PlanetTerasi

Think. Read. Write.

Togean (lagi)

ophay ophay

                Ini untuk ketiga kalinya saya mendaratkan diri ke kepulauan Togean. Dua kali diantaranya bersama tim rekan kerja  dan kali ini hanya bersama istri,ya…hanya berdua…ya…ya…ya..🙂 . Kali ini perjalanannya ala backpacker dengan tujuan ber-hibernate dari rutinitas kerjaan dan untuk me restrat hati, sekalian menyepi. Togean merupakan suatu kepulauan … Continue reading Togean (lagi)

Resensi: Spammer

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Tidak banyak novel atau cerita di Indonesia yang bersifat agak teknis. Kebanyakan ceritanya adalah keseharian dan umum-umum saja. Maka adanya sebuah cerita yang teknis – seperti spammer (orang yang melakukan spamming) – sangat menarik bagi saya. Apa lagi latar belakang saya memang urusan komputer.

Saya menerima buku ini, sebuah novel thriller karangan Ronny Mailindra dengan judul “Spammer”. Begitu terima, tidak langsung saya baca karena kesibukan saya. Begitu ada waktu senggang, saya cicil bacanya.

p_20161209_132557-spammer-0001

Novel ini bercerita tentang seorang spammer (yang kerjanya mengirim spamming untuk mendapatkan keuntungan dari orang-orang yang kena spam) yang kena batunya. Tanpa sengaja, berkas yang dia curi dari sebuah komputer tenyata sebuah barang bukti kejahatan. Penjahatnya menyewa hacker untuk memastikan berkas tersebut musnah. Maka terjadilan perang antar kedua orang ahli komputer itu.

Awalnya ceritanya agak lambat (untuk selera saya). Kemudian mulai menjadi cepat dan seru sehingga saya harus menyelesaikannya dengan cepat. (Saya baca dalam dua hari. Bahkan ada yang sampai lewat tengah malam.)

Seringkali dalam film atau novel yang bercerita tentang teknis komputer (IT) ada hal-hal yang tidak akurat. Misal, nomor IP yang digunakan adalah 333.123.123.123. Padahal angka yang digunakan tidak boleh lebih dari 255 (karena 8-bit). Atau perintah-perintah yang diketik di layar salah atau tidak benar. Hal-hal seperti itu sering mengesalkan karena kita jadi tahu bahwa film/novel itu ngasal. Nah, buku ini tidak begitu. Sang pengarang memang punya latar belakang IT sehingga hal-hal yang teknis cukup akurat.

Nilai saya adalah 4,5 dalam skala 5. (Atau kalau dibuat skala 10 adalah 9. hi hi hi.) Recommended bagi orang teknis.


Filed under: buku, security, Teknologi Informasi, TI Tagged: buku, novel, postaday2016, security, Teknologi Informasi

Research in Progress 2016: Software Defect Prediction

RomiSatriaWahono.Net Romi Satria Wahono

photo_2016-12-05_14-25-05

Bidang penelitian software engineering adalah bidang yang saya geluti sejak memulai kehidupan menjadi akademisi di Saitama University, Jepang di tahun 1994-2004. Di Jepang saya banyak bergerak di fase software engineering di bagian depan, yaitu topik penelitian tentang requirement engineering. Ini terlihat dari publikasi saya selama di Jepang kebanyakan ada di topik requirement engineering. Tidak hanya […]

Buku Excellent : Security & Hardening Mail Server

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Buku Security & Hardening Mail Server atau dikenal juga dengan nama buku “Membangun Anti Spam Appliance & Improvement Performa Mail Server” merupakan buku tingkat lanjut dari seri buku Zimbra Mail Server. Seri buku tentang mail server terdiri dari :

  1. Buku Zimbra Fundamental & Medium (terdiri dari 2 varian, buku mini ukuran A5 kertas HVS dan buku standard ukuran B5 kertas art glossy dengan isi sama)
  2. Buku Mastering ZimbraBuku Security Hardening Mail Server

Buku setebal 95 halaman ini menggunakan kertas art glossy, dibundle dengan CD berisi software yang dibahas dalam buku.

cover-3d-hardening_h9

Jika kita menjadi Administrator mail server, salah satu tantangan terbesar bukanlah bagaimana melakukan instalasi mail server dengan cepat. Instalasi email server bisa dilakukan dalam waktu beberapa jam saja. Tantangan terbesar datang justru setelah mail server aktif dan mulai melakukan tugasnya mengirim dan menerima email. Saat itulah berbagai kendala mulai muncul, antara lain dalam bentuk :

  • Banyak spam berdatangan.
  • Banyak virus.
  • Blacklist IP.
  • Kegagalan pengiriman email ke tujuan.
  • Masuk ke Junk/Spam Folder.
  • Terkena DDos (distributed denial-of-service) attack.
  • Performa mail server lambat.

Buku ini membahas mengenai beberapa metode pengamanan Email Server terhadap serangan Spam, salah satunya menggunakan tools Anti Spam. Mailborder dan Untangle merupakan salah satu dari sekian banyak anti spam yang akan dibahas dalam buku panduan ini.

  1. Materi yang akan di bahas dalam buku ini mencakup :
  2. Overview Excellent
  3. Mail Server dengan Performa yang Berkualitas
  4. Membangun Anti Spam Appliance
  5. Konfigurasi Anti Spam Appliance
  6. Konfigurasi Mail Server
  7. Reporting
  8. Pengenalan Mailborder
  9. Instalasi dan Konfigurasi Mailborder
  10. Management Mailborder Anti Spam dan Anti Virus

Buku ini tersedia secara online pada Bukalapak maupun Tokopedia.

Belitung

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Setelah beberapa kali berkunjung ke Pangkal Pinang Bangka Belitung, akhirnya tahun ini saya bisa berkunjung ke bumi Laskar Pelangi, pulau Belitung. Karena pelajaran Geografi jarang update, dulu saya pikir Belitung itu sebelahan dengan Bangka. Secara peta memang sebelahan namun jika naik kapal, bisa 3-4 jam perjalanannya :-). Menurut teman di Belitung, memang sih sekarang sudah ada pesawat dari Bangka ke Belitung atau sebaliknya dengan lama perjalanan sekitar 30 menit, namun saat saya pertama berkunjung ke Bangka tahun 2011, rute tersebut sepertinya belum ada.

Saya berkunjung ke Belitung bersama salah satu team Excellent, Rizky Pratama. Saat hendak berangkat ke Belitung hari Sabtu 3 Desember kemarin, saya sebenarnya agak bimbang. Kebetulan keluarga sedang sakit. Zeze Vavai, Vivian dan mamanya sedang sakit. Zeze Vavai sudah cukup sehat dan masuk sekolah, namun Vivian masih lemas dan saat makan belum terlalu bersemangat. Mamanya malah mesti check up saat keberangkatan saya ke Belitung.

Meski demikian, akhirnya saya tetap berangkat setelah berkonsultasi dengan Dear Rey. Saya diantarkan sampai di pool Damri Bekasi dan bertemu dengan Rizky disana, sementara Dear Rey, Vivian dan mbahnya Vivian melipir ke RS Hermina untuk check up.

Perjalanan via bus Damri di Sabtu siang cukup lancar. 1 jam perjalanan kami sudah tiba di terminal 2F. Setelah sarapan (yang telat 🙂 ), kami boarding dan kemudian take off tepat waktu, pukul 11.35. Perjalanan berangkat ini kami menggunakan pesawat Sriwijaya. Selama perjalanan via pesawat relatif lancar, hanya terguncang sedikit saat bertemu dengan awan tebal. Landing tidak terlalu baik karena saat roda pesawat menyentuh landasan terasa sentakan yang cukup keras. Itu saja kekurangan yang saya rasakan saat perjalanan berangkat via Sriwijaya Air.

welcome-to-belitong

vavai-pantai-tanjung-kelayang2

vavai-pantai-tanjung-kelayang

vavai-pantai-tanjung-pendam

Sampai di bandara Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin Tanjung Pandan, kami dijemput mas Caesar Friadi, rekan di Belitung yang kebetulan bekerja di salah satu instansi pemerintah yang mengundang kami sebagai nara sumber training. Sebelum ke hotel di Belitung Timur, kami diajak mas Caesar ke beberapa spot/lokasi wisata di sekitar Tanjung Pandan. Kami berkunjung ke pantai Tanjung Kelayang dan beberapa pantai lainnya (saya lupa nama pantai yang ada batu-batu granit besar, apakah itu pantai Tanjung Tinggi atau pantai Punai). Sebenarnya saya kepingin sekali ke pulau Lengkuas, namun karena hari sudah beranjak sore, tidak memungkinkan untuk bermain-main kesana karena waktunya juga terlalu mepet. Mungkin lain waktu saat saya berkujung ke Belitung lagi.

pantai-batu

vavai-belitung1

vavai-belitung

Kami sempat berhenti di salah satu rumah makan untuk makan siang. Mas Caesar menawarkan kami menikmati masakan khas, gangan ikan dan sepiring ikan kecil-kecil yang digoreng kering. Gangan ikan adalah masakan ikan kuah kuning mirip seperti Lempah Kuning Bangka. Meski tenggorokan kurang bersahabat karena sedang radang, rasa masakan cukup enak kami nikmati.

Menjelang sore kami berangkat menuju hotel di Belitung Timur. Mengapa ambil hotel disana, karena memang kegiatan inhouse training diadakan untuk salah satu instansi di lingkungan Pemkab Belitung Timur. Saat melacak peta, saya baru lihat ternyata perjalanan dari Tanjung Pandan ke Belitung Timur sama saja perjalanan dari ujung ke ujung pulau Belitung 🙂

rute perjalanan Belitung

Kami sampai di Belitung Timur selepas maghrib. Mas Caesar menawarkan kami untuk makan malam namun karena saya sedang diet (apaan, makan segitu banyaknya diet 😀 ), kami meminta maaf rasanya perut sudah tidak muat. Akhirnya kami beristirahat di hotel untuk persiapan hari berikutnya. Karena inhouse training baru akan diadakan pada hari Senin, kami masih punya waktu satu hari untuk kelayapan di Belitung Timur di hari Minggu esok harinya 😉

Kebetulan koneksi wifi hotel cukup kencang dan stabil, saya tidak perlu mengaktifkan koneksi tethering hotspot via HP meski saya lihat koneksi Telkomsel juga posisi 4G dan stabil. Setelah menghubungi keluarga di rumah menanyakan kabar, saya bisa beristirahat dengan nyaman.

