9 May 2008

Deteksi Otomatis dalam Google Translate

Layanan penerjemah teks dan halaman website Google Translate rupanya sudah mengalami update. Beberapa bahasa baru telah ditambahkan, dan yang menarik adalah fasilitas deteksi otomatis dari bahasa sumber yang akan diterjemahkan. Fitur ini tentunya akan sangat berguna bagi pengguna misalnya ketika menemukan halaman web dalam bahasa yang dia tidak mengerti seperti yang pernah saya alami [...]

Mengarahkan isu perubahan iklim

SEBUAH jalinan komentar di blog Dewi Lestari semakin meyakinkan saya bahwa kebanyakan dari kita tidak melihat gambaran besar dari fenomena pemanasan global, perubahan iklim, serta krisis energi global. Membangun kesadaran individu dalam lingkup yang kecil dengan mengampanyekan pentingnya hemat energi (terkait perubahan iklim) di negara seperti Indonesia, adalah penting tetapi tidak cukup relevan. Mari tengok sejarah. Protokol [...]

Seputar Pencalonan Diri Menjadi Walikota Bandung (Part 2)

Menyambung topik seputar pencalonan diri saya menjadi Walikota Bandung Perseorangan (Independen) (baca: Manifes saya), berikut beberapa update yang ingin saya sampaikan:

1. Menilik responds yang saya terima dan dukungan dari rekan-rekan lewat comment, telpon, dan SMS, saya putuskan untuk meneruskan pencalonan diri tanpa harus menunggu 300 comment di blog.

2. Kemaren saya sudah mendatangi kantor KPU Pilwalkot Bandung untuk mengambil formulir pendaftaran, juga menyempatkan diri berbincang-bincang dengan Bapak Ridwan Effendi (Kasubbag Hukum & Humas) dari KPU tentang sosialisasi pencalonan independen. Pembicaraan juga ga melulu masalah teknis, tapi juga masalah pengharapan soal kelancaran pelaksanaan KPU pilwalkot ini, kurangnya tim teknis di lapangan untuk membantu verifikasi suara di PPS, dan kondisi umum masyarakat di negeri ini. Harapan beliau juga (dan kita semua) bahwa siapapun yang terpilih merupakan pilihan terbaik bagi kota ini, dan harus dapat diterima oleh semua pihak baik yang menang maupun yang kalah.

kpuwalkot.jpg

3. Per kemaren tanggal 8 Mei 2008, sudah ada 20 calon independen yang mendaftarkan diri di KPU Pilkot Bandung. Hal ini merupakan suatu sinyal bahwa calon independen/perseorangan disambut meriah oleh masyarakat. Bahwa Kota Bandung merupakan percontohan pertama implementasi Undang-Undang yang baru disahkan soal calon perseorangan/independen, merupakan hal menarik untuk dicermati. Dengan kinerja partai seperti sekarang, sudah menjadi tugas dan kewajiban kita untuk menunjukkan kepada partai bahwa tugas yang mereka emban adalah sebagai wakil rakyat bukan hanya mewakili partainya.

Saya sendiri sehari sebelumnya sempat di hubungi oleh Paman Tyo, ngobrol-ngobrol ringan seputar pencalonan ini, beberapa hal yang saya quote menarik adalah statement beliau bahwa “Yang anda bangun ini adalah jalan setapak, mungkin yang menikmatinya nanti adalah orang lain”. Ya Paman, perjuangan untuk memberikan pembelajaran, minjem istilah rekan Made Wiryana adalah diskursus (discourse) bagi masyarakat bahwa kita semua sudah capek dengan model perpolitikan seperti sekarang, 1o tahun kita jalani tanpa perubahan yang berarti.

Rekan JaF juga kemaren ngagetin dengan melakukan wawancara untuk Radio Singapore International (www.rsi.sg/indonesian), wawancara publik saya pertama sehubungan dengan karir politik, dilakukan via telpon selama 20 menit untuk kebutuhan on air 10 menit. Ga tau deh apa yang di potong nantinya.

Secara tidak sengaja juga saya kemaren bertemu dengan Sdr. Sonny Soedharsono, Ketua Umum Asosiasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat yang notabene juga merupakan Calon Independen Pemilihan Calon Gubernur Jawa Barat kemaren (yang belum beruntung belum mendapat pengesahan Undang-Undang pada masa itu), kami banyak ngobrol seputar kondisi masyarakat dan perpolitikan yang ada.

Sebagai catatan akhir, ada beberapa pengalaman penting dan menarik yang saya alami selama proses ini berlangsung. Pertama, secara tidak langsung mengalami proses pengayaan diri terhadap interaksi langsung kepada masyarakat, seperti ketika salah seorang anggota masyarakat yang dengan sukarela membagikan Manifes saya dihadang dan dibentak dengan perkataan “Maneh rek nantang aing?” dan pertanyaan-pertanyaan masyarakat yang muncul seperti “Titelnya apa ya?”, dan upaya beberapa calon independen lain untuk mendiskreditkan dengan melakukan black campaign. Sungguh pembelajaran ini adalah sesuatu yang mahal, tapi sungguh suatu pengalaman tak ternilai rasanya ketika kadang pada satu malam memperoleh SMS langsung dari warga

“Saya salah seorang yg setuju dgn niat Bp, namun lebih baik klu latar belakang Propesi/Jabatan soalnya saya orang gagap Teknologi, Bagaimana pa? Trim’s”Saya kemudian memberikan balasan…

“Terima kasih kang atas dukungannya, buat kita yg penting ada pembelajarannya bagi masyarakat semua bahwa partai bukan satu-satunya jalan untuk bisa berkontribusi ke masyarakat dg menjadi pemimpin. Soal teknologi, itu cuma hobby kang, tentunya kita bangun solusi yang mengedepankan rakyat dan berbasis ekonomi kerakyatan seperti pemikiran pemikiran saya di www.adinoto.org sekali lagi hatur nuhun.”

