PlanetTerasi

Think. Read. Write.

Sandangan

Retas Ivan Lanin

Wearable atau sandanganPemaparan Tim Cook mengenai Apple Watch pada 9 September 2014 kemarin membawa Apple memasuki pasar arloji pintar (smartwatch). Gawai ini diluncurkan sebagai jawaban terhadap beberapa perangkat Android Wear yang telah lebih dulu diperkenalkan, seperti LG G Watch dan Samsung Gear Live. Produk-produk ini melambungkan neologisme wearables (wearable computer) yang didefinisikan sebagai “miniature electronic devices that are worn by the bearer under, with or on top of clothing”. Lalu, apa padanan bahasa Indonesia yang pas untuk wearables?

Akhiran -able dalam bahasa Inggris pada berfungsi sebagai pembentuk kata sifat dengan beberapa makna, seperti dapat di… (mis. movable) atau relevan dengan… (mis. fashionable). Selain sebagai kata sifat, kata-kata berakhiran -able ini pun kadang dipakai sebagai kata benda, umumnya dalam bentuk jamak (plural).

Pola penerjemahan kata sifat berakhiran -able ke dalam bahasa Indonesia beragam. Ada yang diterjemahkan dengan sekadar mengganti -ble dengan -bel (misalnya flexible — fleksibel), dengan diberi awalan ter- (degradable — teruraikan), dengan diuraikan artinya (operatable — dapat dioperasikan), dsb. Sebagai kata benda, kita bisa memberikan yang atau benda di depan padanan kata sifat, misalnya yang teruraikan atau benda teruraikan untuk degradables.

Kembali kepada wearables, kata ini berarti dapat dipakai (kata sifat) atau sesuatu yang dapat dipakai (kata benda). Pakaian! Tapi, kok terlalu luas, ya? Kita perlu suatu istilah unik untuk memadankan wearables dalam kalimat, “Ini wearables baru saya, Apple Watch.” Kata pakaian kurang pas dipakai di sana. Untunglah @probodj kemudian mengusulkan satu muradif pakaian yang kini jarang kita pakai: sandangan. Arti baru yang dapat ditambahkan pada KBBI:

san·dang·an n Komp perangkat elektronik mini yang dikenakan sebagai pakaian, misalnya arloji pintar.

Jadi, siapa yang sudah berniat untuk memesan sandangan Apple Watch?

Rilis Video DebConf14

Zaki Akhmad Zaki Akhmad

Komunitas Debian baru saja usai dengan debconf14. Tim video sudah merilis video konferensi ini. Wow, bananastastic!.

Saya jadi teringat, bagaimana saya berusaha membuat rekaman video kopdar Python Indonesia dengan segala keterbatasan sumber daya yang ada. Salut lah untuk tim video debconf14.

Di Indonesia sebenarnya saya lihat banyak pengguna Debian. Teman-teman di UI/ITB, misalnya. Namun belakangan dengan munculnya Ubuntu, saya kira generasi muda di Indonesia rasanya jadi lebih banyak yang menggunakan Ubuntu. Err tapi setahu saya sekarang teman-teman Blankon menggunakan Debian sebagai sistem base.

Selamat menonton! Bagi yang sudah menonton, tulisan resensi video akan berguna.

Tentang Xiaomi dan Review Redmi 1S

dhiku dhiku

Pertama kali saya mendengar nama Xiaomi adalah ketika membaca berita bahwa Head of Product Android dari Google, Hugo Barra, berlabuh ke perusahaan yang berasal dari China, Xiaomi. Hugo Barra mengemban tugas sebagai Vice President of International untuk melakukan ekspansi ke luar China. Walaupun baru berusia 4 tahun, Xiaomi sudah menjadi no. 1 di negara asalnya mengalahkan Samsung dalam hal penjualan smartphone di Q2 2014. Pada tahun 2013 Xiaomi berhasil menjual sebanyak 18.7 juta handset dengan pendapatan sebesar $5 Miliar atau sekitar Rp 60 triliun (sebagai perbandingan nilai pendapatannya 3x dari perusahaan telekomunikasi XL atau 2.5x dari Indosat di tahun 2013). Di kancah global Xiaomi juga sudah sudah termasuk dalam 5 besar produsen smartphone, dengan market share 5.1% (satu tingkat di atas LG yang berada di posisi no. 6).

Salah satu kunci sukses dari Xiaomi adalah harganya yang affordable tapi memiliki kualitas yang sangat baik dari sisi hardware maupun software. Berikut ilustrasi yang menarik perbandingan harga Xiaomi di tahun 2014 dibanding smartphone vendor lain.

Xiaomi bisa memberikan harga yang sangat spesial karena business modelnya yang hanya menggunakan jalur ecommerce untuk berjualan sehingga bisa mengurangi biaya-biaya yang tidak diperlukan misalnya membuka toko-toko ritel. Selain itu aktivitas marketing Xiaomi juga hanya fokus di social media dengan biaya yang sangat efisien, sekitar 1% dari total pendapatannya, sangat berbeda dengan Samsung yang mengalokasikan sekitar 5.4% dari total pendapatannya. Dalam berjualan via online, Xiaomi sukses membuat hype dan menjadi rebutan banyak orang, seperti di China produk andalan Xiaomi Mi3 terjual 100.000 unit hanya dalam waktu 86 detik, lalu baru-baru ini di India 40.000 Redmi 1S habis dalam waktu 4.2 detik, lalu juga di Singapore Redmi Note terjual 5.000 unit dalam waktu 42 detik.

Redmi 1S, Spesifikasi Wah Harga Murah

Redmi 1S adalah smartphone pertama dari Xiaomi yang resmi masuk di Indonesia. Redmi 1S termasuk salah satu produk dari Xiaomi untuk segmen menengah ke bawah. Namun bukan berarti spesifikasi dan kualitasnya pas-pasan. Redmi 1S dijual dengan harga hanya 1.5 jt, padahal kalau membeli merk lain dengan spesifikasi yang setara harganya bisa sekitar 2.5jt-3.5jt.

 

Redmi 1S memiliki layar IPS LCD dengan lebar 4.7 inch dan resolusi HD yang membuatnya terlihat tajam dan jernih. Kualitas layarnya juga tidak kalah jauh dibandingkan dengan layar iPhone 5. Layarnya juga sudah dilindungi Corning Gorilla Glass 2 yang tahan terhadap goresan halus. Viewing angle-nya lebar dan tidak ada distorsi warna. Namun level brightness dalam kondisi maksimum tidak terlalu terang, padahal hal ini bisa sangat berguna untuk aktivitas outdoor.

Desain Redmi 1S terasa cukup premium dengan gaya yang minimalis tanpa ada logo Xiaomi di bagian depan. Backcasenya juga bisa dilepas dan diganti dengan backcase yang lebih menarik. Di bagian belakang terdapat battery yang bisa dilepas, slot simcard GSM-GSM (sim 1 support 3G sedangkan sim 2 hanya 2G), dan Micro SD slot dengan maksimum 32GB. Secara dimensi Redmi 1S juga cukup nyaman digenggam satu tangan berkat bagian belakang yang curve dan lebar hanya 69mm, namun bobotnya terasa lumayan berat (158 gram) jika dibandingkan dengan ukurannya. Bobotnya sangat terasa ketika saya menggunakan Redmi 1S dengan satu tangan sekitar 15-30 menit untuk browsing dan social media, tangan saya menjadi lebih cepat pegal. Dalam penggunaan yang cukup intensif, saya juga merasakan bagian belakang di sekitar kamera terasa cukup hangat.

Dengan processor Qualcomm Snapdragon 400 Quad Core 1.6 Ghz dan RAM 1GB, Redmi 1S mampu menjalankan aplikasi dan game dengan lancar. Dari total RAM 1GB yang tersisa hanya sekitar 250-300MB, sehingga aplikasi kadang tertutup secara otomatis dan performa juga terasa lebih lambat ketika membuka beberapa aplikasi sekaligus. Dalam hal score benchmark, Redmi 1S mampu mendapatkan nilai Antutu sekitar 20.705 dan Quadrant 10.292. Sebagai perbandingan nilai tersebut berada di atas Samsung Galaxy Grand 2 dengan harga yang yang lebih mahal. Redmi 1S memiliki internal storage 8GB dan bisa ditambah maksimal 32 GB melalui external microSD. Jika masih belum cukup Redmi 1S juga mendukung USB on the go yang bisa dihubungkan dengan berbagai macam peripheral USB seperti flashdisk.

 

Redmi 1S memiliki kamera dengan resolusi 8MP di bagian belakang dan kamera depan 1.6MP. Kualitas gambar Redmi 1S ternyata diluar ekspektasi saya, hasilnya bagus dan tajam baik di outdoor maupun indoor. Kualitas kamera yang bagus berkat sensor kamera Redmi 1S dengan aperture f/2.2 yang mampu menangkap cahaya lebih baik dalam minim cahaya. Aplikasi kamera juga dapat terbuka dengan cepat, sangat berguna supaya kita tidak melewati momen yang penting untuk difoto. Tombol volume juga dapat berfungsi sebagai shutter untuk mengambil gambar. Lalu shutter speednya juga cukup cepat dalam menangkap gambar.

Bagi yang suka menggunakan smartphonenya sebagai alat navigasi, Redmi 1S adalah smartphone yang sangat cocok karena sudah mendukung GLONASS. Waktu lock yang dibutuhkan sangat cepat hanya 5 detik, sinyal GPSnya juga kuat dan stabil dengan rata-rata bisa lock 13 satelitte dari 21 satellite. Smartphone lain dengan prosesor jenis Mediatek biasanya hanya mampu me-lock 8 dari 15 satellite.

Untuk urusan battery, Redmi 1S dilengkapi dengan battery Li-on sebesar 2000 mah. Dengan penggunaan email dan social media yang cukup aktif, Redmi 1S dapat dengan mudah bertahan selama satu hari. Nilai plus dari Redmi 1S adalah battery yang removable jadi kalau battery habis bisa tinggal buka backcase, ganti battery tanpa perlu repot dengan kabel powerbank.

Software MIUI, Android dengan cita rasa Apple

Yang membuat Xiaomi Redmi 1S berbeda bukan hanya harganya yang murah, tapi softwarenya yaitu MIUI yang berbasiskan Android namun sudah dimodifikasi sehingga memberikan experience yang jauh lebih menyenangkan dibandingkan Android pada umumnya. Banyak yang bilang antarmuka MIUI mirip dengan iOS, sayapun merasa demikian tapi dengan fitur customization yang jauh lebih bervariasi. Ketika menggunakan Redmi 1S saya beberapa kali mendapatkan bugs yang menyebabkan aplikasi tertutup dengan sendirinya, namun kabar baiknya Xiaomi ternyata sangat aktif memperbaiki dan mengembangkan MIUI, hampir tiap minggu saya selalu mendapatkan notifikasi software update untuk membuat MIUI lebih baik dan stabil. Berikut ini beberapa fitur-fitur menarik dari MIUI,

  • Tersedia banyak themes yang keren dan menarik, themes ini bukan hanya mengubah wallpaper dan icon saja, tapi juga hampir semua komponen tampilan di Android seperti notification area, status bar, favorites tray, dial pad dsb. Ketika rilis di Indonesia, Xiaomi pun merilis theme dengan tema Indonesia.
  • Guest mode, fitur ini bisa menyembunyikan seluruh notes, sms, call log, dan gambar untuk sementara sampai kita keluar dari mode ini, sangat berguna ketika ada yang ingin meminjam handphone
  • Memasang password untuk aplikasi tertentu, beberapa aplikasi yang sensitif bisa dipasang password untuk menjaga privasi
  • Customize notifikasi dan data di setiap aplikasi, setiap aplikasi bisa dicustomize untuk bisa menampilkan notifikasi atau mengakses data. Misalnya pada kondisi tertentu kita hanya mau menerima email dan whatsapp saja dan “mendiamkan” aplikasi social media seperti path, facebook, dan twitter untuk bisa lebih konsentrasi ketika mengerjakan sesuatu
  • Block Call dan SMS, fitur ini berfungsi untuk melakukan block baik telepon maupun SMS terhadap nomor tertentu yang mengganggu
  • Pin SMS, terkadang ada sms yang cukup penting dan kita kesulitan mencarinya, dengan fitur ini SMS yang di pin akan selalu berada di posisi paling atas
  • Mengetik tanpa gangguan, ketika sedang mengetik dan ada telepon masuk maka akan notifikasi di atas layar bahwa ada telepon masuk dan informasinya
  • Akses cepat menyalakan lampu flash, caranya hanya dengan menahan home button ketika dalam posisi lock screen, sangat praktis ketika berada dalam kondisi gelap dan butuh menyalakan lampu flash
  • Vibrate ketika telepon tersambung, terkadang ketika melakukan panggilan telepon kita perlu mendekatkan handphone ke kuping dan menunggu sampai dijawab, dengan fitur ini kita hanya perlu menunggu sampai ada getaran yang berarti telepon sudah ada yang menjawab
  • 1 click clear tasks untuk menutup seluruh aplikasi yang sedang berjalan sekaligus. Kita juga bisa memilih aplikasi mana yang tidak perlu ditutup (di-lock) ketika melakukan clear tasks. Fitur ini sangat berguna terutama untuk smartphone dengan RAM 1GB
  • Status kecepatan akses data di status bar, sangat berguna dan informatif untuk mengetahui kecepatan akses data ketika browsing atau download secara real time
 
 

Kesimpulan

Dari sisi harga, spesifikasi, dan software, Xiaomi Redmi 1S adalah smartphone yang sangat menarik dan sangat layak untuk dibeli. Handphone ini cocok untuk handphone utama, maupun handphone tambahan. Bagi yang khawatir jika terjadi kerusakan, Xiaomi memiliki service center di 17 kota dan terdapat 1 service center yang eksklusif hanya memperbaiki produk Xiaomi. Bahkan dalam press releasenya, Xiaomi berjanji akan memberikan experience perbaikan handphone hanya dalam waktu 2 jam. Xiaomi Redmi 1S saat ini hanya tersedia di Lazada.co.id, untuk bisa membelinya anda harus mendaftar terlebih dahulu lalu menunggu tanggal 11 September akan dibuka akses kepada seluruh pendaftar untuk melakukan pembelian.

 

Kapan Memberikan Brosur?

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

[Seri tulisan entrepreneurship]

Ceritanya begini. Anda sering melihat orang-orang membagikan brosur yang menawarkan produk atau layanan, bukan? Saya juga. Kadang kita sebal karena orang yang menawarkan brosur tersebut tampak maksa. Padahal kita tidak tertarik. Nah, saya akan memberikan pandangan dari sisi lain – dari sisi yang memberikan brosur tersebut.

Selebaran brosur itu bermanfaat untuk memberikan informasi kepada (calon) pelanggan mengenai produk atau layanan kita. Seringkali orang malu atau enggan bertanya. Mereka hanya melihat tulisan atau banner tetapi masih banyak pertanyaan. Sayangnya mereka sungkan untuk bertanya. Nah, untuk orang-orang seperti ini brosur sangat tepat.

Memberikan brosur kepada orang yang tidak memerlukan merupakan hal yang tidak efektif. Selain itu, brosur yang terbuang ini akan menjadi sampah dan tidak ramah lingkungan. Pegawai kadang diberikan target untuk memberikan brosur. Mereka tidak peduli tepat atau tidaknya. Yang penting brosur habis. Ini yang salah. Uang untuk brosur jadi tidak manfaat.

Mengenai kepada siapa brosur tersebut diberikan ternyata tidak mudah. Seperti tadi pagi, di acara Bandung Car Free Day, kami membuka lapak Insan Music Store. Kami juga membagi-bagikan brosur tetapi selektif kepada orang yang kelihatan berminat saja. Menentukan orang yang berminat ini yang susah. Jadi, saya melihat orang-orang yang lewat. Kalau mereka membaca banner kami dengan waktu yang cukup lama dan kelihatan tertarik barulah saya mendekat dan membagikan brosur. Kebanyakan orang hanya melengos saja. (Ini juga mungkin karena sulitnya penempatan banner kami. Di masa yang akan datang, enaknya kami membawa layar komputer yang besar dan biar mereka melihat sendiri saja. Ini lebih menarik.) Akibat pendekatan ini brosur tidak banyak yang kami bagikan, tetapi nampaknya efektif. Itu yang penting.

Next time: bawa genset + layar besar + sound system. Eh, ini mah buat panggung sendiri saja ya? hi hi hi.


