PlanetTerasi

Think. Read. Write.

Software Musik Open Source

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Kemarin saya memberikan presentasi tentang software-software musik open source di acara ICrOSS 2014 (Indonesia Creative Open Source Software), yang diselenggarakan di hotel Bumi Surabaya. Pada intinya sekarang sudah banyak software untuk musik yang berbasis open source; mulai dari music player, composer, MIDI sequencer, sampai ke untuk rekaman dengan kualitas studio.

Salah satu yang kami demokan di acara itu adalah Ardour. Lihat situs webnya deh. Ini sebuah aplikasi yang komplit, yang dapat digunakan untuk merekam lagu dalam bentuk audio dan MIDI. Kualitasnya tidak kalah dengan yang proprietary. Saya sendiri lebih sering menggunakan Audacity, untuk merekam genjrengan sendiri atau bahkan untuk mengubah dari kaset ke MP3. Sayangnya tidak banyak studio yang tahu tentang aplikasi-aplikasi ini. Kebanyakan masih menggunakan software bajakan atau menggunakan versi gratisannya yang terbatas.

Di akhir presentasi ada tanya jawab. Salah satu pertanyaannya adalah adakah komunitas yang ngoprek software musik open source ini di Indonesia?


Filed under: music, Musik, Teknologi Informasi, TI Tagged: Musik, postaday2014, Teknologi Informasi

X Ray

Okto SiLaban Okto Silaban

X-Ray Barusan update mesin WordPress blog ini, setelah selesai saya baca ada fitur upload audio (audio gallery). Jadi tulisan ini sebenarnya untuk mencoba fitur itu aja sih. Oh iya, musik di atas ciptaan saya sendiri. ...

Asus Zenfone 5, Teman (Kerja) Yang Menyenangkan

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Sesuai janji saya di tulisan sebelumnya, saya akan cerita tentang kehadiran saya di acara peluncuran Asus Zenfone. Acaranya meriah … Ah sudahlah, saya yakin pada gak tertarik soal jalannya acara khan? Yang ditunggu-tunggu pastilah soal Zenfone-nya khan?

OK OK, baiklah. (evilsmirk)

Nah, saya cukup beruntung bisa menjajal salah satu dari tiga produk yang dirilis kemarin, yaitu Zenfone 5.

Zenfone 5

Zenfone 5


Sesuai dengan namanya, Zenfone 5 merupakan ponsel cerdas dengan ukuran layar 5 inchi. Ukuran fisiknya adalah 148.2 x 72.8 x 5.5 – 10.3 mm. Mengapa ketebalannya menggunakan rentang nilai, bukan ukuran tetap? Karena bagian “punggung” Zenfone melengkung. Jadi bagian tertipisnya 5.5 mm dan bagian tertebalnya 10.3 mm.

Dengan bentuk seperti itu, apalagi bobotnya hanya 145g, Zenfone 5 sangat nyaman digenggam. Cuma kalo kamu ingin mengoperasikannya dengan satu tangan, pastikan jempolmu cukup panjang. Kalo jempolnya standar seperti saya ya rada kesulitan, mending dioperasikan dengan dua tangan.

Zenfone 5

Zenfone 5 bukan sekedar nyaman digenggam namun juga nyaman dipandang. Dengan desainnya yang stylish, memandang Zenfone 5 dalam keadaan off saja sudah wow, apalagi jika menyala. Antarmuka sistem operasinya menggunakan konsep ZenUI yang diselaraskan dengan desain body-nya.

Zenfone 5 Lock Screen

Dengan layar high definition, resolusi 1280 x 720-pixel (294ppi) IPS+, layar Zenfone 5 memberikan tampilan yang terang namun nyaman dipandang, nampak “segar”, serta berkesan luas. Daya pandangnya mencakup sudut sebesar 178°.
Layaknya ponsel-ponsel terkini, Zenfone 5 hadir dalam berbagai warna, yaitu Charcoal Black, Pearl White, Cherry Red, dan Mystic Purple.

Trus layarnya itu sudah Corning Gorilla Glass 3. Kamu gak bakalan perlu khawatir tergores. Yang menyenangkan, sidik jari juga tidak terlalu mudah membekas di layarnya. Meski “berkulit badak”, namun layar Zenfone 5 ini sensitif. Touch responsenya hanya 60 ms dan bisa dioperasikan meskipun menggunakan sarung tangan.

Dapur pacu Zenfone 5 diisi dengan prosesor Intel Atom Z2560 (1.6GHz) dan sistem operasinya menggunakan Android 4.3 Jelly Bean. RAM yang disematkan ke dalamnya sebesar 1 GB. Dengan kombinasi ini, Zenfone 5 sangat gegas. Ketika banyak aplikasi sekaligus saya buka (di antaranya 2 macam game, WhatsApp, BBM, Gmail, Settings) dan kemudian saya mencoba mengambil foto, tidak ada lag sama sekali.

Untuk koneksinya, Zenfone 5 dapat diisi dengan dua buah SIM Card berukuran micro, selain tentu saja WiFi dan Bluetooth. Tersedia juga slot MicroSD yang mendukung kapasitas simpan 64 GB bila kapasitas simpan sebesar 8 GB masih dirasa kurang.

Selain aplikasi standar Android, Zenfone 5 juga diperlengkapi dengan beberapa aplikasi bawaan Asus yang siap diajak bekerja keras. Salah satu aplikasi andalannya adalah What’s Next yang berfungsi sebagai pencatat jadwal dan event. Event yang segera tiba dapat ditayangkan pada lock screen. Dengan What’s Next ini kita tak perlu lagi ketinggalan info dan acara-acara seru yang berkaitan dengan kita, salah satunya adalah ulang tahun keluarga atau sahabat.

Zenfone What's Next

Zenfone What’s Next

Kapasitas baterai Zenfone 5 adalah 2110mAh. Kecuali digunakan untuk bermain game terus menerus atau internetan tiada henti, Zenfone 5 bisa digunakan seharian sebelum baterainya perlu diisi ulang. Saat baterainya sudah tinggal 15%, Zenfone 5 akan memberikan notifikasi bahwa baterai perlu diisi ulang. Jika mulai dicharge pada titik tersebut, lama waktu charge yang dibutuhkan hingga penuh sekitar 2 hingga 2.5 jam.

Bicara soal notifikasi, Zenfone 5 diperlengkapi dengan lampu LED kecil yang akan memberikan notifikasi tentang hal tertentu sesuai warnanya. Ini menyenangkan karena tidak perlu unlock layar untuk tahu adanya notifikasi tertentu.

Karena alasan-alasan itulah mengapa saya menyebutnya teman kerja yang menyenangkan karena saya bisa menelpon, cek email, chat melalui SMS/WhatsApp/BBM, hingga membuat catatan kecil. Bila ada sedikit waktu luang, bermain game bisa jadi sarana membunuh waktu. Dan semua itu bisa dilakukan tanpa perlu khawatir baterai terlalu cepat habis atau aplikasi yang ngelag.

