFID. Menurut Ario Tamat, kolumnis DailySocial dan praktisi teknologi RFID dengan bendera Wooz.in, teknologi RFID di dalam e-KTP itu memang ada titik rusaknya, yaitu bila secara fisik ada kerusakan terhadap kartu (misalnya dipukul dengan palu, dipotong, dan lain-lain). Chip RFID juga bisa rusak dan meleleh jika terkena suhu panas yang sangat tinggi. Jika terjemur di bawah matahari dalam waktu lama, kadang-kadang bisa berdampak terhadap chip ini hingga tidak bisa dibaca, meskipun efeknya hanya sementara.

Yang lebih mudah mungkin bagi konsumen yang memiliki kartu kredit contactless yang memang juga menggunakan teknologi RFID. Sejauh ini belum ada laporan kerusakan (ataupun himbauan dari penerbit kartu kredit) bila kartu kredit dengan teknologi tersebut difotokopi (untuk kepentingan apapun).

Sejauh ini semua fakta mendukung premis awal bahwa tidak ada permasalahan yang nyata antara kartu berteknologi RFID dan mesin fotokopi.

e-KTP dan chip di dalamnya

Ada lagi laporan yang mensinyalir bahwa e-KTP yang sudah diterima masyarakat saat ini belum memiliki teknologi RFID. Tentu saja bantahannya sangat mudah. Dengan menggunakan smartphone berteknologi NFC dan aplikasi pembaca NFC, sangat mudah dilihat bahwa sudah ada teknologi RFID yang ditanam di dalam kartu e-KTP. Seperti yang sudah kami beritakan sebelumnya, teknologi chip-nya dipasok oleh NXP Semiconductors.

Berikut adalah contoh pembacaannya menggunakan smartphone Android dan sebuah aplikasi NFC Tag Reader:

Jelas dugaan bahwa e-KTP yang sudah beredar belum ada teknologi RFID di dalamnya adalah tidak berdasar. Sayangnya NFC Data Exchange Format (NDEF) yang disajikan di e-KTP tidak mudah dibaca menggunakan perangkat konvensional.

Seorang rekan yang menggunakan perangkat pembaca lebih canggih memberikan informasi data yang lebih lengkap — yang secara default sudah tersimpan di chip e-KTP. Tidak cuma menyimpan data awalan, chip di e-KTP seharusnya juga bisa digunakan untuk menyimpan data personal baru, misalnya data riwayat kesehatan. Ini persis seperti halnya kartu memori di gadget yang kita miliki.

Pemanfaatan e-KTP yang seharusnya

Meskipun secara teknis e-KTP tidak bermasalah jika difotokopi, sesungguhnya ada ide besar yang lebih penting dari hal tersebut. Teknologi RFID yang disematkan di dalamnya memungkinkan otentikasi data pribadi tanpa harus melakukan fotokopi dan menyimpannya di sana-sini. Hal yang dibutuhkan adalah perangkat pembacanya (e-reader). Seperti yang diharapkan oleh perwakilan BPPT yang emailnya ditampilkan di atas, pemanfaatan seperti ini yang seharusnya didiskusikan lebih lanjut.

Informasi yang terkandung di dalamnya seharusnya dengan mudah (dan secara digital) menjadi alat identifikasi untuk berbagai macam hal, misalnya membuka akun tabungan, verifikasi data diri di kantor-kantor pemerintah, membuat paspor (bahkan seharusnya e-KTP juga bisa menjadi dokumen perjalanan), dan lain sebagainya.

Prosedur-prosedur yang ada selama ini di mana fotokopi KTP harus menjadi bagian dokumentasi yang disimpan secara fisik seharusnya diperbarui dengan metode verifikasi data yang lebih modern menggunakan pembaca data digital. Metode ini serupa layaknya membuka akun di sebuah layanan di Internet, cukup menggunakan akun Facebook atau Twitter untuk mengotentikasi data tanpa perlu mengisi ulang formulir dengan kebutuhan data yang berlembar-lembar.

e-KTP juga merupakan alat ampuh untuk verifikasi data saat pemilihan umum. Saat pemungutan suara, verifikasi ulang untuk daftar pemilih tidak diperlukan karena database yang terpusat memungkinkan otentikasi data yang mudah dan menghindari kecurangan. Tidak perlu lagi diterbitkan kartu pemilih atau surat undangan untuk memilih. Seharusnya bahkan tidak perlu lagi tinta tanda telah memilih karena jika hak suara telah digunakan, informasinya pasti langsung masuk ke database.

Tentu saja bakal muncul polemik baru lagi tentang bagaimana menyediakan e-reader yang bisa membaca data yang terkandung di dalam e-KTP, karena seperti yang disebutkan oleh Ario Tamat, sistem untuk membaca datanya bersifat proprietary. Masyarakat mungkin takut bahwa dana Triliunan dari pajak rakyat akan digelontorkan lagi untuk mendanai penyediaan alat pembaca seperti ini di berbagai kantor pemerintah. Yang jelas ini memperkuat fakta bahwa tidak ada koordinasi jelas antara pihak pembuat e-KTP dan pihak-pihak terkait yang menggunakan e-KTP/KTP untuk verifikasi data. e-KTP dibuat besar-besaran, tapi perangkat pendukungnya belum ada.

Sayangnya untuk hal seperti ini wibawa pemerintah yang bersih dan jujurlah yang bisa meyakinkan masyarakat sebagai konsumen pemakai e-KTP. Kepercayaan publik tidak serta merta menjadi baik jika kisruh tentang e-KTP dipicu oleh pernyataan-pernyataan sepele dari pemimpinnya sendiri.

Mengapa Bulha Menjadi Anggota DPRD

Okto SiLaban Okto Silaban

Berikut profil Bulha :
Profesi : Pemilik saham di berbagai bisnis kecil dan menengah (ternak lele, toko handphone, developer rumah, warnet, dll).
Non-Profesi : Aktif di berbagai organisasi keagamaan, dan kepemudaan.
Status : Beristri, anak 1.
Lingkaran sosial : Dekat dengan berbagai tokoh penting di berbagai lapisan (berkat kemampuan bersosialisasi dan keaktifkan di berbagai organisasi).

Singkat cerita, Bulha akhirnya menjadi anggota DPRD.

Sekarang Bulha sudah resmi jadi anggota DPRD. Kabar yang beredar tidak sedikit uang yang dikeluarkan untuk meloloskannya menduduki kursi empuk ini.
Bisnis ternak lele Bulha sebenarnya jalan, tapi stagnan, tidak berkembang banyak 3 tahun terakhir. Dia harus putar otak untuk mengembangkan bisnis ini.

Di DPRD sendiri terjadi pembahasan Perda tentang keharusan untuk seluruh kantor pemerintahan di daerah tingkat II (kotamadya/kabupaten) agar menyediakan makan siang bagi karyawan di kantor.
Alasannya : demi efisiensi waktu kerja. Sumber anggaran : APBD. Tentu saja makan siang ini tidak akan dilakukan oleh karyawan sendiri, tetapi dikontrakkan ke pihak ketiga (catering). Proses ini harus melalui tender terbuka, dan akan di-review tiap tahun. Darimana ide untuk membuat Perda ini datang? Tidak jelas, tetapi detail berikut mungkin bisa mengindikasikan darimana datangnya ide ini.

Rekan Bulha sesama anggota DPRD, ada yang punya bisnis desain interior, ada yang punya bisnis catering dan ada yang punya bisnis pengiriman barang. Bersama – sama mereka bekerja keras agar Perda ini jadi diloloskan oleh DPRD. Jika Perda ini lolos, mereka bisa mendapatkan keuntungan besar, detailnya :

  • Si pemilik  desain interior : Perusahaannya digunakan sebagai kontraktor untuk mendesain semua ruang makan di semua kantor pemerintah di wilayah mereka.
  • Si pemilik bisnis catering : Jelas, menjadi kontraktor penyedia makan siang.
  • Si pemilik bisnis pengiriman barang : Menjadi kontraktor pengiriman makan siang.
  • Bulha : Menjadi supplier ikan lele ke pemilik catering, karena mereka sudah mencapai kesepakatan bahwa ikan lele akan dijadikan menu wajib 3x seminggu.

