PlanetTerasi

Think. Read. Write.

Memilih Topik Start-up

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Salah satu pertanyaan yang sering saya terima adalah memilih topik (ide) start-up. Bagaimana memilihnya? Atau apakah start-up saya ini memiliki potensi? Jawaban saya adalah pilih topik yang sangat dekat dengan kita, yang memecahkan masalah kita. Dearest to our heart. Sesuatu yang kita pikirkan siang dan malam. Contohnya tadi ada yang konsultasi tentang produk untuk ngecek lemak susu sapi, maka pertanyaan saya adalah mengapa dia mengambil ide itu. Apakah keluarganya punya banyak sapi? Atau bagaimana? Bahwa sesuatu itu baik belum tentu jadi alasan untuk menjadikannya start-up.

Jika sesuatu itu memang merupakan masalah kita, maka mau dibayar atau tidak, kita tetap akan mencari solusi untuk masalah kita. Kebetulan solusi itu kita jadikan start-up. Begitu.


Filed under: Bisnis, Start-up, Teknologi Informasi, TI Tagged: Bisnis, postaday2014, Start-up, Teknologi Informasi

Detik.com – Sejarah Hingga Penjualannya ke CT Corp

Okto SiLaban Okto Silaban

(Ini repost dari blog saya satu lagi, Rijut.com. Blog itu mau saya belokkan ke konten yang lain) Sebagai web-startup Indonesia pertama yang sukses dengan dukungan pernyataan resmi soal valuasi mereka, maka saya rasa wawancara Bisnis.com ...

Melihat Tempo.co Lebih Dekat dari Sisi Bisnis

Okto SiLaban Okto Silaban

(Ini repost dari blog saya satu lagi, Rijut.com. Blog itu mau saya belokkan ke konten yang lain) Secara keseluruhan, grup Tempo (kode saham TMPO) di tahun 2012 menghasilkan laba bersih Rp 29,64 Miliar (ini termasuk ...

Be Anonymous with TOR

ophay ophay

 

 

 

 

 

 

 

 

Postingan kali ini, saya ingin berbagi bagaimana cara menjadi Anonymous di internet. Kenapa harus jadi Anonymous…? Bagi beberapa orang, menjadi Anonymous merupakan suatu hal yang perlu dilakukan untuk melindungi privasi, atau sekedar iseng aja.

Seperti yang saya lakukan saat ini (ketika menulis blog ini), saya iseng-iseng menjadi Anonymous.  Saya menggunakan TOR, dan ternyata waktu yang diperlukan kurang dari 2 menit, dan kini saya telah menjadi AnonymousTOR  adalah tools yang melindungi privasi dan keamanan data dalam berselancar di internet. Lengkapnya dapat di lihat disni

Langkah-langkah yang perlu dilakukan, antara lain terlebih dahulu menyiapkan anonymity network client, dalam hal ini adalah TOR, yang dapat didownload disni. Lakukan ekstraksi, kemudian jalankan browsernya, tunggu beberapa saat, hingga browser TOR tadi terkoneksi dengan jaringan Server TOR. Apabila sudah berhasil, maka browser akan terbuka dan browser yang digunakan TOR adalah mozila firefox. Dan andapun kini sudah menjadi Anonymous.

catatan : Betapa mudahnya menjadi Anonymous di internet, dapat memicu penyalahgunaan oleh Newbie, Lamer dan kelompok orang yang tidak bertanggung jawab.


Apakah Perlu Inkubator Bisnis?

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Ini saya baru pulang dari reception untuk para pembicara dan undangan dari luar negeri di acara Innovation Festival Asia yan diselenggarakan oleh NUS (National University Singapore). Acaranya makan malam dan networking, ngobrol cari teman baru. Salah satu pertanyaan yang bolak-balik muncul adalah apakah saya dari sebuah inkubator bisnis (startup)? Saya jawab tidak. Saya kemudian berpikir, apakah sebetulnya inkubator bisnis itu diperlukan?

Inkubator bisnis itu mengambil analogi inkubator untuk bayi. Ada bayi yang begitu lahir harus dimasukkan ke inkubator dahulu karena satu dan lain hal. Inkubator ini memperbesar peluang mereka untuk menghadapi dunia yang baru mereka masuki. Hal yang sama juga terjadi untuk bisnis. Ada bisnis yang harus melalui inkubator. Namun kita lupa bahwa sebetulnya kita berharap bahwa bayi-bayi yang lahir itu tidak harus melalui inkubator. Inkubator itu hanya kasus khusus saja. Bukan yang umum.

Saya mendapati ada kecenderungan startup ingin melalui proses masuk inkubator bisnis. Kalau kita lihat analoginya dengan bayi, kita tentunya tidak ingin bayi kita melalui proses inkubator jika memang tidak harus. Bukankah begitu? Mengapa kalau urusan bisnis kita justru ingin masuk ke inkubator? Aneh saja.


Filed under: Bisnis, Start-up, Teknologi Informasi, TI Tagged: Bisnis, opini, postaday2014, startup, Teknologi Informasi

ASUS Akan Meluncurkan Tiga Lini Ponsel Cerdas

Blog Oom Yahya Oom Yahya

ASUS selama ini dikenal sebagai produsen PC dan notebook. Bahkan siapa yang tak kenal motherboard ASUS yang sangat mumpuni itu. Termasuk komputer yang saya gunakan ini powered by ASUS motherboard.

Mengikuti trend IT yang bergeser ke arah mobile, belakangan ASUS juga memproduksi peranti mobile. Notebook berukuran mungil dan tablet sudah menghiasi lini produksi ASUS. Dua diantaranya pernah pula saya bahas di blog ini, yaitu notebook Vivobook dan tablet FonePad.

Dan pada ajang CES 2014 yang diselenggarakan di Las Vegas, 7-10 Januari 2014 lalu, ASUS memberi kejutan dengan memperkenalkan tiga lini ponsel cerdas Android, yaitu ASUS Zenfone yang masing-masing diberi nama Zenfone 4, Zenfone 5, dan Zenfone 6 sesuai dengan ukuran layarnya yang 4, 5, dan 6 inchi.

Tanggal 15 April 2014 alias selasa besok, ASUS akan meluncurkan ketiga ponsel cerdas tersebut di Indonesia. Ajang peluncuran tersebut merupakan yang ketiga di Asia setelah Taiwan dan China, serta merupakan yang pertama di Asia Tenggara.

“Dengan sangat gembira kami membawa perangkat ini ke Asia Tenggara. Kami selalu yakin bahwa teknologi terbaik adalah teknologi yang digunakan oleh orang banyak. Jadi, saat kita memulai perjalanan kami dalam ‘in search of incredible’ kami berusaha menghadirkan ponsel paling luar biasa untuk dinikmati oleh semua orang,” ucap Jonney Shih, Chairman ASUS.

Saya sendiri akan datang pada acara peluncuran tersebut dan berkesempatan menjajal salah satu dari ketiga ponsel baru itu. Tunggu saja ya, nanti saya akan bawa oleh-oleh cerita banyak dari ajang tersebut. (upss)

1Password-ed

Orangescale.NET t

There are many services on the internet. It means there are many accounts (if you’re registering to those services) to remember. Some services offers login using popular “connect” feature. For example you can login using Facebook, Gmail, or Twitter for some specific services. This is a good scenario since we only need to remember password for those services.

