PlanetTerasi

Think. Read. Write.

Telkom wants more revenue from digital business

BudiPutra.com - Tech blog Budi Putra

Telkom_indonesia_corporate_logoWith its money and infrastructure, Telkom should be able to do this, easily. Yes, easily!

Judging from the company’s previous and existing digital products’ perfomances, I think Telkom should try another approach instead: to find and hire outsiders to build their digital empire. And lets see how it goes.

Publicly listed telecommunications company PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) is stepping up efforts to expand its digital services in a bid to boost income.

Telkom acting president director Indra Utoyo said his firm aimed to maintain double-digit growth in its digital service business next year.

“We estimate that our digital service business will still grow by double-digits next year.

It will contribute 9 percent to our projected revenue total of Rp 100 trillion [US$8.2 billion] next year,” he said Tuesday after the launch of Jakarta Digital Valley, which is aimed at developing local Internet-based startup companies.

[Source: The Jakarta Post]

Menjadi Juri APICTA Lagi

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Dalam dua (atau tiga) hari ke depan saya bakalan disibukkan dengan tugas untuk menjadi juri di APICTA, Asia Pacific ICT Award. Acara ini merupakan lomba karya ICT di berbagai bidang untuk orang-orang di lingkungan Asia Pacific. Tahun lalu acara ini digelar di Brunei.

Ada beberapa kategori yang dilombakan dan dengan peserta yang bervariasi (ada dari pendidikan, penelitian, sampai ke startup). Lengkapnya saya tidak ingat. hi hi hi. Nanti sambil jalan saya perbaharui tulisan ini dengan daftarnya. Saya sendiri menjadi juri di dua bidang.

Nah, sekarang saya mau membaca manual untuk para juri dahulu. Iya, ada manualnya. hi hi hi.

Doakan agar acaranya lancar ya … jreng! Lho kok jreng?


Filed under: Teknologi Informasi Tagged: postaday2014, Teknologi Informasi

Menjajal Kemampuan Wine 1.7

ophay ophay

Lama sudah saya tidak mengikuti perkembangan aplikasi Wine. Sepintas tentang aplikasi Wine dapat dibaca disini.

Saat ini wine sudah mengeluarkan versi 1.7  (masih pengembangan) dan versi stabilnya 1.6.2. Saya lebih tertarik mencoba versi 1.7, walaupun statusnya masih dalam tahap development.

ophay in wine

Eksplorasi pertama dimulai dengan bernostlagia dengan pumatar musik winamp, saya coba memasang paketnya dari awal serta memainkan beberapa lagu, dan ternyata cukup menarik, tidak ada error log yang dihasilkan saat instalasi maupun masalah yang timbul saat memainkan lagu.

Eksplorasi berikut saya coba memasang paket game cadas “Ghost Recon 2001″ , awalnya saya ragu, karena beberapa tahun silam game tersebut belum stabil untuk dimainkan dari aplikasi wine. Namun ternyata keraguan saya ditepis ketika tampilan yang disajikan begitu sempurna, (seperti memainkan game secara Native). Tidak ada slow motion, tampilan yang blur ataupun membuat aplikasi yang dijalankan berhenti tiba-tiba alias hang.  Pokoknya Wine 1.7 keren dech…:)

Penyempurnaan dari wine, ternyata membuat Linux bisa lebih powerfull karena mampu mengemulasi file executable yang begitu terikat dengan dependency dapat berjalan mulus diatasnya.

Yang mau mencoba dapat langsung mengunduhnya disini

Bagi yang mau ngoprek program, berikut beberapa program yang sudah dapat diemulasikan oleh wine :

1..NET Framework 3.5
2..NET Framework 2.0
3.Visual Studio 2008 (9.0)
4.WinterMute Engine 1.7.x
5.Visual FoxPro 9
6.Unity 4.x
7.Visual Studio 2005 (8.0)
8..NET Framework 4.0
9..NET Framework 3.0

silahkan bereksplorasi….:)

 

 

 


Mantle dan FreeSync dari AMD Mengubah Segalanya

Blog Oom Yahya Oom Yahya

OK, melanjutkan cerita saya kemarin tentang teknologi terbaru yang diusung oleh AMD. Jika kemarin saya bercerita soal Carizzo, prosesor mobile AMD, kali ini saya akan bercerita soal Mantle dan FreeSync yang semakin memantapkan AMD sebagai prosesornya para gamer.

Mantle adalah Application Programming Interface (API) yang mampu meningkatkan performa dan kualitas visual khususnya untuk aplikasi game. Tentunya peningkatan performa ini juga harus diimbangi oleh monitor yang mumpumi, kalau gak ya percuma. (upss)

Karena itu perlu menggunakan monitor yang diperlengkapi dengan teknologi FreeSync.

Salah satu pihak yang sudah memanfaatkan teknologi Mantle adalah Capcom, pengembang game dari Jepang. Mantle secara signifikan meningkatkan performa engine Panta-Rhei yang dikembangkan oleh Capcom, padahal aslinya engine itu dikembangkan untuk platform konsol.

Perwakilan dari Capcom juga hadir untuk menyampaikan kesan-kesan mereka terhadap Mantle ini.

Untuk mengimbangi performa dahsyat dari Mantle ini, AMD mengembangkan teknology FreeSync untuk monitor dan monitor produksi massal pertama yang menggunakan teknologi tersebut adalah Samsung UD590 (23.6-inch dan 28-inch) dan UE850 (23.6-inch, 27-inch, dan 31.5-inch). Bahkan nantinya seluruh jajaran monitor UHD (Ultra High Definition) dari Samsung akan menggunakan teknologi FreeSync.

Dengan kombinasi Mantle-FreeSync tersebut, dijamin main game akan jauh lebih mengasyikkan karena gambar yang muncul gak bakal patah-patah.

AMD Mantle

Monitor-monitor tersebut bakal bisa dinikmati sekitar Maret 2015. Jadi bagi yang sudah mau beli monitor (dan PC) baru, mending ditahan dulu dah, 4 bulan gak lama kok. (upss)

Mematikan Centang Dua Biru di WhatsApp

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Fasilitas baru di WhatsApp, yaitu centang dua biru, ternyata menimbulkan kegalauan bagi sebagian penggunanya. Banyak yang menganggap hal tersebut sebagai gangguan terhadap privacy. Pengembang WhatsApp ternyata tanggap dan di versi WhatsApp yang terbaru, yaitu mulai 2.11.44, fasilitas centang dua biru tersebut bisa dinonaktifkan.

Jadi dengan mematikan fasilitas tersebut, pengirim pesan tidak dapat melihat apakah Anda sudah membaca pesan atau belum tetapi juga berlaku sebaliknya, Anda tidak bisa melihat apakah pesan Anda sudah dibaca oleh orang yang Anda kirimi pesan. Fair jadinya.

Nah masalahnya, versi terkini WhatsApp di Google Play Store masih 2.11.352, versi yang belum bisa diatur fasilitas centang dua birunya. Trus gimana dong? Ya update manual saja. Caranya?

Gampang kok. Pastikan Android Anda bisa membuka paket instalasi dari sumber selain Google Play Store. Masuklah ke Settings > Security dan aktifkan opsi Unknown Source (Allow installation of apps from unknown sources). Jika ada peringatan dari Android, ketuk OK.

Sudah? Sekarang downloadlah file APK WhatsApp terbaru tersebut dari situs resminya, yaitu www.whatsapp.com/android. Buka alamat tersebut dengan browser ponsel Anda dan kemudian ketuk tombol Download Now.

Setelah berhasil di-download, ketuk file APK tersebut untuk melakukan instalasi. Anda tidak perlu menguninstal versi yang lama karena data yang ada di dalamnya akan hilang.

Setelah WhatsApp versi terbaru ini berhasil diinstal, lakukan langkah berikut:

  1. Jalankan WhatsApp
  2. Ketuk gambar tiga buah titik di kanan atas.
  3. Ketuk menu Settings.
  4. Masuklah ke Account > Privacy.
  5. Non-aktifkan opsi Read receipts

Naaaah, kini centang dua biru sudah tidak lagi menjadi masalah buat Anda.

Instalasi VM Windows pada Proxmox Menggunakan Virtio Driver Bagian 2

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Pada tutorial sebelumnya : Instalasi VM Windows pada Proxmox Menggunakan Virtio Driver, sudah dibahas mengenai persiapan dan setting awal VM Windows Server 2008 R2 64 bit yang diinstall diatas Proxmox VE versi 3.3. Tutorial kali ini akan berlanjut dengan proses instalasinya.

LANGKAH 3 : MENAMBAHKAN CD/DVD VIRTUAL VIRTIO DRIVER

Sebelum menjalankan VM, tambahkan 1 buah CD/DVD ROM, pilih iso dan set agar merujuk ke file iso virtio (virtio-win-0.1-81.iso) :

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-9

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-15

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-16

Posisi saat ini, ada 2 buah CD/DVD yang ada dalam VM, yaitu 1 DVD virtual untuk installer Windows 2008 R2 dan 1 DVD virtual berisi virtio driver.

LANGKAH 4 : INSTALASI WINDOWS VM

Pada tahap ini, langkahnya cukup mengikuti wizard sebagaimana proses instalasi Windows Server secara normal.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-10

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-11 vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-12

Pilih model instalasi Custom/Advanced saat ditanyakan pilihan tipe instalasi

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-13

Saat melakukan deteksi hardware, kemungkinan besar Windows installer tidak mendeteksi adanya harddisk. Tidak apa-apa, karena kita perlu melakukan load driver virtio.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-14

Pilih menu Load Driver, kemudian pilih Browse dan masuk ke folder ke folder CD/DVD ROM,  Win7, AMD64. Saat memilih folder, sesuaikan dengan versi Windows yang digunakan. Untuk Windows Server 2012 misalnya, pilih folder WIN8 karena Windows Server 2012 usia release-nya sama dengan Windows 8, minimal mereka berdua seumuran :-P

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-17

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-18

Pilih seluruh driver yang ada dengan cara menekan tombol SHIFT dan memilih driver yang tersedia, setelah beberapa saat, semestinya Windows installer bisa mendeteksi harddisk berbasis Virtio driver, termasuk network cardnya.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-19 vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-20

Lanjutkan proses instalasi sebagaimana mestinya proses instalasi Windows Server dilakukan, hingga selesai.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-21 vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-22

Jika sebelumnya pernah menggunakan VM berbasis Windows pada Proxmox versi awal, semestinya cukup appreciate pada perkembangan Proxmox saat ini karena VM Windowsnya berjalan secara responsif dan cepat. Ini berarti Proxmox lebih dari cukup dan sangat memadai untuk dijadikan sebagai host virtualization baik untuk VM berbasis Windows maupun VM berbasis Linux.

Iklan : Bagi rekan-rekan yang tertarik untuk mempelajari Proxmox, Excellent memiliki schedule training di bulan Desember 2014 : Training Mastering Proxmox VE (iSCSI/NFS/DRBD Cluster & High Availability), 13-14 Desember 2014 

Instalasi VM Windows pada Proxmox Menggunakan Virtio Driver Bagian 1

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Beberapa tahun yang lalu-saat masih memakai Proxmox versi 1.4-1.5-performa Windows VM diatas Proxmox rasanya tidak terlalu memuaskan. Performanya masih kalah dibandingkan dengan VirtualBox. Apalagi jika dibandingkan dengan VMware vSphere.

Masa dan tahun berlalu, kini performa VM Windows server diatas Proxmox VE lebih trengginas. Saya sempat kaget saat beberapa hari yang lalu memberikan special class training Proxmox dan melakukan simulasi Windows Server 2008 R2 64 bit, hasilnya responsif dan berjalan dengan cepat.

Bagi rekan-rekan yang hendak mencoba implementasi Windows Server/Desktop diatas Proxmox, berikut adalah beberapa tips yang bisa digunakan :

  1. Pilih Bus/device Virtio untuk Storage
  2. Pilih Virtio/Paravirtualized untuk Network Card
  3. Pilih Cache : Write Back
  4. Pilih Tipe Storage : Raw

Berikut adalah proses pembuatan VM berbasis Windows Server 2008 R2 diatas Proxmox, sengaja saya buatkan dalam bentuk screenshot agar mudah dipahami.

 LANGKAH 1 : PERSIAPAN

  1. Install 1 buah server Proxmox. Tutorial ini menggunakan Proxmox VE versi 3.3 yang diinstall diatas HP server Proliant ML-370 G5
  2. Installer Windows 2008 R2 64 bit, bisa berbentuk DVD atau bisa juga dalam bentuk ISO. Sesuaikan dengan lisensi yang dimiliki
  3. Driver virtio dalam bentuk .iso, bisa didownload dari sini : http://alt.fedoraproject.org/pub/alt/virtio-win/latest/images/. Tutorial ini menggunakan file iso driver virtio-win-0.1-81.iso yang bisa digunakan hingga Windows 8 atau Windows 2012 Server

LANGKAH 2 : PEMBUATAN VM

Buat 1 buah VM berbasis Windows 7/2008, set memory, socket/core dan harddisk sesuai dengan keinginan.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-1vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-2

Untuk installer bisa menggunakan iso installer Windows Server 2008 atau bisa juga menggunakan DVD installer yang ditempatkan pada DVD ROM server Proxmox.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-3

Jangan lupa pilih Bus/Device : VIRTIO dengan format RAW disk image untuk harddisk. Cache bisa pilih Writeback  atau bisa juga pilih default Proxmox (tanpa cache)

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-4vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-5vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-6

Pilih network card model VirtiO (paravirtualized) untuk network card. Contoh berikut menggunakan skema bridge network default.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-7

Berikut adalah tampilan default VM saat pertama kali baru dibuat.

vavai-proxmox-simulasi-windows-2008r2-64-8

Tahap berikutnya kita akan menambahkan 1 buah CD/DVD ROM untuk dijadikan sebagai CD/DVD virtual yang memuat driver virtio. Tutorialnya akan berlanjut pada : Instalasi VM Windows pada Proxmox Menggunakan Virtio Driver Bagian 2

Iklan : Bagi rekan-rekan yang tertarik untuk mempelajari Proxmox, Excellent memiliki schedule training di bulan Desember 2014 : Training Mastering Proxmox VE (iSCSI/NFS/DRBD Cluster & High Availability), 13-14 Desember 2014 

Menentukan Upah Minimum

Wahyu Wijanarko Indonesia Wahyu Wijanarko

Dalam bulan ini, sebagian besar Pemerintah Daerah sudah mulai menetapkan besaran upah minimum bagi pekerja. Tentu saja hal ini akan menjadi sesuatu yang saling tarik menarik, yaitu antara pemberi kerja dan pekerja di perusahaan. Pekerja ingin memperoleh penghasilan maksimal, sedangkan pengusaha ingin menekan biaya pegawai. Dalam tulisan ini saya membatasi bahwa penentuan upah minimum itu adalah untuk pekerja/buruh yang memiliki kemampuan (skill) rendah, yaitu yang tidak memerlukan kemampuan atau pelatihan khusus untuk melakukan pekerjaan yang ditugaskan.

Di beberapa diskusi yang saya ikuti, rekan-rekan saya mengatakan bahwa persoalan ini akan dapat diselesaikan ketika persepsi bahwa tenaga kerja adalah cost diubah menjadi sebuah persepsi bahwa tenaga kerja adalah kapital. Istilah ini dalam bukunya Cohen (2005) disebut Human Capital. Semua aset dalam perusahaan, kecuali sumber daya manusia, bersifat pasif dan tidak dapat bergerak tanpa campur tangan manusia. Sumber daya pasif ini memerlukan manusia untuk dapat menghasilkan nilai. Kunci untuk menjaga keberlangsungan perusahaan agar dapat mencetak laba adalah produktivitas dari tenaga kerjanya, yaitu modal manusia (Wijanarko, 2013).