Rekan – rekan Bulha yang lain pun semangat mendukung perda ini. Mereka tidak punya bisnis yang relevan dengan proyek ini. Tetapi mereka masih bisa mendapatkan keuntungan dari cara berikut :

  • Catering sudah ada yang pegang, tetapi orang yang mengerjakan (mulai dari menurunkan dari mobil boks, menyiapkan ruang makan, sampai dengan membersihkan peralatan makan) belum ada. Rencananya ini akan di-tenderkan ke kontraktor.
  • Proses pemilihan kontraktor ini tentu dengan tender terbuka. Nah disinilah rekan – rekan Bulha beraksi. Setiap kontraktor yang ikut tender, pasti ingin memenangkan proyek ini, karena anggarannya besar sekali. Jadi mereka akan mendekati rekan – rekan Bulha ini agar mereka bisa jadi pemenang tender. Garis besarnya, rekan – rekan Bulha ini akan mendapatkan komisi dari perusahaan yang memenangkan proyek ini.

Hambatan? Tentu akan ada peraturan yang menghalangi agar bisnis yang dimiliki anggota DPRD tidak boleh ikut tender, karena akan terjadi conflict of interest. Bagi Bulha dkk, hal ini tidak akan jadi masalah. Bukti kepemilikan bisnis tersebut adalah akta perusahaan dan dokumen – dokumen pendukung lainnya. Tinggal diganti menjadi nama istri adiknya, nama sepupu iparnya, nama teman menantunya dll. Beres.

Win – win kan? Anggota DPRD pengusung perda dapat proyek, rekan yang lain dapat komisi (sekaligus nantinya akan dapat dukungan di usulan perda lainnya), dan pegawai semua kantor pemerintahan di tingkat II akan mendapatkan makan siang gratis.

Jika ada yang berani mengusik "kegiatan gotong-royong" ini, maka yang mengusik ini akan diadu dengan pegawai pemda tingkat II yang senang karena dapat makan siang gratis. Mereka yang berusaha mengorek – ngorek "kegiatan" ini, akan beradu di media. Si pengusik akan mengusung "ini anggaran yang tidak perlu", dan pegawai pemda tingkat II yang "bersahabat" dengan anggota DPR tadi akan mengusung "gaji kami kecil, wajar kami dibantu makan siang dari pemerintah".

Nah kalau sudah sampai di media, balik lagi. Apakah pemilik media ini punya afiliasi tertentu dengan anggota DPRD tadi? Kalau iya, proyek ini akan dicitrakan positif, kalau perlu Bupati nya dicitrakan sebagai pahlawan, karena memperhatikan kesejahteraan karyawan di pemda. Timbal baliknya? Di pemilu, Bupati akan menggiring suara ke kelompok yang berafiliasi ke pemilik media ini. Win-win lagi toh?

Perda (yang berujung pada program kerja) bisa dibuat Bulha, dkk agar ada proyek ini, yang penting program ini terlihat bagus di mata masyarakat awam, walaupun programnya sebenarnya tidak penting ataupun lebay. Misal : Wajib ber-peci bagi seluruh siswa SD-SMA dan PNS, pembuatan buku panduan beribadah bagi semua agama, pembelian 100 unit excavator untuk SMK, pembangunan 2000 pos kamling, dll.

Proyek – proyek seperti yang dilakukan Bulha dkk ini, tidak hanya bisa dilakukan untuk kegiatan yang mengada-ngada. Untuk kegiatan yang memang pro masyarakat pun proses di atas bisa dilakukan. Contoh : Pembangunan 50 Puskesmas baru, pembangunan jalan lintas kabupaten, pembuatan sistem e-procurement, dll.

Bagi Bulha dan teman – temannya di DPRD, memang itulah alasan mereka masuk jadi anggota dewan, untuk proyek – proyek ini.

**Bulha dan cerita di atas cuma khayalan. Ini versi singkatnya. Ini belum lagi mengaitkannya dengan jatah menteri dan parpol yang menguasai. Tapi kurang lebih begitulah pandangan saya tentang seperti apa sebenarnya kegiatan sebagian wakil – wakil rakyat itu. Atau jangan – jangan justru semua yang mau menjadi anggota dewan punya alasan yang sama dengan Bulha?

eKTP rusak difotocopy? Ah yang bener …

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Belakangan ini ada ribut-ribut soal eKTP. Katanya eKTP rusak kalau difotocopy. Aneh bagi saja. Alasannya apa? Apa yang merusak? Sinar dari mesin fotocopy? Gelombang magnetik? Tidak dijelaskan. Kalau fotocopy merusak, apa mesih fotocopy tidak berbahaya bagi kesehatan? Nah lho. Nanti apa eKTP tidak boleh discan, tidak boleh difoto pakai blitz, dan seterusnya. Banyak sekali isu palsu tentang ini.

Jika memang benar eKTP gampang rusak, maka desainnya demikian buruk! Mosok senggol dikit rusak. Padahal KTP kan harus reliable. Dia harus bisa dikantongi (dalam dompet, kantong yang lembab) atau ter-abuse (kena panas, dingin, dan seterusnya). Bayangkan, kartu-kartu lain (kartu bank) kok bisa tidak rusak? hi hi hi.

Kalau eKTP tidak dapat dicopy dalam artian di-cloning. Nah itu saya baru setuju. Harusnya demikian.

Bacaan lain:


Filed under: Teknologi Informasi, TI Tagged: IT, postaday2013, security, Teknologi Informasi

The Obligation of the Engineer

Kemas Antonius Kemas Antonius

I am an Engineer.

In my profession I take deep pride. To it, I owe solemn obligations.

Since the Stone Age, human progress has been spurred by the engineering genius.

Engineers have made usable nature’s vast resources of material and energy for Humanity’s [Mankind’s] benefit.

Engineers have vitalized and turned to practical use the principles of science and the means of technology.

Were it not for this heritage of accumulated experience, my efforts would be feeble.

As an Engineer, I pledge to practice integrity and fair dealing, tolerance and respect, and to uphold devotion to the standards and the dignity of my profession, conscious always that my skill carries with it the obligation to serve humanity by making the best use of Earth’s precious wealth.

As an Engineer, [in humility and with the need for Divine guidance,] I shall participate in none but honest enterprises.

When needed, my skill and knowledge shall be given without reservation for the public good.

In the performance of duty and in fidelity to my profession, I shall give the utmost.

The Obligation of the Engineer


Filed under: Catatan

Kemkominfo Bersikeras Tetap Meminta Data Center di Indonesia Bagi Para Penyelenggara Sistem Elektronik

DailySocial Avi Tejo Bhaskoro

Kantor berita Antara melaporkan bahwa Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan tetap bersikeras akan meminta penyelenggara sistem elektronik menempatkan lokasi pusat datanya (data center) di Indonesia. Hal ini merujuk kepada Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

Di sela-sela acara diskusi terbuka Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) di Jakarta Selasa lalu, Ashwin Sasongko selaku Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika berkomentar, “Karena kalau data center di luar negeri dan ada permasalahan, penegak hukum (Indonesia) sulit mencari datanya. Penegak hukum tidak dapat mengambilnya secara fisik karena masuk ke negara lain.”

Hal ini juga menurut Ashwin, kebijakan pemerintah mengharuskan penempatan pusat data di wilayah Indonesia berlaku bagi penyelenggara sistem elektronika yang beraktivitas transaksi di Indonesia, baik perusahaan baru atau perusahaan lama. Menurutnya, perusahaan baru yang memerlukan fasilitas pusat data, harus langsung memulai menggunakan fasilitas di Indonesia. Perusahaan yang telah lama berada di Indonesia pun harus menggunakan pusat data di Indonesia. Jika sebelumnya menggunakan data center dari luar negeri, tersedia waktu untuk segera beralih ke fasilitas di Indonesia.

Terkait kebijakan ini, ketua umum IdEA, Daniel Tumiwa bertanggapan akan adanya pertimbangan dari pelaku bisnis yang akan memperhitungkan keuntungan dan kerugian jika menempatkan pusat data di Indonesia. “Harganya mencapai dua kali lipat (jika pusat data) di Indonesia dan infrastruktur jalur data harus melewati negara lain yang itu akan dikenakan tarif,” ujar Daniel di sela-sela acara diskusi tersebut.

Berkaitan dengan hal yang sama, dalam acara diskusi tersebut IdEA memberikan masukan kepada pemerintah yang seharusnya memperhatikan terlebih dahulu dengan memberikan insentif bagi pelaku bisnis yang mengikuti aturan penempatan pusat data sesuai PP No.82 tahun 2012. Namun hingga saat ini, pihak pemerintah melalui Kemenkominfo belum mengeluarkan regulasi yang mengatur aspek teknis penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronika, termasuk kemungkinan insentif yang diharapkan oleh para anggota asosiasi e-commerce Indonesia tersebut.

