PlanetTerasi

Think. Read. Write.

Review Acer Liquid M220

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Sistem operasi Windows Phone tidaklah “meriah” seperti halnya Android atau iOS, pangsa pasarnya juga relatif kecil dibandingkan kedua sistem operasi tadi. Namun bagaimanapun Windows Phone tetap tidak bisa diremehkan, apalagi jelang kehadiran Windows 10 Mobile dalam beberapa pekan ke depan ini.

Salah satu raksasa produsen smartphone yang meyakini bahwa Windows Phone masih memiliki masa depan cerah dan berani mengembangkan smartphone berbasis Windows Phone adalah Acer. Acer telah memiliki pengalaman memproduksi smartphone berbasis Windows Phone, khususnya ketika masih versi 7 dan 7.5. Meskipun sempat diisukan akan menjual divisi smartphone berbasis Windows Phone, toh nyatanya Acer masih menelurkan produk baru berbasis Windows Phone. Dan kali ini produknya adalah Acer Liquid M220 yang diperkuat sistem operasi Windows 8.1.

Saya beruntung bisa menjajal Acer Liquid M220 tersebut dan di posting ini saya akan memberikan review singkat. Berhubung saya baru menjajalnya beberapa hari saja, mungkin akan ada beberapa hal yang terlewat. Jangan khawatir, seperti review saya pada produk-produk yang lain, umumnya akan ada tambahan-tambahan informasi atau tips dan trik yang akan saya posting setelah review ini.

Acer Liquid M220 adalah smartphone berukuran kecil, layarnya 4 inch, dan harganya sangat terjangkau, Rp 700.000,- an saja. Namun bila Anda melihat penampakan body-nya, smartphone ini seolah memiliki harga di atas 1 jutaan. Maklum desain body dan material yang digunakan cukup bagus, bagian belakang Acer Liquid M220 juga memiliki pola kotak-kotak yang unik.

Acer Liquid M220

Acer Liquid M220

Untuk keperluan memasukkan SIM Card, bagian belakang cover Liquid M220 relatif mudah dibuka tapi itu tidak berarti bagian belakang tersebut longgar karena bila ditutup ternyata tetap kencang. Seperti trend smartphone yang beredar saat ini, Acer Liquid M220 juga mendukung dual SIM Card dan keduanya bisa diaktifkan untuk paket data (tapi hanya satu yang aktif di suatu saat tertentu).

Uniknya, kedua tempat SIM card tidak berukuran sama karena yang pertama memiliki ukuran mini SIM sedangkan yang kedua micro SIM. Artinya bila Anda hendak memasang dua SIM card, Anda harus memutuskan sejak awal mana yang akan menjadi SIM pertama dan mana yang akan menjadi SIM kedua. Menukar posisi kedua SIM tersebut akan menimbulkan sedikit masalah karena perbedaan ukuran tadi.

Setelah SIM card dan baterai terpasang, kini saatnya menghidupkan smartphone ini. Tombol power dan volume semua terletak di sisi kanan. Kedua tombol ini relatif tidak menonjol keluar sehingga terkadang sulit diraba saat hendak dipencet, khususnya bila dioperasikan dengan satu tangan. Namun mungkin kelebihannya adalah relatif tidak mudah terpencet secara tidak sengaja, misalnya ketika disimpan di dalam tas dan bercampur dengan barang-barang lain.

Acer Liquid M220 memang menyenangkan dioperasikan dengan satu tangan berhubung ukuran layarnya yang hanya 4 inchi dan bobotnya yang hanya 119 gram. Hanya saja yang sedikit menjadi ganjalan adalah layar TFT-nya yang bila dilihat agak miring, warnanya menjadi berubah dan relatif tidak jelas. Selain itu sensitivitasnya juga sedikit kurang.

Secara default, tile Windows Phone yang memperkuat Acer Liquid M220 ini terdiri atas 2 kolom tile besar namun jangan khawatir karena Anda bisa mengubahnya menjadi 3 kolom tile besar. Dan sudah jelas, pasti bisa dibuat tembus pandang agar wallpaper di belakangnya menjadi terlihat.

Acer Liquid M220

Acer Liquid M220

Acer Liquid M220 diperkuat baterai berukuran 1300 mAh dan untuk smartphone berukuran layar 4 inchi, daya segitu sudah sangat mencukupi. Ketika saya pakai, pasokan daya baterai bisa tahan satu hari penuh bahkan lebih, dengan catatan untuk pemakaian normal ya, tidak “dipaksa” main game atau internetan terus menerus. Waktu yang dibutuhkan untuk ngecharge juga relatif singkat, 70-90 menit saja.

Speakernya meskipun tidak bisa dibilang istimewa tapi tidak mengecewakan. Suaranya cukup kencang dan relatif jernih.

Kameranya ada? Wah jelas ada. Depan belakang pula. Meskipun kamera belakang hanya memiliki resolusi 5 MP dan kamera depan 2 MP, namun untuk smartphone dengan harga kurang daripada 1 juta, hal tersebut sudah merupakan kemewahan. Bahkan kamera belakangnya sudah diperlengkapi dengan LED Flash pula. Hasilnya juga tidak mengecewakan loh. Ini ada contoh foto selfie saya yang diambil dengan kamera depan dan foto saat saya makan malam di warung tenda, saat pengambilan foto LED Flash aktif.

Acer Liquid M220

Sedikit catatan yang hendak saya beberkan, ketika Acer Liquid M220 ini saya pasangi kartu XL, smartphone ini menjadi sering hang dan bahkan dalam beberapa kesempatan menjadi sangat panas. Sangat mungkin penyebabnya adalah kartu SIM XL yang saya gunakan tersebut bisa dengan mudah dilepas dari bingkainya hingga menjadi micro bahkan nano SIM. Ketika saya ganti dengan kartu Indosat M3 yang secara fisik utuh, tidak bisa dilepas menjadi micro dan nano, masalah hilang.

Nah, saya tidak tahu apakah bila menggunakan kartu XL yang utuh, masalah hang dan panas tetap terjadi atau tidak. Barangkali mungkin ada yang memiliki pengalaman serupa? Mohon bercerita di bagian komentar.

Sekian review singkat Acer Liquid M220, saya janji nanti bakal ada post lagi tentang smartphone ini atau tentang Windows Phone.

Oppo Meluncurkan Produk Baru

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Hari Kamis 27 Agustus 2015 yang lalu saya diundang untuk menghadiri launching produk baru OPPO dalam rangkaian acara “Fashion, Young, and Innovative Experience Tour”. Meskipun diadakan di Semarang, tentu kesempatan ini tidak boleh saya lewatkan. Yogya-Semarang juga relatif mudah dijangkau, naik Joglosemar juga relatif tidak terlalu mahal.

Acara pertama adalah jamuan makan siang dan di sana saya bertemu dengan beberapa orang teman blogger Semarang. Setelah dijamu makan siang, ada sedikit penjelasan tentang produk terbaru OPPO dan setelah itu kami diajak ke galeri OPPO untuk melihat langsung produk tersebut. Cuma sayangnya gak ada bagi-bagi gadget, hehehe. #kode (ngacir)

Berhubung kesempatan untuk menjajal produk terbaru tersebut tidak terlalu leluasa, maka pada posting ini saya sarikan saja penjelasan tentang produk terbaru OPPO dari siaran pers mereka. Inilah dia.