kemudian… “Trm ksh atas jawaban dari bp nmn ltr blkng bp saya msh blm th saya engga bisa mengakses Internet jadi saya hnya tahu tujuan bp saja,saya brd d lain tmpt-” “saya hanya seorang msrkt kecil yg merasa simpati dengan tujuan bp,dan untuk mdnsosialisasikan bp saya kesulitan diplomasi,karena keterbatasan ilmu-nyambung”

Saya hanya bisa menjawab…

“Oh ya kang. Yang penting kita sama sama coba membangun kota tempat tinggal kita ini menjadi tempat yg lebih nyaman dan baik bagi semua kang. Caranya bisa macem2, dimulai dari kesadaran dan lingkungan terkecil kita. Setuju ga kang? Kalo ga kita yg perduli dgn tempat tinggal kita sapa lagi? Hormat saya.”

Betapa suatu perasaan tersendiri untuk bisa langsung berkomunikasi dengan masyarakat kecil. Dimana pada saat sekarang perekonomian sedemikian sulitnya bagi sebagian orang, maka kepedulian dan ketajaman perasaan makin terabaikan.

Satu catatan kecil, terakhir tapi tidak kalah pentingnya, saya rasa berat bagi seluruh calon independen untuk dapat memenuhi persayaratan administratif 80.000 KTP (3% dari jumlah penduduk, dan minimal 50% dari seluruh kelurahan yang ada). Dengan jumlah penduduk 2,1 juta jiwa, setiap calon independen pilwalkot Bandung minimal membutuhkan 63 ribu kopi KTP (ditambah dengan resiko duplikasi dukungan dan kopi KTP yang tidak sah maka angka 80.000 merupakan angka minimal yang masuk akal). Apabila syarat sedemikian berat dipersyaratkan untuk Calon Independen/Perseorangan, kenapa syarat yang sama tidak dipersyaratkan untuk Calon dari Partai? Atokah hanya akal-akalan partai besar saja agar keincumbent-an nya tidak tergoyahkan? Bagaimana menurut anda?

Firefox Ultimate Optimizer

As you already know, current Firefox version (2.0.x) consumes too much memory (even when it's being idle). Several improvements have been designed to reduce this memory usage and it will be available when Firefox 3.0 shipped. Meanwhile, for you who wanted to optimize Firefox's performance, you can try this tools : Firefox Ultimate Optimizer (via Antonius Rachmat). It's a tool which can work silently to reduce Firefox's memory usage, thus frees your system with heavy memory loads.

Too bad, it only available in Windows platform and it requires .NET 2.0 to be installed crying I boot to Linux more often than Windows, so i can't use this application. It's very nice application though.

Currently, this application doesn't have any configuration yet, so you can't tweak anything. One more weakness about this application is that the icon can't be hidden, so it will be on your task bar all the time. Future version might solve this, but i'm not sure yet (i'm not the developer).

Big Surprise Next Month

My job for this semester is finished. All i need is to submit the grades. Right now, i'm preparing for my next class in short semester which will start next June (not in May like in my previous post). The material will be updated from last year's material and i hope students will find it more interesting (and more discussion class).

There's also a new mechanism for the tasks and scoring (it's still classified), so just wait and see the surprise next month cool. I tried to find better scheme each time new semester comes up. It has benefits for me and also for the students, because they won't get the same method each time they took my class.

AXIS Yang Banyak Dicari

Saat ini, tulisan di weblog ini yang paling banyak mendapatkan komentar adalah tulisan berjudul AXIS Kartu Setan? yang saya sendiri sering kesusahan mengakses halaman tulisan tersebut. Karena tulisan tersebut sudah lama tersingkir dari halaman depan, sedang tiap hari komentar terus berdatangan, kemungkinan besar sumber kunjungan berasal dari search engine. Saya mencoba masuk ke Google Analytics, dan [...]

Yang Tercecer Minggu Ini

Ya, postingan mengenai hal-hal yang gak penting lagi. Kan tercecer. Jadi semestinya mereka tidak penting. Yang pertama, karena “my body is not delicious” (alias badan saya sedang tidak enak) maka saya tidak banyak menuliskan tulisan di blog ini selama seminggu ini. Pokoknya semua sedang remuk redam dan ditambah dengan kesibukan. Pas lah. Ada majalah internal sebuah perusahaan [...]

Keamanan Komputer


Produk ini aslinya lebih dari 15 menit; saya edit ulang menjadi sekitar 8 menitan.

Batik Bill Gates

Bisakah kita paksa semua orang di Redmond pakai batik?

bill gates batik

Seharusnya kita malu dengan Bill Gates yang memberikan kuliah di Jakarta Convention Center hari ini. Di tengah suasana kaku yang ditunjukkan oleh para peserta yang mengenakan jas resmi dan dasi, justru bos Microsoft ini tampil mengenakan batik bikinan Iwan Tirta.

Kemarin kita ribut ketika hak cipta desain batik oleh negara tetangga. Seharusnya sejak saat itu semua acara resmi kenegaraan diwajibkan mengenakan batik tanpa kecuali. Bukankah ada motif batik yang bisa dicocokkan untuk acara resmi seperti seminar dan kuliah umum? Jika selama ini kita HANYA mengenakan batik pada saat lebaran dan kondangan saja, kini saatnyalah yang tepat untuk kembali menggaungkan kembali kampanye cinta batik produksi dalam negeri. Lihatlah pejabat Philipina yang nampak sering menggunakan baju kebanggan mereka yang transparan itu.