Tentu masih segar di ingatan kita beberapa waktu lalu, perihal RIM dan Google yang didesak untuk membangun pusat data oleh pemerintah Indonesia. Dalam perkara ini, RIM dan Google yang merupakan dua dari sekian raksasa industri teknologi yang menanamkan investasinya di Indonesia, menolak membangun pusat datanya di Indonesia mengingat pembangunan tersebut membutuhkan nilai investasi yang mencapai ratusan juta dollar AS. Selain itu pertimbangan lainnya terletak pada iklim bisnis di Indonesia yang tidak stabil seperti banyaknya pungutan liar, sistem birokrasi yang rumit, bencana alam, isu terorisme, dll. Hal seperti ini nampaknya harus dibenahi terlebih dahulu sebelum rencana kebijakan ini terealisasi.

Denny Santoso Bergabung Dengan Layanan Kotak Kecantikan BeautyTreats Indonesia

DailySocial Avi Tejo Bhaskoro

Layanan langganan kotak kecantikan BeautyTreats baru saja mengumumkan bergabungnya seorang digital entrepreneur sekaligus founder dari duniafitness dan sixreps, Denny Santoso sebagai pemegang saham dan strategist. Kemitraan yang baru dijalin ini diharapkan memicu inovasi dan meningkatkan kekuatan core business dari BeautyTreats ini sendiri.

“Denny Santoso adalah salah satu profesional paling ‘hands on’ yang saya kenal sangat berpengalaman dalam urusan logistik maupun e-commerce. Bergabungnya beliau di tim kami, tentunya akan membantu BeautyTreats Indonesia menjadi perusahaan kotak kecantikan nomor satu di Indonesia dan saya yakin visi strategisnya terhadap e-commerce dapat memberi dorongan secara penuh untuk menggenjot beauty e-commerce dari perusahaan kami”, ujar co-founder BeautyTreats Indonesia, Romeo B.S. Reijman.

Mengenai keputusannya bergabung bersama BeautyTreats Indonesia, Denny Santoso berkata, “Romeo dapat dengan cepat meng-konversi ide untuk realisasi, gigih, kreatif, dan seorang pemikir non-stop. Aspek-apek ini dari dirinya memungkinkan kami untuk cepat beradaptasi dan bahkan bergerak lebih cepat menjalankan strategi kami”.

Sinergi antara BeautiPlan milik Denny Santoso dan BeautyTreats Indonesia milik Romeo Reijman dipercaya mampu saling melengkapi dengan kekuatannya masing-masing dan menciptakan ekosistem yang baru di dunia online beauty di Indonesia.

Melihat sinergi antara dua kekuatan ini bukan tak mungkin nantinya Beauty Box keduanya menjadi suatu kekuatan baru di ekosistem online di Indonesia khusunya di dunia Online Beauty. Tujuannya pun jelas, ingin menjadi nomor wahid dalam dunia kecantikan yang lingkupnya luas mulai dari Sampling (BeautyTreats Box), saran, komunitas, dan juga e-commerce.

Layanan Pengantaran Makanan foodpanda Dapatkan Pendanaan $20 Juta

DailySocial Amir Karimuddin

Layanan pengantaran makanan foodpanda mengumumkan perolehan investasi senilai $20 juta dari konsorsium yang di antaranya terdiri dari AB Kinnevik dan Phenomen Ventures. Ini merupakan investasi putaran pertama bagi foodpanda. Untuk investornya sendiri, ini merupakan kali pertama bagi Phenomen Ventures, yang berasal dari Rusia, untuk berinvestasi perusahaan milik Rocket Internet, sementara AB Kinnevik sebelumnya juga telah berinvestasi di Lazada.

Seperti dikutip dari e27, Ralf Wenzel selaku global Managing Director foodpanda mengatakan bahwa investasi ini akan digunakan untuk mempercepat dan mengoptimasi layanan pelanggan (customer service). Menurutnya, foodpanda ingin apa yang ada di benak pelanggan ketika berpikir untuk memesan makanan. foodpanda kini telah tersedia di 27 negara dan empat benua, termasuk di Indonesia.

Tentu saja ini merupakan booster yang baik bagi bisnis pengantaran makanan foodpanda yang memang sedang berkembang di luar Amerika Serikat — yang dikuasai oleh GrubHub. Baru-baru ini aplikasi mobile foodpanda untuk iOS dan Android juga menjadi yang terdepan di kategori Food & Beverage, termasuk di Indonesia, menurut lembaga pemringkat independen AppAnnie.

Kami sebelumnya sempat berbincang dengan Managing Director foodpanda Indonesia, Juan Chene, di mana pihaknya mengatakan fokus pihaknya saat ini adalah meningkatkan kepuasan pelanggan dalam menggunakan layanan seperti ini, dengan tidak menutup kemungkinan untuk penggunaan metode pembayaran selain tunai dan ekspansi ke kota-kota lain di Indonesia.

Saat ini foodpanda memiliki lebih dari 500 partner restoran di Indonesia yang tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota di Bali.

XL Nonton Sediakan Layanan Menonton Film Langsung dari Smartphone

DailySocial Amir Karimuddin

XL Axiata (XL) meluncurkan satu lagi layanan yang membantu konsumennya mengisi waktu dengan smartphone-nya. Bertajuk “XL Nonton”, XL bekerja sama dengan BesTV New Media International sebagai distributor dan penyedia layanan konten film untuk menyediakan aplikasi streaming film. Saat ini XL Nonton baru tersedia untuk platform Android dan sudah hadir di Google Play, namun ke depannya akan hadir untuk iOS dan BlackBerry juga. Bersamaan dengan peluncuran layanan XL Nonton ini, secara eksklusif layanan ini menyediakan cuplikan film nasional “Cinta Brontosaurus” sebagai bagian kerjasama dengan Starvision.

Bisa dibilang belum banyak aplikasi film streaming di Indonesia, khususnya yang menayangkan film-film lokal. Sampai sekarang mungkin kompetitor paling dekat XL Nonton adalah UseeTV yang digagas oleh Telkom dan Viki. XL Nonton sendiri mengklaim bahwa teknologi adaptive bitrates yang digunakannya memungkinkan penyampaian konten disesuaikan dengan kecepatan jaringan yang digunakan untuk meminimalisir buffering, baik melalui jaringan seluler maupun Wi-Fi. Selain itu konten-konten berbahasa asing akan disertai dengan subtitel bahasa Indonesia untuk meningkatkan kenyamanan menonton.

Dian Siswarini selaku Direktur Digital Service XL dalam rilis persnya mengatakan, “Penyediaan layanan “XL Nonton” merupakan salah satu upaya strategis XL untuk menjadi bagian dari industri hiburan. Kami tidak akan ragu untuk memasuki ranah baru ini. XL memiliki sumber daya untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan pelanggan atas sarana hiburan yang bisa diakses secara simpel, kapan saja dan di mana saja melalui ponselnya. Sebelumnya pun kami telah memulainya melalui beberapa layanan musik. Kami berharap, ke depan layanan-layanan hiburan dari XL akan mampu ikut menyemarakkan dan memberikan kontribusi positif bagi industri hiburan tanah air.”

Untuk menggunakan layanan ini, pengguna XL dapat mendaftarkan nomor pelanggannya terlebih dahulu untuk mendapatkan password yang dikirimkan via SMS. Pengguna non-XL bisa mengakses beberapa konten di aplikasi ini, tapi untuk mengakses layanan penuh diperlukan akun yang terhubung dengan nomor XL. Harga sewa film bervariasi, dari 3000 Rupiah untuk 5 hari sampai 11 ribu Rupiah untuk 30 hari, biasanya setiap film memiliki satu tarif saja antara dua pilihan tersebut. Untuk sementara saat ini film lokal yang dibisa ditonton hanyalah beberapa FTV. Semoga bakal terus ditambah dalam waktu dekat.

Untuk kualitas, saya belum pernah mencobanya dengan jaringan berkecepatan terbatas, apalagi dengan konektivitas 3G XL, jadi pengguna yang telah mencobanya dengan jaringan XL bisa memberikan komentarnya. Simak pula komentar di laman Google Play XL Nonton yang memberikan saran bagi pengguna Android versi 4.0 (Ice Cream Sandwich) yang merasakan kesulitan saat pengaksesan film-film di layanan ini. Saya sendiri beberapa kali mengalami crash saat pengaksesan aplikasi ini dan sebaiknya segera diperbarui (plus ditambah konten-kontennya) untuk rilis berikutnya.

Aplikasi Ticketing Mobile “Indonesia Flight” Kini Hadir di Plaform iOS

DailySocial Avi Tejo Bhaskoro

Kemudahan dalam membeli tiket pesawat kini kian terfasilitasi oleh banyaknya aplikasi mobile yang dapat membantu kita mendapatkan tiket pesawat secara online dan realtime. Salah satunya yang populer adalah Indonesia Flight. Kini, aplikasi yang telah lebih dahulu populer di platform Android dan berhasil mencetak 200.000 download hanya dalam waktu dua bulan, kini telah hadir juga di platform iOS demi menjangkau penggunanya lebih luas.