Produk terbaru yang diluncurkan adalah OPPO Mirror 5 dan OPPO R7 Lite. Mirror 5 & R7 Lite menjadi unggulan OPPO untuk kategori Valuably Impressive Phone (VIP). Mirror 5 mulai dipasarkan semenjak diperkenalkan ke publik pada 19 Agustus 2015 dengan harga Rp. 2.999.000,- sedangkan R7 Lite akan tersedia pada bulan September 2015 dengan harga Rp. 3.999.000,-

 

Mirror 5

Mengadaptasi teknik UV embossing R1X, Mirror 5 membawa keunikan desain potongan berlian yang sama dengan pendahulunya untuk meninggalkan kesan mewah pada eksterior smartphone. Layar 5 inci yang disematkan pun bertujuan untuk memberikan rasa nyaman ketika menggenggam smartphone.

OPPO Mirror 5

Tidak hanya membawa desain yang cantik, Mirror 5 juga memiliki spesifikasi yang mumpuni. Dilengkapi dengan “otak” dari Qualcomm Snapdragon Quadcore  1,2 Ghz serta 2GB RAM dan 16GB ROM, Mirror 5 menawarkan performa yang cepat dan mulus ketika membuka aplikasi. Mirror 5 juga memberikan dukungan dengan MicroSD hingga 128GB untuk memperbesar ruang penyimpanannya.

Mirror 5 mengusung sistem operasi khas OPPO terbaru, yaitu ColorOS 2.1 berbasis Android 5.1 Lollipop untuk menjanjikan sistem operasi yang cepat, hemat, dan mudah digunakan. Seperti pendahulunya pada seri Mirror, Mirror 5 membawa fitur remote control yang sangat responsif. Dengan fitur ini, konsumen dapat mengatur berbagai macam peralatan elektronik hanya dalam gengaman sebuah perangkat smartphone. Fungsi remote control ini juga didukung dengan online update untuk menjamin kompatibilitas Mirror 5 dengan perangkat elektronik lainnya,

Untuk segi pengambilan gambar, Mirror 5 dipersenjatai oleh kamera utama sebesar 8MP dan kamera depan sebesar 5MP, serta diperkuat oleh sistem pemrosesan gambar khas OPPO, Pure Image 2.0+, yang mampu menghasilkan kualitas pengambilan gambar Ultra HD.

Tersedia dalam 2 warna, putih dan biru, Mirror 5 siap dipasarkan semenjak diperkenalkan resmi pada 19 Agustus 2015 dan dilepas dengan harga yang kompetitif sebesar Rp. 2.999.000.-

 

R7 Lite

Selain memperkenalkan Mirror 5, OPPO juga membawa lini terbaru dari keluarga R7, yaitu R7 Lite. Berbalutkan full metal unibody, R7 Lite memiliki kesan tangguh yang sama dengan pendahulunya. Seri terbaru ini juga mengusung keunggulan desain dengan layar lengkung 2.5D dan pengunaan materi metal lebih dari 92%.

OPPO R7 Lite

Sama seperti Mirror 5, R7 Lite membawa sistem operasi terbaru OPPO yaitu ColorOS 2.1 berbasis android Lollipop 5.1., serta spesifikasi yang mumpuni dengan prosesor 8 inti Qualcomm Snapdragon 615 untuk menjaga performa tinggi smartphone.

R7 lite juga dilengkapi dengan kamera utama 13MP dan kamera depan 8MP, sistem penyimpanan 2GB RAM dan 16GB ROM yang dapat diperluas hingga 128GB dengan menggunakan MicroSD, serta mendukung Jaringan 4G LTE 900/1800Mhz. Untuk menunjang kesehariannya, R7 lite dilengkapi baterai sebesar 2320 mAH.

R7 Lite akan dilepas di pasaran Indonesia dengan harga Rp. 3.999.000,- dan diperkirakan akan dipasarkan pada September 2015 nanti.

 

Nah, itu saja yang bisa saya ceritakan. Doakan saja mudah-mudahan kelak saya juga bisa mereviewnya di blog ini. (upss)

Layanan Smartfren 4G LTE Hadir di Yogyakarta

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Pengguna layanan mobile di Yogyakarta bakal makin dimanjakan dengan hadirnya layanan 4G LTE yang dihadirkan oleh Smartfren. Smartfren memiliki basis pelanggan yang cukup besar di Yogyakarta sejak saat masih bernama Fren dengan layanan CDMA-nya. Saya sendiri dulu juga termasuk pelanggannya sebelum berhenti karena hape CDMA saya sakit-sakitan dan akhirnya tewas. :(

Ketika mendapatkan undangan untuk menjajal layanan 4G LTE smartfren ini pada tanggal 26 Agustus lalu, tentu saja saya tidak menolak. Saya pikir ini kesempatan untuk menjajal kemampuan LTE yang ada di Zenfone 2 saya. Tapi ternyata hal tersebut tidak pernah kesampaian. Bukan, bukan karena saya tidak jadi hadir, melainkan karena saya tidak perlu membuka casing Zenfone 2 saya untuk memasukkan SIM Smartfren. Pasalnya, pihak Smartfren memberikan sebuah Andromax Q untuk menjajal kekuatan sinyal 4G LTE Smartfren tersebut. Betul, Anda tidak salah baca, diberi, bukan dipinjami, hehe. (evilsmirk)

Singkat kata, saya diajak menyusuri kota Yogyakarta untuk mencoba kekuatan sinyal Smartfren. Hasilnya cukup menakjubkan.

Di sepanjang perjalanan, teks LTE yang menghiasi bagian kanan atas hape Andromax Q tak pernah berubah menjadi 3G, meski tak selalu full. Artinya, sinyal 4G LTE Smartfren relatif sudah menjangkau banyak tempat di Yogyakarta. Bisa dibilang, area di dalam Ring Road Yogyakarta sudah 100% tercover.

Gambar berikut menunjukkan area yang sudah tercover layanan 4G LTE Smartfren.

4G LTE Smartfren

Maaf, posisi duduk saya tidak strategis, jadi ya gitu deh hasilnya. Namun setidaknya sudah bisa memberikan gambaran.

Ketika dites dengan aplikasi SpeedTest, kecepatan yang ditawarkan oleh Smartfren tidak mengecewakan. Selalu di atas 5 Mbps. Rekor saya adalah 27 Mbps sedangkan rekan seperjalanan saya saat itu ada yang mencapai 40an Mbps. Sedikit disayangkan, bila memasuki gedung, angka-angka itu langsung drop meskipun masih sangat memadai.

4G LTE Smartfren Speedtest

Selain SpeedTest, salah satu bukti lain yang menunjukkan bahwa kecepatan internet Smartfren benar-benar top adalah nonton YouTube tanpa baper …. Eh buffer. (lol)

Sedikit menyinggung soal Andromax Q, jujur sejujurnya, yang bisa diandalkan dari gadget tersebut hanyalah dukungannya terhadap LTE. Beberapa kali saya mengalami lag ketika menggunakan hape tersebut, layar sentuhnya kurang sensitif, hasil potretnya juga tidak istimewa. Yach, bagaimanapun, Smartfren memang lebih condong ke arah layanan operator. Namun ada sedikit bocoran nih, tak lama lagi Smartfren akan meluncurkan produk gadget yang lebih premium. Kita nantikan saja.

eMahad Free Online Programs for Traditional Islamic Learning for Women

Business Software in the Cloud 1

eMahad Free Online Programs for Traditional Islamic Learning for Women

Online Traditional Islamic Learning Program for Women (English)

eMahad is offering an Online Traditional Islamic Learning Program in English language covering in depth study of Quran, Hadith, Fiqh, Usul al Fiqh, Arabic Grammar and Language. The program will be taught by teachers from different parts of the world who have studied traditional Islamic disciplines from countries including South Africa, UK, US and Pakistan. All teachers are senior students of Shaykh Zulfiqar Ahmad Naqshabandi (db).

The classes will be conducted in English with no reliance on Urdu language, through state-of-the-art paid online classroom software. The program is conducted free of cost.