Sambil beristirahat di hotel, saya memonitor kegiatan team yang sedang melakukan upgrade sistem secara remote di salah satu klien di daerah Taman Anggrek. Semua berjalan dengan lancar sehingga saya bisa tidur lelap untuk kegiatan esok hari.

Facebook, logout

Orangescale.NET Thomas Arie

Deactivate Facebook

Today, I decided to deactivate my Facebook account. Facebook is a nice place to interact with other people, I can confirm this. But, at the same time, in the last few months — or probably long time ago — I see too many ‘negative’ news in my feed. I know, it depends on who I follow, who my ‘friends’ are and how they interact with updates, information, news, or whatever information they share on the internet.

Of course, I can simply use the “unfollow” feature. Or, I can de-friend some of the people. I can always use the “hide” features. But, it’s just to much work. So, bye Facebook. At least for now.

The post Facebook, logout appeared first on orangescale.

Portainer untuk Manajemen Docker

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Saya biasanya menggunakan perintah CLI (Command Line Interface) untuk manajemen docker images dan container, namun saat menggunakan Docker diatas Synology, saya tertarik juga menggunakan Portainer. Portainer adalah Simple Management UI for Docker.

Menggunakan portainer diatas Synology untuk manajemen Docker images & container secara mudah. Cukup jalankan 1 perintah :

 docker run -d -p 9000:9000 -v /var/run/docker.sock:/var/run/docker.sock portainer/portainer

Setelah selesai, kita bisa mengakses port 5000 dari Docker host untuk membuka Portainer Dashboard. Selain docker host lokal, portainer bisa juga digunakan untuk mengelola remote docker host.

vavai-portainer2

portainer1

Bagi yang tertarik belajar Docker, saat ini Excellent sudah membuat buku Virtualisasi Modern Berbasis Docker.  Kini bahkan sudah tersedia versi mini dengan harga lebih rendah 😉

Buku ini sudah tersedia di Tokopedia maupun Bukalapak.

Buku Excellent : Virtualisasi Modern Berbasis Docker

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Buku Excellent : Virtualisasi Modern Berbasis Docker adalah buku pertama Excellent terkait Docker yang ditujukan bagi para SysAdmin maupun developer yang membutuhkan literatur bahasa Indonesia mengenai teknologi virtualisasi terbaru.

Docker merupakan project open source yang menyediakan platform terbuka untuk developer maupun sysadmin untuk dapat membangun, membundel dan menjalankan aplikasi dimanapun dalam satu container yang ringan. Mirip seperti Virtual Machine (VM) namun lebih ringan karena Docker tidak membawa keseluruhan sistem operasi, melainkan berbagi sistem dengan host induknya.

vavai-docker

Dengan bekal pengalaman sebagai professional dibidang teknologi virtualisasi berbasis VMware, Proxmox, Citrix, KVM, OpenVZ, Xen dan lain-lain, team Excellent mengemas buku ini sebagai buku awal dalam mempelajari Docker untuk mendukung pekerjaan sehari-hari

Buku ini tersedia dalam 2 format, yaitu ukuran B5 (seperti majalah) dengan kertas art glossy dan ukuran A5 (buku mini) dengan kertas HVS.

Materi pembahasan mencakup hal-hal sebagai berikut :

  1. Overview Excellent
  2. Pengenalan Docker
  3. Instalasi Docker pada berbagai Sistem Operasi
  4. Penggunaan Perintah Dasar Docker
  5. Cluster Docker
  6. Docker Shipyard
  7. Docker Universal Control Plane
  8. Docker Rancher
  9. Studi Kasus Docker
  10. Backup & Restore

Buku ini tersedia secara online pada :

  1. Tokopedia
  2. Bukalapak

Selain buku-buku diatas, tersedia juga seri buku lain, antara lain Zimbra, Active Directory Samba 4, Mastering Proxmox, Security Hardening Mail Server dan Manajemen Webhosting dengan WHM/cPanel

Perintah A harus A bukan A Minus bukan A Plus

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Pada suatu hari di akhir pekan, ada training di markas Excellent Emerald Spring. Kebetulan untuk team cheerleader yang menyiapkan snack dan teh/kopi adalah mahasiswi PKL yang tugas belajar di Excellent.

Sebelumnya mereka sudah saya briefing, termasuk beberapa hal diatas dan saya selipkan juga beberapa humor.

Saat peserta datang, team cheerleader ini bertanya :

“Maaf pak, bapak minum apa, teh atau kopi?”
“Kopi!”, jawab peserta training singkat

“Kopi-nya kopi susu atau kopi hitam pak?”, tanya team cheerleader lagi

kopi-teh

Untuk sesaat si peserta training diam sejenak, kemudian menjawab “Kopi hitam”

“Kopi hitamnya pakai gula atau nggak?”

Kali ini tidak ada jawaban. Tak lama kemudian si peserta training bilang dengan nada sebel, “Sudah, saya nggak usah kopi. Saya minum aqua saja…”

Zzzzzzz.

Saat si cheerleader turun kebawah, ia bercerita pada saya, katanya ada salah satu peserta training yang kelihatannya sewot saat ditawarkan minum. Saya tanya memangnya seperti apa komunikasinya, diceritakanlah hal diatas. Saya hanya tertawa, sambil bilang,

“Ya pantas saja dia marah, ini nanya-nya kayak ngajak berantem. Bisa-bisa jadi interogasi, bukan menawarkan minum”.

Si cheerleader nggak mau kalah. Dia bilang, “Lha kan bapak yang kemarin mengajari seperti itu?”

Saya tertawa mendengarnya. Ya ampuuun, itu saya kemarin bercanda, bukan serius. Saat briefing saja saya sambil senyum-senyum.

Melihat saya tertawa, si Cheerleader bilang lagi,

“Bukannya bapak selalu bilang, kalau diminta lakukan A harus A, bukan A minus atau A plus”

Hahahaha… Saya mengaku salah dan kalah

Nasib si Pisang Goreng

RendyMaulana.com Rendy Maulana

Berkisah tentang nasib si Pisang Goreng. Di pinggir jalan, mungkin harganya sekitar Seribu Rupiah, namun jika diberikan sedikit nama “keren” berbasis Bahasa Apapun, harganya bisa naik, sebagai contoh, membawa nama daerah. Pisang Goreng Pontianak, harganya mungkin  bisa naik, dari pisang seharga seribu rupiah menjadi sekitar lima ribu rupiah per porsi, namun apa jadinya jika diberikan tambahan kata kata ajaib?

Pisang Goreng Pontianak Spesial = Rp.10.000

Pisang Goreng Pontianak Spesial Chef Aji = Rp.15.000

Itu baru menggunakan Bahasa Indonesia

Bagaimana jika lokasi berjualan dipindah ke kafetaria? atau mungkin berbahasa asing?

Semisal, dibawa ke kafetaria, berubah nama jadi

Fried Banana with Palm Sugar = 20.000

Fried Banana with Palm Sugar and Special Home Made Cheezy Topping = Rp.35.000

Bagaimana jika kafetaria tersebut merupakan bagian dari sebuah Hotel ternama?

mungkin namanya berubah jadi Special Banana King by Chef Kempinsky

Harganya? saya tidak pernah beli, namun perkiraan bisa di harga 50 ribu per porsi
Pisang Goreng

yang di atas hanya perumpamaan, bisa fokus kepada bisnis anda saat ini, jika anda menjual gorengan di pinggir jalan, tinggal bagaimana anda mengemasnya, dan tidak perlu khawatir, karena memang rejeki sudah ada yang mengatur.

Saat saya menulis tulisan ini, sedang menunggu keberangkatan menuju Yogyakarta, di dalam ruang tunggu yang disponsori oleh salah satu Bank Terbesar di Indonesia yang sampai ke pelosok pasar dan daerah, cukup kaget bahwa untuk masuk kedalam ruang tunggu ini harus membayar Seratus Sepuluh Ribu Rupiah, namun karena saya orangnya ramah dan baik hati, jadi diberikan gratis, cukup dengan doa katanya.. hehe

Dan didalamya ada Pisang Goreng! ya, untuk menikmati pisang goreng yang nikmat jangan lupa untuk menyadari bagaimana berat nasib si Pisang goreng tadi jika diletakkan di salah tempat, begitu pula Bisnis anda.

Jadi yang masih ragu untuk meletakkan bisnis anda didalam pasar yang luas, dan memperkenalkan kepada khalayak ramai, anda harusnya khawatir,  jangan jangan selama ini saya berpikir bahwa bisnis saya benar diletakkanya, ternyata salah. Nah kan..

Salah satu cara membuat bisnis anda bisa dikenal oleh khalayak ramai, adalah dengan membuat web untuk bisnis anda, agar terkenal, jangan lupa kalau mau beli nama domain dan cloud web hosting, ya di Qwords 🙂

Kalau sudah punya webnya? jangan ragu dipromosikan, jangan sampai orang tidak mengenal bisnis anda, dan bernasib sama dengan pisang goreng di atas, sudah dulu ya, saya mau menikmati pisang goreng 🙂

Zeze Vavai : Sharing

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Sudah sejak beberapa hari yang lalu Zeze Vavai sibuk main komputer di markas Excellent DJ. Saya pikir dia main games, tapi ternyata ia sibuk mengetik dan copy-paste dari hasil pencarian.

Tidak lama kemudian dia tanya ke saya bagaimana cara print hasil pekerjaannya. Kebetulan memang printernya diset remote, karena di markas Excellent DJ ada cukup banyak PC yang terkoneksi ke printer.

Setelah saya lakukan setting, dia bisa print dan kemudian menyerahkan ke 27 lembar hasil printnya ke saya.

“Pap, ini bisa nggak dicetak jadi buku”, katanya pada saya.
“Dicetak jadi buku mungkin perlu waktu, tapi kalau dijilid bisa. Memangnya buat apa?”, jawab saya.

13920247_1500294526654724_993802673099752691_o 13925429_1500294533321390_6981507152473990008_o 13914174_1500294529988057_2832736563564293786_o

Saya pikir itu untuk tugas sekolah, tapi ternyata…

“Ini buat ditaruh di perpustakaan sekolah. Supaya teman-teman yang lain bisa baca. Kan tidak semua dari mereka bisa baca cerita-cerita ini”

Sama seperti saya, Zeze Vavai memang penggemar perpustakaan. Mendengar niat dia seperti itu, saya terharu juga 🙂 . Saya segera proses penjilidannya.