Indonesia Flight hingga saat ini telah bekerja sama dengan 8 airlines carrier di Indonesia, dan dibantu dengan dukungan penuh dari tiket.com – situs one stop travel and entertainment. Dengan misi mengulang sukses beberapa waktu lalu, aplikasi yang dikembangkan oleh developer Indonesia, Ticket Solutions ini dapat diunduh secara gratis di App Store sejak tanggal 3 April 2013 lalu.

Sedikit info menarik dari aplikasi yang mulai merambah ke pengguna device Apple tersebut, semenjak dirilis beberapa hari lalu, Indonesia Flight berhasil merangsek ke posisi pertama di “Top Free Apps” dalam category Travels Indonesia, posisi kedua di “Top Grossing Apps” dalam category Travels, dan terakhir sempat berada di posisi 8 ‘Top Free Apps’ dalam category All.

Salah satu pengembang aplikasi Indonesia Flight, Marcella Einsteins berkomentar, “Kami percaya prestasi kami di android dapat dikalahkan di iPhone karena demografi konsumen yang sudah sangat cocok. Ticket solutions sendiri sudah mengkontribusikan omzet 2 Milyar dalam sebulan dan ke depannya kami berusaha untuk menggenjotnya sampai dengan 5 Milyar per bulan sebelum Lebaran”.

Demi mengakomodir kebutuhan ticketing segala lapis masyarakat, Indonesia Flight juga telah hadir di beberapa platform lainnya seperti Android, Blackberry 10, dan yang kemudian akan dirilis selanjutnya adalah pada platform Windows Phone seperti di Nokia Lumia, dan juga platform S40 di Nokia Asha.

Bagi Anda pengguna perangkat iOS, kini Anda dapat mengunduh aplikasinya secara gratis di sini, atau kunjungi langsung App Store pada perangkat iOS Anda.

[Manic Monday] Memberdayakan Musik Dengan Data

DailySocial Ario Tamat

Beberapa tahun lalu, jaman saya masih kuliah, saya memiliki sebuah USB thumb drive. Saat itu masih sangat baru dan belum banyak orang memilikinya, sampai saya perlu membawa CD installer drivernya ke mana-mana. Thumb drive tersebut sanggup memuat data sebesar 64 MB, lebih besar dari satu kotak disket yang dahulu selalu saya bawa ke mana-mana, dan pastinya tidak rentan terhadap jamur. Dan hari ini, sepertinya thumb drive ukuran tersebut bahkan sudah tidak dijual; muatan memori 1GB saja biasanya sudah jadi hadiah bonus dan tidak dijual.

Revolusi pertumbuhan penyimpanan data turut mendukung berbagai layanan dan permainan berkembang dan memanfaatkan kemampuan penyimpanan data yang makin besar, seiring dengan makin tingginya kecepatan koneksi internet. Semakin banyak data yang dapat disimpan dan dikomunikasikan – smartphone saja sudah memiliki memori internal standar yang melebihi 64MB. Internet sendiri sudah bukan hanya media penyampaian data, tapi data tersebut sudah diolah berdasarkan keinginan kita. Contoh paling sederhana: mesin pencari akan mencarikan semua halaman web yang sesuai dengan kata-kata kunci yang kita berikan.

Layanan musik pun sudah ada beberapa yang diberdayakan oleh banyaknya data ini, karena toh jumlah lagu yang ada di dunia makin tahun makin banyak, dan layanan musik global seperti iTunes menawarkan sebanyak 26 juta lagu. Dengan jumlah sebesar itu, sebuah layanan musik memerlukan teknologi pencarian yang kuat dan komprehensif, dan dapat tanggap memperkirakan apa yang sebenarnya dicari oleh sang pendengar musik. Layanan musik seperti Pandora bahkan hanya membutuhkan sebuah kata kunci untuk mencarikan lagu-lagu yang sesuai, dan akan memainkan lagu-lagu yang paling sesuai dengan kata kunci tersebut. Untuk memastikan kecocokan dengan kata kunci, Pandora menggunakan lebih dari 400 atribut data yang terkait dengan tiap lagu untuk menentukan lagu yang dimainkan berikutnya.

Di sisi lain, kelengkapan data musik Indonesia pada layanan seperti Gracenote dan Echo Nest, yang melengkapi data untuk berbagai layanan musik tingkat global, masih banyak tergantung pada penggemar musik yang rajin memasukkan data tersebut ketimbang para musisi atau perusahaan rekamannya. Padahal, kekuatan data ini dapat termanfaatkan saat layanan-layanan musik ini merekomendasikan lagu ke pengguna lain yang mungkin belum pernah dengar, sehingga dapat memperluas potensi pendengarnya. Ini belum memperhitungkan soal data yang bisa ditangkap oleh layanan musik saat lagu sedang dimainkan.

Dengan kekuatan data dan analisanya, kita dapat melihat lagu apa yang paling sering di dengar, jam berapa, oleh siapa, daerah mana, dan seberapa lama dia populer. Seberapa cepat sebuah lagu menyebar dalam jaringan pertemanan, dan seberapa cepat lagu itu tidak didengarkan lagi. Kita bisa mengukur, artis mana yang sedang digandrungi, dari lagu apa saja, dan paling sering didengar oleh siapa. Dan dengan kekuatan data yang sama, kita bisa merekomendasikan lagu-lagu senada atau terkait.

Memberdayakan musik dengan data memerlukan kerja sama sebuah mata rantai konsumsi musik, dengan kesepakatan yang sangat sederhana: musik yang disimpan, dicatat dan diteliti harus memiliki standar metadata yang sama. Ini adalah langkah yang paling kecil yang perlu dilakukan oleh pelaku produsen musik seperti musisi dan label. Selanjutnya, data ini akan makin diperkuat dengan data yang tumbuh dari penggunaan. Makin banyak data yang didapat dan bisa diteliti, makin mudah juga menyampaikan musik yang sesuai untuk pendengar yang sesuai, dan makin tinggi kemungkinan pendengar tersebut rela mengeluarkan uang untuk produk musik rekaman tersebut atau menginvestasikan uang untuk produk musik lain.

Ario adalah co-founder dari Ohd.io, layanan streaming musik asal Indonesia. Ario bekerja di industri musik Indonesia dari tahun 2003 sampai 2010, sebelum bekerja di industri film dan TV di Vietnam. Anda bisa follow akunnya di Twitter – @barijoe atau membaca blog-nya di http://barijoe.wordpress.com.

Untuk Menjangkau Seluruh Penggunanya, Mindtalk Kini Hadir Juga di iOS

DailySocial Avi Tejo Bhaskoro

Startup media sosial berbasis interest Mindtalk baru saja mengumumkan rilisan terbaru aplikasi mobilenya di platform iOS. Setelah berkutat beberapa waktu lalu di berbagai platform lainnya, Mindtalk kini telah resmi hadir di App Store dan bisa diunduh secara gratis oleh penggunanya.

Mindtalk, seperti yang sudah diketahui sebelumnya telah “bercokol” di berbagai platform lainnya seperti Chrome Apps, perangkat mobile seperti di Nokia Lumia, Asha, Windows 8, Android  dan yang terakhir dirilis di platform Blackberry Z10. Kini sosial media yang menyediakan berbagai channel ini juga bisa dinikmati oleh pengguna device yang berlambang buah apel ini. Beberapa fitur yang disediakan pun sama persis dengan platform sebelumnya yang lebih dahulu menikmati aplikasi gratis ini.

Dengan dirilisnya Mindtalk di platform iOS, maka lengkaplah sudah “penyebaran” Mindtalk di berbagai perangkat Mobile. Selain itu, dengan dirilisnya Mindtalk di platform yang berlambang buah apel ini diharapkan nantinya dapat menjangkau seluruh penggunanya tanpa terbatas device atau smartphone apa yang mereka miliki.

Mindtalk merupakan media sosial startup buatan anak negeri yang dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan penggunanya. Dimana penggunanya dapat mengunjungi berbagai channel yang disediakan sesuai dengan self interest dari pengguna itu sendiri.  Ruang interaksi yang dinamakan Channel ini nantinya dapat mengakomodir segala bentuk interest pengguna di dalamnya dan dapat di-share dengan berbagai bentuk seperti artikel, foto, dan juga video.