Sampai hari ini kita melihat serbuan bahan tekstil dari China. Kini justru anggota dewan perwakilan rakyat kita masih setia dengan jas warna gelap dan dasi melilit leher ketika mereka bersidang. Kasihan para pengrajin batik di Pekalongan dan Yogya yang kehilangan order gara-gara membanjirnya tekstil dari Tiongkok. Awas, kalau kita tidak memulai ini, jangan heran jika akhirnya kita mengimpor kain batik dari Singapura, Hongkong, Tiongkok, Malaysua atau Taiwan. Mengerikan sekali, bukan?

Di tengah naiknya harga minyak untuk menggerakkan turbin generator listrik untuk mendinginkan ruangan, kini saatnyalah bagi kita untuk menggunakan batik. Jakarta yang udaranya lebih sering panas tanpa salju pasti lebih cocok dengan batik. Batik relatif lebih murah daripada stelan jas lengkap. Untuk menggunakan batik, tidak perlu baju berlapis-lapis. Cukup gunakan kaos singlet dan baju batik. Bayangkan jika Anda menggunakan jas: paling dalam tentu singlet, kemudian kemeja lengan panjang, lalu jas, ditambah dasi yang melilit leher. Wuih, panas bukan?

Bayangkan jika Anda harus berdesakan di dalam busway yang sekarang tidak adem itu. Menggunakan batik lengan panjang pun rasanya masih lebih nyaman daripada menggunakan jas berdasi yang paling tipis sekalipun.

Jika batik lebih populer daripada jas dan dasi, suhu di dalam ruangan mungkin bisa dinaikkan barang beberapa derajat celcius. Dampaknya adalah penghematan bahan bakar minyak. Jika batik lebih populer daripada jas dan dasi semoga kita tidak perlu banyak mengimpor baju dari China. Lalu, semoga lebih banyak order bagi para perajin batik di Pekalongan, Semarang, Yogya, Cirebon, Solo dan lain-lain.

Kalau bukan kita yang peduli, apakah kita akan memaksa Bill Gates pakai batik tiap hari di Redmond?

Dering Handphone Dapat Mengakibatkan Kematian

Dering handphone dapat mengakibatkan kematian

Itulah rumor yang tengah beredar di Aceh dalam beberapa hari terakhir ini. Saya menyikapi rumor tersebut dengan tertawa :).

Rumor itu saya pikir hanyalah sebuah candaan. Namun ternyata pagi ini, Harian Serambi Indonesia menuliskan rumor ini dengan lengkap.

Quick Link : SKB Tentang Ahmadiyah

Pak Yusril menulis pandangannya soal SKB Ahmadiyah. Selain sebagai tulisan pembanding atas opini beliau yang disiarkan oleh media, ada yang jauh lebih menarik dan mestinya potensial memicu keingintahuan rekan-rekan media :-). Silakan baca paragraf terakhir dari tulisan tersebut
Namun hingga kini, kita belum tahu keputusan apa yang akan diambil, baik oleh Manteri Agama, Mendagri dan Jaksa Agung, maupun oleh Presiden sendiri. Reaksi atau komentar Presiden atas soal Ahmadiyah ini belum terdengar. Ini beda dengan reaksi beliau yang cukup cepat terhadap isyu poligami yang dilakukan Aa Gym, walau hal itu lebih bersifat personal Aa Gym dibanding dengan isyu Ahmadiyah yang kini menyita banyak perhatian umat Islam, politisi dan aktivis hak asasi manusia di tanah air, bahkan gemanya jauh ke mancanegara.
Take a Look : Yusril Ihza Mahendra : SKB Tentang Ahmadiyah

Keanehan di Google Analytics

SETELAH menyempatkan diri menengok Google Analytics, agak kaget saya melihat statistik pengunjung blog ini. Sejak 21 April, jumlah pengunjung tiap harinya menurun drastis (lihat grafik). Tapi kemudian saya menjumpai keanehan. Pada tanggal 5 Mei 2008 tercatat pengunjung berjumlah 0! Padahal tanggal itu saya menulis posting dan mendapat 4 komentar dari pengunjung (plus dua komentar jawaban dari [...]

Liveblogging Ceramah Bill Gates via Kronologger

Pagi tadi, saya mencoba liveblogging di acara Presidential Lecture Featuring Bill Gates dari Plenary Hall, Jakarta Convention Center. Bill Gates menyampaikan presentasinya setelah lecture yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Aplikasi yang digunakan adalah layanan microblogging Kronologger yang diakses melalui perangkat genggam. Selain dapat diakses menggunakan browser yang ada di ponsel, pesan-pesan untuk Kronologger juga bisa dikirim via SMS maupun Yahoo Messenger.

Lumayan asyik menuliskan laporan pandangan mata via liveblogging. Bisa langsung dapat komentar dan bisa langsung dijawab juga :-)

Silahkan baca stream dari liveblogging ini di http://profile.kronologger.com/liveblogging.

Simak juga:

5 Alasan Kenapa Kompas Tidak Seharusnya Naikkan Harga

Baru kemarin saya kembali membeli Kompas di kios dekat rumah, setelah beberapa hari belakangan ini tidak membacanya. Saya cukup kaget melihat bandrol harga di sebelah kanan atas yang sekarang berubah menjadi 3.500 rupiah! Terakhir saya beli, bandrolnya masih Rp 2.900,- yang berarti sekarang naiknya Rp 600 atau sekitar 20%! Sebelumnya Jawa Pos sudah terlebih dahulu menaikkan harga bandrol dari Rp 3.000,- menjadi Rp 3.500,- atau naik sekitar 16%.

Agak menyedihkan memang. Harga BBM saja belum naik tapi media cetak sudah berlomba-lomba menaikkan harga. Kabarnya sih kenaikan itu ada hubungannya dengan kenaikan harga kertas koran impor.