Duration: 4 + 1 years
Language: English/Arabic
Class Schedule: Monday to Thursday 11:30 pm to 1:45 am (Pakistan), 6:30 pm to 8:45 pm (GMT), 10:30 pm to 12:45 am (UAE), 8:30 pm to 10:45 pm (South Africa), 9:30 to 11:45 (KSA), 2:30 pm to 4:45 pm (EST)
Total workload per week: 9 hours + Practice/Takrar Sessions + Individual Study

InshaAllah the Classes will start from 31st August, 2015.

Frequently Asked Questions

 

1: I only understand basic Urdu and I am more comfortable in English which program should I join?

Ans: There will be two separate Online Traditional Islamic Learning programs run for women, one in English and one in Urdu. In the English Program, all lectures delivered and all texts used will be in English or in Arabic. In both programs, a strong focus will be on learning Arabic in the initial years.
Examinations will be conducted in the respective languages of the programs.

2: What is the fee for this course?
Ans: The course is run for free.

3: How will I get the books/texts?

Ans: We will try to arrange soft-copies/scanned versions of all books that will be taught during the program. Those of you are based in countries where books are available would be encouraged to purchase their own book set.

4: Which curriculum will be followed?
Ans: A five year curriculum is designed based on the curriculum of Wifaq ul Madaris al- Arabiya Pakistan’s curriculum. Our curriculum has some additional features to cater to the needs of our global audience. The subjects covered include Quran, hadith, fiqh, usul al fiqh, Arabic language and grammar.

5: How are the examinations conducted?
Ans: Internal examinations by eMahad will be conducted during the year and also final examination will be conducted online.
Those of you who can visit our parent institution Mahad al Faqir al Islami in Jhang, Pakistan or at our affiliated institutes in different parts of the world will be asked to sit for onsite exams conducted by eMahad.

6: Can I give Wifaqul Madaris al Arabiya Examinations?
Ans: As per the rules of Wifaqul Madaris al Arabiya the students who study the program online are not allowed to sit in the exams conducted by the body.

7: What degree will I receive by the end of the course?
Ans: By the end of the course, Mahad al-Faqir al-Islami, Jhang will issue you a degree.

8: How are the classes going to be conducted?
Ans: Classes will be conducted online through state-of-the-art classroom software.

9: Will I have access to recordings if I miss any class?
Ans: Yes, recordings will be made available after every class.

10: Do I have takraar/practice sessions in addition to the teaching sessions?
Ans: Yes, there will be 2-3 hours of takraar/practice sessions per week.

11: How much weekly workload should I expect in total?
Ans: Initially for the first 6 months, the total workload will be around 10-12 hours per week.

EBA Internship 2015-2016

Business Software in the Cloud 1

EBA Internship 2015-2016

EBA Internship Program aims at matching top performing students with cutting-edge companies for JOB OPPORTUNITY.

EBA Internship Program 2015-2016

Info session: http://www.slideshare.net/ceefour/eba-internship-program-20152016

 

1. INTERNSHIP PROGRAM

There are two types of internship programs. Details will be explained in info-session.

 

EBA Internship

EBA Master Internship

 Internship process  EBA Internship 2015

EBAmasterInternshipFlow

 Conditions
  • 3rd year undergraduate students and above.
  • Master students and Ph. D. students is preferable. 
  • Business experience is a plus
 Pre-selection process
  • Application screening
  • Logical communication test
  • Interview (tentatively)
  • Application screening
  • Logical communication test
  • Academic research presentation and interview
    (Interviewer: Academic advisors, EBA coordinator, company representative)

 

2. INTERNSHIP PROCESS

VIRTUAL INTERNSHIP

ONSITE INTERNSHIP

scenario_virtual_en scenario_onsite
A practical learning opportunity that students complete tasks assigned by company supervisors and interact via online communication (videoconference, e-mail). A hands-on experience in real international work environment where students have opportunity to present their internship outcome to the top management of company.

 

3. PARTICIPATING COMPANIES & TENTATIVE SCHEDULE

  NTT Data Co., Ltd. Weathernews Inc.  NEC Co., Ltd. KDDI Co., Ltd.
Field of Internship: Smart community by cloud technology IT, Engineer, Marketing, Meteorology Market Research or business model proposal Mobile data application analysis
Company’s website NTT Data Weathernews  NEC  KDDI
Application deadline Application is not opened yet. 2015/09/30 (23:59 JST) 2015/09/30 (23:59 JST) 2015/09/30 (23:59 JST)
Available positionsfor onsite internship  1-2 students  around 5(To be confirmed)  1-2 students  1 student
Type of internship EBA internship EBA internship  EBA Master Internship EBA Master Internship
Preferred skills
  • Computer Network, LINUX,
  • Web application development skills
  • Logical thinking
  • Self-standing (work under minimum guidance)
  • IT intern: FreeBSD, Perl, C, C++, HTML5, CSS3, JavaScript, UNIX platform, Creativity
  • Marketing intern: Problem solving, Business model, Creativity
  • Meteorological intern: To be confirmed
  • Research & analysis skills, Logical thinking/writing
  • Business planning skill
  • Knowledge of energy related business or solutions, Cloud, Big Data
  • PowerPoint presentation skill
  • Japanese-level: daily life communication
  • Knowledge of TCP / IP
  • Programming skills C++, Perl, RUBY, or Java (more than one is desired.)
Virtual internship: To be confirmed 2015/11~12(To be confirmed) 2015/11~12
(To be confirmed)
2015/11
Onsite internship in Japan* To be confirmed 2016/01~02 or 2016/06~08(To be confirmed) 2015/11 and/or2016/01~02
(To be confirmed)
2016/01~02

Notes:

  • * =Schedule to be confirmed with companies and selected students
  • Main language used in this internship: ENGLISH

4. ELIGIBILITY

  • Students from partnering universities of  EBA Consortium and SOI Asia Project who are expecting to graduate in 2016 or before March 2017 (Students, who already graduated, are also welcome).
  • Interested in full-time job opportunity in Japan after graduation

5. HOW TO APPLY

Submit the following documents to eba.internship[at]gmail.com

  • Download form>>EBA2015-internship-application
  • Copy of transcript
  • Resume
  • Copy of English Proficiency test score (e.g. TOEFL, IELTS, TOEIC or others) (If any)
  • Recommendation letter from faculty members

6. FINANCIAL SUPPORTS [To be determined]

  • Two-way air ticket, accommodation, and travel insurance (only for official EBA activities) will be provided to successful internship candidates.
  • Other excluded expenses: 200-250 USD (weekly)
    • Daily meals and local transportation
    • Social and entertainment
    • Visa fee & Visa processing fee

 

7. INFO-SESSION

Brief introduction of internship program, overview of company, and internship assignment presented by EBA coordinator.

See http://www.slideshare.net/ceefour/eba-internship-program-20152016

 

Any questions, please contact eba-internship-group@keio.jp

Prototype Day Agustus 2015: Telkomsel Digital Art Week

Business Software in the Cloud 1

Prototype Day Agustus 2015: Telkomsel Digital Art Week

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) dan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan:

Prototype Day Agustus 2015

dengan tema:

Telkomsel Digital Art Week

29 Agustus - 5 September 2015. Pukul 09.00-16.00.

Tempat: Digilife Dago, Jl. Ir. H. Juanda No. 8

Exhibition:

  • Oculus Sribaduga. Bayu Widagdo, M.Ds - FSRD ITB.
  • Storytelling Lip Motion. Viananda Andrias M.Ds - FSRD ITB.
  • Bandung Smart Transportation System. STEI ITB.
  • Lumen Robot Friend. STEI ITB.
  • CCA (Cimahi Creative Association)
  • Film Salman
  • Smart Campus
  • Aplikasi Game Chatrine

Talkshow

  • Sabtu, 29 Agustus 2015. Language & Technology oleh Susanto, SS, M.Hum, MA, Ph.D.
  • Senin, 31 Agustus 2015. Ir. Budi Rahardjo, M.Sc., Ph.D. Dr. Marisa Paryasto. Kampoong Monster. Dycode. Cyberlabs. Cybreed. Tinker Games.
  • Selasa, 1 September 2015. CCA (Cimahi Creative Association).
  • Kamis-Jumat, 3-4 September 2015. Workshop Mobile Game Developer oleh Indismart.
  • Sabtu, 5 September 2015. Workshop Fun Blogging oleh Sinta Ries.