Oh ya, Zenfone 5 diperlengkapi dengan dua buah kamera, depan dan belakang. Seperti biasa, kamera belakang jauh lebih unggul dibandingkan kamera depan. Kamera belakang memiliki resolusi 8 MP sedangkan yang depan hanya 2 MP. Namun kamera depan ini bisa dimanfaatkan untuk selfie sekaligus untuk bercermin (melalui aplikasi yang bernama Mirror) (upss)

Wah, ternyata sudah panjang ya, padahal masih ada banyak yang belum dibahas, misalnya kualitas foto yang diambil dengan Zenfone 5 ini. Tunggu deh, saya bahas pada tulisan terpisah. Soalnya saya juga masih perlu mengoprek lebih lanjut soal fitur fotonya.

Peta Wisata Jogja 2014 oleh YogYES.com

Okto SiLaban Okto Silaban

Mengunjungi suatu tempat wisata populer itu gampang-gampang susah. Soalnya rata-rata tempat wisatanya kita pernah dengar. Misal kalau di Jogja, kita sudah familiar dengan nama Candi Prambanan, Candi Borobudur, Pantai Parangtritis, Malioboro, Keraton, dll. Tetapi lokasi ...

Indonesia’s Kompasiana among top crowd-sourced news gathering sites

BudiPutra.com - Tech blog Budi Putra

Screen Shot 2014-04-22 at 5.18.31 PMInternational journalists’ network listed seven news outlets and projects including Indonesia’s Kompasiana that successfully engaging their communities in news gathering and personal writing.

Owned by Kompas, Indonesia’s largest newspaper, Kompasiana has became the country’s largest citizen media initiative with more than 200,000 contributors (including some big names like celebrities and politicians) and keep counting…

Checkout its full-list:

  • California Watch (now part of its founding organization, the Center for Investigative Reporting): Since its launch in 2009, the organization has been committed to engaging communities and reaching new audiences.
  • CGNet Swara: Former ICFJ Knight International Journalism Fellow Shubhranshu Choudhary’s mobile news service CGnet Swara (Voice of Chhattisgarh) has transformed how people in remote areas of India receive and share news.
  • The New York Times’ interactive commenting: When the Vatican announced a new Pope, Times readers who went to the paper’s story on the election of Pope Francis were asked to define themselves three ways: Were they happy with the decision or not? Were they surprised by the choice or not? And, were they Catholic or not?
  • Tracking cicadas: WYNC’s data team paired up with the radio program Radiolab to build the Cicada Tracker, a project that used do-it-yourself soil monitors to predict the re-emergence of 17-year cicada swarms.
  • Kompasiana, a “social blog for the community”: Kompas, one of Indonesia’s largest newspapers, has cultivated a committed network of citizen journalists who post news, opinion and even works of fiction online.
  • ProPublica’s ‘Get Involved’: To investigate 2012 political campaign spending in the U.S., the staff of ProPublica, a New York City-based nonprofit news organization that produces investigative journalism in the public interest, asked readers to help “Free the Files.”
  • Storyful and the social web: Since 2010, Dublin-based Storyful has helped news organizations use social media to strengthen newsgathering, reporting and storytelling.

By the way, I myself also write blog posts for Kompasiana, sometimes :-)

Apakah Menjadi Pengusaha Lebih Mulia?

Okto SiLaban Okto Silaban

Beberapa kali saya membaca tulisan yang menyebutkan bahwa menjadi pengusaha itu lebih mulia. Kenapa? Karena pengusaha itu membuka lapangan pekerjaan, yang berarti secara tidak langsung dia ikut membantu kehidupan keluarga para karyawannya. Jadi kalau karyawannya ...

Masalah Milis dan Alamat Email Yahoo

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Baru-baru ini Yahoo! menerapkan kebijakan tentang penggunaan email yahoo.com. Singkatnya begini. Email yang menggunakan alamat “@yahoo.com” tetapi tidak dikirimkan dengan fasilitas web-nya yahoo (misal menggunakan program email sendiri) akan dianggap tidak jelas asalnya sehingga akan diblokir oleh sistem email yang menerapkan kebijakan DMARC (“Domain-based Message Authentication, Reporting & Conformance”). Yahoo juga termasuk yang menerapkan kebijakan itu. DMARC ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi spam dan email palsu.

Akibat dari kebijakan ini beberapa milis akan bermasalah. Pelanggan yang menggunakan email yahoo.com tidak dapat mengirimkan email ke milis dan juga tidak dapat membaca email-email yang pengirimnya dari yahoo.com juga. Kira-kira alurnya seperti ini.

  1. Seorang pengguna dengan email yahoo.com mengirim email ke milis.
  2. Milis manager me-rewrite header dari email dan mengirimkannya dari domain sang milis. Akibat dari ini email yang berasal dari yahoo.com itu dianggap tidak lagi keluar dari web-smtp yahoo tapi dari domain si milis
  3. Email tersebut akhirnya difilter oleh sistem yang menerapkan DMARC (termasuk yahoo.com juga)

Solusi? Cara yang banyak dilakukan orang adalah memperbaiki / mengubah / update mailing list manager agar tidak melakukan rewrite header email untuk pengguna dari yahoo.com (atau domain lain yang menerapkan DMARC ini juga).

Nah, saya sekarang sedang pusing karena milis manager saya buatan saya sendiri. Belum tahu bagian mana yang harus saya ubah. hi hi hi.

 


Filed under: security, Teknologi Informasi, TI Tagged: IT, postaday2014, security, Teknologi Informasi

Mengamati Pengaruh Jejaring Sosial

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Banyak orang yang merasa bahwa jejaring sosial / media sosial (seperti facebook dan twitter) itu demikian hebatnya. Wow banget. Padahal sesungguhnya kita belum tahu seberapa besar dampaknya. Mari kita amati beberapa hal.

Beberapa kali diskusi dengan pakar jejaring sosial membuat saya lebih memahami bahwa media konvensional – seperti televisi, surat kabar, majalah – sesungguhnya masih yang paling mempengaruhi masyarakat. Orang-orang yang menggeluti bidang teknologi informasi (ICT) merasa bahwa jejaring sosial sudah sedemikian hebatnya sehingga mempengaruhi orang banyak. Ternyata belum terbukti. Kita masih membutuhkan data dan penelitian yang lebih lanjut untuk menyatakan hal ini.

Citizen journalism yang dianggap akan memiliki peran dan dampak yang mendalam belum terbukti. Topik-topik yang dibahas dalam media sosial (facebook, twitter) sesungguhnya masih dimotivasi (driven) dari topik yang diangkat oleh media konvensional. Masih mainstream juga. (Itulah sebabnya blog ini mengambil topik-topik yang tidak mainstream. Berbeda dengan yang ada di media konvensional.)

Jadi jangan dulu percaya bahwa jejaring sosial itu sangat berpengaruh dalam branding (untuk bisnis dan politik). Kemungkinan besar memang ada pengaruhnya, tetapi tidak sehebat yang diperkirakan oleh orang IT. Jangan terlalu percaya bahwa kalau sesuatu itu heboh di jejaring sosial berarti dia heboh di dunia sesungguhnya. Masih terlalu dini untuk mempercayai itu.


Filed under: Opini, Teknologi Informasi, TI Tagged: opini, postaday2014, Teknologi Informasi

Karakteristik Bandung Car Free Day

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Hari ini untuk kedua kalinya kami buka lapak toko musik digital kami (Insan Music Store) di Bandung Car Free Day (CFD). Tujuannya masih seperti sebelumnya, yaitu untuk memperkenalkan layanan kami. To test the market, sort of speak.