Bagi media cetak di Indonesia pada umumnya mungkin masih terbilang wajar jika sampai harus seketika menaikkan harga. Namun untuk surat kabar sebesar Kompas, rasanya ikut menaikkan harga merupakan sebuah langkah yang terlalu tergesa-gesa. Apalagi menaikkannya hingga 20% padahal kenaikan harga kertas koran impor hanya sekitar 13%!

Menurut saya, tidak seharusnya Kompas dan surat kabar lain yang (termasuk yang sering mengaku) sebesar Kompas menaikkan harga bandrolnya pada saat ini. Kenapa?

  1. Iklannya sangat banyak.
    Lihatlah, untuk edisi kemarin (8 Mei 2008), dari halaman 1 hingga halaman 16 saja terdapat 30 buah iklan berbagai ukuran. Kebanyakan merupakan iklan berwarna dan ukurannya lebih dari 1/4 halaman. Padahal itu masih iklan yang ada di 16 halaman pertama dari 40 halaman yang terbit kemarin. Secara pemasukan, dari iklan sebanyak itu pasti nilai rupiah pembayarannya sangat besar. Seharusnya dengan jumlah pemasukan iklan yang besar, kenaikan kertas koran tidak akan terasa bagi media cetak sebesar Kompas. Sementara secara etis, setelah selama ini sudah disuguhi iklan sangat banyak (tapi tanpa penurunan harga bandrol), haruskah pembaca dibebani lagi dengan tambahan biaya hanya karena kenaikan harga kertas koran sekian persen itu?
  2. Jumlah halamannya bisa dikurangi.
    Meskipun rata-rata terbit dengan 32 halaman, namun selama ini jumlah halaman Kompas cukup sering membengkak hingga 40 bahkan 60 halaman. Itu belum termasuk tambahan Lembaran Daerah sebanyak 10 halaman untuk peredaran di sejumlah daerah tertentu. Jika ingin menghemat pemakaian kertas sebagai dampak dari kenaikan harga kertas tanpa harus menaikkan harga bandrol, seharusnya Kompas tidak perlu lagi terbit lebih dari 32 halaman. Halaman Lembaran Daerah juga bisa dikurangi. Jumlah halaman tidak cukup karena iklan membludak? Gampang. Tagihkan saja biaya kelebihan kertas itu ke si pemasang iklan, bukan ke pembaca.
  3. Ukuran kertas masih bisa diperkecil.
    Tahun 2005 lalu ukuran Kompas memang sedikit mengecil, tepatnya berkurang satu kolom. Meskipun sudah mengecil namun dibanding koran lain seperti Jawa Pos dan Koran Tempo, ukuran Kompas tetap masih lebih besar. Daripada menaikkan harga dengan alasan harga kertas naik, bukannya lebih baik ukuran kertasnya yang diperkecil lagi? Berubah tidak selalu diwakili dengan harga yang berubah menjadi lebih mahal kan?
  4. Penggunaan tinta warna bisa dikurangi.
    Berbarengan dengan pengurangan satu kolom pada tahun 2005 lalu, Kompas mulai mengumbar tinta warna di mana-mana. Mulai dari pemasangan foto-foto full color di setiap edisinya (sebelumnya foto berwarna hanya muncul di hari Minggu), header berwarna-warni hingga iklan baris yang juga ikut berwarna-warni. Daripada tega naikkan harga langsung sebesar 20%, apa tidak lebih baik mengurangi penggunaan tinta warna?
  5. Edisi sore bisa dihilangkan.
    Setelah awal tahun 2008 muncul dengan nama Kompas Update berbandrol 1.000 rupiah, sekarang Kompas edisi sore itu berganti nama jadi Kompas 16 Halaman. Saya kira ini adalah sebuah langkah mundur. Saat bernama Kompas Update, halamannya berjumlah 32 dengan harga 1.000 rupiah, sekarang setelah jumlah halamannya dikurangi jadi 16 saja, harganya malah naik jadi 2.000 rupiah. Terkesan bahwa Kompas edisi sore itu merupakan sebuah proyek coba-coba. Daripada begitu, mending sekalian saja hentikan edisi sore setengah hati itu. Lumayan kan bisa menghemat kertas. Sebagai gantinya, bisa dilakukan lagi menjual sisa Kompas edisi regular yang tidak laku di pagi hari dengan harga murah di sore hari seperti sebelum adanya Kompas Update.

Punya alasan kenapa Kompas seharusnya naikkan harga? :wink:

Tewas Akibat Pesta Miras

Mabuk = MautInilah berita yang datang dari Surabaya. 7 orang tewas akibat pesta miras. Pesta miras ini diadakan dalam 2 kelompok yang berbeda. Kelompok pertama menelan korban 4 orang dan kelompok kedua menelan 3 korban.Mabuk...

Ada banyak alasan untuk membenarkan mereka-mereka yang pesta miras. Bisa karena memaklumi kemiskinan mereka atau karena menganggap pesta miras itu diadakan untuk melepas kepenatan hidup.

Saya melihatnya dari sisi lain. Apa yang dibayangkan orang-orang tersebut saat memulai minum-minuman keras dan saat sadar sudah ada di alam baka ? Saat sadar semuanya sudah terlambat. Saat sadar ternyata pintu untuk bertobat tertutup sudah.

Kembali ke soal mabuk-mabukan, coba test diri kamu sendiri, sekarang sedang mabuk nggak ? Lihat gambar si cewek. Kalau berkunang-kunang, jangan-jangan kamu sedang mabuk juga :-P

Beware rekan-rekan, kita tidak pernah tahu kapan, bagaimana dan dengan cara apa kita semua meninggal dunia. Apakah kita ingin menyesali apa yang sudah terlanjur terjadi saat semuanya sudah terlambat untuk disesali ??