Kemarin, buku ceritanya dibawa ke sekolah

Perspektif Nilai Uang : Bagian 2

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Ini melanjutkan tulisan sebelumnya

Kisah kedua tentang Donald Bebek dan Paman Gober

Donald Bebek nggak punya uang. Dia minta uang pada paman Gober namun paman Gober tidak mau memberikannya secara langsung.

“Daripada minta uang langsung lebih baik ada usaha. Begini saja, kamu jual saja mawar-mawar yang ada di kebun. Nanti jual saja, berapa yang laku nanti bisa kamu ambil uangnya”

Donald setuju, dia memetik mawar yang ada dan mengemasnya, kemudian menjualnya disuatu perumahan elit.

Sekian jam berlalu, paman Gober menengok pekerjaan Donald. Saat paman Gober datang, Donald langsung menyemprotnya.

“Wah susah paman. Nggak laku. Kalau mau kasih uang, kasih saja. Nggak perlu jualan seperti ini. Ini mawarnya nggak laku. Padahal sudah dijual murah, orang hanya melongok sekilas kemudian berlalu”.

bunga-mawar

Paman Gober dengan sabar mendengarkan omelan keponakannya.

“Kamu jual berapa?”, tanya paman Gober setelah Donald selesai menumpahkan kekesalannya

“1000 rupiah per batang. Malah dapat discount beli 5000 dapat 7 batang. Masih juga nggak laku”, jawab Donald, masih sambil bersungut-sungut.

“Kalau begitu, cara kamu menjual yang salah…” sela paman Gober.

“Salah apanya. Gini-gini aku sudah sering jualan paman. Paman kan kaya, jadi kadang tidak sesuai realita. Tidak melihat kenyataan. Kalau paman yang jual, pasti nggak laku juga. Lebih baik dan lebih mudah jualan yang lain yang lebih mudah”.

“OK, begini saja. Kamu perhatikan apa yang paman lakukan, pasti ada yang beli”, kata paman Gober sambil mengeluarkan spidol.

Donald hanya mencibir tindakan pamannya. Paman Gober tidak menghiraukan cibiran keponakannya. Dia menulis sesuatu, menutupinya dari Donald dan berkata, “Lihat apakah laku atau tidak”, kata paman Gober sambil meletakkan tulisannya menghadap ke jalan dan kemudian mengatur mawar yang ada.

Tak lama ada mobil mewah yang datang, melihat ke tulisan dan kemudian mengulurkan uang. Begitu seterusnya, baik mobil yang keluar maupun masuk perumahan elit melongok ke tulisan paman Gober, sebagian berhenti dan membeli bunganya.

Donald hanya bengong melihatnya. Penasaran dia beranjak kedepan, melihat apa yang ditulis paman Gober. Jangan-jangan banyak orang yang membeli karena harganya sudah didiscount habis-habisan oleh paman Gober.

Saat dia melihat tulisannya, dia terpana. Ternyata paman Gober menuliskan tulisan besar, “Bunga Mawar Istimewa, Elite dan Elegan, 100 ribu/batang. Khusus hari ini”

“Paman, bagaimana bisa orang mau membeli mawar seharga 100 ribu per batang, padahal aku saja menjualnya 1000 per batang nggak laku. Jangan-jangan itu orang suruhan paman ya?”

Paman Gober tertawa, “Tidak ada orang suruhan tidak ada yang aneh-aneh. Yang membeli adalah orang-orang kaya yang tinggal di perumahan elite. Buat apa mereka membeli bunga murahan 1000 rupiah per batang?”

“Tapi, bukankah itu bunga yang sama, hanya saja paman menjualnya 100 ribu per batang. Apakah mereka bodoh mau membeli dengan harga semahal itu?”, Donald masih berargumentasi

“Mereka tidak bodoh. Mereka tidak membeli benda fisik melainkan value dari uang mereka. Mereka membeli nilai kemewahannya. Nilai yang memuaskan selera mahal mereka”.

Kisah ini saya baca-dengan penyesuaian ilustrasi cerita-dari salah satu majalah Gober/Donald. Cerita yang menarik dan menjadi favorit saya. Contoh nyata dari mindset bisnis yang berbeda.

Cerita ini beberapa kali saya ulang saat briefing internal team Excellent mengenai core value layanan Excellent, supaya klien tidak sekedar menggunakan jasa layanan Excellent yang mungkin saja bisa mereka dapatkan di pihak lain, namun juga mendapat nilai tambah yang tidak ditemukan jika berlangganan di provider lain.

Perspektif Nilai Uang

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Ada 2 cerita favorit saya jika ada klien yang sensitif pada harga/biaya layanan di di Excellent, termasuk pelajaran bisnis yang kerapkali saya ulang ke seluruh team Excellent.

Pelajaran pertama adalah kisah tentang biaya berobat dan kisah kedua adalah tentang mindset bisnis antara Donal Bebek dan Paman Gober.

Untuk cerita pertama, seperti ini. Ada seseorang yang mengeluh kesehatannya kurang baik. Mudah lelah, sering mengantuk, badan semakin melar, gampang sakit-sakitan dan tidur sering tidak nyenyak. Dia mengeluhkan hal ini pada temannya. Temannya berkata,

“Oh, ini mudah obatnya. Cukup lakukan 5 hal, yaitu :

  1. Tidur jangan terlalu malam dan jangan sering begadang
  2. Makan teratur dan hindari minum es, makanan berminyak dan fast food
  3. Bangun lebih awal dan berolahraga setiap pagi, meski sekedar jalan kaki atau bersepeda
  4. Kurangi konsumsi garam dan gula
  5. Luangkan waktu untuk bersantai, lepaskan perangkat gadget, komputer dan benda elektronik selama beberapa saat

Itu saja kok, tidak terlalu sulit mestinya”.

Apakah hal ini dituruti dan dilaksanakan. Jawabannya : Belum tentu!

value

Lebih banyak yang akan cuek dan tidak peduli. Masih tetap melakukan kebiasaan sebelumnya dan tetap mengeluh hal yang sama.

Mengapa? Karena nasihatnya gratis.

Sekarang bandingkan situasinya dengan hal dibawah ini.

Ada seseorang yang mengeluh kesehatannya kurang baik. Mudah lelah, sering mengantuk, badan semakin melar, gampang sakit-sakitan dan tidur sering tidak nyenyak. Dia mengeluhkan hal ini pada dokter spesialis. Dokter berkata,

“Oh, ini mudah obatnya. Cukup lakukan 5 hal, yaitu :

  1. Tidur jangan terlalu malam dan jangan sering begadang
  2. Makan teratur dan hindari minum es, makanan berminyak dan fast food
  3. Bangun lebih awal dan berolahraga setiap pagi, meski sekedar jalan kaki atau bersepeda
  4. Kurangi konsumsi garam dan gula
  5. Luangkan waktu untuk bersantai, lepaskan perangkat gadget, komputer dan benda elektronik selama beberapa saat

Itu saja kok, tidak terlalu sulit mestinya”.

Ucapannya sama persis, hingga ke titik dan koma. Apakah hal ini akan dituruti dan dilaksanakan. Jawabannya : Kemungkinan besar, Ya!

Mengapa? Karena selesai mengucapkan hal diatas, dokter spesialis berkata, “OK pak, total biaya konsultasi dokter dan pengecekan kondisi totalnya 2 juta rupiah. Untuk sementara saya belum beri obat, hanya monitor keadaan bapak. Jika masih ada keluhan silakan datang lagi. Untuk pembayaran bisa dilakukan di kasir”

Nasihat diatas kemungkinan besar akan dituruti, karena membayar mahal untuk nasihat tersebut, meskipun nasihatnya sama persis. Ada kalanya sebagian dari kita (termasuk saya sih, hehehe…) yang memandang nilai sesuatu dari harga yang harus didapatkan.

Kalau di Excellent, analogi saya adalah : “Sama saja begini. Kalau kalian punya pasangan kurang menarik, bisa jadi easy come easy go, tapi kalau pasangan kalian menarik, pasti akan kalian pertahankan semaksimal mungkin”

Kira-kira demikian, untuk cerita Donal Bebek dan Paman Gobernya agak siang baru saya tuliskan, ini beres-beres pekerjaan Excellent dulu 😉

Catatan : Contoh sosok “dokter spesialis” hanya sekedar ilustrasi, bukan dalam kondisi sebenarnya ataupun bermaksud tidak hormat. Saya hormat sepenuhnya pada bapak/ibu dokter

Bahaya Pertumbuhan Perusahaan

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Saat dulu masih bekerja sebagai staff IT dan berhubungan dengan vendor, saya kerap bertanya-tanya, mengapa suatu perusahaan yang dulunya bagus lama-lama kok jadi kurang bagus. Apa karena suatu takdir 🙂 atau karena orang bagusnya resign atau karena apa.

Setelah membangun bisnis sendiri, saya menemukan salah satu alasan mendasar kemungkinan terjadinya penurunan kualitas layanan, yaitu karena perusahaan semakin tumbuh dan berkembang!

Lha memangnya ada orang bikin usaha mau statis, jalan ditempat saja? Bukannya usaha diniatkan semakin tumbuh dan berkembang seperti terungkap dalam doa-doa diacara perusahaan?

Iya benar, tapi jika tidak hati-hati, tumbuh dan berkembangnya perusahaan bisa memunculkan banyak masalah yang jika tidak diantisipasi dan dikelola dengan baik, potensial menimbulkan masalah.

pertumbuhan

Contohnya seperti ini :

5 tahun lalu, perusahaan hanya terdiri dari 2 orang. Klien ada 10 perusahaan. Lumayan sibuk menanganinya, namun dengan usaha dan kerja keras berdua, perusahaan bisa berjalan dengan baik dan pada gilirannya membuka peluang bertambahnya klien.

Sekian tahun berselang, klien bertambah hingga puluhan atau bahkan ratusan. Perusahaan mungkin saja menambah jumlah sumber dayanya. Namun matematika usaha bukan 10 dibagi 2 = 5 lantas 100 dibagi 5 = 20. Artinya, andaikanpun jumlah personil meningkat jadi 20 orang, belum tentu bisa menangani keseluruhan dengan baik.