But, I personally likes the “native registration” process. Meaning that I have to register manually and using a specific password each service. The consequence is that I have many passwords. I mean many. Of course, it might be easier I use the same password for multiple services. But, it’s not a recommended workflow. Anyway, if a service provides a 2-step authentication process e.g. Google, I will be using it.

1Password 50% OFF

I’m an Apple customer. So, I work most of the time on my MacBook and iPhone. There should be an easy way to manage these passwords. There is a popular application called 1Password by AgileBits Inc. I’ve heard about the application, but I didn’t buy it until yesterday. 1Password gets 50% discount. I decided to buy 1Password for Mac and iOS. I got my Mac version for $24.99 or IDR 289,000.00 (regular price: $49.99), and iOS version for $8.99 or IDR 99,000.00.

The post 1Password-ed appeared first on Orangescale.NET.

Ada Apa dengan Telkom Speedy?

#direktif Ikhlasul Amal

Layanan Telkom Speedy kok terasa mulai mengkhawatirkan?

Perasaan ini bermula menjelang akhir 2013 lalu. Sebelumnya, kantor kami beruntung termasuk “pelanggan terpilih” dan mendapat promosi koneksi 2 Mbps untuk paket Office, yang tertulis 1 Mbps. Kami anggap masa promosi yang wajar, antara lain karena kami pernah menjadi korban salah setelan di server, hanya diberi jatah 512 kbps. Pada “masa promosi” tsb. ada pemasar Telkom yang menelepon ke kantor dan menawari paket 3 Mbps: tentu menggiurkan walaupun tidak langsung saya tindaklanjuti, mengingat anggaran untuk koneksi saat itu “masih cocok dengan paket Office dasar”.

Berselang kira-kira dua bulan kemudian ada keperluan kantor dan anggaran baru yang memungkinkan peningkatan lebar pita koneksi Internet. Saya hubungi Speedy lewat telepon dan gerai Plasa mereka, setelah diperiksa dari catatan lokasi kantor kami, disimpulkan: koneksi lebih cepat tidak dimungkinkan, karena kondisi kawat telepon di lingkungan kantor kami terbatas hanya sampai 2 Mbps. Repot dibantah jika sudah berurusan dengan kawat.

Seperti kata mati karena sudah menyentuh infrastruktur. Petugas layanan konsumen Telkom juga tidak tahu kemungkinan perbaikan di daerah kantor kami.

Pada masa-masa itu pula promosi 2 Mbps ternyata berakhir. Koneksi mulai terasa tersendat-sendat di jam kerja. Karena yakin kawat telepon di sekitar kantor dapat digunakan sampai 2 Mbps, saya mencari paket layanan yang cocok untuk kantor. Mengherankan melihat halaman depan situs web Telkom Speedy hari ini: informasi layanan koneksi berkurang drastis, sangat minim, malah diganti dengan aneka layanan di atasnya, atau “materi Internet” (content). Termasuk salah satu menu registrasi paket koneksi Internet malah diarahkan ke telkom147.com dan kandas di halaman kosong dengan pesan: Unable to find a route to match the URI: berlangganan/speed.

Laman Telkom147.com

Bagaimana di Twitter?

Akun Dhany Speedy menjadi terproteksi dan diarahkan ke Telkom Care. Tentu lumrah saja ada pergantian akun untuk layanan konsumen, sehingga akhirnya saya tanyakan lewat Twitter ke Telkom Care tadi pagi dan belum ada jawaban.

Jadi terbayang kasus Flexi dari Telkom yang akhirnya kandas.

Perusahaan Teknologi dan Pandangan Pribadi/Politik

Okto SiLaban Okto Silaban

Beberapa waktu lalu dunia teknologi sempat geger karena Brendan Eich diangkat jadi CEO Mozilla, lalu tidak berapa lama kemudian langsung turun dari posisi itu. Kemudian kemarin muncul situs drop-dropbox.com. Isinya cuma 1 halaman. Inti pesan ...

Suara.com dan MataMata.com – Portal Berita Kembar ?

Okto SiLaban Okto Silaban

Kapan itu saya pernah nulis tentang Suara.com, portal berita yang baru, masih gress. Dari komentar Dwi di tulisan itu saya baru sadar kalau portal ini berbasis WordPress. Tadinya gak kepikiran buat ngecek. Lalu, secara gak ...

Tema Blog Baru

Okto SiLaban Okto Silaban

Setelah (kalau gak salah sih) 7 tahun lalu, akhirnya saya mencoba mengganti tema blog ini. Tema baru yang saya inginkan punya syarat sederhana : bersih, sederhana, dan mendukung fitur “responsive” yang sedang marak 3 tahun ...

Kurasi Musik Indonesia

Okto SiLaban Okto Silaban

Di Indonesia itu ada gak sih, satu website di mana isinya adalah kurasi dari musik-musik Indonesia yang bagus-bagus? Entah itu indie, major, atau mungkin rekaman di kamar aja (kaya video Raisa 5 tahun lalu ini – waktu belum terkenal). Pernah terbersit buat nyariin sendiri musik-musik bagus kreasi lokal yang ada di SoundCloud, terus diposting di […]

Teknologi Saham

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Akhir-akhir ini saya berusaha banyak belajar tentang pemanfaatan teknologi informasi dalam urusan jual beli saham. Ternyata menarik juga. Banyak hal baru yang saya pelajari. Hal yang membuat saya menarik adalah pemanfaatan IT ini ternyata masih boleh dibilang “baru” juga. Mungkin sekitar akhir tahun 90-an (awal 2000-an) penggunaan IT ini baru mulai terlihat signifikan.

Yang juga menarik untuk saya adalah aspek kebaharuan yang muncul, seperti misalnya ada yang namanya algorithmic trading dan high frequency trading (HFT). Komputer digunakan secara ekstensif untuk memutuskan kapan jual dan beli saham. Karena ini dilakukan oleh komputer, dia dapat dilakukan secara otomatis tanpa interferensi manusia dan dalam kecepatan yang sangat tinggi. Hal-hal tersebut tidak dapat terjadi tanpa adanya teknologi informasi. Bagi yang tidak menggunakan teknologi informasi ada kemungkinan akan tertinggal.

Keuntungan yang mungkin tinggi ini dibarengi dengan risiko yang tinggi. High risk, high gain. Nah, bagaimana caranya membuat risiko sekecil mungkin. Itu adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan. Maklum, kacamata saya adalah aspek keamanannya (security).


Filed under: Bisnis, security, Teknologi Informasi, TI Tagged: Bisnis, postaday2014, security, Teknologi Informasi

Let’s talk about NOKN: A smart modular bag

Orangescale.NET t

I couldn’t remember how many bags I had. I was not so picky about the design, colors, or models. I only need some common criteria: it’s functional, and its price should be good. I don’t mind spending more cash on bags (or any other fashion items) as long as it’s good and it fits me.