Pengeluaran untuk pengembangan sumber daya manusia merupakan salah satu hal yang sulit untuk dikapitalisasi (Damodaran, 2002: 590). Hal itu karena pengeluaran sumber daya manusia dapat tersebar ke dalam berbagai jenis laporan keuangan perusahaan dan untuk memisahkan pengeluaran dari gaji dan tunjangan karyawan adalah sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Modal manusia bukan sekedar aset biasa, karena mengandung risiko kematian yang unik dan membawa potensi pada hilangnya pendapatan masa depan dan upah karena peristiwa kematian.

Kembali ke kasus upah minimum, misalnya persepsinya dipidah menjadi human capital, masih akan ada masalah yang mengikuti, yaitu pada proses valuasi dari human capital ini. Dalam dunia penilaian aset, cara untuk memperoleh nilai suatu benda apapun, baik yang berwujud maupun tidak berwujud ada 3, yaitu: pendekatan pasar, pendekatan pendapatan, dan pendekatan biaya.

Pendekatan pasar digunakan dengan membandingkan nilai transaksi yang terjadi di pasar untuk aset yang sejenis. Biasanya pendekatan pasar ini akan terkait dengan penawaran (supply) dan permintaan (demmand) di pasar. Mengenai tenaga kerja, apa yang saya lihat adalah permintaan tenaga kerja berkemampuan rendah jumlahnya adalah terbatas, sedangkan pencari kerja melimpah. Dalam hal ini pengusaha yang memerlukan pekerja berkemampuan rendah berada pada posisi tawar yang lebih tinggi. Boleh dikatakan, dalam benak pengusaha adalah “jika tidak mau dengan gaji segitu ya kita cari orang lain”, karena persediaan di pasar tenaga kerja masih banyak. Untung saja pekerja ini dilindungi dengan upah minimum oleh Pemerintah.

Pendekatan pendapatan biasanya digunakan untuk menilai sebuah perusahaan. Namun, dalam dunia tenaga kerja, pengusaha bisa menilai dengan memperkirakan pendapatan yang sudah atau akan diperoleh jika mengambil seorang karyawan untuk bekerja di perusahaannya.

Pendekatan biaya dalam human capital digunakan untuk menilai karyawan berdasarkan biaya yang diperlukan sampai karyawan yang dimaksud bisa bekerja sesuai dengan skill yang diharapkan. Misalnya biaya transfer/pembelian pemain (dalam perusahaan/klub olah raga), biaya pelatihan, dan biaya lain yang dikeluarkan untuk dapat memperoleh karyawan tersebut untuk siap bekerja. Pendekatan biaya juga termasuk menghitung besaran uang yang diperlukan untuk mempertahankan karyawan tersebut. Nah, mengenai persepsi cost diubah menjadi capital ini akan menjadi infinite loop di sini, karena ternyata salah satu metode untuk menilai human capital adalah dengan pendekatan biaya.

Kesimpulan saya, permasalahan upah minimum ini akan selesai ketika jumlah permintaan melebihi jumlah penawaran tenaga kerja. Perusahaan akan mempertahankan staf dengan memberi gaji yang bagus agar tidak berpindah, sedangkan karyawan akan memiliki ‘harga diri’ untuk berani berkata, “Saya resign dan pindah dari sini karena gaji di sini menurut saya terlalu kecil!” Dan di dunia pekerja dengan keterampilan rendah, hal ini belum akan terjadi, karena penawaran tenaga kerja terus melimpah. Itu saja yang dari dalam negeri, belum buruh dari luar negeri yang ingin bekerja di Indonesia.

Nah, apakah para pekerja yang sekarang ini berdemo di jalan meminta kenaikan upah minimum itu akan berani berkata seperti itu? Tentu saja bisa, asalkan mau meningkatkan skill, dengan melihat peluang pada bidang-bidang tertentu yang permintaan tenaga kerjanya masih cukup tinggi, sehingga dengan permintaan tinggi, ‘harga jual’ diri kita akan tinggi.

Selamat berjuang!

Referensi:

  • Cohen, J.A. 2005. Intangible Assets: Valuation and Economic Benefit. Willey Finance, USA.
  • Damodaran, Aswath. 2002. Investment Valuation: Tools and Techniques for Determining the Value of Any Asset. John Willey & Sons Inc., New York.
  • Wijanarko, W. 2013. Analisis Perlindungan Aset Tidak Berwujud pada Perusahaan Rintisan di Bidang Teknologi Informasi di Indonesia. MEP UGM.

Masalah Pengiriman Email pada OwnCloud

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Salah satu virtual server OwnCloud yang digunakan oleh Excellent mengalami kendala saat mengirimkan email notifikasi, misalnya notifikasi untuk informasi share dokumen. Saat dicheck via Apache status, hasilnya adalah sebagai berikut :

owncloud-logo

cloud:~ # service apache2 status
apache2.service – The Apache Webserver
Loaded: loaded (/usr/lib/systemd/system/apache2.service; enabled)
Active: active (running) since Fri 2014-11-21 11:48:57 WIB; 12h ago
Main PID: 844 (httpd2-prefork)
Status: “Total requests: 0; Current requests/sec: 0; Current traffic: 0 B/sec”
CGroup: /system.slice/apache2.service
|- 844 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 4183 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 4197 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 4212 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 4248 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 5203 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 5820 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 6610 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|- 6812 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|-11161 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|-11162 /usr/sbin/httpd2-prefork -f /etc/apache2/httpd.conf -D SYSTEMD -DFOREGROUND -k start
|-11194 /usr/sbin/sendmail -t -i -oi [email protected] -t
`-11195 /usr/sbin/postdrop -r

Nov 21 23:51:06 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/846358.11195: Permission denied
Nov 21 23:51:16 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/846622.11195: Permission denied
Nov 21 23:51:26 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/846870.11195: Permission denied
Nov 21 23:51:36 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/847103.11195: Permission denied
Nov 21 23:51:46 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/847342.11195: Permission denied
Nov 21 23:51:56 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/847590.11195: Permission denied
Nov 21 23:52:06 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/847835.11195: Permission denied
Nov 21 23:52:16 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/848106.11195: Permission denied
Nov 21 23:52:26 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/848396.11195: Permission denied
Nov 21 23:52:36 cloud postfix/postdrop[11195]: warning: mail_queue_enter: create file maildrop/848672.11195: Permission denied

Hal ini terjadi karena hak akses postdrop dan postqueue dari engine Postfix tidak memiliki hak akses sebagaimana mestinya. Jika dicheck dengan perintah :

postfix check

Hasilnya adalah :

cloud:~ # postfix check
postfix/postfix-script: warning: not owned by group maildrop: /usr/sbin/postqueue
postfix/postfix-script: warning: not owned by group maildrop: /usr/sbin/postdrop
postfix/postfix-script: warning: not set-gid or not owner+group+world executable: /usr/sbin/postqueue
postfix/postfix-script: warning: not set-gid or not owner+group+world executable: /usr/sbin/postdrop

Untuk mengatasi hal ini, lakukan perintah berikut (jangan lupa sesuaikan posisi path folder masing-masing) :

chgrp maildrop /usr/sbin/postqueue
chgrp maildrop /usr/sbin/postdrop
chmod g+s /usr/sbin/postqueue
chmod g+s /usr/sbin/postdrop
systemctl start postfix
postfix check
service apache2 restart
service apache2 status

Setelah dilakukan penyesuaian folder dan hak akses, email bisa lancar dikirimkan dan notifikasi masuk inbox email dengan baik.

Prosesor Masa Depan AMD

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Sudah pada tahu khan ya kalo kemarin saya ke Singapore menghadiri acara AMD yang bertajuk Future of Compute. (upss) Sekaligus ini permohonan maaf saya kalau saya belum menanggapi komentar-komentar di blog ini.

Dalam acara ini AMD mempresentasikan inovasi mereka yang diyakini akan mengubah proses komputer di masa depan. Ada banyak hal yang mereka presentasikan, sebagian kecil sudah bisa dibaca melalui live blogging saya di tulisan sebelumnya.

Nah, salah satu yang mereka telurkan adalah prosesor yang bakal menjadi trend di masa yang akan datang, yaitu APU (Accelerated Processing Unit) generasi terbaru mereka, Carrizo.

Seperti apa Carrizo itu?

Carrizo adalah system-on-chip (SOC) berperforma tinggi dan merupakan bagian dari keluarga AMD Mobile APU di tahun 2015. Carrizo memiliki adik yang relatif lebih rendah performanya (supaya lebih “umum”) dan diberi nama Carrizo-L.

Yang menarik, perhatikan kata “Mobile” yang muncul di sana. Ya, meski rada telat, akhirnya AMD nyebur juga ke kategori ini.

Di event ini, ada juga pembicara yang berasal Microsoft dan Samsung, serta hadir pula beberapa petinggi Acer dan Asus. Jadi sepertinya bisa diduga bahwa ke depan bakal hadir ponsel atau tablet dari berbagai pabrikan yang bermesinkan AMD.

Sepertinya bakal klop. Klop gimana? Ponsel atau tablet bagi sebagian penggunanya adalah alat untuk bermain game, padahal AMD selama ini dikenal sebagai produsen prosesor yang digemari oleh gamer. Apalagi Carizzo bakal mendukung Microsoft® DirectX 12, OpenCL® 2.0, AMD’s Mantle, AMD Freesync, dan bakal mendukung juga Windows 10.

Apalagi prosesor baru AMD ini bakal lebih hemat energi. Sejak 2008, AMD mampu menekan konsumsi energi hingga 10 kali lipat. Pasti josss kalo dipakai di gadget. Main game terus tapi baterai gak habis-habis.

Nah, sepertinya itu dulu yang bisa saya ceritakan. Maklum sudah capek. Besok lanjut lagi ya.

Tips Mengirim Email agar tidak Masuk Junk/Spam

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Berikut adalah beberapa tips bagi rekan-rekan yang ingin berkomunikasi via email, baik untuk melamar pekerjaan, korespondensi resmi ataupun sebagai bagian dari syarat suatu pendaftaran. Tips ini saya sarikan dari pengalaman menangani email server, termasuk mengamati banyaknya email false positive, yaitu email normal yang ditag sebagai spam oleh anti spam appliance karena satu atau lain hal.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain :

  1. Baca petunjuk cara mengirim email yang diminta. Perhatikan penulisan subject, isi email maupun batasan maksimum jumlah attachment. Jika attachment dibatasi hanya 1 MB misalnya, umumnya email diatas kapasitas tersebut akan otomatis direject. Ingat, perusahaan/lembaga menerima banyak sekali lamaran, jangan sampai lamaran sudah terkena blacklist padahal belum dibaca sama sekali
  2. Sebaiknya Menulis Subject dalam Pola Title Case : Misalnya “Lamaran Pekerjaan Staff IT : Muhammad Rivai Andargini”. Jangan menulis CAPS LOCK alias HURUF KAPITAL semua karena anti spam biasanya memberikan penalti beberapa score point untuk penggunaan huruf kapital
  3. email-logo (1)Gunakan alamat email yang baik dan jangan menggunakan nama yang “nyeleneh”. Meski mungkin ingin menunjukkan jati diri, belum tentu pihak penerima memahami maksud si pengirim, apalagi jika digunakan untuk email komunikasi resmi. Contoh alamat email nyeleneh misalnya : nita_cantique, An4k_4l4y :-)
  4. Selalu isi subject email. Email tanpa subject biasanya terkena blacklist atau dipenalti sebagai spam
  5. Selalu isi body email, minimal kalimat sopan pengantar isi email. Email tanpa body akan menerima beberapa point pemberatan dan dicurigai sebagai spam
  6. Hindari menggunakan attachment dalam format aneh seperti .exe, .scr, .pps dan lain-lain karena biasanya ditumpangi virus. Mail server yang baik otomatis akan memblokir/mereject email dengan attachment tersebut
  7. Hindari menggunakan attachment gambar dalam format .bmp. Ukurannya besar sekali (rata-rata 3 MB). Sebaiknya gunakan .jpg atau .png
  8. Jika menggunakan email yang disediakan gratis oleh penyedia layanan (misalnya Gmail, Hotmail dan Yahoo), sebaiknya gunakan Gmail. Tidak ada statistik valid sih, tapi biasanya koneksi dari dan ke mail server gmail relatif lebih lancar (note, ini rekomendasi pribadi, silakan diabaikan jika merasa kurang sreg, jangan sampai saya dimusuhi oleh Yahoo atau Hotmail gara-gara menulis tips ini :-D)
  9. Jika memungkinkan, gunakan format email Plain Text. artinya tidak ada embel-embel format HTML seperti warna-warni, bold, italic, underline dll. Memang sih format email HTML lebih menarik, namun success rate kiriman lebih rendah daripada format plain text karena sebagian anti spam biasanya memberikan score penalti jika menggunakan format HTML
  10. Hindari attachment dalam format yang tidak umum, apalagi jika dipassword pula . Sebagian anti spam memblock email zip/rar/pdf berpassword. Format PDF sudah cukup standard, tampilan tidak berubah, namun sebaiknya jangan dipassword. Kita kan bukan hendak kirim slip tagihan kartu kredit kita ke perusahaan tempat kita melamar.

Sebagai penutup, tips ini sekedar saran, silakan diikuti dan silakan pula diabaikan, gunakan preferensi pribadi. Saya menulis tips ini karena sejak beberapa hari yang lalu memperhatikan pola pengenalan spam dari beberapa anti spam dan melihat score masing-masing email yang masuk. Siapa tahu bermanfaat.

Akhir Dari Sebuah Pencarian

Enda Nasution's Quiclinks enda

Ada dua bentuk perjalanan biasanya, sebuah pelarian atau sebuah pencarian. Kita melakukan perjalanan untuk lari dari sesuatu, atau kita melakukan perjalanan untuk mencari sesuatu. Kita lari dari kesibukan untuk mencari sesuatu, sebuah perasaan yang hilang, atau sebuah suasana yang jarang kita dapatkan lagi. Di Episode 4 dari Online Drama persembahan Chevrolet Spin Activ ini, yang […] The post Akhir Dari Sebuah Pencarian appeared first on Enda Nasution's Weblog.

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]

Update Firmware pada Server HP/Compaq Proliant-Bagian 2

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Setelah proses mendapatkan iso firmware dan HP Service Pack for Proliant (SSP), saya siap melakukan proses update firmware. Untuk melakukan update firmware ini, saya melakukannya 2x. Yang pertama menggunakan DVD yang berisi hasil burning file firmware-10.10-0.iso. Berikut adalah langkah-langkahnya :

  1. Hidupkan server dengan posisi boot via CD/DVD ROM
  2. Karena tidak mau repot, saat pilihan pertama, saya pilih automatic (bertolak belakang dengan tampilan screenshot dibawah ini :-D) :
    vavai-update-firmware1
  3. Tunggu hingga update firmware selesai dijalankan. Prosesnya butuh waktu sekitar 5-15 menit
  4. Setelah selesai, restart server dan jangan lupa keluarkan DVD firmware yang sebelumnya dimasukkan

Setelah update firmware tahap 1, saya melakukan update ulang menggunakan DVD Service Pack for Proliant (SSP) versi 2014.06.0. Kali ini saya berusaha menjadi SysAdmin sejati dengan memilih menu interactive :-D. Berikut adalah beberapa screenshot yang saya ambil siapa tahu bisa membantu sebagai gambaran prosesnya. Mohon maaf kalau foto-nya agak miring karena tangan saya kesemutan (ahlesyan :-P)

vavai-update-firmware2

vavai-update-firmware3

vavai-update-firmware4

vavai-update-firmware5

Setelah proses update, saya melakukan restart server dan menggunakan CD/DVD HP Start Smart untuk melakukan konfigurasi RAID storage. Berikut adalah prosesnya :

20141116_091211

Setelah booting dan masuk ke menu, pilih menu Maintenance

20141116_091413

Pada pilihan berikutnya, pilih menu HP Array Configuration and Diagnostics

20141116_091446

Pada pilihan Select an available device, pilih RAID Controller yang tersedia

20141116_091509Pada menu Available Tasks, pilih menu Controller settings, Arracy Accelerator Settings dan Physical Driver Write Cache Settings, kemudian aktifkan write cache ratio dan nobatterywritecache pada masing-masing pilihan yang tersedia. Lihat screenshot berikut untuk gambar lebih jelas.