Saya melihat bahwa tujuan mayoritas dari pengunjung CFD adalah untuk berjalan-jalan. Berolahraga sambil rileks dengan keluarga atau teman. Tadinya saya pikir kebanyakan adalah duduk nongkrong beli ini dan itu. Ternyata mereka tidak membeli. Mereka berjalan. Saya perhatikan yang jualan minuman di samping stand kami tidak berhasil menjual minumannya. Sebetulnya terjual tetapi nampaknya tidak seperti yang dia harapkan. Di depannya, jualan es lilin, demikian pula. Samping kanan jauh, jualan otak-otak juga demikian. Ada yang beli tetapi tidak banyak.

Untungnya tujuan kami berada di sana bukan – belum – untuk berjualan tetapi justru untuk mendapatkan lagu-lagu dari artis / band yang sudah memiliki lagu dalam format digital. Nampaknya kalau untuk berjualan, mungkin CFD bukan tempatnya. Entahlah kalau kami nanti sudah mulai menggelar lapak digital kami; lengkap dengan access point dan notebook untuk mendengarkan musik. We’ll see.

Saya belum tahu apakah yang berjualan di Gasibu (sekarang seberangnya, yang lebih dekat ke Unpad) memiliki karakterisik yang sama atau tidak. Mungkin ada yang tahu? Sementara ini kalau Anda ingin berjualan dengan skala yang besar di CFD, pikir-pikir dulu.


Filed under: Bisnis, music, Musik, Opini, Start-up, Teknologi Informasi Tagged: bandung, Bisnis, music, Musik, opini, postaday1014, Teknologi Informasi

Oleh-oleh Dari InnovFest 2014

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Tulisan ini harus saya kerjakan secepatnya. Mumpung masih hangat dan tidak terdesak dengan kegiatan lain, yang boleh jadi prioritasnya tadinya rendah tetapi tiba-tiba menyundul.

Hari Senin saya berangkat ke Singapura untuk mengikuti InnovFest 2014, yang sub-judulnya kali ini adalah “Asian Innovations Going Global“. Saya belum pernah mengikuti kegiatan ini tahun-tahun sebelumnya sehingga belum tahu apa yang diharapkan. Tiba-tiba langsung diminta untuk menjadi salah satu pembicara. Saya sanggupi karena melihat topiknya, terkait dengan entrepreneurship dan teknologi, sangat menarik buat saya.

innovfest 2014 speaksers

IMG_4367 innovfest BR name tag 1000

Salah satu hal yang menarik adalah organizer susah memasukkan saya kepada kategori apa dan dari afiliasi apa. Biasanya di name tag dituliskan afiliasinya. Di name tag saya, kosong. hi hi hi. Ini nantinya saya jadikan sebagai salah satu poin di presentasi saya. Yeah! This is why Asia is in different category. You just cannot categorize Asia in a Western categorical system. aha.

Hari Senin malam ada acara reception untuk para pembicara dan sponsor dari acara. Acara dilakukan di National Museum. Saya sudah pernah ke sini sebelumnya hanya untuk melihat-lihat musium. Acara reception ini lebih banyak untuk networking, berkenalan dan saling tukar kartu nama. Tidak ada orang yang saya kenal di sana. Besoknya saya baru mengetahui siapa-siapa mereka. Dan ternyata mereka hebat-hebat.

Hari Selasa acara dibuka oleh CEO dari NUS Enterprise, Lily Chan. Kata pengantar (speech) yang diberikan bagus sekali. Bukan sekedar basa basi. Sayangnya tidak saya miliki. Kemudian ada presentasi yang sangat menarik, tentang desain nursing home. Keren juga! Setelah itu ada presentasi dari Ike Lee, seorang innovator (dan sekarang investor juga) dari Korea Selatan yang sukses di Amerika. Lucu banget karena bahasa Inggrisnya yang pas-pasan tapi dia sukses besar di Silicon Valley. Satu point yang dia sampaikan adalah bahwa sekarang yang disebut “global” adalah Asia. Kita berada di tempat yang benar. We are in the right place! Orang-orang Amerika berharap bisa hadir di sini. Sekarang adalah waktunya. Right Now. (Saya lantas keinget lagu Van Halen – Right Now. Jadi kepikiran kalau besok akan saya gunakan lagu ini sebagai soundtrack dari presentasi saya. hi hi hi.) Nah. Wah. Acara baru dimulai dan keren-keren materinya. Setelah itu ada coffee break dan acara dibagi menjadi dua sesi paralel.

Di luar ada pameran poster-poster (riset-riset dari perguruan tinggi; NUS, NTU, Politeknik, dll.) dan booth-booth startup yang dibiayai oleh NUS Enterprise. Oh ya, setiap peserta diberi “uang” yang kita investasikan di salah satu dari booth tersebut. Nantinya booth yang paling banyak mendapatkan investasi akan mendapatkan penghargaan. Orang yang invest juga (diundi) untuk mendapatkan hadiah. Kreatif juga idenya.

IMG_4421 uang innovfest 1000

Setelah coffee break saya masuk ke sesi “Start-Ups & Enterpreneurs: Stories of Local Successes: Homegrown Heroes’ Road to Singapore Exits“. Pada sesi ini dibahas tentang pengalaman tiga buah start-ups di Singapura. Mereka menceritakan awalnya sampai ke akhirnya mereka mendapat dana dengan cara dibeli oleh perusahaan yang lebih besar. Kelihatannya strategi keluar (exit strategy) dari start-up di Singapura adalah dibeli (diakusisi) oleh perusahaan lain. Belum ada cerita sukses perusahaan tersebut di pasar modal (via IPO). Besoknya saya mendapat data tambahan bahwa memang belum ada cerita sukses via IPO. Ini berbeda dengan di Amerika! Nah.

Minggu lalu saya berdiskusi dengan salah seorang investor dari Jepang. Dia berkata bahwa start up di Jepang dapat berjalan karena capital market-nya sudah disiapkan sebelumnya. Mereka harus melakukan perombakan (meniru Amerika?) sehingga memungkinkan untuk melakukan invetasi di perusahaan start up. Ah. Nampaknya dia benar. Indonesia belum siap untuk itu. Nampaknya bahkan Singapura juga belum siap. Itulah sebabnya exit strategy yang masuk akal kali ini hanya dibeli oleh perusahaan besar. Ini membutuhkan diskusi yang lebih panjang. Harus buat thread terpisah untuk ini.

Sesi selanjutnya saya mengikuti “Urbanisation and Future Cities“. Ceritanya lain kali ya. Intinya adalah desain kota masa depan (dengan permasalahan yang dihadapi dunia saat ini). Ada contoh kota yang dikembangkan oleh Singapura dan China. Keren.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pitching dari beberapa start-ups. Pitching pertama, sebetulnya dari segi visi dan ide bagus tetapi cara presentasinya salah. Saya bertanya, “what products are you making? It’s not clear to me“. Dia menjelaskan kemudian bertanya “Is it clear?” dan saya jawab “Not really“. Salah satu kesalahan start up adalah tidak tahu cara pitching. Jadi kesannya adalah wasting our time. Suatu saat saya harus ajari mereka caranya.

Hasil dari hari ini membuat saya berpikir bahwa materi presentasi saya untuk keesokan harinya harus saya ubah. Pivot, kalau istilah anak-anak sekarang. hi hi hi. Maka setelah acara celebration dinner malam itu saya asyik mengubah materi presentasi. Harus lebih jreng!

