PlanetTerasi

Think. Read. Write.

Bagaimana Mempopulerkan Situs (How to Generate Traffic to Your Site)

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Untuk ketigakalinya dalam minggu ini saya mendapat pertanyaan atau keluhan dari beberapa instansi tentang tidak populernya situs (portal, web site, blog) mereka. Ada yang aksesnya dalam satu bulan ini adalah … nol. hi hi hi. Mereka kemudian berencana untuk mendesain ulang situs mereka. Padahal menurut saya bukan di situ masalahnya.

Ada juga orang-orang yang ingin mempromosikan layanan mereka dengan menumpang (ndompleng) situs-situs yang rame, termasuk blog ini. hi hi hi. (Lihat saja ada yang komentarnya OOT.) Topik SEO (Search Engine Optimization) merupakan sebuah hal yang dicari-cari orang. Bahkan ada bisnisnya tersendiri. Jadi masalah mempopulerkan situs atau menghasilkan traffic pengunjung itu merupakan “masalah” bersama.

Pengalaman saya menunjukkan bahwa masalah utama dari ketidakpopuleran sebuah situs itu adalah informasi (data) yang tersedia tidak berubah untuk waktu yang terlalu lama. Ada situs pemerintahan yang terakhir diperbaharui tiga tahun yang lalu. Tentu saja tidak ada yang ingin mengunjungi situs itu kembali. Sekali mengunjungi – tahun lalu, misalnya – sudah cukup.

Salah satu cara untuk mempopulerkan situs adalah memperbaharui informasinya (content) secara berkala. Sering! Setiap hari kalau bisa. Itulah sebabnya situs-situs berita mendapatkan banyak traffic karena setiap hari orang hadir untuk mendapatkan berita terbaru. Ini juga saya terapkan di blog ini. Saya berusaha untuk menulis *setiap hari* (meskipun akhir-akhir ini banyak terjadi kegagalan). Jadi rumus saya adalah:

Kuantitas lebih penting daripada kualitas

Oleh sebab maka daripada itu … (hi hi hi), sering perbaharui situs Anda. Setelah sering diperbaharui, mulai kita tingkatkan kualitasnya.

Rumus kedua saya adalah

Tulisan yang baru (bukan copy and paste) lebih menarik

Maksudnya begini. Tulisan Anda yang “ngaco” jauh lebih menarik daripada menuliskan ulang (copy and paste) karangan orang lain, meskipun karangan orang lain itu super bagus. Percayalah. Cobalah. Kenapa demikian? Karena orang dapat membaca tulisan tersebut dari sumber aslinya. Lah kalau tulisannya adalah tulisan asli Anda, maka tentu saja kembalinya ke Anda. Tentu saja tulisan Anda ini tidak serta merta langsung disukai orang tetapi ini membutuhkan waktu, tetapi prinsipnya adalah buatlah yang orisinal.

Begitulah tips saya untuk mempopulerkan situs. Semoga bermanfaat.


Filed under: Bisnis, Opini, Teknologi Informasi Tagged: Bisnis, opini, postaday2015, Teknologi Informasi

Bekerja Dengan Asus Transformer Pad

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah cerita banyak tentang tablet hybrid yang sepertinya bakal makin populer karena memiliki kelebihan dibandingkan tablet biasa. Salah satu kelebihan tersebut adalah kemudahan penggunaan saat hendak dipakai bekerja. Dan tablet pilihan saya, Asus Transformer Pad TF103CG, sangat menyenangkan digunakan untuk bekerja.

Tentu harus disepakati dulu batasan kata “bekerja” ini. Yang paling masuk akal adalah pekerjaan kantoran seperti pembuatan dokumen atau pengolahan spreadsheet. Agaknya kurang masuk akal bila tablet “dipaksa” untuk mengolah foto atau render 3D. Apalagi, ingat lho, ini tablet Android.

Nah, untuk melakukan pekerjaan kantoran, ada beberapa aplikasi yang tersedia di Google Play Store yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan, misalnya Google Docs, Polaris Office, Office Suite, Docs To Go, hingga yang paling populer, Microsoft Office Mobile. Baru-baru ini malahan dirilis pula Microsoft Word for Tablet, Microsoft Excel for Tablet, dan PowerPoint for Tablet.

Sayangnya secara default, Microsoft Office Mobile tidak bisa diinstall pada tablet, termasuk pada Asus Transformer Pad. Namun sepertinya dengan sedikit utak-atik, ada kemungkinan Microsoft Office Mobile bisa diinstall. Tunggu ya, nanti saya oprek dan hasilnya bakal saya laporkan di sini. Sedangkan Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint for Tablet tidak kompatibel dengan Asus Transformer Pad. Entah apa alasannya.

Pembuatan dokumen dan pengolahan spreadsheet dapat dilakukan dengan mudah menggunakan Asus Transformer Pad berkat keyboard yang dapat dipasangkan pada tablet tersebut. Penggunaan mouse tentu tidak begitu mendesak mengingat tablet tentu sudah diperlengkapi layar sentuh. Namun pada keyboard tersedia touch pad juga, persis seperti touch pad pada notebook.

Sedangkan untuk pembuatan presentasi, ada sedikit hambatan. Asus Transformer Pad tidak dilengkapi dengan port VGA atau HDMI, melainkan dilengkapi dengan dukungan Miracast. Walaupun fitur Miracast ini merupakan fitur presentasi tercanggih saat ini, mesti diakui kebanyakan perangkat proyektor yang ada sekarang masih menggunakan port VGA atau HDMI. Anda harus menambahkan dongle Miracast pada perangkat yang belum mendukungnya. Untunglah, sudah mulai banyak produsen proyektor dan juga televisi yang memperlengkapi produknya dengan fitur Miracast.

Sekarang masalah penyimpanan. Jika sering digunakan untuk bekerja, tentu membutuhkan ruang yang cukup besar untuk penyimpanan file. Masalah ini tidak perlu terlalu dipusingkan karena Asus Transformer Pad diperlengkapi dengan memori internal sebesar 8 GB dan mendukung penggunaan MicroSD hingga 64 GB. Masih kurang? Pada bagian keyboardnya, Asus Transformer Pad memiliki sebuah port USB, jadi ketika keyboard ditancapkan, Anda dapat memanfaatkan port USB tersebut untuk memindahkan data ke USB Flash.

Belum lagi lokasi penyimpanan di cloud. Asus menyediakan ruang simpan sebesar 5 GB melalui layanan Asus WebStorage bagi setiap pemilik Asus Transformer Pad. Anda juga tetap dapat memanfaatkan layanan penyimpanan cloud yang lain seperti Dropbox misalnya. Hanya saja untuk dapat memanfaatkan layanan cloud ini, Anda wajib terkoneksi ke internet, entah melalui 3G atau WiFi. Kalau kepepet, masih tersedia satu bentuk koneksi lagi, yaitu Bluetooth, yang juga dapat digunakan untuk melakukan transfer data.

Dengan daya tahan baterai yang tergolong panjang, Anda tak perlu khawatir akan cepat kehabisan daya saat sedang bekerja di luar. Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang kembali daya baterai dari posisi terisi 10% hingga penuh berada dalam rentang 2-3 jam. Sayangnya tidak ada LED di badan tablet yang bisa digunakan sebagai penanda atau notifikasi bila baterai sudah penuh.

Penat bekerja? Lepas saja keyboardnya dan tablet kini jadi lebih bebas dibawa, digunakan untuk aktivitas santai seperti nonton video dan main game.

Nonton video bisa dilakukan baik secara streaming maupun memutar file dari media simpan. Streaming video bisa dinikmati dengan nyaman meski berada pada lokasi outdoor karena dukungan koneksi 3G HSDPA dengan kecepatan download hingga 42 Mbps. Ya tentu tergantung operator yang digunakan juga sih. Di samping itu, layarnya yang menggunakan teknologi In Plane Switching (IPS) membuat Anda nyaman nonton meski sudut pandangnya agak menyamping. Teknologi IPS ini menjamin layar tetap dapat dilihat dengan nyaman hingga rentang sudut 178 derajat.

Main game? Prosesor dual core Intel Atom dengan fitur Hyper Threading menjamin game-game yang dimainkan dapat dijalankan dengan lancarrr. Jika game-nya membutuhkan ketangkasan ekstra dalam memainkannya, dukungan multi-touch 10 jari pada layar Asus Transformer Pad ini menjamin Anda bakal perkasa.

Review Perumahan Graha Raya Bintaro

Okto SiLaban Okto Silaban

Jadi karena baca tulisan si Zam, kepikiran nulis ini. Kebetulan saya pernah survey langsung ke Graha Raya Bintaro.

Akses

Marketingnya pasti bilang dekat tol, aksesnya gampang, dll. Kalau pengalaman gue sih cukup sengsara ya.

Pintu tol yang terdekat (setahu saya) ada 2, Tol Alam Sutra, dan yang di JORR W2 (entah apa nama gerbangnya). Nah masalahnya kalau ke Tol Alam Sutra, kudu lewat Alam Sutranya. Sementara jalan tembus dari Graha Raya Bintaro ke Alam Sutra itu kecil banget. Saya naek angkot disitu, papasan angkot lain, keduanya harus saling melipir, padahal jumlah kendaraan yang lewat banyak banget. Macet lah pokoknya.

Jarak ke tol JORR W2 jauh juga. Harus melewati Pasar Ciledug, lalu via jalan Ciledug Raya. Ini jalur neraka deh. Macetnya parah beut.. Saya aja ya, waktu itu naik angkot putih kecil itu, dari pasar Ciledug ke arah Kebayoran Lama. Di tengah jalan, saking macetnya, si sopir ngomong ke kami para penumpangnya: “Maaf ya.., sampai sini saja. Nyambunga aja angkot belakang. Saya gak kuat lagi. Mau istirahat aja..”. Padahal itu angkot penuh ! Bayangin deh, sopir angkot yang hidupnya dari situ aja sampai nyerah. Dan setelah pindah ke angkot belakangnya, saya tertidur, bangun, tidur lagi, bangun lagi, dst, sampai akhirnya tiba di Kebayoran Lama. Dan sepanjang jalan itu emang gak ada apa-apa. Gak ada banjir, gak ada kecelakaan, gak truk nyangkut. Ya emang macet aja. Itu Minggu sore sekitar jam 4-an.

Kata seorang teman yang membeli rumah di sini sih, ada alternatif lain via Joglo. Nanti tembus ke Jalan Panjang. Joglo ini memang row jalan nya lebar sih, enggak kaya jalan Ciledug Raya. Tapi kalau musim hujan sering ada genangan air (baca: banjir) di situ.

Dari Graha Raya ada semacam bis shuttle nya. Tapi jumlah dan jam nya sangat terbatas. Tujuan akhirnya pun sangat terbatas. Kalau cuma buat iseng-iseng jalan-jalan di weekend mungkin cocoklah.

Nah ini terkait tulisan saya sebelumnya. Kalau andalannya cuma tol ya gini. Kalau udah macet, semua akses mati. Percuma mau naik angkot kek, shuttle bis kek, sepeda motor kek, mobil pribadi pun sama. Karena jalan yang dilalui ya sama, itu-itu juga. Alternatif KRL gak ada disini. Harus ke BSD atau ke Bintaro Jaya (Sudimara, Jurangmangu), yang jaraknya hampir sama aja dengan ke Jakarta. Kecuali kalau kalian aktifitas sehari-hari gak ke Jakarta sih ya gpp.

Lingkungan

Nah kalau soal lingkungan sih lumayan OK. Kesannya tidak se-elit BSD, atau Bintaro Jaya yang cluster mewahnya, lebih mirip ke Bintaro Jaya sektor 1-3 tapi yang cluster menengahnya. Kayakna kebutuhan sehari-hari juga sudah lengkap ya. Minimarket, resto cepat saji, makanan dan jajanan lucu-lucuan, tempat olahraga, dll cukup lengkap. Cukup bersih juga lingkungannya.

Tapi ada testimony juga dari teman yang lain. Waktu itu dia sudah mau beli rumah di sini. Sudah nego-nego, sudah janjian sama marketingnya, bahakan sudah bawa surat-surat yang diperlukan. Uang DP pun sudah siap. Dalam perjalanan menuju marketing office, dia melihat beberapa spanduk gede terpasang di lingkungan komplek tersebut yang bertuliskan “Kami menolak pembangunan [tempat ibadah] di lingkungan ini..!!!”. Ya apapun [tempat ibadah] nya itu, yang jelas teman saya langsung mati rasa seketika. Berputar haluan, dan mencari rumah lagi di lokasi lain. Kejadian ini sudah hampir 2 tahun lalu sih. Entahlah sekarang. Sewaktu saya kesana sih gak ketemu beginian.

Harga

Teman saya yang beli di kompleks Fortune, Februari 2014, tanah sekitar 85 atau 90 gitu, 2 lantai, dapat harga 800jt. Sewaktu saya kesitu (akhir 2014), mereka membuka cluster baru di kompleks yang sama. Dengan tipe yang sama persis, harganya sudah naik jadi 1,050 M (cash). Kalau KPR jadi sekitar 1,25 M. Sebagai perbandingan saja, di BSD City, cluster-cluster lama, dengan budget segitu, bisa dapat rumah dengan luas tanah 119. Tapi bangunan 1 lantai sih, dan usia bangunan sudah sekitar 7 tahun.

Ini review saya setelah 1 kali kunjungan ke lokasi ya. Ya gak beli juga sih, iseng aja, itung-itung jalan-jalan murah, ketimbang ke Bandung atau ke Jogja, haha.

IGOS Nusantara X.1 rc

suryana.or.id » Planet Terasi ns

IGOS Nusantara X.1 rc Telah tersedia sejak tanggal 26 Januari 2015. IGN X.1 rc ini berisi: 1. Pembaruan beragam aplikasi –> Firefox 35 –> Google Chrome 40 –> LibreOffice 4.3.5.2 –> Wine 1.7.34 2. Penambahan seting agar LiveUSB memakai penamaan […]

Properti dan Kemacetan Jakarta

Okto SiLaban Okto Silaban

Jakarta macet penyebab utamanya sih menurut saya bukan regulasi, pengemudi ugal-ugalan, angkot ngetem sembarangan, dll. Faktor paling besar sederhana sih: jumlah kendaraan. Baik itu sepeda motor maupun mobil. Penyebab jumlah kendaraan banyak? Properti.

Membeli tempat tinggal yang layak di Jakarta sangat mahal. Bagi sebagian besar pekerja di Jakarta sampai generasi ketiga pun mungkin rumah yang layak (secara lingkungan, lokasi, keamanan, akses, dll) tidak akan terbeli. Jadilah orang-orang membeli rumah di pinggir Jakarta (Serpong, Cibubur, Ciputat, Tangerang, Bekasi dll). Dengan geser ke pinggir Jakarta, anda bisa mendapatkan rumah dan lingkungan yang jauh lebih baik (setidaknya untuk sekarang) dengan harga yang mendingan.

Dengan lokasi rumah yang begitu jauh, timbul masalah baru: transportasi. “Ahh, gampang, naik mobil saja”, biasanya begitu kata marketer perumahan. Toh sudah banyak tol kan? Sayangnya tidak anda sendiri yang berpikiran seperti itu. Ada ratusan ribu pemilik mobil lain (mungkin jutaan) yang berpikiran sama. Jadilah orang-orang mengendarai mobil masing-masing dari pinggir Jakarta, lalu berkumpul di pintu tol, dan puncak pestanya di jalur-jalur pusat perkantoran; Kuningan, Sudirman, Senayan, dll.