Last year, I discovered NOKNbag. It’s a business by some cool guys in my hometown, Jogjakarta. One of them is my junior high school friend who I haven’t met for years. He  shared about NOKNbag products. I have to admit that it was cool. But, I decided not buying it right away. “Well, may be later…”, I thought. In some occasions, I saw more people having this kind of bag. And, I had a chance to experience this bag, to meet this bag in person. And, it only took me seconds to decide: I need to have one.

And, I didn’t buy one. Not two, but also bought  special vouchers (worth around 50% off) for all friends at work. We invaded NOKN’s studio — it’s not far from the my office — to do a live mix-and-match. These are some items we bought back in 2013.

NOKN

The collection has only simple name: NOKNbag v2.1. And, it’s only a single product, but each element can be purchased separately. Some color options are also available. This is my configurations (I don’t always have them at once, anyway):

  • One Metal Gun body color
  • 3 flaps (red, blue, and white)
  • 1 shoulder pad (Metal Gun)
  • Inside Partition (Grey)
  • Laptop case (Grey). I can bring my 15″ MacBook Pro Retina Display!

nokn-office-1824121724124

Some customers mentioned that they could bring lots of stuff in it. And, they’re right. When I need to do a short trip (2-3 days) to Jakarta for example, I only bring one bag that contains these following items: 15″ MacBook Pro (with its MagSafe), iPad (with charger), iPhone, 3 t-shirts, 2 skirts, 2 shirts, small towel, and some stationaries.

It’s  my primary (and daily) bag. It’s my companion for work, or business trip.

nokn-white-flap-1864192123

nokn-blue-flap-1864192123

nokn-red-flap-5236262

I am lucky to have the opportunity with the people behind NOKNbag, about the concept and how they came up with this idea. Before they released their first product, they did lots of researches by asking people about their bags. They also looked closely about the people’s frustration on how they manage/organise their stuff (in their bags). It’s not surprising that they finally create this kind of bag. After another researches, they launched their new collections on the list.

NOKN-M, NOKN-T, NOKN-B, and more!

“Imagination is not only the uniquely human capacity to envision that which is not, and, therefore, the foundation of all invention and innovation. In its arguably most transformative and revelatory capacity, it is the power that enables us to empathize with humans whose experiences we have never shared.” ~ J.K. Rowling

nokn-19390173511

When I met Bayu and Wira (the creators of NOKNbag), they mentioned that the upcoming products will use better materials, and they will be more modular. In a same size of material, it will be lighter. Really? My curiosity was answered when I got my NOKN-M. It’s probably confusing about the new names. Actually, it’s not.

  • NOKN-M. M for Messenger bag (Video)
  • NOKN-B. B for Backpack (Video)
  • NOKN-T. T for Totebag (Video)
  • NOKN-L. L for Laptop (Video)
  • NOKN-C. C for Compact (case) (Video)
  • NOKN-X. X for accessories.

I had my NOKN-B delivered to office using Fixed Courier service (a courier service using fixed gear bike). Anyway, Fixed Courier covers NOKNbag delivery in Jogjakarta area. When I had it in my hands, it was like experiencing something completely new. Right, it’s only a bag. But, this kind of bag? I never saw it before. My first impression? I looked complicated. What about the weight? Surprisingly, I found it pretty light.

The first few things I did was testing it. I put my daily stuff carried in my NOKNbag and still got plenty room. NOKNbag describes that NOKN-B is a 20-litre volume bag. Being modular, NOKN-B works with NOKN-L (Laptop Case) and/or NOKN-C (Compact Case). It uses Weatherproof hi-grade 1682-D polyester (for the outer material) and Waterproof 420-D nylon (for the inner material).

Is it a complicated? In fact, it’s simple. There are some compartments inside. The straps can be adjusted easily. Anyway, the strap — called NOKN-LockJack® Strap – is made of aluminum to keep it strong and lightweight. I got my dark grey color (known as Metal Gun). There are some other colors available to choose.

NOKNbag color option

Watch the video below to get a brief impression what NOKN-B is all about.

When I said that the bad thing about NOKNbag is that you always want more, I was serious. Just bought myself NOKN-T today after having NOKN-B with me. #

“The NOKN-T looks nice” is the magic spell to get one. And, I finally got one too. This tote bag is using the exact same material like the other NOKNbag products. Here are some photos.

Thoughts

Now, let’s have moment so truth. This is a personal opinion and some are from friends. If we’re talking about price, NOKNbag products are not the cheapest in the market (for the bag). For example, the standard NOKN-B (body and two straps) will cost IDR 830,000 or around $US 75. The NOKN-T will cost IDR 250,000. You can go the NOKNbag store for details and create your own configuration. If you buy online, you can get 10% with a coupon code.

I personally think that it’s not always about the price. The uniqueness, functions, and quality also count. My 8-month old NOKN v2.1 is still in good condition until today. I also wash it like once per month and the condition is still great.

Now, if you want to find out more about NOKNbag, you can go to its website at noknbag.com, watch some videos at NOKNbag channel (don’t forget to watch the “Bag of The Future episode“). You can also interact with NOKNbag at Twitter (@NOKNbag), Instagram or Google+.

Disclosure: All product photos in this post are from my personal collection. We got discounts from some purchases, and all invoices are paid. Last but not least, I’m tempted to get my NOKN-M. Damn!

Photos: NOKN-B

nokn-b-824612841231

nokn-b-824612841232 nokn-b-824612841233 nokn-b-824612841234 nokn-b-824612841235 nokn-b-824612841236 nokn-b-824612841237 nokn-b-824612841238 NOKN-B

Photos: NOKN-T

NOKN-T

NOKN-T NOKN-T NOKN-T NOKN-T NOKN-T NOKN-T nokn-t-129740192748 NOKN-T

The post Let’s talk about NOKN: A smart modular bag appeared first on Orangescale.NET.

Ketika Spek Komputer Tidak Ditemukan

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Penjaga toko komputer: Mau cari apa, pak?

Saya: Notebook, prosesor i5, RAM 4 GB. (Dalam hati saya berpikir bahwa spesifikasi komputer seperti ini semestinya mudah tersedia. Sebetulnya kebutuhannya sih prosesor i7 atau Xeon, memory minimal 8 GB dan desktop.)

Penjaga: Adanya netbook dengan prosesor Atom dan memori 256 MB, pak. Mau?

Saya: Wah nggak cukup itu.

Penjaga: Memangnya untuk apa pak kok sampai tidak cukup?

Saya: Untuk main Dota 2. (Padahal sebetulnya komputer itu akan digunakan untuk memproses data yang banyak, big data, dengan Javascript, Node.js, dan lain-lain yang membutuhkan komputasi cukup besar di komputer. Tapi nanti kalau disebutkan alasan sesungguhnya, sang penjaga mungkin gak ngeh.)

Penjaga: Adanya hanya netbook pak

Saya: Memangnya bisa dipake untuk keperluan saya?

Penjaga (ragi-ragu): Bisa pak, tapi harus penuh dengan kesabaran.

Saya: Wah mendingan main tetris saja kali ya? (Ngeloyor pergi.)

Kalau Anda, apakah Anda akan beli juga itu netbook? Cerita ini dapat juga dianalogikan dengan keberadaan partai politik dan calegnya. Mereka masih netbook dengan prosesor Atom.