20141116_091541

20141116_091550

20141116_091603

20141116_091614

Sebagai tambahan informasi, pilihan nobatterywritecache bisa diaktifkan, namun HP akan memperingatkan bahwa jika tiba-tiba power off, data yang sedang diproses bisa jadi akan hilang karena tidak disimpan sementara di battery backup. Artinya, jika pilihan ini dijalankan, pastikan server dilindungi oleh UPS dari kemungkinan mati listrik mendadak.

Contoh diatas saya menggunakan skema RAID-0. Ini hanya ilustrasi, rekomendasinya adalah menggunakan RAID 1+0 untuk production server, terutama untuk data yang sifatnya penting.

Berikut adalah hasil test kecepatan setelah proses update firmware, dengan menggunakan perintah yang ada di artikel ini : Tips Mengecek Kecepatan dan Performa Baca-Tulis Harddisk

vavai-hp-proliant-write-performance

Update Firmware pada Server HP/Compaq Proliant-Bagian 1

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Salah satu masalah utama pada 2 unit server HP Proliant ML 370 G5 yang tiba di markas Excellent beberapa waktu yang lalu adalah lambatnya akses write pada harddisk yang menggunakan RAID Controller P400. Masya kecepatan write hanya 4 MB/s??

Saya sudah coba menggunakan beberapa kombinasi baik RAID 1+0, RAID 5, RAID 1 bahkan RAID 0, hasilnya tetap poor performance. Saat mengeceknya menggunakan HP Smart Start maupun HP ACUCLI, diketahui bahwa kombinasi cache ratio = 100% read, 0% write, pantas saja kemampuan write-nya ngeselin :-P.

Saat saya coba aktifkan pilihan nobatterywritecache dan mengubah pilihan cache ratio via hpacucli dengan perintah :

controller slot=1 modify nobatterywritecache=enable
ctrl slot=1 modify cacheratio=25/75

Pesan errornya adalah bahwa perintah kedua tidak bisa diterapkan. Baca-baca literatur lebih detail, untuk meningkatkan kecepatan write, rekomendasinya adalah menambahkan BBWC alias Battery Backup Write Cache, yang sialnya tidak include didalam server yang saya beli ini.

logo

Saya sudah hendak menyerah dan berniat membeli BBWC di Ebay atau Amazon namun sempat terpikir, kenapa tidak mencoba update firmware, siapa tahu bisa jadi clue untuk perbaikan performa. Akhirnya saya coba download HP Service Pack for Proliant (SSP). Saat tulisan ini saya buat dan saat saya lagi oprek server tersebut, versi SSP terbaru adalah 2014.09.0, yang sialnya, sudah tidak lagi support HP server Proliant G5. Saya coba cari di archive SSP, versi terakhir yang support Server Proliant G5 adalah SSP versi 2014.06.0. Okelah, saya akan coba download file iso ini yang berukuran sekitar 3.5 GB.

Masalah berikutnya muncul. Untuk download SSP, HP meminta syarat adanya garansi/support yang masih berlaku. Lha ini server lama, sudah tidak ada garansi support lagi. Akhirnya saya coba cari di Google dan mendapatkannya. Untuk mendapatkannyapun mesti berjuang, saya mesti mendownloadnya via server cloud Excellent yang ada di Singapore karena download langsung dari markas Excellent lambat sekali.

hp-ml-370-g5

SSP sudah didapatkan, saat dijalankan ternyata tidak berjalan secara normal, dalam arti tidak mau melakukan update firmware. Saya sempat membaca dari beberapa referensi, ternyata saya mesti melakukan update dulu menggunakan file ISO lainnya, nama file iso-nya : firmware-10.10-0.iso. File ini saya dapatkan dari browsing di Google dan saya download via server cloud Excellent yang ada di Singapore kemudian baru saya download via server Jakarta dan Bekasi.

Setelah kedua file ISO tersebut saya dapatkan, saya burning ke DVD dan saya siap melakukan update firmware. Perjalanan yang panjang hanya untuk update firmware, tapi saya no retreat no surrender ;-). Seperti moto openSUSE : Have a lot of fun :-D

Tulisan ini akan berlanjut ke bagian kedua, karena saya butuh mengumpulkan screenshot :-)

Bagian kedua tulisan ini bisa dibaca disini : Update Firmware pada Server HP/Compaq Proliant-Bagian 2

Mengecek Kondisi Bandwidth dan Kualitas Network dengan Iperf

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Iperf adalah alat untuk mengukur bandwidth dan kualitas link jaringan, tersedia pada sistem Linux, berukuran kecil dan dapat diinstall dengan mudah. Pada openSUSE atau SLES, perintahnya adalah :

zypper in iperf

Pada distro Debian atau Ubuntu perintah zypper in bisa diganti menjadi apt-get install menjadi :

apt-get install iperf

Sedangkan pada distro Red Hat, CentOS, Fedora dan turunan Red Hat lainnya, iperf bisa diinstall dengan perintah yum :

yum install  iperf

contoh-koneksi-network

 

Jika saya ingin mengecek kualitas koneksi dan bandwidth antara 2 buah komputer, misalnya antara server IP 192.168.2.22 dengan klien IP 192.168.2.21, maka saya melakukan instalasi dikedua komputer dan  menjalankan perintah berikut melalui terminal/konsole di server :

iperf -s

Kemudian disisi klien menjalankan perintah untuk koneksi :

iperf -c 192.168.2.22

Setelah itu, coba test melakukan penyalinan data antara server dengan klien, misalnya data sebesar 1-2 GB, maka iperf window akan menampilkan rata-rata bandwidth diantara kedua komputer seperti screenshot berikut ini :

vavai-iperf1

vavai-iperf2

Kedua screenshot diatas menampilkan koneksi diantara 2 buah server virtualization berbasis Proxmox yang masing-masing memiliki 2 buah network card. Network card pertama digunakan untuk manajemen sedangkan network card kedua terhubung dengan switch gigabit untuk keperluan storage.

Selain digunakan untuk hal sederhana seperti diatas, Iperf juga memiliki beberapa parameter yang bermanfaat untuk digunakan, salah satu contohnya ada pada panduan di artikel ini : iperf: a simple but powerful tool for troubleshooting networks. Iperf juga bisa dikombinasikan dengan aplikasi jperf berbasis Java untuk menampilkan kondisi bandwidth secara visual.

VMware VIB : Menambahkan, Menampilkan Daftar & Menghapus File Driver Tambahan

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Saya punya 1 project pribadi yang sudah lama menjadi agenda utama ngoprek, yaitu meggunakan Infiniband Card untuk koneksi antar host di VMware vSphere. Infiniband ini semacam network card, namun punya kecepatan rata-rata yang lebih tinggi. Minimal kecepatannya adalah 10 GB/s. Versi terbaru (Gen 4) malah punya kecepatan 100 GB/s. Wow, keren sekali kan :-)

Yap, memang keren, karena harganya pun keren. Beberapa bulan yang lalu saya sempat membeli 3 buah Infiniband card di ebay.  Infiniband ini memiliki kecepatan rendah, yaitu 10 GB/s . Meski rendah, cukuplah untuk testing home lab di markas Excellent DJ.

Karena driver default dari vSphere tidak mengenali Infiniband card ini, saya perlu memasukkan drivernya agar bisa dikenali. Terkait hal ini, saya bertemu dengan konsep VIB dan penggunaannya di vSphere. Sebenarnya sih pernah ketemu juga sewaktu awal-awal belajar vSphere, yaitu saat menggunakan vSphere Customizer untuk memodifikasi file ISO installer vSphere agar turut memasukkan driver yang diinginkan.

vavai infiniband card

VIB pada dasarnya adalah package untuk ESXi/vSphere engine. Istilah VMware, A VIB is an ESXi software package. VMware and its partners package solutions, drivers, CIM providers, and applications that extend the ESXi platform as VIBs. VIBs are available in software depots. You can use VIBs to create and customize ISO images or to upgrade ESXi hosts by installing VIBs asynchronously onto the hosts.

Ada 4 level tipe VIB yang bisa diterima oleh vSphere/Acceptance Level, yaitu VMware Certified, VMware Accepted, Partner Supported dan Community Supported

VMwareCertified
The VMwareCertified acceptance level has the most stringent requirements. VIBs with this level go through thorough testing fully equivalent to VMware in-house Quality Assurance testing for the same technology. Today, only IOVP drivers are published at this level. VMware takes support calls for VIBs with this acceptance level.

VMwareAccepted
VIBs with this acceptance level go through verification testing, but the tests do not fully test every function of the software. The partner runs the tests and VMware verifies the result. Today, CIM providers and PSA plugins are among the VIBs published at this level. VMware directs support calls for VIBs with this acceptance level to the partner’s support organization.

PartnerSupported
VIBs with the PartnerSupported acceptance level are published by a partner that VMware trusts. The partner performs all testing. VMware does not verify the results. This level is used for a new or nonmainstream technology that partners want to enable for VMware systems. Today, driver VIB technologies such as Infiniband, ATAoE, and SSD are at this level with nonstandard hardware drivers. VMware directs support calls for VIBs with this acceptance level to the partner’s support organization.

CommunitySupported
The Community Supported acceptance level is for VIBs created by individuals or companies outside of VMware partner programs. VIBs at this level have not gone through any VMware-approved testing program and are not supported by VMware Technical Support or by a VMware partner.

Agar bisa menginstall driver tambahan dari komunitas, kita perlu mengaktifkan akses SSH dan ESXi CLI melalui vSphere Client | Configuration | Security Profile dan kemudian menurunkan “Acceptance Level” ke Community Supported dengan perintah melalui SSH/Putty :

esxcli software acceptance set --level=CommunitySupported

Untuk menambahkan sebuah driver, misalnya driver Mellanox untuk Infiniband card, salin file driver yang diinginkan (bisa berbentuk .vib atau .zip) kemudian jalankan perintah sebagai berikut :

esxcli software vib install -d /tmp/mlx4_en-mlnx-1.6.1.2-offline_bundle-471530.zip --no-sig-check

Hasilnya :

Installation Result
Message: The update completed successfully, but the system needs to be rebooted for the changes to be effective.
Reboot Required: true
VIBs Installed: Mellanox_bootbank_net-mlx4-en_1.6.1.2-1OEM.500.0.0.406165
VIBs Removed:
VIBs Skipped:

Untuk menampilkan daftar driver termasuk driver yang baru saja kita install, perintahnya adalah :

esxcli  software vib list

Hasilnya adalah daftar VIB driver seperti contoh berikut ini :

vavai-list-vib

Untuk menghapus driver yang pernah diinstall, jalankan perintah remove dengan mengacu pada nama driver yang diinginkan. Misalnya untuk menghapus driver tools-mlnx-mft, perintahnya adalah :

esxcli software vib remove -n=tools-mlnx-mft

Meski terlihat mesti “ngoprek”, perintah-perintah terhadap VIB tidak terlalu sulit untuk dipelajari dan bermanfaat jika suatu waktu ada network card atau storage yang tidak dikenali secara langsung oleh VMware vSphere.

Debian 7 Wheezy, HP Proliant ML 370 G5 & Broadcom NetXtreme II/bnx2 driver

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Akhir pekan ini saya stand by di markas Excellent, selain untuk memulihkan kesehatan karena “my body is not delicious” :-), saya juga ingin test install Proxmox VE diatas HP Proliant ML 370 G5 (jangan bosan mendengarnya, karena kebetulan saya cuma punya server ini, hehehe…).

Instalasi Proxmox yang saya ingin coba adalah instalasi via Debian 7 Wheezy. Instalasi Proxmox 3.3 via Proxmox Installer berjalan dengan normal, sukses mengenali network card maupun RAID Controller, namun instalasi menggunakan Debian baik via netinstall ISO maupun via DVD gagal karena tidak mengenali driver Broadcom.

Saya sempat heran, saat dulu masih Debian 6 “Squezee”, saya juga sempat gagal install karena hal yang sama. Saya pikir kebangetan banget sih si Debian, nggak ada update driver di versi berikutnya. Ternyata driver Broadcom itu tidak dikenali bukan karena Debian nggak update melainkan karena by design memang sengaja tidak dimasukkan oleh Debian karena bukan aplikasi free. Tidak disertakan pada CD maupun DVD karena tidak secara default fit dengan lisensi open source yang digunakan oleh Debian.

Debian-logo

Meski demikian, kita bisa tetap melakukan instalasi driver tersebut. Dari semua cara, yang paling mudah adalah dengan menggunakan bantuan aplikasi Unetbootin dan menggunakan USB sebagai Debian Live Installer. Cara ini bisa diterapkan baik untuk Debian NetInstall ISO maupun Debian CD/DVD Installer.

Caranya adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan file ISO Netinstall, CD atau DVD Debian 7
  2. Siapkan USB flash disk, sesuaikan kapasitasnya dengan ukuran file ISO yang digunakan
  3. Download file driver Broadcom network card untuk Debian 7http://packages.debian.org/wheezy/all/firmware-bnx2/download
  4. http://packages.debian.org/wheezy/all/firmware-bnx2x/download
  5. Download aplikasi Unetbootin disini : http://unetbootin.sourceforge.net/. Unetbootin tersedia baik untuk Windows, Linux maupun Mac
  6. Jadikan USB flashdisk sebagai USB live installer menggunakan Unetbootin :vavai-debian-unetbootin
  7. Setelah selesai, masukkan file driver (.deb) yang sudah didownload ke dalam folder firmware dari USB. Tidak usah diekstrak karena installer Debian bisa secara otomatis mendeteksinya
  8. Install server dengan menggunakan USB live installer, semestinya tidak ada komplain mengenai driver network card Broadcom dan installer berjalan dengan normal hingga selesai.

Jika menggunakan CD/DVD installer, prosesnya agak sedikit lebih rumit, karena file driver harus dimasukkan kedalam file iso sebelum diburning. Untuk melakukannya bisa menggunakan beberapa tools modifikasi ISO yang tersedia.

Samsung to launch a new mobile video service

BudiPutra.com - Tech blog Budi Putra

samsung_phone_by_gizmodoLooks like Samsung is trying to be a media company, too — just like jumping into the crowded bandwagon.

The South Korean company is rebooting its mobile video strategy with “tens of millions of dollars” investment, the Information reports.

The idea is to create a short-form video as a new mobile service. Think Netflix, but lower-budget and probably without Kevin Spacey,” wrote Gizmodo. According to CNET, as a comparison, Netflix’s original content budget is roughly $350 million.

Samsung has ditched its Video Hub last year, because of conflicts with Google’s Play Store, but it apparently hasn’t given up. This move is Samsung’s another attempt in finding a way to deliver consumer media services.

Konfigurasi Waktu Deferred Email/Queue Life Time pada Zimbra 8.51

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Zimbra 8.5 merupakan update “setengah” major dari aplikasi Zimbra Collaboration Suite. Saya menyebutnya update setengah major karena dari sisi versi merupakan bagian dari update minor Zimbra versi 8.x.x namun perubahan yang terjadi cukup frontal karena disiapkan sebagai intermediate update sebelum rilis Zimbra versi 9.

Salah satu yang berubah frontal adalah setting/modifikasi terhadap konfigurasi Postfix sebagai engine mail server Zimbra. Sebagian besar perintah yang awalnya bisa menggunakan postconf nama parameter atau menggunakan perintah postconf postfix_nama_parameter berubah menjadi prefix Zimbra.

Salah satu masalah yang terjadi adalah saat saya hendak mengurangi waktu queue.