Untuk mengunduh aplikasi iOS Mindtalk, pengguna bisa mengunjungi tautan ini.

disclosure: Mindtalk dan DailySocial diinkubasi dibawah perusahaan yang sama

Kulinerplus Hadir Untuk Meramaikan Situs Pencarian Restaurant dan Tempat Hangout Lainnya

DailySocial Avi Tejo Bhaskoro

Mencari spot untuk hangout atau untuk sekedar berwisata kuliner terkadang menyulitkan bagi sebagian orang – termasuk saya, yang hobi menjajaki lokasi-lokasi restaurant yang seolah-olah terus bermunculan setiap minggunya. Untuk mempermudah pencarian, biasanya saya memulai dengan berselancar di situs-situs Online Directory yang akhir-akhir ini sering dimanfaatkan banyak orang sebagai “kitab” pencarian lokasi-lokasi hangout yang asik di kota tempat tinggal. Nah untuk kali ini, saya ingin mencoba me-review salah satu website online restaurant directory yang terbaru bernama kulinerplus.com.

Sebagai sebuah website pencari (search engine) kulinerplus memberikan tampilan interface yang sangat mudah dan sangat user friendly. Di halaman beranda Anda akan menemukan Search Bar yang terpampang sebagai salah satu fitur utama yang ditawarkan website tersebut. Anda cukup masukkan keyword-nya untuk kemudian search engine tersebut akan memberikan hasil pencariannya.

Sebagai contoh, saya hobi menyantap steak dan saya mendapatkan rekomendasi dari teman bahwa ada restoran steak yang enak dan murah di sekitaran wilayah Alam Sutera. Tak perlu repot, saya tinggal masukkan keyword “Alam Sutera” di search bar tersebut, dan kemudian voila! Dengan sekejap kulinerplus memberikan hasilnya dan saya dengan segera mendapatkan nama Restoran yang ingin saya kunjungi tersebut, lengkap dengan alamat dan directory dari Google Map. Dan tak lupa, di hasil pencarian tadi saya juga dapat membaca review mengenai restoran yang ingin dikunjungi tersebut dan berbagai informasi penting lainnya seperti jam buka, range harga menu, dll.

Tak hanya itu, kulinerplus juga menyertakan berbagai informasi promo yang beredar di berbagai restoran di seluruh lokasi di Indonesia. Seperti promo diskon produk, promo kartu kredit, dan berbagai promo lainnya yang mungkin dapat berguna bagi Anda. Di kulinerplus, saya juga dapat menulis berbagai review bebas mengenai pengalaman saya menikmati sajian makanan di mana saja. Layanan submit review ini dapat dikunjungi di blog.kulinerplus.com

Bersaing dengan berbagai situs Restaurant Online Directory lainnya seperti urbanesia.com dan openrice.co.id, kulinerplus menawarkan user interface yang sangat friendly dalam pengoperasiannya. Tidak terlalu banyak thumbnail, dan informasi yang dicari bisa segera didapatkan di halaman depan. Untuk konten yang ditawarkan, ketiganya memiliki keseragaman dalam hal review lokasi dan informasi yang penting untuk dibagi kepada pengguna.

Untuk bersaing di era mobile seperti sekarang ini, dukungan terhadap aplikasi mobile juga tersedia di kulinerplus. Aplikasi kulinerplus kini siap diunduh bagi pengguna Android. Untuk platform lainnya seperti iOS dan Blackberry sedang disiapkan dalam waktu dekat. Hal ini membawa kulinerplus sebagai startup baru yang dapat dijangkau di mana saja. Walau belum berada di tingkatan yang sama dengan OpenRice yang lebih dahulu muncul di permukaan, namun setidaknya kulinerplus hanya membutuhkan sedikit waktu untuk segera mendampingi bahkan melewati kompetitornya tersebut.

Namun, dari banyak fitur menguntungkan yang ditawarkan, pros and cons pastilah tetap ada, selama yang saya temui kulinerplus sampai saat ini masih belum banyak entry restaurant atau cafe yang direkomendasikan. Serta masih belum banyaknya review yang dihadirkan, mungkin karena ini merupakan situs baru, jadi kembali lagi hanya masalah waktu yang dapat menyempurnakannya.

Akamai: Indonesia Alami Peningkatan Signifikan Dalam Arus Jaringan Internet Global

DailySocial Avi Tejo Bhaskoro

Akamai Technologies – Sebuah perusahaan platform komputasi awan, kemarin baru saja melaporkan data statistik terbaru kondisi internet kuartal ke-empat tahun 2012 di seluruh dunia. Termasuk diantaranya Indonesia.

Data yang dirangkum dan dirilis oleh Akamai Intelligent Platform ini memaparkan informasi terbaru mengenai data statistik global termasuk kecepatan koneksi, lalu lintas serangan jaringan, serta konektivitas dan ketersediaan jaringan dan di dalamnya termasuk data statistik Indonesia sebagai negara berkembang dengan jumlah pengguna Internet yang mencapai 63 Juta pengguna atau sekitar 24,23% dari total populasi di negara ini.

Dalam data statistik yang dilaporkan 5 Mei lalu, Indonesia memiliki sejumlah peringkat yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa figure yang menjadi konsentrasi utama dalam laporan statistik ini. Dalam laporannya, Indonesia menduduki peringkat 109 diantara negara-negara lainnya di regional Asia Pasifik dalam chart kecepatan rata-rata koneksi internet secepat 1,4 Mbps. Angka ini ternyata jauh mendahului negara tetangga seperti Filipina dan India yang masing-masing menduduki peringkat 113 dan 116.

Ada catatan penting dalam chart ini, peringkat yang diperoleh Indonesia pada kuartal ke-empat tahun 2012 kemarin ternyata mengalami peningkatan sebesar 86% dari tahun lalu. Hal ini menunjukkan pertumbuhan Internet di Indonesia yang begitu pesat sehingga kemudian menghasilkan angka peningkatan yang paling fantastis dibanding dengan negara-negara lainnya di regional Asia Pasifik, bahkan mengungguli peringkat pertama pada chart tersebut yaitu Korea Selatan dengan speed average mencapai 14 Mbps, kemudian disusul dengan Jepang dengan speed average mencapai 10 Mbps. Kedua negara tersebut hanya mengalami pertumbuhan yang tidak seberapa dibanding Indonesia.

Mengenai data statistik lainnya, Indonesia ternyata juga mengalami peningkatan yang luar biasa. Pada figure Average Peak Connection Speed yang juga dirilis bersamaan, Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-59 setelah pada kuartal ke-empat tahun kemarin, Indonesia sempat mencapai speed dengan kecepatan mencapai 16,8 Mbps mengungguli negara-negara berkembang lainnya di regional Asia Pasifik seperti Filipina dan juga Vietnam. Pada chart kali ini, Indonesia juga mencetak angka peningkatan sebesar 153%, lagi-lagi mengungguli negara-negara maju lainnya yang berada pada puncak posisi chart ini seperti Hongkong, Korea Selatan, Jepang, bahkan China yang memiliki jumlahi populasi terbanyak di dunia.

Bagaimana dengan konektivitas seluler di Indonesia? Menurut hasil pantauan Akamai, pada kuartal yang sama di tahun 2012, Indonesia dalam chart konektivitas seluler (>4 Mbps) berhasil menduduki peringkat 70 dengan persentase kecepatan diatas 4mb sebesar 2,5%. Peringkat ini juga mengungguli negara tetangga seperti Filipina dan juga Vietnam.

Dilihat dari data laporan yang diberi nama “State of The Internet” ini, Indonesia merupakan negara yang memiliki perkembangan jaringan paling pesat dibanding negara-negara berkembang lainnya, hal ini membuktikan bahwasanya Indonesia nantinya diharapkan juga dapat bersaing secara kompetitif dengan negara-negara maju.

Setiap kuartal, Akamai menerbitkan laporan “State of the Internet”. Laporan ini merangkum data yang terkumpul dari seluruh dunia oleh Akamai Intelligent Platform mengenai lalu lintas data, pemakaian broadband, konektivitas seluler dan topik-topik lainnya yang berkaitan dengan internet dan pemakaiannya, termasuk tren yang terjadi dalam kurun waktu tertentu. Untuk mengetahui lebih lanjut dan untuk mengakses arsip laporan-laporan, kunjungi www.akamai.com/stateoftheinternet

Tapestrix Perkuat Strategi Media Sosial Pas FM, Tingkatkan Interaksi Antar Komunitas Pendengar

DailySocial Avi Tejo Bhaskoro

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk me-maintain hubungan yang baik antar sesama. Salah satu caranya yang banyak dilakukan di era internet sekarang ini adalah dengan melalui jaringan media social. Seperti halnya dengan Pas FM, stasiun radio bisnis terkemuka di Jakarta yang memiliki gelombang 92,4 FM, hari ini tepat tanggal 6 Mei 2013 meluncurkan media social milik sendiri yang dapat di-customize sepenuhnya.