Filed under: Curhat, Teknologi Informasi, TI Tagged: Curhat, postaday2014, Teknologi Informasi

PRNG vs TRNG

Zaki Akhmad Zaki Akhmad

Saya kembali membaca buku kriptografi. Padahal buku teks kriptografi Bruce Schneier yang terkenal saja, belum selesai dibaca -_- . Buku kali ini adalah Crypto 101.

Di tengah-tengah membaca buku tentang one time pad, pikiran saya terbang akan PRNG vs TRNG. Psedo vs Random Number Generator.

Pada bagian one time pad ini dijelaskan dua hal yang perlu dipastikan untuk mengatakan bahwa one time pad itu aman:

  • Harus terdiri dari data yang benar-benar random (truly)
  • Hanya digunakan sekali (sesuai dengan namanya)

Ada yang mau membantu mencerahkan saya?

New App Store prices increase by round 30% for some countries

Orangescale.NET t

Early this month, Apple started to have new pricing for the applications in the App Store. Apple sent out an email informing the new pricing for some currencies, and the currency I’m using right now for my account is Indonesian Rupiah.

Within the next 24 hours, the following changes will be made to pricing on the App Store.

To account for changes in foreign exchange rates, App Store retail prices will be increased for the following currencies:

  • Australian Dollar
  • Indian Rupee
  • Indonesian Rupiah
  • Turkish Lira
  • South African Rand

Additionally, retail prices for Israeli New Shekels and some price tiers for the New Zealand Dollar will be decreased.

Price adjustments on the App Store are made periodically due to changes in foreign exchange rates. Within 24 hours, you will see the new Pricing Matrix in the Rights and Pricing section of Manage Your Apps on iTunes Connect.

Updates to iOS Paid Applications and Mac OS X Paid Applications contracts will be available on the iTunes Connect website. To view all current and outstanding contracts, see Contracts, Tax, and Banking on iTunes Connect.

This adjustment is because of the exchange rates for some currencies. Right now (when I write this post), based on XE.com, the currency rate is “1 USD = 11284.6 IDR”. To see the historical data of the currency change here’s a figure taken from XE.com (click to enlarge).

Screen Shot 2014-04-06 at 1.00.44 AM

Now, the new price for applications had been published. See these two before-and-after screenshots.

apple_price_1_before

apple_price_1_after2

Now, let’s see the comparison:

  • Old: IDR 9,500. New: IDR 12,000 (Original price: $US 0.99)
  • Old: IDR 19,000. New: IDR 23,000 (Original price: $US 1.99)
  • Old: IDR 39,000. New: IDR 45,000 (Original price: $US 2.99)

The price increases around 30% from the previous.

The post New App Store prices increase by round 30% for some countries appeared first on Orangescale.NET.

Kita Butuh Blog Seperti Ini Lebih Banyak

Okto SiLaban Okto Silaban

Saya mendapatkan ada pengunjung yang meninggalkan komentar di blog ini. Saya buka blognya. Awalnya saya kira isinya blog dengan tulisan-tulisan cerdas hasil copy paste. Kenapa saya kira begitu? Karena ya itu tadi, isinya cerdas dan seperti forward-an di milis-milis yang tidak pernah menyebutkan sumber aslinya. Sampai akhirnya saya membaca di footernya kalau ternyata blogger satu […]

Goodbye Readmill

Orangescale.NET t

Readmill

Readmil has been my favorite ebook reader so far. I have shared my thought on this long time ago. I have a good really good experience. But, it seems that I have to find another alternative in the future since Readmill will be closed permanently in next July 2014. Sad.

This Berlin-based team will be joining Dropbox, a file hosting company. Dropbox does not offer ebook reading feature. The reason is more about the talent. For now, I will keep having Readmill on my iOS device (iPhone 5) and Android. I have it installed in both devices. For iPad? Well, I don’t have it anymore since I lost it last month. When Readmill is really gone, I think I’ll move back to iBooks on iOS. For Android? I’m still searching the best alternative.

Goodbye Readmill, you’ll be missed.

The post Goodbye Readmill appeared first on Orangescale.NET.

Aplikasi Buatan Indonesia

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Baru saja saya membaca berita ini, “Facebook dkk. Sedot Rp 19 triliun dari Indonesia“. Dikatakan bahwa Indonesia seharusnya membuat aplikasi seperti facebook dan kawan-kawan itu. Apakah jika sudah memiliki aplikasi buatan sendiri maka pengguna Facebook, Twitter, akan turun? Jawabannya adalah TIDAK.

Saat ini sudah banyak aplikasi serupa. Lihat saja Zohib yang punya aplikasi percobaan mirip – bahkan terlalu mirip – dengan facebook dan twitter. Penggunanya? Tidak banyak. Mengapa demikian? Ada banyak alasan.

Pertama, sudah terlalu banyak teman dan keluarga kita di Facebook. Tidak mudah pindah dari sebuah layanan ke layanan lain. Namanya juga media sosial. Aspek sosialnya yang kental. Di mana yang lebih banyak kerumunannya maka di situlah orang semakin tertarik untuk bergabung.

Mendapatkan pengguna juga tidak mudah. Biaya marketing untuk mendapatkan pengguna itu tidak mudah. Apalagi kalau diinginkan pengguna yang menetap (sticky), bukan yang hanya sekedar daftar kemudian tidak pernah berkunjung lagi. Inilah sebabnya WhatsApp dibeli mahal, karena jumlah penggunanya banyak.

Kedua, orang Indonesia kelihatannya lebih menyukai buatan luar negeri daripada buatan Indonesia sendiri. Padahal ada banyak produk dan layanan yang buatan Indonesia jauh lebih baik kualitasnya. Mungkin kalau buatan Indonesia kurang keren ya? Ayo cintai buatan Indonesia. Yang ini masih merupakan pekerjaan rumah kita bersama.

Ketiga, penyedia layanan Indonesia sering kurang baik dalam melayani pelanggannya. Lambat, kurang responsif, defensif, dan hal-hal yang negatif lainnya. Padahal semestinya kita dapat memberikan layanan yang terbaik untuk pelanggan kita sendiri.

Jadi bagaimana? Masih mau pakai buatan Indonesia? Atau apakah memang perlu menggunakan buatan Indonesia? Atau mungkin kita tidak peduli? Selama kita bisa bayar, biarin saja. Mau buatan Indonesia atau luar negeri kek. Kan saya yang bayar. Hadoh.


Filed under: Bisnis, Curhat, Start-up, Teknologi Informasi, TI Tagged: Bisnis, Curhat, postaday2014, startup, Teknologi Informasi

Indonesian movie The Raid 2 invades the world

BudiPutra.com - Tech blog Budi Putra

TheRaid2_BerandalFollowing the surprisingly silat showdown of The Raid: Redemption in 2011, the hardcore film fans could enjoy the most-awaited sequel starting this week. Sony Classics is set to release The Raid 2: Berandal in limited release on March 28th and go wide on April 11th.

For all the hype and breathless press that greeted the first Raid in March of 2012, Scott Mendelson noted, the film made just $4.1 million in America.  That’s all? No. This film even gets a Hollywood remake. Australian filmmaker and Expendable 3 director Patrick Hughes is set to direct the American version of The Raid, which caught the attention of international film critics at the 2011 Toronto Film Festival.