100 klien belum tentu punya 10x masalah dibanding 10 klien. Bisa lebih sedikit, bisa juga lebih banyak lagi. Seringnya malah lebih banyak. Ditambah lagi, belum tentu 20 orang rekrutmen memiliki kemampuan yang sama dengan 2 orang pendiri perusahaan. Dalam prakteknya, perusahaan tidak selalu menambah personil seiring bertambahnya klien. Kalau terus menambah kemudian ada klien yang berhenti berlangganan, gimana, apa langsung memberhentikan staffnya?

Hal diatas membuat saya bisa mengerti mengapa ada usaha yang menetapkan batas waktu. Misalnya penjual ayam goreng yang ramai pengunjung, dia tetap saja membuat jumlah yang sama setiap hari, meski ada beberapa pengunjung yang kecewa karena kehabisan.

Mengapa tidak menambah jumlah penjualan sekaligus menambah pelayan?

Karena si penjual ayam goreng tidak ingin mengecewakan pelanggan yang mendapat kualitas ayam goreng kurang baik. Lebih baik dia kecewa kehabisan ayam goreng karena ada kemungkinan dia besok datang lagi dibandingkan kecewa karena kualitas akibatnya malah tidak pernah kembali lagi.

Lantas, apakah dengan demikian kita perlu menghentikan laju perusahaan yang sedang tumbuh dan berkembang? Ya tentu saja tidak. Yang benar adalah mengelolanya. Itu berarti kita perlu belajar lagi mengelola usaha. Bagaimana merekrut orang baru, mendidiknya dan sekaligus menjaga agar kualitas layanan tetap baik.

Susah? Ya iyalah, mana ada usaha yang sukses tanpa ada tantangan.

Saya dulu pernah bilang bahwa sepertinya saya perlu menghentikan pertambahan klien baru. Excellent tahun lalu sempat melakukan moratorium order selama 3 bulan, supaya team bisa punya waktu istirahat dan punya waktu untuk mereview kegiatan. Terdengar belagu? Ya mau gimana ya, maksudnya bukan belagu melainkan berusaha berhenti sejenak mengatur nafas.

Mentor saya bilang, “Itu namanya menolak rezeki”

Sahabat saya di Tanjung Priok bilang, “Semestinya Excellent merekrut orang-orang baru yang bagus mas. Supaya lebih banyak tangan yang menangani”

Kedua saran tersebut saya apresiasi sepenuhnya. Bahwa menghentikan laju pertumbuhan usaha bukan tindakan yang bijaksana, namun disisi lain, menerima segala macam order juga lebih tidak bijaksana.

Apa yang bisa saya lakukan adalah, tetap menyediakan waktu khusus setiap minggu dan setiap bulan untuk rehat sejenak dari hiruk-pikuk usaha sambil mereview kegiatan (itu sebabnya di Excellent hari Jumat menjadi hari khusus review internal dan melakukan hobby atau melakukan pekerjaan yang selama ini tidak bisa dilakukan di hari kerja biasa).

Disisi lain, memang benar pengelolaan yang baik adalah dengan mempercepat delegasi wewenang, sekaligus melakukan edukasi team agar bisa menangani pekerjaan yang selama ini menyita banyak waktu.

Nanti dari sini baru ketemu pembelajaran lain, yaitu bagaimana merekrut orang bagus sekaligus bisa membantu mengembangkan usaha.

Jadi, benarkan jika dikatakan wirausaha itu merupakan petualangan sendiri 😉

Jalannya berkelok dan mendaki
Siapa menanti tak pernah kutahu
Sunyiku pun kekal: menjajah diri
Dan angin pun gelisah menderu

Ah, ingin aku istirahat dari mimpi
Namun selalu kudengar ia menyeru
Tentang jejak di tanah berdebu
Diam-diam aku pun berangkat pergi

Momentum

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Salah satu aspek yang sering saya bahas di Excellent adalah soal momentum atau timing waktu. Saya kerap gemas jika bicara eksekusi suatu pekerjaan yang semestinya sudah selesai dilaksanakan, namun tertunda tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.
 
Sebagai contoh, kadang saya tanya : “All team, Infocus dan t-shirt untuk training apakah sudah disiapkan?”
 
Kadang jawabannya : “Sudah, tapi belum dimasukkan ke paper bag”
 
Why… Why… Why…
 
Kenapa harus ditunda, padahal mau dimasukkan sekarang maupun nanti, teteup saja harus dimasukkan.
 
Contoh lain adalah saat saya meminta adik saya menyiapkan kolam untuk belut dan menanam singkong di kebun belakang markas alam Taman Bacaan Excellent.
 
“Bob, kolam untuk belut sudah siap belum”, tanya saya ke adik saya, Marhidin Bob
 
Kadang jawaban dia, “Lagi disiapkan…”
 
Nanti sekian waktu berselang saat saya tanya, jawabannya lagi nunggu tukang. Berikutnya lagi baru plester.
 
Pada hemat saya, menyiapkan kolam untuk belut mestinya tidak memakan waktu terlalu lama. Yang utama adalah kolamnya dipastikan tidak bocor, kemudian diisi dengan campuran tanah, lumpur, gedebong pisang dan lain-lain setelah itu dibiarkan agar bercampur dan menjadi lumpur.
 
Jika dilakukan 1 bulan yang lalu, semestinya sudah siap dimasukkan bibit sekarang. Kalau baru diproses sekarang, bibit belut baru bisa dimasukkan nanti 2 minggu sampai dengan 1 bulan kedepan.
 
Ehm, sebenarnya ini bukan sepenuhnya salah si Bob. Karena andil saya juga besar dalam aspek keterlambatan tersebut. Namun karena ini status FB saya, saya menampilkan kesan kalau saya sudah well prepare, hehehe….
 
Hal yang sama terjadi saat saya meminta adik saya menyiapkan bibit singkong untuk ditanam di kebun belakang. Saya minta bibitnya disiapkan kemudian tanahnya saya bersihkan bersama dengan keponakan saya.
 
Awalnya dijanjikan bibit siap hari Sabtu karena di hari lain terhalang kerja. OK tidak masalah. Namun saat Sabtu ternyata belum siap karena tidak ada bibitnya. Dijanjikan Senin, kemudian minggu depan hingga beberapa waktu berselang masih saja belum siap.
14712563_1589644704386372_7176057612572245041_o
 
Akhirnya saya bilang, “Sudah tidak usah repot. Cari saja orang yang punya kebun singkong se kecamatan Tambun. Beli singkongnya, minta batangnya. Kalau perlu beli juga batangnya”.
 
Mungkin ucapan saya terdengar sok jadi boss namun saya pikir semakin lama ditunda, semakin lama pula kita memetik hasilnya.
 
Akhirnya, minggu berikutnya bibit singkong sudah tersedia setelah dicari sampai ke desa tetangga.
 
Masalah belum selesai. Bibit itu sempat tergeletak beberapa waktu karena tidak ada waktu untuk menanamnya. Saat saya ke kebun, saya akhirnya memanggil keponakan saya, kerja gotong royong membersihkan lahan, membuat guludan (gundukan) dan kemudian menancapkan batang-batang singkong yang sudah dipotong-potong.
 
Ternyata keputusan ini menjadi keputusan tepat. Karena setelah ditanam, beberapa waktu kemudian hujan hampir setiap hari turun. Tanaman singkong jadi segar dan tunas-tunasnya bermunculan. Meski saya tidak tahu apakah nantinya akan layu ataukah bisa besar hingga layak panen, saya tidak mempermasalahkannya. Sepanjang segala proses sudah disiapkan sebaik-baiknya, soal hasil saya anggap sebagai berkah yang akan saya terima dengan senang hati.
 
Bagi sebagian rekan mungkin apa yang saya lakukan terlihat aneh. Karena saya membangun Excellent sebagai perusahaan konsultan IT, bisnis di cloud dan mengembangkan layanan training IT namun juga mengurusi singkong, pelihara belut, bebek, ayam dan entog (itik). Sebenarnya apa yang saya lakukan itu sebagai bagian dari hobi. Hobi itu dibiayai dari honor saya di Excellent 🙂
 
Disisi lain, saya terus terang open juga terhadap segala kemungkinan sepanjang positif. Saya masih punya rencana buka stand untuk kuliner khas Bekasi, misalnya jika ada acara kuliner semacam pesta jajanan Bango atau jika ada bazaar-bazaar. Tujuan utama saya bukan untuk profit pribadi namun lebih pada mendayagunakan lingkungan sekitar saya. Memberikan uang jajan dan uang kuliah buat keponakan-keponakan saya dengan cara memberikan mereka pekerjaan yang bisa mereka lakukan tanpa mengganggu kuliah dan pendidikan mereka. Saya juga punya cita-cita membuat sekolah alam dan poliklinik. Memberikan beasiswa bagi anak-anak. Daaaaaan masih banyak lagi.
 
Meski sebagian masih mimpi, ya nggak apa-apalah masih bisa mimpi. Seperti yang ada di tulisan T-shirt Excellent versi 1, “It’s Always Seems Impossible Until It’s Done!”

Excellent Kaizen

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Kaizen (改善) merupakan istilah yang sering sekali digunakan di Excellent. Mungkin jadi semacam motto pengingat buat seluruh team.

Kaizen sendiri merupakan istilah dalam bahasa Jepang yang bermakna “perbaikan berkesinambungan”. Filsafat kaizen berpandangan bahwa hidup kita hendaknya fokus pada upaya perbaikan terus-menerus. Pada penerapannya dalam perusahaan, kaizen mencakup pengertian perbaikan berkesinambungan yang melibatkan seluruh pekerjanya, dari manajemen tingkat atas sampai manajemen tingkat bawah. Trims Wikipedia buat artinya 🙂

Salah satu mekanisme kaizen adalah pembahasan yang dilakukan saat kami seluruh team Excellent melakukan brainstorming luar kota di Mahoni Homestay Jogja, yaitu terkait persiapan modul training di Excellent.