Secara default, parameter queue lifetime pada sistem Zimbra mail server adalah 5 hari. Ini berarti jika ada email yang gagal terkirim (misalnya over quota, salah tulis alamat email, masalah disisi tujuan), email akan tetap dipertahankan oleh Zimbra didalam queue selama  5 hari. Jika selama 5 hari masih gagal dikirim, email akan dikembalikan ke pengirim dengan pesan “Mailer Daemon”

Feature ini bermanfaat jika masalah ada disisi server tujuan, agar jangan sampai email langsung bounce jika server tujuan mengalami gangguan sesaat. Lebih bijak jika server berusaha mengirimkannya beberapa kali sebelum akhirnya menyatakan menyerah :-)

logo-zimbra

Meski demikian, pemberitahuan gagal kirim yang terjadi setelah 5 hari berselang dianggap terlalu lambat oleh sebagian SysAdmin. Jika merasakan hal yang sama, kita bisa mengubah parameter queue life time pada Zimbra agar proses mailer daemon bisa lebih cepat meresponnya.

Contoh, default postfix untuk perintah Queue Life Time adalah :

postconf bounce_queue_lifetime

Panduan settingnya bisa dibaca disini : Tips Zimbra : Konfigurasi Waktu Deferred Email (Queue Life Time/Mailer Daemon)

Sedangkan pada Zimbra 8.x (sebelum Zimbra 8.5), perintah untuk menggantinya adalah dengan perintah :

zmlocalconfig -e bounce_queue_lifetime

yang akan mengubah parameterpostfix_bounce_queue_lifetime.

Pada Zimbra 8.5, hal diatas berubah lagi karena konfigurasi Postfix sekarang dimasukkan ke  LDAP. Untuk mengurangi waktu bounce time sehingga email yang gagal kirim bisa langsung mailer daemon undelivered ke pihak pengirim-misalnya usia antrian maksimal 1 jam dan jika belum terkirim akan muncul pesan undelivered, perintahnya adalah sebagai berikut :


zmprov ms mail.excellent.co.id zimbraMtaBounceQueueLifetime 1h

Sedangkan untuk mengecek isi konfigurasi apakah sudah benar atau belum, bisa menggunakan perintah zmprov gs :


zmprov gs mail.excellent.co.id zimbraMtaBounceQueueLifetime

Jika ada yang curious mengapa sih ada perubahan-perubahan perintah yang bisa jadi membingungkan Admin yang menggunakan versi sebelumnya, kemungkinan besar hal ini karena Zimbra mengkonsolidasikan setting agar lebih mudah dikonfigurasi. Semua konfigurasi dipusatkan di LDAP dan bisa tetap ada meski ada proses upgrade.

Tips Mengecek Kecepatan dan Performa Baca-Tulis Harddisk

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Hard-DiskBeberapa waktu yang lalu, saya membeli 2 buah server bekas, HP Proliant ML-370 G5. Karena berasumsi server branded punya kapabilitas baca-tulis yang lebih baik daripada server rakitan, dengan PD saya melakukan instalasi VMware vSphere 5.5 diatasnya, kemudian membuat 1 buah VM yang diinstall Linux SUSE, 1 buah VM berisi Linux Ubuntu. Proses instalasi berjalan saaaaaangat lambat.

Dengan mengacu pada perilaku dan lamanya proses instalasi, kemungkinan ada masalah di storage, tapi bagaimana caranya saya tahu performa dan kecepatan harddisk sehingga yakin masalahnya ada disitu. Saya butuh tools atau perintah yang bisa saya gunakan untuk mengecek kecepatan harddisk.

Pada sistem Linux, hal ini sangat mudah dilakukan. Cukup menjalankan perintah berikut :


dd if=/dev/zero of=testfile bs=1M count=1024

Perintah diatas akan melakukan copy data “palsu” sebesar 1 GB. Nantinya akan tampil kecepatan penulisan data ke harddisk.

Ternyata hasilnya adalah kecepatan menulis adalah 4 MB/s. Gile lu Ndro, kalau kecepatan penulisan hanya 4 MB/s, kapan selesainya jika diminta melakukan penulisan data sebesar 1 GB. Pasti useless.

Sebagai pembanding, berikut adalah kecepatan baca tulis harddisk pada laptop saya. Sesuai yang saya tuliskan pada artikel sebelumnya : Instalasi openSUSE 13.2 pada laptop ASUS A46C, laptop saya menggunakan 2 buah harddisk terdiri dari 1 buah harddisk SSD Intel 120 GB dan 500 GB harddisk SATA 5400 RPM. openSUSE aya install pada harddisk SSD dan performanya sangat responsif.

Kecepatan penulisan data pada harddisk SATA :

vavai-performa-write-data-sata

Kecepatan penulisan data pada harddisk SSD:

vavai-performa-write-data-ssd

Terlihat pada screenshot diatas, kecepatan penulisan data pada harddisk SSD hampir 10X dari  kecepatan penulisan data pada harddisk SATA. Meski demikian, kecepatan harddisk SATA ini bahkan masih sekitar 25X lebih cepat daripada kecepatan penulisan data pada harddisk yang ada di server HP Proliant ML-370 G5.

Selain dengan perintah diatas, kita juga bisa melakukan instalasi aplikasi hdparm dengan perintah :


zypper in hdparm

Kemudian menjalankan pengecekan dengan perintah :


hdparm -t /dev/sda

Contoh hasilnya sebagai berikut :

Harddisk SATA :

hdparm-sata

Harddisk SSD :

hdparm-ssd

Dari beberapa hasil pembanding diatas, saya mengambil kesimpulan bahwa ada sesuatu yang perlu diimprove disisi server HP Proliant ML-370 G5. Data diatas juga bisa menjadi pertimbangan jika saya hendak membeli harddisk antara kapasitas besar dengan performa yang tinggi.

Proses improvement terhadap kualitas baca-tulis pada storage HP Proliant ML-370 G5 akan saya tuliskan pada artikel berikutnya. Semoga saya bisa menyempatkan diri menuliskannya :-)

Mounting Folder Remote Server via SSHFS

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Sebagian server yang saya kelola berbasis Linux Server. Server-server tersebut bisa diakses menggunakan SSH yang biasanya menjadi default akses pada server Linux. Adakalanya saya ingin menggunakan resource/folder/data yang ada pada salah satu server untuk digunakan sementara waktu namun tidak ingin menyalinnya ke harddisk lokal. Jika disalin ke folder lokal, selain akan membebani kapasitas disk, tentu akan sekaligus membutuhkan waktu untuk melakukan prosesnya, terutama jika datanya cukup besar.

Daripada melakukan proses penyalinan data, akan lebih mudah jika saya melakukan mounting network share tersebut ke harddisk lokal. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan protokol SSHFS. Prosesnya sangat mudah dan hanya membutuhkan beberapa perintah untuk mengaktifkannya. Berikut adalah cara mengaktifkannya pada openSUSE/SLES. Cara yang sama dengan sedikit perbedaan pada proses instalasi paket aplikasi dapat diterapkan pada distro Linux lainnya seperti CentOS, Ubuntu, Debian, Fedora dan lain-lain.

storage_4

INSTALASI

Jalankan perintah berikut pada openSUSE/SLES.


zypper install sshfs

Pada Ubuntu/Debian, cukup mengganti perintah zypper dengan apt-get sedangkan pada CentOS/Fedora/Red Hat cukup mengganti perintah zypper dengan yum. Contoh :


apt-get install sshfs

atau


yum install sshfs

PENGGUNAAN

Untuk menggunakan sshfs, cukup melakukan perintah mounting dengan format sebagai berikut :


sshfs user@server:/folder-server /folder-lokal

Jika menggunakan port lain selain port default SSH (port 22), tambahkan parameter -p


sshfs user@server:/folder-server /folder-lokal   -p 10212

 

Misalnya saya ingin melakukan mounting folder /srv pada server 192.168.1.254 dengan user name root ke folder lokal /home/vavai/data maka perintahnya adalah :


sshfs [email protected]:/srv     /home/vavai/data

Saat perintah diatas dijalankan, sshfs akan melakukan koneksi ssh dan meminta masukan password. Agar bisa diakses oleh user normal (bukan root), perintah sshfs diatas harus dijalankan dengan user tersebut. Jika dijalankan oleh user root, hasil mounting hanya bisa diakses oleh user root juga. Jika proses mount ingin berjalan secara otomatis tanpa butuh masukkan password, lakukan setting SSH tanpa password dengan  merujuk pada panduan ini : Panduan Konfigurasi SSH tanpa Password

UNMOUNT
Setelah selesai digunakan, kita bisa melepas mount dengan perintah :


unmount /home/vavai/data

SSHFS ini sangat bermanfaat karena proses komunikasi data dilakukan melalui jalur secure shell, mudah dikonfigurasi dan setelah dimount, kita bisa bekerja terhadap data didalamnya sebagaimana jika data tersebut ada pada harddisk lokal.

Ariana – Rock The Future

Enda Nasution's Quiclinks enda

Kalau di episode-episode sebelumnya kita lebih mengenal tokoh ayah, maka di episode 3 ini kita mengikuti cerita sang anak Ariana. Ceritanya Ariana ditelpon oleh pacarnya (temen deketnya), yang anak band, rupanya mobil grup band-nya ini mogok dan Ariana yang rupanya sang organizing comittee merangkap manajer datang menyelamatkan dengan Chevy Spin Activ bokapnya. Santaai, mobilnya gampang […] The post Ariana – Rock The Future appeared first on Enda Nasution's Weblog.

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]

Instalasi HP Array Configuration Utility CLI (HPACUCLI) pada CentOS 6.6 64 bit

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Terkait dengan kedatangan 2 buah HP Server Proliant ML-370 G5, saya membutuhkan tools untuk mengecek kapabilitas dan kemampuan server ini. Saya sudah mendownload dan menggunakan HP SmartStart untuk mengakses Array Configuration Utility sekaligus melakukan setup RAID disk. Untuk melakukan manajemen dan mengecek konfigurasi Array Controller dan RAID via server Linux, saya melakukan instalasi aplikasi HPACUCLI.

Centos-Logo

HPACUCLI atau HP Array Configuration Utility CLI adalah tools berbasis Command Line Interface/CLI yang bisa digunakan melalui Linux untuk mengecek dan memodifikasi konfigurasi sistem HP Array/RAID Controller. Berikut adalah panduan instalasi menggunakan CentOS 6.6 64 bit :

  1. Gunakan konfigurasi default dari server
  2. Install CentOS 6.6 64 bit minimal server
  3. Pastikan sistem CentOS bisa mengakses internet dengan baik
  4. Jalankan perintah berikut dengan hak akses root :
    wget http://downloads.linux.hp.com/SDR/downloads/bootstrap.sh
    chmod +x bootstrap.sh
    ./bootstrap.sh -d centos -r 6.5 -a x86_64 MCP
    

    Contoh tampilannya adalah sebagai berikut :[root@localhost opt]# ./bootstrap.sh -d centos -r 6.5 -a x86_64 MCP
    warn : cannot find command : lsb_release
    note : You must read and accept the License Agreement to continue.
    Press enter to display it …
    END USER LICENSE AGREEMENTPLEASE READ CAREFULLY: THE USE OF THE SOFTWARE IS SUBJECT TO THE TERMS AND CONDITIONS THAT FOLLOW (“AGREEMENT”), UNLESS THE SOFTWARE
    IS SUBJECT TO A SEPARATE LICENSE AGREEMENT BETWEEN YOU AND HP OR ITS SUPPLIERS. BY DOWNLOADING, INSTALLING, COPYING, ACCESSING, OR US
    ING THE SOFTWARE, OR BY CHOOSING THE “I ACCEPT” OPTION LOCATED ON OR ADJACENT TO THE SCREEN WHERE THIS AGREEMENT MAY BE DISPLAYED, YOU
    AGREE TO THE TERMS OF THIS AGREEMENT, ANY APPLICABLE WARRANTY STATEMENT AND THE TERMS AND CONDITIONS CONTAINED IN THE “ANCILLARY SOFT
    WARE” (as defined below). IF YOU ARE ACCEPTING THESE TERMS ON BEHALF OF ANOTHER PERSON OR A COMPANY OR OTHER LEGAL ENTITY, YOU REPRES
    ENT AND WARRANT THAT YOU HAVE FULL AUTHORITY TO BIND THAT PERSON, COMPANY, OR LEGAL ENTITY TO THESE TERMS. IF YOU DO NOT AGREE TO THE
    SE TERMS, DO NOT DOWNLOAD, INSTALL, COPY, ACCESS, OR USE THE SOFTWARE, AND PROMPTLY RETURN THE SOFTWARE WITH PROOF OF PURCHASE TO THE
    PARTY FROM WHOM YOU ACQUIRED IT AND OBTAIN A REFUND OF THE AMOUNT YOU PAID, IF ANY. IF YOU DOWNLOADED THE SOFTWARE, CONTACT THE PARTY
    FROM WHOM YOU ACQUIRED IT.QUANTITY OF DEVICES:

    1. GENERAL TERMS

    a. You and Your refer either to an individual person or to a single legal entity.

    b. HP means Hewlett-Packard Company or one of its subsidiaries.

    c. HP Branded means Software products bearing a trademark or service mark of Hewlett-Packard Company or any Hewlett-Packard Compan
    y Affiliate, and embedded HP selected third party Software that is not offered under a third party license agreement.

    d. Software means machine-readable instructions and data (and copies thereof) including middleware and related updates and upgrade
    s You may be separately authorized to receive, licensed materials, user documentation, user manuals, and operating procedures. “Ancill
    ary Software” means all or any portion of Software provided under public, open source, or third party license terms.

    e. Specification means technical information about Software products published in HP product manuals, user documentation, and tech
    nical data sheets in effect on the date HP delivers Software products to You.

    f. Transaction Document(s) means an accepted customer order (excluding pre-printed terms) and in relation to that order, valid HP
    Do you accept? (yes/no) yes

  5. Jalankan perintah install aplikasi hpacucli :
    yum install hpacucli
    

    Contoh hasil instalasi :
    [root@localhost opt]# yum install hpacucli
    Loaded plugins: fastestmirror
    Setting up Install Process
    Loading mirror speeds from cached hostfile
    HP-MCP | 1.9 kB 00:00
    HP-MCP/primary_db | 8.4 kB 00:00
    Resolving Dependencies
    –> Running transaction check
    —> Package hpacucli.x86_64 0:9.40-12.0 will be installed
    –> Finished Dependency Resolution
    Dependencies Resolved======================================================================================================================================
    Package Arch Version Repository Size
    ======================================================================================================================================
    Installing:
    hpacucli x86_64 9.40-12.0 HP-MCP 6.5 MTransaction Summary
    ======================================================================================================================================
    Install 1 Package(s)

    Total download size: 6.5 M
    Installed size: 19 M
    Is this ok [y/N]: y
    Downloading Packages:
    hpacucli-9.40-12.0.x86_64.rpm | 6.5 MB 00:59
    Running rpm_check_debug
    Running Transaction Test
    Transaction Test Succeeded
    Running Transaction
    Installing : hpacucli-9.40-12.0.x86_64 1/1

    DOWNGRADE NOTE: To downgrade this application to any version prior to 9.10.x.x, the current RPM must be manually uninstalled using the “rpm -e” command before any prior versions can be installed.

    LOCKING NOTE: The locking mechanism starting with versions 9.10.X.X, are not compatible with prior versions of the applications. Therefore, mixing older and newer versions of the various applications (ACU, HPACUCLI, HPACUSCRIPTING) is not recommended.

    Verifying : hpacucli-9.40-12.0.x86_64 1/1

    Installed:
    hpacucli.x86_64 0:9.40-12.0

    Complete!