What has the new film got?  A prison yard riot staged in mud. One guy taking on a nightclub full of assassins. A wayward taxi chase that ends with terrible things being done with restaurant equipment. A young man who’s figured out how to weaponize baseballs while his sister wipes out a subway car full of bodyguards with just two clawhammers.

But The Raid 2: Berandal –with overseas critics calling it ‘one of the greatest action films of all time’ but also calling it ‘possibly the most violent film of the year‘–  is strictly for adults.

The Raid 2: Berandal 
(150 minutes, Merantau Films)
Director: Gareth Evans
Screenwriter: Gareth Evans

Cast: Iko Uwais, Arifin Putra, Oka Antara, Tio Pakusadewo, Alex Abbad, Cecep Arif Rahman, Veri Tri Yulisman, Julie Estelle, Yayan Ruhian, Cok Simbara, Roy Marten, Pong Harjatmo, Ryuhei Matsuda, Kenichi Endo.
Producers: Ario Sagantoro, Nate Bolotin, Aram Tertzakian

The-Raid-2-Mosaic-Poster

7 most expensive electronic gadgets of all time

BudiPutra.com - Tech blog Guest Blogger

In these modern times, people use a number of electronics and gadgets to help them meet their needs for convenience and better life. But sometimes, people just go overboard with their gadgets and makes it a luxury instead of a necessity. I’m talking about how people put something really expensive to an ordinary gadget which skyrocket its price. They put gold, diamonds, crystals and more. It’s insane but incredible at the same time! Bottom line is they want their gadgets to imply glamour and high status and they are willing to spend thousands or millions of dollars for it. Let’s take a glimpse into the high society as we bring you 7 of the most expensive electronics and gadgets we’ve found in our research. You’ll be surprise on how insanely high the prices can get. Read on.

Notebook/Laptop sleeve

A Dutch Company – CoverBee is selling the world’s most expensive notebook/laptop sleeve for $11 million. These sleeves are hand decorated with 8800 rare diamonds, natural black sable fur from Siberia and Swarovski crystals. Because of the diamonds, the sleeves have the ability to warm and protect your laptop from sub-zero temperatures. It took about 2 years to finish one laptop sleeve so stock is very limited and only for the really rich and famous own it.

Diamond iPhone 4

iphone_4_DRWe know that iPhone is the king of all smart phones right? People all over the world fall in line whenever there’s a new release and in just a few minutes, it can be sold out and thousands of people will already have it. You will not get a chance to standout. This maybe the reason why an unknown Australian elite order two copies of the world’s most expensive phone from Stuart Hughes – priced at $8million. The iPhone is made up of 500 diamonds weighing over 100 carats, the main button is a single very rare pink diamond, the back cover is gold and the apple logo is made up of 53 diamonds.

Television Supreme Rose

Stuart Hughes is involved again on making the world’s most expensive television which is the 55-inch PrestigeHD Supreme Rose Edition. The TV frame is a combination of 28kg of rose gold, 72 diamonds and amethyst. Only three of these TV were made and sold for the public for a whopping $2.3 million.

Headphones Beats by Dre

Beats by Dre are really expensive headphones costing around thousands of dollars depending on the artist that inspired the headphone. But the most expensive Beats by Dre headphone is the one that have been worn by the band LMFAO. With 114 carats diamonds all over it, these headphones are sold at $1million each.

Nintendo Wii Supreme

Are you a gamer? Then you should start saving now and try to get the limited edition Nintendo Wii Supreme for about $481,250. It’s made up of half kilo 22-carat gold and the front console buttons are decorated with 78 19.5 carat diamonds. It took six months for this to be made and totally should be in the collection of serious gamers around the world.

Magic Mushrooms USB

A Swiss jeweler, La Maison Shawish turn an ordinary flash drive into a luxury every woman would want as they launched a line of Magic Mushrooms USB made of jewelries. The collection’s added attraction is that it brings us back to our childhood days where the mushroom USB reminds us of the magical mushrooms in Alice in the Wonderland. The “cheapest” USB in the collection is about $25,000 and is covered in pink sapphires and the most expensive is at $40,000 and is covered by 9.18 carat emeralds.

Electronic Cigarettes

Ever heard of electronic cigarettes? The electric device that gives the same look, feel and taste of traditional cigarettes without all the nasty chemicals traditional cigarettes have? Apparently, a Russian billionaire and his girlfriend liked E-cigarettes so much that he asked a UK based E-cig company to design and create the world’s most expensive E-cigarette, priced around $900,000. The creation is a masterpiece itself as it is made of over 246 diamonds, 100 Swarovski crystals and the tip of the E-cigarette is made up of six carat very rare diamonds. If only I’m rich, I would also want that E-cigarette as I’m an avid fan of these electronic devices. However, I’m not rich so I’ll just settle getting my E-cigarettes through Electronic cigarette coupons and discounts.

Author’s bio: Marie Felipe is an online writer for more than 6 years now. She now maintains the website Vaporizerco.com – An electronic cigarette coupons and electronic cigarette review website . She loves e-cigarettes because it allows her to smoke indoors or while she’s working in front of her computer.

Cerita Startup-Startup Itu

Okto SiLaban Okto Silaban

Sebuah topik berubah menjadi seru dalam hitungan jam di HackerNews. Judul (aslinya) adalah “Single, female, non-tech founder with no team…and her first 1 million users”, di tautkan ke sebuah presentasi di Slideshare. Presentasinya dibuat sendiri oleh si cewek dalam topik ini, Deenav (aslinya berasal dari Serbia). Terdengar keren gak sih? Cewek, sendirian, bukan orang teknologi, […]

Kelakuan Anggota DPR itu Salah Kita

Okto SiLaban Okto Silaban

A : “Gila ya kelakuan anggota DPR itu. Korupsi miliaran. Ketahuan main cewek. Ada yang tidur waktu sidang MPR. Ada yang nonton video porno malah pas sidang. Sakit jiwa. Mau jadi apa negara ini..” B: “Iya tuh. Tae lah mereka-mereka ini. Pokoknya jangan sampai Pemilu 2014 ini caleg-caleg biadab kaya gitu dipilih lagi. Rusak negara […]

Tips mendapatkan Ebook IT legal bagi Sysadmin dan Networkers

Admin Juga Manusia 2.0 (tm) » Computer & Networks Affan Basalamah

Salam,

Seorang sysadmin atau networkers yang betul-betul mendalami profesinya di bidang IT pastinya memerlukan update informasi untuk meningkatkan keunggulan dan kompetensinya. Update informasi ini didapatkan melalui berbagai media, baik itu berupa buku, manual, ataupun blog post dari sesama networkers maupun update informasi terbaru dari vendor.

Saya sebagai seorang sysadmin dan networkers memerlukan update informasi melalui buku, baik itu buku cetak maupun buku elektronik, untuk memahami sebuah topik yang cukup panjang dan mendalam, seperti teknologi cloud, virtualisasi, IP routing & switching, network services (DNS, DHCP, LDAP), service provider networks, dan berbagi topik lainnya yang mendasar yang tidak cukup dipahami dengan sekali menonton video atau tutorial sederhana di blog. Topik-topik seperti ini tidak bisa dibaca sekali saja, dan harus disertai dengan praktek, dan jika gagal praktek, dibaca lagi, sampai mengerti.