Selama ini kebijakan yang berlaku di Excellent, semua modul dicetak manual menggunakan printer warna. Jika peserta training ada 10 orang, akan disiapkan print modul sebanyak 11 buah, satu diantaranya adalah untuk instruktur. Proses print disesuaikan dengan jumlah peserta agar tidak mubazir.

excellent-kaizen

Hal yang sama berlaku pada pemesanan modul training mandiri, yang diperuntukkan bagi rekan-rekan yang berminat training di Excellent namun terkendala jarak dan waktu. Untuk sebagian rekan-rekan di daerah Indonesia Timur misalnya, biaya untuk akomodasi dan transport lebih besar daripada biaya training di Excellent 🙂

Excellent juga menyiapkan jumlah modul hanya berdasarkan pesanan, dengan pertimbangan agar tidak mubazir, sekaligus antisipasi jika ada revisi terhadap materi dalam modul.

Saya pernah menulis hal ini disini :

Kaizen, Improvement & Penulisan Modul Panduan Training

dan disini :

Tips Wirausaha : Bisnis “Recehan” untuk Menunjang Overhead Cost Bisnis Utama

Setelah sekian tahun berlalu, saya merasa ada cukup banyak hal yang perlu direview, itu sebabnya saya masukkan sebagai salah satu topik pembahasan dalam acara Brainstorming Excellent di luar kota.

Beberapa hal yang perlu direview, antara lain :

  1. Kualitas print, kadang tidak bisa stabil bagus. Jika sudah sekian banyak melakukan print, kualitasnya menurun. Saya merasa ini tidak fair bagi rekan-rekan yang menggunakannya. Excellent bahkan punya koleksi printer berbagai jenis dan merk, mulai dari Canon, HP, Epson dan Brother. Setelah sekian lama, banyak diantaranya yang terpaksa digudangkan
  2. Kualitas Jilid. Adakalanya kualitas penjilidan kurang bagus dan mudah lepas. Ini juga membuat saya tidak enak hati karena artinya Excellent memberikan produk yang tidak excellent. Bikin malu,, juga jadi bikin repot orang lain
  3. Menyita Waktu. Untuk mempersiapkan 1 modul, kadang butuh waktu. Printer macet, kertas habis, tinta habis, tinta kurang jelas dan lain-lain. Butuh konsentrasi untuk menyiapkan 1 modul, apalagi jika dalam jumlah banyak

Ada beberapa keluhan lain dari team yang bermuara pada : “apa yang perlu dilakukan untuk melakukan eliminasi masalah-masalah tersebut?”

Dari sekian banyak usulan, pencetakan buku merupakan usulan utama. Setelah usulan ini didukung oleh team yang lain, muncul  kekhawatiran, jika kita cetak buku dalam jumlah banyak, bagaimana jika mubazir. Bagaimana jika kita kerap melakukan revisi.

Dari hasil diskusi team, diputuskan untuk membuat revisi dalam interval waktu tertentu, misalnya 3 bulan atau 6 bulan sekali. Berdasarkan pengalaman, proses revisi juga tidak selalu sporadis, biasanya ada diinterval waktu tertentu.

Tugas berikutnya adalah menentukan PIC. Saya membagi tugas team. Ada yang mencari tahu tempat pencetakan buku Indie Label, estimasi biaya, jumlah minimal pencetakan dan lain-lain. Pada proses inilah saya sempat menghubungi bu Nikmah Daulae terkait pilihan-pilihan pencetakan buku.

Terakhir adalah melakukan plot siapa saja PIC untuk revisi-revisi modul training. Modul training Mastering Proxmox VE misalnya, direvisi dengan mengacu pada versi terakhir versi 4.3 dan tugasnya diserahkan pada master Proxmox di Excellent, yaitu Ahmad Imanudin. Nugie Abdiansyah saya minta menyiapkan revisi modul training WHM/CPanel sedangkan Muhammad Dhenandi menyiapkan update modul Security Hardening Mail Server dengan menyertakan pembahasan mengenai anti spam dan anti virus yang digunakan di lingkungan Excellent.

Modul training Zimbra juga diupdate ke versi update terakhir Zimbra 8.7. Tugas revisi ini saya serahkan ke Ahmad Imanudin kemudian saya konversi formatnya ke format B5. Khusus VMware, saat ini saya finishing modul materi VMware vSphere 6.0 sekaligus persiapan update ke vSphere 6.5 (yang baru diumumkan di VMworld 2016)

Hasil dari brainstorming Yogya ini yang akhirnya difinalisasi pekan lalu. Secara bertahap beberapa judul materi masuk ke percetakan. Awal pekan ini 2 judul buku format B5 dengan kertas glossy sudah ready yaitu Mastering Proxmox VE dan Modul Training Zimbra Fundamental Medium (Instalasi & Konfigurasi Mail Server berbasis Zimbra). Khusus untuk Zimbra Fundamental, saya juga menyiapkan buku mini dengan isi sama namun dalam ukuran A5/lebih kecil dibanding format B5. Buku mini ini disiapkan untuk rekan-rekan yang ingin mudah membawa bukunya, sekaligus juga mengadopsi usulan rekan-rekan yang sensitif pada harga buku.

Apakah ada hambatan dalam prosesnya? Tentu saja ada, karena kami menangani urusan ini sambil tetap menangani layanan utama Excellent dibidang cloud dan spesialisasi dibidang mail server.

Khusus untuk persiapan cetak buku, kami mengambil standard kerja Excellent, yaitu lakukan dulu apa yang bisa dilakukan, perbaikan dilakukan kemudian. Daripada kami berwacana hendak melakukan revisi namun tidak jadi-jadi, kami memulainya dengan langkah sederhana melakukan konversi, baru kemudian melakukan revisi. Setelah jadi, kami bisa melihat kekurangan-kekurangan yang perlu segera diperbaiki.

Bisa dilihat, untuk urusan yang relatif kecil, mekanisme Kaizen di Excellent membawa dampak cukup besar dan melibatkan peran serta seluruh team.

Kesimpulannya? Excellent saat ini sudah memiliki beberapa buku cetak yang secara bertahap akan bertambah koleksinya 😉 : https://www.excellent.co.id/modul

Pelajaran Bisnis dari Penjual Mie Ayam Bakso

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Saat saya masih berkuliah di STMIK Bani Saleh Bekasi, ada salah satu penjual mie ayam bakso yang menjadi langganan. Lokasinya ada di didalam perumahan Taman Kartini, tepat di depan masjid.

Setiap selesai beristirahat dan shalat Dzuhur, biasanya mahasiswa/mahasiswi banyak yang berkumpul disitu. Meski memang nyatanya tidak ada pesaing, banyak yang menyukainya karena memang rasanya cukup enak. Padahal jualannya hanya dalam bentuk gerobak dorong, bukan dalam bentuk rumah makan/kios.

Salah satu kelebihan dari si abang penjualnya adalah kemampuannya mengingat kesukaan masing-masing pembeli. Jika saya memesan misalnya, ia tidak pernah lupa menyingkirkan daun bawang dari mie ayam pesanan saya.

inspiring

Jika Dear Rey Reny Yuniastuty yang memesan misalnya, tidak lupa menambahkan bawang goreng. Untuk yang lain kadang ia berikan sambal yang agak banyak, atau untuk pemesan yang lain ia memberikan sedikit saus saja.

Saya pikir dulu itu semua berjalan secara alamiah. Karena sering dan biasa. Ternyata tidak juga. Saat saya menyempatkan waktu mengobrol, hal itu memang dia sengaja.

Dia berusaha mengingat masing-masing kesukaan pembeli, karena dia sendiri merasa senang jika hal yang sama ia terima saat membeli barang. Itu sebabnya dia mau bersusah payah mengingat kesukaan pembeli, meski makin lama pembeli makin banyak. Mungkin dalam istilah manajemen, ini namanya Customer Oriented dan Customer Engagement. Saya memahami kelebihan si abang penjual mie ayam itu saat saya membangun Excellent, dengan berusaha memahami filosofi kebutuhan pengguna layanan Excellent.

Sebagai contoh misalnya, upaya Excellent membuat buku; memperbaiki kualitas cetakan; merevisi bagian-bagian buku dan mengubah mekanisme training di Excellent plus membuat opsi channel-channel training diluar training offline, semua didasari pada hal mendasar, yaitu orang mengikuti training karena DIA INGIN BISA.

Buku boleh bagus, metode boleh keren, ruangan boleh mewah, tetap saja kebutuhan utama peserta training adalah agar dia paham dan dia bisa menjalankan apa yang menjadi tujuan training. Agar dia bisa menguasai materi yang diajarkan dalam training. Ini kelihatan sepele, namun berpengaruh semua pada uraian materi, metode penyampaian hingga support pasca training.

Kembali ke si abang penjual mie ayam. Suatu hari dia tidak lagi sendiri. Ada seseorang yang mukanya mirip dia dan membantunya melayani pelanggan. Saya perhatikan tugasnya antara lain membereskan mangkok, melayani pembeli, menerima pembayaran/uang kembalian dan lain-lain. Saya tanya ke si abang penjualnya,

“Itu siapa kang?”

“Oh, itu adik saya. Dia bantu-bantu saya..”, jawab si abang penjual mie ayam.

Setelah beberapa waktu, posisinya berbalik. Kali ini si abang yang melayani pembeli, sementara adiknya yang membuat mie ayam atau bakso untuk pembeli. Itupun sambil diawasi, karena saya beberapa kali mendengar si abang mengingatkan, “Untuk yang ini nggak pakai daun bawang, sedangkan yang ini sausnya sedikit saja…”

Beberapa minggu kemudian, frekuensi kehadiran si abang penjual lebih sedikit. Dia agak jarang hadir, mungkin dari awalnya setiap hari menjadi seminggu 3x. Lama-lama menjadi seminggu sekali dan setelah beberapa bulan, dia sama sekali tidak hadir. Saat saya tanyakan pada adiknya yang kini berjualan, adiknya bilang,

“Sekarang abang berjualan di perumahan lain. Dia minta saya yang berjualan disini, sedangkan abang buka tempat jualan baru”

Wah keren. Idenya bagus juga. Kalau adiknya diberi modal kemudian berjualan di tempat lain, mungkin bisa gagal karena mentalnya berbeda. Si abang penjual mie ayam ini punya strategi bagus. Dia memilih alih kemampuan, kemudian dia sendiri yang pergi untuk membuka peluang usaha baru. Persentase kemungkinan sukses lebih besar karena dia punya pengalaman dan mental yang sudah teruji. Secara tanpa sadar, mungkin karena ingatan ini menjadi memori kuat dipikiran saya, saya menerapkannya di Excellent untuk mekanisme pelatihan instruktur.