  6. Untuk mencobanya, cukup menjalankan perintah hpacucli, nantinya akan ada prompt perintahnya. Sebagai contoh, pada prompt yang tersedia, saya menjalankan perintah : ctrl all show config yang akan menampilkan isi RAID Controller. Untuk perintah detail lainnya bisa merujuk ke tulisan disini : HPACUCLI Examples.
    [root@localhost opt]# hpacucli
    HP Array Configuration Utility CLI 9.40.12.0
    Detecting Controllers…Done.
    Type “help” for a list of supported commands.
    Type “exit” to close the console.
    => ctrl all show configSmart Array P400 in Slot 1 (sn: PAFGL0R9SX81JP)

    array A (SATA, Unused Space: 0 MB)

    logicaldrive 1 (465.7 GB, RAID 1+0, OK)

    physicaldrive 1I:1:1 (port 1I:box 1:bay 1, SATA, 250 GB, OK)
    physicaldrive 1I:1:2 (port 1I:box 1:bay 2, SATA, 250 GB, OK)
    physicaldrive 1I:1:3 (port 1I:box 1:bay 3, SATA, 250 GB, OK)
    physicaldrive 1I:1:4 (port 1I:box 1:bay 4, SATA, 250 GB, OK)

Selain untuk CentOS, hpacucli juga tersedia untuk distro Linux lainnya, selengkapnya bisa merujuk kesini : http://downloads.linux.hp.com/SDR/downloads/MCP/

Kedatangan 2 Unit HP Server Proliant ML-370 G5 di Markas Excellent

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Beberapa waktu yang lalu, salah satu rekan saya menawarkan 2 unit HP Server lama, Rack Server 5U HP Proliant ML-370 G5. Saya pikir tadinya semua server tipe ML adalah tipe tower sedangkan tipe DL adalah tipe rack. Sewaktu rekan saya tersebut bilang HP Proliant ML tipe rack, saya pikir ia bercanda atau salah lihat spesifikasi.

Server Proliant ini didapatkan dari hasil refurbished. Saya tertarik membelinya karena memang sedang butuh server untuk simulasi Virtualization technology sekaligus test OpenStack/CloudStack di markas Excellent.

Saat datang, ternyata spesifikasi RAM dibawah harapan. Defaultnya hanya 2 GB. Sulit untuk saya gunakan sebagai server virtualization, karena VMware vSphere 5.5 saja butuh memory minimal 4 GB. Saya tanya ke beberapa rekan dan juga update status di FB apakah ada yang punya stock memory server tipe ECC ini. Ternyata agak sulit mendapatkannya. Kalaupun ada, 1 keping hanya 1 atau 2 GB, padahal saya ingin minimal 1 keping 4 GB, jadi dari total 8 slot memory per socket bisa mendapatkan 32 GB. Jika 1 socket processor saya tambahkan dan slot memory saya penuhi, bisa mendapat 64 GB memory. Cukup memadai untuk simulasi training dan trial sistem.

hp-ml-370-g5

Untuk menambahkan memory, saya membelinya via Ebay dan membayarnya menggunakan PayPal. Agar tidak kecewa, saya membeli 4 * 4 GB, jadi total 16 GB memory, jaga-jaga jika memory tidak cocok atau kualitasnya tidak bagus. Saya pesan sekitar 3 minggu yang lalu dan tiba di markas Excellent pekan lalu. Saat saya pasang, semua memorynya cocok, jadi saat ini 1 server memiliki 18 GB memory.

Server ini juga punya RAID Controller hardware, dengan 4 buah harddisk masing-masing berkapasitas 250 GB. Dengan RAID 1 atau RAID 10, saya bisa mendapatkan kapasitas 500 GB, lebih dari cukup untuk sekedar simulasi training. Apalagi untuk virtualization saya bisa menggunakan shared storage/storage external.

Nantinya kedua server ini akan saya samakan spesifikasinya. Minimal RAM 32 GB dengan kapasitas disk minimal 500 GB. Saya juga hendak melengkapi socket processor, memenuhi slot harddisk dan sekaligus membeli battery-backup untuk write cache RAID controller agar performa write data lebih maksimal.

Jadi ingat masa-masa awal punya komputer, saya mesti mencicil beli CPU terlebih dahulu, baru kemudian monitor, keyboard, mouse dan lain-lain :-).

Share Pengalaman : Upgrade Mail Server Multi Node

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Beberapa waktu yang lalu, saya bersama team Excellent berangkat ke kantor klien untuk melakukan proses upgrade mail server. Upgrade mail server sebenarnya bukan sesuatu yang baru bagi team Excellent, namun upgrade mail server dalam skema multi server memiliki pressure yang lebih tinggi. Selain karena jumlah server ada sekitar 20 VM, jumlah account sekitar 30 ribu dan trafik yang cukup tinggi membuat proses upgrade harus direncanakan dan dijalankan dalam tenggat waktu yang ketat. Upgrade ini juga mutlak diperlukan karena ada beberapa celah keamanan sistem pada versi sebelumnya yang dikhawatirkan akan menjadi sumber exploit yang digunakan untuk mengganggu operasional sistem.

Untuk keperluan tersebut, saya berangkat dengan team Excellent secara komplit. Membawa kendaraan sendiri dan membuat simulasi sebelumnya di markas Excellent. Meski persiapan sudah cukup lama dan simulasi sudah dilakukan, saya tetap merasa khawatir karena proses rollback jika terjadi kegagalan upgrade tidak terlalu mudah dilakukan.

maintenance

Masalah rollback ini tidak mudah dilakukan karena proses backup secara snapshot dan cloning tidak memungkinkan untuk dilakukan. Alasannya simple dan klasik. Kapasitas disk untuk menampung tidak mencukupi, karena kapasitas masing-masing mailbox sebesar 2 TB dan kapasitas storage untuk backup masih dalam proses pengadaan. Plan B yang saya lakukan terhadap hal ini adalah melakukan rsync data seluruh folder mailbox sebagai tindakan antisipasi jika suatu waktu ada keperluan recovery.

Proses upgrade rencananya dilakukan pada hari Sabtu malam atau Minggu dini hari. Untuk keperluan ini perlu ada down time sistem karena prosesnya harus dilakukan secara berurutan dan simultan. Saya minta waktu antara 6-8 jam namun manajemen klien hanya memberikan waktu maksimal 5 jam, mulai pukul 01.00 dini hari hingga pukul 06.00 WIB. Pemilihan waktu hari Sabtu malam atau Minggu dini hari diambil berdasarkan data statistik 1-2 minggu terakhir yang menunjukkan pada periode tersebut trafik email relatif sepi, dalam kisaran 10 ribu hingga 20 ribu email per jam dibandingkan saat peak yang bisa mencapai 50 ribu hingga 150 ribu email per jam.

Team Excellent berangkat ke kantor klien sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba di sekitaran lokasi sekitar pkl. 12.00 WIB. Perlengkapan di drop dulu di hotel sekaligus istirahat sejenak dan kami baru keluar untuk makan siang sekaligus berangkat ke kantor klien sekitar pkl. 16.00 WIB. Waktunya memang masih agak lama karena proses upgrade sendiri baru akan dilaksanakan jam 1 malam namun saya memerlukan waktu pengecekan akhir jadi memutuskan untuk tiba di kantor klien lebih awal.

Setelah proses pengecekan akhir selesai dilakukan, saya menemukan ada beberapa VM yang tidak bisa diupgrade secara mulus. Salah satunya adalah VM LDAP replica yang menjadi sumber authentikasi account bagi mailbox server dan MTA server. Saya coba 2-3 kali ternyata hasilnya masih sama dan saya merasa ini bisa menjadi batu sandungan saat proses upgrade sebenarnya dilakukan, meski ada harapan bahwa masalah itu terjadi karena skema network simulasi berbeda dengan skema server production.

Proses upgrade dilaksanakan tepat pukul 01.00 WIB, dengan urutan sebagai berikut :

  1. Shutdown service sistem mail server, non aktif auto service saat sistem booting
  2. Power off VM
  3. Penyesuaian standarisasi spesifikasi VM, terutama mencakup memory/RAM, processor/vCPU dan kapasitas disk masing-masing VM
  4. Power on semua VM
  5. Upgrade VM dimulai dari LDAP master, LDAP replica, semua VM proxy dan MTA dan terakhir VM mailbox server

Sesuai dengan perkiraan, ada masalah upgrade LDAP replica, persis dengan situasi simulasi sebelumnya. Setelah saya coba beberapa tips perbaikan tidak berhasil sedangkan waktu terus berjalan dan proses uprade VM lain menunggu upgrade LDAP replica, akhirnya saya memutuskan skenario kedua, yaitu membangun ulang LDAP replica.

Proses pembangunan ulang LDAP replica ini berhasil dilakukan dan saya bisa melanjutkan proses upgrade ke tahap selanjutnya.

Saat waktu sudah berjalan hingga pukul 03.00 WIB, sudah ada sekitar 8 VM yang berhasil diupgrade. Pukul 04.00 WIB sudah ada 14 VM yang berhasil diupgrade. Masih ada sekitar 6 VM yang belum diupgrade dan semuanya merupakan VM krusial karena berisi data mailbox semua user. Sempat agak ragu apakah prosesnya bisa selesai tepat waktu pukul 06.00 WIB atau tidak, namun saya putuskan untuk melanjutkan proses upgrade karena andaikan melakukan proses roll back, waktu yang dibutuhkan juga cukup lama.

vavai-skema-multi-server

Contoh skema multi server

Upgrade mailbox server pertama gagal karena ada pesan kegagalan koneksi ke LDAP replica. Hmmmh, saya mencoba mengecek pesan error yang terjadi namun karena tidak bisa konsentrasi mengingat tenggat waktu yang ketat, akhirnya saya coba skip mailbox server pertama dan melakukan upgrade ke mailbox server kedua. Ternyata upgrade mailbox server kedua hingga terakhir berjalan dengan lancar sesuai harapan, meski waktunya meleset dari jadwal maksimal. Minimal, sebagian user sudah bisa menggunakan sistem dan hanya sebagian user yang masih menunggu karena masih dalam proses upgrade.

Setelah semua mailbox server selesai diupgrade, saya kembali menangani mailbox server pertama. Karena sudah bisa berkonsentrasi, saya bisa memastikan sumber masalah yang terjadi dan kemudian menyelesaikannya. Menjelang pukul 07.00 WIB, semua sistem berhasil diupgrade.

Selesai proses upgrade, saya dan team melakukan proses monitoring log, memastikan akses kirim, terima dan koneksi mail server berjalan dengan lancar. Ujicoba via webmail, email client, mobile devices dan lain-lain berjalan dengan lancar. Mailing list sempat bermasalah karena ada perubahan format dan mekanisme penyimpanan data konfigurasi namun akhirnya bisa diselesaikan dengan baik.

Sekitar pukul 8.00 WIB, proses monitoring masih dijalankan namun saya sudah bisa makan dan minum dengan hati yang tenang. Sebelumnya saya nggak kepingin makan sama sekali, paling minum saja supaya tidak dehidrasi :-). Sambil makan, saya minta team Excellent membereskan semua perlengkapan dan merapikan catatan untuk keperluan laporan pekerjaan.

Sekitar pukul 09.00 WIB, saya berdiskusi dengan pihak pendamping dari team IT klien. Mereka confirmed terhadap pekerjaan yang sudah dilakukan dan proses monitoring bisa dilanjutkan secara remote dari hotel. Kami kembali ke hotel dan saya tidur serasa pingsan mulai dari jam 11 siang sampai sekitar pukul 13.00 WIB.

Menulis pengalaman seperti ini serasa deja vu karena saya pernah menuliskan pengalaman sejenis : Share Pengalaman : Tanggung Jawab & Kekhawatiran Saat Migrasi Sistem. Secara prinsip, semua pekerjaan memang ada resiko masing-masing. Kita boleh dan pantas khawatir pada kegagalan, karena hal tersebut akan membuat kita lebih berhati-hati dan mempersiapkan segalanya secara lebih lengkap.

OwnCloud Appliance : Membangun Sendiri Dropbox/Google Drive

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Salah satu aplikasi cloud yang banyak dipakai untuk menyimpan file adalah aplikasi sejenis Dropbox, Google Drive, iCloud  dan OneDrive. Kesemua layanan tersebut memberikan kapasitas penyimpanan data antara 2 hingga 50 GB secara gratis.

Lantas, apakah hanya gratis yang menjadi pemicu populernya layanan-layanan tersebut?  Tentu saja lebih dari itu. Dropbox dan aplikasi sejenisnya menarik karena memudahkan kita menyimpan data secara seamless, dalam arti bahwa proses penyimpanan data berlangsung secara otomatis tanpa perlu melakukan konfigurasi yang rumit.

Kita cukup mendaftar untuk mendapatkan account, kemudian melakukan instalasi aplikasi pada Laptop/PC/Tablet/Smartphone dan otomatis kesemua perangkat tersebut saling melakukan sinkronisasi data. Kita juga dapat melakukan sharing file atau folder ke pihak-pihak atau rekan tertentu.

Jika demikian, mengapa ada keperluan membuat sendiri layanan cloud file sharing jika kesemua layanan gratis tersebut sudah lebih dari cukup untuk digunakan secara cuma-cuma. Ada beberapa alasan untuk itu, antara lain :

  1. Kapasitas Data. Dropbox misalnya, saat ini menyediakan kapasitas sebesar 2 GB sebagai kapasitas awal saat melakukan pendaftaran yang kemudian berkembang secara bertahap hingga 50 GB setelah kita melakukan beberapa tahap awal konfigurasi, misalnya melakukan instalasi aplikasi pada device yang berbeda. Jika kita menggunakan layanan cloud file sharing sendiri, kita bisa menggunakan kapasitas harddisk sebesar yang bisa kita sediakan
  2. Kecepatan Upload dan Sinkronisasi. Jika digunakan di lingkungan perusahaan misalnya, proses sinkronisasi antar perangkat akan lebih mudah dan cepat karena berlaku secara lokal meski tentu saja bisa juga diset untuk sinkronisasi non lokal melalui jalur internet
  3. Keamanan dan Privacy. Tidak semua orang merasa nyaman dengan aspek keamanan data dan privacy, misalnya scanning otomatis terhadap data untuk menampilkan iklan yang dianggap relevan.

Salah satu aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk menggantikan layanan sharing file online seperti Dropbox dan kawan-kawan adalah OwnCloud.

OwnCloud is free and open source software that operates as a very simple way to set up your own syncing, Dropbox-like cloud storage system on your own server or web site. 

ocsplash

OwnCloud bisa diinstall secara manual dengan merujuk pada panduan install : http://owncloud.org/install/ namun akan lebih mudah jika menggunakan OwnCloud Appliance yang sudah membundel dan melakukan konfigurasi sistem secara otomatis.

OwnCloud appliance merupakan hasil cloning dari OwnCloud in a Box, berbasis openSUSE 13.1 dan dibangun menggunakan SUSE Studio. Saya melakukan cloning untuk memudahkan proses download, meningkatkan kapasitas default untuk disk maupun spesifikasi memory dan swap sekaligus memudahkan proses penambahan file tertentu jika diperlukan.

owncloud-logo

OwnCloud appliance bisa didownload pada link berikut ini : http://mirror.linux.or.id/appliance/owncloud/ atau bisa juga pada link ini : https://susestudio.com/a/veav1Y/owncloud-appliance

OwnCloud terdiri dari berbagai macam format yang bisa dipilih untuk deployment, baik instalasi via LiveCD, Preload ISO, USB maupun deployment file virtual seperti OVF, VMware Image, Xen dan lain-lain. Details mengenai perbedaan masing-masing file dan penggunaanya bisa dibaca pada link ini : http://mirror.linux.or.id/appliance/owncloud/appliance-format.html atau https://susestudio.com/help/create/appliance-formats.html.

Setelah sistem dideploy dan dijalankan pertama kali, OwnCloud Appliance akan menggunakan alamat sesuai DHCP. Buka alamat http://[ip-appliance]/owncloud meggunakan browser dan ikuti panduan/wizard yang diberikan.

Jika mengalami kendala saat melakukan deployment, silakan mendiskusikannya melalui fasilitas komentar.

openSUSE 13.2 VLC : No suitable decoder module for MP4

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

VLC adalah salah satu aplikasi multimedia player yang pertama kali saya install setiap kali melakukan instalasi openSUSE desktop. Demikian halnya saat saya melakukan instalasi openSUSE 13.2 beberapa hari yang lalu.