More info contact: Wuri Cahya - 081233158589.

Pengemudi Ojek Berbasis Aplikasi yang Akhirnya Tertular Penyakit Ojek Pangkalan

Okto SiLaban Okto Silaban

[Ilustrasi: Justin Poliachik – justinpoliachik | flickr.com]
Beberapa waktu lalu banyak kita dengar cerita pengemudi Gojek yang menjadi korban kekerasan dari ojek pangkalan. Pasalnya sederhana, ojek pangkalan tidak terima Gojek mengambil penumpang di “wilayah mereka”.

Banyak masyarakat yang bersimpati dengan pengemudi Gojek. Menurut sebagian orang kelakukan ojek pangkalan itu tidak pantas. “Cari makan ya harusnya adil aja, tidak perlu mengaku-ngaku sebagai penguasa wilayah tertentu. Suka-suka konsumen mau menggunakan yang mana.” Kira-kira begitu pendapat mereka.

Sampai hari ini beberapa daerah dipasangi spanduk oleh pengemudi ojek pangkalan. Isi spanduknya jelas, melarang Gojek beroperasi di wilayah tersebut. Salah satu yang cukup terkenal di daerah Apartemen Kalibata City, Jakarta. Tidak bisa dipungkiri kalau itu salah satu bentuk intimidasi terhadap ojek berbasis aplikasi.

Nah, dalam tulisan saya sebelum ini, saya mengulas bagaimana dugaan saya mengenai fase perubahan ojek berbasis aplikasi (Gojek dan GrabBike) secara sosial. Ternyata bukan isapan jempol. Salah satu dugaan saya itu sudah terjadi.

Kejadiannya di area seputar salah satu apartemen di daerah Jakarta Barat. Awalnya hanya pengemudi Gojek yang mangkal disitu. Lama kelamaan mulai ramai pengemudi GrabBike. Nah karena promosi GrabBike hanya Rp 5.000 (dibanding Gojek yang 15.000), akhirnya lambat laun penghuni apartemen memilih Grab Bike.

Dulu penghuni apartemen keluar pintu belok kanan (tempat pengemudi Gojek mangkal), belakangan hampir semua belok kiri (tempat pengemudi Grab Bike mangkal). Pengemudi Gojek pun cemburu. Akhirnya salah satu dari mereka ada yang mendatangi pengemudi Grab Bike yang mangkal. Meminta agar mereka tidak lagi mangkal di situ. Ujung-ujungnya ribut, hingga berkelahi. Untung ada satpam, sehingga berhasil dilerai. Kalah jumlah, akhirnya salah satu kelompok pindah mangkal ke area menara apartemen yang lain.

Jadi, kalau dulu pengemudi Gojek diintimidasi oleh ojek pangkalan, ternyata sebagian dari mereka sudah belajar dari situ, gimana cara mengintimidasi pengojek lainnya.

Taksi

Kejadian seperti ini tidak hanya di urusan ojek sih. Di dunia taksi juga sama. Banyak titik-titik yang sudah “dikuasai” kelompok pengemudi taksi tertentu.

Salah satu contohnya, sudah jadi rahasia umum kalau nunggu kita tidak akan berhasil naik taksi Blue Bird di salah satu area dekat gerbang keluar tol Pasteur, Bandung. Pengemudi burung biru ini tidak ada yang berani ambil penumpang di situ. Karena di area itu sudah banyak nangkring taksi lokal. Cerita-cerita dari sopir sih, kadang dipukuli kalau sampai berani ngambil penumpang di daerah situ.

Yang jelas penularan penyakit seperti ini harus dicegah. Apalagi mengingat jumlah pengemudi ojek berbasis aplikasi ini sudah di sekitar angka ratus ribuan. Kalau sempat banyak yang tertular, terlalu sulit untuk mengobatinya.

Amazon Underground yang Aneh

Okto SiLaban Okto Silaban

Internet sedang ramai dengan Amazon Underground. Ini proyek baru dari Amazon.com (raksasa e-commerce dan cloud services).

Selama ini kan banyak aplikasi yang berlabel “gratis”, tapi kenyataannya di dalamnya penuh dengan fitur-fitur, virtual item, dsb-nya yang harus dibeli. Istilah kerennya “In-app purchase – IAP”. Di Amazon Underground ini, kita (pengguna Android) bisa mengunduh aplikasi yang benar-benar gratis 100%. Amazon sudah bekerjasama dengan banyak pengembang untuk memungkinkan hal ini terjadi. Singkatnya, sebagai ganti IAP, Amazon membayar ke pengembanga aplikasi untuk waktu yang digunakan pengguna. Jangan khawatir, yang bayar Amazon kok, bukan kita.

Untuk bisa mengunduh aplikasi “Actually Free” ini tidak bisa via Google Playstore. Jadi kita harus download Amazon Underground. Dan itulah yang saya lakukan. Link downloadnya ada di: http://amazon.com/underground.

Setelah selesai instalasi, saya melihat daftar aplikasi gratis di aplikasi Amazon Underground ini. Game “Cut the Rope” ada di situ, berlabel “Actually Free”. Saya klik. Tapi yang keluar malah pesan agar saya memperbaharui Amazon App ke Amazon Underground. Ini aneh, karena tadi yang saya download kan Amazon Underground. Hmm.

Saya coba klik “Update Now”. Tapi makin aneh, yang keluar malah pesan kalau saya tidak dapat memasang aplikasi ini karena batasan geografis yang dilakukan Amazon.


Loh, ada batasan toh? Saya kepingin tahu apa batasannya, jadi saya masuk saya ke link “Why?” itu. Setelah saya baca, makin aneh lagi, ternyata di daftar negara yang boleh menginstal aplikasi ini, ada Indonesia. Lah, kok?

Fase Pengemudi Gojek (dan GrabBike) Berikutnya

Okto SiLaban Okto Silaban

[Ilustrasi: Convention In Session, 3Am – Clark Demonstration | pond5.com]
Beberapa hari lalu saya menggunakan jasa Gojek. Pengemudinya bercerita, ada salah satu pengemudi Gojek meninggal saat membelikan pesanan seorang pelanggan. Bukan karena apa-apa, tapi memang karena sakit. Kurang jelas, sakit jantung atau “angin duduk”.

Kabar meninggalnya pengemudi ini menyebar dengan cepat di grup-grup Whatsapp para pengemudi Gojek. Dan akhirnya banyak yang datang melayat. “Kita mah pada gak kenal, Mas. Tapi ya, kita ngerasa sesama sodara aja gitu sesama pengemudi Gojek”, begitu ujar pria yang pernah bekerja sebagai staff di salah satu hotel top di Jakarta ini.

Di lain waktu, saya pernah ngobrol dengan pengemudi Gojek. Cerita soal ojek pangkalan yang menentang keberadaan Gojek, bahkan kadang sampai melakukan kekerasan kepada pengemudi Gojek. Pria muda ini lalu mengatakan, “Kita sih Mas sebenarnya bisa aja balas. Kaya yang di Sawangan itu. Sekarang gini aja, Mas, mereka yang di pangkalan itu cuma berapa orang sih? Lagian mereka kan mangkal di situ terus, kita kalau mau balas serang, gampang nyari mereka. Lagian jelas banyakan kita. Ribuan orang juga bisa kita gerakin. Mereka malah susah kan bales kita. Lah wong kita tersebar kok. Ya, gak Mas?”