75 Skil yang Harus Dimiliki Semua Pria

Aha, ini 75 jokes bagus dari Esquire. Layak baca bagi pria

hold baby

Sering saya tersenyum-senyum ketika membaca sebuah daftar panjang seperti The 75 Skills Every Man Should Master (link ke versi cetak, tanpa iklan) dari majalah pria ternama, Esquire ini. Beberapa ketrampilan memang menjadi sebuah kewajiban yang dipunyai oleh seorang pria, misalnya bagaimana cara meninju dengan baik dan bagaimana menggendong bayi dengan benar. Hah, menggendong bayi? Hmmm, yang terakhir ini sih sebenarnya karena saya sedang keranjingan menggendong Anya, khan?

Lalu, ada juga ketrampilan yang lebih aneh lagi. Misalnya, majalah itu mengatakan bahwa seorang pria harus bisa mengikat dasi kupu-kupu? Ah, ini sih cuma becanda saja. Jangankan dasi kupu-kupu yang sering dipakai oleh bartender itu, dasi biasa pun banyak yang belum bisa, khan? Anda pasti pernah melihat seorang pria mengenakan dasi kepanjangan sampai jauuuuh ke bawah pinggang, khan?

Lalu, ini yang memalukan bagi saya. Esquire juga bilang bahwa seorang pria HARUS bisa berenang dengan tiga gaya yang berbeda. Oh my God, ampun deh! Jangankan dua atau tiga gaya berbeda, satu gaya pun saya tidak bisa. Jika ini menjadi sebuah ketrampilan bagi seorang pria, lalu harus bagaimana saya?

Ah, artikel itu sebenarnya memang hanya joke saja kok. Nggak usah dimasukin hati!

Mari kita telisik satu per satu lagi sambil terenyam-senyum. Ketrampilan mana yang belum Anda kuasai?

SMS Santet Revealed !

Supaya jangan bikin malu Indonesia dimata om Bill Gates yang datang kemarin, sebaiknya informasi ini disebarluaskan. Masya ribut soal RUU ITE masih percaya pada hoax macam begini.

Berita soal SMS santet seperti yang dilansir (dan membuat terkekeh-kekeh dirinya) oleh mas Pujiono adalah palesu belaka. Tepat seperti yang disinyalir mas Puji. Kebangetan kalau ada yang percaya karena SMS tersebut hanya kegiatan iseng yang dilakukan oleh Abegeh.
"Kalau ada telepon yang NOMOR BERWARNA MERAH dan no HP yang akhirnya 0866 dan 0666 jangan diangkat karena bisa menelan jiwa. Hari ini sudah disiarkan diberita, terjadi di Jakarta dan Duri, Bengkalis dan sudah terbukti. Sekarang masih diusut oleh pihak KEPOLISIAN. Dugaan sementara adalah kasus PEMBUNUHAN JARAK JAUH MELALUI TELEPON GENGGAM (HP) oleh dukun ILMU HITAM / si penelepon adalah ROH GENTAYANGAN yang mencari MANGSA. Harap dimengerti dan kirim ke teman atau saudara semua."
SMS santet tersebut dikirimkan oleh si ABG dengan maksud hanya mengusili teman-temannya namun apa nyana, SMS tersebut menimbulkan keresahan karena banyak yang memforwad SMS dengan alasan, "Kali aza bener" atau "Ya saya kan cuma kasih tahu..." atau "Udah ada yang mati lho..."

Darimana saya bisa mengatakan kalau SMS tersebut hanya palesu belaka. Ya lihat saja isinya. Bagi para pengguna email yang biasa diserbu spam dan hoax, SMS tersebut jelas-jelas memenuhi kriteria berita palsu.

Kalau masih kurang percaya, nih baca beritanya Batam Pos :-)


Si pengirim ternyata bukan dukun santet atau dukun ilmu hitam, tapi
hanya anak baru gede (ABG) yang iseng ingin mengerjai
teman-temannya.


Dari penelusuran Batam Pos, Rabu (7/5) akhirnya terkuak siapa yang
pertamakali mengirim SMS yang mengatasnamakan 0866. Pengirim pertama
SMS tadi yaitu ABG yang berasal dari Tanjunguban, Bintan Utara.


"Awalnya SMS ini dikirim untuk mengusili kawan-kawan saja," ucap ABG
yang mengaku mengirim SMS juga kepada Batam Pos, Rabu (7/5).


ABG perempuan yang namanya tak mau disebutkan menerangkan, SMS tadi
dikirim saat dirinya tak ada kegiatan sehingga dirinya terkenang dengan
teman-temannya. Saat teringat dengan rekannya tadi, Ia iseng-iseng
mengirimkan SMS dengan nada sedikit usil.


Buat rekan-rekan yang biasanya seneng forward berita hoax, hati-hati jangan sampai dikerjai oleh ABG seperti ini. Malu sama pendidikan dan titel pekerjaan :-D

Semangat belajar fotografi

Sudah sebulan ini, teman-teman saya selalu mengajak jalan setiap sabtu/minggu. Tujuan utamanya sih mau motret, tujuan sampingannya liburan akhir pekan.

Eit, jangan buru-buru membayangkan kita dengan kamera-kamera profesional. Coba tengok kamera-kamera yang kita pakai:

Teman-teman saya menjadi rajin mencari objek bagus untuk difoto gara-gara di kantor diadakan lomba fotografi yang nantinya akan dipakai untuk iklan, brosur, booklet dan lain-lain. Mungkin mereka terinspirasi dengan hasil lomba sebelumnya. Karena dilomba sebelumnya salah satu pemenangnya hanya menggunakan camera canon A530 biasa dan tentunya pemenang lainnya ada yang menggunakan DSLR.