Instalasi VLC 13.2 dapat dengan mudah dilakukan via 1-Click-Install pada website http://opensuse-community.org/, hanya saja VLC memberikan pesan error saat hendak digunakan untuk menjalankan file MP4. Pesan errornya adalah sebagai berikut :

No suitable decoder module: VLC does not support the audio or video format “mp4v”. Unfortunately there is no way for you to fix this.

vlc

Untuk mengatasinya, cukup install aplikasi vlc-codecs dengan cara menambahkan repositori Packman melalui menu YaST | Software Repositories | Add | Community Repositories | Packman, kemudian install vlc-codecs melalui menu YAST | Software Management.

Menginap di Bandara

Wahyu Wijanarko Indonesia Wahyu Wijanarko

Transit di bandara merupakan salah satu cara untuk menyambungkan penerbangan dari kota satu ke kota lain. Biasanya transit diperlukan jika tidak ada rute langsung yang melayani antara bandara keberangkatan dan bandara tujuan. Misalnya, saya saat ini sedang transit di Makassar karena melakukan  perjalanan dari Yogyakarta ke Jayapura. Beberapa bandara hub yang bisa menyambungkan antara Jogja dan Jayapura adalah Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar dengan berbagai pilihan maskapai di antaranya adalah: Lion Air, Sriwijaya Air, Batik Air, dan Garuda Indonesia.

Transit biasanya akan memakan waktu antara 30 menit sampai berjam-jam. Nah, tantangan akan timbul ketika transit dilakukan lebih dari 4 jam. Beberapa rekan saya bercerita bahwa mereka memilih untuk sewa taksi lalu jalan keliling kota. Beberapa lagi memilih untuk bertahan di bandara.

Di  bandara Sultan Hasanuddin (UPG) di Maros, atau bahasa dagangnya adalah di Makassar, banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan selama transit, baik yang gratis maupun berbayar. Untuk fasilitas gratis, penumpang transit bisa memanfaatkan waktu dengan duduk di ruang tunggu atau berjalan keliling area terminal. Di siang hari ada live performance musik khas dari Sulawesi Selatan. Bagi yang badannya terasa lengket karena perjalanan panjang, tersedia fasilitas shower untuk mandi di dalam terminal. Bagi yang sudah menyisihkan uang untuk transit, di dalam bandara ada kedai kopi, restoran, executive lounge, dan juga hotel transit.

Hotel transit d'Prima by Home Inn ini terletak di dekat area keberangkatan nomor 5. Menurut informasi yang saya peroleh, tarif hotel ini dihitung untuk per 6 jam, dengan asumsi bahwa biasanya transit yang normal dilakukan tidak lebih dari 6 jam. Dengan menginap di hotel transit ini penumpang maskapai bisa istirahat di dalam kamar di area bandara tanpa terganggu privasinya.

Saya pernah sekali merasakan menginap di hotel transit ketika di Medan, namun belum pernah mencoba fasilitas hotel transit di bandara Makassar ini karena tidak transit lebih dari 4 jam. Saya juga belum pernah menggunakan fasilitas shower karena saya yakin bahwa badan masih terasa segar.

Instalasi openSUSE 13.2 64 bit pada Laptop Asus A46C

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Beberapa hari yang lalu openSUSE 13.2 dan SUSE Linux Enterprise 12 telah dirilis. Kebetulan saya hendak membersihkan laptop Asus A46C yang selama ini jarang dipakai karena saya banyak menggunakan MacBook Air yang lebih ringan jika dibawa-bawa.

Saya memindahkan data-data penting laptop ke server data milik Excellent yang nantinya diubah menggunakan skema Owncloud (semacam private Dropbox/Drive). Setelah selesai memindahkan data, saya mencopot DVD writer yang selama ini terpasang (dan rentan sekali bermasalah, salah satunya tidak bisa membaca atau melakukan proses write) dan menggantinya dengan harddisk SSD. Jadi saya punya 2 buah harddisk, 1 buah harddisk SSD yang saya pasang sebagai harddisk utama dan harddisk SATA 320 GB.

large

Harddisk SSD yang saya pakai ini awalnya digunakan untuk sistem VMware vSphere. Setelah dilepas dan dipasang di laptop ASUS, awalnya performanya berjalan tidak sebagaimana mestinya. Terlalu lambat dan rasanya kurang stabil. Saya juga mendapat peringatan mengenai format partisi dalam bentuk GPT yang tidak secara sempurna dikelola oleh YAST.

Untuk mengatasinya, saya menggunakan Linux LiveCD PartedMagic untuk melakukan format ulang, masuk ke konsole/terminal dan menjalankan perintah :

parted /dev/sda
mklabel msdos
quit

Perintah diatas akan menghapus secara total data dan partisi yang ada pada hardisk pertama (/dev/sda) dan memformatnya ulang dengan standard partisi MSDOS yang dikenali dengan baik oleh Linux, dalam hal ini oleh tool manajemen disk di SUSE.

Proses instalasi berjalan dengan halus dan lancar. Wifi juga otomatis terdeteksi saat hendak melakukan instalasi, jadi saya bisa menambahkan repositori tertentu secara on the fly.

sysinfo

memory

Setelah proses instalasi selesai, performa sistem berjalan dengan responsif, sesuai dengan pengalaman saya selama ini menggunakan harddisk SSD.

Kembali ke openSUSE ibarat kembali ke kampung halaman, habitat yang menyenangkan dan menenteramkan. Minimal, saya masih hapal perintah-perintah dan workaround jika satu waktu mengalami kendala.

Romantisme Sebuah Perjalanan dan Pencarian

Enda Nasution's Quiclinks enda

Kalau di postingan sebelumnya gue nulis tentang online drama dari Chevrolet Spin Activ yang menjanjikan buat ditonton, maka di episode ke 2 ini jadi lebih jelas lagi bahwa memang videonya dibuat serius, dari segi cerita maupun proses pembuatannya. Kalau kamu tonton video diatas, pengambilan sudut kamera, kualitas gambar, acting, semuanya digarap serius, jadi udah mirip […] The post Romantisme Sebuah Perjalanan dan Pencarian appeared first on Enda Nasution's Weblog.

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]

Yahoo! Di Indonesia Tutup?

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Dengar-dengar, Yahoo! di Indonesia tutup ya? Atau “dirampingkan”?

Menurut saya, jika target yang diterapkan adalah penjualan ya memang memungkinkan. Biar sajalah. Soalnya dari dulu saya hanya tertarik jika Yahoo!, Google, dll. membuka tempat pengembangan (development site) atau penelitian (research center). Bahwa Bandung adalah tempat yang cocok untuk itu. Sayang pembesar perusahaan besar tersebut masih belum dengar. Bawahannya yang berada di regional tidak(?) meneruskan ke bos mereka di Amerika sana. Atau, mungkin diteruskan tetapi bos di Amerikanya tidak yakin.

(Well, this is a trust issue. I get it. I just want to point out that here is a great place to do research and development. I am not just saying this. But hey, you don’t have to believe me. Just come here and smell the coffee.)

Begitu …


Filed under: Teknologi Informasi Tagged: postaday2014, Teknologi Informasi

Menyandera Domain, Hosting & Mail Server : Antara Etika & Aspek Legal

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Hari Selasa malam, 4 November 2014, saya sedang bermain dengan Vivian ketika seorang rekan bertanya via WhatsApp :

“Mas Vavai, bisa bantu nggak, salah satu klien saya ribut dengan IT-nya. IT-nya dikeluarkan, ternyata IT-nya membalas, email servernya dibuat jadi bermasalah. Bisa bantu tracking nggak mas, itu masalahnya karena apa dan perbaikannya bagaimana?”

Hmmmmh… Saya garuk-garuk kepala yang tidak gatal karena habis creambath (yaelah belagu jadi pria metroseksual pemula :-D). Saya tanya nama domainnya apa.

“Nama domainnya ****.co.id mas. Kantornya ada di Cikarang, Bekasi. PMA Jepang”

Saya coba check di whois PANDI https://www.pandi.or.id/whois/, ternyata domain ini dikelola/dimanage dengan nama pribadi si staff IT, berikut alamat email/kontak pribadi. Karena dikelola dengan account dan alamat email pribadi, kalau bicara iseng, bisa saja name servernya dibelokkan ke tempat lain dan berakibat domain, hosting dan mail servernya mengalami kendala operasional.

etika-perilaku

Kelihatannya, karena hubungan kerja yang berakhir kurang baik, pengelolaan domain dan hosting tersandera oleh staff IT yang dikeluarkan. Mungkin juga sebagai bagian dari bargaining power, wallahu alam, CMIIW, karena saya belum mendapat update terbaru setelah saya memberikan beberapa advis terkait hal ini.

Saya pernah menuliskan di artikel beberapa waktu yang lalu : Pengelolaan Domain, Hosting dan DNS Server Milik Perusahaan/Instansi/Lembaga, sebaiknya ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam hal pengelolaan properti perusahaan di dunia maya, yaitu :

  1. Nama domain, pengelolaan hosting dan akses administrasi server sebaiknya dikelola oleh perusahaan, bukan pihak ISP ataupun vendor, meski vendornya Excellent sekalipun :-D
  2. Account yang digunakan untuk mengelola domain, hosting dan administrasi server sebaiknya account yang bersifat standard, bukan menggunakan nama maupun alamat kontak pribadi staff IT

Dari sisi etika, tentu bukan keputusan yang bijak menyandera domain, hosting milik perusahaan tempat kita bekerja. Selain menyulitkan pihak perusahaan, sedikit ataupun banyak hal ini akan merugikan dan mempersulit diri kita sendiri.

Dari sisi legal, pihak perusahaan bisa saja mendaftarkan gugatan karena biar bagaimanapun, nama domain itu didaftarkan dengan dokumen legal perusahaan dalam bentuk SIUP, NPWP dan berkas legal lainnya milik perusahaan, meski registration contactnya merujuk ke nama staff IT yang mendaftarkan.

Jika gugatan legal formal dilayangkan, kemungkinan besar perusahaan akan menang, karena nama domain tersebut berakhiran .co.id dan persyaratan legalnya merujuk pada berkas milik perusahaan. Meski demikian, saat ditanya langkah terbaik yang bisa diambil, saya menyarankan beberapa hal berikut :

  1. Jika memungkinkan, bicarakan baik-baik dengan staff IT yang bersangkutan. Mulai dengan cara yang baik dan diakhiri dengan cara yang baik
  2. Jika pilihan pertama tidak memungkinkan, hubungi pihak ISP yang mengelola domain/hosting, tanya mengenai tata cara memindahkan kepemilikan nama domain
  3. Jika langkah pertama dan kedua gagal, hubungi pihak PANDI untuk proses pemindahan kepemilikan/pengelolaan nama domain. Biasanya pihak PANDI meminta surat pernyataan diatas kertas berkop perusahaan, ditanda tangani diatas meterai oleh pimpinan perusahaan dan dilengkapi dengan berkas legal milik perusahaan

Saya pernah membantu beberapa klien yang domainnya tersandera baik sengaja maupun tidak sengaja dan akhirnya bisa didapatkan dengan salah satu dari 3 pilihan diatas.

keputusan

Mungkin bukan kapasitas dan kapabilitas saya menasihati etika maupun perilaku staff IT dalam mengelola properti tangible maupun intangible asset milik perusahaan, namun andaikan saya ada diposisi yang sama dengan staff IT saya, lebih baik saya memilih untuk melakukan serah terima pekerjaan secara baik-baik dalam arti semua catatan user name, password, skema, topologi dan lain-lain-jika ada-kepada pihak pengganti atau pihak perusahaan. Kita boleh sebal atau boleh kesal dengan perusahaan namun jalan hidup kita bisa jadi masih panjang. Apa yang kita alami mungkin bisa menjadi pembelajaran yang baik bagi kita. Merusak properti perusahaan, mungkin memuaskan kita untuk sesaat, namun ada banyak kerugian baik waktu maupun biaya yang mungkin menyusul jika perusahaan tidak diam saja menghadapi masalah ini.

Semoga masalah di klien rekan saya tersebut berakhir dengan damai dan baik bagi kedua belah pihak.

Jogja Berhati Nyam-nyam

Wahyu Wijanarko Indonesia Wahyu Wijanarko

Saya mendengar glenak-glenik dari banyak rekan mengenai kondisi Jogja beberapa waktu terakhir ini. Selain musim kemarau panjang dan terasa gerah, banyak yang mengeluh sumur yang mereka miliki asat alias kering. Keluarga saya sendiri juga merasakan kekeringan ini sampai harus memanggil tukang sumur untuk menambah kedalaman sumur yang ada di belakang rumah kami.

Jl. Taman Siswa Yogyakarta

Permasalahan di Jogja di mata saya saat ini adalah pada masalah pangan, lingkungan hidup, tempat tinggal, transportasi, dan pendidikan. Masalahnya, semua hal tersebut saling berkaitan. Swasembada pangan memerlukan lahan yang cukup luas untuk dapat menanam bahan pangan. Masalahnya, sawah yang ada sekarang sudah bergeser menjadi banyak perumahan. Perumahan yang dibangun juga tidak tanggung-tanggung dengan memakan hampir luas tanah kavling itu menjadi bangunan. Kalaupun tidak menjadi bangunan, luas tanah yang tersisa dijadikan carport atau ditutup dengan semen atau konblok. Air susah meresap, dan tanaman besar nyaris mustahil bisa tumbuh di lapisan semen itu.

Solusinya? Saya pribadi mendukung kalau salah satu solusinya adalah membangun secara vertikal, atau dikatakan sebagai rumah susun. Kalau istilah orang berduit disebut sebagai apartemen. Mungkin banyak orang Jogja yang belum siap dengan konsep rumah susun ini, meskipun pemerintah di Yogyakarta juga sudah bertahun-tahun mencoba membangun beberapa hunian rumah susun bagi masyarakat dengan biaya sewa yang murah. Ketika ide ini digulirkan, banyak juga yang protes karena dianggap tidak ramah lingkungan. Sekarang solusinya bagaimana? Kebun di pinggiran yang masih murah dibeli lalu dijadikan perumahan? Berarti lahan akan semakin habis? Misalnya saya punya lahan kebun seluas 5000 meter persegi. Karena tidak suka bangun vertikal, saya bagi tanah 5000 meter itu menjadi kavling masing-masing 150 meter persegi dengan fasilitas untuk jalan 20 persen. Saya akan bisa membangun sekitar 26 rumah kavling dengan tipe 45/150 di tanah itu.

Jika vertikal? Misalnya saya ingin membuat tempat tinggal dengan ukuran yang sama (tipe 45), saya akan mengambil 1000 meter tapak tanah, lalu saya bangun rumah susun vertikal, misalnya 10 lantai, masing-masing lantai berisi 10 tempat tinggal dan memerlukan lebar total 450 meter persegi, separuhnya yang 550 meter adalah untuk fasilitas umum di gedung itu (lorong, mekanikal, parkir, elektrikal, dll). Maka saya akan memerlukan tanah seluar 1000 meter persegi untuk menyediakan 100 unit rumah tinggal. Sisanya yang 4000 meter tadi masih bisa ditanami pohon, dan jadi playground untuk warga yang tinggal di situ. Sebagai catatan, saya tidak tahu itungan pasnya, namun saya hanya menghitung bahwa pembangunan secara vertikal akan menghemat tapak tanah yang terpakai, sehingga tapak tanah yang nganggur ini juga bisa digunakan sebagai lahan hijau.

Ketika saya mendiskusikan ini, ada lagi yang protes jika rumah susun itu susah srawung atau bergaul. Lha yang di perumahan saja sudah bergaul. Tetapi menurut saya itu bisa diatasi jika rumah susun dibuat masing-masing memiliki teras dengan akses masuk lewat depan, bukan masuk lewat lorong di dalam, sehingga penghuni bisa tetap duduk di teras depan tempat tinggal masing-masing sambil bisa saling menyapa dengan tetangga sebelah. Selain itu saya optimis jika arsitek atau orang sipil bisa membuat bagaimana sirkulasi udara tetap segar meskipun tidak pakai AC.