Tak lama kemudian saya membaca di media online, ada konvoi ribuan pengemudi Gojek untuk mengantarkan jenazah salah satu pengemudi Gojek yang meninggal karena kecelakaan. Alasannya karena solidaritas sesama pengemudi Gojek.

Dari satu sisi, yang saya lihat belakangan ini baru jadi semacam “unjuk kekuatan” yang tidak disengaja.  Berkumpul bersama, demi solidaritas. Tapi bisa jadi belakangan, setelah sadar mereka punya kekuatan, akhirnya berubah jadi “unjuk kekuatan” beneran. Dan seperti yang dikhawatirkan beberapa pengamat di dunia online, bukan tidak mungkin nantinya ada organisasi yang merangkul mereka, atau justru mereka membuat organisasi sendiri.

Lalu bagaimana dengan GrabBike? Bisa jadi sama. Urusan cari duit di jalanan itu sejak dulu memang keras. Jika sudah semakin besar, mungkin pengemudi GrabBike dan Gojek awalnya bersatu. Mereka “unjuk kekuatan” dulu ke ojek-pangkalan yang nyata-nyata menolak keras keberadaan mereka. Fase berikutnya, di antara mereka sendiri bisa terjadi pergesekan.

Lalu muncul lah elemen berikutnya. Serikat buruh.

Di sini semakin rumit. Karena pengemudi Gojek dan GrabBike bukanlah karyawan dari Gojek ataupun GrabBike. Mereka semua pekerja lepas. Membuat serikat buruh seperti layaknya di perusahaan-perusahaan manufacturing itu mungkin bakal membutuhkan format dan kerangka aturan yang berbeda. (Disclaimer: saya bukan ahli hukum) Bisa jadi akhirnya mereka akan mulai menuntut berbagai hal.

Seperti kumpulan massa dalam format dan alasan apapun, jika tidak hati-hati bisa jadi suatu saat mereka ditunggangi kepentingan tertentu. Mudah-mudahan Gojek (ataupun GrabBike) sudah siap dengan kemungkinan ini.

Pendaftaran Sekolah Pranikah Salman Angkatan 25 sudah Dibuka

Business Software in the Cloud 1

Pendaftaran Sekolah Pranikah Salman Angkatan 25 sudah Dibuka

Pendaftaran Sekolah Pranikah Salman angkatan 25 sudah dibuka...
Jadwal setiap hari Minggu, pukul 13.00-15.00

Syarat Pendaftaran

  1. Berusia 18+
  2. Mengisi form pendaftaran
  3. Membayar min. uang pendaftaran (100.000) dari total biaya 450.000
  4. Menyerahkan pas foto ukuran 2x3 1 lembar

Datang langsung ya ke Bidang dakwah Salman itb lt 1 gd kayu di jam kerja,

Senin-Jumat 08.00-16.00,
Sabtu 08.00-14.00

:( belum bisa datang langsung dijam kerja?
bisa daftar via sms dulu kok :) dengan format dibawah ini,

Spn 25_nama lengkap_no kontak

Pengisian form pendaftaran bisa dilakukan di hari H dan untuk biaya pendaftarannya bisa transfer ke:

Bank Muamalat
No rek. 1020013364
A.n Liliana Putri Wijayanti
Foto bukti transfer dan pendaftaran kirimkan via wa/sms/mms ke no 081394643729

Kuota terbatas :)

Program BISA Angkatan 17: Belajar bahasa Arab seru dan menyenangkan dalam genggaman HP Anda!

Business Software in the Cloud 1

Program BISA Angkatan 17: Belajar bahasa Arab seru dan menyenangkan dalam genggaman HP Anda!

Info Pendaftaran Program BISA Angkatan 17 

Silahkan sebarkan info berikut untuk #IndonesiaMelekBahasaArab

Masih berfikir kalau bahasa Arab itu sulit? Masih beralasan sibuk atau tempat belajar bahasa Arabnya kejauhan? Di BISA, insya Allah Anda bisa belajar bahasa Arab seru dan menyenangkan dalam genggaman HP Anda! 

Mari bergabung dengan komunitas pembelajar bahasa Arab terbesar di Indonesia dengan lebih dari 15.000 peserta dari berbagai negara telah bergabung! 2 bulan melek bahasa Arab insya Allah! 

======================

Alhamdulillah sejauh ini program BISA telah meluluskan lebih dari 6000 peserta dalam dan luar negeri, dari aceh hingga papua, dari australia hingga finlandia. Dari remaja berusia 18 tahun hingga kakek nenek berusia 77 tahun. Dari petani dan pedagang hingga dokter, doktor, dan Profesor.

Insya Allah angkatan 17 akan belajar dari:

30 Agustus 2015 sampai 18 Oktober 2015

Pembelajaran akan dilakukan selama 8 pekan (2 bulan) dimana tiap hari Minggu pukul 16.00-17.30 WIB akan diselenggarakan muhadharah (pelajaran) via whatsApp yang wajib dihadiri oleh seluruh peserta (kecuali ada udzur).

Tujuan Program

  1. Peserta mampu memahami dasar-dasar bahasa Arab (Ilmu Sharaf)
  2. Peserta mampu memahami perubahan kata (Kata Kerja, Kata Benda)
  3. Peserta mampu memahami perubahan kata dalam Al Qur’an
  4. Peserta mampu mencari arti kata di Kamus bahasa arab
  5. Peserta menghafal puluhan kata yang sering digunakan dalam Al Quran
  6. Peserta mampu menerapkan kaidah ilmu sharaf dalam memahami ayat Al Qur’an

Persyaratan Peserta

  1. Telah lancar membaca Al Quran
  2. Usia 17 tahun ke atas
  3. Memiliki hafalan surat-surat pendek dan ayat-ayat populer dalam al quran

Persyaratan Teknis

  1. Memiliki smartphone yg bs menjalankan whatsapp
  2. Memiliki koneksi internet yang memadai
  3. Memiliki akun email dan terbiasa mengirim email dengan lampiran


Peraturan Belajar

  1. Wajib menghadiri muhadharah online rutin tiap pekan (Minggu Sore pukul 16.0-17.30) di whatsapp (boleh tidak hadir bila ada udzur).
  2. Wajib mengerjakan PR. Peserta yang sama sekali tidak mengerjakan PR pada pekan berjalan atau 3 PR dari beberapa pekan akan dikeluarkan atau di-drop out dari kelas. Setiap minggu akan ada 1 pr hafalan dan 1 pr tulisan. PR tulisan dikumpulkan melalui email. PR hafalan disetor ke grup whatsapp.


 Biaya: Gratis bagi yang belajar hingga tuntas 


Pendaftaran  dibuka dari Sabtu, 1 Agustus 2015 sampai  Rabu, 26 Agustus 2015 pukul 23.59 

 

 

CATATAN:

  1. Karena program ini gratis, bagi yang ingin ikut program ini, mohon berkomitmen untuk belajar sampai tuntas (2 bulan). Kami tekankan untuk tidak mendaftar bila hanya ingin coba-coba tanpa kesungguhan. Karena program ini sangat selektif dan ketat dalam menegakkan aturan drop out. 
  2. Tidak mengerjakan 2 tugas di pekan yang sama atau paling banyak 3 tugas di pekan yang berbeda-beda akan DIKELUARKAN dari kelas whatsApp
  3. Untuk peserta akhawat yang bersuami, mohon ijin terlebih dahulu dengan suaminya.