Filed under: Bisnis, creativity, entrepreneurship, music, Musik, Start-up, teknologi, Teknologi Informasi, TI Tagged: Bisnis, entrepreneurship, postaday2014, startup, Teknologi Informasi

Acer Aspire E11, Gantinya Tablet

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Dulu hadirnya tablet digadang-gadang akan “membunuh” PC/Notebook. Tetapi pada kenyataannya tidak semudah itu. Faktanya, penjualan tablet sekarang ini cenderung menurun dan ada tanda-tanda penjualan PC/Notebook naik lagi.

Kemungkinan besar, para pengguna tablet sudah “bertobat” (ninja) dan akhirnya menyadari kalau tablet itu kurang maksimal untuk dipakai bekerja. Paling-paling buat sosial media doang. Kalo pake tablet buat foto dan telpon malah bikin ilfil khan? (upss)

Apalagi sekarang smartphone ukurannya juga besar-besar.

Nah, notebook Acer Aspire E11 (E3-111-C5QL) ini nampaknya cocok banget jadi pengganti tablet. Alasannya?

  • Biasanya pengguna tablet itu emoh pake notebook karena bobotnya berat. Acer Aspire E11 ini cuma 1 kg doang, gak beda jauh sama tablet.
  • Notebook itu bising karena pake kipas. Acer Aspire E11 ini gak bising karena gak pake kipas. Toh, tablet gak dikasih kipas juga no problemo khan?

Malahan ada banyak kelebihan Acer Aspire E11 yang tidak bisa didapatkan di tablet. Yang pertama adalah soal keyboard. Salah satu yang bikin tablet sulit dipakai bekerja adalah keyboard virtualnya. Acer Aspire E11, meski kecil mungil namun keyboardnya full size. Dan surprisingly, keyboardnya lumayan enak dipake ngetik 10 jari, termasuk bagi yang terbiasa pake keyboard PC.

Yang kedua adalah soal port. Tablet yang diperlengkapi banyak port USB dan HDMI cenderung berbodi besar dan berat. Kalo gitu kenapa gak notebook sekalian? (upss) Kalo Aspire E11 ini memang diperlengkapi 3 port USB (1 port USB 3.0 dan 2 port USB 2.0), 1 port HDMI, card reader, dan yang hampir pasti gak ada di tablet: port Ethernet. Sudah Gigabit LAN pula.

Kekurangan Acer Aspire E11 dibandingkan tablet adalah pada layarnya yang belum touch screen. Namun itu lumayan bisa digantikan oleh touch padnya yang memiliki gestur sehalus layar touch screen.

Acer Aspire E11 ini diperlengkapi prosesor Celeron N2830. Mengingat nantinya lebih banyak digunakan untuk pekerjaan kantoran, saya pikir sudah sangat mencukupi. Buat hiburan, tersedia kamera untuk ber-Skype ria dan tentu saja audio. Kualitas audionya sendiri sangat jernih, bahkan tak kalah dibandingkan dengan notebook yang lebih besar.

Nah, sepertinya memang cocok sekali menunjang pekerjaan istri saya yang membutuhkan gadget yang ringan namun kinerja mumpuni.

Oh yaaa, hampir lupa. OS bawaan Aspire ini cuma Linux. Ck, rada disayangkan memang. (doh) Tapi berhubung saya punya Windows 8.1 ori jadi ya gak masalah, hehe (lol)

Jpeg

Spesifikasi:

  • Intel Dual Core N2830 processor (2.16 GHz up to 2.41 GHz)
  • OS Linux
  • 11.6″ HD 1366 x 768 resolution, high-brightness LED backlit screen
  • RAM 2GB DDR3
  • HDD 500GB
  • VGA Intel HD Graphics
  • Bluetooth 4.0
  • HDMI Port
  • 802.11b/g/n wireless LAN
  • Acer webcam
  • SD Card reader
  • Two built-in stereo speakers

 

WordPress 4.0 “Benny”

BennyChandra.com Ben

WordPress 4.0 “Benny”: Benny? Ya, saya? Bukan. WordPress versi 4.0 dinamakan “Benny” untuk menghormati seorang musisi jazz asal Amerika Serikat bernama Benny Goodman.

[ » ]

Teknologi Informasi Itu Liar!

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Kemarin, saya mengajar kuliah pengantar teknologi informasi (introduction to information and communication technology). Yang diajarkan adalah prinsip-prinsip dasar teknologi informasi dan pemanfaatannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Mengapa ini perlu diajarkan? Menurut saya salah satu alasannya adalah karena teknologi informasi itu liar! Wild!

Bagi Anda yang mengikuti berita terakhir di dunia internet mungkin mengetahui kasus Florence Sihombing. Bagi yang belum, singkatnya begini. Florence menuliskan kata-kata di status Path-nya yang dianggap menghina orang-orang Jogja. Tidak saja dia kemudian di-bully di media sosial, tetapi juga ada yang kemudian mengadukannya ke Polisi sehingga dia sempat mampir di bui. Lepas dari pro dan kontranya, ini adalah salah satu contoh liarnya pemanfaatan teknologi informasi.

Bayangkan begini. Bagi Anda yang punya anak kecil, katakanlah yang masih SD, beranikah Anda melepas anak Anda di jalan tol dengan motor sendirian? Bayangkan, di jalan tol, banyak kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Sementara anak Anda baru saja mendapatkan motornya satu atau dua hari yang lalu. Seram bukan?

Penggunakan teknologi informasi – misalnya, internet – juga begitu. Anda berikan handphone atau komputer kepada anak Anda dan Anda lepas anak Anda tersebut di internet tanpa pengawasan (pada awalnya). Seram! Salah-salah, tidak hanya sekedar di-bully tetapi bisa masuk bui juga. Hadoh! Maka dari itu pengetahuan tentang teknologi informasi dan pemanfaatannya yang baik dan benar perlu diajarkan.


Filed under: Opini, Pendidikan, Teknologi Informasi, TI Tagged: IT, opini, Pendidikan, postaday2014, Teknologi Informasi

Pindah Hosting

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Beberapa hari belakangan ini, blog saya mengalami Bandwidth Limit Exceeded. Artinya lalu lintas ke blog ini sangat tinggi hingga melebihi limit yang diijinkan untuk blog ini.

Berhubung blog saya ini fans-nya sudah banyak (cih, kemaki (idiot) ), mau tak mau saya mesti ambil tindakan agar para fans tidak kecewa. Jadi saya memutuskan untuk pindah hosting yang menawarkan jatah traffic lebih besar.

Namun untuk sementara waktu, dalam proses perpindahan, tentu saja masih sesekali timbul masalah. Karena itu mohon maaf apabila blog ini masih sering sulit diakses atau barangkali timbul error di sana-sini.

Bila Anda menjumpai masalah, mohon kebaikan hatinya untuk melaporkannya ke email atau akun Twitter saya @OomYahya.

Terima kasih

Firefox 31.0

ophay ophay

firefox 31.0

Iseng-iseng masang Firefox 31.0 di Ubuntu lawas (13.10), walau sedikit terlambat sejak tanggal di rilisnya browser handal ini. Hmmm….Late post


Review Wiko Highway, Smartphone Dual Sim Rancangan Prancis

dhiku dhiku

Wiko, perusahaan asal Prancis ini bisa dibilang pemain baru di industri smartphone. Walaupun baru berusia 3 tahun, Wiko mampu menempati posisi no 2 di Prancis setelah Samsung, bahkan mengalahkan Apple yang saat ini di posisi no. 3. Produk-produk keluaran Wiko terkenal dengan harganya terjangkau dan memiliki desain yang berkelas serta performa yang tinggi. Salah satu kunci sukses Wiko di negaranya karena menggunakan strategi Design in France, Made in China, dimana tim Wiko di Prancis membuat spesifikasi desain produknya lalu mengirimnya ke China untuk diproduksi.

Kebetulan saya mendapatkan review unit salah satu produk flagship dari Wiko, yaitu Wiko Highway. Spesifikasinya tidak tanggung-tanggung, smartphone ini dilengkapi layar 5″ Full HD dengan resolusi 1920 x 1080px, processor MediaTek Octacore terbaru dengan kecepatan 2 Ghz, RAM 2GB, Internal storage 16GB, Kamera belakang 16MP, kamera depan 8MP, lalu juga mendukung Dual Sim GSM-GSM. Wiko Highway akan resmi dijual dalam waktu dekat melalui salah satu distributor handphone besar di Indonesia dengan harga yang “katanya”sangat menarik.


Desain ala iPhone dan Sony Xperia Z

Pertama kali melihat desain Wiko Highway, saya langsung teringat desain minimalis ala iPhone dengan bahan frame aluminium di seluruh sisinya dan bahan glass ala Sony Xperia seri Z di bagian depan dan belakang, hasilnya cukup elegan dan enak dipandang. Kesan premium akan lebih terasa ketika memegang langsung handphone ini, beratnya cukup pas sekitar 154 gram, lumayan tipis sekitar 7.7mm (perbandingan iPhone 5s sekitar 7.6mm), lebarnya sekitar 70mm juga masih bisa terjangkau oleh jempol ke sisi kiri/kanan layar, lalu bentuk sudutnya yang curve membuat nyaman dipegang oleh satu tangan.

 

Wiko Highway menggunakan desain unibody dengan slot dual sim (micro sim) di sisi kiri dan kanan, tombol power dan volume berada di sisi kanan, dan posisi speaker di bagian bawah. Saya pribadi juga lebih menyukai letak speaker di bagian bawah daripada di belakang karena suara notifikasi ataupun media bisa lebih jelas terdengar kalau handphone diletakkan di atas meja dengan layar menghadap ke atas. Sayangnya tidak tersedia slot microsd sehingga kita hanya bisa mengandalkan internal storage sebesar 16GB, saya berharap Wiko merilis j versi internal yang lebih besar 32GB atau 64GB.

Karena desainnya yang unibody, battery Wiko highway juga tidak removable alias ditanam. Buat beberapa orang battery yang removable bisa menjadi solusi praktis kalau battery habis tinggal ganti dengan battery cadangan dan gak perlu colok ke powerbank.

Layar dengan resolusi Full HD

Layar Wiko Highway sangat jernih dan terang karena menggunakan teknologi IPS LCD dengan resolusi Full HD 1920 x 1080 pixel dan kerapatan 441 ppi. Sebagai perbandingan kerapatan pixelnya setara dengan Galaxy S4 yaitu 441 ppi, sedangkan iPhone 5s hanya sekitar 326 ppi. Walaupun mata kita biasanya tidak terlalu bisa membedakan layar dengan kerapatan lebih dari 300 ppi.

Sama seperti handphone flagship lainnya, Layar Wiko juga terbuat dari Corning Gorilla Glass 2 yang cukup kuat terhadap goresan (walaupun saya tetap menganjurkan screen guard). Saya menyukai level brightness layar Wiko yang sangat terang, saya masih bisa melihat dengan sangat jelas isi layar Wiko Highway walaupun dalam kondisi outdoor yang sangat terang. Viewing anglenya juga lebar sehingga tidak ada perubahan warna jika dilihat dari sudut-sudut tertentu.

Prosesor Octacore 2 Ghz dan RAM 2 GB

Dapur pacu Wiko Highway bisa dibilang cukup impresif, Wiko Highway memiliki prosesor Chipset Mediatek Octacore 2 Ghz, RAM 2GB, dan GPU Mali 450. Untuk kebutuhan umum seperti browsing, multimedia performanya sangat smooth, lalu untuk kebutuhan 3D gaming hampir tidak ada lag. RAM 2GB juga sangat lega untuk melakukan multitasking. Jika baru dinyalakan, RAM yang terpakai hanya 700-750MB saja.

Dengan spesifikasi tersebut, Wiko Highway bisa mendapatkan score Antutu sebesar 32.500, score yang tinggi jika dibandingkan handhone flagship lain dengan harga 2-3 kali lipat. Sedangkan pada aplikasi benchmark lain seperti Quadrant, Wiko Highway juga bisa mencapai nilai yang tinggi 15.000.

 

Untuk kemampuan browser dalam menjelajah internet, Wiko Highway sangat cepat dalam merender halaman web dan responsif. Berdasarkan hasil test benchmark Vellamo HTML, Wiko Highway juga mampu mendapatkan score yang berbeda tipis dengan handphone terbaik dan tercepat saat ini yaitu LG G3.

 

Kamera belakang 16 MP dan depan 8 MP

Secara overall kualitas kamera belakang Wiko highway cukup bagus. Masih dibawah iPhone 5s tapi menurut saya kualitasnya masih bisa dibandingkan dengan Samsung Galaxy S4. Untuk kondisi outdoor kamera belakang mampu menghasilkan gambar yang tajam, kpmposisi warna natural dan exposure yang pas. Namun ketika dibawa ke indoor hasilnya sangat tergantung dengan kondisi cahaya, pada cahaya yang minim warnanya menjadi tidak natural. Hal ini hanya terjadi pada kondisi ISO kamera auto, sehingga otomatis Wiko akan mengambil ISO tertinggi yaitu 1600. Namun jika setting ISO camera dibuat lebih rendah warnanya akan akan menjadi lebih natural dan konsekuensinya jika objek mudah bergerak maka hasilnya akan menjadi blur.

Fitur kamera paling menarik Wiko Highway ada di kamera depan 8 megapixel dan memiliki fitur untuk membuat wajah menjadi lebih putih dan mulus. Fitur ini dijamin membuat kita ketagihan foto selfie. Kualitas gambar kamera depan juga cukup tajam. Kekurangannya jika dalam kondisi minim cahaya noisenya cukup tinggi, namun masih bisa dikurangi dengan memainkan setting ISO camera.

Software sudah mendukung KitKat

Wiko tidak terlalu banyak melakukan modifikasi pada OS Android, secara tampilan hanya icon saja yang berbeda. Hal ini pula yang membuat navigasi di home, app drawer, dan aplikasi sangat smooth dan terasa responsif. Versi OS pada review unit yang saya dapat masih Jelly Bean 4.2.2. Bulan lalu Wiko sudah merilis versi KitKat untuk Wiko Highway yang bisa diunduh langsung di websitenya (upgrade tidak melalui OTA). Saya sendiri sudah mencoba versi KitKatnya tapi sepertinya masih belum stabil. Mudah-mudah2an ketika masuk Indonesia, Wiko Highway sudah langsung versi KitKat yang lebih stabil. Wiko juga sudah mendukung USB on the go untuk bisa membaca flashdisk atau peripheral usb seperti keyboard.

Fitur dual sim Wiko Highway sangat sederhana, panggilan telpon atau SMS bisa diset otomatis untuk sim tertentu, misalnya kalau call selalu menggunakan sim1 atau bisa juga selalu menawarkan opsi memilih sim 1 atau 2 ketika ingin telepon. Mengubah paket data dari sim 1 dan 2 juga bisa dilakukan melalui notification. Yang menarik koneksi 3G bisa berjalan baik di sim 1 maupun sim 2, bahkan kita bisa juga lock sinyal hanya di 3G supaya tetap berada di jaringan 3G walaupun sinyalnya lemah.

Wiko Highway juga mempunyai fitur yang diandalkan oleh Samsung di tahun lalu, yaitu Smart Gesture. Gesture yang didukung misalnya bisa unlock dengan menggoyang tangan di atas layar, lalu mute panggilan telpon dengan membalikkan layar ke bawah, menyalakan speakerphone jika menghadapkan layar ke atas, otomatis menerima telpon jika meletakkan handphone di dekat kuping, dan beberapa smart gesture lainnya.

Fitur lainnya adalah scheduled on dan off, fitur ini jarang saya temukan di handphone Android pada umumnya. Intinya dengan fitur ini kita bisa mengatur kapan Wiko Highway akan mati dan kapan akan nyala kembali secara otomatis. Fitur ini cukup berguna buat yang malamnya tidak ingin diganggu dengan telepon atau pesan.

Cipset Mediatek biasanya tidak terlalu bagus untuk urusan GPS, namun dengan chipset mediatek Octacore saya bisa mendapatkan posisi GPS lock dengan cepat sekitar 15 detik dengan kualitas signal GPS yang cukup tinggi, rata-rata saya bisa me-lock 10 dari 13-18 satellite. Ketika digunakan di dalam mobil, sinyal GPS juga masih kuat dan stabil digunakan untuk turn-by-turn navigation dari aplikasi Google Map atau Waze.