Selain kebutuhan, orang Jogja juga ditantang untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Banyak keluarga yang mampu untuk membeli rumah lebih dari kebutuhannya dengan dalih investasi, sehingga banyak rumah mereka yang tidak disewakan menjadi kosong dan tidak berpenghuni. Banyak yang membeli apartemen namun tidak ditinggali. Saya rasa itu yang membuat semakin sempitnya lahan untuk perumahan.

Pemerintah juga harus tegas untuk mengatur tata ruang wilayah, mana yang boleh menjadi bangunan, dan mana yang tidak boleh. Saya yakin jika Jogja itu istimewa karena orangnya. Dengan kebutuhan tempat tinggal seiring jumlah penduduk yang semakin banyak, maka keistimewaan orang Jogja ditantang dengan kreatif memberikan solusi. Marilah kita urun rembug.

Tipikal Pengendara Motor di Indonesia

Okto SiLaban Okto Silaban

Salah jalur, berlawanan arah, tidak menggunakan helm, dan dari seragam yang digunakan sih sepertinya juga belum cukup umur untuk punya SIM. Hampir semua hal dari pengemudi motor ini salah.

Tapi.., kalau sempat dia tertabrak mobil pribadi, kira-kira kita tetap bisa menduga siapa yang kemungkinan besar bakal dihajar massa. Logika kita kan sering kebalik-balik.

*foto dari Google Street View, lokasi di kompleks Citra Raya Tangerang.

Eh iya, ini bukan generalisasi semua pengendara motor ya. Saya sendiri lumayan taat mengendarai sepeda motor. Di lampu merah, kalau masih lampu merah yang menyala, saya anteng aja, sabar menunggu hijau. Menunggunya juga di belakang garis batas. Hasilnya? Saya diklakson dan diteriakin banyak orang “Wooy.. maju woy..! Masih kosong tuh di depan.”, atau “Oii..! Jalan aja, sepi gitu jalannya..!!”

Ya tidak semua amburadul, tapi banyak.. BANYAK.

Pekerjaan Bisa Membunuhmu…

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

2 pekan yang lalu, saya meluncur ke Pekanbaru Riau untuk melakukan pekerjaan setup server dan storage untuk Virtualization. Saya berangkat di hari Minggu, 19 Oktober 2014 bersama My Dear Rey. 2 hari sebelumnya, saya mengatur perjalanan 2 orang team Excellent yang berangkat ke Semarang untuk pekerjaan setup server di klien Excellent. Persiapannya memakan waktu karena pekan tersebut saya masih beberapa kali mondar-mandir ke Jakarta dan Bandung untuk melakukan pekerjaan di salah satu bank swasta besar dan BUMN besar, ditambah dengan persiapan pembuatan proposal teknis untk tender sistem server klien pemerintahan di Jakarta Selatan.

Kami berangkat ke Pekanbaru dengan hati yang kurang lepas dan lapang, karena 2 hari sebelum berangkat  bapak mertua sempat masuk rumah sakit karena ada keluhan di ginjal, kata dokter kemungkinan karena ada batu ginjal. Jika kami berangkat berdua, tentunya Zeze Vavai dan Vivian akan diasuh oleh bapak dan ibu mertua, yang saat itu sedang dalam kondisi sakit.

Akhirnya memang kami jadi berangkat ke Pekanbaru, karena kondisi bapak mertua sudah berangsur membaik. Kami tiba di Pekanbaru hari Minggu sore, Maghrib tepatnya. Sempat makan berdua di bandara, kami bisa beristirahat dengan nyaman di hotel Pangeran di Pekanbaru.

Pekerjaan setting server dan storage berjalan relatif lancar, meski sempat ada kendala setting akibat adanya perbedaan rule dan setting iSCSI CHAP di  salah satu storage. Karena pekerjaan berlangsung dari pagi hingga sore, niat Dear Rey jalan-jalan ke Pasar Bawah dan memanjakan diri di salon di Pekanbaru jadi batal dilakukan. Berangkat dari hotel pagi, kami kembali ke hotel menjelang maghrib. 2 hari berturut-turut.

vavai-dear-rey-riau2 vavai-dear-rey-riau1

Hari Selasa malam kami bertemu dengan teman-teman di Pekanbaru dan berbincang-bincang mengenai berbagai hal dan baru kembali ke hotel sekitar pukul 10 malam. Sampai di kamar hotel, saya sudah ditunggu pekerjaan menyiapkan materi presentasi untuk 2 klien, yang sayangnya tidak bisa saya delegasikan ke team saya karena materinya diluar penguasaan mereka.

Karena kurang istirahat, makan tidak terkontrol dan banyak makan anggur (lho :-) ), saya merasa agak demam dan radang, namun pekerjaan masih berlanjut :-D

Hari Rabu sekitar pukul 10.00 WIB kami berangkat pulang dari Pekanbaru. Take off sekitar Pkl. 11.00 WIB, tiba di Jakarta sekitar pkl 13.00 WIB dan setelah menunggu beberapa saat, kami bisa meninggalkan bandara via bus Damri sekitar pkl. 14.00 WIB. Kami tiba di Bekasi menjelang pukul 16.00 WIB, dijemput oleh Zeze Vavai dan Vivian di terminal bus Damri Kayuringin Bekasi.

Kami makan bersama di Rumah Makan Ponyo di sekitar jalan Kemakmuran Margajaya Bekasi. Setelah berdiskusi mengenai keluhan sakit bapak mertua yang intermittent (kalau siang merasa baikan namun menjelang malam tiba-tiba demam hingga menggigil), akhirnya diputuskan sore itu juga bapak mertua check up di RS Hermina. Saya pulang naik taksi bersama Zeze Vavai untuk beristirahat karena besok harus berangkat ke Tangerang untuk presentasi mengenai virtualization technology di salah satu acara team IT sebuah kementerian.

Ternyata berdasarkan hasil pengecekan dokter, bapak mertua diputuskan untuk rawat inap dan ada kemungkinan perlu operasi. Karena perlu berdiskusi lebih lanjut, rencananya rawat inap baru dilakukan hari Kamis malam.

Hari Kamis pagi, saya bersama salah satu staff dan driver berangkat ke Tangerang untuk melakukan presentasi. Acara selesai menjelang sore, sekitar pkl. 16.00 WIB dan saya langsung ke rumah sakit menjenguk bapak mertua yang rencananya akan operasi hari Jum’at sore. Saya jadi tambah bingung karena rencananya hari Jum’at saya ada kunjungan ke klien di Jakarta Selatan terkait kick off meeting setelah menjadi pemenang tender. Untuk presentasi ini juga agak sulit saya delegasikan karena staff senior Excellent sedang saya kirim ke Bandung dan baru kembali Jum’at malam. Schedule ulang juga sulit dilakukan karena perlu mengumpulkan pihak-pihak vendor terkait lainnya.

insight

Setelah berdiskusi dengan My Dear Rey, akhirnya untuk besok pagi saya tetap berangkat ke klien bersama dengan salah satu staff Excellent. Ada 2 agenda yang dilakukan. Pertama kunjungan ke klien internet provider di daerah Kebagusan Jakarta Selatan dan kemudian selepas shalat Jum’at, kunjungan kick off meeting di klien lembaga pemerintah di daerah Pasar Minggu.  Selepas Jum’at, staff yang menemani saya merasa kurang sehat dan akhirnya pulang lebih dulu sehingga saya berangkat ke klien kedua sendirian.

Selepas meeting, saya kembali ke Bekasi dan langsung ke rumah sakit, mengunjungi bapak mertua yang baru selesai operasi. Operasi berjalan lancar namun proses pemulihannya membutuhkan waktu. Minimal rawat inap selama 5 hari ditambah nantinya kunjungan rutin selama beberapa bulan.

Karena badan rasanya kurang fit, saya kembali ke rumah dan baru akan menunggui bapak mertua di hari Sabtu malam. Saya memanggil keponakan dari Tambun untuk menemani saya di rumah sakit, minimal bisa saya minta bolak-balik membelikan keperluan jika ada kebutuhan.

Hari Minggu siang saya kembali ke rumah dengan badan yang semakin tidak fit. Setelah periksa ke dokter, saya beristirahat di rumah sambil berpikir : “Ini yang disebut ‘Pekerjaan bisa membunuhmu’…”

Kalau dipikir-pikir, sedemikian sibuknya saya sebenarnya karena ciptaan saya sendiri. Maksudnya, sedemikian sibuk dan padatnya jadwal dan agenda pekerjaan saya karena saya sendiri yang menciptakannya demikian. Agenda-agenda meeting, presentasi dan lain-lain diset padat day-to-day. Saya tentu saja memahami pentingnya delegasi pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan bisa saya delegasikan.

Pekerjaan presentasi dan pertemuan serah terima pekerjaan misalnya, biasanya membutuhkan kehadiran dan approval saya. Saya berusaha sedapat mungkin mendelegasikan wewenang saya namun mau tidak mau memang ada pekerjaan yang mesti saya kerjakan.

Kesulitan lain adalah kekurangmampuan saya menolak permintaan. Karena merasa tidak enak jika mengecewakan klien, saya berusaha memenuhi permintaan mereka meski dengan tenggat waktu dan schedule yang cukup ketat. Padahal, semestinya saya bisa menegosiasikan tenggat dan schedule tersebut, dan jika perlu menolaknya jika memang pekerjaan tersebut akan menyiksa saya dan team Excellent :-D

Berusaha tidak mengecewakan klien memang baik tapi membuat saya dan team kelimpungan memenuhi permintaan klien juga tentunya bukan keputusan yang bijak dan saya sudah merasakan akibatnya.

Berpikir demikian, akhirnya saya melakukan negosiasi reschedule ke beberapa klien dan jika memang mereka agak sulit terkait tenggat waktu mereka, saya menyampaikan bahwa kelihatannya agak sulit bagi Excellent untuk memenuhi ekspektasi klien. Saya tidak ingin klien justru lebih kecewa karena performa saya dan team Excellent jadi memburuk gara-gara berusaha memenuhi permintaan klien itu sendiri.

Ini juga pembelajaran berharga buat saya pribadi. Saya sering mengatakan, “Hidup kita milik kita, susah maupun senang, kita juga yang menjalaninya”, tapi saya sendiri yang merasakan susahnya, hehehe…

happy

Hari Senin pagi, 27 Oktober 2014, saya bilang pada seluruh team Excellent bahwa kemungkinan besar Excellent akan melakukan moratorium pekerjaan di November dan Desember 2014. Schedule pekerjaan akan dicheck dan direview ulang. Pekerjaan yang masih tertunda diselesaikan. Jika perlu penuntasan pekerjaan yang tertunda dilakukan diluar kota bersamaan dengan brainstorming agar bisa sekalian refreshing (Refreshing saja masih mikir kerja :-P ). Mungkin keputusan ini terlambat dilakukan namun dalam case yang saya alami, terlambat masih cukup baik dibandingkan jika saya  terus tenggelam kedalam kesibukan.

Apakah ini berarti wirausaha justru membebani si wirausahawan? Ya tentu saja tidak. Case yang saya alami ini karena kekurangan saya dalam melakukan manajemen waktu dan pribadi. Kekurangmampuan saya dalam mengelola pekerjaan. Bagian dari pembelajaran sih. Saya tidak terlalu memikirkan apakah ini karena saya berkutat pada kuadran XX menurut teorema Kiyosaki. Memikirkan kuadran malah membuat hidup saya yang semestinya sederhana jadi tidak sederhana :-D

PHP : Menghitung Waktu

Menulis itu ... Muhammad Takdir

Seringkali banyak yang bertanya "bagaimana menghitung selisih waktu (tanggal, jam) menggunakan PHP?". Sekarang kita akan coba dengan menggunakan DateTime class yang telah tersedia untuk PHP 5 >= 5.3.0.

Contoh 1 yang sudah dicoba sendiri saat membuat absensi:


$menit = 120;
$jam1 = new DateTime('08:00:00');
$jam2 = new DateTime('09:30:00');


//selisih $jam2 - $jam1
$beda = $jam1->diff($jam2);

//menambahkan 120 menit pada $jam1
$baru = $jam1->modify('+$menit minutes');
$baru1 =  $baru->format('H:i:s');

//menulis format keluaran di layar
echo $beda->format('%R %H hours %i menit');
echo " $baru1";
?>

Contoh 2 di bawah yg persis sama dengan contoh di manual PHP:

$datetime1 = new DateTime('2009-10-11');
$datetime2 = new DateTime('2009-10-13');
$interval = $datetime1->diff($datetime2);
echo $interval->format('%R%a days');
?>

Selamat bekerja.

sumber :
http://php.net/manual/en/datetime.diff.php

Khalayak Bahasa

Retas Ivan Lanin

tanja bahasaMengapa Anda harus diawali dengan huruf kapital? Kapan pun ditulis serangkai? Mengapa p pada mempunyai dan k pada mengkaji tidak luluh? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu menghantui benak saya saat kembali mempelajari bahasa Indonesia. Ternyata, bukan saya saja yang mempertanyakan berbagai hal seputar kebahasaan tersebut. Rekan-rekan di Twitter pun kerap menanyakan hal  serupa berulang-ulang. Hal itulah yang mendorong lahirnya Tanja Bahasa (TB) pada awal tahun 2012.

Tanja Bahasa merupakan pendokumentasian jawaban terhadap pertanyaan tentang bahasa Indonesia yang sering diajukan para penutur. Judul artikel di sana sengaja ditulis dalam bentuk pertanyaan agar mudah ditemukan. Tiap pertanyaan diupayakan dibahas dengan logika dan rujukan dan bukan sekadar dogma “pokoknya …”. Saya percaya bahwa pasti ada penjelasan atas tiap gejala bahasa. Kita saja yang mungkin belum mampu menemukan penjelasan tersebut.

Seiring dengan semakin populernya konsep urun daya (crowdsourcing), saya berencana untuk mengistirahatkan Tanja Bahasa. Situs itu hanya mengandalkan saya sebagai penulis, walaupun komentar-komentar yang masuk dapat digunakan sebagai tambahan rujukan untuk tiap pertanyaan. Padahal, da aku mah apa, atuh? Banyak bahasawan lain yang lebih memahami kaidah bahasa Indonesia dan dapat menjadi narasumber yang baik untuk menjawab pertanyaan kebahasaan. Saya hanya lebih nyinyir daripada mereka.

Oleh sebab itu, prakarsa Khalayak Bahasa (KB) pun lahir. Situs ini mengambil model dari Stack Exchange, tepatnya Stack Overflow, yang sering saya pakai untuk mencari jawaban pertanyaan pemrograman. Aplikasi yang dipakai untuk mendukung Khalayak Bahasa adalah Question2Answer dengan ditambah beberapa pengaya yang sesuai dengan kebutuhan.  KB pernah diinisiasi pada akhir 2012 dengan nama Tanja Khalayak, tetapi saat itu saya masih belum mantap untuk menggunaan model urun daya. Kini saya sudah yakin.

Semoga bermanfaat.

 

Update informasi meetup pertama SDNRG ITB

Admin Juga Manusia 2.0 (tm) » Computer & Networks affanzbasalamah

Salam,

Update informasi singkat tentang meetup pertama kelompok komunitas SDNRG (Software Defined Networking Research Group) ITB:

  • Kami memindahkan ruangan meetup pertama ke Comlabs ITB untuk menampung peserta lebih banyak
  • Pendaftaran dibuka kembali: klik halaman Pendaftaran
  • Streaming: klik halaman Streaming

Informasi lebih lengkap silakan buka halaman berikut: Update meetup pertama 

Wassalam,

-affan

 

 


Suara.com – Dalam Hitungan Bulan Masuk 40 Situs Terbanyak Dikunjungi di Indonesia

Okto SiLaban Okto Silaban

Masih ingat Suara.com ? Portal berita ini tergolong pendatang baru, baru diluncurkan di sekitar Maret 2014 lalu. Dan dalam hitungan bulan, hari ini (Oktober 2014) saya lihat di Alexa, peringkatnya sudah di posisi 40 untuk Indonesia. Ini artinya Suara.com adalah situs yang jumlah pengunjungnya tertinggi nomor 40 se-Indonesia (setidaknya versi Alexa).