Dengan kehadiran media social dari Pas FM ini sendiri, nantinya komunitas pendengar radio yang juga tersebar di tiga kota besar lainnya seperti di Surabaya, Semarang, dan Solo ini dapat berinteraksi secara realtime di http://jakarta.pasfm.com, dan dapat dengan langsung mengirimkan komentar maupun shout lainnya berkaitan dengan informasi yang diudarakan saat itu.

Dengan penuh optimis, Robert Saputra, selaku Chief Marketing Officer Pas Fm menyatakan “Posisi kami sebagai radio bisnis jelas menjadikan penyampaian informasi bisnis terkini kepada para pendengar kami sangatlah penting agar kami selalu menjadi yang terdepan. Dan saat ini, dengan tren informasi yang tersebar secara instan, kami menyadari kebutuhan para pendengar kami untuk selalu mendapatkan informasi terkini untuk membantu mereka bekerja, berbagi, berdiskusi, dan membuat keputusan-keputusan bisnis yang tepat. Jaringan media social milik kami sendiri ini memungkinkan kami untuk benar-benar bisa memberikan semua informasi bisnis terkini, baik secara on-air dan online, secara langsung.”

Untuk mewujudkan ide yang brillian ini, Pas FM bekerjasa sama dengan PT. IndoSterling Technomedia selaku developer dari Tapestrix (TPX) – sebuah Enterprise Social Platform yang dapat dioptimalkan untuk penerapan sesuai kebutuhan, sehingga perusahaan dan brand dapat berhubungan dan berinteraksi dengan komunitas dan konsumen mereka secara real-time.

“Kami bangga dan senang atas kepercayaan yang diberikan Pas Fm untuk membantu mereka menjadi lebih dekat dan akrab dengan para pendengarnya dengan mengikutsertakan Tapestrix dalam strategi media social mereka. Tapestrix tidak saja bisa memperkuat posisi kepemimpinan Pas Fm dalam menyampaikan berita-berita bisnis unggulan tetapi juga mempertahankan dan mengembangkan hubungan stasiun radio tersebut dengan para pendengar setianya, baik perusahaan maupun individu-individu, secara on-air dan off-air,” ujar William Henley, CEO dari PT Indo Sterling Technomedia.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Tapestrix mempunyai fungsionalitas yang sama dengan facebook yakni komunikasi dua arah, update foto, update status, dan dapat mengintegrasikan identitas brand dengan lebih baik namun, dengan penyempurnaan tampilan sesuai keinginan klien.

Akademik vs. Populer

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Saat ini saya menugaskan mahasiswa untuk membuat makalah sebagai bagian dari penilaian kuliah keamanan informasi (information security). Saya meminta mahasiswa untuk membuat makalah yang akademik, bukan artikel populer. Resminya sih namanya technical report. Ternyata mahasiswa banyak yang bingung karena belum mengerti maksudnya artikel yang akademik. Maklum mereka mungkin belum pernah menulis makalah untuk seminar atau jurnal.

Ukuran tingkat kesulitan dari makalah tersebut kira-kira begini. Tulisan tersebut kalau dikirimkan ke majalah – bahkan majalah komputerpun – akan dianggap terlalu teknis dan tidak ada pembacanya. Tulisan akan ditolak editor. Sementara itu kalau makalah dikirimkan ke jurnal akan dianggap terlalu rendah (tidak ada kebaharuan).

Makalah juga tidak boleh menjelaskan secara normatif. Kalimat di bawah ini kurang kena (seperti politisi saja – hi hi hi):

Penggunaan kartu kredit memiliki risiko sehingga pengamanan harus dilakukan dengan baik.

Jika kalimat di atas hanya digunakan sebagai kalimat pembuka tentu saja boleh, tetapi kalau pembahasannya hanya sebatas itu maka tidak boleh. Kurang teknis. Kurang akademik. Pembahasan yang saya maksud misalnya adalah menggunakan kriptografi sehingga brute force attack terhadap passwordnya membutuhkan 2^299 kombinasi. Something like that … Adanya persamaan matematik juga dapat menunjukkan ke-akademik-annya. hi hi hji.

Tentu saja maksud saya bukan membuat makalah menjadi lebih pelik dengan menggunakan kata-kata yang sulit dimengerti. Banyak orang yang melakukan hal ini dengan tujuan untuk membingungkan. Bingung = akademik? Salah. Ini juga akan mengurangi penilaian karena sisi kejelasan (clarity) akan mendapatkan nilai kecil.

Tulisan ini jelas tidak akademik. Ini masuk ke kategori tulisan populer.


Filed under: Pendidikan, security, Teknologi Informasi, TI Tagged: kuliah, Menulis, Pendidikan, postaday2013, security, Teknologi Informasi

Telkomsel dan Nokia Hadirkan Layanan Carrier Billing untuk Seri Lumia

DailySocial Amir Karimuddin

Bersamaan dengan peluncuran Nokia Lumia 520 yang hadir eksklusif di Telkomsel, operator seluler terbesar di Indonesia ini juga mengumumkan bahwa skema carrier billing (atau potong pulsa) juga akan tersedia untuk jajaran smartphone Lumia mulai bulan Juni mendatang. Skema ini bisa digunakan untuk membeli aplikasi maupun layanan lain yang terkait dengan Windows Phone Store. Meskipun demikian, kemudahan ini tidak akan berlaku untuk merk smartphone lain yang juga sama-sama menggunakan sistem operasi Windows Phone.

Kerjasama carrier billing ini merupakan kedua kalinya dilakukan secara khusus untuk smartphone Lumia. Sebelumnya Nokia juga menggandeng XL Axiata untuk menawarkan program serupa. President Director Nokia Indonesia, William Hamilton-Whyte, seperti dikutip dari Antara menyebutkan, ”Para pengembang aplikasi ponsel pintar dapat meraih keuntungan dari karya mereka lewat layanan operator billing yang akan segera tersedia bagi pelanggan Telkomsel pada Juni mendatang.”

Tentu saja hal ini dinilai strategis untuk pengembangan keanekaragaman aplikasi di platform Windows Phone, mengingat penetrasi kartu kredit belum cukup luas di Indonesia. Platform lain seperti Android juga telah mengakui hal ini dan bekerja sama dengan hampir semua operator GSM. Pelanggan prabayar misalnya, tak perlu repot untuk membiayai pembelian aplikasinya, cukup memastikan bahwa pulsa/credit yang dimilikinya bisa mendanai pembelian tersebut.

Nokia Lumia (dan Windows Phone secara umum) mungkin belum menjadi platform smartphone unggulan di Indonesia, tapi kemudahan-kemudahan yang dihasilkan diharapkan mampu mendorong konsumen dan pengembang untuk beralih ke platform buatan Microsoft ini. Saat ini sudah tersedia lebih dari 130 ribu aplikasi di Windows Phone Store.

Microsoft juga baru-baru ini membuat aplikasi Android “Switch to Windows Phone” yang memberikan informasi tentang kelengkapan aplikasi-aplikasi serupa di platform Windows Phone, termasuk aplikasi yang mirip jika belum ada, untuk menggoda pengguna Android pindah ke Windows Phone.

Kita tunggu apakah peluncuran seri-seri Windows Phone, khususnya dengan harga terjangkau seperti Lumia 520 yang dipatok dengan harga di bawah 2 juta Rupiah, dan kemudahan carrier billing bisa membuat lebih banyak konsumen di Indonesia untuk beralih ke platform ini.

Bistip Buka Layanan Bistip Market, Layani Jual Beli Barang Impor dan Khas Daerah

DailySocial Avi Tejo Bhaskoro

Layanan titip-menitip Bistip baru-baru ini terjun ke area e-commerce yang lebih jauh dengan meluncurkan layanan terbarunya yaitu Bistip Market. Layanan ini dibuka khusus bagi Anda yang merasa repot bernegosiasi dengan si pembawa barang dan ingin langsung membeli barang impor atau oleh-oleh khas daerah.

Layanan terbaru dari Bistip ini memang menawarkan barang-barang yang jarang dijumpai di toko-toko sekitar tempat tinggal kita. Barang-barang yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai dari pernak-pernik dari luar negeri, jajanan khas daerah, hingga barang-barang berlabel premium semua bisa ditemukan di sini.

Uniknya, Bistip Market juga tak hanya menawarkan produk seperti kebanyakan toko online lainnya. Selain berbelanja barang yang diinginkan, member juga bisa menitip-jual barang dagangannya di situs yang didirikan tahun 2011 ini. Asyik bukan? Di saat bepergian, Anda bisa membeli  barang yang sekiranya berpotensi untuk dijual lagi, kemudian hasil penjualannya bisa digunakan untuk membiayai perjalanan selanjutnya.