Sekarang coba lihat, perumahan-perumahan di pinggir Jakarta mungkin 98% nya pasti menjual kalimat: “Dekat ke pintu tol”. Iya, akses ke pintu tol mungkin cuma butuh 5 menit, tapi keluar tolnya berapa lama?

Sepeda Motor

Oke, naik mobil sudah makin gak masuk akal. Sebagian akhirnya “mundur”, memilih naik sepeda motor saja dari pinggir Jakarta. Sebagian lagi malah dari awal tidak pernah punya opsi naik mobil. Awal-awal lancar, banyak jalan tikus. Tapi mereka yang “mundur” dari pengguna mobil ini pun harus bergabung dengan mereka yang dari awal memang menggunakan sepeda motor. Jadi jalan tikus yang sejatinya memang untuk dilewati “tikus”, akhirnya dilewati “kambing”, dan belakangan jadinya “gajah”. Alias, jalan tikusnya pun sudah macet tak bergerak saking penuhnya sepeda motor yang lewat.

Bukan itu saja, tidak semua orang kuat setiap pagi naik sepeda motor 1 jam, panas-panasan, selip-selipan, makan asap dan debu, plus ribetnya urusan parkir. Karena parkiran sepeda motor sering dianaktirikan di gedung-gedung mewah.

*makanya kadang saya sedih juga mendengar para pengendara mobil (yang notabene gak pernah naik sepeda motor seumur hidupnya), mengatakan: “Gue setuju sih kalau semua sepeda motor dilarang lewat di Jakarta..!”. Kesian tauk. Iya, pengendara motor yang bajingan memang banyak sih, toh pengendara mobil yang bangsat juga gak sedikit kan?

Bis

Oke, sebagian memilih naik kendaraan umum aja akhirnya. Bis misalnya. Tapi ini masalah juga. Jangkauan bis itu terbatas. Jelas bis gak masuk ke perumahan. Jadi harus naik ojek dulu ke tempat bis lewat. Lalu bisnya juga belum tentu lewat tujuan akhir kita. Bisa jadi harus lanjut busway, ojek atau malah taksi kalau kepepet. Ini belum lagi jumlah bis yang terbatas, lewat sedikit habis lah sudah. Jadwalnya tak tentu. Dan.., karena sama-sama masuk dan keluar tol, ya kena macet juga.

Oh iya, secara biaya juga tidak murah. Naik ojek dari kompleks perumahan ke tempat naik bis anggap saja misal 10rb, bisnya 14rb (TransBSD misalnya), lalu sambung ojek lagi di Jakarta, 10rb. Totalnya 34rb, pulang pergi jadi 68ribu (dibulatin 70rb lah ya). Sebulan jadi Rp 1.750.000,-. Nah, nambah dikit lagi bisa kredit mobil Ford Fiesta tuh.. :D

Kereta

Beruntunglah kita punya orang seperti Pak Ignasius Jonan. Sewaktu dia menjabat dirut, PT. KAI direvolusi. Walau ada sedikit kontroversi disana-sini, tidak bisa dipungkiri kereta api kita sekarang sudah lebih baik, begitu juga KRL. Nah, KRL ini akhirnya jadi pilihan setelah mobil, sepeda motor, dan bis. Banyak juga orang yang dari awal memilih moda transportasi ini. Sudah *lumayan* nyaman (di jam tertentu ya parah sih padatnya), tidak ada macet-macetan (kecuali kalau ada gangguan), dan biayanya murah. Rawa Buntu, BSD – Kebayoran Lama hanya 2000 rupiah saja, lebih murah dari sebotol air mineral. Apalagi air mineral di club seperti Equinox atau Blowfish. *eh.. :P

Tapi, ya ini bukan tanpa tantangan juga. Bis saja (yang biasanya) bisa berhenti sembarang di pinggir jalan, belum tentu melewati tujuan akhir kita, apalagi KRL yang stasiunnya sudah pasti. Banyak orang yang tetap harus melanjutkan perjalanan dengan ojek setelah turun di stasiun. Karena ojeknya sadar posisi tawarnya tinggi, kadang harganya jadi gak masuk akal.

Dan PR yang paling besar dari KRL ini adalah integrasinya dengan moda transportasi umum lainnya. Stasiun Kebayoran Lama contohnya, keluar dari stasiun yang ditemui adalah.. pasar basah (err..becek sih lebih tepatnya). Ya ada sih angkot lewat, tetapi itu artinya harus naik angkot ini, lalu lanjut lagi naik busway atau ojek. Dan seperti stasiun Kebayoran Lama, stasiun Palmerah maupun Tanah Abang juga tidak terintegrasi dengan busway.

Bus Gratis

Jadi saya bisa mengerti kenapa ketika sepeda motor dilarang lewat di Thamrin, sedikit sekali yang mau naik bis gratis yang disediakan pemda DKI. Ya, orang naik motor dari Cisauk, terus harus parkir (misal di sekitar Senayan), lalu naik bis atau ojek ke Thamrin, baru naik bis gratis. Ini artinya, gak “gratis” lagi sih. Entahlah kalau pemda DKI punya pertimbangan lain ya.

Apartemen

Baiklah, sepertinya moda transportasi tidak ada yang betul-betul nyaman dari pinggir Jakarta. Sebagian orang bakal bilang “Oke, gue tinggal di Jakarta aja. Gak harus rumah kok. Gue di apartemen juga gak apa-apa sih. Yang penting ntar gak ribet lagi urusan transportasi”.

Nah, apartemen juga belum jadi solusi sempurna sih. Apartemen di lokasi strategis harganya tidak murah juga. Belum lagi masalah parkiran. Belakangan saya dikasih tahu marketing salah satu apartemen bahwa rata-rata apartemen kelas menengah di Jakarta itu, perbandingan jumlah unit dan parkirannya adalah 6:1 s/d 8:1. Iya, untuk 6 sampai 8 unit apartemen, hanya ada 1 space parkir. Saya sudah lihat sendiri, ada apartemen di sekitar Kebayoran Lama, yang penghuninya baru sekitar 30%-an, tetapi parkirannya sudah 80% habis. Padahal parkiran ini berbayar loh.

Ini belum lagi karena nakalnya developer apartemen. Sepertinya banyak developer yang memang membangun apartemen tidak dengan mindset untuk dihuni, tetapi sebagai instrumen investasi saja. Jadi makanya dia tidak perduli dengan space parkir yang tidak memadai, maintenance yang asal-asalan, fasilitas-fasilitas yang tidak kunjung dibangun setelah serah terima unit, dll. Karena mereka tahu, sebagian besar konsumennya adalah investor yang juga tidak akan melakukan pengecekan detail seperti penghuni akhir.

Yaa.., bisnis properti itu emang big money sih. Gak heran banyak yang nakal. Sony aja yang core business nya teknologi, sekarang main bisnis properti juga tuh.

Kesimpulan

Jadi kalau anda kerja di Jakarta, dan sudah menimbang-nimbang untuk membeli rumah (atau apartemen), beragam masalah di atas bisa masuk pertimbangan. Ini kaya kucing-kucingan memang. Beli rumah di pinggir Jakarta, sambil berharap transportasi umum makin baik, tapi sepertinya kok lama banget ya. Bisa 10-20 tahun mungkin. Beli di tengah Jakarta kok ya selangit harganya. Terus banyak juga masalah-masalah tambahannya. Kalau nunggu transportasi umum bagus dulu, keburu naik selangit harga properti di pinggir Jakarta.

Kalau saya boleh saran sih cuma satu: Carilah properti yang tidak hanya akses ke tol saja yang bagus, tetapi akses ke transportasi umumnya juga, kalau bisa KRL. Menurut firasat saya, KRL (dan MRT tentunya) akan jadi kuncian, seperti halnya di negara-negara maju.

Sayangnya situs-situs pencarian properti seperti Rumah.com, Lamudi.com, dan Urbanindo.com belum menyajikan fasilitas pencarian ini dengan baik. (Ntar saya bahas di tulisan tersendiri deh). Selamat menimbang-nimbang.

Nexus 4 dan Beralih ke MIUI

Okto SiLaban Okto Silaban

Setahun lalu setelah kecewa dengan HTC Desire HD (yang katanya Androidnya bakal diupgrade ke ICS, ternyata gak jadi), saya memutuskan jika nanti saya membeli ponsel Android baru, saya hanya mau yang rilis dari Google aja, yaitu keluarga seri Nexus. Dan setelah “kebetulan” ponsel saya dijambret orang, akhirnya saya beneran milih Nexus 4.

Pertimbangannya sederhana saja, seri Nexus ini adalah ponsel standar Android, dengan kata lain jadi acuan dari sistem operasi Android. Semua fitur inti default Android harusnya paling bagus jalan di Nexus. Semua aplikasi Android yang ada di Google Play, seharusnya pasti bisa jalan di seri Nexus, karena (lagi-lagi) ini adalah acuan. Jadi saya tidak mau ambil pusing punya ponsel canggih tapi kepentok tidak bisa menjalankan fitur-fitur tertentu.

Kelebihan (dan mungkin sekaligus kekurangan) seri Nexus adalah tampilannya pun datar banget. Buat saya pribadi gak menarik. Bahkan dibandingkan ponsel-ponsel Android lain yang lebih murah, icon, template, dan theme Nexus ini jelek bagi saya.

Jadilah akhirnya saya ketemu dengan MIUI. Custom ROM, kalau istilah para pengoprek Android. Aslinya MIUI dibuat oleh Xiaomi untuk ponsel mereka sendiri. Tapi ROM nya dibuka untuk didownload dan dikembangkan. Dan (lagi-lagi) karena Nexus adalah acuan ponsel Android, pastinya ROM untuk seri Nexus tersedia, termasuk Nexus 4 yang saya pakai.

Jadilah saya pakai MIUI di Nexus 4 saya. Tampilannya cantik. Tidak sekadar theme, tapi sampai dengan tampilan detail di dalamnya. Ya.., ala-ala iPhone sih sebenarnya. Tapi setidaknya tampilannya konsisten. Tidak seperti default Android yang icon-icon dan keseluruhan UI nya terkesan tidak beraturan. Entah kenapa Xiaomi bisa membuat Android menjadi secantik ini, tetapi Google tetap bertahan dengan tampilannya yang tidak konsisten itu.

NOTE: Ini postingan draft bulan September 2014 lalu, baru diselesaikan sekarang -__-

Tokopedia vs Koprol

Okto SiLaban Okto Silaban

Sekitar tahun 2009, sewaktu berkunjung ke Jogja, saya dan seorang sahabat lama ngobrol soal startup-startup di Indonesia. Waktu itu yang cukup hot adalah Koprol. Menarik, karena eksekusinya serius. Tapi dalam pandangan saya waktu itu Koprol bukanlah sesuatu yang akan bertahan lama. Tapi lebih kepada trend. Seperti film bioskop, heboh untuk beberapa waktu, setelah itu jadi pembicaraan, tetapi orang-orang tidak lagi mau membeli tiket untuk menonton film ini beberapa bulan kemudian.

Waktu itu sahabat saya berpendapat lain, menurutnya Koprol di masa depan tetap akan besar, tapi mungkin tidak di kota besar lagi, mungkin geser ke kota “lapis dua”. Yang di kota besar cepat bosan, yang di daerah lebih lama mengadopsi trend, kurang lebih begitu ujarnya. “Kalau menurutku sih Tokopedia yang kans nya bakal bertahan lama.”, sanggah saya.

Tim Tokopedia yang (setidaknya di mata saya) terkesan low-profile, tidak gembar gembor di media, jarang “show-off” di acara-cara startup yang ramai kala itu, membuat saya justru yakin dengan potensi mereka.

Akuisisi Koprol

Pada Mei 2010, Koprol diakuisisi Yahoo. “Tuh kan bener, potensinya besar. Yahoo aja bisa lihat itu.”, ujar sahabat saya itu sumringah. Saat itu saya juga jadi agak ragu. “Ahh, mungkin memang saya salah melihat potensi Koprol.”. Belum ada berita heboh dari Tokopedia yang saya dengar kala itu.

Lalu di penghujung tahun 2010, dalam sebuah acara di Kempinski, tersebut kabar kalau transaksi perbulan yang terjadi di Tokopedia sudah mencapai sekitar 3 Miliar Rupiah per bulan. Yang kemudian dikomentari oleh CMO Kaskus kala itu, “Sori ya, di Kaskus kita sudah 6 Miliar per bulan.” sambil setengah bercanda. Tapi tetap tidak ada kesan gembar-gembor berlebihan yang dilakukan oleh Leon maupun William (para pendiri Tokopedia). Entahlah kalau tidak sampai ke telinga saya.

Di sekitar kuarter ketiga tahun 2011, di sebuah kafe di Grand Indonesia, saya berdiskusi dengan salah satu pendiri startup (yang akhirnya mendapatkan investasi sekitar 3,5 Miliar dari venture capital asal Jepang). Dia menanyakan ke saya, dari segitu ramainya startup Indonesia, mana yang kira-kira bakal bertahan lama atau berkembang pesat. Jawaban saya tetap sama, Tokopedia, walaupun saya sudah lama tidak mendengar kabar tentang Tokopedia. Oh, pilihan teman saya ini? Ya startup dia sendiri pastinya. Haha.

Magud

Lalu Agustus 2012, terjadilah kegemparan. Koprol akhirnya magud. Ya banyak faktor sih tutupnya. Faktor utamanya sepertinya karena CEO Yahoo kala itu (Carol) memutuskan untuk mengarahkan Yahoo menjadi perusahaan media, bukan lagi perusahaan teknologi. Walaupun akhirnya Carol pun dipecat, tapi nasi sudah jadi bubur. Koprol sudah ditutup. Founder asli Koprol waktu itu kabarnya mau meluncurkan ulang Koprol. Tapi sampai hari ini masih tidak kelihatan tanda-tandanya.

1,2 T

Dan, pada Oktober 2014, setelah dunia startup Indo lama senyap, terjadi kegemparan lagi. Tokopedia membukukan investasi senilai 1,2 Triliun Rupiah ! Nah, ramalan saya tahun 2009 jadi kenyataan. Koprol tidak bertahan lama dan Tokopedia mendulang sukses. Kalau waktu itu saya dan sahabat saya itu taruhan, saya sudah menang nih. Hehe.

 

Tapi itu dulu. Sekarang saya tidak lagi melihat Tokopedia sebagai perusahaan yang akan dijalankan jangka panjang (seperti eBay, atau Amazon). Sepertinya Tokopedia sekarang mengincar exit (ala Instagram, WhatsApp, dkk). Atau memang dari dulu targetnya exit ya?

Eh iya, Taobao kan belum masuk Indonesia tuh. Di China sana, eh.., Tiongkok kalau kata Pak SBY, Taobao kan besar banget. Ntar kalau dia nyusul “saudaranya”, Baidu, masuk pasar Indonesia, kan lebih masuk akal kalau dia akuisisi aja ketimbang bikin baru. Nah, apa itu target Tokopedia sekarang? :D Toh, role model nya William memang Jack Ma sih.

 

 

Asus Transformer, Tablet Hybrid Kelas Wahid

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Apa yang sering dikeluhkan orang dari sebuah tablet, khususnya yang berukuran besar (9-11 inchi)? Mungkin ada beberapa namun salah satunya bisa dipastikan adalah rasa kikuk ketika hendak menginputkan teks.

Mau mengetik dengan 10 jari kok ya gak nyaman, mau ngetik pake satu jari kok jarak tuts rasanya kejauhan, atau mungkin bisa “sebelas” jari (tau khan maksudnya) tapi itu berarti tabletnya harus diletakkan di atas meja atau dipangku.

Lalu timbul kesan bahwa tablet hanya cocok untuk main game doang.