 

Baterai 2350 maH, pas untuk 1 hari penuh

Konsumsi battery Wiko Highway bisa dibilang hemat dan mampu bertahan satu harian. Pengalaman selama beberapa minggu ini, saya bisa lepas dari charger setiap jam 6 pagi, lalu biasanya sekitar jam 10 malam baru perlu untuk di charge lagi. Penggunaannya bisa dibilang average, untuk telepon, browsing, lalu social media yang cukup aktif di twitter dan path, messaging dengan whatsapp dan blackberry, lalu email yang aktif sync untuk urusan pribadi, kantor, milis. Dengan penggunaan tsb battery biasanya battery bisa bertahan 16-17 jam dengan screen on time 3.5 jam.

Kesimpulan, wajib untuk pengguna dual sim

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis sebuah artikel perbandingan beberapa smartphone dual sim. Setelah mencoba Wiko Highway selama hampir sebulan sebagai gadget utama, saya bisa menyimpulkan bahwa dengan performa yang gegas, desain yang premium, kualitas layar yang tajam, apalagi jika bocoran harga yang saya dapat itu benar, Wiko Highway sementara ini adalah handphone dual sim yang sangat layak untuk dipertimbangkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Bikin Tile Windows Phone Tembus Pandang

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Hampir semua pengguna Nokia Lumia di Indonesia sepertinya sudah menerima update Lumia Cyan. Anda sudah update belum? (upss) Silakan baca tulisan saya tentang update tersebut di sini.

Saya yakin salah satu feature baru Windows Phone 8.1 yang bakal banyak dimanfaatkan adalah Start Background, yaitu pemberian latar belakang pada Start Screen. Lho, bukankah Start Screen Windows Phone itu dipenuhi tile, bagaimana mungkin gambar latar belakang tersebut akan terlihat?

Jadi begini:

Tile yang ada di Windows Phone akan berubah menjadi tranparan, sehingga bagian belakangnya akan terlihat. Menyenangkan bukan, sekarang Start Screen Windows Phone bisa diberi gambar-gambar yang keren?

Cuma ada sedikit masalah. Ada beberapa tile yang “bandel”, tidak berubah menjadi tembus pandang. Tile yang bandel ini adalah tile yang memiliki warna latar belakang sendiri, tidak sama dengan warna latar belakang theme.

Yang paling nampak nyata adalah Office. Lalu ada juga OneNote. Masih ada lagi, misalnya Twitter, Facebook, dan Path. Kalau kebetulan aplikasi-aplikasi tersebut Anda gunakan dan tile-nya terpasang di Start Screen, tentu akan terasa mengganggu, bukan? Yang lainnya transparan, ini kok enggak.

Untunglah ada sebuah aplikasi yang mampu membuat tile menjadi transparan, namanya adalah Transparency Tiles. Silakan klik link ini untuk membuka halaman aplikasi Transaprency Tiles di Windows Phone Store.

Sebenarnya aplikasi ini tidak benar-benar membuat tile yang sudah ada menjadi transparan namun membuat tile baru yang transparan. Saat membuka aplikasi Transparency Tiles ini, tersedia daftar berbagai aplikasi yang sudah tersedia tile transparannya. Saat nama sebuah aplikasi di-tap, Anda akan dibawa ke Start Screen dan di sana akan muncul tile transparan dari aplikasi yang bersangkutan. Anda tinggal menghapus tile yang lama dari Start Screen dan menggantinya dengan tile tersebut.

Transparency Tiles

Sayangnya masih ada beberapa tile yang belum tersedia versi transparannya, di antaranya Office dan Path. Dan satu lagi kelemahan tile transparan dari Transparency Tiles ini adalah tidak mampu menampilkan notifikasi.

Mudah-mudahan ke depannya, aplikasi ini makin disempurnakan lagi dengan menambah tile transparan untuk aplikasi yang belum tersedia tile tranparannya dan tentu saja tetap mampu menampilkan notifikasi.

Menjadi Fasilitator di Mozilla Summit 2013

BennyChandra.com Ben

Mozilla Summit 2013 memang telah berlalu, namun kenangan saat mengikuti acara yang diadakan serentak di tiga kota berbeda negara (Santa Clara, Amerika Serikat; Brussel, Belgia; Toronto, Kanada) pada...

[ » ]

Konfirmasi dari Harvard Mengenai Karen Agustiawan (CEO Pertamina) yang Disebut Menjadi Dosen di Harvard

Okto SiLaban Okto Silaban

sumber foto : kompas.com – KOMPAS/RIZA FATHONI

Tadinya saya membaca di Kompas.com, Dahlan Iskan (Menteri BUMN) menyatakan Karen Agustiawan mundur dari posisinya sebagai CEO Pertamina. Tentunya banyak spekulasi yang beredar karena informasi ini. Dahlan Iskan lalu menjelaskan kalau Karen mundur karena mau mengajar di Harvard. Dahlan tidak menyebut Karen jadi dosen sih, cuma “mengajar”.

Kalau di Tribunnews.com, judul beritanya menyebutkan “Jadi Dosen Harvard Karen Agustiawan Mundur dari Pertamina”.

Tetapi saya tidak menemukan satupun media online yang melakukan cek silang ke Harvard untuk mengkonfirmasi hal ini. Dan entah kenapa, untuk hal ini saya begitu penasaran hingga saya mengirimkan email ke bagian PR nya Harvard (seperti tercantum di situsnya Harvard.edu) untuk mengkonfirmasi hal ini.

2 hari kemudian, inilah jawaban dari Daniel Harsha (Associate Director for Communications and Government Relations, Harvard Kennedy School) :

The Ash Center for Democratic Governance and Innovation is pleased to announce Ms. Karen Agustiawan’s appointment as a Senior Visiting Fellow at the Asia Energy and Sustainability Initiative (AESI) at the Harvard Kennedy School.  AESI is a research based collaboration among the School’s Ash Center, Belfer Center, and the Sustainability Science Program.  As a Senior Visiting Fellow, Ms. Agustiawan will conduct research relating to the intersection of innovation, energy policy and technology, and environmental outcomes in Asia.

For more information on AESI, please visit the program’s website at: www.ash.harvard.edu/Home/Programs/Institute-for-Asia/AESI

Daniel Harsha
Associate Director for Communications and Government Relations
Ash Center for Democratic Governance and Innovation
Harvard Kennedy School
79 John F. Kennedy Street, Box 74
Cambridge, MA 02138

Apa itu Senior Visiting Fellow? Silahkan googling sendiri ya. :P

Opinion about Jokowi on Jakarta Post – 18 Aug 2014

Enda Nasution's Quiclinks Enda Nasution

Thank you for Jakarta Post who printed my opinon on 18 Aug 2014! Online version: Soft power, the Bazaar and voting for Indonesia’s Future   The post Opinion about Jokowi on Jakarta Post – 18 Aug 2014 appeared first on Enda Nasution's Weblog.

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]

(mencoba memahami) Teknologi di Belakang Mobil Ford

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Hari ini dan besok, saya diajak melihat teknologi di belakang pengembangan mobil Ford. Sebagai orang yang tertarik dengan teknologi, tentu saja saya tertarik. Terlebih lagi ada bagian dari teknologi yang ditampilkan terkait dengan teknologi informasi; virtual reality.Tempatnya juga menarik, Melbourne, Australia.

Pagi ini kami dijemput dari hotel dan dibawa ke Ford Asia Pacific Product Development Centre. Sesampainya di sana, kami harus menyerahkan handphone dan kamera harus didaftar. Maklum, di tempat itu banyak penelitian yang bersifat rahasia. Foto hanya boleh diambil di tempat-tempat tertentu saja. Wuih.

Acara pertama adalah presentasi tentang bagaimana mereka mendesain mobil. Untuk kasus ini mereka menampilkan konsep desain mobil Ford Everest, yaitu sebuah SUV. Presenter pertama, Steve Crosby (chief engineer, body) bercerita bahwa biasanya mereka tidak mengundang mereka. Kami adalah bagian dari group pertama yang diperkenalkan dengan proses ini. Proses pengembangan dilakukan secara global (Amerika, Eropa, dan Asia Pacific). Todd Wiling (design director) menceritakan fasilitas yang digunakan di Ford tadi.

Presenter kemudian tambah menarik. Max Tran, seorang desainer muda (umurnya kalau tidak salah 27 tahun! saya tanya langsung ke dia), menceritakan bagaimana mereka mendesain mobil Everest tersebut. Proses ini dimulai dari market & consumer requirement; dalam hal ini diinginkan mobil yang gagah perkasa (tough) tapi juga sophisticated. Setelah itu dibuat sketch-nya dan dilakukan proses review. Ada banyak (ratusan) sketch. Setelah dipilih, maka dibuatlah model dengan menggunakan clay (tanah liat?). Awalnya sih dibuat dengan menggunakan styrofoam dan ditambahkan tanah liat. Printer 3D juga digunakan untuk membuat hal yang detail, seperti misalnya spion. Pokoknya keren-lah melihat prosesnya.

Kemudian presentasi dilanjutkan oleh Minh Huynh (color & materials, designer). Diceritakan bagaimana proses mencari warna dan bahan yang pas untuk keinginan pengguna. Ini juga keren. (Foto-fotonya menyusul.) Hal yang menarik dari mereka adalah para desainer ini masih muda!

IMG_5759 notes 1000

Acara siangnya dilanjutkan dengan demonstrasi dari berbagai teknologi yang telah dikembangkan oleh Ford; seatbelt untuk penumpang di belakang yang bisa mengembang (inflatable, seperti airbag tapi beda), teknologi untuk membantu pengemudi dalam memarkirkan kendaraan, dan pemanfaatan virtual reality (VR) untuk mereview (dan mendesain) mobil dalam sebuah lingkungan yang disebut Ford Immersive Virtual Environment (FiVE). Yang ini ceritanya menyusul ya. Ini sudah hampir tengah malam dan besok harus bangun pagi sekali untuk melihat yang lainnya.

Terima kasih kepada Ford yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk memahami proses di belakang pengembangan mobil.


Filed under: design, Penelitian, Teknologi Informasi, TI Tagged: desain, design, ford, information technology, mobil, postaday2014, technology

Review Headphone NoiseHush i7 Active Noise-cancelling

Wahyu Wijanarko Indonesia Wahyu Wijanarko

Dalam beberapa waktu terakhir, saya mengamati beberapa produk headphone dengan fitur Noise-cancelling. Saya sebenarnya mengidamkan memiliki Bose QuietComfort 15 Acoustic Noise Cancelling, namun apa daya kantong tidak memenuhi syarat, karena harganya di Indonesia adalah Rp.6.100.000,-. Saat di Singapura bulan Juli 2014 kemarin, di Bugis Junction saya masuk ke toko headphone, di situ dibanderol 4 jutaan, namun saat itu juga kantong mepet dan saya sedikit menyesal karena tidak jadi membelinya. Terakhir, awal Agustus waktu perjalanan dari Kuala Lumpur ke Jakarta, saya mampir di lapak headphone di KLIA2, namun harganya juga setara dengan harga Jakarta, sehingga saya batal membeli.

Menuju ke Jayapura, saya ke Mal Jayapura dan di toko yang menjual Apple, mereka menjual Audio-Technica ATH-ANC7b QuietPoint yang dibanderol Rp. 2,6 jutaan. Lebih murah di Jayapura, karena di Jakarta harganya 2,7 juta. Sudah hampir tergoda dan mau menebus, kok rasanya sayang, karena nanggung. Nambah nabung sedikit lagi bisa ambil si Bose. Namun, kebutuhan (baca: keinginan) untuk mendapatkan ketenangan dengan headphone noise-cancel ini tinggi, karena lingkungan kiri kanan yang agak bising.

Tanpa diduga, waktu mengakses website, ada iklan mengenai NoiseHush i7, saya membaca sekilas di Amazon dan melihat review, katanya cukup bagus untuk pemula. Harganya di toko online luar negeri dibanderol harga normal US$ 99 dan harga diskon di US$ 51,92. Saya mencari di toko online Indonesia, ternyata ada yang jual di harga Rp.850.000. Daripada pusing menunggu impor dari luar dan mengurus bea cukai, saya langsung menuju ke seller dan membelinya melalui rekening perantara bukalapak, sehingga aman. Barang pun dikirim dari Bandung ke Jayapura, sampai dalam 3 hari.

NoiseHush_i7_Active_Noise-cancelling

Perangkat ini menggunakan baterai AAA sebanyak 2 buah untuk menjalankan fitur noise cancel. Saya mencoba noise cancel tanpa kabel. Fitur noise-cancelling ini menurut penilaian saya berjalan dengan tingkat keberhasilan sebesar 80 persen. Deru dengan suara frekuensi rendah (mesin genset bensin di tempat jauh, kompresor kulkas) menghilang. Suara orang dan gemericik air pancuran di kolam ikan masih kedengaran dengan jelas namun bersih karena deru konstan di sekeliling sudah dihilangkan oleh headphone ini. Menggunakan headphone ini sambil mengetik, suara ketikan keyboard laptop saya nyaris tidak terdengar.

Untuk audio, karena saya termasuk awam soal ini. Namun sebagai gambaran, saya pernah mendengar suara dari headphone lain yang menurut saya lebih bagus dari ini. Setelah kutak-katik equalizer di pemutar musik saya, saya mendapatkan kualitas suara yang bagus sesuai harapan saya. Yang paling penting, meskipun tetangga sebelah menyalakan mesin genset yang menderu, saya bisa bekerja dengan tenang.

Product Checklist

Kemas Antonius Kemas Antonius

  1. Understand what people need.
  2. Address the whole experience, from start to finish.
  3. Make it simple and intuitive.
  4. Build the service using agile and iterative practices.
  5. Structure budgets and contracts to support delivery.
  6. Assign one leader and hold that person accountable.
  7. Bring in experienced teams.
  8. Choose a modern technology stack.
  9. Deploy in a flexible hosting environment.
  10. Automate testing and deployments.
  11. Manage security and privacy through reusable processes.
  12. Use data to drive decisions.
  13. Default to open.

Source: U.S. Digital Services Playbook

I wish Indonesian government could also setup such list.Hat tip: Matt.


Filed under: Quick Posts

Update Lumia Cyan Untuk Nokia Lumia 520

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Kemarin yang saya tunggu-tunggu akhirnya tiba. Lumia 520 saya mendapatkan update Lumia Cyan secara OTA. Dengan demikian Lumia 520 saya sekarang sudah menggunakan Windows Phone 8.1.

Bagi yang belum update, segeralah update Lumia-nya dengan cara masuk ke Settings > System > Phone Update lalu tap tombol Check for Updates. Saya mendapatkan dua kali update. Saat upate yang pertama, versi Windows Phone-nya masih 8.0. Barangkali ini semacam “langkah persiapan”. Lalu lakukan lagi langkah update seperti di atas dan kali ini barulah proses update ke Lumia Cyan dimulai.

Agar proses update optimal dan potensi untuk gagal kecil, pastikan baterai Lumia masih mencukupi (bila tidak yakin lebih baik di-charge saja) serta pastikan juga free space di memory internal masih cukup. Tidak ada panduan pasti soal seberapa free space yang mesti dialokasikan, yang jelas punya saya masih ada free space 1.5 GB. Satu lagi, lebih baik update dilakukan dengan memanfaatkan WiFi.

wp_ss_20140817_0001

Nah, apa saja yang baru di Windows Phone 8.1 ini?