Sudah jadi rahasia umum di kalangan sysadmin dan networkers, bahwa buku elektronik IT ini bisa didapatkan melalui jalur non legal, yang tidak akan saya bahas di sini. Saya di sini hanya ingin membahas tentang bagaimana caranya sysadmin dan networkers mendapatkan ebook IT yang legal, namun biayanya tidak besar, bahkan ada yang gratis.

Ebook IT legal yang saya ketahui ada beberapa, mereka diantaranya adalah:

Ini cara paling maknyus untuk mendapatkan ebook IT legal, walaupun tidak gratis.  Hanya dengan berlangganan USD9,99 saja (dengan kurs USD-IDR terakhir, saya sebulannya membayar 117 ribu rupiah) anda sudah mendapatkan 5 slot yang bisa diisi ebook IT yang anda inginkan. Jumlahnya ada sekian ribu, saya lupa persisnya, namun penerbit IT terkemuka menerbitkan bukunya di sana, seperti O’Reilly Media, Cisco Press, John Wiley, Addison Wesley, Packt Publishing, dan lain-lainnya. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Anda berlangganan subscription 5-slot ebook dan anda mendapatkan 5 slot yang bisa anda isi dengan 5 ebook pilihan anda
  2. Pada bulan pertama anda memasukkan ebook ke dalam slot ini, ebook yang anda masukkan tidak dapat diganti selama 1 bulan pertama
  3. Anda membaca buku ini dari web browser di komputer anda. Jika anda punya gadget iOS (iPhone/iPad) atau Android, anda bisa membaca buku ini secara online dari aplikasi Safari Books Online untuk gadget anda.
  4. Bagi gadget iOS dan Android tadi, ada opsi Offline Folder pada Safari Books Online apps berisi 3 slot ebook untuk menyimpan ebook yang anda subscribe tadi di dalam gadget sehingga anda tetap dapat membaca ebook tadi walaupun tidak tersambung ke Internet.
  5. Setelah sebulan berlalu, ebook yang anda baca dapat dihapus dari slot dan diganti dengan ebook yang lain. Ebook yang masih ingin anda baca dapat tetap anda simpan.
  6. Buku yang tersimpan dalam Offline Folder pada Safari Books Online apps iOS/Android tetap tersimpan dalam gadget walaupun buku yang anda baca di 5 slot tadi dihapus. Kalau anda punya 2 gadget iOS/Android, anda sebenarnya punya 2 x 3 = 6 slot offline books :) Ditambah 5 slot online, anda punya 11 ebook yang dapat anda baca dalam satu waktu :-D

Berikut tampilan aplikasi Safari Online Books di iPad saya.

Daftar buku yang telah anda baca di Safari Online Books di iPad

Daftar buku yang telah anda baca di Safari Online Books di iPad

Memilih buku yang akan dibaca

Memilih buku yang akan dibaca

Tampilan ebook di Safari Books Online di iPad

Tampilan ebook di Safari Books Online di iPad

Vendor networking Juniper membuat kumpulan ebook yang mereka sebut Juniper Day One Books. Tujuannya tentu saja membuat produk mereka dikenal oleh networkers. Buku-buku ini dapat didownload secara gratis ke komputer anda, dan tersedia dalam format PDF dan EPUB. Walaupun ebook ini tersedia secara gratis, bukan berarti kualitasnya rendah, namun beberapa diantaranya cukup lengkap dan topik yang dibahas cukup lanjut, seperti MPLS, IPv6, firewall scaling, advanced OSPF, BGP dan lain-lain.

Vendor IP networking dan storage networking Brocade membuat kumpulan ebook yang mereka sebut Brocade Data Center Practices. Brocade yang sebelumnya hanya merupakan vendor perangkat storage area networking (SAN) mengakuisisi vendor IP networking Foundry Networks sehingga Brocade mampu menawarkan solusi IP dan SAN networking untuk data center. Ada setidaknya 2 buku networking yaitu Brocade IP Primer yang menjelaskan networking basic & advanced yang menarik dibaca bagi networkers Cisco, dan Brocade New Data Center  yang menjelaskan konsep data center terbaru berbasis IP/SAN fabric networking.

Saya sendiri baru sadar beberapa hari yang lalu, bahwa Microsoft Press juga menerbitkan free ebook untuk memperkenalkan teknologi terbarunya, terutama di bidang Windows Server, Windows Azure, System Center serta App Development for Windows. Salah satu buku yang menarik dibaca bagi networkers adalah ebook mengenai Building Virtualized Network Solution dan Introduction to Windows Azure sebagai solusi public cloud yang dimiliki oleh Microsoft.

Yang terakhir adalah BSD Magazine bagi anda yang menggemari teknologi open source, terutama dari BSD operating system, yaitu FreeBSD, NetBSD dan OpenBSD. Walaupun bukan buku, namun majalah elektronik BSD Magazine membahas beberapa teknologi dari dunia open source BSD. Diterbitkan sebulan sekali secara gratis, BSD Magazine sudah berjalan kurang lebih tiga tahun, dan tulisannya cukup bermutu membahas teknologi terbaru dari BSD operating system serta aplikasinya.

Demikianlah yang bisa saya share tentang tips mendapatkan ebook IT secara legal. Tapi yang jelas, ebook itu kalau sudah didapat, ya harus dibaca, dan dipraktekkan. Kalau nggak dipraktekkan ya nggak ada gunanya. Selamat membaca!

Wassalam,


Valuasi Perusahaan IT

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Baru-baru ini banyak orang terperangah ketika Facebook membeli WhatsApp dengan nilai yang fantastis. Yang menarik adalah WhatsApp adalah layanan yang belum menghasilkan revenue besar. Penghasilannya dari mana? Bagaimana menilai perusahaan (layanan) seperti WhatsApp ini? Mulailah muncul spekulasi dan teori. Saya akan menawarkan pemahaman saya.

Salah satu upaya perusahaan untuk mendapatkan pelanggan (customer) adalah melakukan marketing. Ada biaya untuk melakukan itu. Ada “cost of acquiring customer“. Berapa besarnya ini? Ini masih menjadi perdebatan. Katakanlah biayanya adalah US$20 (atau ada yang mengatakan boleh jadi US$50), maka nilai sebuah layanan adalah jumlah pelanggan dikalikan dengan biaya tersebut. Jadi katakanlah saya punya sebuah layanan dengan 100 juta pelanggan, maka sebetulnya perusahaan saya memiliki nilai US$ 2 milyar. Ini kalau dilihat dari kacamata mendapatkan pelanggan.

Cara menilai seperti ini tentunya masih belum dapat diterima oleh semua pihak. Jumlah pelanggan tidak selalu berkorelasi dengan sales, revenue. Tentu saja. Dia baru dapat dikatakan sebagai potensi. Namun ini sudah menjadi sebuah value. Bahkan ada yang mengatakan bahwa “user is the new currency”. Nah.