Mungkin itulah yang menyebabkan penjualan tablet relatif stagnan akhir-akhir ini, bahkan cenderung turun, sementara notebook ditengarai justru naik lagi penjualannya.

Lalu untuk mengakali hal tersebut, mulai ada produsen tablet yang kemudian membuat terobosan dengan memproduksi tablet hybrid, ya tablet ya notebook. Jadi layar notebooknya bisa dilepas dan menjadi tablet. Atau tablet yang diberi tambahan berupa keyboard yang bisa dipasang dan dilepas.

Salah satu produk tablet hybrid (atau ada pula yang menyebutnya tablet 2-in-1) yang tersedia di pasar Indonesia adalah Asus Transformer Pad TF103CG.

Asus Transformer Pad TF103CG

Seperti yang sudah-sudah, saya beruntung bisa menjajalnya. (upss) Inilah kesan saya terhadap Asus Transformer Pad TF103CG ini.

Saat jadi tablet, Asus Transformer ini sangat menyenangkan dipandang. Body-nya berwarna hitam dengan nuansa kecoklatan dan layarnya bening, menggunakan teknologi IPS. Bobotnya hanya 555 gram. Tablet Asus Transformer Pad ini telah diperlengkapi dengan anti-fingerprint coating yang sayangnya tetap tidak menjamin 100% bebas bekas sidik jari, apalagi bila kebetulan tangan sedang berkeringat.

Lebar layarnya 10,1 inchi dan memiliki resolusi 1280×800. Jujur saja saya sedikit kecewa dengan resolusinya. Mestinya dengan lebar layar 10,1 inchi, Asus berani memberikan resolusi lebih tinggi, seperti produk mereka yang lain yaitu Asus MeMO Pad FHD yang juga berukuran 10 inchi namun punya resolusi 1920×1200. Yach, barangkali memang ini diferensiasi produk, sekaligus menekan harga jual Transformer Pad TF103CG, karena komponen display dengan resolusi Full HD masih cukup mahal harganya.

Ups, saya malah lupa belum bilang OS-nya. Jadi Asus Transformer Pad ini menggunakan sistem operasi Android, sudah KitKat pula. Tentu akan menjamin kemudahan pakai serta ketersediaan aplikasi.

Sekarang beralih ke jerohannya. Asus Transformer Pad dipersenjatai dengan prosesor Intel Atom dengan teknologi Hyper-Threading. Seperti kita ketahui, Intel Atom merupakan prosesor yang terbukti handal dan banyak digunakan oleh produk notebook. Dengan menggunakan prosesor tersebut, dijamin kinerja multitasking dan multimedia Transformer Pad akan mulus. Dan meski kinerjanya tinggi, prosesor ini tidak menyebabkan panas berlebihan sehingga tablet tetap nyaman digunakan.

Untuk koneksi, Anda bisa menyematkan SIM Card ke dalam Transformer Pad dan menikmati konektivitas 3G HSPA+. Tentu akan sangat memudahkan penggunanya yang memiliki mobilitas tinggi. Selain itu, Transformer Pad juga memiliki konektivitas WiFi dan Bluetooth, sehingga makin memanjakan penggunanya dalam hal koneksi.

Namun meski bisa dipasangi SIM Card, Transformer Pad tidak mendukung kemampuan voice calling alias telpon. Ya ini sih masuk ke grey area. Sayang sebenarnya udah pake SIM Card tapi kok gak bisa buat telpon, cuma kalo menengok ukurannya yang 10,1 inchi, wah dagelan betul nelpon pake tablet segede itu. Namun kalau kepepet ingin digunakan untuk telpon juga, tersedia berbagai aplikasi yang bisa digunakan untuk melakukannya, misalnya Skype. Malah bisa memanfaatkan video juga karena Transformer Pad memiliki kamera depan.

Nah, ketika butuh untuk bekerja, Anda bisa menancapkan tablet Transformer Pad ke keyboardnya dan seketika bertransformasi menjadi notebook. Ukuran tuts keyboard otomatis sedikit kecil karena harus menyesuaikan dengan ukuran tablet. Namun surprisingly, mengetik dengan keyboard Transformer Pad lumayan nyaman, tidak kikuk, bahkan untuk mengetik 10 jari. Keyboard ini juga diperlengkapi dengan touch pad, jadi mirip notebook beneran.

Keyboard Transformer Pad telah diperlengkapi dengan beberapa tombol khusus sistem operasi Android, misalnya tombol Home, Back, dan tombol menu yang bergambar tiga buah titik vertikal.

Pada keyboard tersebut terdapat sebuah port USB, sehingga Anda bisa dengan mudah memindahkan data ke sebuah USB Flash. Bahasa kerennya, tablet Transformer Pad mendukung USB OTG (On-The-Go). Cuma ketika saya coba menancapkan mouse melalui port USB tersebut, mousenya tidak berfungsi. Sepertinya memang tidak mendukung penggunaan mouse.

Spesifikasi lengkap Transformer Pad TF103CG adalah sebagai berikut:

Operating System
AndroidTM 4.4

Display
10.1" LED Backlight WXGA (1280x800) Screen
IPS Panel
10 finger multi-touch support
Anti-fingerprint coating

CPU
Intel® Atom™ Z2560 Dual-Core

Memory
1GB

Storage
8GB/16GB eMMC (bervariasi, tergantung negara target pasar)
5GB Life Time ASUS Webstorage Space (lihat www.asuswebstorage.com)
;with an additional 11GB for the first year

Network Standard
HSPA+ UL:5.76 Mbps/DL:4.2 Mbps
3G :
UMTS :
850/900/1900/2100
2G :
EDGE/GSM : 850/900/1800/1900,

Wireless Data Network
WLAN802.11 b/g/n
Bluetooth V4.0
Support Miracast

Camera
0.3 MP Front Camera 
2 MP Rear Camera

Audio
Stereo Speakers

Interface
Tablet:
1 x Micro USB
1 x 2-in-1 Audio Jack (Headphone / Mic-in)
1 x MicroSD (SDHC/SDXC),supports up to 64GB of additional storage
Mobile Dock:
1 x USB 2.0 port
Sensor
G-Sensor
E-compass sensor

Battery
9.5 hours,19Wh Li-Polymer Battery (ketahanan baterai tergantung penggunaan)

Navigation
GPS, GLONASS & AGPS

Color
White/Black

Dimensions
257.46 x 178.4 x 9.9 mm (WxDxH)

Weight
555 g

Mobile Dock
Dock only:
Dimensions: 257.46 x 178.4 x 19.8 mm 
Weight: 550g
Tablet with dock:
Dimensions: 257.4 x 178.4 x 19.8mm
Weight: 1105g

Harga
Rp 3.999.000,-

Siapa Kamu?

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

kanye mccartneyBeberapa waktu yang lalu ada yang menampilkan twitter yang lucu seperti (di samping) ini. Saya ketawa ngakak. Lucu banget! Bagi saya, penggemar musik yang tidak tahu Paul McCartney itu siapa menandakan bahwa pengetahuannya sangat terbatas. (Mau bilang “bodoh” kok agak gimana gitu. he he he.)

Apa yang terjadi dengan ini? Nampaknya generasi muda – asumsi saya yang menuliskan twit tersebut adalah generasi muda – tidak mau belajar dan sok tahu. Cobalah usaha sedikit saja. Silahkan cari tahulah siapa itu Paul McCartney. Boleh jadi Anda tidak suka dengan dia, tetapi tahu lah.

Kejadian seperti ini banyak terjadi. Ini ada beberapa cerita yang saya tahu.

Pada suatu saat, ada sebuah acara musik yang akan di-streaming-kan via internet. Saya minta bantuan kawan saya yang punya ISP (internet service provider) untuk itu. Kebetulan kawan saya ini adalah bos (founder) dari ISP tersebut. Maka pada hari H-nya saya melakukan setup dan melihat-lihat persiapannya. Ada meja admin yang memantau dan mengendalikan streaming tersebut. Kawan saya datang dan melihat-lihat juga. Dia tanya-tanya ke operator yang ada di situ. Si operator jawab-jawab. Kawan saya juga nanya lagi. Kayaknya si operator mungkin bingung, siapa sih ini orang yang nanya-nanya … maka dia nanya, “bapak siapa?”. Wk wk wk. Maka kawan saya sontak ngeloyor. Wk wk wk. Pegawainya sendiri gak tahu itu bosnya. Wk wk wk. Saya ngakak dengernya. Ya ampuuun. Mas, mosok gak tahu itu bosnya???

Beberapa waktu yang lalu juga saya mendapat pertanyaan (atau pernyataan?) … “bapak sudah pernah pakai linux?” (ini dalam kaitan tentang membuat sistem operasi baru dan saya mempertanyakan untuk apa buat sistem operasi baru, memangnya kalian bisa?). Saya gak tahu mau jawab apa. Wk wk wk. Eh, saya jadi ragu juga. Jangan-jangan memang saya belum pernah pakai linux. Hadoh.

Ada video tentang John Petrucci main gitar dan anaknya nanyi (lagu Frozen). Ada komentar lawakan, “penyanyinya bagus, tapi yang main gitar kayaknya harus banyak belajar lagi meskipun punya potensi”. Glodak … pengsan saya.


Filed under: Curhat, iseng, Teknologi Informasi Tagged: Curhat, iseng, postaday2015, Teknologi Informasi

Pengalaman Bergaul Dengan vivo Xshot

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Sudah beberapa hari ini saya mencoba menggunakan vivo Xshot dan inilah beberapa hal yang menjadi kesan saya terhadap vivo smartphone ini, baik memperlengkapi maupun menambah kesan yang sudah saya paparkan di tulisan sebelumnya.

 

Build Quality

Dengan harga mendekati enam juta rupiah, sudah tentu vivo tidak hanya menawarkan kamera dengan spesifikasi tinggi. Butuh sesuatu yang lebih daripada itu. Salah satunya datang dari build quality body-nya. Casing body terbuat dari bahan plastik berkualitas tinggi dan dibingkai oleh logam berwarna silver.

Body yang kesat membuatnya mantap saat dipegang. Sidik jari tak mudah membekas di bagian belakang body dan meskipun hampir mustahil membuat hal yang sama untuk layar sentuhnya, namun toh sidik jari yang tertinggal relatif hampir tak terlihat.

 

Layar

Layar vivo Xshot

Layar vivo Xshot sungguh bening dan sangat menyenangkan dilihat. Bening gitu loh. *eh (upss)

Meski begitu, ketika berada di tempat terang, layarnya yang bening itu tidak memantulkan terlalu banyak cahaya tetap nyaman dioperasikan, bahkan ketika brightness-nya diset mendekati minimal.

Smartphone vivo ini juga mendukung glove mode, yang memungkinkan Anda tetap dapat mengoperasikan ponsel saat menggunakan sarung tangan.

 

Baterai

Baterai yang memberi daya untuk vivo Xshot memiliki kapasitas 2600 mAh dan saya pikir cukup. Dari keadaan penuh, baterai ini bisa bertahan lebih daripada 24 jam, bahkan nyaris 48 jam, meski harus saya akui saya tidak terlalu “menyiksa” vivo Xshot ini. Saya cuma pakai untuk browsing, twitteran, dan chatting doang. Barangkali ceritanya bisa beda kalau saya sering memanfaatkan GPS atau main game.

Oh ya, bicara soal game, vivo smartphone ini termasuk enteng buat ngegame. Ketika saya mencoba main Tenis 3D, sama sekali tidak ada lag. Ya maklumlah, RAM nya 2GB.

Kalau daya habis, charger dengan arus 2 Ampere siap digunakan untuk mengisi ulang. Charger ini cukup mumpuni, ketika saya coba nge-charge dari kondisi daya tersisa 20% hingga penuh, hanya dibutuhkan waktu 1 jam 25 menit saja.

 

Komunikasi

Ketika saya coba untuk melakukan komunikasi bicara menggunakan vivo Xshot, hasilnya sungguh mencengangkan karena suaranya sungguh jernih. Ya memang masih ada faktor lain yang berpengaruh, yaitu kondisi sinyal operator yang digunakan. Tapi itu berarti, jika didapat sinyal yang bagus, kualitas komunikasi dengan vivo dijamin mulus.

 

OS Android

OS Android yang digunakan oleh vivo Xshot menggunakan basis Android 4.3 yang dikustomisasi dan diberi nama Funtouch OS. Sesuai namanya, sistem operasi ini memberikan nuansa yang menyenangkan ketika layarnya disentuh. Jika Anda terbiasa menggunakan smartphone Android yang lain, pasti akan terasa bedanya.

Sayangnya, pada beberapa aspek yang lain juga ada perbedaan. Hal ini bisa menjadi kekuatan namun juga sekaligus kekurangan vivo smartphone. Berbagai tombol pintas pengaturan yang biasanya ditampilkan di notification center tidak ada. Hanya ada halaman Settings yang meskipun lengkap, relatif agak membingungkan. Butuh waktu agak lama untuk membiasakannya.

Sebagai gantinya, vivo smartphone diperlengkapi dengan aplikasi khusus untuk pengaturan ponsel, seperti iManager, iTheme, dan iMusic. Dengan berbagai aplikasi ini pengguna bisa mengatur ponselnya dengan nuansa yang sama sekali berbeda dengan smartphone Android yang lain.

 

Multimedia

Meskipun sudah menyandang tagline hifi & smart, namun kualitas suara vivo tidaklah bisa dibilang istimewa, walau tidak bisa dibilang buruk juga. Kualitas suara ini sedikit membaik ketika menggunakan headset. Sayangnya tidak ada aplikasi radio bawaannya.

Sedangkan ketika saya mencoba memutar video via YouTube, gambarnya sudah pasti bagus karena tertolong oleh resolusi dan jernihnya layar. Gak main-main, resolusinya 1920×1080! Berikut screenshot yang saya ambil ketika vivo Xshot sedang memutar video YouTube.

vivo Xshot YouTube

 

Benchmark

Benchmark merupakan bentuk paling sahih dalam menyatakan performa suatu smartphone. Salah satu aplikasi benchmark yang terpercaya dan paling sering digunakan adalah AnTuTu. Nah, inilah hasil benchmark AnTuTu terhadap vivo Xshot dan skor yang didapat adalah 43220.

AnTuTu vivo Xshot  AnTuTu vivo Xshot

 

Sayang sekali ada satu hal yang tidak sempat saya coba, yaitu konektivitas 4G/LTE. Padahal sebenarnya vivo Xshot sudah mendukung.

Firefox Hello

BennyChandra.com Ben

Firefox Hello: Fitur anyar di Firefox teranyar (35.0), untuk ngobrol gratis lewat video dengan siapa saja, di mana saja.

[ » ]

vivo Xshot, Pendatang Baru Yang Tak Boleh Diremehkan

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Besarnya pasar smartphone membuat banyak pihak tergiur dan seolah berlomba-lomba membuat produk smartphone mereka sendiri. Apalagi dengan tersedianya sistem operasi Android yang bisa digunakan, membuat mereka tak perlu berinvestasi banyak di sisi ini.

Tak heran belakangan ini mulai bermunculan banyak pemain baru yang memproduksi smartphone Android. Semua memiliki strategi masing-masing dalam memasarkan produknya. Kebanyakan memasang strategi jual ponsel spek tinggi tapi harga murah.

Salah satu produsen smartphone pendatang baru adalah vivo. Ya, nama vivo mungkin masih relatif terasa asing di telinga kita. Namun mereka tak mau latah ambil strategi jual spek tinggi harga murah demi mengejar popularitas dan menggenjot pemasaran. Strategi yang mereka ambil adalah membuat produk smartphone Android premium yang diperlengkapi dengan kamera yang mumpuni. Strategi ini bisa dibilang tepat, mengingat banyak pembeli smartphone yang menitikberatkan pada kemampuan kamera saat mempertimbangkan membeli ponsel baru.