Oh ya, di acara dinner itu yang paling banyak dibicarakan adalah success story. Di Singapura yang lagi rame adalah bagaimana Zopim – sebuah start-up – baru saja dibeli oleh Zendesk sekitar $30 juta. Foundernya terlihat happy dan ketika diminta untuk memberikan presentasi agak mabok. hi hi hi. Tapi dia bercerita apa adanya tentang perjalanan start up-nya. Saya bisa mengatakan bahwa apa yang mereka lalui mirip dengan apa yang pernah saya lalui juga. hi hi hi. Kapan-kapan saya akan cerita tentang itu.

Besoknya saya memberikan materi presentasi saya tentang “A new dawn of technological innovation: Is the Sun Rising in the East?” Intinya adalah ini: apakah inovasi terjadi di Timur, di Asia (atau Asean lebih tepatnya)? Apakah inovasi hanya terjadi di dunia Barat? Jawaban saya adalah: YA! meskipun pada awalnya saya katakan Tidak. hi hi hi. Kemudian para peserta saya bawa naik roler coaster perjalanan saya mengembangkan start ups di Kanada. Gagal semua. Tetapi saya jelaskan bahwa di sana, kami mengembangkan teknologi. Bukan hanya me too – layanan yang nyontek yang sudah ada. Saya katakan bahwa di dunia Timur, kita pun harus mengembangkan teknologi yang khas untuk memecahkan masalah kita. Ada beberapa hambatan yang harus kita lalui. Pokoknya serulah presentasi saya. hi hi hi. Materi presentasi akan saya upload dan link-nya akan saya pasang di sini.

Setelah selesai presentasi banyak yang ngajak diskusi dengan saya, berbagai topik. Yang paling banyak adalah yang meminta bantuan untuk mendapatkan pengembang (developers, programmers) untuk mengimplementasikan ide-ide mereka. Whoa! Saya harus berpikir keras karena di Bandung ini ternyata kita juga masih kekurangan programmer.

Masih banyak yang ingin saya ceritakan di sini. Sudah kepanjangan. Nanti bosan. Harusnya saya buat ini menjadi beberapa seri. Naaahhh … Semoga bermanfaat.


Filed under: Bisnis, Start-up, Teknologi Informasi, TI Tagged: Bisnis, entrepreneurship, information technology, postaday2014, Start-up

Memilih Topik Start-up

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Salah satu pertanyaan yang sering saya terima adalah memilih topik (ide) start-up. Bagaimana memilihnya? Atau apakah start-up saya ini memiliki potensi? Jawaban saya adalah pilih topik yang sangat dekat dengan kita, yang memecahkan masalah kita. Dearest to our heart. Sesuatu yang kita pikirkan siang dan malam. Contohnya tadi ada yang konsultasi tentang produk untuk ngecek lemak susu sapi, maka pertanyaan saya adalah mengapa dia mengambil ide itu. Apakah keluarganya punya banyak sapi? Atau bagaimana? Bahwa sesuatu itu baik belum tentu jadi alasan untuk menjadikannya start-up.

Jika sesuatu itu memang merupakan masalah kita, maka mau dibayar atau tidak, kita tetap akan mencari solusi untuk masalah kita. Kebetulan solusi itu kita jadikan start-up. Begitu.


Filed under: Bisnis, Start-up, Teknologi Informasi, TI Tagged: Bisnis, postaday2014, Start-up, Teknologi Informasi

Detik.com – Sejarah Hingga Penjualannya ke CT Corp

Okto SiLaban Okto Silaban

(Ini repost dari blog saya satu lagi, Rijut.com. Blog itu mau saya belokkan ke konten yang lain) Sebagai web-startup Indonesia pertama yang sukses dengan dukungan pernyataan resmi soal valuasi mereka, maka saya rasa wawancara Bisnis.com ...

Melihat Tempo.co Lebih Dekat dari Sisi Bisnis

Okto SiLaban Okto Silaban

(Ini repost dari blog saya satu lagi, Rijut.com. Blog itu mau saya belokkan ke konten yang lain) Secara keseluruhan, grup Tempo (kode saham TMPO) di tahun 2012 menghasilkan laba bersih Rp 29,64 Miliar (ini termasuk ...

Be Anonymous with TOR

ophay ophay

 

 

 

 

 

 

 

 

Postingan kali ini, saya ingin berbagi bagaimana cara menjadi Anonymous di internet. Kenapa harus jadi Anonymous…? Bagi beberapa orang, menjadi Anonymous merupakan suatu hal yang perlu dilakukan untuk melindungi privasi, atau sekedar iseng aja.

Seperti yang saya lakukan saat ini (ketika menulis blog ini), saya iseng-iseng menjadi Anonymous.  Saya menggunakan TOR, dan ternyata waktu yang diperlukan kurang dari 2 menit, dan kini saya telah menjadi AnonymousTOR  adalah tools yang melindungi privasi dan keamanan data dalam berselancar di internet. Lengkapnya dapat di lihat disni

Langkah-langkah yang perlu dilakukan, antara lain terlebih dahulu menyiapkan anonymity network client, dalam hal ini adalah TOR, yang dapat didownload disni. Lakukan ekstraksi, kemudian jalankan browsernya, tunggu beberapa saat, hingga browser TOR tadi terkoneksi dengan jaringan Server TOR. Apabila sudah berhasil, maka browser akan terbuka dan browser yang digunakan TOR adalah mozila firefox. Dan andapun kini sudah menjadi Anonymous.

catatan : Betapa mudahnya menjadi Anonymous di internet, dapat memicu penyalahgunaan oleh Newbie, Lamer dan kelompok orang yang tidak bertanggung jawab.


Apakah Perlu Inkubator Bisnis?

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Ini saya baru pulang dari reception untuk para pembicara dan undangan dari luar negeri di acara Innovation Festival Asia yan diselenggarakan oleh NUS (National University Singapore). Acaranya makan malam dan networking, ngobrol cari teman baru. Salah satu pertanyaan yang bolak-balik muncul adalah apakah saya dari sebuah inkubator bisnis (startup)? Saya jawab tidak. Saya kemudian berpikir, apakah sebetulnya inkubator bisnis itu diperlukan?

Inkubator bisnis itu mengambil analogi inkubator untuk bayi. Ada bayi yang begitu lahir harus dimasukkan ke inkubator dahulu karena satu dan lain hal. Inkubator ini memperbesar peluang mereka untuk menghadapi dunia yang baru mereka masuki. Hal yang sama juga terjadi untuk bisnis. Ada bisnis yang harus melalui inkubator. Namun kita lupa bahwa sebetulnya kita berharap bahwa bayi-bayi yang lahir itu tidak harus melalui inkubator. Inkubator itu hanya kasus khusus saja. Bukan yang umum.

Saya mendapati ada kecenderungan startup ingin melalui proses masuk inkubator bisnis. Kalau kita lihat analoginya dengan bayi, kita tentunya tidak ingin bayi kita melalui proses inkubator jika memang tidak harus. Bukankah begitu? Mengapa kalau urusan bisnis kita justru ingin masuk ke inkubator? Aneh saja.