Filed under: Bisnis, Start-up, Teknologi Informasi, TI Tagged: Bisnis, IT, postaday2014, startup, Teknologi Informasi

Stop Using “Bahasa”

Okto SiLaban Okto Silaban

“All content is in Bahasa, so maybe you need to use Google Translate.” “So, will you make the content available in English and Bahasa?” Itu contoh kalimat yang sering terdengar di sekitar saya. Mungkin anda juga. Geli rasanya setiap mendengar kalimat seperti itu. Bahkan mungkin sedikit gusar. Sepengetahuan saya, English itu memang diterjemahkan jadi “Bahasa […]

Mungkin Lagu Indonesia Paling Cerdas Sepanjang Masa

Enda Nasution's Quiclinks enda

Tak sulit mendapatkanmu, karena sejak lama kau pun mengincarku. Tak perlu lama-lama, tak perlu banyak tenaga. –Tulus Kalau kamu belum familiar dengan kalimat diatas, maka perlu diketahui bahwa kalimat diatas adalah kalimat pertama dari lagu berjudul “Jangan Cintai Aku Apa Adanya” karya Tulus, penyanyi kelahiran Bukkittinggi 20 Agustus 1984 di album keduanya yang berjudul Gajah […] The post Mungkin Lagu Indonesia Paling Cerdas Sepanjang Masa appeared first on Enda...

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]

Mencoba Memahami Laporan Akamai

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Secara berkala, Akamai mengeluarkan laporan mengenai layanan mereka. Salah satu bagian dari laporan mereka ini menyampaikan berapa besar serangan (attack) yang mereka terima. Akhir-akhir ini, laporan mereka menunjukkan bahwa banyak serangan berasal dari Indonesia. Secara umum, China merupakan peringkat pertama dan Indonesia merupakan peringkat kedua. Ini agak aneh menurut saya.

Mari kita amati laproan kwartal ketiga (Q3) dari 2013. Di sana ditunjukkan tabel ini.

Region % Attack Traffic Unique IP Addresses Avg. Connection Speed (Mbps) Peak Connection Speed (Mbps)
China 35% 115,336,684 2,9 11,3
India 1,9% 18,371,345 1,4 9,0
Indonesia 20% 5,804,419 1,5 9,7
Japan 0,8% 40,008,677 13,3 52,0
Malaysia 0,2% 2,137,032 3,2 24,9
Singapore 0,1% 1,566,346 7,8 50,1

Perhatikan bahwa jumlah serangan dari Indonesia adalah 20% dari total serangan. Ini sangat besar. Hanya China yang lebih besar (35%). Yang aneh adalah jumlah IP address yang menyerang dari Indonesia adalah hampir 6 juta saja. Bandingkan dengan yang lain. Untuk menghasilkan 35%, China membutuhkan 115 juta IP; hampir 20 kali Indonesia. India yang jumlah IP penyerangnya 3 kali kita pun hanya menghasilkan 1,9% serangan. Apa artinya?

  1. Serangan dari Indonesia lebih efektif? ha ha ha
  2. Penyerang itu berasal dari komputer-komputer yang terinfeksi malware dan sangat lambat untuk ditangani (jadi satu komputer menyerang lebih lama dibandingkan di negara lain).
  3. Penyerang dari Indonesia lebih berdedikasi? hi hi hi

Atau ada apa lagi ya? Nampaknya saya harus ketemu Akamai untuk klarifikasi hal ini.


Filed under: security, Teknologi Informasi, TI Tagged: IT, postaday2014, security, Teknologi Informasi

Strategi Sales Tempat Karaoke

Okto SiLaban Okto Silaban

Saya enggak tahu ini kebetulan atau memang ini beneran strategi sales di tempat karaoke. Kalau kita datang di hari Sabtu sore atau malam biasanya tempat karaoke ramai. Harus mengantri untuk mendapatkan ruang. Nah biasanya petugasnya langsung nanya “Mau sejam atau dua jam kakak?”. Saya dulu jawab “Sejam aja dulu Mbak. Nanti bisa kan tambah lagi?”. […]

Keamanan Industrial Control System

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Dalam acara Cyber Intelligence Asia 2014 kemarin, salah satu topik yang dibahas adalah tentang kemanan (security) dari Industrial Control System (ICS). ICS adalah perangkat kendali (controller) di tempat-tempat seperti pabrik dan pembangkit listrik. Masalah keamanan dari ICS ini mulai muncul ketika ditemukannya malware Stuxnet yang menginfeksikan perangkat kendali dari Siemens. Menurut teori konspirasi, malware tersebut dibuat oleh Amerika untuk menyerang instalasi nuklir Iran. Begitu ceritanya.

Dalam diskusi kemarin dipahami bahwa ada banyak malware yang sebetulnya tidak ditargetkan kepada ICS tetapi menginfeksi ICS juga. Pasalnya, perangkat komputer di pabrik jarang diupdate (diupgrade). Untuk apa juga? Kalau peralatan berjalan dengan baik, mengapa perlu diutak-atik? Jangan-jangan kalau diupdate malah tidak jalan. Rugilah perusahaan. Jadi virus komputer yang sudah kuno pun bisa jadi masih dapat menginfeksikan peralatan di pabrik.

Hal lain yang perlu dipahami juga adalah mental atau cara pandang engineers di pabrik juga berbeda dengan di perusahaan (corporate). Di pabrik, tujuan utama adalah sistem hidup, berjalan, dan menghasilkan produk. Availability lebih utama dibandingkan confidentiality.

Begitulah kira-kira singkatnya tentang masalah keamanan ICS ini.


Filed under: security, Teknologi Informasi, TI Tagged: IT, postaday2014, security, Teknologi Informasi

Macet-Macet Jakarta dan Kencing di Tangga Halte

Okto SiLaban Okto Silaban

Walau bergoyang-goyang kesana kemari, Bulha dan Haran tetap asyik bercerita di dalam bis TransJakarta koridor VIII yang penuh sesak di pagi hari. Begitu sesaknya hingga mereka berdua tidak mendapat kursi, dan harus berdiri. Tetapi berbeda dengan Bulha yang berpegangan dengan kedua tangan, Haran hanya berpegangan dengan satu tangan. Entah apa isi tas plastik di tangan […]

Suara.com – Portal Berita Baru dari Permata Hijau

Okto SiLaban Okto Silaban

Walaupun sebagian orang mengatakan bisnis portal berita itu sudah jenuh, ternyata tidak menyurutkan Yan Gunawan untuk meluncurkan portal berita baru, Suara.com. Berkantor di Belezza, Permata Hijau, tim di belakang portal ini sepertinya dikelola dengan serius, bukan sekadar ada. Karena terdengar kabar ada juga portal berita dari grup media besar yang ternyata dibuat hanya untuk melengkapi […]

Screen Privacy Application

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Saya sedang berada di sebuah seminar dan ingin membuka komputer tetapi saya khawatir orang-orang yang duduk di belakang saya dapat melihat apa yang ada di layar saya. Padahal saya mau buka email, menjawab email, membuat proposal, atau bahkan hanya facebook-an. he he he. Seriously, saya sebetulnya ingin memperbaiki materi presentasi saya (untuk besok). Kalau saya edit sekarang, nanti orang-orang bisa lihat dan mungkin mengganggu mereka.