Bagi rekan-rekan yang pernah training di Excellent pasti melihat skema operator-instruktur saat mengikuti training di Excellent. Operator adalah staff Excellent yang bertugas memberikan simulasi langsung dari laptop ke projector, sementara instruktur memberikan uraian materi, penjelasan maupun presentasi slide demi slide.

Selama menjadi operator, team staff biasanya menyerap cara instruktur menjelaskan, strategi mengajar, selipan humor dan cerita serta gaya mengajar. Ahmad Imanudin, Nugi Abdiansyah dan Muhammad Dhenandi adalah beberapa staff Excellent yang pernah menjadi operator saat saya mengajar.

Setelah beberapa waktu, biasanya saya meminta materi-materi dasar atau materi awal dijelaskan oleh mereka, sedangkan saya menjadi operatornya. Misalnya 10% materi dijelaskan mereka, nanti sisanya saya menjelaskan.

Porsi persentase ini makin lama akan makin berbalik. 20% mereka 80% saya, 30% mereka 70% saya demikian seterusnya hingga akhirnya mereka menjadi mayoritas dalam memberikan uraian materi, sementara saya berbalik menjadi operator.

Saat menjadi operator, saya kadang membantu memberikan penjelasan ataupun klarifikasi jika ada penjelasan yang kurang dipahami peserta training. Setelah sekian bulan berlalu, saya bisa lepaskan staff Excellent untuk mengajar, meski kerapkali saya hadir juga di ruang training untuk menjadikannya sebagai bahan review saat briefing internal team Excellent.

Mekanisme ini mesti pelan-pelan, karena bisa saja peserta training tidak cocok dengan gaya pengajaran team staff. Adakalanya team staff gege rogo rigi alias grogi dalam menjelaskan suatu materi. Dalam posisi ini, saya hadir untuk memberikan bantuan atau memberikan penjelasan tambahan.

Pernah juga terjadi. team staff jadi tambah gege rogo rigi saat saya hadir di ruang training, mungkin karena suasananya jadi mirip sidang skripsi 🙂 . Jika terjadi hal seperti ini, saya biasanya pindah ke ruangan lain namun menugaskan salah satu staff yang lain sebagai mata dan telinga saya untuk mencatat bahan review saat briefing internal.

Jadi, dari pengalaman melihat dan mendengar cara orang lain berbisnis, entah bisnis apapun itu (sepanjang positif), suatu waktu ide dan pola bisnisnya membekas di pikiran dan bisa menjadi ide perbaikan bagi bisnis yang kita jalani sendiri.

Bangkit di era E-Commerce Melalui Marketplace

RendyMaulana.com Rendy Maulana

Seringkali saya ketika mengisi seminar banyak orang bertanya kepada saya. Apa gunanya punya web? “Saya sudah jualan di Instagram, Facebook, dan Marketplace, sudah ramai, bahkan sekarang kewalahan saya menghadapi pesanan“. Kira-kira seperti itu pertanyaan dan jawaban (dari mereka) yang sering saya dapatkan.

Saya pribadi amat senang berbelanja Online, baik itu membeli ke toko kecil, maupun ke toko besar, ataupun berbelanja di Marketplace, namun ada hal yang menggelitik yang sering dicurhatkan oleh kawan-kawan penjual marketplace kepada saya.

Adalah fitur bernama Sortir urutkan Berdasarkan harga, atau temukan dari seller lain. Fitur “adu-domba-ala-marketplace” ini membuat konsumen bisa menemukan harga termurah, dan juga membuat konsumen semakin peka terhadap harga mana yang paling oke untuk mereka.

Sortir bedasarkan harga

Tangan Pertama, Kedua-Ketiga

Dari sini kita bisa menyimpulkan, mana pedagang yang membeli ke tangan pertama, dan mana pedagang yang membeli dari tangan kedua-ketiga-keempat. Atau bisa juga seperti ini, pedagang mana yang mengambil margin besar, dan mana pedagang yang mengambil margin kecil.

Info dari Penjual Lainnya

Belum lagi faktor Subsidi yang gila-gilaan

Kawan baik saya, salah satu Dealer merek Laptop ternama di Indonesia, pernah dimusuhi oleh toko-toko lain di daerah yang membeli produk dari kawan saya, dan dicurigai para toko tersebut, pihak marketplace menyogok dia atau perusahaannya sehingga memberikan harga murah.

Dari Laptop seharga 2.995.000 (dealer price – End User Price normal di 3.200.000 – 3.700.000) ketika sampai dipajang oleh Marketplace, harganya menjadi 2.495.000.  Artinya disubsidi 500 Ribu Rupiah, diluar subsidi PPn, dan Juga Subsidi Ongkos kirim sekitar 30-100 Ribu Rupiah. Itupun kita belum hitung subsidi MDR (Merchant Discounted Rate) untuk payment processor Kartu Kredit, atau Cicilan Nol persen.

beras 5KG

Harga beras di atas, di pasar tradisional adalah Rp 75.000 untuk 5KG, di marketplace tertentu selain memberikan subsidi sekitar 3500 untuk setiap pembeliannya, memberikan juga ongkos kirim gratis se-Indonesia, anggaplah rata-rata pengiriman 5KG + packing, sekitar 25-35 Ribu rupiah, jadi berapa nilai subsidi sesungguhnya?

Adakah yang terlupa? Ya, Biaya operasional internal Marketplace tidaklah sedikit, promo sana sini di televisi yang mahal, dan juga biaya karyawan, gudang, logistik, ini yang tidak bisa dikalahkan dalam waktu singkat, “Investasi” luar biasa besar ini, tentu merogoh dana dari kocek yang tidak sedikit.

Begitulah kira-kira kehidupan sehari-hari di E-Commerce berskala besar, penuh dengan subsidi dengan membakar dana yang besar setiap harinya.

Subsidi Bergantung Kehendak Investor

Maret 2016 silam, salah satu raksasa E-Commerce dari Jepang, Rakuten menutup layanannya di Indonesia. Belum lagi jika nanti pemilik “lapak” berjualan ada seperti Facebook, atau Instagram, mengubah kebijakan mereka terhadap apa content yang diperbolehkan atau tidak diletakkan di dalam layanan mereka.

Pernahkah anda berpikir bahwa subsidi pada E-Commerce dapat dihentikan sewaktu-waktu oleh Investor mereka, karena mereka merasa tidak menguntungkan?

Hal ini sudah terjadi…

Subsidi ini memang luar biasa manis, saya membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti sabun mandi, sampo, sabun cuci piring, bahkan beras kepada orang tua saya di luar kota, disubsidi oleh mereka, harga barang sampai di tempat, jauh lebih murah daripada beli di warung dekat rumah, bahkan terkadang jika anda beruntung, anda bisa membeli beras 5KG di atas, dengan harga 25 ribu rupiah saja, di antar sampai ke rumah!  karena bertebaran voucher dimana-mana, cukup luangkan waktu 5-10 menit sebelum membeli, untuk sedikit googling 🙂 .

Bagaimana jika anda sudah terlanjur nyaman dengan sistem subsidi yang selama ini membuat anda terlena? Ah gampang, cari lagi saja yang mau subsidi… 

Betul sekali, masih banyak Investor Gila yang mau membakar duitnya untuk subsidi E-Commerce dalam harga Produk, Solusi Jangka Pendek. Dimana yang seharusnya E-Commerce besar lakukan adalah memperbaiki sistem distribusi, dan juga kualitas supplier dan pasca penjualan. Hal ini bisa kita lihat saat ini, sebut saja namanya saat ini di benak anda, mungkin ada dalam top 5 E-Commerce langganan anda.

Untuk sisi konsumen, hal ini amat menguntungkan, namun dari sisi penjual, tentu anda akan kalah dengan mudah. Harga lebih murah soalnya.

Untuk Sista-Sista dan Toko Tradisional

Lalu apa yang bisa dilakukan oleh E-Commerce skala kecil seperti Sista Sista yang harus bertarung dengan Agan Agan yang menawar dengan keji, meminta testimonial sana-sini, capture pesan di Whatsapp, BBM, dan sibuk foto ratusan resi dari pengiriman dan mensensor alamat tujuan serta nomor telepon yang ada di dalamnya?

Dan untuk toko Tradisional yang bahkan belum memiliki sistem sama sekali
Haruskah bertarung dengan E-Commerce Besar?

Jawabannya adalah : JANGAN! tapi kita Manfaatkan sebaik mungkin!

Solusi Jangka Pendek untuk E-Commerce Pemula

Sebetulnya mudah, solusi jangka pendeknya, bergabung dengan Marketplace, dan produk anda akan diperlakukan seperti di atas, diberi subsidi, dan dibantu oleh sistem mereka.

Kelemahannya, orang tidak akan mengenal anda, bahkan barang anda bisa dikembalikan (retur) tanpa ada kejelasan mengapa hal itu terjadi.

Mengapa itu terjadi? karena marketplace akan menganggap anda sebagai Supplier mereka, pembayaran akan didelay 1-2 minggu, dan bahkan ada marketplace yang menahan barang milik supplier selama lebih dari 3 bulan, dan dikembalikan dalam kondisi rusak tanpa alasan.

Namun karena volume yang diperdagangkan cukup besar, seharusnya bisa diperhitungkan juga berapa persen kerusakan dan keuntungan, asalkan memang dana yang anda miliki cukup besar dan kuat menahan napas dananya 😀

Solusi Jangka Panjang untuk E-Commerce Pemula

Solusi jangka panjangnya, setelah bergabung dengan marketplace, dan anda mengirimkan produk, andalkan kreativitas anda untuk mempertahankan konsumen. Cetak Brosur anda, Cetak Logo Anda, Cetak Resi Anda, Beri Sticker anda, dan iming-imingi konsumen untuk diberi diskon jika melakukan pemesanan langsung kepada anda. Tapi tunggu dulu, hal jangka panjang ini hanya bisa dilakukan jika anda sudah memiliki website, jangan sampai nanti anda promosi, yang dipromosikan adalah akun Instagram anda, atau Akun Facebook anda, sekali kena hack atau ada perubahan klausul penggunaan, bubar blas nanti usaha anda.