Selain itu, mereka masih semangat karena mempunyai kamera yang baru dibeli. Mudah-mudahan saja semangatnya tidak kendur dalam satu-dua bulan kedepan.  Saya sih belum mampu membeli kamera yang mahal-mahal, mending buat urusan yang lain dulu deh.

Tempat-tempat yang sudah dikunjungi yaitu: Sanur, Tanah Lot, Renon, dan minggu ini rencananya disekitar Bedugul. Selesai jalan-jalan, langsung deh foto-foto mereka dipasang di FN, dan juga Flickr.

Ayo tim Jeprat-Jepret tetap semangat… :) semakin sering motret semakin terasah skillnya…

renungan “syukur” dari China

Adalah menarik dalam kehidupan ini. Apakah anda merantau atau hanya tinggal di tanah kelahiran sampai dewasa. Apakah anda pergi kemana-mana hanya beralas kaki atau tinggal perintah saja ke sopir, pakai mobil ber-AC. Apakah anda harus bersusah payah untuk sesuap nasi atau tinggal jalan ke meja makan, tanpa tahu siapa dan dari mana lauk tersebut ada. Apakah anda bersekolah setinggi [...]

Ikhlas... Ikhlas...


Ikhlas... ikhlas...
Dua kali sehari...
Setiap pagi...
Setiap malam...
Melintas dan bermuara...
Ke sana...

Ikhlas... Ikhlas...
Walau pun dua kali...
Cukup satu LBDB *)....


*) LBDB=Low Bank Do Boor a.k.a. R. Sholes.

Programmer dan Koki : Antara Membuat Program dan Memasak :-)

Jika kemarin saya bicara soal Tumis Kangkung di pagi hari, hari ini saya akan bicara pengalaman saya memasak dihubungkan dengan pekerjaan saya sehari-hari.

Semalam saya berniat meningkatkan sedikit kemampuan dengan membuat sup tetelan daging sapi + telur burung puyuh. Masya iya tiap malam makan kangkung :-D. Ntar jadi mbek dong...

Karena cari tetelan yang masih ada tulangnya tidak ada, saya ambil daging sup yang kemudian saya potong-potong lebih kecil. Hasilnya, semalam saya bisa menikmati sup buatan isteri (lho kok isteri :-P ) secara nikmat dan tenteram. Enak dan sedap.

Apa hubungan antara tumis kangkung kemarin, sup tetelan tadi malam dengan pekerjaan ? Ini karena kemarin saya menemukan hubungan filosofis diantaranya.

Ada salah seorang staff programmer saya yang melihat saya melakukan modifikasi program Java. Karena termasuk baru dalam hal Java (selama ini lebih berpengalaman menggunakan Visual Basic dan PHP), dia bertanya mengenai tingkat kesulitan belajar Java. Saya katakan, kesulitannya sama persis seperti memasak.

Kebetulan staff programmer saya ini wanita. Saya tanyakan padanya, "Waktu kamu pertama kali memasak nasi, gimana perasaan kamu ?"

Dia menjawabnya, "Ya khawatir pak. Khawatir dan cemas karena takut gosong, atau belum masak atau takut kalau dimakan rasanya masih ngletis Lama-lama ya biasa, karena kan bisa dikira-kira ". Ngletis itu nasi belum matang. Nasi tanggung. Bukan beras tapi juga belum menjadi nasi.

Saya katakan, "Demikian halnya dengan belajar Java. Selama kamu takut dan belum mau mencoba, niscaya kamu selalu merasa asing. Jika lingkup pekerjaan kamu belum fokus di Java, kamu akan khawatir bagaimana membuat aplikasi, bagaimana melakukan debug program dan bagaimana melakukan resolve atas kesalahan yang mungkin timbul. Mulailah belajar Java dan fokus disitu, niscaya 2 atau 3 bulan kedepan kamu heran kenapa kamu takut belajar Java".

Sewaktu kita memasak, adakalanya tidak ada ukuran pasti dalam suatu bumbu. Bumbu A secukupnya, begitu yang biasanya tertulis dibuku resep masakan. Pola pikir "secukupnya" ini sama dengan kemampuan kita melakukan debug aplikasi. Awalnya perlu waktu cukup lama untuk mengetahui solusi dari suatu pesan kesalahan, namun seiring intensitas penggunaan, lama-lama waktu untuk debug bisa lebih singkat.

Memasak juga mengajarkan hal yang sama dengan proses belajar yang lain, yaitu mulai dari yang mudah. Bagi programmer Java pemula, melihat hasil coding para expert Java programmer mungkin akan memusingkan, padahal suatu coding yang kompleks bukanlah hasil sekali jadi dan hasil dari sekali membuat program. Mulailah belajar Java dari hal yang mudah, seperti halnya mulai memasak dari proses yang paling mudah, yaitu memasak air.

Kalau memasak air saja gosong, baru deh mikir-mikir, mungkin bukan disitu expertise anda :-D

IGOS Summit 2

JaCC, 27-28 Mei 2008. Hm... datang atau jangan? Kalau datang, buat apa? Mau bertemu siapa? Uh... oh... ternyata pendaftaran telah ditutup...

Jadi. terpaksa tidak jadi datang deh...

Kolma : Dr Honden dan Para Kere

verboden voor Honden en Inlanders, Dilarang (masuk) untuk Anjing dan Pribumi. Sekolah pun dilarang, kecuali kroni pemerintah dan bangsawan.

Itulah kata pembuka Kolma berjudul "Dr Honden dan Para Kere" yang membuat saya tertarik untuk membacanya. Kolma adalah kolom artikel yang dibuat oleh Eddi Santosa, koresponden Detik.com di Belanda.