Filed under: Bisnis, Start-up, Teknologi Informasi, TI Tagged: Bisnis, opini, postaday2014, startup, Teknologi Informasi

ASUS Akan Meluncurkan Tiga Lini Ponsel Cerdas

Blog Oom Yahya Oom Yahya

ASUS selama ini dikenal sebagai produsen PC dan notebook. Bahkan siapa yang tak kenal motherboard ASUS yang sangat mumpuni itu. Termasuk komputer yang saya gunakan ini powered by ASUS motherboard.

Mengikuti trend IT yang bergeser ke arah mobile, belakangan ASUS juga memproduksi peranti mobile. Notebook berukuran mungil dan tablet sudah menghiasi lini produksi ASUS. Dua diantaranya pernah pula saya bahas di blog ini, yaitu notebook Vivobook dan tablet FonePad.

Dan pada ajang CES 2014 yang diselenggarakan di Las Vegas, 7-10 Januari 2014 lalu, ASUS memberi kejutan dengan memperkenalkan tiga lini ponsel cerdas Android, yaitu ASUS Zenfone yang masing-masing diberi nama Zenfone 4, Zenfone 5, dan Zenfone 6 sesuai dengan ukuran layarnya yang 4, 5, dan 6 inchi.

Tanggal 15 April 2014 alias selasa besok, ASUS akan meluncurkan ketiga ponsel cerdas tersebut di Indonesia. Ajang peluncuran tersebut merupakan yang ketiga di Asia setelah Taiwan dan China, serta merupakan yang pertama di Asia Tenggara.

“Dengan sangat gembira kami membawa perangkat ini ke Asia Tenggara. Kami selalu yakin bahwa teknologi terbaik adalah teknologi yang digunakan oleh orang banyak. Jadi, saat kita memulai perjalanan kami dalam ‘in search of incredible’ kami berusaha menghadirkan ponsel paling luar biasa untuk dinikmati oleh semua orang,” ucap Jonney Shih, Chairman ASUS.

Saya sendiri akan datang pada acara peluncuran tersebut dan berkesempatan menjajal salah satu dari ketiga ponsel baru itu. Tunggu saja ya, nanti saya akan bawa oleh-oleh cerita banyak dari ajang tersebut. (upss)

1Password-ed

Orangescale.NET t

There are many services on the internet. It means there are many accounts (if you’re registering to those services) to remember. Some services offers login using popular “connect” feature. For example you can login using Facebook, Gmail, or Twitter for some specific services. This is a good scenario since we only need to remember password for those services.

But, I personally likes the “native registration” process. Meaning that I have to register manually and using a specific password each service. The consequence is that I have many passwords. I mean many. Of course, it might be easier I use the same password for multiple services. But, it’s not a recommended workflow. Anyway, if a service provides a 2-step authentication process e.g. Google, I will be using it.

1Password 50% OFF

I’m an Apple customer. So, I work most of the time on my MacBook and iPhone. There should be an easy way to manage these passwords. There is a popular application called 1Password by AgileBits Inc. I’ve heard about the application, but I didn’t buy it until yesterday. 1Password gets 50% discount. I decided to buy 1Password for Mac and iOS. I got my Mac version for $24.99 or IDR 289,000.00 (regular price: $49.99), and iOS version for $8.99 or IDR 99,000.00.

The post 1Password-ed appeared first on Orangescale.NET.

Ada Apa dengan Telkom Speedy?

#direktif Ikhlasul Amal

Layanan Telkom Speedy kok terasa mulai mengkhawatirkan?

Perasaan ini bermula menjelang akhir 2013 lalu. Sebelumnya, kantor kami beruntung termasuk “pelanggan terpilih” dan mendapat promosi koneksi 2 Mbps untuk paket Office, yang tertulis 1 Mbps. Kami anggap masa promosi yang wajar, antara lain karena kami pernah menjadi korban salah setelan di server, hanya diberi jatah 512 kbps. Pada “masa promosi” tsb. ada pemasar Telkom yang menelepon ke kantor dan menawari paket 3 Mbps: tentu menggiurkan walaupun tidak langsung saya tindaklanjuti, mengingat anggaran untuk koneksi saat itu “masih cocok dengan paket Office dasar”.

Berselang kira-kira dua bulan kemudian ada keperluan kantor dan anggaran baru yang memungkinkan peningkatan lebar pita koneksi Internet. Saya hubungi Speedy lewat telepon dan gerai Plasa mereka, setelah diperiksa dari catatan lokasi kantor kami, disimpulkan: koneksi lebih cepat tidak dimungkinkan, karena kondisi kawat telepon di lingkungan kantor kami terbatas hanya sampai 2 Mbps. Repot dibantah jika sudah berurusan dengan kawat.

Seperti kata mati karena sudah menyentuh infrastruktur. Petugas layanan konsumen Telkom juga tidak tahu kemungkinan perbaikan di daerah kantor kami.

Pada masa-masa itu pula promosi 2 Mbps ternyata berakhir. Koneksi mulai terasa tersendat-sendat di jam kerja. Karena yakin kawat telepon di sekitar kantor dapat digunakan sampai 2 Mbps, saya mencari paket layanan yang cocok untuk kantor. Mengherankan melihat halaman depan situs web Telkom Speedy hari ini: informasi layanan koneksi berkurang drastis, sangat minim, malah diganti dengan aneka layanan di atasnya, atau “materi Internet” (content). Termasuk salah satu menu registrasi paket koneksi Internet malah diarahkan ke telkom147.com dan kandas di halaman kosong dengan pesan: Unable to find a route to match the URI: berlangganan/speed.

Laman Telkom147.com

Bagaimana di Twitter?

Akun Dhany Speedy menjadi terproteksi dan diarahkan ke Telkom Care. Tentu lumrah saja ada pergantian akun untuk layanan konsumen, sehingga akhirnya saya tanyakan lewat Twitter ke Telkom Care tadi pagi dan belum ada jawaban.

Jadi terbayang kasus Flexi dari Telkom yang akhirnya kandas.

Perusahaan Teknologi dan Pandangan Pribadi/Politik

Okto SiLaban Okto Silaban

Beberapa waktu lalu dunia teknologi sempat geger karena Brendan Eich diangkat jadi CEO Mozilla, lalu tidak berapa lama kemudian langsung turun dari posisi itu. Kemudian kemarin muncul situs drop-dropbox.com. Isinya cuma 1 halaman. Inti pesan ...

Suara.com dan MataMata.com – Portal Berita Kembar ?

Okto SiLaban Okto Silaban

Kapan itu saya pernah nulis tentang Suara.com, portal berita yang baru, masih gress. Dari komentar Dwi di tulisan itu saya baru sadar kalau portal ini berbasis WordPress. Tadinya gak kepikiran buat ngecek. Lalu, secara gak ...

Tema Blog Baru

Okto SiLaban Okto Silaban

Setelah (kalau gak salah sih) 7 tahun lalu, akhirnya saya mencoba mengganti tema blog ini. Tema baru yang saya inginkan punya syarat sederhana : bersih, sederhana, dan mendukung fitur “responsive” yang sedang marak 3 tahun ...