Bistip seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya merupakan layanan yang membantu menawarkan “jasa” perantara titip barang dari mana saja dan kemana saja. Melalui situsnya, banyak orang yang terbantu terbebas dari biaya shipping yang mahal dan juga biaya cukai yang tak murah. Dengan diluncurkannya layanan terbaru Bistip Market, diharapkan Bistip dapat bersaing dengan layanan e-commerce konvensional dan dapat menjadi “lahan sampingan” bagi orang-orang yang memiliki hobi traveling.

Tertarik untuk jalan-jalan sekaligus mendapatkan uang tambahan? Sowan ke sini untuk informasi lebih lanjut.

Survei Rakuten: Konsumen Indonesia Habiskan $239 untuk Belanja Online dalam Setahun

DailySocial Amir Karimuddin

Baru-baru ini Rakuten sebagai salah satu perusahaan e-commerce terbesar di dunia melakukan survei yang melibatkan 5000 responden di 12 negara di dunia, termasuk Indonesia. Difasilitasi oleh Survey Sampling International, survei tersebut menampilkan data bahwa konsumen Indonesia menghabiskan $239 (2,3 juta Rupiah) secara rata-rata di tahun 2012 untuk berbelanja online. Meskipun terlihat besar, angka tersebut adalah yang paling rendah di antara negara-negara yang disurvei.

Sebagai perbandingan, konsumen Malaysia menghabiskan $344 untuk belanja online sementara rata-rata negara yang disurvei menghasilkan konsumsi sebesar $725 dengan konsumen Inggris memiliki kemampuan pembelanjaan terbesar. Menurut survei tersebut, konsumen Indonesia menghargai kepercayaan sebagai faktor tertinggi untuk berbelanja online (69%). Ini membuat konsumen Indonesia memiliki persentase paling tinggi untuk berbagi dan merekomendasikan produk pilihannya di berbagai jejaring sosial (78%). Konsumen Jepang adalah yang paling pelit memberi rekomendasi dengan persentase 8%.

Konsumen Indonesia juga memiliki persentase yang bagus untuk berbelanja online menggunakan perangkat bergerak (smartphone/tablet) (14%), meskipun secara umum konsumen global masih jarang menggunakan smartphone untuk preferensi media belanja online-nya. Meskipun pertumbuhan berbelanja online sepanjang tahun 2012 mencapai 11%, tapi sekitar 28% konsumen Indonesia masih bertahan menggunakan berbelanja secara konvensional di toko (offline).

Seperti dikutip dari Okezone, Presiden Direktur dan CEO PT Rakuten Belanja Online (Rakuten-MNC), Ryota Inaba, menyebutkan, “Bukan masanya lagi memiliki website yang hanya memajang dagangan Anda, namun harus memastikan bahwa mereka menawarkan semua informasi yang dibutuhkan oleh konsumen melalui website atau penawaran lewat mobile. Ini merupakan terobosan penelitian. Platform sosial sedang bersiap untuk tumbuh pada tahun-tahun mendatang. Sebagai industri, kami perlu membangun kepercayaan konsumen dalam platform belanja sosial, juga memberikan kemudahan bagi konsumen untuk berbagi konten lewat channel yang ada.”

[gambar: Flickr/perlengaby]

Hard Thresholds on JavaScript Code Coverage

don't code today what you can't debug tomorrow Ariya Hidayat

With the popularity of test-driven development (TDD), running a project which does not include an automated test workflow is often frown upon. The recent trend pushes it further: if the code coverage is not measured and monitored during that testing, the confidence level will not be very high. For JavaScript projects, how do we keep track of the coverage and prevent any regressions?

If the project is using Istanbul, the comprehensive code coverage tool for JavaScript, tracking is almost trivial. This holds even for a simple project. As an illustration, let’s have a quick look at esrefactor, a microlibrary which I created for assisting semi-automatic JavaScript refactoring, and its test suite. Running the unit tests (via Node.js) is a simple as node test/run.js (the tests are so simple, no external test framework is being used). Should we want to see the code coverage (and its report), istanbul is our best friend:

istanbul cover test/run.js

Once the coverage metrics are obtained, we can compare them against our predefined thresholds, serving as the baseline coverage limits. For example, the following line means that the statement coverage should be 90% or more. If it is less than the specified limit, Istanbul will complain aloud.

istanbul check-coverage --statement 90

While this is already very nice, this percentage threshold is often not what you want. In another scenario, we know the unit tests cover 45 statements and miss just 5 statements. How do we ensure that any future modification to this project does not degrade that coverage further to 6 or more uncovered statements? This is where Istanbul’s negative threshold feature becomes really handy. All we need to do is to tweak the coverage check like the following:

istanbul check-coverage --statement -5

Next time someone checks in a new piece of code which doesn’t come with a set of suitable unit tests, the above Istanbul invocation will warn that poor fellow that a coverage regression happens. Even better, enlarge the safety net by including the thresholds for function coverage and branch coverage (read also my past blog post on the significance of branch coverage):

istanbul check-coverage --statement -5 --branch -3 --function 100

Obligatory screenshot showing the situation where the threshold wasn’t hit:

istanbul_limits

As described in my multiple-layer defense approach, running coverage check manually is not the most optimal protection. We can bump up the coolness factor by using the powerful Git precommit hook feature. Now, don’t even try to sneak in untested code!

For many projects which rely on Node.js and npm, coverage check can be injected in the test ritual as well. First, add istanbul package into devDependencies section in package.json. To complete the typical npm install && npm test workflow, we need to involve coverage threshold check in the last step. The simplest way is by taking advantage of scripts section, illustrated here:

"scripts": {
"test": "node test/run.js && npm run-script coverage",
"coverage": "npm run-script analyze-coverage && npm run-script check-coverage",
"analyze-coverage": "node node_modules/istanbul/lib/cli.js cover test/run.js",
"check-coverage": "node node_modules/istanbul/lib/cli.js check-coverage --branch -2"
}

For a more serious project, using additional tools such as Grunt.js is highly recommended, particularly if some testing framework and/or test runner are also involved. There are already packages out there which integrates Istanbul with e.g. Mocha and QUnit. Thanks to this composibility technique, you can also find helper packages for test runners like Karma (née Testacular) and BusterJS, or even for CoffeeScript (via ibrik). Skipping coverage analysis should not be an excuse anymore!

I’d like to close this blog post with a brilliant statement from @davglass:

“If you think JSLint hurts your feelings, wait until you use Istanbul”

Protect yourself against code coverage regression, you’ll sleep better every night.

Aplikasi Populer Muslim Pro Kini Hadir Dalam Versi Web

DailySocial Avi Tejo Bhaskoro

Bagi kaum muslim modern, pasti sudah tak asing lagi dengan aplikasi Muslim Pro besutan Bits Media, app developer dari Singapura yang telah berhasil mencetak jumlah unduhan sebanyak lima juta di berbagai belahan dunia melalui platform iOS dan Android. Aplikasi populer yang satu ini banyak digemari oleh kaum muslim modern yang merasa terbantu dengan kehadiran aplikasi mobile yang bisa digunakan kapan saja dan dimana saja.

Seiring dengan perkembangannya, Muslim Pro baru-baru ini mengumumkan bahwa aplikasinya juga dapat dinikmati dalam versi Web. Tujuan dari pengembangan ini pastilah dimaksudkan agar pengguna Muslim Pro dapat lebih nyaman dalam memanfaatkan fiturnya yang dikembangkan sama persis dengan yang ada di versi mobile app.

Perubahan yang terjadi pastinya ada di sektor tampilan fullbar ala website yang menampilkan informasi secara full screen di depan layar monitor Anda. Tampilan info dan fitur yang ditawarkan pun sama persis seperti versi mobile app sebelumnya. Bagi yang belum mengetahui fitur dari Muslim Pro, berikut adalah fitur yang ditawarkan:

  • Waktu Sholat yang akurat
  • Penentu arah kiblat
  • Lokasi Mesjid
  • Kalender Hijriah
  • Jam Adzan
  • Qurannul Karim lengkap (disertai format Audio)
  • Lokasi restoran Halal
  • Dan masih banyak lagi…

Muslim Pro merupakan hasil karya dari app developer Bits Media yang berbasis di Singapore dan didirikan oleh seorang Erwan Mace yang berdomisili di Singapura dan yang pasti peduli terhadap pentingnya menjaga kualitas iman dari setiap muslim.