Nah, saya cukup beruntung bisa menjajal salah satu lini produk vivo, yaitu vivo Xshot.

Unboxing

Dari box pembungkusnya, produk vivo smartphone ini sudah nampak beda. Box-nya berkesan luks, dengan bentuk bujur sangkar bila dilihat dari atas. Setelah dibuka, isi box tersebut adalah:

  • ·         1 smartphone vivo.
  • ·         1 charger.
  • ·         1 kabel data.
  • ·         1 earphone.
  • ·         1 “amplop” berisi back case dan kunci pembuka slot kartu SIM dan MicroSD.

Unboxing vivo Xshot

Sayang sekali tidak tersedia buku manual di dalam box tersebut. Namun ternyata belakangan saya menemukan bahwa buku manual tersedia dalam bentuk digital di dalam ponsel vivo.

Unit vivo Xshot yang saya coba ini berwarna putih, berbalut bingkai berwarna silver. Body-nya mantap dan nyaman dipegang, sama sekali tidak licin. Tersedia tiga buah tombol di sisi kanan ponsel, yaitu tombol volume up/down, tombol power, dan – ini yang menarik – tombol shutter. Ini benar-benar menegaskan vivo Xshot sebagai ponsel yang mengunggulkan fitur kameranya. Tombol shutter ini bisa digunakan untuk langsung mengaktifkan fitur kamera dari keadaan layar terkunci dengan cara menekan dan menahannya selama beberapa saat.

Di sisi kiri ada slot kartu SIM dan MicroSD serta sebuah lubang kunci. Sejujurnya, baru kali ini saya menggunakan ponsel yang tak perlu membuka casing belakang untuk memasang kartu SIM. Jadi masukkan kunci pembuka slot ke lubang yang terletak di sebelah slot kartu SIM dan MicroSD, slot akan terdorong keluar dan tariklah hingga lepas. Lalu pasang kartu SIM dan bila dibutuhkan, pasang MicroSD juga. Oh ya, seperti kebanyakan smartphone lainnya, kartu SIM yang digunakan berukuran micro.

Insert SIM Card vivo Xshot

 

Lensa kamera terdapat di bagian belakang dan depan dan hebatnya, keduanya sama-sama diperlengkapi dengan lampu kilat. Selain lampu kilat, di bagian depan juga ada lampu LED yang akan menyala untuk memberikan notifikasi tertentu.

Resolusi kamera yang dimiliki vivo ini pastilah membuat decak kagum. Bagaimana tidak, jika kebanyakan ponsel lain menyematkan kamera 8 MegaPixel sebagai kamera utama, vivo menggunakannya sebagai kamera depan! Kamera depan yang bagus ini pastilah cocok digunakan oleh mereka yang suka selfie. Dan kamera utamanya sendiri (yang di belakang) pastilah lebih besar resolusinya, yaitu 13 MegaPixel.

Tidak ada informasi apakah layar vivo Xshot menggunakan teknologi Gorilla Glass, jadi sepertinya vivo Xshot memang tidak menggunakannya. Hanya saja, kabarnya layar vivo Xshot tetap tidak mudah tergores meski bukan Gorilla Glass.

 

Kesan Pertama

Startup screen vivo Xshot cukup memukau, dengan dominasi warna biru dan tulisan vivo hifi & smart. Setelah konfigurasi awal selesai, akan muncul lock screen. Geser ke atas untuk membuka lock screen dan masuklah ke screen utama vivo.

Ponsel vivo ini menggunakan sistem operasi berbasis Android 4.3 (Jelly Bean) yang telah dikustomisasi dan diberi nama Funtouch OS. Tidak seperti kebanyakan smartphone Android lainnya, ikon-ikon launcher hanya ditampung di home screen saja, tidak ada drawer.

Seperti biasa, jika Anda menyapukan jari dari sisi atas ponsel ke bawah, akan muncul notification center. Di sana ada tombol pintas untuk menuju ke setting. Pada halaman setting, menu-menu untuk melakukan setting dibagi menjadi beberapa kategori dan saat Anda masuk ke suatu menu, seringkali masih ada cukup banyak sub menu lagi. Memang menu-menu tersebut sangat lengkap dan mencakup seluruh pengaturan ponsel, namun sepertinya pengembang vivo perlu menyediakan tombol pintas untuk menuju ke setting tertentu yang sering digunakan. Soalnya nih, sampai sekarang ini saya belum berhasil menemukan setting untuk mengaktifkan atau menonaktifkan auto rotation screen. (upss)

Saat untuk pertama kalinya mengaktifkan fitur tertentu, di layar akan muncul petunjuk singkat mengenai cara penggunaan fitur tersebut.

 

Kamera

Nah, berhubung kamera merupakan fitur yang ditonjolkan oleh vivo Xshot, akan saya ulas sedikit tentang fitur kamera ini.

Kamera vivo Xshot dapat diatur baik secara otomatis maupun manual. Pengaturan otomatis disebut normal mode sedangkan pengaturan manual disebut professional mode. Secara default, kamera tersebut akan berada pada mode normal. Untuk menggantinya menjadi mode professional, tarik tombol shutter virtual yang ada di layar (bukan tombol fisik) ke atas atau ke dalam, tergantung orientasinya.

Saat berada dalam mode professional, Anda bisa mengatur secara manual parameter tertentu seperti ISO dan Speed. Kamera vivo Xshot juga diperlengkapi dengan filter dan berbagai mode yang akan membantu hasil pemotretan.

vivo Xshot camera professional mode

Mode yang tersedia mulai dari mode normal, face beauty yang bisa menonjolkan bagian terbaik kulit wajah, HDR yang bisa menangkap detail gambar ketika ada perbedaan brightness yang tajam, hingga mode child yang diperlengkapi efek-efek suara lucu untuk menarik perhatian bayi/anak hingga siap dipotret.

Berikut adalah beberapa contoh hasil potret dengan kamera vivo Xshot.

Kupu-kecil IMG_20150111_080837 IMG_20150113_094224

 

Spesifikasi Teknis

Berikut spesifikasi teknis vivo Xshot

Basic Feature
Operating system: Funtouch OS (based on Android 4.3)
Internal Memory: 2GB RAM, 16GB ROM
Processor: SnapdragonTM 801
Extended Storage: TF card up to 128G
Color: White / Black
Display
Screen Size: 5.2″ Full HD IPS
Resolution: 1920*1080 pixels
Display Material: IPS Display
Straight: appearance
Dimensions: 146.45*73.3*7.99mm
Weight: 148g
Battery: 2600mAh
Video
Playback formats: MP4, 3GP, AVI, WMV, MKV
Quality: 1080P
Recording format: 3GP
Record maximum resolution: 1080P
Built-in applications
Social mobile: Gravity Sensor, Light Sensor, Proximity Sensor, Electronic Compass, Virtual Gyroscope
Map navigation: Baidu Map
Information: Netease news
Others: Lynx, where to go, Baidu, e-books, QQ browser, mobile phone housekeeper… etc.
Network
4G FDD-LTE: B1/B3/B7
2G EDGE/GPRS: 2G GSM850/900/1800/1900MHz
3G WCDMA: B1/B5/B8
EDGE: GPRS/2.75G EDGE
Camera
Camera Pixel: 13MP (rear) / 8MP Wide Angle (Front-facing)
AF: support
Aperture: F1.8
Flash Support: Support
Shooting modes: Beauty camera / single shot / HDR / Burst / Smile Mode / Panorama mode / best photos
Music and sound
Music Player: MP3, AAC, AAC +, AMR, MIDI, OGG, FLAC, WMA, WAV, APE
MP3 ringtone: Support
Recording: Support
Ringtones: 64 polyphonic
Hi-Fi: Support
More features
Gravity sensor: Support
Photosensitive sensor: Support
Proximity sensor: Support
Gyro: Virtual Gyro
Handsfree: Support
Cloud Services: Support
Connectivity
WiFi support: Wi-Fi/WAPI
Bluetooth: support
USB: USB 2.0
GPS positioning: support

iPad2 dengan iOS 8

Zaki Akhmad Zaki Akhmad

I forgot which car I use today.

Saat Apple merilis iOS 8, saya turut penasaran ingin mencoba. Pilihan jatuh pada perangkat iPad2 karena kebetulan iPad2 ini memiliki storage yang besar: 64 GB.

Lama kelamaan, ternyata saya merasakan iPad2 ini tak se-responsif saat masih menggunakan iOS 7. Memang saya belum menggunakan alat ukur untuk mengukur performa ini, jadi sebatas “perasaan” saya saja.

Hmmph… apakah ada cara untuk kembali ke iOS 7?

IGOS Nusantara X.1 beta

suryana.or.id » Planet Terasi ns

Telah tersedia sejak tanggal 7 Januari 2015. Rilis IGN X.1 beta ini berisi: Pembaruan beragam aplikasi Penambahan seting agar LiveUSB memakai penamaan eth0 dan atau wlan0 Penambahan aplikasi untuk akses Wifi dan Modem GSM/CDMA Penambahan aplikasi dock plank Penggantian splash […]

CLI Twitter

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Kali ini postingan saya agak berbau teknis. Ceritanya saya sedang mencari program twitter client yang menggunakan command line interface (CLI). Tujuannya adalah untuk mengambil data dari twitter dan memasukkannya ke dalam database atau ke aplikasi lainnya (via pipe). (Ya, ini masih cerita lama. Program twitter client saya sebetulnya sudah berjalan, tetapi saya masih ingin ngoprek lagi. Siapa tahu ada yang lebih baru dan lebih mudah.)

Langkah pertama yang saya lakukan adalah mencari apa-apa yang sudah ada. Do not reinvent the wheel. Berikut ini adalah beberapa program yang sudah tersedia.

  • TTYtter: dibuat dengan bahasa perl, dapat interaktif
  • PTT (python twitter tool): dalam bahasa python
  • t: dalam bahasa ruby
  • twit-cli: dalam bahasa ruby
  • console tweet: bahasa ruby
  • earthquake: bahasa ruby
  • curl: ini aplikasi sih
  • beberapa library untuk bahasa php

Yang pernah saya coba baru TTYtter, tapi itu juga sudah lama. Sementara ini dulu catatan saya. Nanti dioprek lagi.


Filed under: Teknologi Informasi Tagged: postaday2015, Teknologi Informasi

TV Series

ophay ophay

Beberapa bulan ini saya keranjingan me-nonton TV Series luar negeri, (beberapa diantaranya The Strain dan Arrow) disamping ceritanya bagus, efek dan kualitas gambarnya luar biasa. Beda dengan TV Series dalam negeri, walaupun saya jarang bahkan tidak pernah serius duduk untuk menghabiskan satu epidose penayangan. he..he…he….

Hal lain yang saya petik dari tontonan luar negeri ini, adalah aktor dan aktrisnya yang serius dalam memainkan peran masing-masing sehingga kesan yang ditampilkan sangat optimal, padahal para pemainnya bukanlah aktor dan aktris senior dari BoxOffice.  Hal ini patut dituru dalam kehidupan kita, yaitu dengan melakukan dan menekuni suatu hal dengan sungguh-sungguh, kita akan memperoleh hasil yang optimal.

So…mari berkarya…:)

 


Management Tips

Kemas Antonius Kemas Antonius

  1. Promise and deliver.
  2. Make sure bad news travels fast.
  3. Writing is thinking.
  4. Practice transparency within your team.
  5. Without a point of view there is no point.
  6. Know your dilithium crystals.
  7. Don’t ask for information or reports unless they help those you ask to do their jobs.
  8. Don’t keep two sets of books.
  9. Showdowns are boring and nobody wins.
  10. Never vote on anything.
  11. When presenting the boss with n alternatives he/she will always choose option n+1.
  12. Nothing is ever decided at a meeting so don’t try.
  13. Work on things that are important not urgent.
  14. Products don’t ship with a list of features you thought you’d do but didn’t.
  15. If you’re interesting someone won’t agree with what you said.

As suggested by Steven Sinofsky on this article.


Filed under: Management

SK (Dokumen) Elektronik

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Baru saja saya membersihkan meja (dan sebagian lemari) yang isinya berbagai dokumen. Salah satu contoh adalah dokumen SK (Surat Keputusan) terkait dengan membimbing mahasiswa, menguji, dan tugas-tugas lainnya. SK / dokumen ini menyemak di meja dan lemari saya. Akhirnya saya putuskan untuk membuang mereka. Padahal seringkali dokumen-dokumen tersebut diperlukan untuk kenaikan pangkat dan lain-lain. (Itulah sebabnya pangkat saya macet tidak naik-naik. hi hi hi.)

Mengapa dokumen-dokumen seperti ini tidak dibuat dalam bentuk elektronik dan tersedia secara online? Padahal sekarang kan jamannya teknologi informasi. Aplikasi untuk itu tidak susah untuk dibuat. Manfaatnya adalah kita tidak perlu susah-susah untuk mengisi borang (form) ini dan itu. Semua data sudah tersedia.

Sekarang saya terpaksa membuang dokumen-dokumen tersebut. Sebagian sempat saya scan. Tetapi yang menjadi masalah adalah hasil scan tersebut mau saya simpan di mana? he he he. Ah kebanyakan “masalah”. Buang saja. Beres kan?


Filed under: Curhat, Teknologi Informasi Tagged: Curhat, postaday2014, Teknologi Informasi

Hire and Promote Well

Kemas Antonius Kemas Antonius

“Hire and promote first on the basis of integrity; second, motivation; third, capacity; fourth, understanding; fifth, knowledge; and last and least, experience. Without integrity, motivation is dangerous; without motivation, capacity is impotent; without capacity, understanding is limited; without understanding, knowledge is meaningless; without knowledge, experience is blind. Experience is easy to provide and quickly put to good use by people with all the other qualities.”

~Dee Hock, founder of Visa.


Filed under: Management

IGOS Nusantara X

suryana.or.id » Planet Terasi ns

Setelah menunggu cukup lama untuk membereskan dan mendapatkan hasil yang terbaik, akhirnya hari ini dapat merilis IGOS Nusantara X.0. Munculnya rilis IGN X.0 merupakan hasil dari perjalanan panjang dan kontribusi beragam pihak. Semoga IGN X.0 sebagai distro lokal dapat memenuhi […]

Menjadi Cerdas Itu Keren

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Ketika saya kecil, saya ini jauh dari keren. Meski untuk standar zaman itu sekalipun. Kecuali mungkin ibu saya yang berpikir kalau saya ini keren. Thanks Mom *terharu.

Saya ini kurus, hitam (ya relatif hitamlah) (upss) , kalau main sepakbola ndak pernah mencetak gol, kalau ikutan lomba lari selalu juara 3 tapi dihitung dari belakang. Paling-paling yang rada bisa saya banggakan adalah bisa berenang. Tapi mana ada kegiatan renang di sekolah? Jadi saya ndak punya kesempatan untuk tampil cool di hadapan teman-teman saya.

Namun saya tidak pernah merasa minder meski dianggap tidak keren. Apa sebab? Soalnya saya ini juara kelas! Yach, di samping mungkin memang cerdas dari sononya, saya ini rajin membaca. Karena rajin membaca itulah maka pengetahuan saya bertambah. Sudah tentu bukan sembarang bacaan yang saya baca. Kalau waktu itu saya banyak membaca stensilan, entah sudah jadi apa saya sekarang. :mrgreen: Bacaan saya waktu itu lebih banyak berupa buku-buku ilmu pengetahuan dan komik Eropa semacam Tintin, Asterix, Lucky Luke.