Kurasi Musik Indonesia

Okto SiLaban Okto Silaban

Di Indonesia itu ada gak sih, satu website di mana isinya adalah kurasi dari musik-musik Indonesia yang bagus-bagus? Entah itu indie, major, atau mungkin rekaman di kamar aja (kaya video Raisa 5 tahun lalu ini – waktu belum terkenal). Pernah terbersit buat nyariin sendiri musik-musik bagus kreasi lokal yang ada di SoundCloud, terus diposting di […]

Teknologi Saham

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Akhir-akhir ini saya berusaha banyak belajar tentang pemanfaatan teknologi informasi dalam urusan jual beli saham. Ternyata menarik juga. Banyak hal baru yang saya pelajari. Hal yang membuat saya menarik adalah pemanfaatan IT ini ternyata masih boleh dibilang “baru” juga. Mungkin sekitar akhir tahun 90-an (awal 2000-an) penggunaan IT ini baru mulai terlihat signifikan.

Yang juga menarik untuk saya adalah aspek kebaharuan yang muncul, seperti misalnya ada yang namanya algorithmic trading dan high frequency trading (HFT). Komputer digunakan secara ekstensif untuk memutuskan kapan jual dan beli saham. Karena ini dilakukan oleh komputer, dia dapat dilakukan secara otomatis tanpa interferensi manusia dan dalam kecepatan yang sangat tinggi. Hal-hal tersebut tidak dapat terjadi tanpa adanya teknologi informasi. Bagi yang tidak menggunakan teknologi informasi ada kemungkinan akan tertinggal.

Keuntungan yang mungkin tinggi ini dibarengi dengan risiko yang tinggi. High risk, high gain. Nah, bagaimana caranya membuat risiko sekecil mungkin. Itu adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan. Maklum, kacamata saya adalah aspek keamanannya (security).


Filed under: Bisnis, security, Teknologi Informasi, TI Tagged: Bisnis, postaday2014, security, Teknologi Informasi

Let’s talk about NOKN: A smart modular bag

Orangescale.NET t

I couldn’t remember how many bags I had. I was not so picky about the design, colors, or models. I only need some common criteria: it’s functional, and its price should be good. I don’t mind spending more cash on bags (or any other fashion items) as long as it’s good and it fits me.

Last year, I discovered NOKNbag. It’s a business by some cool guys in my hometown, Jogjakarta. One of them is my junior high school friend who I haven’t met for years. He  shared about NOKNbag products. I have to admit that it was cool. But, I decided not buying it right away. “Well, may be later…”, I thought. In some occasions, I saw more people having this kind of bag. And, I had a chance to experience this bag, to meet this bag in person. And, it only took me seconds to decide: I need to have one.

And, I didn’t buy one. Not two, but also bought  special vouchers (worth around 50% off) for all friends at work. We invaded NOKN’s studio — it’s not far from the my office — to do a live mix-and-match. These are some items we bought back in 2013.

NOKN

The collection has only simple name: NOKNbag v2.1. And, it’s only a single product, but each element can be purchased separately. Some color options are also available. This is my configurations (I don’t always have them at once, anyway):

  • One Metal Gun body color
  • 3 flaps (red, blue, and white)
  • 1 shoulder pad (Metal Gun)
  • Inside Partition (Grey)
  • Laptop case (Grey). I can bring my 15″ MacBook Pro Retina Display!

nokn-office-1824121724124

Some customers mentioned that they could bring lots of stuff in it. And, they’re right. When I need to do a short trip (2-3 days) to Jakarta for example, I only bring one bag that contains these following items: 15″ MacBook Pro (with its MagSafe), iPad (with charger), iPhone, 3 t-shirts, 2 skirts, 2 shirts, small towel, and some stationaries.

It’s  my primary (and daily) bag. It’s my companion for work, or business trip.

nokn-white-flap-1864192123

nokn-blue-flap-1864192123

nokn-red-flap-5236262

I am lucky to have the opportunity with the people behind NOKNbag, about the concept and how they came up with this idea. Before they released their first product, they did lots of researches by asking people about their bags. They also looked closely about the people’s frustration on how they manage/organise their stuff (in their bags). It’s not surprising that they finally create this kind of bag. After another researches, they launched their new collections on the list.

NOKN-M, NOKN-T, NOKN-B, and more!

“Imagination is not only the uniquely human capacity to envision that which is not, and, therefore, the foundation of all invention and innovation. In its arguably most transformative and revelatory capacity, it is the power that enables us to empathize with humans whose experiences we have never shared.” ~ J.K. Rowling

nokn-19390173511

When I met Bayu and Wira (the creators of NOKNbag), they mentioned that the upcoming products will use better materials, and they will be more modular. In a same size of material, it will be lighter. Really? My curiosity was answered when I got my NOKN-M. It’s probably confusing about the new names. Actually, it’s not.

  • NOKN-M. M for Messenger bag (Video)
  • NOKN-B. B for Backpack (Video)
  • NOKN-T. T for Totebag (Video)
  • NOKN-L. L for Laptop (Video)
  • NOKN-C. C for Compact (case) (Video)
  • NOKN-X. X for accessories.

I had my NOKN-B delivered to office using Fixed Courier service (a courier service using fixed gear bike). Anyway, Fixed Courier covers NOKNbag delivery in Jogjakarta area. When I had it in my hands, it was like experiencing something completely new. Right, it’s only a bag. But, this kind of bag? I never saw it before. My first impression? I looked complicated. What about the weight? Surprisingly, I found it pretty light.

The first few things I did was testing it. I put my daily stuff carried in my NOKNbag and still got plenty room. NOKNbag describes that NOKN-B is a 20-litre volume bag. Being modular, NOKN-B works with NOKN-L (Laptop Case) and/or NOKN-C (Compact Case). It uses Weatherproof hi-grade 1682-D polyester (for the outer material) and Waterproof 420-D nylon (for the inner material).

Is it a complicated? In fact, it’s simple. There are some compartments inside. The straps can be adjusted easily. Anyway, the strap — called NOKN-LockJack® Strap – is made of aluminum to keep it strong and lightweight. I got my dark grey color (known as Metal Gun). There are some other colors available to choose.

NOKNbag color option

Watch the video below to get a brief impression what NOKN-B is all about.

When I said that the bad thing about NOKNbag is that you always want more, I was serious. Just bought myself NOKN-T today after having NOKN-B with me. #

“The NOKN-T looks nice” is the magic spell to get one. And, I finally got one too. This tote bag is using the exact same material like the other NOKNbag products. Here are some photos.

Thoughts

Now, let’s have moment so truth. This is a personal opinion and some are from friends. If we’re talking about price, NOKNbag products are not the cheapest in the market (for the bag). For example, the standard NOKN-B (body and two straps) will cost IDR 830,000 or around $US 75. The NOKN-T will cost IDR 250,000. You can go the NOKNbag store for details and create your own configuration. If you buy online, you can get 10% with a coupon code.

I personally think that it’s not always about the price. The uniqueness, functions, and quality also count. My 8-month old NOKN v2.1 is still in good condition until today. I also wash it like once per month and the condition is still great.

Now, if you want to find out more about NOKNbag, you can go to its website at noknbag.com, watch some videos at NOKNbag channel (don’t forget to watch the “Bag of The Future episode“). You can also interact with NOKNbag at Twitter (@NOKNbag), Instagram or Google+.

Disclosure: All product photos in this post are from my personal collection. We got discounts from some purchases, and all invoices are paid. Last but not least, I’m tempted to get my NOKN-M. Damn!