Membuat Website Sendiri, Memperkenalkan brand Anda

Membuat website tidaklah mahal, bisa beli Nama Domain dan Web Hosting di Qwords. Satu Tahun mulai dari berkisar di angka 200 Ribu Rupiah, kurang dari Seribu Rupiah per Hari biayanya. Namun saya sarankan untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik, dan juga performa yang optimal, gunakan yang harganya berkisar di 500-600 Ribu setahun, kurang dari 2000 rupiah per hari kok biayanya. Kelebihannya, selain akses cepat dari seluruh dunia, Hosting di Qwords ini sudah mendukung teknologi Cloud. Sehingga bisa memberikan performa yang prima dan kualitas tinggi.

Aktivasi juga cukup cepat, sekitar 5 menit saja setelah pembayaran diterima, web kamu sudah bisa Online, dan kamu bisa menjelajah sendiri dan mendapatkan pengalaman luar biasa dalam membangun website kamu.

Dan saat ini membuat website tidak sesulit ketika 18 Tahun silam saya mengenal internet, dan 17 Tahun silam saya memiliki web pertama kali. Tidak perlu banyak mempelajari Kode HTML (Hyper-Text Markup Language) Cukup Klik-dan-Klik saja, Website sudah bisa beroperasi.

Atau jika memerlukan bantuan professional, banyak web developer yang siap sedia membantu untuk membuat web, tinggal sesuaikan dengan kebutuhan, dan budget, mau yang murah ADA, yang mahal ADA, sesuaikan saja 🙂

Satu Juta Domain Indonesia Gratis

Atau jika kamu tidak mau mengeluarkan uang untuk 1 tahun pertama, untuk Domain dan Hosting, Bergabung dalam program Sejuta Domain Indonesia, Program ini di Inisiasi oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika, serta didukung oleh Qwords sebagai salah satu penyedia hostingnya. Kamu bisa Daftar Hosting Indonesia Gratis di sini. Dan mendapatkan kapasitas 500MB lengkap dengan Control Panel, dan spesifikasi yang sama dengan Cloud Web Hosting Indonesia yang kamu beli di Qwords.

Daftar Hosting Gratis

Membuat Email dengan Nama Domain Sendiri

Nama domain dan web hosting tersebut, dapat digunakan untuk membuat website, ecommerce, dan menggunakan Email dengan nama domain sendiri, semisal namakamu@tokoonlinekamu.dom lebih bergengsi daripada sekedar menggunakan email gratis @yahoo atau @gmail.

Jangan Tinggalkan Lapak Lama Anda Setelah Memiliki Website

Jangan sekali-sekali anda meninggalkan lapak lama anda setelah memiliki website, pelan pelan bangun Website anda, dan Gunakan Alamat Web anda sebagai Brand anda, atau gunakan Brand anda sebagai Alamat Web anda, Jika belum memiliki Brand, pilihlah nama yang mudah diingat, tidak pasaran, dan unik serta bermakna. Bisa juga disamakan dengan nama akun Instagram atau Facebook Page anda yang sudah terkenal saat ini 🙂

Gunakan Facebook, Instagram, Whatsapp dan BBM yang selama ini anda gunakan sebagai salah satu jalur komunikasi dan mempererat hubungan anda dengan konsumen, terlebih jika anda belum mau menginvestasikan kedalam sistem Customer Relationship Management (CRM) yang canggih.

Namun tentunya jangan mengaku kita Orang Kreatif, jika tidak mampu melihat peluang secara terbuka dan gamblang, Masak sudah bisa memanfaatkan Facebook dan Instagram, bahkan Whatsapp dan BBM untuk berjualan, tapi tidak bisa memanfaatkan peluang luar biasa ini untuk mendapatkan Keuntungan Jangka Panjang 😀

Jadi, sudah punya website kan? Jika Belum, sudah tahu kan harus ke mana? 😉

Qwords Cloud Web Hosting Indonesia

Aplikasi Jaga: Pencegahan Korupsi

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

jaga-logoKemarin kami berdiskusi tentang aplikasi yang namanya Jaga. Pada dasarnya aplikasi ini bertujuan untuk mencegak korupsi melalui keterbukaan informasi. Keberadaan informasi yang tersedia di aplikasi Jaga ini dapat membuat masyarakat ikut berpartisipasi dalam membantu menjaga penyalahgunaan-penyalahgunaan.  Ada informasi tentang anggaran dan ketersediaan fasilitas di sekolah, rumah sakit, puskesmas, perijinan, dan tidak menutup adanya informasi-informasi lainnya.

jaga-screen

Berikut ini adalah salah satu contoh tampilan dari aplikasi Jaga yang tersedia untuk Android dan iPhone. Kita bisa melakukan drill-down untuk mencari data yang lebih rinci.

Secara teknologi, di belakangnya menggunakan konsep ESB (Enterprise Service Bus) yang diimplementasikan menggunakan WSO2. Nampaknya saya bakalan mengajak developer-developer untuk menggunakan standar ini agar dapat saling berkomunikasi. Dia bisa menjadi platform, bukan sekedar aplikasi saja.

Secara umum aplikasi ini bagus, namun ada beberapa permasalahan yang kemarin kami diskusikan. Masalah yang utama adalah bagaimana mengajak komunitas untuk menggunakan platform ini sebagai media untuk edukasi dan pencegahan korupsi? Komunitas mana saja yang perlu diajak untuk menggunakannya secara intensif?

Ada pertanyaan tentang penggunaan artis atau buzzer untuk mempromosikan sebuah produk atau layanan. Sebetulnya ini hal yang biasa, tetapi gara-gara ada banyak demo dengan pendemo bayaran maka dikhawatirkan image penggunaan artis / buzzer ini sama saja dengan pendemo bayaran. hi hi hi. Apa pendapat Anda?

Hal lain yang menurut saya penting adalah bagaimana membuat warna (brand) yang positif, good news. Kalau orang mendengar kata korupsi atau anti-korupsi, biasanya konotasinya adalah negatif. Misal ada yang berita tentang tertangkapnya seseorang karena korupsi dan seterusnya. Bad news. Pendekatan good news menurut saya lebih menarik. (Sama seperti tulisan-tulisan saya di blog ini yang condong untuk good news. Berita-berita di luar sana kebanyakan menggoreng bad news. Males! Nyebelin. Boleh jadi memang bad news lebih menjual, tetapi good news lebih menghasilkan kultur positif di kemudian hari.)

Ayo kita coba aplikasi Jaga ini dan beri komentar Anda di sini.


Filed under: indonesiana, Opini, Pendidikan, Teknologi Informasi Tagged: anti-korupsi, apps, Pendidikan, postaday2016, Teknologi Informasi

Kenangan Jalan Penuh Keajaiban Menuju London

BennyChandra.com Ben

Setiap kali menjelang akhir bulan Oktober, seperti sekarang ini, saya selalu teringat pengalaman saya tiga tahun lalu. Sebuah pengalaman menarik yang akan selalu terkenang sepanjang masa. Pengalaman...

[ » ]

Buku:Kembali ke titik Nol

ophay ophay

Hore….!! Akhirnya selesai juga baca buku ini. Buku yang nyentrik karangan Om Saptuari (@saptuari) ini bercerita tentang masalah Pinjaman Bank, Bunga Bank, dan Asuransi yang semuanya itu berujung pada RIBA. Pembahasanya dibuat nyentrik dan kocak , gaya khas anak muda, bahkan  banyak testimoni  dari kisah-kisah mereka yang bangkit melawan RIBA yang tidak tanggung-tanggung harus kembali … Continue reading Buku:Kembali ke titik Nol

KBBI Daring

BennyChandra.com Ben

KBBI Daring: Berbasis Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima (yang versi cetaknya baru akan diterbitkan pada tahun 2017 mendatang), KBBI Daring mulai tersedia untuk publik sejak 28 Oktober 2016,...

[ » ]

Diabetes as well as the Diet

JalanSutera.com™ Angela Moore

What’s the paleodiet, what exactly does it signify. Who should proceed on the paleodiet? Does the paleodiet actually work? Where is it possible to access samples of the paleodiet? These concerns and more I will be replying in this article below. So just what is the paleodiet? The Paleo or Palaeolithic diet symbolizes the effort to get back to the intended diet of his forefathers of contemporary guy premised on the fact these while dwelling on diet plans that are such didn’t encounter several of the contemporary ailments of to-day. Therefore ailments like cardiovascular disease, stroke, diabetes, hypertension and stuff like that was both next to non-existence or uncommon in their own moment. The point is this lucky situation bears witness to our forebear diet, although obviously they’d additional states to deal with. And therefore the anticipation is that if at minimum appreciate better health or we should change a few of these states, then we should surely make its usage component of our wellness technique.

The dietary plan might basically have already been produced of seeds, nuts, lean beef and fruits. Also called the caveman or Palaeolithic diet, it continues to be for this in the light of the contemporary clamoring, called a fad-diet. In regards to the food regime, the span of our ancestors in mind is basically the Paleolithic age (thus the title of the dietary plan) -an interval lasting about 2.5 zillion years and which finished around 10,000 years ago using first of animal domestication and farming. The underlying foundation for the principle is discordance speculation that is major, it self a sub set of medication that is major. The seeds of the theory would be to be within the 1970 perform the gastroenterologist, of Wally Voegtlin. Its fundamental assumption is that guy is genetically adapted to the nutritional requirements of foods found in the Palaeolithic period.

These requirements haven’t changed and stayed adjusted to the dietary plan of the forefathers that were mentioned. Despite the access to a multitude of comparatively fresh meals like legumes, grains and processed food items that are large in calorie -the mainstay of a lot of our contemporary diet, human metabolic process the promises that are theory, stay maladjusted to them. The outcome is these meals absorption and poor breakdown by the human anatomy, resulting in medical conditions- yes, hypertension, and center dis Ease – diabetes voiced of. The response to it was the diet. Oneman- Cordain put down to allow the planet understand this. He composed his novel-“The Paleodiet” in 2002, popularized the diet as well as the truth is being thus thought to be an authority onto it had been by 2009 capable to effectively trade-mark the phrase “Paleo Diet”.