Yang pertama akan langsung terlihat adalah perubahan beberapa ikon tile. Ya kalo itu doang mah gak asyik ya, hehe. (ngacir)

Tentu bukan cuma itu. (wek)

  • Action Center. Sekarang Windows Phone punya notification center semacam yang ada di Android. Cara membukanya sama dengan yang di Android, geser jari dari bagian atas layar ke bawah. Di Action Center ini, selain akan muncul daftar notifikasi (misalnya ada email/sms/WA yang masuk), juga bisa diatur soal koneksi Wi-Fi, Bluetooth, mode pesawat, pengunci rotasi, serta tombol untuk masuk ke halaman Settings.

wp_ss_20140818_0001

  • Tanda koma di keyboard hilang! Wah, parah dong. Gak hilang sih sebenarnya, cuma sembunyi. Saya juga tidak tau alasan pengembang Lumia menyembunyikan tanda koma di keyboard (meski menekan tombol &123 dulu baru muncul). Tapi ternyata solusinya gampang. Masuk ke Settings > System > Keyboard dan tekan tombol Advanced. Aktifkan opsi Show a comma key when available.
  • Word Flow keyboard. Ini semacam Swype yang ada di Android. Sayangnya cuma berlaku untuk Bahasa Inggris saja. Jika mau sedikit repot, gunakan setting Bahasa Inggris dan inputkan kata dalam Bahasa Indonesia yang sering digunakan, nanti lama-lama berasa pake Word Flow berbahasa Indonesia. (upss)
  • Bila ada update tersedia untuk aplikasi yang telah diinstal, update akan dilakukan secara otomatis bila terkoneksi pada jaringan WiFi.
  • Halaman Start bisa diberi background. Live tile yang memiliki warna theme sekarang akan menjadi tembus pandang dan background akan terlihat. Untuk memberi gambar background, masuk ke Settings > Start + theme lalu tekan tombol Choose Photo.

wp_ss_20140817_0002

  • Jumlah tile bisa ditambah, meski lalu menjadi lebih kecil daripada sebelumnya. Jika sebelumnya lebar layar maksimal menampung 4 tile, sekarang bisa 6. Untuk mengaktifkannya, masuk ke Settings > Start + theme lalu di bagian Show more Tiles, tekan tombol Off menjadi On.
  • Screenshot sekarang diambil dengan cara menekan kombinasi tombol Power dan Volume Up, bukan lagi Power dan tombol Start.

Nah, bila Anda pengguna Lumia 520, segeralah update. Keren loh Lumia Cyan ini.

[SOLVED] Installing VLC 2.1.5 in ubuntu 13.10

ophay ophay

ophay vlc

Tanggal 26 Juli 2014 kemaren, VLC mengeluarkan rilis terbarunya dengan codename “Rincewind” versi 2.1.5. Bugfix yang dibenahi dapat dilihat  di sini. Beberapa distro linux menyediakan proses update melalui package manager masing-masing, dan ada beberapa yang harus memasang dan mengkompilasi lagi dari source code aslinya.

Nah, semalam saya cukup lama berkutat dengan proses update VLC, karena saya masih menggunakan distro Ubuntu 13.10, dan ada beberapa dependency package yang belum didukung, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan installasi dari source code asli VLC Versi 2.1.5. Memang prosesnya sedikit ribet, tapi jika berhasil akan memperoleh kepuasan tersendiri.

Source code VLC 2.1.5 dapat di download di http://www.videolan.org/vlc/index.html#download.

Untuk menghidari error saat proses kompilasi kode, langkah awal yang saya gunakan adalah dengan mendownload dependency package secara lengkap, dengan perintah :

$ sudo apt-get build-dep vlc

prosesnya cukup memakan waktu. Setelah selesai, dan jika tidak ada pesan error yang ditampilkan, maka lakukan kompilasi kode seperti biasa dan sesuai dengan urutannya.

$ ./configure
$ make
$ sudo make install

Selamat mencoba.

 


Generasi Aplikasi

ophay ophay

Dengan berjamurnya perangkat mobile  yang dapat menjalankan aplikasi populer, seperti facebook, path, youtube, bahkan portal berita (detik.com ataupun kompas.com), membuat cara mengakses situs tersebut makin mudah. Hanya dengan pilihan atau menyentuh shorcut nya saja update-tan terbaru sudah tersaji. (Salut…buat developernya)

Padahal, dulu untuk mengakses sosmed ataupun portal berita, kita harus menjalankan browser terlebih dahulu kemudian memasukan alamat/url yang akan dituju. Cara ini terbilang agak kuno, tapi saya pribadi lebih sering menggunakan cara ini. Misalkan saja ketika saya ingin mengakses facebook.com, walaupun dalam perangkat mobile saya terinstall aplikasi facebook, saya lebih sering membuka facebook melalui jendela opera.

Dengan berjamurnya aplikasi-aplikasi seperti diatas, membuat peralihan bagaiman cara kita untuk mengakses sesuatu yang ada sebuah situs, dan semuanya makin instan. Generasi aplikasi ini, menurut saya mempunyai sisi positif dan negatifnya, dimana sisi positifnya adalah semua informasi dapat diakses dengan mudah tanpa perlu menuliskan url, dan sisi negatifnya adalah kita akan mudah melupakan alamat/url induk  (domain) dari situs-situs yang kita akses, dan tentu saja pasti ada celah keamanannya seperti proses injeksi (cracking) mudah untuk dilakukan.

so…..silahkan pilih bagaimana cara anda untuk berselancar di internet. :)

 

 

 


Internet Cepat Untuk Apa

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Ini masih tentang topik “internet cepat untuk apa“. Ada banyak orang yang memang tidak membutuhkan internet cepat. Bagi mereka internet memang hanya untuk bersosial saja; chatting dan mungkin berkirim foto. Bagi sebagian orang lain, internet dibutuhkan untuk kegiatan yang lebih produktif. Sebagian dari ini membutuhkan internet cepat.

Semalam saya nonton video kuliah dari Walter Lewin, seorang profesor (emeritus) dari MIT. Beliau mengajar Fisika dengan sangat menarik. Keren sekali. Silahkan lihat videonya di sini.

Nah saya coba download videonya dengan kualitas yang bagus (MP3, 720p). Ternyata ukurannya hampir 1 GB. Nah lho. Silahkan download ini dengan menggunakan koneksi GPRS atau EDGE. he he he. Saya download supaya dapat ditonton di kelas tanpa menggunakan internet (yang biasanya lambat). Juga agar supaya dapat di-copy oleh mahasiswa yang internetnya lelet.

Videonya menarik sekali. Kuliah memang harus seperti itu ya? Saya angkat topi atas dedikasi, komitmen, dan passion dari pak Walter Lewin ini. Untuk menyiapkan satu kuliah saja dia melakukan latihan (dry run) berkali-kali. Wedasss. Menjura.

Ini hanya salah satu contoh mengapa kami membutuhkan internet cepat. Bagi Anda, internet cepat untuk apa?


Filed under: Pendidikan, Teknologi Informasi, TI Tagged: IT, Pendidikan, postaday2014, Teknologi Informasi

Sportdio.com – Mampukah Menjadi Zappos.com-nya Indonesia?

Okto SiLaban Okto Silaban

sportdio
Seorang teman bercerita, di samping kerjaannya sebagai analyst IT, dia bersama 3 orang temannya meluncurkan toko sepatu online, Sportdio.com namanya. Kata “sport” di Sportdio sendiri digunakan sejak awal karena memang rencananya jika sudah cukup besar, mereka bisa ekspansi tidak hanya menjual sepatu, namun tetap di sekitar produk olahraga.

E-commerce bukanlah suatu hal yang baru, termasuk di Indonesia. Banyak yang sudah meluncurkan toko online. Mulai dari skala perorangan, paruh waktu, sampai dengan yang didukung oleh grup bisnis besar yang “dananya tak terbatas”. Mulai dari skala iseng-iseng, penjual serius sampai dengan distributor besar atau importir mungkin. Sportdio.com sendiri masuk kategori penjual serius, tetapi untuk saat ini belum masuk ke grup bisnis besar.

Para pendiri Sportdio adalah 4 orang anak muda, teman lama sejak jaman SMA. 2 dari antara mereka saat ini masih bekerja fulltime di perusahaan. 2 lagi sudah fulltime mengurusi Sportdio. Kenapa 2 orang tadi tidak resign dan fulltime juga di Sportdio? Apa mereka nggak serius? Nah, justru karena serius maka 2 orang masih tetap kerja sebagai karyawan. Dari perhitungan mereka, sebagai pemain baru, akan banyak dana yang diperlukan untuk belanja modal, operasional dan marketing. Dengan tetap bekerjanya sebagian dari tim mereka, maka paling tidak dalam kondisi tanpa penjualan pun, mereka masih tetap bisa beroperasi normal.

Secara bisnis, Sportdio.com sudah mencatatkan sejumlah transaksi tiap bulannya. Saya tidak tahu angkanya, yang jelas belum sebesar Zalora, Blibli, dan e-commerce kaliber raksasa lainnya itu.

Dengan konsep mereka yang fokus ke sepatu, tentu mengingatkan kita pada Zappos.com yang awalnya juga adalah toko sepatu online. Dan memang salah satu dari tim Sportdio juga pernah membaca bukunya Tony Hsieh (CEO Zappos). Bisa jadi mungkin inspirasinya memang dari Zappos.

Namun, jika merujuk pada Zappos, dari berbagai wawancara dengan Tony Hsieh maupun Nick Swinmurn (founder Zappos), kita ketahui kalau mereka pun sempat mengalami masa-masa di mana mereka hampir bangkrut. Tidak sekali dua kali. Tony Hsieh harus menjual apartemen-apartemennya satu demi satu demi menutup aliran kas Zappos. Bahkan 6 tahun sejak didirikan, Zappos belum mencapai BEP (Break Even Point). Nah, bukan tidak mungkin, Sportdio.com pun harus mengalami masa-masa ini. Karena seperti bisnis retail lainnya, biasanya pekerjaan berat di awal itu adalah marketing, yang dalam bentuk apapun tetap tidak sedikit biayanya.

Melihat keseriusan teman saya ini, apalagi salah satu dari timnya sebelumnya bekerja di salah satu perusahaan retail terbesar di Indonesia, saya rasa potensi mereka untuk bisa “mencuri” kue e-commerce di Indonesia cukup besar. Bukan tidak mungkin mereka akan jadi Zappos-nya Indonesia. Tinggal masalah berapa lama mereka kuat untuk “bakar duit” sebelum mencapai titik BEP, dan tentunya “duit siapa” yang mau dibakar? ;)

Koleksi Karya Ilmiah Mahasiswa

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Setelah mahasiswa bimbingan lulus, saya meminta versi digital dari tugas akhir / thesis / disertasi – karya ilmiah – dari mahasiswa tersebut. Tujuannya adalah agar penelitian dari mahasiswa tersebut dapat diteruskan oleh mahasiswa selanjutnya. Mahasiswa penerus ini perlu membaca karya ilmiah dari mahasiswa yang sudah lulus tersebut.

Karya ilmiah tersebut – biasanya dalam format PDF – saya simpan secara pribadi di komputer saya. Ada juga sebagian yang saya simpan dalam akun Dropbox saya. Sayangnya akun dropbox saya hampir penuh. Saya juga menyimpan dalam web site pribadi saya.

Nah, saya kira ada banyak dosen-dosen lain yang melakukan hal yang sama (mengumpulkan karya mahasiswa bimbingannya). Kalau ini dilakukan secara masing-masing (ad hoc) menjadi tidak efisien. Nampaknya ada kebutuhan layanan penyimpanan dokumen ini secara besar-besaran. Sebuah database karya ilmiah mahasiswa Indonesia.

Ada dampak negatifnya, yaitu akan memudahkan plagiat. Orang yang jahat akan dapat melakukan copy-and-paste karya ilmiah tersebut. Untuk itu harus dibuatkan tools untuk menguji apakah karya ilmiah mahasiswa baru ini sudah ada atau mirip dengan karya-karya yang ada di dalam database ini. (Ini membutuhkan software baru. Ayo para pengembang software, silahkan buat ini.)

Berkas juga mungkin dapat dibuat dalam format image (djvu) sehingga tidak terlalu mudah untuk di-copy-and-paste. Atau ini kekhawatiran yang berlebihan?

Apakah ini dapat menjadi potensi sebuah start-up baru? Nah, silahkan.


Filed under: Bisnis, entrepreneurship, Pendidikan, Penelitian, Teknologi Informasi Tagged: IT, Pendidikan, penelitian, postaday2014, Start-up, Teknologi Informasi

Nasib Jadi Sysadmin

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Tadi pagi saya ke kampus untuk restart (reboot) salah satu server kami, yang merupakan sebuah server email. Dari rumah, server tidak dalah saya akses. Kalau dia tidak dapat diakses, berarti email tidak akan diterima. Macet dan menumpuk di server utama kami. Biasanya kalau sudah begini, kami – para admin – akan menerima email pemberitahuan.

Sampai di kampus ITB ternyata kampus masih tertutup. Saya bisa masuk ke gedung saya setelah memberitahu satpam bahwa saya akan reboot server. Satpamnya pun sudah kenal saya. Pas saya datang ada juga admin lain yang datang karena dia kebagian piket. Beginilah nasib para administrator sistem (system administratorsysadmin). Ketika yang lain santai berlibur, kami harus tetap menjaga server supaya tetap dapat melayani.

Sayangnya masalah yang saya hadapi hari ini bukan di server kami tetapi di gatewaynya. Nampaknya pernah mati lampu dan gateway tidak mau nyala lagi. Kadang memang ada kejadian seperti ini. Gatewaynya harus dinyalakan secara manual. Artinya harus menekan tombol on di depan gateway itu. Saya tidak punya akses fisik ke gateway tersebut. Jadi percuma saja saya restart server kami. Nampaknya harus menunggu sampai adminnya datang ke kampus. (Entah kapan. Senin?)

Eh, ngomong-ngomong beberapa hari yang lalu ada sysadmin day ya?


Filed under: Curhat, Teknologi Informasi, TI Tagged: postaday2014, Teknologi Informasi

Jackie Chan appointed as Indonesia’s tourism ambassador

BudiPutra.com - Tech blog Budi Putra

jackie-chanIn order to boost Chinese tourists traveling to the archipelago, Indonesian Tourism Ministry has appointed Hong Kong action superstar Jackie Chan as Indonesia’s tourism ambassador to China.

“Jackie Chan is the most popular movie star in Asia, especially in Hong Kong. Therefore, we’ve agreed that his appointment will help boost Indonesia’s popularity among Chinese travelers,” Deputy Tourism and Creative Economy Minister Sapta Nirwandar told The Jakarta Post.

Chan has received stars on the Hong Kong Avenue of Stars and the Hollywood Walk of Fame. He is also a cultural icon and notable philanthropist.

Chan can immediately start to learn Indonesian destinations from Chinese version websites like Indonesian Tourism Ministry’s (http://cn.indonesia.travel/) or The Jakarta Post Travel’s website (http://cn.jakpost.travel/) :-)

 The Jakarta Post Travel 's Chinese version website (http://cn.jakpost.travel/)

The Jakarta Post Travel ‘s Chinese version website (http://cn.jakpost.travel/)

 

[Image credit]

WiFi gratis, tapi …

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Sekarang WiFi merupakan sebuah kebutuhan. WiFi harus ada dan gratis. Anak-anak sekarang kalau ke tempat makan yang dicari adalah WiFi gratisan dulu. Mereka akan merasa aneh kalau tidak ada layanan WiFi gratisan. Semua tempat – kafe, restoran, hotel, rumah sakit, bandara udara, … bahkan warteg (warung tegal) – menampilkan logo WiFi.

[di sebuah warteg berlogo free WiFi]

“Mas, kok WiFi-nya gak jalan”, tanya salah seorang pengunjung warteg.
“Iya nih, restoran di belakang WiFinya gak beres melulu”, jawab pemilik warteg.
Ternyata WiFi-nya ndompleng. hi hi hi.

Sayangnya WiFi gratisan ini seringkali tidak berfungsi. Hotel kemarin juga begitu. Kafe semalam juga begitu. Ini saya sedang di sebuah kedai kopi dan WiFi-nya tidak jalan. Maka saya menggunakan handphone saya untuk mengakses internet. Tethering. Jadi sesungguhnya kita harus ngemodal sendiri.

WiFi gratis, tapi gak jalan. Yaelah


Filed under: Curhat, Teknologi Informasi, TI Tagged: Curhat, postaday2014, Teknologi Informasi

Keterbacaan

Retas Ivan Lanin

KeterbacaanTulisan dibuat untuk dibaca. Namun, tak jarang saya enggan melanjutkan — atau bahkan berhenti — membaca karena tulisan tersebut sulit dipahami. Saya maklum bila kesulitan itu muncul karena topik yang dibahas memang pelik. Sayangnya, sering kali kesulitan tersebut muncul karena berbagai faktor lain. Inilah yang membuat saya tertarik dengan topik keterbacaan atau readability: apa yang perlu dilakukan guna memudahkan orang membaca tulisan kita?

NIACE (National Institute of Adult Continuing Education) — organisasi nirlaba yang berbasis di Inggris dan bertujuan untuk mempromosikan pendidikan orang dewasa — memberikan beberapa kiat untuk meningkatkan keterbacaan tulisan. Kiat-kiat ini dicantumkan dalam PDF (dalam bahasa Inggris) yang dapat diunduh dari situs mereka. Dokumen NIACE ini menyebut 9 aspek yang harus diperhatikan guna meningkatkan keterbacaan tulisan. Berikut ini ringkasan tulisan tersebut dalam bahasa Indonesia disertai dengan beberapa catatan tambahan dari saya.