Bicara soal Detik.com, maaf saja, ada banyak keluhan mengenai kualitas berita mereka. Detik.com memang cepat namun acap abai pada kualitas berita yang diposting. Ada banyak contoh soal ini. Mungkin Detik.com bisa mempertimbangkan untuk merekrut seorang editor (jika belum ada) yang dapat mengecek kualitas tulisan, minimal dari segi kesalahan mendasar, salah ketik dan salah data.

Kolma bisa dibilang salah satu kolom terbaik di Detik.com. Membaca Kolma jadi lebih enak karena penulisnya bebas dan santai mengungkapkan berbagai fakta. Ada komentar dari pembaca yang memandang kebebasan ini karena yang bersangkutan tinggal di Belanda sehingga tidak merasa takut. Bagi saya, tempat tinggal tidak bisa menjadi ukuran kecerdasan seseorang menuliskan suatu artikel. Meski Belanda dipandang jauh lebih bebas, dalam banyak hal Indonesia juga memberikan kebebasan yang kebablasan pada persnya.

Ada juga yang bilang, di Indonesia ini sudah cukup banyak orang yang pintar berwacana. Yang dibutuhkan adalah orang yang bisa memperbaiki keadaan. Premis ini mungkin juga benar tapi kurang tepat. Seperti halnya agama mengajarkan, "Cegahlah kejahatan dengan tindakan. Kalau tidak sanggup, cegah dengan lisan/perkataan. Kalau tidak sanggup juga, cegahlah dengan hati..."

Tak ada batasan bagi kita untuk memperbaiki keadaan. Artikel Kolma yang lugas, tegas dan tepat sasaran mestinya menjadi masukan yang sangat baik untuk tetap bersemangat memperbaiki keadaan di Indonesia tanpa harus terjebak sikap saling menyalahkan dan menjatuhkan.

Baca bagian ini :
Perihnya, kebijakan pemerintah saat ini malah meniru dan melanggengkan politik kolonial pra Politik Etis dari cikal-bakal VOC itu. Bedanya, penguasa sekarang tak terang-terangan memasang plang Verboden voor Honden en Inlanders, tapi esensinya sama saja. Plang itu kini tertutupi oleh the invisible hand. Pendidikan diliberalkan dan hanya bisa dinikmati kelas kaya. Anak bangsa yang miskin-kere hanya mampu sampai SD. Para pembuat kebijakan ini jauh lebih kejam dari kolonial Belanda pra Politik Etis, a-sejarah dan antikemerdekaan.

Mau membantah bagaimana, memang itulah faktanya. Oleh the invisible hand, kelompok honden itu didahulukan dan lebih dimuliakan dari rakyat manusia Indonesia kebanyakan. Akibatnya, yang muncul ke atas dan menentukan negara adalah Dr Honden-Dr Honden, sarjana honden. Mereka bertabiat honden, berebut daging untuk diri sendiri. Tak ada solidaritas atau sambung-rasa dengan manusia Indonesia kebanyakan. Kalau diteriaki ramai-ramai, barulah sisa tulang diberikan. (Kolma edisi ini saya dedikasikan untuk para guru yang masih merana dan anak-anak Indonesia yang tak mampu sekolah)
Ya, mau membantah bagaimana kalau kenyataannya demikian. Membaca tulisan ini saya jadi ingat Tetralogi Laskar Pelangi, bagaimana Ikal dan kawan-kawannya berjuang menjadikan sekolah Muhammadiyah yang miskin, kere dan serba kekurangan melawan dominasi sekolah elite yang diciptakan oleh PN Timah.

Apakah mental inlander ini masih menghinggapi banyak orang di Indonesia ?

8 May 2008

Sayeed Hossain’s collections

Mengintip milis tetangga ada beberapa link ke engineering ebooks gratis. Jadi perlu disimpan dong di posting siapa tahu berguna. Iya khan. Ini link-nya: Consultant & Independent Contractor Agreements 5th Edition (down-load 1536 kb) Welded MomFrame Conn Min Residual Stress oct 99.pdf (down-load 1137 kb) Modeling of Masonry Infill Panels for Structural Analysis (down-load 5959 kb) Management tools 2005 an executives guide (down-load 1213 kb) Remediation [...]

Ipv6 Overlapping Errors?

R2(config)#int lo0
R2(config-if)#ipv addr fec0::2:1/112
% FEC0::2:1/112 can not be configured on Loopback0, overlapping
R2(config-if)# ipv addr FEC0::12:3/112
% FEC0::12:3/112 can not be configured on Loopback0, overlapping
R2(config-if)# ipv addr FEC0::222:1/112
R2(config-if)# ipv addr FEC0::2:1/112  

R2(config-if)#do sh ver | i IOS
Cisco IOS Software, 3600 Software (C3640-JS-M), Version 12.4(18), RELEASE SOFTWARE (fc1)

Why am I getting these overlapping errors?

ShareThis

It works, and let’s make it better

Currently, we’re working on a site. I will tell you about what site it is. This time, I want to share our ideas about how we build it. It comes with a membership features. You know… registration, login and password reminder. For the password reminder feature, the current site — we actually redevelop the current site — has the feature, and it works fine.

BUT, we think that the process can — and should — be improved. Here are the scenario (from the current site) for the password reminder:

  • A user fills in the email field with the his/her account’s email address.
  • The system will generate a randomly-generated password.
  • User can login with the new password.

It works. But, there are some other situations:

  • Other people can see other members’ profile.
  • On the profile page, the email address is revealed (readable).