Nampaknya dibutuhkan sebuah aplikasi yang membuat layar komputer (notebook) saya hanya dapat dilihat oleh saya sendiri; screen privacy application. Aplikasi pelindung layar komputer ini membuat layar kita menjadi acak atau gelap jika tidak dilihat dengan menggunakan kacamata tertentu, misalnya. Nah.

Saat ini karena belum saya miliki, maka saya membuka layar ini dan orang-orang di belakang saya bisa lihat saya sedang ngeblog. hi hi hi.


Filed under: Teknologi Informasi, TI Tagged: IT, postaday2014, security, Teknologi Informasi

Gorilla Glass Itu Anti Gores Mas, Bukan Anti Pecah

Okto SiLaban Okto Silaban

Menjelang Natal 2013 tahun lalu, saya dan beberapa rekan kerja nongkrong di salah satu café yang cukup popular di daerah Kemang. Seperti banyak pengunjung lainnya, saya pun mengupdate status di social media. Check in di Path dengan keterangan “IT Gathering”. Tepat setelah menutup Path, ponsel saya jatuh dari meja ke lantai. Teman-teman saya sontak bercanda […]

SilverQueen : Gede Sih, Tapi Rela Bagi-Bagi Sama Ulat? – Bukan HOAX

Okto SiLaban Okto Silaban

Beberapa waktu lalu di Facebook saya berseliweran cerita tentang coklat SilverQueen yang ada ulatnya, hidup pula. Mengingat banyak sekali berita HOAX sering disebar di Facebook, saya tidak ikut menyebarkan. Tak masuk akal bagi saya. Mana mungkin ada ulatnya, kan waktu bikin coklatnya suhu nya tinggi. Begitu pikiran saya. Sampai akhirnya kakak saya sendiri kasih kabar […]

Linux: Nemo gagal, Nautilus bisa

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Sudah lama tidak nulis tentang hal yang teknis. Kali ini mau nulis tentang Linux ah.

Ceritanya saya mau mem-backup beberapa berkas ke disk eksternal. Karena komputer bergerak saya adalah Macbook dengan Mac OS X, maka disk eksternal saya format dengan menggunakan file system HFSplus. Di Linux (Mint) saya pasang program yang dapat membaca dan menulis untuk file system HFSPLUS itu.

Keanehan muncul ketika saya ingin memindahkan berkas dari Linux ke disk tersebut. Katanya file system hanya dipasang read-only. Saya baca berbagai dokumentasi di internet. Katanya file system HFS yang digunakan jangan diset journaling. Saya memang spesifik tidak mengaktifkan fitur journaling ini ketika melakukan formatting disk di Mac OS X. Mestinya sudah ok.

Penasaran. Saya coba menggunakan terminal untuk menuliskan sesuatu di disk itu; “touch junk“. Eh, bisa. Artinya memang disk itu sudah dipasang baca tulis. Saya kemudian menduga ini masalah dengan file manager yang saya gunakan, Nemo. Akhirnya saya pasang file manager lain, Nautilus. Saya coba copy berkas tersebut. Bisa! Nah. Saya belum menemukan sumber masalahnya, kenapa-nya, tetapi setidaknya saya sudah dapat melakukan backup dengan Nautilus.

Semoga kalau ada yang punya masalah seperti yang saya jelaskan di atas dapat mengatasinya. Hidup Nautilus!


Filed under: Teknologi Informasi, TI Tagged: IT, postaday2014, Teknologi Informasi, TI

Daftar Inventarisasi Masalah

Wahyu Wijanarko Indonesia Wahyu Wijanarko

Istilah Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) sering digunakan sebagai alat bantu dalam penyusunan peraturan (misalnya Undang-Undang, Peraturan Daerah, dll) untuk mengatasi berbagai persoalan tertentu. Meskipun sering digunakan oleh orang di bidang hukum, DIM ini bisa digunakan oleh organisasi untuk membantu mencatat hasil diskusi atau rapat mengenai masalah internal organisasi, misalnya pada operasi perusahaan.

Daftar Inventarisasi Masalah berisi topik yang sedang dibahas, dan tiap topik ini dijabarkan lagi permasalahan-permasalahan yang dihadapi, lalu dijabarkan lagi dalam bentuk solusi maupun regulasi yang sudah ada maupun yang perlu disusun untuk mengatasi permasalahan yang terkait dengan topik tersebut.

Penyusunan DIM tidak terlalu baku, namun pada prinsipnya adalah menghubungkan antara topik permasalahan tertentu dengan hasil pembahasan diskusi untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Penyusun DIM biasanya membuat sebuah tabel yang berisi beberapa kolom yaitu: topik yang dibahas, hasil diskusi permasalahan, solusi permasalahan, catatan lain. Nama jan jumlah kolom ini disesuaikan dengan kebutuhan dari topik permasalahan yang didiskusikan. Tiap topik permasalahan dibahas tiap baris sehingga catatan suatu topik permasalahan tidak bercampur dengan topik yang lain.

Ini Situs Yahoo atau Facebook Sih?

Okto SiLaban Okto Silaban

Saya gak paham sih, memang Yahoo itu ngasih ruang iklan 90% di halaman loginnya atau enggak. Dan anehnya, yang beriklan disitu justru Facebook. Saya sampai bingung beberapa kali login ke Yahoo ngelihat page ini. Perasaan tadi buka situs Yahoo, kok keluarnya Facebook ya?

Direktur, CEO, Komisaris, Pemilik Saham dan Nasib Karyawan

Okto SiLaban Okto Silaban

Di sela waktu yang sedikit senggang menjelang jam pulang kantor, Bulha dan Haran ngabur sebentar buat jajan siomay di gang sempit sebelah kantor mereka. Seperti kelas menengah lainnya di Jakarta, obrolan tentang karir sering keluar di waktu – waktu seperti ini. Bulha: Ran, gue pikir jadi karyawan di perusahaan gede bakal enak. Ternyata gak ya. […]

Banyak-banyakan Follower?

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Saat ini ada semacam fenomena untuk banyak-banyakan follower di twitter. Ini sebetulnya agak mengganggu saya. Memangnya kalau sudah banyak followernya itu kenapa? Apakah seseorang yang lebih banyak followernya itu dia lebih disukai oleh orang lain? Terkenal? Atau apa? Saya masih belum mengerti. Masalahnya, ada juga orang yang bloon tapi banyak followernya. Orang-orang mengikuti dia karena dia bloon (dan followernya juga bloon kali ya? he he he …. maaaappp).

Fenomena ini ditambah dengan permintaan untuk follow back (folback). Memangnya untuk apa saya follback Anda? he he he. Memangnya kita ingin berdiskusi atau bagaimana? Ataukah ada yang menarik dari perkataan Anda? Atau bagaimana? Itulah sebabnya saya hanya bisa tersenyum kecut menanggapi permintaan follow back ini. Maaf, tidak.

Mungkin dunia sudah berubah ya?  Sedih juga teknologi informasi menciptakan kultur yang superfisial ini. Superfisial menang!


Filed under: Curhat, Teknologi Informasi, TI Tagged: Curhat, postaday2014, Teknologi Informasi