CARA MENDAFTAR

1. Berikan "Like" Fanpage Program BISA di www.facebook.com/programbisa

2. Unduh diktat dalam bentuk pdf:

https://archive.org/details/EbookIlmuSharafUntukPemulaCetakanKedua

Atau dalam bentuk aplikasi android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bisa.sharaf.ILMUSHARAF

3. Kirimkan bukti unduh diktat dalam bentuk screenshot atau foto dan format pendaftaran berikut:

Nama - Usia -  - Pekerjaan - Tempat Tinggal - Pengalaman Belajar Bahasa Arab - siap berkomitmen untuk menyelesaikan belajar di program BISA selama 8 pekan hingga tuntas. Bila mengundurkan diri atau dikeluarkan dari kelas (drop out) akan membayar infaq seikhlasnya-. 

Silahkan kirim data di atas ke via Whatsapp (tidak melayani telpon atau SMS):

089605626162 (KHUSUS IKHWAN) 

08122815152 (KHUSUS AKHAWAT)

TIDAK MELAMPIRKAN BUKTI UNDUH DIKTAT BERUPA SCREENSHOT ATAU FOTO MAKA PENDAFTARAN DITOLAK. 


Info pendaftaran dan persyaratan selengkapnya klik: http://www.programbisa.com/pendaftaran

70 tahun Indonesia Merdeka, Mari Berbahasa Inggris

Okto SiLaban Okto Silaban

[Foto: tania_huiny | Flickr.com]
Ini tulisan yang terlambat. Tapi lebih baik daripada tidak lah ya.

70 tahun Indonesia merdeka, seperti biasa komentar orang-orang masih sering “Ah.., apanya merdeka. Masih banyak yang gak beres, hukum kita, aparat kita, kebebasan beragama, pendidikan kesehatan, bla..bla..”.

Nah saya mau bahas di luar itu. Saya mau bahas urusan Bahasa Indonesia. Saya rasa kita paling banyak “dijajah” di sini. Dan saya rasa justru kita sendiri yang sengaja menjajah Bahasa Indonesia.

Saya kasih contoh beberapa.

Pernah ada salah satu pejabat pemerintah yang mengirimkan email ke sebuah komunitas lokal, dan memang sebagian besar isinya WNI. Isi emailnya pun memang ditujukan bagi WNI. Anehnya, isi emailnya ditulis dalam Bahasa Inggris. Jadi pejabat negara Indonesia, mengirimkan email ke warga negara Indonesia, untuk hal-hal yang berlaku bagi warga negara Indonesia, tapi dalam Bahasa Inggris.

Di lain waktu, saya pernah menonton konser salah satu artis nasional (yang sangat ngebet go-international), saya rasa anda mungkin tahu siapa yang saya maksud. Acara ini digelar di Monas, dan penontonnya saya rasa 99% WNI.

Di sela-sela lagunya, si artis ini memberikan pesan-pesan nasionalisme. Bagaimana kita harus menjaga persatuan, hidup dalam perbedaan, bangga dengan bangsa kita, bangga dengan pencapaian Indonesia, bangga dengan talenta-talenta dari Indonesia. Penutupnya, penyanyi ini mengatakan kalau kita harus bangga dengan bahasa persatuan kita, Bahasa Indonesia. Tapi semuanya itu disampaikan dalam Bahasa Inggris.

Lalu ada juga salah satu petinggi media ternama di Indonesia. Dalam salah satu tulisannya intinya dia menyesalkan kenapa orang Indonesia tidak bangga dengan Bahasa Indonesia. Suatu kemunduran dibanding jamannya dulu. Tapi tulisan itu ditulis dalam Bahasa Inggris.

Begitu juga di masyarakat.

Saya melihat anak-anak kecil berseliweran di mall-mall di Jakarta, di apartemen atau di kolam renang. Mereka kejar-kejaran, teriak-teriak, bercanda atau justru bertengkar dengan teman bermainnya, seperti anak-anak lain pada umumnya. Hanya saja mereka menggunakan Bahasa Inggris. Tapi hanya anak-anaknya saja. Orang tua mereka masih berbahasa Indonesia, kecuali ketika berbicara dengan anaknya.

Awalnya saya menduga mungkin karena mereka tinggal di luar negri dan sedang berkunjung ke Indonesia. Ternyata tidak. Mereka tidak pernah tinggal di luar negri. Hanya saja anak-anak itu disekolahkan di International School atau sejenis sekolah swasta biasa yang bahasa pengantarnya menggunakan Bahasa Inggris. Ada banyak sekali sekolah semacam ini, apalagi di Jakarta. Dan tidak jarang anak-anak ini ketika akhirnya tumbuh dewasa akhirnya sulit berbahasa Indonesia.

Dulu, istilah-istilah nasional pun dulu sepertinya sebisa mungkin diarahkan ke Bahasa Indonesia. ATM yang aslinya singkatan dari Automatic Teller Machine, disesuaikan jadi Anjungan Tunai Mandiri, misalnya. Kalau sekarang, istilah Car Free Day sepertinya sudah jadi istilah resmi. Contoh lainnya, “jalur busway”.

Di dunia startup juga sama. Startup yang didirikan oleh para pemuda Indonesia, dengan target market fokus ke Indonesia, entah mengapa antarmuka bahasanya justru menggunakan Bahasa Inggris.

Saya tahu, sebagian akan berargumentasi “Loh.. Sekarang ini era global bro. Lo harus fasih bahasa Inggris. What’s the problem with using English anyway? We are citizen of the world. Come on lah.., think global. Kalo lo mau maju, act like one, use English.”

Mungkin di Jepang dan Korea mereka mengikuti saran itu kali ya. Makanya Jepang dan Korea sangat maju.

Atau mungkin setelah 70 tahun merdeka, kita memutuskan menjadi seperti Singapura dan Malaysia saja ya? Secara de-facto menerima Bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari maupun resmi.

10 Tahun Qwords.com

RendyMaulana.com Rendy Maulana

Tanggal 24 Agustus 2005 merupakan hari awal dimana nama domain ini pertama kali diaktifkan, Hari ini 24 Agustus 2015 tepat 10 Tahun Qwords.com beroperasi.
Banyak hal yang kami lalui dan dilewati, total sudah melayani lebih dari 50ribu pelanggan dan memiliki 35ribu pelanggan aktif sampai saat ini, dan 120 orang staff lebih yang pernah bekerja pada perusahaan ini, dan mempertahankan staff yang terbaik sekitar 45 Orang sampai saat ini dari hasil seleksi lebih dari 3500 Pelamar yang masuk ke kami.

Kami belum jadi siapa-siapa, perjalanan masih panjang, dan jika flash back ke 10 Tahun lalu, saya hanyalah seorang mahasiswa tingkat dua di ITB berusia 18 Tahun, Impian saya saat itu hanyalah banyak orang bisa saya bantu untuk memiliki website yang mudah dan murah serta cepat diakses dari seluruh Dunia dengan dana pribadi saya yang tentunya minim sekali di kantong.

Tahun pertama dilewati dengan kegagalan demi kegagalan, tidak mudah untuk menjual sebuah web di Kota Bandung, kecuali menjual ke teman, dan lingkungan sekitar, Keliling kota Bandung naik turun angkot dan mengunjungi perusahaan-perusahaan sudah saya lalui di sela-sela Jam Istirahat kuliah saya yang padat dari jam 7-11 siang, dan 1-5 sore.