Kalau buku ilmu pengetahuan sudah jelas, pasti akan menambahkan pengetahuan. Lha kalau komik? Ya tergantung yang baca juga sih sebenarnya. Komik-komik Eropa yang saya sebutkan di atas banyak terinspirasi oleh kejadian nyata dan tokoh-tokoh yang nyata, misalnya Jesse James dan Billy The Kid di Lucky Luke, Julius Cesar dan Cleopatra di Asterix, lalu visualiasi kota/negara dan teknologi yang begitu dekat dengan aslinya di Tintin. Itu semua mendorong saya untuk mencari informasi lebih lanjut tentang tokoh atau lokasi geografis tertentu.

Jadi sebenarnya tanpa sadar saya ini sudah memilah-milah informasi sejak dulu, alih-alih menelan begitu saja semua informasi yang saya dapat. Informasi yang tepat dan bermanfaat itulah yang membawa saya memiliki pengetahuan luas dan pada akhirnya “menggoreng” kecerdasan saya menjadi lebih matang. Buntutnya, saya menjadi lebih pede dan merasa cool. B-)

Dan kebiasaan memilah informasi tersebut berlangsung hingga sekarang, pada era informasi, di mana informasi mengucur dengan derasnya, bukan lagi seperti air keran tapi seperti air terjun. Kemampuan untuk memilah informasi makin diuji. Tak mungkin lagi menggunakan “tangan kosong” untuk melakukannya, namun dibutuhkan sesuatu yang lebih mumpuni. Dan untuk itulah aplikasi Kurio ini hadir.

Kurio adalah aplikasi yang dilahirkan untuk membantu penggunanya dalam memilah informasi. Kurio akan mengambil berita (istilah kerennya ngefeed) dari berbagai situs berita dan membagi-baginya dalam berbagai kategori. Tentu saja situs berita yang menjadi sumber Kurio adalah situs berita yang terpercaya dan kredibel.

Saat pertama kali dijalankan, pengguna dapat memilih kategori informasi apa saja yang hendak ditampilkan oleh Kurio. Nantinya berbagai kategori yang telah dipilih tersebut akan ditampilkan dalam bentuk kipas, sebuah tampilan visual yang merupakan signature Kurio.

Kurio App

Ketika salah satu kategori dipilih, maka berita-berita terhangat pada kategori tersebut akan ditampilkan. Ketuk judul artikel untuk membaca isinya. Bila pengguna merasa isi artikel tersebut menarik, dia dapat langsung membagikan judul dan link artikel tersebut melalui Facebook, Twitter, Email, atau media lain seperti WhatsApp, Line, BBM.

Pengguna dapat menandai sebuah artikel sebagai favorit atau menandai artikel tersebut untuk dibaca lain kali melalui layanan pihak ketiga seperti Instapaper atau Pocket.

Warna latar belakang yang defaultnya putih dengan teks hitam juga dapat diganti menjadi latar belakang hitam teks putih. Ini tentu bermanfaat bagi mereka yang memang lebih nyaman membaca pada latar belakang gelap.

Kurio juga dapat memberikan notifikasi apabila ada headline yang menarik.

Dengan menginstall aplikasi Kurio ini di smartphone saya, saya berharap tetap bisa smart, karena sudah terbukti bahwa saya ini cool karena saya smart.

A Wonderful Year

Kemas Antonius Kemas Antonius

2014 is coming to an end. 2015 will be here soon.

It’s been a wonderful year at Baidu in Indonesia. So many interesting and awesome things happened in this year and we’re still here. Looking forward to many more years to come as we continue to grow and improve together with you.

Thank you for being with us. Let’s make 2015 an even more wonderful year.


Filed under: Baidu, Indonesiana

Asus Perkuat Eksistensi di Segmen Komersial

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Di tahun 2014 ini, Asus berhasil membangun brand mereka hingga mencengkeram erat di benak para konsumen pembeli komputer. Jika seseorang hendak membeli seperangkat komputer, entah PC atau notebook, pastilah Asus masuk ke dalam pertimbangan bahkan tak jarang keputusan akhirnya dijatuhkan untuk membeli Asus.

Terbukti di tahun 2014 Asus berhasil mencatat prestasi gemilang, yaitu menjadi pucuk pimpinan klasemen penjualan notebook di Indonesia dengan pangsa pasar 32.6%. Untuk penjualan PC, memang Asus belum berhasil menjadi raja, namun tetaplah berada di papan atas. Lagipula untuk komputer desktop, kebanyakan konsumen sepertinya lebih menyukai komputer rakitan ketimbang komputer bermerk.

Market Share

Sumber gambar: www.infokomputer.com

Prestasi yang ditorehkan Asus ini tentunya tidak lalu membuat mereka berpuas diri. Masih ada cukup ruang untuk terus mengembangkan diri. Jika keberhasilan di atas diperoleh di segmen consumer, maka sudah saatnya Asus juga menggarap segmen commercial.

Pasar yang menjadi sasaran pada segmen consumer adalah pengguna PC atau notebook yang akan menggunakannya untuk keperluan pribadi, game, pendidikan, ataupun bisnis yang produknya dijual langsung ke pembeli akhir (dikenal dengan istilah B2C atau Business-to-Consumer).

Sedangkan pasar yang menjadi sasaran pada segmen commercial adalah pengguna PC atau notebook yang akan menggunakannya untuk keperluan komputasi data di kantor maupun presentasi ke perusahaan lain. Dengan kata lain, segmen ini lebih bersifat B2B atau Business-to-Business.

Segmen ini membutuhkan komputer-komputer dengan spesifikasi yang unik dan tentunya berbeda dengan spesifikasi komputer pada segmen consumer.

Notebook yang akan digunakan untuk melakukan presentasi misalnya, tentunya justru tidak dibutuhkan notebook yang ringan dan kompak. Fokus spesifikasi notebook semestinya bukan pada mobilitasnya karena toh presentasi hampir pasti dilakukan di dalam gedung dengan fasilitas yang memadai seperti adanya meja dan colokan listrik.

Spesifikasi yang dibutuhkan akan dititikberatkan pada performa sehingga bila tidak “memalukan” bila digunakan untuk melakukan presentasi. Plus serangkaian konektivitas yang lengkap karena kita tidak pernah tahu peranti apa saja yang tersedia di kantor relasi bisnis jika sewaktu-waktu butuh untuk ditancapkan ke notebook yang dibawa. Dan tentunya jangan dilupakan masalah fasilitas keamanan yang dimiliki oleh notebook tersebut karena bisa dipastikan akan berisi data-data penting dan rahasia.

Sedangkan untuk kebutuhan PC atau komputer desktop, umumnya syarat yang diajukan oleh para pimpinan dalam memutuskan pembelian PC adalah hemat ruang dan hemat daya, tentunya tanpa mengorbankan performa. Syarat ini dapat dipenuhi dengan PC yang berukuran kecil atau memiliki model all-in-one (PC dan monitor yang tergabung menjadi satu).

PC dengan model all-in-one ini akan lebih disukai lagi bila memiliki monitor dengan teknologi layar sentuh, sehingga kebutuhan akan keyboard dan mouse bisa ditekan.

Untuk mewujudkan ambisinya menggarap segmen commercial dan berusaha untuk menjadi nomor 1 juga di segmen ini, Asus telah menelurkan setidaknya 3 produk baru, yaitu Notebook Pro Series ASUS BU401LG, PC Desktop ASUS Mini PC EB1036, dan PC All-In-One ET1612.

Ketiga produk ini memenuhi kriteria-kriteria yang telah disebutkan sebelumnya. Mari kita kupas.

Notebook Pro Series ASUS BU401LG merupakan sebuah ultrabook dengan spesifikasi mumpuni. Dapur pacunya diisi dengan prosesor Intel® Core™ yang memiliki teknologi Intel® vPro™. Prosesor grafisnyapun tidak tanggung-tanggung karena menggunakan NVIDIA® GeForce® GT 730M.

Notebook Pro Series ASUS BU401LG

Sektor keamanan tercapai dengan manisnya karena notebook ini diperlengkapi dengan Trusted Platform Module dan pemindai sidik jari. Port koneksinya sangat lengkap karena memiliki port VGA, USB, HDMI, RJ45, dan card reader. Ukuran layarnya 14 inchi dan keyboard serta touch padnya sangat nyaman digunakan.

Hebatnya, meski dijejali dengan begitu banyak port dan ukuran layar sebesar itu, bobotnya hanya 1.64 kg saja! Sudah begitu, bodynya tahan banting dan keyboardnya tahan terhadap kopi yang tak sengaja ditumpahkan oleh penggunanya.

PC Desktop ASUS Mini PC EB1036 merupakan komputer desktop yang sangat hemat ruang dan hemat daya. Beratnya hanya 0.69 kg dan volumenya hanya 1 liter saja! Prosesornya menggunakan Intel® Celeron® J1900 Quad-Core Processor yang dikenal sebagai prosesor yang hemat daya namun tetap memiliki kinerja optimal.

PC Desktop ASUS Mini PC EB1036

Meski sekecil itu, PC ini kaya akan port, yaitu VGA, HDMI, Card Reader, RJ45, USB 2.0, USB 3.0, serial (COM), serta antena Wi-Fi. Tak lupa PC ini diperlengkapi juga dengan Kensington Lock supaya tidak mudah dicuri mengingat ukuran dan volumenya yang sekecil itu.

PC All-In-One ET1612 adalah sebuah PC yang telah terintegrasi ke dalam sebuah monitor. Jadi seolah-olah hanya monitor saja namun sebenarnya di dalamnya telah diperlengkapi dengan prosesor, RAM, harddisk, dan berbagai komponen layaknya sebuah PC.

PC All-In-One ET1612

Monitor yang juga PC ini hanya sedikit lebih tebal daripada monitor LCD biasa dan jelas jauh lebih tipis daripada monitor CRT. Layarnya diperlengkapi dengan teknologi layar sentuh sehingga meminimalisir kebutuhan mouse dan keyboard, meskipun tentu bila penggunanya menginginkan tetaplah bisa ditambahkan.

Meskipun telah memiliki monitor sendiri, PC all-in-one ini tetap memiliki port HDMI dan VGA, serta tentu saja port-port lain seperti USB, Card Reader, dan RJ45. Bahkan PC all-in-one ini memiliki wall mount sehingga bisa dipasang di dinding.

Dengan menelurkan produk-produk yang sedekat mungkin dengan kebutuhan pasar di segmen commercial, apalagi didukung dengan tingkat kepuasan konsumen di segmen consumer, Asus bisa berharap banyak untuk juga mendulang sukses di segmen commercial ini.

Google Year in Search 2014

BennyChandra.com Ben

Google Year in Search 2014: Refleksi pencarian informasi via Google yang dilakukan para pengguna Internet sepanjang tahun 2014.

[ » ]

Kok Muncul No Name di Android Contact?

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Sudah beberapa minggu ini saya rada sebal kalau buka buku kontak Zenfone 5 saya. Soalnya muncul cukup banyak item bertuliskan No Name di buku kontak. Dan ketika item No Name tersebut dibuka, muncul sebuah nomor telpon diikuti dengan ikon Telegram. Nah, ketangkep luh. (muhaha) Jadi Telegram biang keroknya.

Hasil penelusuran saya via Google untuk mencari penyebabnya tidak memberikan hasil. Jadi terpaksa saya oprek sendiri dan akhirnya ketemu juga solusinya. Intinya, jika Anda pernah menyimpan nomor teman Anda di Android Contact, lalu teman Anda itu menginstall Telegram dan nama yang dia gunakan di Telegram tidak sama dengan nama yang Anda simpan di Android Contact (bingung tho), maka bakalan muncul item No Name di Android Contact. Nama teman Anda di Telegram tersebut kudu diedit supaya jadi sama persis dengan nama yang di Android Contact.

No Name Android Contact

 

Caranya bagaimana?

Nah, ketika menyimpan  kontak teman di ponsel Android, tentunya Anda menggunakan layanan Google, bukan? Manfaatkan saja Google Contact tersebut sebagai media bantu untuk mencari nomor kontak dan nama teman Anda.

Loginlah ke Gmail dan carilah teks Gmail di sisi kiri atas, tepat di bawah logo Google. Jika Gmail diklik, akan muncul tiga buah item menu, yaitu Gmail, Contacts, dan Tasks. Pilih Contacts dan akan ditampilkan daftar kontak yang Anda miliki.

Sekarang bukalah kontak yang bertuliskan No Name (di ponsel) dan carilah pemilik nomor No Name tersebut melalui Google Contact. Bila perlu gantilah awalan 0 dengan +62 atau sebaliknya. Nah, bila sudah ketemu nama teman Anda, sekarang saatnya menyunting nama yang di Telegram.

Oh ya, cara di atas ini merupakan salah satu alternatif saja. Kalau Anda punya dua ponsel, bisa saja menggunakan ponsel yang satunya untuk mencari siapa pemilik sebuah nomor yang tertulis No Name. Malahan kalau Anda hafal siapa pemilik nomor yang tertulis No Name, lebih bagus lagi. (upss)

OK, sekarang bukalah aplikasi Telegram dan lakukan langkah-langkah berikut:

1. Ketuk ikon kaca pembesar dan carilah nama teman Anda yang tertulis No Name tadi. Gunakan kemungkinan-kemungkinan yang ada seperti nama julukan atau nama user twitternya.

Telegram1

 

2. Bila sudah ketemu, ketuk bagian yang menampilkan namanya.

Telegram2

3. Ketuk tiga buah titik di kanan atas dan pada menu yang muncul pilih Edit.

Telegram3

4. Suntinglah nama yang tercantum di sana. Nama ini harus sama persis dengan nama di Android Contact. Jika nama sudah sama namun terbagi menjadi First Name dan Last Name, jadikan satu di First Name semua. Misalnya namanya tertulis Yahya di First Name dan Kurniawan di Last Name, jadikan Yahya Kurniawan di First Name dan kosongkan Last Name. Jika nama hanya satu kata saja dan tetap muncul No Name, ketik ulang namanya. Bila sudah, ketuk tanda centang di kanan atas.

Telegram4

Naaaah, sekarang coba cek Android Contact lagi. No Name-nya akan berkurang satu. (lmao) Ya, jika ada banyak No Name, terpaksa cara ini dilakukan satu persatu. (doh)

Kantong Tanaman untuk Kelola Sampah

#direktif Ikhlasul Amal

Tulisan ini diniatkan sebagai kelanjutan tulisan tahun 2011 tentang pengelolaan sampah di kantor. Jika di tulisan sebelumnya kantor kami disebut memiliki lahan luas di belakang, sehingga saya dapat mengubur sampah organik dengan rotasi terhadap beberapa galian, sejak satu setengah bulan lalu kantor kami pindah ke lokasi baru yang berbeda sama sekali: lahan kosong terbatas.

Sampah tetap diproduksi dari kegiatan kantor. Tradisi lama untuk sampah saset camilan atau minuman harus dipertahankan: tempat sampah khusus sudah disiapkan sejak awal di lokasi baru. Bersama dengan kertas, jenis ini sudah terdefinisi jelas, tinggal diteruskan. Karena tidak memiliki pepohonan lagi sekarang, sampah daun kering jauh lebih sedikit. Sampah sisa makanan berjumlah tetap, hanya saja sekarang kami tidak memiliki binatang yang menghabiskan sisa makanan tsb. –sebelumnya penjaga kantor memelihara ayam dan sisa makanan habis dilahap ayam.