Photos: NOKN-B

nokn-b-824612841231

nokn-b-824612841232 nokn-b-824612841233 nokn-b-824612841234 nokn-b-824612841235 nokn-b-824612841236 nokn-b-824612841237 nokn-b-824612841238 NOKN-B

Photos: NOKN-T

NOKN-T

NOKN-T NOKN-T NOKN-T NOKN-T NOKN-T NOKN-T nokn-t-129740192748 NOKN-T

The post Let’s talk about NOKN: A smart modular bag appeared first on Orangescale.NET.

Ketika Spek Komputer Tidak Ditemukan

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Penjaga toko komputer: Mau cari apa, pak?

Saya: Notebook, prosesor i5, RAM 4 GB. (Dalam hati saya berpikir bahwa spesifikasi komputer seperti ini semestinya mudah tersedia. Sebetulnya kebutuhannya sih prosesor i7 atau Xeon, memory minimal 8 GB dan desktop.)

Penjaga: Adanya netbook dengan prosesor Atom dan memori 256 MB, pak. Mau?

Saya: Wah nggak cukup itu.

Penjaga: Memangnya untuk apa pak kok sampai tidak cukup?

Saya: Untuk main Dota 2. (Padahal sebetulnya komputer itu akan digunakan untuk memproses data yang banyak, big data, dengan Javascript, Node.js, dan lain-lain yang membutuhkan komputasi cukup besar di komputer. Tapi nanti kalau disebutkan alasan sesungguhnya, sang penjaga mungkin gak ngeh.)

Penjaga: Adanya hanya netbook pak

Saya: Memangnya bisa dipake untuk keperluan saya?

Penjaga (ragi-ragu): Bisa pak, tapi harus penuh dengan kesabaran.

Saya: Wah mendingan main tetris saja kali ya? (Ngeloyor pergi.)

Kalau Anda, apakah Anda akan beli juga itu netbook? Cerita ini dapat juga dianalogikan dengan keberadaan partai politik dan calegnya. Mereka masih netbook dengan prosesor Atom.


Filed under: Curhat, Teknologi Informasi, TI Tagged: Curhat, postaday2014, Teknologi Informasi

PRNG vs TRNG

Zaki Akhmad Zaki Akhmad

Saya kembali membaca buku kriptografi. Padahal buku teks kriptografi Bruce Schneier yang terkenal saja, belum selesai dibaca -_- . Buku kali ini adalah Crypto 101.

Di tengah-tengah membaca buku tentang one time pad, pikiran saya terbang akan PRNG vs TRNG. Psedo vs Random Number Generator.

Pada bagian one time pad ini dijelaskan dua hal yang perlu dipastikan untuk mengatakan bahwa one time pad itu aman:

  • Harus terdiri dari data yang benar-benar random (truly)
  • Hanya digunakan sekali (sesuai dengan namanya)

Ada yang mau membantu mencerahkan saya?

New App Store prices increase by round 30% for some countries

Orangescale.NET t

Early this month, Apple started to have new pricing for the applications in the App Store. Apple sent out an email informing the new pricing for some currencies, and the currency I’m using right now for my account is Indonesian Rupiah.

Within the next 24 hours, the following changes will be made to pricing on the App Store.

To account for changes in foreign exchange rates, App Store retail prices will be increased for the following currencies:

  • Australian Dollar
  • Indian Rupee
  • Indonesian Rupiah
  • Turkish Lira
  • South African Rand

Additionally, retail prices for Israeli New Shekels and some price tiers for the New Zealand Dollar will be decreased.

Price adjustments on the App Store are made periodically due to changes in foreign exchange rates. Within 24 hours, you will see the new Pricing Matrix in the Rights and Pricing section of Manage Your Apps on iTunes Connect.

Updates to iOS Paid Applications and Mac OS X Paid Applications contracts will be available on the iTunes Connect website. To view all current and outstanding contracts, see Contracts, Tax, and Banking on iTunes Connect.

This adjustment is because of the exchange rates for some currencies. Right now (when I write this post), based on XE.com, the currency rate is “1 USD = 11284.6 IDR”. To see the historical data of the currency change here’s a figure taken from XE.com (click to enlarge).

Screen Shot 2014-04-06 at 1.00.44 AM

Now, the new price for applications had been published. See these two before-and-after screenshots.

apple_price_1_before

apple_price_1_after2

Now, let’s see the comparison:

  • Old: IDR 9,500. New: IDR 12,000 (Original price: $US 0.99)
  • Old: IDR 19,000. New: IDR 23,000 (Original price: $US 1.99)
  • Old: IDR 39,000. New: IDR 45,000 (Original price: $US 2.99)

The price increases around 30% from the previous.

The post New App Store prices increase by round 30% for some countries appeared first on Orangescale.NET.

Kita Butuh Blog Seperti Ini Lebih Banyak

Okto SiLaban Okto Silaban

Saya mendapatkan ada pengunjung yang meninggalkan komentar di blog ini. Saya buka blognya. Awalnya saya kira isinya blog dengan tulisan-tulisan cerdas hasil copy paste. Kenapa saya kira begitu? Karena ya itu tadi, isinya cerdas dan seperti forward-an di milis-milis yang tidak pernah menyebutkan sumber aslinya. Sampai akhirnya saya membaca di footernya kalau ternyata blogger satu […]

Goodbye Readmill

Orangescale.NET t

Readmill

Readmil has been my favorite ebook reader so far. I have shared my thought on this long time ago. I have a good really good experience. But, it seems that I have to find another alternative in the future since Readmill will be closed permanently in next July 2014. Sad.

This Berlin-based team will be joining Dropbox, a file hosting company. Dropbox does not offer ebook reading feature. The reason is more about the talent. For now, I will keep having Readmill on my iOS device (iPhone 5) and Android. I have it installed in both devices. For iPad? Well, I don’t have it anymore since I lost it last month. When Readmill is really gone, I think I’ll move back to iBooks on iOS. For Android? I’m still searching the best alternative.

Goodbye Readmill, you’ll be missed.

The post Goodbye Readmill appeared first on Orangescale.NET.

Aplikasi Buatan Indonesia

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Baru saja saya membaca berita ini, “Facebook dkk. Sedot Rp 19 triliun dari Indonesia“. Dikatakan bahwa Indonesia seharusnya membuat aplikasi seperti facebook dan kawan-kawan itu. Apakah jika sudah memiliki aplikasi buatan sendiri maka pengguna Facebook, Twitter, akan turun? Jawabannya adalah TIDAK.

Saat ini sudah banyak aplikasi serupa. Lihat saja Zohib yang punya aplikasi percobaan mirip – bahkan terlalu mirip – dengan facebook dan twitter. Penggunanya? Tidak banyak. Mengapa demikian? Ada banyak alasan.

Pertama, sudah terlalu banyak teman dan keluarga kita di Facebook. Tidak mudah pindah dari sebuah layanan ke layanan lain. Namanya juga media sosial. Aspek sosialnya yang kental. Di mana yang lebih banyak kerumunannya maka di situlah orang semakin tertarik untuk bergabung.

Mendapatkan pengguna juga tidak mudah. Biaya marketing untuk mendapatkan pengguna itu tidak mudah. Apalagi kalau diinginkan pengguna yang menetap (sticky), bukan yang hanya sekedar daftar kemudian tidak pernah berkunjung lagi. Inilah sebabnya WhatsApp dibeli mahal, karena jumlah penggunanya banyak.