Tahun kedua dilewati dengan rasa cemas luar biasa akibat tidak mampu menangani banyaknya konsumen yang sudah harus mulai diperhatikan, tidak bisa melalui SMS dan Telepon saja, HP CDMA-FLEXI saya saat itu rajin sekali berdering, dan masa-masa Skripsi sudah didepan mata, untunglah ada 3 orang kawan yang baik hati memberikan saya saran untuk lebih fokus dan mencoba peruntungan di sini, sebut saja namanya Dede, Deni, dan Putra, ketiga orang ini cukup berpengaruh saat berdiskusi mengenai apa yang harus dilakukan ketika membuat sebuah kantor.

Tahun itu saya menyewa sebuah ruangan paviliun seluas 22 meter persegi, disebelah tempat saya Kost di Bandung. Dan mulailah saatnya Berkantor, setelah selama ini menggunakan alamat surat di Annex Building, School of Business & Management ITB, Jl.Ganesha no.10 Bandung 40132 pada kartu nama serta proposal, pindahlah kami ke alamat Jl.Cisitu Indah no.8 Bandung 40135, dan mulailah alamat ini dipublikasikan di website, dan bahkan brosur, dan kami mulai Rajin untuk ikut event dari kawan-kawan Blogger, lalu merekrut karyawan.

Tahun ketiga, mulailah saya terkagum-kagum melihat perkembangan Internet Indonesia dan mencoba merealisasikan apa yang ada dipikiran selama ini untuk meletakkan server di Indonesia. Pada tahun pertama sampai kedua belum sama sekali terpikir apakah kami harus meletakkan server di Indonesia atau tetap sewa di Luar Negeri, mengingat harga server di Indonesia saat itu masih cukup mahal, namun April 2008 adalah saat-saat dimana kami memulai meletakkan Server pertama kali di Indonesia, dan mulailah riset mengenai kemampuan proses data dan perbandingan server kami mulai. Saat itu kami menggunakan Processor E2200 dan 8GB RAM di Indonesia, jauh sekali dengan Xeon 3220 dan Ram 16GB yang biasa kami pergunakan di USA dan dengan hanya memiliki Bandwidth 100Mbps untuk Indonesia Internet Exchange dan OpenIXP, serta 256Kbps Shared Internet (ya, 256kbps), dan kami pindah kantor ke Jl.Cisitu Lama no.48 Bandung 40135 pada September 2008 karena Paviliun yang kami sewa akan dirubuhkan pada bulan berikutnya dan dibangun gedung kost bertingkat (yang pada kenyataannya baru dirubuhkan sekitar februari 2009)

Tahun keempat, mulailah server Indonesia kami bertambah, dan kami juga memiliki kantor di Jakarta pertama kali di Thamrin City, dahulu bernama JACC, alasan simple berkantor disana adalah, tidak ribet dengan kemacetan karena terletak di tengah kota dan memiliki nama yang baik, Jalan Thamrin Boulevard, tidak banyak yang tahu pada saat itu bahwa Jalan Thamrin Boulevard itu merupakan Jalan dibelakang Jalan Thamrin, bukan Jalan Thamrin utamanya, namun tetap disangka Jalan Thamrin 😀 *padahal kebon kacang*

Tahun Kelima, Bisnis mulai baik, Maret 2010 kami pindah ke Gedung Cyber, gedung yang penuh dengan ISP dan Data Center, merupakan tempat impian saya waktu dulu SMA untuk bekerja atau memiliki usaha di sini, sewalah kami sepetak ruangan kecil kepada seorang rekan berukuran sekitar 24 meter persegi, dan memulai banyak petualangan di sini. Pada Akhir tahun kami memutuskan untuk meletakkan server yang kami letakkan di server room milik perusahaan lain, ke server room milik kami, Istilahnya membuat Mini Data Center. Dan mulailah kami membentuk nama perusahaan ini secara resmi, dengan nama PT Qwords Company International pada Oktober 2010.

Tahun keenam, jumlah server kami semakin banyak, dan artinya kami memerlukan ruangan yang luas, kami mengakuisisi ruangan yang tadinya disewa seluruhnya oleh perusahaan kawan saya, dan kami pergunakan seluruhnya, bisnis kawan saya tadi berjalan tidak terlalu baik dan akhirnya gulung tikar, singkat cerita kami mengoperasikan ruangan server yang semula hanya berukuran 12 meter persegi, berubah menjadi 28 meter persegi, cukup banyak untuk menampung beberapa rack server.

Tahun ketujuh, bisnis semakin baik, kami membuka representasi di Singapura, pada April 2012, dengan nama Qwords Asia Pacific Pte Ltd, dan cukup membuat bisnis kami baik, beberapa perusahaan asing menunjuk kami sebagai Partner Resmi di Indonesia, dan ini cukup membuat kami bertahan dan membantu untuk memasarkan produk mereka. Dan kami membesarkan ruangan kantor kami di Cyber menjadi sekitar hampir 300 meter persegi, dan hampir 100 meter persegi kami pergunakan untuk ruangan server di Mini Data Center kami, Traffic yang kami layani saat itu masih sekitar 150Mbps, dan memiliki bandwidth Internasional hanya sekitar 20Mbps

Tahun kedelapan, tidak banyak yang kami lakukan selain memfokuskan diri menjadi Perusahaan Penyedia Hosting dan On Demand Dedicated Server Solution, Mulailah kami mendirikan PT Jejaring Cepat Indonesia dan membesarkan Brand Goldenfast.Net. Kami juga menggabungkan nomor telepon kami menjadi lebih mudah diingat di nomor 08041808888, lebih mudah bukan, daripada terlalu banyak nomor telepon 😀

Tahun kesembilan, mulailah kami untuk memperbaiki banyak hal, terutama dari perbaikan Sumber daya Manusia, dan menjalani pameran pertama kami di Luar negeri mempromosikan Usaha kami di Eropa, tepatnya di Jerman, Belanda, Belgia, dan Irlandia pada Maret 2014, dan juga menambah jumlah Cabang kami, Kami membuka Cabang di Yogyakarta pada JULI 2014, di Jl Perumnas No.89/299 Seturan, Sleman, Yogyakarta. Lokasi kami di Yogyakarta merupakan lokasi yang dekat dengan daerah Mahasiswa, sedikit banyak memberi semangat Startup kembali pada usia kami yang ke 9 saat itu, mirip sewaktu kami membuka awal di Cisitu Bandung. Dan tahun inilah kami meningkatkan kapasitas jaringan kami menjadi 3x1Gbps dan 155Mbps Bandwidth ke International langsung dari Tier-1 Internet.

Tahun kesepuluh, Kami akan segera membuka Cabang kami di Kota Surabaya, dengan alamat di Intiland Tower, 2nd Floor Suite #10B, Jl.Panglima Sudirman no.101-103, Surabaya, Ini merupakan kantor kami pertama di Indonesia Bagian Timur, saat ini sudah selesai kami setup dan Insyaallah Awal September 2015 ini akan diresmikan.
Tahun kesepuluh ini juga apabila tidak ada halangan kami akan membuka Research Center Pertama kami di Yogyakarta (Tempat sedang disiapkan, di seputaran Ring-Road Utara Yogya – direncanakan akan dibuka untuk umum pada tahun 2016) yang akan kami dedikasikan kepada pengembangan dunia Teknologi Pendidikan dan Internet di Indonesia, semoga rencana kami ini tidak ada halangan dan bisa menjadi kebaikan bagi yang menggunakan serta mendapatkan ilmunya.

Banyak sekali kekurangan bisnis kami ini, dan masih banyak sekali perbaikan yang harus kami lakukan serta tak lupa untuk membangun negeri Ini, dan Tanpa bantuan anda, kami tidak akan bisa sampai di sini.