Salah seorang kenalan dekat menceritakan inisiatifnya menggunakan komposter untuk sampah buangan dapur di rumahnya. Semua tinggal dimasukkan ke dalam tong komposter, diciprati cairan pemercepat pembusukan, dan kira-kira 3 bulan kemudian setelah komposter penuh, pupuk kompos hasilnya dapat dipanen. Ini solusi praktis, di beberapa toko penyedia komposter, Kencana misalnya untuk Bandung, tersedia dengan harga kisaran Rp 700 ribu untuk ukuran sedang. Harga yang layak dibandingkan manfaatnya; walaupun buat yang suka kerajinan, membuat sendiri wadah komposter juga dimungkinkan dengan memanfaatkan tong bekas.

Sudah hampir ditetapkan untuk pesan komposter, sekelebat terpikir bahwa sampah sisa makanan relatif cepat terurai hancur dibanding dedaunan. Bagaimana jika saya siapkan kantong tanaman (polybag) dan sisa makanan tsb. diaduk dengan tanah? Menarik juga sebagai percobaan.

Kantong Tanaman untuk Tempat Sampah

Kantong Tanaman untuk Tempat Sampah

Segera saya siapkan: satu kantong tanaman berukuran sedang dapat digunakan untuk sampah makan siang dua hari. Agar bercampur dengan tanah, dibuat berlapis sisa makanan dan lapisan tanah. Ukuran tanah secukupnya sampai dengan bau sampah makanan tidak terasa; hal ini bertujuan agar tidak mengundang lalat. Dengan cara ini, setiap tiga sampai empat hari saya siapkan kantong tanaman baru dan saya letakkan berjajar agar mudah diketahui kantong tanaman yang lebih awal. Dari percobaan yang baru saya lakukan satu setengah bulan, tiga pekan sudah cukup untuk menghancurkan sampah sisa nasi atau sayuran, yang lebih lama daun pisang. Untuk mempercepat penguraian, isi kantong tanaman diaduk-aduk agar lebih merata, sekaligus untuk melihat kondisi sampah, sudah terurai atau belum.

Gangguan tentu ada dan tidak terduga buat saya. Pada pengadaan kantong tanaman keempat, keesokan paginya ditemukan berantakan dan bagian bawahnya robek hasil dikoyak-koyak. Dugaan terkuat diserang tikus yang tergoda bau sisa makanan, apalagi di kantong tanaman terdapat lubang-lubang pembuangan air. Untuk mencegah hal ini, kantong tanaman ditambahi agar rangkap; ternyata beberapa hari kemudian, serangan tikus masih berulang. Langkah terakhir yang dicoba: di antara dua lapis kantong tanaman tersebut diselipkan kertas bekas, dengan tujuan bau sisa makanan di dasar kantong tanaman tidak mudah terhidu dari luar. Untuk sementara, serangan tikus dapat diatasi.

Rencana berikutnya jika kantong tanaman sudah banyak dan yang lebih awal sudah jadi pupuk kering, akan dilakukan rotasi: isi kantong tanaman ditaburkan sebagai pupuk kompos ke tanaman dan kantong tanaman siap untuk digunakan dari awal. Seharusnya tidak terlalu repot mengatur perputaran sampah ini.

Pengolahan sampah seperti ini sangat mudah, hampir tidak perlu bekal teknis khusus, melainkan ketelatenan dan antusiasme membantu pengelolaan lingkungan. Hanya diperlukan waktu 15 menit/hari untuk mengangkut sampah dari dapur sampai dengan menguruk dengan tanah. Jika volume sampah dapur terlihat banyak, bantuan zat pemercepat penguraian seharusnya dapat membantu. Saya belum pernah menggunakan zat tambahan seperti itu, jadi belum dapat membandingkan.

Rencana lain jika dengan cara ini ternyata tidak efektif sudah disiapkan, yaitu pembelian tong komposter seperti semula. Nanti saja, setelah tiga bulan misalnya, akan dievaluasi. Yang ada sekarang dikerjakan dulu.

Internetan di Singapura

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Ini cerita tentang Internetan di Singapura lagi. Apa cara yang paling mudah dan murah untuk  internetan di Singapura?

Cara saya adalah dengan membeli kartu Starhub kemudian mengaktifkan paket internetan seminggu, 1 GB, Sing $7. Sebetulnya ada paket lain yang kurang dari seminggu tetapi menurut saya lebih murah pakai yang ini. Yang lain itu jumlah datanya kurang. hi hi hi.

Mungkin pola memakai internet saya (dan anak saya) yang cukup boros sehingga ternyata paket 1 GB itu habis kurang dalam 3 hari. he he he. Nah, bodohnya saya adalah saya tidak memeriksa sisa kuotanya sehingga begitu habis kuota maka dia akan menggerogoti pulsa. Habislah pulsa saya. Uhuk. (Sama seperti operator di Indonesia. Uhuk.)

Sekarang saya mau internetan dulu ya. Ini juga diketik masih dalam perjalanan.


Filed under: Curhat, Teknologi Informasi Tagged: Curhat, postaday2014, Teknologi Informasi

Mengajari Untuk Menjadi Dinosaurus

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Minggu lalu saya mengajari orang-orang di tempat saya tentang pemrograman bahasa BASIC. Iya, bahasa BASIC. Ini bahasa pemrograman yang saya pelajari jaman tahun 1980-an dulu. hi hi hi. Sekarang bahasa BASIC ini sudah tidak ada yang mengajarkan. Apa lagi ada banyak orang yang berpendapat bahwa “GOTO” itu sangat berbahaya. (GOTO is considered harmful.) Padahal bahasa BASIC itu memiliki GOTO dan sangat lazim digunakan. hi hi hi.

Minggu ini saya berencana mengajari penggunakan editor “vi“. Ini juga editor teks yang cukup kuno. Saya masih menggunakan editor ini di berbagai platform; Linux, Windows, Mac OS. Kemana-mana saya masih menggunakan vi. Enaknya adalah di setiap platform pasti ada vi. Vi juga adalah editor yang sangat powerful. Regular expression di dalam vi sangat bermanfaat ketika saya melakukan pemrograman. (Saya lagi mencari vi reference card yang bagus.) Apakah mengajari cara pemrograman dengan teknik-teknik lama ini bermanfaat?

IMG_6825 dinosaurus 1000Apakah mengajari menjadi dinosaurus itu jelek? Dinosaurus masih menarik lho. Ini buktinya. Dinosaurus sisa dari Pasar Seni ITB 2014 kemarin masih tetap menjadi tontonan yang menarik di kampus ITB lho. Banyak orang yang potret-potretan dan selfie di depan Dinosaurus ini.

Mari menjadi Dinosaurus …


Filed under: programming, Teknologi Informasi Tagged: postaday2014, programming, Teknologi Informasi

Driver Terkini AMD: Catalyst Omega

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Perangkat keras tak akan berfungsi dengan maksimal bila tidak ada perangkat lunak yang mampu menjembataninya dengan sistem operasi. Dengan adanya driver, fungsi-fungsi yang ada pada perangkat keras tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

Baru-baru ini, AMD merilis update driver terkini mereka, yaitu Catalyst Omega. Dengan menggunakan driver terbaru ini, Anda akan mendapatkan peningkatan kinerja antara 19%-29%, tergantung perangkat keras AMD yang digunakan dan aplikasi yang dijalankan.

Beberapa keunggulan driver Catalyst Omega ini antara lain adalah:

  • Mendukung resolusi UltraHD, gambar akan nampak lebih halus, lebih nyata, dan makin tidak nampak “patah-patah”.
  • Mendukung OpenCL 2.0, membantu pengembang aplikasi untuk dapat mencapai fungsi-fungsi tertentu sesuai standar industri.
  • TressFX Hair 3.0, meningkatkan kualitas render rambut/bulu sehingga nampak lebih nyata.
  • CodeXL Tools, perkakas bagi developer untuk melakukan debug, profiling, dan analisis terhadap aplikasi.

 

Nah, jika Anda adalah pengguna AMD, segeralah menuju ke halaman pengunduhan driver resmi mereka dan rasakan performa yang lebih dahsyat dari perangkat keras AMD Anda.

 

 

4 Pertemuan Dalam 1 Hari

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Judulnya seperti judul dari sebuah film ya? Tapi, ini memang yang terjadi hari ini. Hari ini saya mengikuti empat pertemuan (meeting). Meskipun semuanya berhubungan dengan teknologi informasi, tetapi topik-topiknya berbeda. Kepala ini cukup cenut-cenut juga mengikuti topik-topik tersebut.

Di tengah-tengah pertemuan tersebut saya sempat juga melakukan coding. hi hi hi. Ada sesuatu yang ingin saya coba, yaitu tentang Multi User Dungeon and Dragon (MUD). Yang ini ceritanya menyusul. Sekarang ceritanya masih tentang lelahnya saya mengikuti pertemuan tersebut.

Sekarang saya punya kesempatan untuk tarik nafas dulu. Phew. . . .


Filed under: Curhat, Teknologi Informasi Tagged: Curhat, postaday2014, Teknologi Informasi

Bikin Lumia Jadi Remote Control PowerPoint

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Kalau ditanya, aplikasi apa yang paling populer digunakan untuk melakukan presentasi? Pasti sebagian besar bakal menjawab PowerPoint. Gak heran, PowerPoint ini sedemikian populernya, sepaket dengan Word dan Excel.

Lalu pasti sebagian besar juga sering melihat orang melakukan presentasi menggunakan remote control, jadi bisa berjalan-jalan selama melakukan presentasi, tidak terpaku harus dekat dengan notebooknya. Ada banyak peranti USB yang bisa dimanfaatkan sebagai remote control presentasi.

Namun jika ingin nampak lebih keren lagi, mengapa tidak menggunakan ponsel sebagai remote control presentasi? Bisa presentasi sambil sekaligus pamer ponsel, hehe (upss)

Sebagai sesama produk Microsoft, tentu paling gampang menggunakan Lumia sebagai remote control. Bagaimana caranya?

Pertama-tama, pastikan komputer atau notebook yang akan digunakan untuk melakukan presentasi memiliki koneksi Bluetooth. Kalau Lumia khan sudah pasti ada fasilitas Bluetoothnya. Jadi remote control ini nantinya akan beraksi melalui koneksi Bluetooth.

Nah, sekarang download aplikasi bernama Office Remote melalui Windows Store. Ini nih linknya. Agar aplikasi tersebut bisa berkomunikasi dengan Microsoft Office yang ada di PC/notebook, maka perlu ditambahkan sebuah add-in pada Microsoft Office yang bisa diperoleh di sini.

Sekarang, bila Microsoft Office dijalankan, akan muncul sebuah tab baru di Ribbon, yaitu Office Remote. Isi tab itu cuma satu tombol saja, yaitu tombol Office Remote. Tombol tersebut terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian atas dan bagian bawah. Jika bagian atas diklik, fitur Office Remote akan diaktifkan, sedangkan bila bagian bawah yang diklik, akan muncul menu berisi tiga buah item, yaitu Turn On (atau Turn Off, tergantung apakah saat itu fitur Office Remote sudah on atau belum), Install On My Windows Phone, dan Learn More. Tentunya mudah untuk memahami arti masing-masing item.

OK, kini aktifkan Bluetooth di Lumia bila belum aktif (bila perlu pastikan sudah pairing dengan komputer yang digunakan) dan jalankan aplikasi Office Remote. Mula-mula Office Remote akan mendeteksi ada berapa file Office yang terbuka dan mempersilakan penggunanya untuk memilih file mana yang akan dikendalikan dengan Office Remote.

Lumia Office Remote

Bila sebuah file PowerPoint dipiilh, maka otomatis tampilan slide show file tersebut akan ditampilkan dan presentasi siap dijalankan. Pada layar Lumia akan muncul dua tanda panah yang digunakan untuk menggerakkan langkah slide presentasi maju atau mundur.

Lumia Office Remote

Seperti biasa, opsi-opsi lebih lanjut tersedia dengan mengetuk tombol-tombol yang ada di bagian bawah layar. Yang menarik, ada tombol laser di sana. Jika tombol tersebut diketuk, layar Lumia akan menampilkan slide yang saat itu sedang tampil di layar monitor atau proyektor dan bila Anda mengetukkan jari ke layar Lumia, maka pada bagian yang diketuk akan muncul bulatan warna merah seolah-olah pointer laser diarahkan ke sana.

Aplikasi Office Remote ini juga bisa berlaku untuk dokumen Word atau spreadsheet Excel. Untuk dokumen Word, Anda bisa melakukan navigasi dokumen dan melakukan zoom. Sedangkan untuk Excel, Anda bisa melakukan navigasi spreadsheet, melakukan zoom, serta mengelola Slicer, PivotTable, dan Filter.

Untuk Sebuah Pengalaman Baru – Spin Activ

Enda Nasution's Quiclinks enda

Mencoba sesuatu yang baru selalu merupakan pengalaman menyenangkan. Kita mungkin suka, mungkin juga tidak, tapi selama pengalaman itu baru dan belum pernah kita coba sebelumnya tetap menyenangkan karena menjadi sebuah pengalaman baru buat kita, sekecil apapun pengalaman tersebut. Begitu juga ketika gue nyobain test drive Chevrolet Spin Activ di Senayan, pengen tahu, pengen nyobain dan […] The post Untuk Sebuah Pengalaman Baru – Spin Activ appeared first on Enda Nasution's Weblog.

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]

Social Engineering

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Tadi pagi saya memberikan presentasi tentang “social engineering” (rekayasa sosial). Apa itu seocial engineering?

Upaya-upaya atau kegiatan  membujuk seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam konteks keamanan informasi, social engineering ditujukan agar target membocorkan informasi rahasia (seperti misalnya password, PIN).

Target dari social engineering memang manusia. Ada tiga faktor dalam keamanan informasi; manusia, proses, dan teknologi. Aspek manusia seringkali merupakan aspek yang paling lemah dalam mata rantai pengamanan informasi,

Teknik-teknik yang digunakan dalam social engineering berbeda dengan teknik penyadapan data, misalnya. Untuk mengetahui password seseorang, kita dapat mengirimkan email yang mengatakan bahwa sistem email target sedang bermasalah sehingga target harus mengganti passwordnya. Ternyata banyak orang yang percaya terhadap email ini dan mengubah passwordnya sesuai dengan instruksi. Padahal instruksinya itu justru membocorkan passwordnya. Misalnya, target diminta untuk mengunjungi situs tertentu untuk mengubah passwodnya. Situs tertentu ini merupakan milik penyerang.

Cara lain yang juga dapat dilakukan adalah membuat berita-berita dengan topik yang sedang populer (trending topic). Target secara tidak sadar mengklik link tertentu yang mengantarkan mereka ke halaman yang berisi malware (malicious software). Tanpa mereka sadari, mereka memasang software trojan horse sehingga komputer mereka dapat dikendalikan dari jarak jauh,

Pencurian identitas (identity theft) juga merupakan salah satu teknik social engineering. Kalau di Indonesia, pencurian identitas ini banyak terjadi di Facebook. Apa yang dapat dilakukan setelah mendapatkan identitas seseorang? Yang lazim dilakukan penyerang adalah … meminta uang (berpura-pura ada yang sakit) atau meminta pulsa. hi hi hi.

Ada beberapa hal yang membuat manusia mudah diserang;

  • suka dipuji-puji – penyerang memulai dengan memuji-muji sehingga mendapat kepercayaan dari target;
  • sopan / sungkan / tidak tega / tidak ingin menyakiti orang – dimanfaatkan oleh penyerang yang tidak tahu malu dan mengeksploitasi “kelemahan” ini;
  • takut kepada atasan (authority) – penyarang berpura-pura jadi atasan (atau pihak yang berwenang) dan memberi instruksi tertentu.