By the overdue 2000s, the diet had obtained in reputation using on the right back of a few steeds, specifically that of an attractiveness to effectiveness and naturel. Having said that, the sense behind the diet h-AS come underfire. It continues to be belittled on the assumption that there’s no real evidence to demonstrate just what persons consumed all through the Palaeolithic period. Second, that evidence demonstrates Paleolithic guy did in truth consume grains and legumes. Finally, the assume having people adapted to particular diet plans that are nearby is un-proven. Farther, that people are capable of better dietary versatility as opposed to diet offers them credit for and lastly, the Palaeolithic period was an incredibly drawn-out period which found individual lifestyle in distinct geographies supplying meals that are different.

In add-on it’s claimed that Paleolithic man failed to suffer from diseases of wealth; diabetes, etc. because he seldom lived long sufficient to produce them. Mo-Re effective nevertheless is the discussion the underlying trigger of such disorders is extra food-energy as opposed to electricity utilized, in the place of the intake of meals that are particular. This is sensible particularly if one views that our huntergatherer forefathers were and were always on the transfer need because procedure if they’d any, their extra food-energy to melt away. This life-style continues to be removed in contemporary culture and changed by in by and large a non-active one, where the chances supplying simplicity and advantage to get items and providers h AS led to less and less bodily activity and as this type of mis-match between the electricity we consume as well as the electricity we really want. This extra energy deprived of paths transcribes, for dissipation to fat arteries, distressed the diseases of wealth now we notice and thus organs. Just what exactly then does the dietary plan consist of?

Let us appear at that in-detail. We’ve got currently said that it’s basically made up of seeds, nuts, lean beef and fruits whilst grains, refined processed food items and milk products. Should these meals be obtained but in what percentages and amounts, it’s possible to inquire? Nicely because the state is that 19% are comprised by polypeptide -35% of the calories in huntergatherer diet plans Cordain stipulates the diet demands the same number, meaning beef and mo Re polypeptides. As well as this, advocates of the diet state the Paleolithic diet plans fat articles is higher than that of contemporary diet plans. Although fat that is such should not constitute mainly poly-unsaturated and saturated and omega3 fats but prevent rr – 6 – fats. In the dietary plan, the primary supply of carbs would be to be low- vegetables and starchy fruits that will consist of basically 35-45% of everyday calories. It’s going to also provide a fiber articles that is high but this is always to be based on the low- fruits and starchy vegetables maybe not grains.

Yet it should be mentioned therefore must be formulated to be able to stop bone vitamin loss and that calcium is with a lack of the diet. On the foods teams which all through the age were never or barely consumed in the view of the supporter are banned in the diet. These are gluten-containing meals-basically grains for illustration like wheat, barley and rye; milk products, prepared oils, sodium, refined sugars, legumes like nuts and beans. It will be mentioned that booze and java aren’t seen as Paleo as these could not be produced by our forefathers. But counterarguments and the justifications apart, is the paleodiet extremely powerful counter or to avoid the outcomes of diseases? Let us notice. In 2007 Lindeberg produced research on 2-9 diabetics with either sugar intolerance or type two diabetes. Typical to equally was the prevalence of ischemic center illness. These people were split into two organizations and put on both diet or a Mediterranean. A mediterranean-diet contains essentially wholegrains, low fat dairy products, vegetables, fruits, bass, oils. Just like a diet that is Paleolithic excepting that the Paleolithic diet doesnot include materials or milk products. The outcomes were not uninteresting.

They demonstrated that even though there was a noticeable improvement in sugar tolerance in both teams, the development was not much lesser in the groupon the diet. Additionally last year, Jonsson along with his co-workers carryed out research to discover the wellness benefits of the diet on Type2 diabetics. It included the evaluation of the diabetes and Palaeolithic diet. The former was once again desired by the outcomes to the diet reporting reduce suggest ideals of waist area, BMI, diastolic blood stress, triglycerides, fat, and haemoglobin A1c, with greater suggest ideals for HDL with individual’s. Additional studies; the research of the results of a diet on Foreign Aboriginal diabetes sufferers in the 80’s similarly attests among additional advantages to the food diets, blood glucose decreasing calibre of O’Dea.

Helping signs can similarly be adduced from Osterdahls unchecked 3 week research of a Paleolithic diet in 14 healthful topics which demonstrated that actually short term intake of a Paleolithic sort diet enhances bloodpressure and glucose tolerance, raises insulin sensitivity, reduces insulin release,, and enhances lipid users without fat reduction in wholesome non-active individuals. As such though vaunted that any program for a Paleolithic diet ought to be compounded with vitamin D and calcium by which it’s poor, and that mo Re restricted research must be created before a mo Re definite statement may be putout on its health advantages, with this mentioned, it’s clear that in contemplating a diabetic-diet, evidence does indicate the Paleolithic diet is a feasible prospect diet for diabetics.

123RF Verification on Credit Purchase

Orangescale.NET Thomas Arie

Disclaimer: This review is based on my personal experience. 123RF did not request me to write this article and I’m not endorsed or paid for making this review.

123RF

Today, I just decided to purchase some credits under my account at 123RF.com since I need to get some images from there. After creating an account, I simply made a purchase. It was a simple process. When I made the my purchase, I was connected to my office VPN. So, I was detected in Singapore while I was physically in Yogyakarta, Indonesia.

I filled in all billing information. I have been making lots of transactions using my credit cards, and I had most of them succeeded.

When I hit the purchase button, I got a notification saying that a verification process was needed and it would be by calling my phone number. I waited for the next few minutes. But, I didn’t get any phone call (on my mobile number).

So, I decided to contact 123RF from its Live Chat feature. So, I provided the customer service staff with my invoice number and some basic information about my order and account. The customer service staff informed me to make verification process based on the instruction sent to my email. She also requested my mobile number again and I gave her my numbers.

I replied the email with the information about my full name, bank account information, and my home address. I provided all the information based on my credit card information. No credit card number of verification number provided during this process.

In the next few seconds, I got a phone call from 123RF. She introduced herself as Jessica from 123RF, and she was using Bahasa Indonesia. She asked me for some details about my order and the situation that I made an order  from Singapore (while my address is in Yogyakarta, Indonesia). Of course, I was more than happy to give the best answer. Then, she told me that she would be back to work on my order.

After few minutes, I got another call from her telling that the credit was already under my account. I checked directly by refreshing my browser, and the credit was there.

Overall, I had a good experience on my first credit order. I know that each companies — when it comes to payment or security — has its own standard of the payment or security. 123RF has its own verification process. Based on my experience just now, 123RF made the verification simple enough.

The post 123RF Verification on Credit Purchase appeared first on orangescale.

Hello world!

JalanSutera.com™ Angela Moore

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

On Tokopedia Electricity Credit

Orangescale.NET Thomas Arie

I tried to purchase electricity token credit from BCA internet banking service. But, it didn’t work. My transaction could not be processed. Lucky that Tokopedia — one of the  Indonesia marketplaces — is available for electricity token credit. The order process was simple. After having the order under my internet banking account, I made the payment. And, within seconds I had my order status to “Paid”. Great.

Wait… not so great. The thing was that the token credit was not available yet. It was because of the system policy that “An order made between 11PM until 1AM will be processed (automatically) after 1AM”. Meh.

The post On Tokopedia Electricity Credit appeared first on orangescale.

Bye Google’s Panoramio

Orangescale.NET Thomas Arie

Google will shutdown its Panoramio in November 2016. It’s a photo sharing application in which all photos can be accessed on Google Earth and Google Maps. But, its popularity is left behind since Google Photos and Google Maps are more favorable in a way how photos will be functioning as the primary contents or additional information.

Google Local Guides

I almost never look at Panoramio since I’m more on Google Maps. Google Maps already has deep integration with photo contents especially using its Google Local Guides. And, I have started contributing few months ago. Google Maps and Local Guides integration is just seamless and I have nothing but enjoyable experience.

The post Bye Google’s Panoramio appeared first on orangescale.

Mengajarkan Debugging?

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Bagaimana ya cara mengajarkan “debugging” (mencari sumber masalah dalam koding, sistem)?

Seringkali kita memberikan tutorial atau tugas tentang satu hal (kode pemrograman misalnya). Kemudian siswa mengikuti tutorial tersebut. Ketika ada masalah, tidak jalan, maka siswa kesulitan mencari sumber masalahnya. Ketika melapor, yang dilaporkan juga tugas tidak jalan. Nah ini membingungkan karena ada banyak hal yang membuat sebuah kode / sistem tidak jalan.

Hal yang sama juga terjadi dalam pengembangan sebuah sistem. Ketika ada masalah maka kita harus mencari sumber masalahnya dan memperbaikinya. Debugging.

Kemampuan debugging ini ternyata tidak dimiliki oleh semua orang. Namun semestinya bisa diajarkan. Bagaimana ya cara mengajarkannya yang baik?

Salah satu ide adalah dengan membuat soal yang memiliki kesalahan, kemudian siswa diminta untuk mencari kesalahan tersebut dan memperbaikinya. Semakin sering melakukan hal ini (mencari kesalahan dan memperbaikinya), mudah-mudahan meningkatkan kemampuan untuk debuggingnya.

Hal lain juga yang perlu diajarkan adalah bagaimana membagi-bagi sistem. Divide and conqueror. Ini bisa jadi topik terpisah.


Filed under: Curhat, kreativitas, kuliah, Pendidikan, programming, teknologi, Teknologi Informasi Tagged: Pendidikan, postaday2016, programming, Teknologi Informasi

Pixel — Phone by Google

Orangescale.NET Thomas Arie

Google Pixel phone is not yet officially revealed. But, there are already some leaked images and information.

Both devices — Pixel and Pixel XL — will have 32GB or 128GB of storage, 4GB of RAM, Qualcomm’s latest 821 processor, AMOLED screens, fingerprint scanners on the back, an eight-megapixel selfie camera and a 12-megapixel camera on the back with optical image stabilisation, according to the smartphone retailers listings which have since been removed.

The post Pixel — Phone by Google appeared first on orangescale.

Marketplace by Facebook

Orangescale.NET Thomas Arie

Marketplace by Facebook: buying and selling with each other

To help people make more of these connections, today we’re introducing Marketplace, a convenient destination to discover, buy and sell items with people in your community. Marketplace makes it easy to find new things you’ll love, and find a new home for the things you’re ready to part with. We’ll continue to build new options and features to make this the best experience for people.

In this initial release, Marketplace will be available in the US, UK, Australia, and New Zealand on the Facebook app for iPhone and Android. And, it will be only available for users over 18 years old.

 

The post Marketplace by Facebook appeared first on orangescale.