1. Panjang kalimat

Semakin panjang kalimat, semakin sulit orang memahaminya. Usahakan untuk memecah kalimat panjang menjadi beberapa kalimat lebih pendek yang terdiri dari satu atau dua klausa. Sebagai patokan kasar, saya mempertimbangkan untuk memecah kalimat saat panjang kalimat tersebut melebihi dua baris.

2. Pilihan kata

Upayakan untuk memilih kata yang mudah dipahami, meskipun kadang hal ini kadang tidak dapat diterapkan pada tulisan teknis. Secara umum, kalimat dengan kata kerja aktif lebih mudah dipahami daripada kalimat dengan kata kerja pasif. Frasa kata benda atau kata sifat kompleks — seperti “Drama negosiasi pembebasan sandera Timur Tengah — lebih sulit dipahami.

3. Ruang kosong (white space)

Beri ruang kosong yang cukup di antara bagian-bagian teks, seperti jarak antarparagraf, tepi (margin) halaman, dan ruang antarkolom.

4. Jarak baris (line spacing)

Besarnya tergantung besar huruf. Untuk huruf 12pt, NIACE menganjurkan jarak antarbaris 2pt. Saya biasanya memberi jarak 3pt.

5. Pilihan dan ukuran huruf

Perdebatan huruf mana yang lebih mudah dibaca antara serif (seperti Times New Roman) dan sans-serif (seperti Arial) tidak akan pernah usai. Yang penting, pilih jenis yang dapat membedakan dengan jelas huruf yang tampak mirip (misalnya “rn” dan “m”). Huruf yang dianjurkan oleh NIACE adalah Century Schoolbook dan Plantin untuk jenis serif serta Helvetica dan Arial untuk jenis sans-serif. Saya memakai Garamond untuk serif dan Calibri untuk sans-serif dengan ukuran 12pt.

6. Kapitalisasi

Kombinasi huruf besar dan kecil meningkatkan keterbacaan. Gunakan huruf tebal, alih-alih huruf besar, semua untuk penekanan. Selain huruf tebal, saya biasanya menggunakan huruf miring untuk ini.

7. Ilustrasi

Gambar atau foto mengurangi kepadatan teks sehingga meningkatkan keterbacaan. Pilih ilustrasi yang sesuai dengan isi teks agar memberi gambaran konten dan letakkan pada bagian akhir (atau awal) paragraf atau kalimat.

8. Tata letak

Judul atau bagian baru idealnya diletakkan pada bagian atas halaman. Usahakan agar kalimat atau paragraf tidak terputus oleh kolom atau halaman.

9. Jenis dan warna kertas

Kertas yang digunakan harus cukup tebal agar bayangan teks pada halaman selanjutnya tidak tampak. Warna kertas gelap, terutama biru dan ungu, mengurangi keterbacaan. Namun, warna kertas putih polos menyulitkan pembacaan pada penyandang disleksia. NIACE menganjurkan penggunaan kertas warna krim, putih pucat (off-white), atau pastel bila diperlukan.

Penutup

Sebagai penulis, kita tentu ingin tulisan kita dibaca (dan dipahami) orang banyak. Untuk itu, kita harus memastikan keterbacaan tulisan kita. Mudah-mudahan beberapa kiat dari NIACE di atas bermanfaat bagi kita.

Pemerintah Prioritaskan Situs Parodi, Pengelola Situs Berita Abal-abal Berang

Priyadi's Place Priyadi

‘Yasmine’: Brunei’s first movie goes international

BudiPutra.com - Tech blog Budi Putra

yasmine_brunei_movieDirected by Brunei’s first female director, Yasmine: The Final Fist, is ready for its international debut. Canadian indie distributor 108 Media has picked up the worldwide sales rights to Brunei’s first ever box-office movie.

Yasmine, a coming-of-age martial arts film by the Muslim-majority sultanate’s first female director, Siti Kamaluddin, is to have its North American premiere on Friday at the Fantasia International Film Festival in Montreal.
Ahead of that Canadian screening, 108 Media acquired the sales rights to the Liyana Yus-starrer about Yasmine, a young woman who lives alone with her strict father and wants to be a champion at Silat, Brunei’s version of kung fu.

To build a “dream team” for this project, Siti  invited talents from Indonesia, Malaysia and Hong Kong to come to Brunei for 45 days of shooting.

Besides Liyana Yus from Brunei playing the lead role, there are some talents from Indonesia: Reza Rahadian (Fahri – Yasmine’s Father), Agus Kuncoro (Jamal – Silat teacher), Dwi Sasono (Tong Lung – School Silat teacher), The Raid 2 actor Arifin Putra (Fahri’s friend), Roy Sungkono and Mentari De Marelle. Dian P Ramlee, Dato’ M. Nasir, Nabila Huda, Soo Wincci, Carmen Soo and Aryl Falak from Malaysia.

Prominent Hong Kong martial arts choreographer Chan Man Ching (‘The Legend of Drunken Master 2′, ‘Rumble in the Bronx’,  ‘Rush Hour’, ‘Hell Boy 2′) and Indonesian screenwriter Salman Aristo (‘Laskar Pelangi’, ‘Ayat-Ayat Cinta’) also support Siti’s dream team.

This movie is set to release worldwide — including Brunei, Malaysia and Indonesia– on August.

Brunei Darussalam is one of the smallest countries in the world; while its population is among the richest in the world – thanks to vast oil and gas reserves.  But Brunei’s film industry is yet to be developed and touched. “The last film ever made here was a 1960s how-to guide by the ministry of religious affairs about being a good citizen.”

yasmine_Brunei_movie_poster

Sekarang Giliran Hacker

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Ternyata copras capres masih ribut juga. Kali ini yang mendapat sorotan spotlight adalah … hacker. Ya ampun. Mulailah ada tuduhan-tuduhan bahwa suara digelembungkan oleh hacker. Bahkan sampai ada yang menggabungkan berita bahwa ada hacker asing yang tertangkap dan mereka menggelembungkan suara di KPU. Padahal kedua event itu tidak ada hubungannya. ha ha ha.

Terus mulai juga muncul cerita tentang kerentanan sistem KPU. Yang ini malah menyeret-nyeret nama saya untuk ikut berkomentar. Komentar saya adalah … tidak tahu. Lah wong saya betul-betul tidak tahu faktanya.

Sebagai orang teknis yang menyayangi bidang saya, saya tidak ingin asal komentar tanpa data. Saya harus melihat sistemnya, poke here and there, test this and that, baru bisa mengatakan sesuatu. Kalau sekarang, komentar saya tidak ada manfaatnya. As good as yours. Apakah saya tertarik untuk mengevaluasi ini? Tidak. Kecuali memang saya di-hire secara resmi untuk melakukan evaluasi. Setelah ada data, baru bisa komentar.

Sementara ini saya jadi penonton dulu saja. Sambil ngelus dada. Kemarin yang diobrak abrik adalah ilmu statistika. Sekarang, heker. Eh, information security.


Filed under: Curhat, security, Teknologi Informasi Tagged: Curhat, politik, postaday2014, security, Teknologi Informasi

Apa Yang Dikerjakan Oleh System Administrator Sepanjang Hari?

.. Minda Indra .. indra

Ini adalah terjemahan dari artikel saya di blog SimplerCloud disini.

Hari ini, 25 Juli 2014, adalah Hari Apresiasi System Administrator, yang merupakan ajang untuk menunjukkan apresiasi bagi para system administrator (sysadmin) dan pekerja TI lainnya. Ajang ini dirayakan setiap hari Jum’at minggu terakhir di bulan Juli setiap tahunnya, sejak tahun 2000.

Sebagai seorang administrator sistem dan jaringan (network) selama 15 tahun, saya mengetahui secara langsung mengenai banyaknya pekerjaan sysadmin yang harus dikerjakan, keterampilan (skill-sets) dan pengetahuan (knowledge) yang harus dipelajari, dan pekerjaan yang berat serta dengan jam panjang yang harus dikerjakan. Namun kadang-kadang, pengguna (user) biasa mungkin tidak terlalu mengenal sysadmin, seperti hal-nya sysadmin mengenal user-user mereka. Itulah sebabnya kenapa Hari SysAdmin adalah hari yang mengagumkan, yang setiap orang harus merayakan.


Treat sysadmin Anda hari ini, karena 25 Juli 2014 adalah Hari SysAdmin Sedunia
Apa sih sebenarnya pekerjaan dari system administrator itu, dan mengapa kita perlu menghargai pekerjaan mereka? Menurut definisi Wikipedia, seorang system administrator adalah yang bertanggung jawab dengan pemeliharaan, konfigurasi dan operasi yang handal dari sistem komputer, terutama komputer multi-pengguna seperti server.

Dalam istilah awam, system administrator mengelola semua server, perangkat jaringan dan infrastruktur IT lainnya bagi sebuah organisasi. Di banyak perusahaan, system administrator tersebut adalah bagian dari tim atau departemen TI. Merekalah yang melakukan konfigurasi jaringan di organisasi tersebut, instalasi mail server, file server dan banyak server lain yang dibutuhkan oleh organisasi tersebut. Mereka jugalah yang melakukan instalasi semua aplikasi yang diperlukan untuk mendukung bisnis organisasi tersebut, melakukan update sistem operasi, patching, perubahan konfigurasi, dan lain-lain. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua layanan berjalan dengan baik.

Sebagai contoh, system administrator bertanggung jawab untuk memastikan bahwa koneksi internet di kantor bekerja dengan baik, mail server berjalan dengan baik dan memproses semua email yang dikirim dan diterima oleh semua staf dalam organisasi. Tanpa basic operations ini, Anda tidak akan dapat melakukan apa-apa yang membutuhkan koneksi Internet, seperti mengakses web atau memeriksa email Anda. Dan bahkan jika koneksi Internet Anda bekerja, Anda tidak akan dapat mengirim / menerima email jika mail server organisasi Anda sedang down.


Sysadmin membuat manajer terlihat baik, tapi sayangnya manajer sering tidak bisa memahami mereka.
Ada berbagai jenis system administrator berdasarkan peran dan tanggung jawab mereka. Sebuah perusahaan besar mungkin memiliki system administrator yang berbeda untuk peran yang berbeda, tetapi untuk perusahaan yang lebih kecil, sebagian besar peran yang berbeda tersebut mungkin ditangani bersama oleh hanya beberapa system administrator saja, atau bahkan satu orang saja. Beberapa jenis system administrator tersebut adalah:

  • Administrator server - menangani sistem operasi server, dan sampai batas tertentu, aplikasi-nya juga, seperti layanan mail, layanan web, dan lain-lain. Mereka juga yang bertugas untuk melakukan troubleshooting masalah yang berhubungan dengan perangkat keras, sistem operasi atau aplikasi.
  • Administrator jaringan - memelihara infrastruktur jaringan, seperti router dan switch, dan melakukan troubleshooting masalah yang terkait dengan jaringan.
  • Administrator basis data (database administrator/DBA) - memelihara sistem basis data yang digunakan oleh organisasi. Dalam organisasi besar yang menggunakan basis data yang lebih besar dan lebih kompleks, ada DBA yang secara khusus bertanggung jawab untuk peran ini. Dalam organisasi yang lebih kecil, peran ini biasanya dilakukan oleh administrator server.

Tidak seperti banyak profesi lain seperti pilot, dokter dan lain-lain, tidak ada jalur akademis atau pelatihan khusus untuk menjadi system administrator. Walaupun kebanyakan system administrators adalah lulusan di bidang ilmu komputer, teknologi informasi atau bidang lain yang serupa, setiap orang benar-benar dapat menjadi system administrator dengan cara belajar sendiri dan, dalam banyak kasus, pelatihan waktu kerja (on the job training). Ada beberapa program pelatihan dan sertifikasi untuk bidang IT spesifik, seperti pelatihan dan sertifikasi Microsoft untuk sistem berbasis Microsoft dan aplikasi seperti Microsoft Windows dan SQL, pelatihan Cisco dan sertifikasi untuk jaringan Cisco, dan lain-lain.

Kebanyakan system administrator selalu siap menerima teleopn kapan saja (on-call standby), karena mereka memiliki sistem dan infrastruktur jaringan yang harus berjalan 24×7. Ini berarti, seorang system administrator bisa mendadak ditelepon jam 3 pagi jika mail server sedang down, atau koneksi Internet tiba-tiba mati. Yang paling penting, mereka lah orang-orang yang memastikan bahwa bahwa semua server berfungsi dengan baik, seluruh jaringan berjalan dengan baik, sepanjang waktu.

Itu sebabnya, kebanyakan system administrator yang baik itu terlalu banyak bekerja, dan sangat banyak dibutuhkan, dan sekarang, mereka sangat penting untuk keberhasilan aplikasi Internet, web dan perusahaan berbasis cloud.

“Ini bukan sihir, ini bakat dan kerja keras”

Test

Itu sebabnya, pada tahun 2000 lalu, seorang system administrator bernama Ted Kekatos menyarankan acara hari tahunan dimana semua orang dapat menghargai kerja administrator sistem dengan - misalnya - memberi mereka kue dan es krim dan mengadakan pesta kecil atau perayaan. Ajang ini telah menjadi acara tahunan, yang dirayakan setiap tahun pada hari Jumat terakhir bulan Juli. Hari ini menandai tahun ke-14 kita merayakan Hari Apresiasi System Administrator.

System administrator yang baik tidak pernah berhenti belajar, dan akan menggabungkan banyak skill-set untuk melakukan banyak pekerjaan berbeda dan tak ada habisnya. Saya mengucapkan Selamat Hari System Administrator untuk semua system administrators, dimanapun Anda berada.

Kabar Gembira

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Ada kabar gembira untuk Anda sekalian. Bukan, bukan ekstrak kulit manggis tetapi anak-anak muda Indonesia berkarya!

Salah satu karya yang sedang ramai diperbincangkan adalah karya kumpulan anak muda, yang dimotori oleh Ainun dan kawan-kawannya, kawalpemilu.org. Ini adalah situs yang mengambil data form C1 dari situs KPU dan melakukan konversi dari gambar hasil scan menjadi angka dan melakukan operasi penjumlahan hasil pilpres. Ini merupakan sebuah implementasi nyata dari open data, open government, dan memberdayakan warga (empowering people). Keren sekali.

Hal-hal seperti ini yang membuat saya kembali yakin akan masa depan Indonesia yang cerah. Hebat.

Untuk anak-anak muda seperti Ainun dan kawan-kawan, semoga tidak menjadi lupa diri, sombong, arogan, merasa serba tahu, dan sejenisnya. Tetap gunakan ilmu padi. Oh ya, jangan keseringan masuk berita juga sih. hi hi hi. Keep low profile. I know it’s hard to say no to all the spotlights, but you have to say no. Keep on creating master piece(s).


Filed under: Curhat, Teknologi Informasi, TI Tagged: Curhat, opini, postaday2014, Teknologi Informasi

BBM For Windows Phone Beta

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Hari ini saya mendapatkan email dari Blackberry yang menginformasikan bahwa BBM for Windows Phone Beta sudah dapat didownload. Tentu saya tak banyak membuang waktu dan segera menginstall BBM tersebut di Lumia 520 saya.

Bagi yang kepingin mencoba, mungkin agak terlambat ya, karena untuk bisa mengunduh aplikasi BBM Beta ini kudu mendaftar dulu di Blackberry Beta Zone dan pendaftaran untuk mencoba aplikasi BBM Beta ini sudah ditutup.

Namun jangan khawatir, rumornya akhir bulan Juli nanti sudah launching kok. Jadi semua bakal bisa download BBM for Windows Phone.

Trus seperti apa BBM for Windows Phone itu?

Kira-kira beginilah penampakannya:

BBM for Windows Phone 8 BBM for Windows Phone 8 BBM for Windows Phone 8 BBM for Windows Phone 8 BBM for Windows Phone 8

Terlihat bahwa semua fitur dasar BBM sudah tersedia, seperti daftar kontak, daftar chat, dan feed. Notifikasi juga muncul pada Live Tile selain pada toast.