Filed under: security, Teknologi Informasi Tagged: postaday2014, security, Teknologi Informasi

Komunitas SDNRG ITB dan kelanjutannya

Admin Juga Manusia 2.0 (tm) » Computer & Networks affanzbasalamah

Salam,

Kesibukan membuat saya belum mengupdate blog ini untuk memberikan informasi terkini kegiatan saya di komunitas SDNRG ITB.

Ya, sudah sebulan berlalu dari tanggal 1 November sejak SDNRG ITB mengadakan meetup pertama. Aktivitasnya dapat dilihat di:

Presentasi yang saya sampaikan adalah presentasi pengenalan tentang apa itu SDNRG ITB. Saya upload ke Slideshare dan saya embed di bawah ini.

Lalu apa kelanjutan dari kegiatan SDNRG ITB ini? Beberapa rencana SDNRG ITB setelah meetup dapat dilihat di halaman SDNRG ITB ini.

Ada beberapa insight tentang perkembangan teknologi SDN yang saya ingin sampaikan, namun itu saya cadangkan untuk posting di lain waktu.

Mudah-mudahan berguna,

Wassalam,

-affan


Menjuri Di APICTA 2014

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Beberapa hari ini saya menghilang dari blog karena super sibuk menjadi juri di APICTA 2014 yang diselenggarakan di Jakarta. Menjuri. he he he. Dari hari Kamis sampai Minggu, kami dikurung di hotel Harris Suite di FX.

IMG_6874 judgeSebetulnya ceritanya ada banyak, tetapi saya belum sempat menuliskannya dan sudah keburu banyak tugas lain yang harus diselesaikan. Ini juga baru sampai di kampus ITB, langsung dari stasiun kereta api.

Pada APICTA kali ini saya melihat kemajuan yang pesat dari peserta lain, misalnya dari Pakistan. Bagus-bagus. Sementara itu, yang dari Indonesia tertinggal cukup lumayan. Yang paling tertinggal adalah teknik presentasi dan bahasa Inggris dari peserta-peserta Indonesia. Peserta negara lain dengan percaya diri memberikan presentasinya. Para juri menjadi paham apa yang mereka sampaikan dan tentunya memberi nilai dengan baik. (Meskipun ada juga yang nilainya sangat buruk walaupun presentasinya baik. Kalau produknya buruk, ya tetap saja hasilnya buruk.)

Kembali ke soal teknik presentasi, nampaknya ini harus diajarkan kepada mahasiswa ya? Saya sebetulnya tanya ke coach (pelatih) dari tim Indonesia. Kata mereka, sebetulnya peserta Indonesia sudah di-coach, tetapi banyak yang tidak mau nurut kepada para coach itu rupanya. hi hi hi.

Lain kali lebih baik.


Filed under: Teknologi Informasi Tagged: Curhat, postaday2014, Teknologi Informasi

Onim

Retas Ivan Lanin

Onim

Akhiran -onym dalam bahasa Inggris umumnya digunakan untuk menyebut kelompok kata tertentu atau hubungan antarkata. Akhiran ini diambil dari bahasa Yunani onoma yang berarti “nama” atau “kata”. Bahasa Indonesia menyerap akhiran ini menjadi -onim. KBBI III mencantumkan tiga belas lema berakhiran -onim, antara lain akronim dan sinonim.


Berikut daftar kata berakhiran -onim dalam KBBI III:

  1. akronim: kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar, misal mayjen (mayor jenderal), rudal (peluru kendali), dan sidak (inspeksi mendadak)
  2. alonim: varian dari nama, misal Dullah adalah alonim dari Abdullah
  3. anonim: tanpa nama; tidak beridentitas; awanama
  4. antonim: kata yang berlawanan makna dengan kata lain, misal cepat merupakan antonim lambat
  5. eponim: kata atau nama yang dibentuk menurut nama orang, misal srikandi (nama istri Arjuna dalam kisah wayang) untuk menyebut atlet wanita
  6. heteronim: salah satu dari dua kata atau lebih yang dieja sama, tetapi bermakna atau berlafal lain, mis. bisa (heteronim makna) dan apel (heteronim lafal)
  7. hiponim: hubungan antara makna spesifik dan makna generik atau antara anggota taksonomi dan nama taksonomi, misal kucing, anjing, kambing disebut hiponim dari hewan
  8. homonim: kata yang sama lafal dan ejaannya, tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang berlainan, misal hak pada hak asasi dan hak sepatu
  9. matronim: nama yang dimiliki orang berdasarkan nama ibunya, misal Kaunteya berarti anak laki-laki dari Kunti (dalam cerita Mahabharata)
  10. paronim: kata yang bentuknya sama dengan kata seasal dalam bahasa lain, misal mahal dalam bahasa Tagalog dan bahasa Indonesia
  11. pseudonim: nama yang digunakan seseorang, seperti penulis, pengarang untuk menyembunyikan identitas sebenarnya; nama samaran
  12. sinonim: bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk bahasa lain, misal kualitas dan mutu
  13. teknonim: nama ayah atau ibu berdasarkan nama anaknya

Selain kata-kata yang sudah diserap “resmi” oleh KBBI tersebut, ada beberapa -onim lain dalam bahasa Inggris yang perlu ditambahkan ke dalam bahasa Indonesia. Berikut beberapa di antaranya:

  1. hiperonim (Ing: hyperonym): kata yang memiliki makna lebih generik dari kata lain; lawan dari hiponim, misal hewan adalah hiperonim dari kucing.
  2. holonim (Ing: holonym): kata yang menamai bagian yang besar yang disusun oleh kata lain sebagai bagian; lawan dari meronim, misal kepala adalah holonim dari mata dan hidung.
  3. meronim (Ing: meronym): kata yang menamai bagian dari sesuatu yang lebih besar; lawan dari holonim, misal mata dan hidung adalah meronim dari kepala.
  4. tautonim (Ing: tautonym): kata yang terdiri atas dua bagian identik, misal yoyo. Catatan: KBBI sudah mencantumkan kata tautonimi.
  5. toponim (Ing: toponym): nama tempat, misal Tanjungpriok dan Bandarlampung. Catatan: KBBI sudah mencantukan kata toponimi.

Daftar lebih lengkap kata bahasa Inggris berakhiran -onym dapat dilihat di Wikipedia, Nym Words, atau Onyms.

Telkom wants more revenue from digital business

BudiPutra.com - Tech blog Budi Putra

Telkom_indonesia_corporate_logoWith its money and infrastructure, Telkom should be able to do this, easily. Yes, easily!

Judging from the company’s previous and existing digital products’ perfomances, I think Telkom should try another approach instead: to find and hire outsiders to build their digital empire. And lets see how it goes.

Publicly listed telecommunications company PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) is stepping up efforts to expand its digital services in a bid to boost income.

Telkom acting president director Indra Utoyo said his firm aimed to maintain double-digit growth in its digital service business next year.

“We estimate that our digital service business will still grow by double-digits next year.

It will contribute 9 percent to our projected revenue total of Rp 100 trillion [US$8.2 billion] next year,” he said Tuesday after the launch of Jakarta Digital Valley, which is aimed at developing local Internet-based startup companies.

[Source: The Jakarta Post]

Menjadi Juri APICTA Lagi

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Dalam dua (atau tiga) hari ke depan saya bakalan disibukkan dengan tugas untuk menjadi juri di APICTA, Asia Pacific ICT Award. Acara ini merupakan lomba karya ICT di berbagai bidang untuk orang-orang di lingkungan Asia Pacific. Tahun lalu acara ini digelar di Brunei.

Ada beberapa kategori yang dilombakan dan dengan peserta yang bervariasi (ada dari pendidikan, penelitian, sampai ke startup). Lengkapnya saya tidak ingat. hi hi hi. Nanti sambil jalan saya perbaharui tulisan ini dengan daftarnya. Saya sendiri menjadi juri di dua bidang.

Nah, sekarang saya mau membaca manual untuk para juri dahulu. Iya, ada manualnya. hi hi hi.

Doakan agar acaranya lancar ya … jreng! Lho kok jreng?


Filed under: Teknologi Informasi Tagged: postaday2014, Teknologi Informasi

Menjajal Kemampuan Wine 1.7

ophay ophay

Lama sudah saya tidak mengikuti perkembangan aplikasi Wine. Sepintas tentang aplikasi Wine dapat dibaca disini.

Saat ini wine sudah mengeluarkan versi 1.7  (masih pengembangan) dan versi stabilnya 1.6.2. Saya lebih tertarik mencoba versi 1.7, walaupun statusnya masih dalam tahap development.

ophay in wine

Eksplorasi pertama dimulai dengan bernostlagia dengan pumatar musik winamp, saya coba memasang paketnya dari awal serta memainkan beberapa lagu, dan ternyata cukup menarik, tidak ada error log yang dihasilkan saat instalasi maupun masalah yang timbul saat memainkan lagu.

Eksplorasi berikut saya coba memasang paket game cadas “Ghost Recon 2001″ , awalnya saya ragu, karena beberapa tahun silam game tersebut belum stabil untuk dimainkan dari aplikasi wine. Namun ternyata keraguan saya ditepis ketika tampilan yang disajikan begitu sempurna, (seperti memainkan game secara Native). Tidak ada slow motion, tampilan yang blur ataupun membuat aplikasi yang dijalankan berhenti tiba-tiba alias hang.  Pokoknya Wine 1.7 keren dech…:)

Penyempurnaan dari wine, ternyata membuat Linux bisa lebih powerfull karena mampu mengemulasi file executable yang begitu terikat dengan dependency dapat berjalan mulus diatasnya.

Yang mau mencoba dapat langsung mengunduhnya disini

Bagi yang mau ngoprek program, berikut beberapa program yang sudah dapat diemulasikan oleh wine :

1..NET Framework 3.5
2..NET Framework 2.0
3.Visual Studio 2008 (9.0)
4.WinterMute Engine 1.7.x
5.Visual FoxPro 9
6.Unity 4.x
7.Visual Studio 2005 (8.0)
8..NET Framework 4.0
9..NET Framework 3.0

silahkan bereksplorasi….:)

 

 

 


Mantle dan FreeSync dari AMD Mengubah Segalanya

Blog Oom Yahya Oom Yahya

OK, melanjutkan cerita saya kemarin tentang teknologi terbaru yang diusung oleh AMD. Jika kemarin saya bercerita soal Carizzo, prosesor mobile AMD, kali ini saya akan bercerita soal Mantle dan FreeSync yang semakin memantapkan AMD sebagai prosesornya para gamer.

Mantle adalah Application Programming Interface (API) yang mampu meningkatkan performa dan kualitas visual khususnya untuk aplikasi game. Tentunya peningkatan performa ini juga harus diimbangi oleh monitor yang mumpumi, kalau gak ya percuma. (upss)

Karena itu perlu menggunakan monitor yang diperlengkapi dengan teknologi FreeSync.

Salah satu pihak yang sudah memanfaatkan teknologi Mantle adalah Capcom, pengembang game dari Jepang. Mantle secara signifikan meningkatkan performa engine Panta-Rhei yang dikembangkan oleh Capcom, padahal aslinya engine itu dikembangkan untuk platform konsol.

Perwakilan dari Capcom juga hadir untuk menyampaikan kesan-kesan mereka terhadap Mantle ini.

Untuk mengimbangi performa dahsyat dari Mantle ini, AMD mengembangkan teknology FreeSync untuk monitor dan monitor produksi massal pertama yang menggunakan teknologi tersebut adalah Samsung UD590 (23.6-inch dan 28-inch) dan UE850 (23.6-inch, 27-inch, dan 31.5-inch). Bahkan nantinya seluruh jajaran monitor UHD (Ultra High Definition) dari Samsung akan menggunakan teknologi FreeSync.

Dengan kombinasi Mantle-FreeSync tersebut, dijamin main game akan jauh lebih mengasyikkan karena gambar yang muncul gak bakal patah-patah.

AMD Mantle

Monitor-monitor tersebut bakal bisa dinikmati sekitar Maret 2015. Jadi bagi yang sudah mau beli monitor (dan PC) baru, mending ditahan dulu dah, 4 bulan gak lama kok. (upss)

Mematikan Centang Dua Biru di WhatsApp

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Fasilitas baru di WhatsApp, yaitu centang dua biru, ternyata menimbulkan kegalauan bagi sebagian penggunanya. Banyak yang menganggap hal tersebut sebagai gangguan terhadap privacy. Pengembang WhatsApp ternyata tanggap dan di versi WhatsApp yang terbaru, yaitu mulai 2.11.44, fasilitas centang dua biru tersebut bisa dinonaktifkan.

Jadi dengan mematikan fasilitas tersebut, pengirim pesan tidak dapat melihat apakah Anda sudah membaca pesan atau belum tetapi juga berlaku sebaliknya, Anda tidak bisa melihat apakah pesan Anda sudah dibaca oleh orang yang Anda kirimi pesan. Fair jadinya.

Nah masalahnya, versi terkini WhatsApp di Google Play Store masih 2.11.352, versi yang belum bisa diatur fasilitas centang dua birunya. Trus gimana dong? Ya update manual saja. Caranya?

Gampang kok. Pastikan Android Anda bisa membuka paket instalasi dari sumber selain Google Play Store. Masuklah ke Settings > Security dan aktifkan opsi Unknown Source (Allow installation of apps from unknown sources). Jika ada peringatan dari Android, ketuk OK.

Sudah? Sekarang downloadlah file APK WhatsApp terbaru tersebut dari situs resminya, yaitu www.whatsapp.com/android. Buka alamat tersebut dengan browser ponsel Anda dan kemudian ketuk tombol Download Now.

Setelah berhasil di-download, ketuk file APK tersebut untuk melakukan instalasi. Anda tidak perlu menguninstal versi yang lama karena data yang ada di dalamnya akan hilang.

Setelah WhatsApp versi terbaru ini berhasil diinstal, lakukan langkah berikut:

  1. Jalankan WhatsApp
  2. Ketuk gambar tiga buah titik di kanan atas.
  3. Ketuk menu Settings.
  4. Masuklah ke Account > Privacy.
  5. Non-aktifkan opsi Read receipts

Naaaah, kini centang dua biru sudah tidak lagi menjadi masalah buat Anda.

Instalasi VM Windows pada Proxmox Menggunakan Virtio Driver Bagian 2

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Pada tutorial sebelumnya : Instalasi VM Windows pada Proxmox Menggunakan Virtio Driver, sudah dibahas mengenai persiapan dan setting awal VM Windows Server 2008 R2 64 bit yang diinstall diatas Proxmox VE versi 3.3. Tutorial kali ini akan berlanjut dengan proses instalasinya.

LANGKAH 3 : MENAMBAHKAN CD/DVD VIRTUAL VIRTIO DRIVER

Sebelum menjalankan VM, tambahkan 1 buah CD/DVD ROM, pilih iso dan set agar merujuk ke file iso virtio (virtio-win-0.1-81.iso) :

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-9

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-15

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-16

Posisi saat ini, ada 2 buah CD/DVD yang ada dalam VM, yaitu 1 DVD virtual untuk installer Windows 2008 R2 dan 1 DVD virtual berisi virtio driver.