Setelah dua tahun lamanya aplikasi ini bertengger di iTunes dan Google Play, Muslim Pro ternyata mendapatkan respon dan feedback yang cukup baik dari jutaan penggunanya di seluruh dunia. “Masya’ ALLAH ini adalah aplikasi terbaik dan praktis di iPhone saya dan paling sering saya gunakan. Arah kiblatnya sangat akurat dan bisa mengubah waktu shalat sesuai waktu setempat. Saya sangat perlu aplikasi ini!”, ujar salah satu pengguna dari Inggris.

Senada dengan salah satu pengguna Muslim Pro tadi, sang developer Erwan Mace dalam salah satu kesempatan berujar, “Ini merupakan tahun yang menarik. Berbisnis di bidang teknologi berarti harus ada inovasi konstan dan menghasilkan produk yang berguna dan relevan untuk teman-teman Muslim kami. Kami berharap produk dan layanan kami akan menjadi sumber inspirasi bagi banyak Muslim untuk merangkul teknologi demi keyakinan mereka. Dengan diluncurkannya versi website yang baru, layanan informasi gratis kami sekarang tersedia untuk lebih banyak lagi untuk umat Islam di seluruh dunia.”

Well, bagi teman-teman yang merasa kesulitan mencari arah kiblat yang pas atau takut terlewat waktu sholatnya mungkin bisa coba sowan langsung ke situs Muslim Pro.

Kini Layanan Cloud Storage Dropbox Hadir Dalam Bahasa Indonesia

DailySocial Avi Tejo Bhaskoro

Setelah lama menikmati layanan cloud storage dari Dropbox yang dapat memudahkan kita menyimpan data apa saja secara nirkabel, kini Dropbox hadir dalam update terbarunya yang menampilkan tampilan Bahasa Indonesia dalam pengoperasiannya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, layanan Dropbox memang sudah cukup lama populer di kalangan masyarakat Internet, tentunya juga di Indonesia. Layanan cloud storagenya yang cepat dan proses transfer data yang mudah memang sudah lama menjadi andalan bagi sebagian besar orang yang menginginkan kepraktisan dalam menyimpan data dengan cara ini. All you need to do is push the file into it and then you can pull the files anytime and anywhere.

Untuk menjangkau para penggunanya di Indonesia dengan lebih akrab, Dropbox mulai mengaktifkan pilihan layanan dalam Bahasa Indonesia terhitung tanggal 1 Mei 2013 dan sudah dapat dinikmati siapa saja yang mendaftarkan akunnya di Dropbox. Pihak Dropbox juga tak lupa mengirim notifikasi update ini melalui email kepada setiap anggotanya yang langsung dapat meng-akses layanan Dropbox dalam Bahasa Indonesia saat itu juga.

Pengguna Dropbox dapat memilih satu di antara 17 bahasa yang kini digunakan di situs Dropbox melalui menu yang terdapat di pojok kanan bawah situs Dropbox atau di sebelah kiri jika telah log in ke situsnya. Informasi lebih lanjut dapat disimak di sini.

Waze. Aplikasi sosial informasi lalu lintas.

Aku Ingin Hijau Aku Ingin Hijau

waze

Di jaman penuh teknologi ini, terus dilahirkan hal-hal baru yang dapat menjadi alat bantu kita dalam sehari-hari.

Untuk yang terus berkutat dengan lalu lintas, maka informasi akan menjadi senjata yang sangat berguna karena kita dapat lebih mudah mencari jalan-jalan alternatif.

Saat ini sudah ada Twitter yang membantu dalam bentuk text segala informasi lalu lintas yang ada seperti @lewatmana, @TMCPoldaMetro, @jasamarga, dll

Sekarang, untuk anda yang menggunakan smartphone berbasis iOS (Apple) atau Android dapat mengunduh Waze, aplikasi sosial untuk informasi lalu lintas yang berbasis komunitas.

Saat anda menggunakan aplikasi ini dalam kendaraan, maka Waze akan membuat peta lalu lintas berdasarkan kecepatan kendaraan anda. Selain itu anda bisa membuat laporan secara cepat untuk hal-hal seperti kecelakaan, jalan yang ditutup, dll dan bahkan chatting dengan pengguna Waze lainnya.

Bedanya dengan Twitter, Waze memiliki peta visual sehingga memudahkan kita melihat rute dan malah Waze dapat membantu mencari dan mengkalkulasi rute untuk kita.

Semakin banyak orang yang menggunakan Waze, maka informasi lalu lintas kita pun akan semakin lengkap.

Cobain deh!

download_box1

 

download_box2


Filed under: Aplikasi Hijau, Hemat Di Jalan, TeknoHijau Tagged: android, ios apps, Waze

Lebih Dekat Dengan Dokter Pribadi Melalui Mobile App Terbaru DokterGratis

DailySocial Avi Tejo Bhaskoro

Layanan kesehatan masyarakat yang merata di seluruh wilayah Indonesia akhir-akhir ini menjadi salah satu isu yang sering digencarkan oleh pemerintah Indonesia. Dengan pencapaian layanan kesehatan yang merata di seluruh wilayah nusantara maka target untuk menuju Indonesia Sehat bisa segera tercapai di masa mendatang. Namun seiring berjalannya waktu, pencapaian tersebut masih sering ditemukan banyak kendala, salah satu kendalanya yang paling mudah terlihat adalah luasnya wilayah cakupan dan akses yang dapat menghambat layanan kesehatan, masyarakat daerah terpencil seringkali mengalami kesulitan dalam menjangkau layanan kesehatan baik dari pemerintah maupun swasta.

Selain itu, hal kendala yang serupa juga masih sering dialami seperti adanya pola pikir masyarakat Indonesia yang masih takut untuk berkonsultasi tatap muka langsung dengan dokter maupun spesialis kesehatan lainnya. Hal serupa tak hanya terjadi di daerah terpencil saja namun juga sering terjadi di masyarakat perkotaan.

Di sisi lain, perkembangan telekomunikasi yang kian berkembang pesat belakangan ini baik di wilayah perkotaan sampai mencakup ke wilayah-wilayah pedesaan membuat para developer mobile app bergerak untuk membuat satu inovasi yang dapat mendistribusikan layanan kesehatan secara cepat melalui perangkat mobile.

Melalui aplikasi gratis yang bernama DokterGratis pengguna dapat berinteraksi secara langsung dengan dokter-dokter spesialis yang telah tersertifikasi di Indonesia. Melalui aplikasi yang sangat berguna ini, nantinya diharapkan para pengguna dapat ngobrol langsung dengan dokter spesialis terkait secara real-time melalui sistem live chat yang difasilitasi oleh aplikasi ini. Sangat mudah, cepat, dan praktis tanpa perlu menunggu lama antrian yang jamak kita temui di klinik maupun di Rumah Sakit.

Dikembangkan oleh mobile app developer Warung Kreasi Indonesia yang bermitra dengan Health2i Pte Ltd, perusahaan inovasi dan teknologi berbasis di Singapura, pencipta Blabla Doctor (media sosial kesehatan), aplikasi DokterGratis ini menawarkan cara yang mudah dan simple untuk berinteraksi langsung dengan dokter spesialis terkait. Contohnya begini, jika Anda memiliki masalah kesehatan seperti Diabetes, konsultasi kehamilan, kesehatan reproduksi, kesehatan anak, bayi, dan lain sebagainya Anda hanya tinggal langsung kontak dokter spesialis yang tersedia di aplikasi tersebut untuk langsung segera melakukan konsultasi melalui live chat yang telah disediakan. Very simple, fast, and easy to use, serasa memiliki dokter pribadi yang siap membantu Anda dimana saja dan kapan saja.

Tak ketinggalan, aplikasi mobile ini juga memberikan layanan berupa saran, tips kesehatan
(medical advice), dan mengenali gejala awal terhadap penyebab keluhan yang diderita. Namun sebagai catatan penting, layanan yang ditawarkan oleh DokterGratis ini hanya bersifat layanan untuk pencegahan dini dari gejala penyakit yang timbul. Sangat disarankan bagi pengguna agar tetap berkonsultasi langsung dengan dokter spesialisnya agar dapat dengan cepat mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Maka dari itu, mobile app ini tidak memberikan diagnosa langsung dan resep. Sangat dianjurkan untuk konsultasi langsung dengan dokter terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Kabar baiknya, saat ini mobile aplikasi terbaru ini dapat diunduh secara gratis bisa melalui website DokterGratis atau bisa juga langsung diunduh melalui: Google Play, BlackBerry Appworld, dan App Store. Untuk layanan live chat, Anda bisa mulai berkonsultasi mulai dari jam 8 pagi-10 malam pada hari kerja, dan jam 6 sore-10 malam pada hari Sabtu dan Minggu (layanan ini tidak tersedia pada hari libur nasional).