Karena masih beta, tentu masih ada bug di sana-sini. Beberapa bug yang disebutkan oleh pengembangnya antara lain adalah:

  • Invitasi dan penerimaan permintaan kontak tidak dapat dilakukan bila tidak menggunakan WiFi.
  • Beberapa emoticon baru belum dapat dirender dengan benar.
  • BBM Voice Call sudah dikatakan tersedia padahal belum dapat digunakan.
  • Adanya pemberitahuan error saat menggunakan feature Find Friend

Setting konfigurasi juga relatif masih minim. Salah satunya adalah soal notifikasi. Setiap ada pembaharuan status di Feed, notifikasi akan selalu berbunyi. Tentu ini mengganggu, apalagi bila jumlah teman di BBM cukup banyak dan rajin mengubah status. Bunyi notifikasi juga tidak dapat diganti. Untunglah, notifikasi toast dapat dimatikan.

Untuk hal-hal yang lain relatif sudah berfungsi dengan baik. Antarmuka aplikasinya seperti tergambar di atas juga bisa dibilang bagus. Dijalankan pada Lumia 520 yang merupakan hape low end juga gak berat.

Nah, dengan hadirnya BBM for Windows Phone ini, apakah kira-kira penjualan Windows Phone, khususnya di Indonesia, bakal terdongkrak?

Urun daya

Retas Ivan Lanin

Catatan: Judul asli tulisan ini adalah “daya khalayak”, sesuai dengan usul awal saya. Urun rembuk pada beberapa media sosial melahirkan istilah baru “urun daya” dari @donnybu yang dapat lebih diterima. Tulisan ini dipertahankan sebagai arsip proses pengalihbahasaan istilah.

Crowdsourcing merupakan leburan (portmanteau) dari crowd dan sourcing dengan analogi dari outsourcing. Istilah bahasa Inggris ini diperkenalkan oleh Jeff Howe melalui tulisan “The Rise of Crowdsourcing” pada majalah Wired Juni 2006. Sebagai Wikipediawan, istilah ini tidak asing bagi saya karena apa yang kami lakukan di Wikipedia merupakan salah satu bentuk crowdsourcing.

Selepas Pilpres 2014, istilah crowdsourcing marak digunakan di Indonesia untuk merujuk kepada berbagai prakarsa penghitungan suara. Sebagai suatu neologisme, banyak orang belum memahami makna istilah ini dan bahkan menganggap konsep crowdsourcing tidak masuk akal. Mungkin bila kita pakai bahasa kita sendiri, konsep ini bisa lebih diterima. Jadi, apa padanan bahasa Indonesia untuk crowdsourcing?

Seperti biasa, kita malas menerjemahkan. Belum ada istilah bahasa Indonesia yang cukup populer digunakan sebagai padanan crowdsourcing. Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mencari padanan suatu istilah adalah memahami makna istilah tersebut. Berikut beberapa definisi crowdsourcing sebagai kata benda (nomina):

delegating a task to a large diffuse group, usually without substantial monetary compensation  Wiktionary

process of obtaining needed services, ideas, or content by soliciting contributions from a large group of people, and especially from an online community, rather than from traditional employees or suppliers  Wikipedia

Jadi, crowdsourcing kurang lebih bermakna pemberian suatu tugas kepada sekelompok besar orang, khususnya melalui internet, biasanya tanpa kompensasi finansial. Konsep ini seharusnya tidak asing bagi orang Indonesia karena mirip dengan konsep gotong royong (communal work). Yang membedakan adalah medianya (internet). Sempat terpikir oleh saya, “Kenapa tidak kita pakai saja istilah gotong royong?”

Istilah crowd umumnya dipadankan dengan kerumunan atau gerombolan. Namun, kedua tersebut memiliki kadang memiliki konotasi negatif. Oleh sebab itu, saya lebih senang menggunakan khalayak sebagai padanan crowd. Kearifan khalayak saya pikir lebih enak sebagai padanan wisdom of crowds ketimbang kearifan kerumunan atau kearifan gerombolan.

Sekarang padanan sourcing. Outsourcing lazim dipadankan dengan alih daya, meski Pak Anton sempat mengusulkan alternatif padanan sumber luar. Jadi, sourcing bisa dipadankan dengan daya atau sumber.

Sampai di sini saya galau: daya khalayak atau sumber khalayak? Akhirnya saya memilih daya khalayak dengan pertimbangan bahwa kata daya lebih menunjukkan kekuatan — sesuatu yang menurut saya tecermin dari crowdsourcing — daripada sumber yang cenderung netral. Kata daya pun memiliki banyak turunan yang mencerminkan kekuatan positif seperti daya guna dan pemberdayaan.

Bila dicantumkan di dalam kamus, entri daya khalayak kurang lebih sebagai berikut.

daya khalayak n pelaksanaan suatu pekerjaan oleh sekelompok besar orang, khususnya melalui internet, biasanya tanpa kompensasi finansial: Wikipedia ditulis dengan daya khalayak

mendayakhalayakkan v menyerahkan pelaksanaan suatu pekerjaan untuk dilakukan dengan daya khalayak: Situs Kawal Pemilu mendayakhalayakkan pengisian dan validasi data mereka

Perkembangan:

  • Tampaknya teman-teman di Facebook lebih sreg dengan “gotong royong”.
  • Mas @donnybu mengusulkan “urun daya” dengan analogi “alih daya” (outsourcing). Mantap!

Sumber gambar: WebPartTimeJobs.

Donasi untuk Komunitas Python Indonesia

Zaki Akhmad Zaki Akhmad

Akhirnya, setelah sekian lama, kini komunitas Python Indonesia menerima donasi!

Ide ini sudah lama dilontarkan namun baru bisa dieksekusi baru-baru ini. Wow, ternyata jalan dari ide untuk dieksekusi begitu panjang.

Donasi ini pun masih menggunakan rekening a/n pribadi. Belum atas nama organisasi. Yang saya tahu, jika ingin membuka rekening atas nama organisasi maka organisasi harus berbadan hukum. Dan … jalan menuju organisasi berbadan hukum juga masih panjang.

Satu organisasi komunitas di Indonesia yang sudah berbadan hukum yang saya tahu adalah Wikimedia Indonesia. Saya sendiri menjadi menjadi anggota Wikimedia Indonesia. Tapi sayangnya energi saya sudah habis untuk bisa aktif dalam Wikimedia Indonesia. Ingin sekali datang, minimal datang ke RUA, tapi sudah tak ada waktu lagi :|

Sebenarnya, selama ini “donasi” sudah ada. Mulai dari perusahaan yang menyediakan tempat (dan makanan!) untuk kopdar. Lalu para pembicara-pembicara yang bersedia berbagi ilmu. Dan tentu termasuk mereka yang datang dan meluangkan waktu. Dalam kopdar Agustus 2014 nanti, teman-teman malah berencana mengadakan codesprint proyek members.

Semoga langkah donasi ini bisa menjadi satu dari seribu langkah untuk kontribusi komunitas F/OSS di Indonesia.

Melewatkan Hari di Kota Ombak

Wahyu Wijanarko Indonesia Wahyu Wijanarko

Kota Ombak adalah sebutan masyarakat secara umum untuk Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua. Disebut demikian karena kota ini terletak di pinggiran laut dengan deburan ombak yang cukup keras untuk didengar. Kabupaten Sarmi ini bisa ditempuh dengan 7 jam perjalanan dari Kota Jayapura dengan menggunakan mobil rental atau sering disebut sebagai taksi. Armada mobil rental yang ke Sarmi ini adalah mobil Toyota Innova yang sudah dimodifikasi dengan diganti ban yang lebih besar untuk dapat menyusuri jalan yang terkadang mulus dan terkadang juga berlubang, dan ada juga jalan yang berlumpur karena belum diaspal. Kalau boleh dikatakan, perjalanan ini mirip dengan rute perjalanan saya dari Puruk Cahu ke Palangkaraya beberapa tahun silam.

Jarak antara Kota Jayapura dan Kabupaten Sarmi adalah sekitar 300 km. Selain menggunakan jalan darat, ada enerbangan yang dilayani Susi Air. Kami sebenarnya sudah sempat membeli dan menerbitkan tiket Susi Air ini secara online untuk rute Sentani (DJJ) – Sarmi (ZRM). Setelah kami memperoleh tiket, kami dikontak pihak Susi Air bahwa penerbangan untuk ke Sarmi ditiadakan, sehingga kami beralih menggunakan armada darat. Biaya sewa kendaraan ini untuk sekali jalan adalah Rp.1.500.000,-. Kami berangkat hari Minggu malam (13/7) pukul 22.00 WIT dan tiba di Sarmi pukul 05.00 WIT.

Keder_Sarmi

Di tengah perjalanan, kami berhenti sebentar karena tim kami, Dahlan dan Bruri serta kru kendaraan akan melakukan sahur. Kami berhenti di daerah Keder, yang berjarak sekitar 1,5 jam dari Sarmi. Kami sebelumnya sudah membungkus makanan dari Jayapura, karena cuaca di Jayapura hujan deras dan ada info jembatan yang putus, sehingga dikuatirkan kami akan terjebak di jalan dan tidak tiba tepat waktu di warung untuk sekedar mampir makan sahur. Namun, perjalanan kami ternyata cukup lancar, bahkan setiba kami di Sarmi, final Piala Dunia Sepak Bola 2014 baru saja dimulai.

Bappeda_Sarmi

Perjalanan kami dari Yogyakarta ke Sarmi adalah dalam rangka Pelatihan Pembuatan Website yang diselenggarakan oleh Bappeda Kabupaten Sarmi. Di dalam pelatihan yang diikuti oleh kurang lebih 15 staf Bappeda Kabupaten Sarmi selama 5 hari ini, Seluruh staf akan diajak untuk membuat website mulai dari praktek proses pendaftaran domain dan hosting, serta proses manajemen konten di website pribadi yang sudah didaftarkan masing-masing peserta.

Apalah Artinya Bermain Game Bila Tak Menghibur

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Salah satu hiburan yang paling memukau sejagad baru saja lewat. Ya, Piala Dunia 2014 telah berakhir dengan memunculkan Jerman sebagai jawaranya. Mereka yang tadinya tersihir pesona Piala Dunia ini lalu kembali lagi ke “kehidupan nyata”. Gegap gempita selama sebulan seolah sirna begitu saja.

Tapi barangkali tidak tepat benar bila dikatakan keriuhan sepak bola berhenti begitu saja. Di beberapa tempat masih saja terdengar suara sorak sorai penonton dan komentator yang bersemangat. Selidik punya selidik, ternyata suara-suara itu berasal dari game sepakbola yang dimainkan para maniak bola. Barangkali mereka tak rela kehilangan suasana Piala Dunia atau penggemar Argentina yang balas dendam dengan bermain melawan Jerman pada mode easy.

Bermain game sepakbola barangkali tak akan semeriah ini bila tak didukung oleh teknologi. Masih terbayang dalam ingatan saya ketika game sepakbola masih dimainkan melalui sebuah disket. Bentuk orang dan bolanya masih kotak-kotak. Pemain hanya bisa berbelok pada sudut 45 derajat atau kelipatannya. Suara sorak-sorai penonton demikian kaku.

Tetapi coba bandingkan game sepakbola sekarang.

Postur tubuh pemain, bahkan wajah, sedemikian mirip dengan aslinya. Suasana stadion begitu real, baik visual maupun audio. Gerakan, gocekan pemain, gerak tipu, sungguh membuat para pemain game akan merasa seolah dia sendirilah yang melakukannya.

fifa

Sumber http://blog.gametize.com/2014/07/why-big-brands-fifa-online-games/

 

Semua itu dimungkinkan karena teknologi. Dan tak bisa dipungkiri, bila bicara game, maka satu nama ini mesti disebut, AMD. Mengapa AMD?

Tentu sudah pada tahu kalau AMD adalah sebuah merk prosesor ternama. Sejak tahun 2006 AMD mulai mengembangkan proyek bernama Fusion. Proyek ini bertujuan untuk melebur CPU dengan GPU. CPU alias Central Processing Unit adalah chip yang selama ini kita kenal sebagai prosesor, sedangkan GPU adalah Graphic Processing Unit yang oleh orang awam sering disebut chip VGA.

Selama ini keduanya merupakan chip terpisah dan komunikasi antara kedua chip tersebut dilakukan melalui bantuan northbridge. Karena harus melalui “pihak ketiga”, tentu ada kekurangannya. Saya pikir pastilah akan ada waktu yang terbuang, meski itu hanya sepersekian milidetik. Belum lagi soal energi yang dibutuhkan.

Dengan leburnya dua chip tersebut menjadi satu kesatuan, maka tentunya proses terhadap perintah-perintah yang diinputkan ke dalam prosesor akan jauh lebih cepat dan efisien. Leburnya CPU dan GPU diwujudkan dalam bentuk APU (Accelerated Processing Unit). AMD mampu mewujudkan semua itu berkat akuisisi yang dilakukannya terhadap produsen GPU ternama ATi.

Berkat efisiensi APU ini, kemampuan untuk melakukan proses terhadap gerakan karakter utama game, visualisasi latar belakang yang seringkali juga bergerak sangat cepat, ditambah dengan efek suara yang memukau, menjadi sebuah untaian proses yang terpadu dan membuat semua yang tergambar di layar monitor menjadi lebih hidup dan seolah nyata.

Tentu saja game sepakbola yang disebutkan di atas hanyalah sebuah contoh. Masih banyak game lain yang akan menjadi jauh lebih hidup dan nyata dengan menggunakan APU dari AMD ini, sebut saja Tomb Raider, Call of Duty, Battlefield, dan masih banyak lagi.

Lompatan teknologi yang diusung oleh AMD ini boleh dibilang cukup jauh, sehingga tak salah bila dikatakan AMD mampu menghadirkan teknologi entertainment masa depan ke masa sekarang. Dan itu semua akan membuat nge-game menjadi terasa sangat mengasyikkan.

Tak heran bila Xbox, Nintendo, PlayStation sebagai konsol game terkemuka menggunakan AMD sebagai prosesornya.

Internet di Jalan

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Beberapa hari terakhir ini saya tidak ngeblog karena saya sedang di jalan. Bandung – Singapura – Jakarta – dan kembali ke Bandung lagi. Selama di perjalanan, selain tidak sempat ngeblog, akses internet juga sering sulit. Pas lagi mau ngeblog tidak punya akses internet. Pas ada akses internet, waktunya yang tidak sempat. Ampun deh.

Akses internet di Indonesia tidak perlu saya ceritakan ya? Soalnya kita sudah sama-sama tahu. Lambat. ha ha ha. Sebetulnya akses internet di Indonesia termasuk cukup baik kalau lagi baik. Maksudnya sinyal ada dan bandwidth juga ada. Harga akses internet di Indonesia termasuk cukup murah untuk akses yang biasa-biasa saja. Kalau untuk yang cepat, nah itu saya tidak tahu. Di Indonesia rata-rata saya gunakan paket internet yang 1 bulan, Rp. 50 ribu (ke bawah), dengan kuota 1 GB (meski kadang ada yang kasih lebih).

Akses internet di Singapura – kalau dilihat dari kacamata pengunjung – dapat dibilang cukup baik, meskipun lebih mahal dibandingkan di Indonesia. Awalnya saya tidak tahu bagaimana akses internet di Singapura. Di beberapa tempat, seperti di airport Changi, akses internet mudah dan berlimpah. Ada banyak terminal yang dapat kita gunakan secara gratis – meski dibatasi 15 menit. Toh kita bisa login lagi setelah 15 menit. Di tempat lain, nah ternyata tidak mudah. Saya mencoba berbagai macam kombinasi sampai akhirnya yang paling pas dengan saya adalah paket Starthub.

Ada dua jenis paket Starhub. Paket yang hanya data saja, Sing$ 18 dengan bandwidth yang besar tapi saya lupa berapa kuotanya (1 GB?). Dia dapat digunakan selama seminggu kalau tidak salah. Sayangnya paket yang itu tidak dapat digunakan untuk telepon / SMS. Padahal kadang saya butuh telepon dan SMS di Singapura. Maka saya ambil simcard perdana Starhub yang biasa. (Saya lupa harganya sekarang, rasanya agak mahal. Kalau dulu Sing$ 28.) Dengan paket itu kita dapat aktifkan akses internet seperti halnya dengan operator-operator seluler di Indonesia. Saya biasanya megaktifkan paket 1 GB, 7 hari, Sing$ 7. Kalau dikonversikan ke Indonesia, ini sama dengan paket 1 bulan di Indonesia. Tuh kan, internet di Indonesia sebetulnya murah. Hanya saja kalau di Singapura, internetnya cepat! Nah itu dia bedanya.