Kedua, orang Indonesia kelihatannya lebih menyukai buatan luar negeri daripada buatan Indonesia sendiri. Padahal ada banyak produk dan layanan yang buatan Indonesia jauh lebih baik kualitasnya. Mungkin kalau buatan Indonesia kurang keren ya? Ayo cintai buatan Indonesia. Yang ini masih merupakan pekerjaan rumah kita bersama.

Ketiga, penyedia layanan Indonesia sering kurang baik dalam melayani pelanggannya. Lambat, kurang responsif, defensif, dan hal-hal yang negatif lainnya. Padahal semestinya kita dapat memberikan layanan yang terbaik untuk pelanggan kita sendiri.

Jadi bagaimana? Masih mau pakai buatan Indonesia? Atau apakah memang perlu menggunakan buatan Indonesia? Atau mungkin kita tidak peduli? Selama kita bisa bayar, biarin saja. Mau buatan Indonesia atau luar negeri kek. Kan saya yang bayar. Hadoh.


Filed under: Bisnis, Curhat, Start-up, Teknologi Informasi, TI Tagged: Bisnis, Curhat, postaday2014, startup, Teknologi Informasi

Indonesian movie The Raid 2 invades the world

BudiPutra.com - Tech blog Budi Putra

TheRaid2_BerandalFollowing the surprisingly silat showdown of The Raid: Redemption in 2011, the hardcore film fans could enjoy the most-awaited sequel starting this week. Sony Classics is set to release The Raid 2: Berandal in limited release on March 28th and go wide on April 11th.

For all the hype and breathless press that greeted the first Raid in March of 2012, Scott Mendelson noted, the film made just $4.1 million in America.  That’s all? No. This film even gets a Hollywood remake. Australian filmmaker and Expendable 3 director Patrick Hughes is set to direct the American version of The Raid, which caught the attention of international film critics at the 2011 Toronto Film Festival.

What has the new film got?  A prison yard riot staged in mud. One guy taking on a nightclub full of assassins. A wayward taxi chase that ends with terrible things being done with restaurant equipment. A young man who’s figured out how to weaponize baseballs while his sister wipes out a subway car full of bodyguards with just two clawhammers.

But The Raid 2: Berandal –with overseas critics calling it ‘one of the greatest action films of all time’ but also calling it ‘possibly the most violent film of the year‘–  is strictly for adults.

The Raid 2: Berandal 
(150 minutes, Merantau Films)
Director: Gareth Evans
Screenwriter: Gareth Evans

Cast: Iko Uwais, Arifin Putra, Oka Antara, Tio Pakusadewo, Alex Abbad, Cecep Arif Rahman, Veri Tri Yulisman, Julie Estelle, Yayan Ruhian, Cok Simbara, Roy Marten, Pong Harjatmo, Ryuhei Matsuda, Kenichi Endo.
Producers: Ario Sagantoro, Nate Bolotin, Aram Tertzakian

The-Raid-2-Mosaic-Poster

7 most expensive electronic gadgets of all time

BudiPutra.com - Tech blog Guest Blogger

In these modern times, people use a number of electronics and gadgets to help them meet their needs for convenience and better life. But sometimes, people just go overboard with their gadgets and makes it a luxury instead of a necessity. I’m talking about how people put something really expensive to an ordinary gadget which skyrocket its price. They put gold, diamonds, crystals and more. It’s insane but incredible at the same time! Bottom line is they want their gadgets to imply glamour and high status and they are willing to spend thousands or millions of dollars for it. Let’s take a glimpse into the high society as we bring you 7 of the most expensive electronics and gadgets we’ve found in our research. You’ll be surprise on how insanely high the prices can get. Read on.

Notebook/Laptop sleeve

A Dutch Company – CoverBee is selling the world’s most expensive notebook/laptop sleeve for $11 million. These sleeves are hand decorated with 8800 rare diamonds, natural black sable fur from Siberia and Swarovski crystals. Because of the diamonds, the sleeves have the ability to warm and protect your laptop from sub-zero temperatures. It took about 2 years to finish one laptop sleeve so stock is very limited and only for the really rich and famous own it.

Diamond iPhone 4

iphone_4_DRWe know that iPhone is the king of all smart phones right? People all over the world fall in line whenever there’s a new release and in just a few minutes, it can be sold out and thousands of people will already have it. You will not get a chance to standout. This maybe the reason why an unknown Australian elite order two copies of the world’s most expensive phone from Stuart Hughes – priced at $8million. The iPhone is made up of 500 diamonds weighing over 100 carats, the main button is a single very rare pink diamond, the back cover is gold and the apple logo is made up of 53 diamonds.

Television Supreme Rose

Stuart Hughes is involved again on making the world’s most expensive television which is the 55-inch PrestigeHD Supreme Rose Edition. The TV frame is a combination of 28kg of rose gold, 72 diamonds and amethyst. Only three of these TV were made and sold for the public for a whopping $2.3 million.

Headphones Beats by Dre

Beats by Dre are really expensive headphones costing around thousands of dollars depending on the artist that inspired the headphone. But the most expensive Beats by Dre headphone is the one that have been worn by the band LMFAO. With 114 carats diamonds all over it, these headphones are sold at $1million each.

Nintendo Wii Supreme

Are you a gamer? Then you should start saving now and try to get the limited edition Nintendo Wii Supreme for about $481,250. It’s made up of half kilo 22-carat gold and the front console buttons are decorated with 78 19.5 carat diamonds. It took six months for this to be made and totally should be in the collection of serious gamers around the world.

Magic Mushrooms USB

A Swiss jeweler, La Maison Shawish turn an ordinary flash drive into a luxury every woman would want as they launched a line of Magic Mushrooms USB made of jewelries. The collection’s added attraction is that it brings us back to our childhood days where the mushroom USB reminds us of the magical mushrooms in Alice in the Wonderland. The “cheapest” USB in the collection is about $25,000 and is covered in pink sapphires and the most expensive is at $40,000 and is covered by 9.18 carat emeralds.

Electronic Cigarettes

Ever heard of electronic cigarettes? The electric device that gives the same look, feel and taste of traditional cigarettes without all the nasty chemicals traditional cigarettes have? Apparently, a Russian billionaire and his girlfriend liked E-cigarettes so much that he asked a UK based E-cig company to design and create the world’s most expensive E-cigarette, priced around $900,000. The creation is a masterpiece itself as it is made of over 246 diamonds, 100 Swarovski crystals and the tip of the E-cigarette is made up of six carat very rare diamonds. If only I’m rich, I would also want that E-cigarette as I’m an avid fan of these electronic devices. However, I’m not rich so I’ll just settle getting my E-cigarettes through Electronic cigarette coupons and discounts.

Author’s bio: Marie Felipe is an online writer for more than 6 years now. She now maintains the website Vaporizerco.com – An electronic cigarette coupons and electronic cigarette review website . She loves e-cigarettes because it allows her to smoke indoors or while she’s working in front of her computer.

Cerita Startup-Startup Itu

Okto SiLaban Okto Silaban

Sebuah topik berubah menjadi seru dalam hitungan jam di HackerNews. Judul (aslinya) adalah “Single, female, non-tech founder with no team…and her first 1 million users”, di tautkan ke sebuah presentasi di Slideshare. Presentasinya dibuat sendiri oleh si cewek dalam topik ini, Deenav (aslinya berasal dari Serbia). Terdengar keren gak sih? Cewek, sendirian, bukan orang teknologi, […]