So, other members can easily bug each other. Of course, only when they want to. The point is: it can be done. If someone put other members’ email adress, he/she can reset the password. “Hey, I have someone changed my password without my permission. I need to change it again now…”

We think that this can be improved. So, we change the process. Not only because many services also use this, but because we believe that it’s better

  • A user fills in the email field with the his/her account’s email address.
  • The system will generate a confirmation code, and send it to user’s email address. A confirmation link is provided. If he/she wants to change the password, they can follow the link. Otherwise, they can ignore it.
  • Once the password reminder request confirmed, a randomly-generated password will be delivered.
  • User can login with the new password, and change it into more memorable password.

That’s an idea.

Mengecek Domain Secara Cepat dengan Domize

Ketika memikirkan sesuatu yang menurut Anda menarik, mungkin terpikir juga oleh Anda untuk mengecek keberadaan domain terkait dengan hal tersebut. Penjual domain atau webhosting biasa menyediakan fasilitas pengecekan domain yang bisa kita manfaatkan. Saat ini, Anda pun bisa memanfaatkan layanan yang diberikan oleh Domize, yang memang mengkhususkan layanan pengecekan domain secara cepat. Begitu membaca [...]

Atas Nama Rakyat

APAKAH DEMOKRASI BERARTI MAYORITAS BOLEH APA SAJA?

Mobil yang keren. Modifikasinya bolehlah. Tema visualnya sangat Hanura. Mungkin bukan milik partai tetapi kepunyaan seorang kadernya. Tentu inilah mobil untuk rakyat. “Hanumpaki rakyat,” kata sobat saya yang wong Yoja.

Memang makin terasa ancang-ancang untuk pemilu tahun depan kian kencang. Datanglah ke beberapa tempat layanan digital yang bagus. Ada saja order untuk partai. Itu baru yang tampak, karena ada di hilir. Saya tak tahu apa yang ada di hulu, yaitu anggaran.

Entahlah berapa anggaran untuk bikin partai terutama biaya operasional lima tahun pertama. Kalau cuma bikin sih mungkin cukup ke notaris lalu mendaftar ke pemerintah.

Apa pun nama partainya, dari cap gurem sampai cap dinosaurus, sebagai mesin politik mereka butuh bahan bakar dan pelumas yang bernama uang.

Di satu sisi, kemarakan partai ini menyenangkan. Tersedia banyak pilihan. Bahwa ternyata kalau semakin banyak akan semakin riuh, sehingga pemenang pemilihan apapun tak menang mutlak, karena kalau lawan bersatu akan jadi mayoritas, yah itu apa boleh bikin. Sekolah hidup bernama demokrasi kadang menyebalkan.

Lebih menyebalkan lagi ketika partai-partai itu, atas nama rakyat, melalui wakilnya di parlemen, akhirnya hanya menyandera kepentingan banyak orang. Pakai main suap dan peras pula. Hayah.

Situasi macam itu bisa melahirkan keputusasaan sehingga muncullah kerinduan akan hadirnya diktator berhati malaikat, yang tidak demokratis tapi menyenangkan, bisa menjamin pangan dan bahan bakar tetap terbeli. Revolusi tangsi atau revolusi embuh, itu tak penting. Impian lebih utama ketimbang cara?

Dengan segala kesontoloyoannya, partai-partai itu tetap kita butuhkan. Demokratisasi, sebagai proses, memang melelahkan, bikin gondok, tapi yah jalan itu harus kita lalui. Kalau ada yang tak beres ya kita teriak (dan semoga didengar). Selebihnya, kalau masih gusar, kita boikot saja.

Ehm, itu tadi memang pikiran naif. Yah hak sayalah untuk naif. :D

Itu sebabnya saya, yang bukan warga Bandung, mendukung langkah Adinoto yang pengin jadi walikota. Salah satu alasan adalah karena dia bukan orang partai.

Bahwa perjuangan dia berat, kalah start pula, bagi saya yang lebih penting adalah spiritnya, untuk tidak memasrahkan diri kepada partai. Penyebaran spirit itulah yang lebih utama.

Tentu bisa ada hipotesis muram, yang bukan merujuk ke Adinoto, yaitu: bagaimana jika calon independen yang kuat ternyata adalah kekuatan yang antidemokrasi (misalnya sektarian, tidak memberi hak hidup kepada minoritas) tetapi menang melalui jalan demokratis, dengan pembenar utama vox populi vox dei yang kadang tak lebih dari tirani mayoritas?

Demokrasi, Saodara. Demokrasi. Memang pelajaran tiada henti. Inilah eksperimen sejumlah orang yang menjanjikan kemerdekaan.

Sayang, yang sering terlewat dari pendidikan ini adalah kemerdekaan yang mencukupkan pangan-sandang-papan itu mestinya tak mengganggu dan tak merugikan kemerdekaan orang lain.

Utopis? Barangkali utopia adalah candu yang membuat kita berani menjalani kehidupan.

Salam gombal, Sodaraku.

© Foto: blogombal.org

tol bandara terendam lagi

Hari ini kebetulan mengantar ke daerah Balaraja, dari Bekasi rute via tol JORR, BSD lalu masuk tol Jakarta Merak. Lancar-lancar saja. Untung nggak masuk Tangerang yang menurut berita TV terjadi kemacetan parah karena imbas jalan tol bandara terendam air dan tidak bisa dilalui. Ini berita di detik.com. Berita itu tentu saja sangat mengherankan sekali, terus terang [...]

Mega, Giga, Peta, The List Go On...

Few years ago, we lives in Gigabyte era. Currently, we are evolving to terabyte (1000 gigabytes) and soon, we will reach petabyte (1000 terabytes). But big industries have evolves more than home users. HP predicted that in 2013, yottabyte, or 1,000 zettabytes of storage capacity will arrive and become public usage.

Can't imagine how much data can be stored on that storage thinking