Dulu saya sempat menduga kalau sumber trafik mereka akan sangat banyak didongkrak oleh SEO, berhubung brand “Suara.com” sendiri sepertinya belum seperti Detikcom. Dari info di Alexa tersebut memang awal-awal terlihat sumber trafik kebanyakan dari search (hampir 20% dari total trafik), tetapi ternyata belakangan hanya sekitar 5% nya saja dari hasil search.

Lalu darimana Suara.com bisa mencapai trafik sebesar itu dalam waktu singkat? Dugaan ngasal saya sih sebagian disumbang dari digital-ads. Cukup sering saya melihat iklan mereka di Facebook. Dan belakangan sudah cukup sering terlihat ada teman-teman saya yang share berita dari Suara.com. Cukupkah digital-ads menyumbang trafik begitu besar sehingga bisa mendongkrak trafik sebesar itu? Menurut saya sih tidak. Tapi saya tidak tahu darimana lagi sumber trafiknya itu berasal. Ya, bisa jadi memang pengunjung organiknya sendiri sudah tumbuh besar. Entahlah.

Tim redaksi Suara.com sendiri sepertinya juga mengalami perubahan (perkembangan), dan nama Yan Gunawan yang dulu tertera di halaman Redaksi sekarang tidak tertera lagi. Tetapi sepertinya Yan Gunawan tetap menjadi salah satu (?) pemilik portal berita ini.

Lalu akan kemana kah Suara.com setelah mencapai ranking 40 di Indonesia? Mari kita lihat nanti. ;)

 

Menghubungkan Titik Titik

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Dalam perjalanan pulang ke Bandung tadi, saya tidak dapat tidur di kereta api. Mungkin karena kebanyakan minum kopi? Entahlah. Saya putuskan untuk membaca saja. Akhirnya saya membaca buku “Creativity, Inc.” karangan Ed Catmul sambil mendengarkan dengan keras musik dari grup Boston dengan earphone. hi hi hi.

Buku itu menceritakan tentang pengalaman Ed Catmul, salah seorang pendiri perusahaan Pixar. Tahu kan Pixar itu perusahaan apa? Mereka yang membuat film Toy Story, dan beberapa film animasi yang keren lainnya. Oh ya, salah satu founder Pixar juga adalah Steve Jobs.

Ed Catmul bercerita megenai jalan hidupnya. Dia kuliah di University of Utah di bawah bimbingan Ivan Sutherland. Saya termanggu-manggu. Mengapa nama-nama itu seperti familer. Ya ampuuun. Saya ingat! Ivan Sutherland adalah pengarang makalah yang berjudul “Micropipeline“, yang menginspirasi disertasi S3 saya! Saya baru ingat juga bahwa saya sempat email-emailan dengan beberapa orang peneliti (dan dosen) dari sana.

Salah satu diversion – pengalih fokus –  saya adalah computer music. Saya sempat mengikuti konferensi tentang computer music yang ternyata beririsan dengan seminar yang dihadiri oleh orang-orang di dunia animasi seperti Ed Catmul. Wogh. Ternyata demikian dekatnya ya. Sekarang merasa lebih memahami Pixar. ha ha ha.

Connecting the dots … Menghubungkan titik-titik. Meneruskan baca …


Filed under: Curhat, Penelitian, Teknologi Informasi Tagged: Curhat, penelitian, postaday2014, Teknologi Informasi

“Everything, Together” Online Drama Terbaru dari Chevrolet Spin Activ

Enda Nasution's Quiclinks Enda Nasution

Apa yang paling baru yang kamulihat online sekarang-sekarang ini? Kalau lagi bosen dan pengen liat sesuatu yang baru lihat ini aja Webisode dari Chevrolet Spin Activ bisa kamu tonton di YouTube. Teaser pertama kayaknya seru dan menjanjikan, dimulai dengan sang aktor yang lumayan familiar wajahnya yang bermain sebagai Ayah yang mengajak keluarganya untuk melakukan family […] The post “Everything, Together” Online Drama Terbaru dari Chevrolet Spin Activ appeared first on Enda...

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]

Lisensi Microsoft Office Hilang?

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Pernahkah Anda lagi enak-enaknya mau bekerja dengan salah satu software Microsoft Office dan tiba-tiba muncul peringatan macam ini?

Di situ tertulis Microsoft Office can’t find your license for this application. A repair attempt was unsuccessful or was cancelled. Microsoft Office will now exit.

Office Error

Lah? Lisensinya kok gak ketemu gimana? (annoyed)

Padahal ini ori loh, baik Windows maupun Officenya. (doh)

Selidik punya selidik, ternyata hal ini terjadi karena service Software Protection tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Jika service ini tidak berjalan sebagaimana mestinya, Windows Update juga bakalan tewas dengan kode error 80080005.

Trus bagaimana solusinya?

Yang paling sederhana, restart service Software Protection. Buka Control Panel dan masukkan kata kunci pencarian “service”. Di hasil pencarian bakal ada Local Service, klik saja Local Service itu hingga muncul daftar service yang ada di komputer. Carilah item Software Protection, lalu klik-kanan dan pilih Start atau Restart.

Kalau bingung, carilah file RestoreSoftwareProtectionWindows8.bat di sini dan jalankan sesuai petunjuk yang ada di sana.

Jika kemudian Microsoft Office dapat berjalan lancar lagi, maka beruntunglah Anda. Namun apa yang saya alami kemarin ternyata tidaklah semudah itu. Microsoft Office tetap ngambek. Service Software Protection tetap tidak dapat dijalankan. Googling dengan kata kunci macam-macam saya lakukan, berbagai tip dan trik saya dapatkan, tapi hasilnya tetap nihil.

Saya lalu mengambil kesimpulan, file service Software Protection rusak (corrupt). File tersebut adalah C:\Windows\System32\sppsvc.exe. Baiklah, file tersebut saya timpa saja dengan file yang berasal dari media instalasi. Pada DVD installer Windows 8, carilah file bernama install.wim yang berada di folder sources. File install.wim tersebut merupakan file terkompresi dan dapat dibuka dengan aplikasi semacam 7zip. Di dalamnya bakal ditemukan file sppsvc.exe yang masih “perawan”. Salin file tersebut ke harddisk pada folder penyimpanan selain di C:\Windows\System32. Supaya mudah, sebaiknya buat folder yang namanya pendek, misalnya C:\asli\ lalu salin file sppsvc.exe dari media instalasi ke sana.

Karena file tersebut merupakan file yang digunakan oleh sistem maka untuk menggantinya sebaiknya dilakukan pada saat Windows sedang tidak aktif. Saya menggunakan langkah-langkah ini:

1. Tampilkan menu opsi sistem operasi. Karena kebetulan saya menggunakan sistem dual boot, menu opsi tersebut pasti akan muncul. Jika Anda tidak menggunakan sistem dual boot, tekan tombol F8 saat boting. Pada menu opsi tersebut, klik Change defaults or choose other options.

Jpeg

2. Pada halaman berikutnya, pilih Choose Other Options.

Jpeg

3. Pada halaman berikutnya, pilih Troubleshoot.

Jpeg

4. Pada halaman berikutnya, pilih Advanced Post.

Jpeg

5. Pada halaman berikutnya, pilih Command Prompt.

Jpeg

6. Pilih user Administrator dan masukkan passwordnya.

Setelah mendapatkan Command Prompt, salin file sppsvc.exe dari media instalasi ke C:\Windows\System32. Perhatikan bahwa pada mode Command Prompt ini, bisa jadi folder utama Windows tidak berada di C, tapi bisa di D atau di E.

Perintah untuk menimpa file sppsvc.exe adalah sebagai berikut:

X:\copy X:\asli\sppsvc.exe X:\Windows\System32

Gantilah huruf X dengan letak partisi utama Windows Anda.

Jawab Yes pada pertanyaan apakah Anda yakin akan menimpa file tersebut.

Setelah berhasil, ketikkan perintah exit dan kembalilah ke Windows 8 dengan memilih Continue.

Nah, mudah-mudahan sekarang service Software Protection tidak ngadat lagi dan lisensi Microsoft Office tidak hilang lagi.

Komunitas peneliti dan penggemar SDN

Admin Juga Manusia 2.0 (tm) » Computer & Networks affanzbasalamah

Salam,

Setelah beberapa lama berdiskusi, akhirnya saya dan beberapa teman berinisiatif meluncurkan sebuah kelompok komunitas peneliti penggemar jaringan komputer bernama SDNRG (Software Defined Networking Research Group) ITB.

Informasi lebih lanjut dapat dilihat di http://sdnrg.itb.ac.id

Kelompok ini dimulai di pertengahan tahun 2014 dimana kami memperhatikan diskusi mengenai teknologi SDN (software defined networking) telah berkembang dan menjadi bahan pembicaraan oleh networkers di luar negeri, sementara di Indonesia belum ada kelompok yang memusatkan diskusi pengembangan teknologi SDN ini. Informasi tentang kami dapat dilihat pada: http://sdnrg.itb.ac.id/tentang-kami/

Teknologi SDN ini berkembang bersamaan dengan teknologi cloud computing yang juga telah berkembang sebelumnya, lebih spesifik lagi dengan berkembangnya cloud computing bagi operator telekomunikasi dengan nama NFV (network function virtualization). Bersamaan, kedua teknologi ini menjadi dasar berkembangnya teknologi IT dalam satu dekade ke depan.

Inisiatif ini saat ini berukuran kecil, namun kami berharap banyak orang yang akan mendapatkan manfaat dari kelompok penelitian ini, mulai dari:

  • End-user pengguna jaringan komputer
  • Mahasiswa sebagai calon network administrator
  • Kalangan akademisi (dosen dan peneliti) sebagai peneliti teknologi
  • Network administrator sebagai pelaku teknologi
  • Sistem integrator yang mengimplementasikan teknologi
  • Vendor penyedia perangkat jaringan komputer
  • Operator jaringan sebagai pengguna awal teknologi SDN/NFV ini
  • Dan semua orang yang berminat

Untuk memulai bergeraknya kelompok kami ini, kami memutuskan untuk menyelenggarakan meetup pertama kami pada:

Tanggal: 1 November 2014
Waktu: pukul 09:00 s/d 12:00
Tempat: Lab Telematika STEI ITB, Gedung Labtek VIII Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung

Informasi lebih lengkap, silakan membuka website ini: http://sdnrg.itb.ac.id/meetup-pertama/

Untuk mendaftar, silakan buka website ini: http://sdnrg.itb.ac.id/pendaftaran/

Kami tunggu kehadiran anda!

Wassalam,
-affan


Sarana Air Bersih di Elelim, Kabupaten Yalimo

Wahyu Wijanarko Indonesia Wahyu Wijanarko

Distrik Elelim yang menjadi ibu kota Kabupaten Yalimo adalah daerah yang berada di ketinggian kurang lebih 400 mdpl, sedangkan Wamena yang berjarak 132 km melalui jalan darat berada di ketinggian 1600 mdpl. Saya tidak tahu angka persisnya, namun saya mengetahui ini dari indikator di dashboard mobil Mitsubishi Strada Triton yang kami naiki dalam perjalanan dari Elelim menuju Wamena.

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh penduduk Elelim adalah tersedianya air bersih. Ada saluran air bersih dari mata air, namun baru menjangkau perumahan pejabat eselon 2 Kabupaten Yalimo. Pegawai dan masyarakat memanfaatkan air hujan yang biasa turun setiap 2-3 hari sekali untuk kebutuhan MCK (mandi, cuci, kakus). Hasilnya adalah ketika mandi dengan sabun, maka ketika dibilas akan terasa licin.

Di sisi lain, banyak juga mata air bersih dari alam. Jika stok air hujan di penampungan habis, kami biasa mandi di sebuah pancuran, sekitar 1 km dari tempat kami tinggal dengan naik sepeda motor menuruni bukit. Biasanya saya sekalian bawa jerigen 30 liter yang diisi air pancuran untuk keperluan di rumah.

Saat ini saya baru saja mendarat setelah perjalanan udara dari Wamena dan tiba di Jayapura sesudah lebih dari 2 minggu berada di Elelim. Beberapa waktu lalu, kami pergi ke pancuran dan mandi. Ketika memencet botol sabun cair dan siap mengoleskan di badan, teman-teman teriak, "Mas jangan pakai itu!"

Saya kaget! Saya pikir saya salah pencet shampo. Belakangan saya ketahui ternyata sabun cair yang mau saya pakai itu adalah sabun cuci cair yang dimasukkan ke botol sabun mandi. Untung saja belum sempat oles ke badan.
Pengalaman lain adalah ketika tahun 2012 lalu mandi bersama masyarakat asli Elelim di pancuran. Saya sudah siap membawa perlengkapan mandi. Ketika mereka mandi, saya tawarkan sabun mandi cair dan shampo yang saya bawa, tetapi mereka tidak mau.

"Itu tidak bagus, tidak terasa!" kata salah satu dari mereka. Selang beberapa saat, mereka mengeluarkan Rinso bubuk, dan saya berpikir bahwa mereka mau sekalian cuci baju. Alamak! Ternyata deterjen pencuci baju itu dipakai untuk shampo rambut dan bersihkan badan. Saya tanya tetangga kami yang adalah orang Jawa, ternyata mereka biasa mandi pakai sabun cuci. Dan tetangga kami ini mencoba meniru saat kehabisan shampo, namun hasilnya kulit kepala terkelupas selama seminggu.

Di sebuah sudut jalan di Distrik Elelim hari Jumat (24/10) kemarin, saya melihat banyak pipa air minum hitam ukuran 3 inch yang baru saja tiba. Sepertinya akan dibangun jaringan air yang baru. Semoga dengan pembangunan  jaringan air bersih ini pegawai Kabupaten Yalimo dan masyarakat memperoleh air bersih dengan mudah untuk dapat mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Yalimo.

Pelatihan Public Relations

ophay ophay

Magdalena Wenas

 

Hari ini perusahan tempat saya bekerja meyelenggarakan pelatihan Public Relations (PR), dan saya ikut menjadi pesertanya. Sempat kepikiran, kalo pelatihan ini sepertinya kurang nyambung dengan pekerjaan yang saya geluti. Pikiran ini meracuni saya sejak masuk dan duduk di ruangan tempat pelatihan itu. Namun ternyata saya salah. Pikiran yang bersarang di otak saya yang sebelumnya menganggap pelatihan ini tidak nyambung dengan kerjaan yang saya geluti di lapangan ternyata hanya bertahan 20 menit di awal-awal acara, setelah pemateri PR itu sendiri memulai materinya satu persatu dengan semangat dan energi yang mampu membawa kelas menjadi hidup dan menarik.

Materi yang disajikan cukup sederhana dan cukup faktual dengan realtita yang terjadi saat ini, dimana komunikasi dan cara penyampaian informasi sudah mengalami pergesaran menuju abad 22. Medium penyebaran informasi itu sendiri semakin hari semakin tumbuh pesat baik yang konvensional maupun yang non-konvensional. Serta contoh-contoh kongkrit yang terjadi di negara ini.

Salut buat pematari ibu Magdalena Wenas  yang mampu menghidupkan kelas, membuka mata dan pikiran terhadapan PR secara luas dan peranan dari PR itu sendiri, serta peranan ICT dalam menunjang proses dari Public Relations, dan ini merupakan kesempatan langka yang pernah saya miliki, untuk betemu dan mengikuti penyampaian langsung dari seorang expert di bidang Public Relations.

Ternyata belajar Public Relations itu menarik loh…:)

Bagaimana dengan anda…?