Indonesia: Murah, lambat, perioda aktif lama.
Singapura: Mahal, kenceng, perioda aktif lebih singkat.

Perbedaan lain lagi. Di Indonesia, biasanya di hotel akses internetnya gratis. Kalau di Singapura, akses internet di hotel itu biasanya berbayar dan mahal! (Untungnya kemarin kami dapat akses internet gratis di hotel.)

Begitulah observasi singkat saya.


Filed under: Teknologi Informasi, TI Tagged: IT, postaday2014, Teknologi Informasi

Ubuntu 14.04 dan Gangguan Fatal yang Saya Temui

#direktif Ikhlasul Amal

Sejak April lalu saya menggunakan Ubuntu 14.04 atau Trusty Taher. Sudah waktunya untuk memutakhirkan sistem operasi komputer desktop, setelah sebelumnya bertahan di 12.04. Saya tidak berharap feature baru, karena sepertinya belum terdengar kabar perubahan radikal di lingkungan Linux. Jadi instalasi baru ini lebih sebagai “agar tidak tertinggal ramai-ramai” dan kemungkinan persyaratan sejumlah aplikasi.

Instalasi mudah dilakukan — ini abad XXI dan Linux sudah menjadi sistem operasi “rumahan”, cukup ikuti serangkaian tombol Next.

Satu hal yang menjadi perhatian adalah adanya kutu (bug) yang sangat mengganggu: sistem terkunci mati (freeze). Gangguan ini terjadi di komputer saya setelah layar terkunci-otomatis (auto screen lock) oleh sistem. Kursor tetikus pun berhenti dan sistem hanya dapat dipulihkan dengan bantuan tombol reset. Fatal, karena adanya kemungkinan berkas yang rusak (corrupt) atau tidak ditutup dengan sempurna.

Dari hasil pencarian ditampilkan keluhan mirip hal ini untuk HP ZBook 15. Perbedaannya: yang saya temui bukan kejadian acak dan benar-benar tidak ada langkah antisipatif seperti dijelaskan di tulisan tsb. dengan pindah ke layar teks (Ctrl-Alt-F1) dan kembali lagi ke layar grafis (Ctrl-Alt-F7). Benar-benar terkunci mati.

Terinspirasi pengaduan di Launchpad, saya coba dengan meninggalkan komputer di layar teks dan ternyata memang tidak menyebabkan gangguan. Fakta lainnya: penguncian layar yang dilakukan secara manual (bukan otomatis dari setelan Display) tidak menyebabkan komputer terkunci. Berdasarkan hal tsb., saya membiasakan mengunci komputer dengan melakukan sendiri (Ctrl-Alt-L) dan selanjutnya memindahkan layar ke mode teks. Repotnya, jika pas saya lupa melakukan saat meninggalkan komputer (baca: tidak praktis amat!).

Dari pengaduan itu pula, saya berpendapat gangguan ini terkait perangkat pengendali VGA (VGA driver). Solusi lain menggunakan pengendali khusus (proprietary driver) saya coba, hasilnya nihil: tidak ada pengendali lain di Ubuntu saya.

Lebih buruk lagi

Kondisi lebih buruk gara-gara komputer terkunci ini adalah: jaringan di tempat kami ikut terkunci. Tentu ini di luar dugaan pada awalnya (tidak terbayang menghubungkan dua kejadian yang seperti tidak terkait). Jadi pada saat PC saya terkunci, terjadi kehebohan koneksi semua komputer di kantor terputus. Karena bukan hanya akses ke Internet, ke server lokal saja gagal, saya disibukkan memeriksa switch dan menghasilkan kesimpulan ceroboh dan salah: switch perlu diganti.

Beberapa hari setelah kejadian, sambil saya susun fakta bahwa gangguan jaringan terjadi pada saat komputer saya terkunci otomatis (yang berarti sedang freeze). Sepertinya dua kejadian tsb. terkait dan saya berprasangka gangguan di Ubuntu saya penyebabnya.

Kemarin komputer saya macet lagi (sepertinya saya lupa mengunci layar) dan koneksi jaringan terganggu total, saya buktikan dengan menarik kabel jaringan (yang berarti mengeluarkan komputer saya dari jaringan) dan… benarlah, jaringan di kantor aktif kembali.

Dugaan sementara saya: gangguan di Ubuntu sampai membanjiri jaringan dengan paket data (data flood) atau kartu jaringan mengacaukan pengalamatan IP. Fatal tingkat 2!

Saya belum menemukan pengaduan untuk gangguan jaringan seperti di atas, sambil berpikir: seharusnya ada saja pengguna lain yang mengalami kasus serupa.

Indonesian voters are crowd-sourcing ballot counts

BudiPutra.com - Tech blog Budi Putra

contoh-surat-suara-pilpres-2014_viva-_663_382With both presidential candidates declaring victory –based on different quick count results– last week, Indonesians started to help monitoring the real vote count, thanks to crowd-sourcing approach and platform.

TechInAsia wrote:

This is a great example of how much technology can play a part in the nation’s future. And how many people are willing to safeguard that by voluntarily counting ballots all the way till the end.

Blogger Priyadi listed five sites that collect scanned C1 forms as follows:

Last Update % Prabowo % Jokowi Margin of Error
realcount.herokuapap.com 2014-07-13 46.10% 53.90% 0.12%
kawal-suara.appspot.com 2014-07-13 47.64% 52.36% 0.05%
pilpres.kemzoft.com 2014-07-13 46.26% 53.74% 0.04%
solusirfid.com 2014-07-13 46.36% 53.64% 0.03%
docs.google.com 2014-07-13 46.90% 53.10% 0.08%

The official results will be announced by General Elections Commission (KPU) on July 22.

[Image credit]

Media-Media Online Penyebar Fitnah

Okto SiLaban Okto Silaban

Semarak pemilu dan pilpres 2014 kali ini menyisakan satu bagian yang sangat mengganggu saya: media online penyebar fitnah.

Media-media jenis ini, sering membuat cerita narasi yang kontroversial. Dengan menghubungkan beberapa kejadian nyata dan fakta, dibumbui beberapa imajinasi dan cerita fiktif, dibuatlah artikel yang seolah-olah benar. Tidak lupa media abal-abal ini mendiskreditkan media-media besar yang sudah belasan atau puluhan tahun dianggap kredibel.

Biasanya media-media ini isinya sangat kental dengan nuansa provokasi berbau SARA. Tokoh-tokoh dengan latar belakang SARA tertentu diangkat profilnya dan dihubung-hubungkan dengan cerita fiktif lainnya. Kadangkala mereka melakukan rekayasa pengubahan gambar (image editing) demi memuluskan fitnah dan provokasi ini. Sambil tak lupa menuduh pihak lain lah yang melakukan rekayasa gambar.

Mereka yang Terpelajar

Saya maklum kalau mereka yang “termakan” tulisan-tulisan seperti ini adalah mereka yang secara pendidikan kurang, atau akses mereka ke media informasi yang akurat kurang. Jadi kemampuan mereka menyerap, mencerna dan memverifikasi informasi terbatas.

Yang sangat menyedihkan, mereka-mereka yang berpendidikan tinggi, sarjana dari kampus ternama, bahkan pernah melanjutkan studi tingkat tinggi di negara maju, menempati posisi tinggi di institusi ternama.. –pun ikut “termakan” cerita dan tulisan-tulisan abal-abal ini. Sedih sekali saya.

Sebenarnya, seringkali hanya dengan sedikit googling pun kita sudah bisa mengetahui bahwa tulisan tersebut nyata-nyata bohong. Dan lebih parah lagi, media yang sudah beberapa kali terbukti nyata-nyata berbohong, tetap dijadikan referensi oleh mereka yang dikatakan “terpelajar”.

Ada juga yang lucu, ada saja orang yang aktif menyuarakan di social media agar jangan termakan cerita HOAX (berita / tulisan fiktif dan fitnah), padahal selama ini orang tersebut sering membagikan tulisan dari media-media HOAX di akun social medianya. Lucu.

Saya tidak menyangkal kalau ada media besar dan kredibel yang condong ke pihak-pihak tertentu. Tetapi setidaknya mereka tidak “ngarang-ngarang berita yang nyata-nyata bohong”. Dan ini bukanlah pembenaran untuk menebar fitnah membabi buta.

Yang saya khawatirkan, jika propaganda fitnah seperti ini terus berlangsung, bahkan skalanya semakin masif, tidak menutup kemungkinan sebagian warga negara kita yang mentalnya masih “labil” itu akan bergerak liar. Akan banyak penumpang gelap jika hal ini terjadi.

Batasi Kebebasan Pers?

Di sisi lain.., saya juga tidak setuju jika kebebasan pers kembali dikungkung seperti jaman Orde Baru. Mungkin memang ini harga yang harus dibayar untuk kebebasan pers, tetapi janganlah kita mundur.

Semoga masyarakat kita semakin dewasa. Punya kemampuan mencerna dan memverifikasi tulisan dengan lebih baik.

Perhitungan Quick Count Pilpres 2014 Melalui Crowdsourcing

Priyadi's Place Priyadi

Review EZCast HDMI Dongle

dhiku dhiku

  • Ingin menampilkan foto dan video yang ada di gadget ke layar TV yang lebih besar?
  • Mau nonton Youtube di layar TV supaya bisa ditonton bareng teman-teman kamu?
  • Gak mau ribet dengan kabel yang harus disambungkan ke gadget untuk menampilkan konten di TV?

EZCast HDMI Dongle, menurut informasi di websitenya bisa mengatasi semua kebutuhan di atas. Sejujurnya pada waktu pertama kali melihat websitenya saya sempat berpikir produk ini “too good to be true” dan sempat skeptis dengan fiturnya yang bisa menampilkan konten secara wireless ke layar TV dari hampir semua jenis gadget seperti Android, iOS, OSX Mac, Windows, dan Windows Phone. Karena rasa penasaran, akhirnya saya memutuskan untuk membeli produk seharga Rp 350rb ini dengan ekspektasi yang biasa saja.

 

Unboxing EZCast HDMI Dongle

Di dalam box EZCast hanya terdapat EZCast Dongle, kabel external WIFI dan USB. Cara pemasangannya cukup sederhana, pertama sambungkan EZCast dongle ke port HDMI di TV, lalu sambungkan kabel USB ke adaptor listrik (adaptor tidak disediakan di paket penjualan). Kabel USB ini juga bisa disambungkan di port USB yang ada di TV, namun karena arus daya USB di setiap TV berbeda-beda, disarankan untuk menyambungkan USB ke adaptor listrik untuk performa yang lebih stabil.

EZCast HDMI Dongle

 

Langkah selanjutnya adalah setup EZCast di gadget. Pertama kita harus install aplikasi EZCast di Play Store atau App Store atau di websitenya EZCast, kemudian ikuti instruksi yang ada di layar TV untuk menyambungkan EZCast ke Jaringan Wifi di rumah (EZCast juga bisa berfungsi tanpa ada wifi).

Kesimpulannya, setelah beberapa hari mencoba EZCast di Android, iOS dan Windows, ternyata produk ini benar-benar bekerja di luar ekspektasi awal dan mampu menjalankan seluruh fitur yang dijanjikan! Bagi yang mau melihat langsung demonya, saya sempat membuat video bagaimana EZCast berfungsi di platform Android, iOS, dan Windows.

 

EZCast di Android – Samsung Galaxy S4

Pada platform Android, kita harus membuka aplikasi EZCast terlebih dahulu sebelum menampilkan konten apapun ke TV. EZCast bisa menampilkan seluruh foto, musik, dokumen, video beserta subtitlenya yang ada di local storage. EZCast juga mampu menampilkan dokumen yang ada di cloud seperti dropbox atau video seperti Youtube, Vimeo. Ketika video diputar di layar TV, gadget masih bisa digunakan untuk aktivitas lain seperti cek email atau social media. EZCast di Android juga support screen mirroring untuk menampilkan apa saja yang ada di layar Android ke TV.

 

 

EZCast di iOS 7 – iPad Mini Retina

Pada platform iOS penggunaan EZCast jauh lebih mudah melalui AirPlay sehingga tidak perlu membuka aplikasi EZCast terlebih dahulu. Contohnya, ketika memutar video di aplikasi youtube, tinggal pilih AirPlay EZCast maka video akan langsung muncul di layar TV. Untuk screen mirroring juga bisa dilakukan melalui AirPlay.

 

 

EZCast di Windows 8 – Lenovo Yoga 13

Pada platform Windows 8.1, kita harus membuka aplikasi EZCast terlebih dahulu untuk menjadikan TV sebagai mirror display atau extended display. EZCast di Windows 8.1 juga bisa menampilkan lokal video atau musik ke layar TV dan pada saat yang bersamaan Windows masih bisa digunakan untuk aktivitas lain.

 

EZCast bukan tanpa kekurangan, saya masih mendapatkan beberapa minor bug ketika mengakses aplikasi EZCast di Android, lalu terkadang fitur screen mirroring di iOS tidak stabil dan menimbulkan lag yang cukup lama, kemungkinan karena lokasi router yang cukup jauh dari TV. Namun kabar baiknya tim EZCast cukup aktif dan sering melakukan update baik aplikasi maupun firmwarenya, jadi besar harapan seharusnya dalam beberapa bulan ke depan produk ini menjadi lebih sempurna.

Jika tertarik membeli EZCast HDMI Dongle, kamu bisa membelinya disini. Selamat mencoba!

 

Dikarenakan

Retas Ivan Lanin

DikarenakanPenutur bahasa Indonesia acap lebai (adj. berlebihan; mubazir). Bentuk yang pendek dibuat jadi panjang, padahal bentuk pendeknya saja sudah cukup. Ini merupakan salah satu sebab kalimat bahasa Indonesia kerap lebih panjang daripada padanan bahasa Inggrisnya.

Ambil contoh agar supaya. Kedua kata penghubung (konjungsi) agar dan supaya ini bersinonim dan bermakna sama, yakni menandai harapan. Kita cukup menggunakan salah satu di antaranya, misalnya “Peraturan ini dibuat agar …” atau “Peraturan ini dibuat supaya …”. Tidak perlu “Peraturan ini dibuat agar supaya …”.

Salah satu bentuk kelebaian baru yang semakin sering saya temukan belakangan ini adalah kata kerja pasif dikarenakan. “Masalah ini muncul dikarenakan …”, demikian salah satu bentuk kalimat yang dirasa galib, tetapi sebenarnya kurang tepat. Coba ganti dikarenakan dengan karena. Bukan masalah, kan?

Saya menduga bentuk dikarenakan muncul sebagai analogi dari bentuk disebabkan. Analogi ini tidak tepat karena kata dasarnya berbeda sifat: sebab kata benda, sedangkan karena kata penghubung atau konjungsi. Kata benda memang dapat diberi imbuhan, sedangkan konjungsi tidak pernah diimbuhkan. Coba ingat, pernahkah kita mengimbuhkan konjungsi lain seperti supaya (menyupayakan!) atau jika (dijikakan!)?

Cara lain untuk menguji keabsahan kata kerja pasif adalah dengan melihat bentuk kata kerja aktifnya. Kata menyebabkan memang lazim kita pakai, tetapi pernahkah kita menggunakan kata mengarenakan?

Ayo kurangi kebiasaan buruk dalam berbahasa!

Final Para Pecundang

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Judul artikel ini memang tidak “enak”. Sama tidak enaknya dengan perasaan Brasil dan Belanda yang bakal melakoni pertandingan perebutan posisi ketiga di Piala Dunia 2014.

Bayangkan, para pemain dan tim pelatih kedua negara tersebut tentu masih merasa hancur akibat kekalahan di semifinal. Belum pulih perasaan itu, mereka “dipaksa” untuk bertanding lagi.

Para pemain Belanda sudah menyatakan rasa enggan mereka. Robben berkata, “silakan ambil tempat ketiga, kami tak peduli lagi”. Van Persie berkata bila yang mereka impikan itu final, bukan play off. Van Gaal juga menyatakan ketidaksukaannya akan babak playoff, walau tetap menginstruksikan pemain Belanda untuk serius.

Brasil sendiri tentu patah hati akibat kekalahan “fenomenal” melawan Jerman. Luka mereka masih diperparah dengan melajunya Argentina ke final. Ibaratnya tim manapun boleh mengalahkan Brasil, asal bukan Argentina. Lha ini malah mereka yang bakal bertanding di partai puncak.