LANGKAH 4 : INSTALASI WINDOWS VM

Pada tahap ini, langkahnya cukup mengikuti wizard sebagaimana proses instalasi Windows Server secara normal.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-10

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-11 vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-12

Pilih model instalasi Custom/Advanced saat ditanyakan pilihan tipe instalasi

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-13

Saat melakukan deteksi hardware, kemungkinan besar Windows installer tidak mendeteksi adanya harddisk. Tidak apa-apa, karena kita perlu melakukan load driver virtio.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-14

Pilih menu Load Driver, kemudian pilih Browse dan masuk ke folder ke folder CD/DVD ROM,  Win7, AMD64. Saat memilih folder, sesuaikan dengan versi Windows yang digunakan. Untuk Windows Server 2012 misalnya, pilih folder WIN8 karena Windows Server 2012 usia release-nya sama dengan Windows 8, minimal mereka berdua seumuran :-P

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-17

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-18

Pilih seluruh driver yang ada dengan cara menekan tombol SHIFT dan memilih driver yang tersedia, setelah beberapa saat, semestinya Windows installer bisa mendeteksi harddisk berbasis Virtio driver, termasuk network cardnya.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-19 vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-20

Lanjutkan proses instalasi sebagaimana mestinya proses instalasi Windows Server dilakukan, hingga selesai.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-21 vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-22

Jika sebelumnya pernah menggunakan VM berbasis Windows pada Proxmox versi awal, semestinya cukup appreciate pada perkembangan Proxmox saat ini karena VM Windowsnya berjalan secara responsif dan cepat. Ini berarti Proxmox lebih dari cukup dan sangat memadai untuk dijadikan sebagai host virtualization baik untuk VM berbasis Windows maupun VM berbasis Linux.

Iklan : Bagi rekan-rekan yang tertarik untuk mempelajari Proxmox, Excellent memiliki schedule training di bulan Desember 2014 : Training Mastering Proxmox VE (iSCSI/NFS/DRBD Cluster & High Availability), 13-14 Desember 2014 

Instalasi VM Windows pada Proxmox Menggunakan Virtio Driver Bagian 1

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Beberapa tahun yang lalu-saat masih memakai Proxmox versi 1.4-1.5-performa Windows VM diatas Proxmox rasanya tidak terlalu memuaskan. Performanya masih kalah dibandingkan dengan VirtualBox. Apalagi jika dibandingkan dengan VMware vSphere.

Masa dan tahun berlalu, kini performa VM Windows server diatas Proxmox VE lebih trengginas. Saya sempat kaget saat beberapa hari yang lalu memberikan special class training Proxmox dan melakukan simulasi Windows Server 2008 R2 64 bit, hasilnya responsif dan berjalan dengan cepat.

Bagi rekan-rekan yang hendak mencoba implementasi Windows Server/Desktop diatas Proxmox, berikut adalah beberapa tips yang bisa digunakan :

  1. Pilih Bus/device Virtio untuk Storage
  2. Pilih Virtio/Paravirtualized untuk Network Card
  3. Pilih Cache : Write Back
  4. Pilih Tipe Storage : Raw

Berikut adalah proses pembuatan VM berbasis Windows Server 2008 R2 diatas Proxmox, sengaja saya buatkan dalam bentuk screenshot agar mudah dipahami.

 LANGKAH 1 : PERSIAPAN

  1. Install 1 buah server Proxmox. Tutorial ini menggunakan Proxmox VE versi 3.3 yang diinstall diatas HP server Proliant ML-370 G5
  2. Installer Windows 2008 R2 64 bit, bisa berbentuk DVD atau bisa juga dalam bentuk ISO. Sesuaikan dengan lisensi yang dimiliki
  3. Driver virtio dalam bentuk .iso, bisa didownload dari sini : http://alt.fedoraproject.org/pub/alt/virtio-win/latest/images/. Tutorial ini menggunakan file iso driver virtio-win-0.1-81.iso yang bisa digunakan hingga Windows 8 atau Windows 2012 Server

LANGKAH 2 : PEMBUATAN VM

Buat 1 buah VM berbasis Windows 7/2008, set memory, socket/core dan harddisk sesuai dengan keinginan.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-1vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-2

Untuk installer bisa menggunakan iso installer Windows Server 2008 atau bisa juga menggunakan DVD installer yang ditempatkan pada DVD ROM server Proxmox.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-3

Jangan lupa pilih Bus/Device : VIRTIO dengan format RAW disk image untuk harddisk. Cache bisa pilih Writeback  atau bisa juga pilih default Proxmox (tanpa cache)

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-4vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-5vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-6

Pilih network card model VirtiO (paravirtualized) untuk network card. Contoh berikut menggunakan skema bridge network default.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-7

Berikut adalah tampilan default VM saat pertama kali baru dibuat.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-8

Tahap berikutnya kita akan menambahkan 1 buah CD/DVD ROM untuk dijadikan sebagai CD/DVD virtual yang memuat driver virtio. Tutorialnya akan berlanjut pada : Instalasi VM Windows pada Proxmox Menggunakan Virtio Driver Bagian 2

Iklan : Bagi rekan-rekan yang tertarik untuk mempelajari Proxmox, Excellent memiliki schedule training di bulan Desember 2014 : Training Mastering Proxmox VE (iSCSI/NFS/DRBD Cluster & High Availability), 13-14 Desember 2014 

Menentukan Upah Minimum

Wahyu Wijanarko Indonesia Wahyu Wijanarko

Dalam bulan ini, sebagian besar Pemerintah Daerah sudah mulai menetapkan besaran upah minimum bagi pekerja. Tentu saja hal ini akan menjadi sesuatu yang saling tarik menarik, yaitu antara pemberi kerja dan pekerja di perusahaan. Pekerja ingin memperoleh penghasilan maksimal, sedangkan pengusaha ingin menekan biaya pegawai. Dalam tulisan ini saya membatasi bahwa penentuan upah minimum itu adalah untuk pekerja/buruh yang memiliki kemampuan (skill) rendah, yaitu yang tidak memerlukan kemampuan atau pelatihan khusus untuk melakukan pekerjaan yang ditugaskan.

Di beberapa diskusi yang saya ikuti, rekan-rekan saya mengatakan bahwa persoalan ini akan dapat diselesaikan ketika persepsi bahwa tenaga kerja adalah cost diubah menjadi sebuah persepsi bahwa tenaga kerja adalah kapital. Istilah ini dalam bukunya Cohen (2005) disebut Human Capital. Semua aset dalam perusahaan, kecuali sumber daya manusia, bersifat pasif dan tidak dapat bergerak tanpa campur tangan manusia. Sumber daya pasif ini memerlukan manusia untuk dapat menghasilkan nilai. Kunci untuk menjaga keberlangsungan perusahaan agar dapat mencetak laba adalah produktivitas dari tenaga kerjanya, yaitu modal manusia (Wijanarko, 2013).

Pengeluaran untuk pengembangan sumber daya manusia merupakan salah satu hal yang sulit untuk dikapitalisasi (Damodaran, 2002: 590). Hal itu karena pengeluaran sumber daya manusia dapat tersebar ke dalam berbagai jenis laporan keuangan perusahaan dan untuk memisahkan pengeluaran dari gaji dan tunjangan karyawan adalah sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Modal manusia bukan sekedar aset biasa, karena mengandung risiko kematian yang unik dan membawa potensi pada hilangnya pendapatan masa depan dan upah karena peristiwa kematian.

Kembali ke kasus upah minimum, misalnya persepsinya dipidah menjadi human capital, masih akan ada masalah yang mengikuti, yaitu pada proses valuasi dari human capital ini. Dalam dunia penilaian aset, cara untuk memperoleh nilai suatu benda apapun, baik yang berwujud maupun tidak berwujud ada 3, yaitu: pendekatan pasar, pendekatan pendapatan, dan pendekatan biaya.

Pendekatan pasar digunakan dengan membandingkan nilai transaksi yang terjadi di pasar untuk aset yang sejenis. Biasanya pendekatan pasar ini akan terkait dengan penawaran (supply) dan permintaan (demmand) di pasar. Mengenai tenaga kerja, apa yang saya lihat adalah permintaan tenaga kerja berkemampuan rendah jumlahnya adalah terbatas, sedangkan pencari kerja melimpah. Dalam hal ini pengusaha yang memerlukan pekerja berkemampuan rendah berada pada posisi tawar yang lebih tinggi. Boleh dikatakan, dalam benak pengusaha adalah “jika tidak mau dengan gaji segitu ya kita cari orang lain”, karena persediaan di pasar tenaga kerja masih banyak. Untung saja pekerja ini dilindungi dengan upah minimum oleh Pemerintah.

Pendekatan pendapatan biasanya digunakan untuk menilai sebuah perusahaan. Namun, dalam dunia tenaga kerja, pengusaha bisa menilai dengan memperkirakan pendapatan yang sudah atau akan diperoleh jika mengambil seorang karyawan untuk bekerja di perusahaannya.

Pendekatan biaya dalam human capital digunakan untuk menilai karyawan berdasarkan biaya yang diperlukan sampai karyawan yang dimaksud bisa bekerja sesuai dengan skill yang diharapkan. Misalnya biaya transfer/pembelian pemain (dalam perusahaan/klub olah raga), biaya pelatihan, dan biaya lain yang dikeluarkan untuk dapat memperoleh karyawan tersebut untuk siap bekerja. Pendekatan biaya juga termasuk menghitung besaran uang yang diperlukan untuk mempertahankan karyawan tersebut. Nah, mengenai persepsi cost diubah menjadi capital ini akan menjadi infinite loop di sini, karena ternyata salah satu metode untuk menilai human capital adalah dengan pendekatan biaya.

Kesimpulan saya, permasalahan upah minimum ini akan selesai ketika jumlah permintaan melebihi jumlah penawaran tenaga kerja. Perusahaan akan mempertahankan staf dengan memberi gaji yang bagus agar tidak berpindah, sedangkan karyawan akan memiliki ‘harga diri’ untuk berani berkata, “Saya resign dan pindah dari sini karena gaji di sini menurut saya terlalu kecil!” Dan di dunia pekerja dengan keterampilan rendah, hal ini belum akan terjadi, karena penawaran tenaga kerja terus melimpah. Itu saja yang dari dalam negeri, belum buruh dari luar negeri yang ingin bekerja di Indonesia.

Nah, apakah para pekerja yang sekarang ini berdemo di jalan meminta kenaikan upah minimum itu akan berani berkata seperti itu? Tentu saja bisa, asalkan mau meningkatkan skill, dengan melihat peluang pada bidang-bidang tertentu yang permintaan tenaga kerjanya masih cukup tinggi, sehingga dengan permintaan tinggi, ‘harga jual’ diri kita akan tinggi.

Selamat berjuang!

Referensi:

  • Cohen, J.A. 2005. Intangible Assets: Valuation and Economic Benefit. Willey Finance, USA.
  • Damodaran, Aswath. 2002. Investment Valuation: Tools and Techniques for Determining the Value of Any Asset. John Willey & Sons Inc., New York.
  • Wijanarko, W. 2013. Analisis Perlindungan Aset Tidak Berwujud pada Perusahaan Rintisan di Bidang Teknologi Informasi di Indonesia. MEP UGM.

Masalah Pengiriman Email pada OwnCloud

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Salah satu virtual server OwnCloud yang digunakan oleh Excellent mengalami kendala saat mengirimkan email notifikasi, misalnya notifikasi untuk informasi share dokumen. Saat dicheck via Apache status, hasilnya adalah sebagai berikut :

owncloud-logo

cloud:~ # service apache2 status
apache2.service – The Apache Webserver
Loaded: loaded (/usr/lib/systemd/system/apache2.service; enabled)
Active: active (running) since Fri 2014-11-21 11:48:57 WIB; 12h ago
Main PID: 844 (httpd2-prefork)
Status: “Total requests: 0; Current requests/sec: 0; Current traffic: 0 B/sec”
CGroup: /system.slice/apache2.service
|- 844 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 4183 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 4197 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 4212 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 4248 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 5203 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 5820 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 6610 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 6812 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|-11161 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|-11162 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|-11194 /usr/sbin/sendmail -t -i -oi [email protected] -t
`-11195 /usr/sbin/postdrop -r

Nov 21 23:51:06 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/846358.11195: Permission denied
Nov 21 23:51:16 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/846622.11195: Permission denied
Nov 21 23:51:26 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/846870.11195: Permission denied
Nov 21 23:51:36 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/847103.11195: Permission denied
Nov 21 23:51:46 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/847342.11195: Permission denied
Nov 21 23:51:56 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/847590.11195: Permission denied
Nov 21 23:52:06 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/847835.11195: Permission denied
Nov 21 23:52:16 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/848106.11195: Permission denied
Nov 21 23:52:26 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/848396.11195: Permission denied
Nov 21 23:52:36 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/848672.11195: Permission denied

Hal ini terjadi karena hak akses postdrop dan postqueue dari engine Postfix tidak memiliki hak akses sebagaimana mestinya. Jika dicheck dengan perintah :

postfix check

Hasilnya adalah :

cloud:~ # postfix check
postfix/postfix-script: warning: not owned by group maildrop: /usr/sbin/postqueue
postfix/postfix-script: warning: not owned by group maildrop: /usr/sbin/postdrop
postfix/postfix-script: warning: not set-gid or not owner+group+world executable: /usr/sbin/postqueue
postfix/postfix-script: warning: not set-gid or not owner+group+world executable: /usr/sbin/postdrop

Untuk mengatasi hal ini, lakukan perintah berikut (jangan lupa sesuaikan posisi path folder masing-masing) :

chgrp maildrop /usr/sbin/postqueue
chgrp maildrop /usr/sbin/postdrop
chmod g+s /usr/sbin/postqueue
chmod g+s /usr/sbin/postdrop
systemctl start postfix
postfix check
service apache2 restart
service apache2 status

Setelah dilakukan penyesuaian folder dan hak akses, email bisa lancar dikirimkan dan notifikasi masuk inbox email dengan baik.

Prosesor Masa Depan AMD

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Sudah pada tahu khan ya kalo kemarin saya ke Singapore menghadiri acara AMD yang bertajuk Future of Compute. (upss) Sekaligus ini permohonan maaf saya kalau saya belum menanggapi komentar-komentar di blog ini.

Dalam acara ini AMD mempresentasikan inovasi mereka yang diyakini akan mengubah proses komputer di masa depan. Ada banyak hal yang mereka presentasikan, sebagian kecil sudah bisa dibaca melalui live blogging saya di tulisan sebelumnya.

Nah, salah satu yang mereka telurkan adalah prosesor yang bakal menjadi trend di masa yang akan datang, yaitu APU (Accelerated Processing Unit) generasi terbaru mereka, Carrizo.

Seperti apa Carrizo itu?

Carrizo adalah system-on-chip (SOC) berperforma tinggi dan merupakan bagian dari keluarga AMD Mobile APU di tahun 2015. Carrizo memiliki adik yang relatif lebih rendah performanya (supaya lebih “umum”) dan diberi nama Carrizo-L.

Yang menarik, perhatikan kata “Mobile” yang muncul di sana. Ya, meski rada telat, akhirnya AMD nyebur juga ke kategori ini.

Di event ini, ada juga pembicara yang berasal Microsoft dan Samsung, serta hadir pula beberapa petinggi Acer dan Asus. Jadi sepertinya bisa diduga bahwa ke depan bakal hadir ponsel atau tablet dari berbagai pabrikan yang bermesinkan AMD.

Sepertinya bakal klop. Klop gimana? Ponsel atau tablet bagi sebagian penggunanya adalah alat untuk bermain game, padahal AMD selama ini dikenal sebagai produsen prosesor yang digemari oleh gamer. Apalagi Carizzo bakal mendukung Microsoft® DirectX 12, OpenCL® 2.0, AMD’s Mantle, AMD Freesync, dan bakal mendukung juga Windows 10.

Apalagi prosesor baru AMD ini bakal lebih hemat energi. Sejak 2008, AMD mampu menekan konsumsi energi hingga 10 kali lipat. Pasti josss kalo dipakai di gadget. Main game terus tapi baterai gak habis-habis.

Nah, sepertinya itu dulu yang bisa saya ceritakan. Maklum sudah capek. Besok lanjut lagi ya.