Nah, lepas dari hal-hal di atas, kira-kira siapa yang bakal memenangkan pertandingan ini? Saya pegang Belanda. Namun dengan catatan mereka mau tampil full team. Bila yang diturunkan adalah pemain cadangan, sepertinya Brasil yang bakal menang. Bagaimanapun mereka tentu tak mau dipermalukan untuk kedua kalinya.

Meski tidak penting, sebenarnya pertandingan ini masih punya manfaat. Pertandingan ini tetap akan disertakan dalam perhitungan koefisien peringkat FIFA dan membuka kesempatan bagi para pemain untuk meraih penghargaan secara individu seperti top skorer. Bisa saja khan Van Persie mencetak hattrick di pertandingan ini.

Setidaknya ada 3 pemain yang merasakan manfaat pertandingan perebutan tempat ketiga ini untuk meraih gelar top skorer, yaitu Toto Schillaci pada tahun 1990, Davor Suker pada tahun 1998, dan Thomas Muller pada tahun 2010.

Semoga Brasil dan Belanda tetap main serius dan menghibur.

Kedirekturan

Retas Ivan Lanin

KedirekturanTadi pagi (10 Juli 2014) saya mendengarkan acara “The Captain” di Brava Radio yang menampilkan pembicara Ronny A. Iskandar, Direktur Utama Asuransi Takaful Keluarga. Menarik mendengar sudut pandang beliau tentang peran direktur. Menurut beliau, direktur perlu memberdayakan para stafnya dengan, antara lain, menyediakan “panggung-panggung” kecil tempat para staf ini dapat belajar tampil sebagai pemimpin. Para staf perlu diberikan keleluasaan untuk menentukan sendiri cara melakukan suatu tugas agar mereka dapat berbangga terhadap keberhasilan yang mereka capai. Peran direktur adalah menentukan sasaran yang ingin dicapai pada saat awal serta memberikan arahan yang tidak mendikte selama pelaksanaan pekerjaan.

Arahan. Pada awalnya, kata ini sulit saya pahami. Entah mengapa, saya menangkap makna konotatif yang negatif dari kata ini. Bagai kerbau dicocok hidung. Kata ini saya maknai dengan kesewenang-wenangan dari sisi pemberi dan ketidakkreatifan dari sisi penerima. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, saya menyadari bahwa kata ini memang diperlukan dan tidak bermakna negatif. Kata inilah yang membedakan direktur dengan manajer: direktur mengarahkan, manajer mengelola.

Ibarat bahtera, direktur adalah nakhoda, sedangkan manajer adalah mualim. Nakhoda mengarahkan haluan bahtera, sedangkan mualim mengelola para kelasi dalam melakukan berbagai tugas pelayaran. Baik nakhoda maupun mualim dituntut untuk memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih dibandingkan para kelasi.

Pada perusahaan konsultan manajemen saya yang kecil, saya menempatkan diri sebagai dokter yang (harus) siap dengan berbagai resep mujarab, mulai dari mencari bug dalam program, menyusun kertas kerja proyek, membuat laporan pajak, hingga mendengar keluhan dan memberi motivasi kepada para staf. Keterampilan utama yang terasa sangat meningkat selama beberapa bulan ini adalah kemampuan mendengar dan kesabaran.

Salah satu dorongan terbesar yang harus ditahan adalah keinginan untuk turun tangan langsung. Sebagai orang teknis, hal ini berat saya lakukan. Saya harus berulang-ulang mengingatkan diri bahwa hal ini akan mengurangi makna proses pemberdayaan yang menjadi tugas saya. Saya sangat sepakat dengan gagasan Pak Ronny tentang kedirekturan (directorship).

Apa Arti Kata Sahabat

Wahyu Wijanarko Indonesia Wahyu Wijanarko

Dalam Kamus besar Bahasa Indonesia, arti dari kata sahabat adalah sebagai berikut.

sa·ha·bat n kawan; teman; handai: ia mengundang -- lamanya untuk makan bersama-sama di restoran;
-- dekat sahabat karib; -- karib sahabat yg sangat erat (baik); teman yg akrab: dia adalah -- karib kakakku; -- kental sahabat karib;
ber·sa·ha·bat v 1 berkawan; berteman: jangan - dng orang jahat; 2 menyenangkan dl pergaulan; ramah: ia sangat -;
per·sa·ha·bat·an n perihal bersahabat; perhubungan selaku sahabat: - kedua orang itu telah berjalan bertahun-tahun;
mem·per·sa·ha·bat·kan v menjadikan bersabahat; memperhubungkan supaya bersahabat; memperkenalkan (dng)

Alasan saya membahas masalah ini adalah, karena banyak rekan-rekan saya yang saling berantem, baik melalui media sosial di Internet, maupun dalam pergaulan langsung, gara-gara peristiwa pilpres 2014 ini. Bahkan, saya dengar di berita surat kabar bahwa ada pertumpahan darah (luka-luka) hanya karena beda calon presiden saja.

IMG-20140710-WA006

Pendukung yang terlalu fanatik ini akhirnya menjadi tidak rasional, bahkan sampai membawa pencapresan ini ke tingkat ‘religius’, dengan mengatakan bahwa pendukung pihak lawan adalah orang kafir, berdosa, dan lain sebagainya. Untuk itu sebaiknya kita kembali ke keadaan semula, bahwa pemilihan presiden ini adalah untuk kebaikan bangsa, dan kebaikan bangsa ini hanya akan terjadi jika terjadi kesetiakawanan satu sama lain.

Waktu saya kuliah Filsafat Pancasila di kampus, dalam sebuah diskusi di kelas saya melontarkan kata ‘perang’ ketika dosen bertanya bagaimana cara memupuk kesetiakawanan. Perang akan menimbulkan rasa senasib sepenanggungan, sehingga satu sama lain akan saling bekerja sama dan akan terjadi kompetisi yang konstruktif. Salah satu syarat perang adalah adanya musuh bersama. Jika dulu perang adalah terkait dengan saling serang dengan senjata, saat ini perang lebih ke arah ideologi dan ekonomi. Banyak negara berkembang, termasuk kita, terjajah salah satunya di sektor ekonomi, namun karena tidak ada peringatan agar waspada, sehingga generasi sekarang di bangsa ini menjadi lengah dan lemah.

Naluri dan hasrat bersaing dalam diri manusia adalah hal yang alami, namun jika itu dibawa ke dalam wawasan yang lebih luas, misalnya dalam wawasan internasional, maka bangsa ini akan cepat menjadi maju dan berdiri di atas kaki sendiri. Namun, jika wawasan itu hanya terbatas, makan bukan hal yang mustahil jika persaingan menjadi hal yang merusak. Semoga sesudah pengumuman presiden baru nanti, bangsa ini menyatukan kembali langkah untuk ke arah yang lebih baik.

Perang Informasi

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Sebelumnya, saya ingin membuat tulisan tentang perang informasi (information war) tetapi agak kesulitan mencari contoh yang dekat dengan kita. Nah, sekarang ternyata banyak contoh yang hadir di hadapan kita. Event pemilihan presiden (pilpres) ini ternyata merupakan contoh yang paling nyata.

Pilpres kali ini diwarnai dengan kampanya negatif atau kampanye hitam. Informasi yang palsu dibuat dan disebarkan di internet. Informasi ini dapat berbentuk tulisan, gambar, dan bahkan video. Ada yang jenisnya hanya berupa lelucon, misleading, atau betul-betul informasi bohong yang dikarang khusus untuk menyesatkan pembaca. Ini dia salah satu contoh perang informasi.

Bahkan pada hari kemarin (9 Juli 2014), kita dibingungkan dengan hasil quick count yang berbeda dari berbagai lembaga survei. Mana yang benar?

Kita, sebagai pembaca, dibingkungkan dengan berbagai versi dari informasi. Seringkali sumbernya tidak jelas. Ada banyak yang menggunakan akun anonim. Ada juga yang informasinya “jelas”, dalam artian ada alamat web-nya, tetapi tidak jelas orangnya. Bagaimana kita menentukan kredibilitas sumber berita?

Ada juga yang berpendapat bahwa kalau sebuah “informasi” banyak disebarkan maka dia akan menjadi benar. he he he. Atau kalau halaman sebuah media sosial banyak diikuti (followed, liked) maka dia menjadi benar juga. Mungkin perlu kita coba membuat sebuah eksperimen. Katakanlah kita membuat sebuah informasi palsu, “Perang Diponegoro dimulai tahun 1801″, kemudian kita ramai-ramai menyimpan informasi tersebut di halaman internet kita masing-masing dan meneruskannya ke banyak orang. Apakah ini akan menjadi informasi yang dominan dan yang akan dipercaya oleh banyak orang (termasuk search engine)? Ini merupakan ide penelitian yang menarik. Yuk. [Hayo, ada yang masih ingat perang Diponegoro dari kapan sampai kapan?]

Nampaknya akan semakin banyak dibutuhkan orang teknis yang menguasai bidang forensic, orang sosial untuk memahami fenomena ini, dan orang hukum untuk mengatur dan menyelesaikan kasus-kasus ini.


Filed under: Pendidikan, security, Teknologi Informasi, TI Tagged: Pendidikan, postaday2014, security, Teknologi Informasi

Hasil Quick Count Pemilihan Presiden 2014

Wahyu Wijanarko Indonesia Wahyu Wijanarko

Sore hari ini tadi, berbagai lembaga survey sudah mulai mengeluarkan hasil quick count atau hitung cepat pemilihan presiden Republik Indonesia periode 2014 – 2019. Hal yang menurut saya agak aneh pada pemilihan presiden kali ini adalah hasil berbagai lembaga survey berbeda-beda, tidak seperti pemilu sebelumnya. Namun dari data tersebut terlihat bahwa selisih antara 2 kandidat ada di seputaran 5 persen.

Berikut ini adalah hasil quick count yang saya kutip dari berita di kompas.com.

No Lembaga Prabowo - Hatta Jokowi - JK Sumber
1 Populi Center 49,05 50,95 Suara.com
2 CSIS 48,1 51,9 Liputan6.com
3 Litbang Kompas 47,66 52,33 Kompas.com
4 Indikator Politik Indonesia 47,05 52,95 Metrotvnews.com
5 Lingkaran Survei Indonesia 46,43 53,37 Konferensi pers
6 Radio Republik Indonesia 47,32 52,68 Detik.com
7 Saiful Mujani Research Center 47,09 52,91 Detik.com
8 Puskaptis 52,05 47,95 Viva.co.id
9 Indonesia Research Center 51,11 48,89 okezone.com
10 Lembaga Survei Nasional 50,56 49,94 Viva.co.id
11 Jaringan Suara Indonesia 50,13 49,87 Viva.co.id


Di rilis berita yang lain, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman memprediksi situasi pemilihan umum presiden (pilpres) akan lebih aman jika selisih hitung cepat suara di atas lima persen. Demikian pula sebaliknya. Ini artinya, menurut TNI, proses rekap suara dari TPS, Kelurahan (KPPS), Kecamatan (PPD), KPUD Kabupaten dan KPUD Provinsi akan mendekati rawan.

Lembaga survey ini perlu mempertanggungjawabkan hasil surveynya dengan menjelaskan cara mereka memperoleh data, sumber data, dan cara mengolah datanya sehingga menghasilkan data seperti itu. Salah satu yang harus dipertanggungjawabkan adalah siapa yang mebiayai survey ini, karena tanpa kenetralan, maka akan ada konflik kepentingan yang menghasilkan keluaran yang berbeda dari hasil perhitungan statistik sebenarnya.

Sebagai orang yang masih terlalu awam dengan ilmu statistik, saya mencoba membuat perhitungan sendiri tentang pilpres ini. Saya mengambil data DPT Pilpres dari website data KPU yang 188.246.645, dan saya juga mengambil nilai tengah suara sah pilpres berdasarkan rata-rata hasil quick count, yaitu di sekitar 70 persen, sehingga jumlah partisipasinya ada di 131.772.652. Jika selisih dari perhitungan kedua calon adalah 5 persen, maka selisih suara ada di 6.588.633. Ada sejumlah 478.833 TPS tersebar di seluruh Indonesia. Seandainya saja setiap TPS ini dicurangi dengan digeser suaranya sebanyak 15 suara oleh satu pihak, maka jumlah suara yang akan bergeser sejumlah 7.182.495. Tentu saja tidak semua TPS bisa dicurangi, namun TPS yang rawan dicurangi adalah TPS yang dihadiri oleh saksi dari satu pihak capres saja.

Tadi siang saya dan (mungkin) Anda sudah melakukan hak memilih, namun demikian saya akan mengambil kutipan dari salah satu politisi yang terkenal di dunia berikut ini.

It's not the people who vote that count. It's the people who count the votes. (Joseph Stalin)

Sore tadi semua hasil coblosan kita di TPS dihitung oleh KPPS. KPPS atau Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara, adalah kelompok yang dibentuk oleh PPS untuk melaksanakan pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS). Rekap di TPS ini disaksikan oleh saksi yang diberi mandat oleh tim pemenangan masing-masing kandidat. Seandainya (lagi), tim pemenangan kandidat mampu menyediakan sejumlah 478.833 saksi sesuai dengan jumlah TPS, dan masing-masing saksi diberikan honor sejumlah Rp.100.000,- maka akan perlu anggaran sebesar Rp. 47.883.300.000,-. Honor itu akan lebih tinggi berkali-kali lipat di daerah tertentu, misalnya di daerah tertentu di Papua, konon honor saksi di TPS bisa mencapai Rp.500.000 – 1.000.000 per TPS. Namun pastinya ada juga saksi di TPS yang memang menjadi betul-betul relawan tanpa diberi honor. Hasil dari penghitungan suara di TPS ini akan ditandatangani oleh KPPS dan saksi.

Malam ini atau besok kemungkinan data dari KPPS ini akan dibawa ke kelurahan untuk direkap oleh PPS. PPS atau Penyelenggara Pemungutan Suara adalah Panitia penyelenggara Pemilihan Umum di tingkat desa/ kelurahan. Di tingkat kelurahan ini juga akan ada saksi yang ditunjuk dan diberi mandat untuk mengawal data. Besoknya lagi, data tersebut akan dibawa untuk direkap di tingkat kecamatan oleh PPD. PPK atau Panitia Pemilihan Kecamatan, yaitu Panitia penyelenggara Pemilihan Umum di tingkat Kecamatan. Tim pemenangan kandidat pilpres harus memberi mandat juga kepada saksi untuk mengawal rekap di tingkat Kecamatan. Setelah itu, kan dilakukan pleno di tingkat KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) Kabuaten/Kota, yang juga akan dihadiri saksi yang sudah ditunjuk oleh masing-masing kandidat. Data dari KPUD Kabupaten/Kota akan dibawa ke tingkat KPUD Provinsi, lalu ke KPU Pusat.

Dengan jumlah TPS yang ratusan ribu ini, akan sangat sulit menjaga agar jumlah rekapitulasi suara tidak berubah sebelum dibawa ke kelurahan. Itulah yang mungkin disadari oleh KSAD bahwa jika selisihnya sedikit akan rawan, karena dengan digeser sedikit saja, maka rekapitulasi di tingkat atas bisa berubah total. Sepanjang pengalaman saya mengikuti rekapitulasi pemilu, setiap permasalahan yang terjadi di setiap tingkatan, mulai dari KPPS, PPD, PPK, KPUD Kabupaten, KPUD Provinsi, dan KPU Pusat harus diselesaikan di tingkatan itu juga. Permasalahan di KPPS yang sudah terlanjut direkap di PPS atau PPK akan sulit untuk diurus di KPUD Kabupaten, apalagi sampai tingkat Provinsi atau pusat tanpa terdapat bukti yang orisinil, yaitu dokumen resmi yang ditandatangani oleh penyelenggaran dan saksi. Daerah yang paling rawan kecurangan adalah daerah dengan akses yang sulit dijangkau, sehingga rekapitulasi mengalami keterlambatan.

Untuk itu, bagi kedua pihak, silakan kawal suara dengan baik, jangan sampai ‘aspirasi rakyat’ berubah menjadi ‘aspirasi penyelenggaran pemilihan umum’. Tadi pagi saya mencoblos menggunakan baju kotak-kotak, namun dengan jari mengacung satu. Artinya, saya memilih, namun tidak memiliki fanatisme ke salah satu calon. Saya concern untuk Indonesia yang damai, jujur, dan bermartabat di mata dunia dengan berhasilnya proses pemilu presiden 2014 ini.