10 Tahun yang bermakna bagi kami untuk Internet Indonesia yang lebih baik dan melayani anda dengan sepenuh hati.

Jakarta, 24 Agustus 2015
@rendy

Halaqah Intensif Pelatihan Shalat Khusyu' 3 hari 2 malam - Shalat Center Bandung

Business Software in the Cloud 1

Menemukan Khusyu' yang Hilang

◇◇◇ HADIRI & IKUTILAH ◇◇◇

          Halaqah Intensif 
       SHALAT KHUSYUK
           3 hari 2 malam 

               Bersama 
Team Shalat Center Bandung

       28 - 30 Agustus 2015
13.00 (jumat) - 11.00 (Minggu)

        Pondok Uzlah Cilaja 
  Jln. Arcamanik Sindanglaya   
            Km 4 Cilaja Hilir 
                Bandung 

                Investasi: 
          Rp 200.000 (All in)

           Kuota 30 orang

             Pendaftaran :
       s/d 26 Agustus 2015

✏___________
Cp : 0823 1717 2017
FB : Shalat Center Bandung
Web: http://www.shalatcenterjabar.org

Sampaikan Kemarahan dengan Senyum dan Santun :)

Business Software in the Cloud 1

Sampaikan Kemarahan dengan Senyum dan Santun :)

Seorang sahabat mengingatkan saya dengan cara dia yang paling indah, hendaknya saya dapat membungkus rasa marah dengan penyampaian yang adem dan menyenangkan.

"Kalau mau marah, coba deh pakai cara yang menyenangkan: jangan gitu yaa kalo kamu gitu terus nanti aku marah lho... nah sambil senyum manis deh, pasti jadi senang" gitu katanya.

Benar sekali pesan dia, yang aku sering, sering sekali lupa. Maaf ya :( Dan memang hadits berikut, menegaskan (berkali-kali malah) pentingnya menjaga perasaan orang lain bahkan saat kita hendak marah:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya salah seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
 

ﺃﻭﺻﻨﻰ ﻗﺎﻝ : ﻻ ﺗﻐﻀﺐ ﻓﺮﺩﺩ ﻣﺮﺍﺭﺍً ﻗﺎﻝﻻ
ﺗﻐﻀﺐ .ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ


“Berilah wasiat kepadaku” Nabi bersabda: ’Jangan marah.’
Maka beliau mengulang berkali-kali: ‘Jangan marah.'


(HR. al-Bukhari rahimahullah, hadits Arba'in no. 16)

Terima kasih ya, sahabatku. :-)

Smart Business Map (SBM) Workshop Bandung 2015, Time to Accelerate Your Business

Business Software in the Cloud 1

Smart Business Map (SBM) Workshop Bandung 2015, Time to Accelerate Your Business

Dear wirausahawan muda Kota Bandung!

Yayasan Pro Indonesia dan Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Bandung akan mengadakan pelatihan bisnis, bertema “SBM Workshop Bandung 2015, Time to Accelerate Your Business”.

“ Smart Business Map (SBM) adalah serangkaian prosedur analisa bisnis yang dibakukan oleh Budi Satria Isman (mantan CEO PT Coca Cola Amatill Indonesia, mantan CEO PT Sari Husada, pendiri dan Ketua Dewan Penyantun Yayasan Pro Indonesia).  
SBM berdasarkan proses bisnis yang perlu dilalui untuk membangun dan mengembangkan sebuah bisnis. Anda dapat menggunakan SBM kalau Anda ingin membangun sebuah bisnis yang lebih besar dan lebih cepat. Begitu pula bagi Anda yang belum mempunyai sebuah bisnis dan mau memulai untuk membangun sebuah bisnis.” 

Kegiatan SBM Workshop Bandung 2015 Yayasan Pro Indonesia dan Dispora Kota Bandung akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Selasa – Rabu, 8 – 9 September 2015
Waktu : 08.00 – 16.30
Tempat : diumumkan kemudian

Persyaratan untuk peserta adalah sebagai berikut:

  1. Berdomisili di Kota Bandung  (dibuktikan dengan mengirimkan fotokopi KTP Kota Bandung)
  2. Telah memiliki usaha
  3. Mengisi formulir pendaftaran di tautan berikut: http://goo.gl/forms/fiIiCTffx4

Peserta pelatihan bisnis akan mendapatkan fasilitas gratis: 

  1. Coffee break dan makan siang
  2. Modul pelatihan dan kaos peserta
  3. Software keuangan Bee Accounting dan aplikasi manajemen media sosial, sociocaster.com. 

Kesempatan pelatihan bisnis ini terbatas hanya untuk 100 orang peserta dan bagi peserta TIDAK DIPUNGUT BIAYA. 
Segera daftarkan diri Anda untuk mengikuti kesempatan baik ini. Informasi lebih lanjut (telepon, SMS, dan Whatsapp), hubungi:
Yasmin (0818-642-644)
Ami (0819-3141-6146)

Peringatan pada Album Musik

BennyChandra.com Ben

Umumnya, pada setiap buku yang beredar resmi di Tanah Air tertera kutipan pasal tertentu dari Undang-Undang mengenai Hak Cipta sebagai peringatan agar tidak dibajak. Bagaimana dengan CD atau kaset...

[ » ]

4th International Conference on Interactive Digital Media 2015: Call for Papers

Business Software in the Cloud 1

4th International Conference on Interactive Digital Media 2015: Call for Papers

The International Conference on Interactive Digital Media (ICIDM 2015) aims to become a major point of contact between researchers, engineers and practitioners in Interactive Digital Media. Furthermore, ICIDM 2015 aims for increasing program for South East Asia computer graphics and image processing community to realize, recognize, and reveal the technological interplay at work behind the immersive and compelling virtual environment and digital media. The conference are covering the experience, expertise, and technological from academicians, researchers, and industry professionals.

We seek original research full papers covering any aspect of INTERACTIVE DIGITAL MEDIA in all across disciplines including

Computing
Engineering
Health Science
Arts and Humanities
Natural Science
Cultural and Heritage
Social Sciences
Education
Entertainment
Defense and Security

FULL PAPER SUBMISSION
Due 19 September 2015

NOTIFICATION OF ACCEPTANCE
Due 30 September 2015

DEADLINE FOR CAMERA-READY FULL PAPER SUBMISSION
Due 31 October 2015

CONFERENCE
Due 1-5 December 2015

More info: http://icidm2015.seaconf.org/

Firmware Zenfone 2 V2.20.40.59 Sudah Tersedia

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Para pengguna Zenfone 2, khususnya yang mengalami masalah charge baterai yang suka lompat dari sekitar 60% atau 70% tiba-tiba ke 100%, atau masih tersedia 50% kok tiba-tiba mati, nah segeralah update ke firmware V2.20.40.59. Apalagi pas mengalami seperti itu, baterai jadi boros banget khan?

Cara update-nya bisa dengan OTA seperti dibahas di sini atau dengan cara manual. Bagaimana itu cara manual-nya?

Gampang kok.

Unduh firmware V2.20.40.59 di sini. Perhatikan baik-baik versi SKU firmware Anda, jika WW, maka firmware yang harus diunduh juga yang ada kode WW-nya. Demikian pula yang TW harus mengunduh yang ada kode TW-nya, dan seterusnya.

Lalu salin (copy) file tersebut ke direktori dasar (root) memori internal, bukan SD Card. Penyalinan bisa dilakukan dengan mengkoneksikan Zenfone 2 ke komputer atau kalau ada koneksi yang kencang, bisa saja download langsung melalui gadget Zenfone 2 itu sendiri.

Setelah itu restart Zenfone 2 maka kemudian setelah booting kembali akan muncul notifikasi update. Ikuti saja petunjuk update melalui notifikasi tersebut. Mudah bukan?

Saat melakukan update, pastikan baterai di atas 60% ya. Atau boleh juga sambil di-charge.

 

Hotel Quickly – Booking Hotel Saat Terakhir

Pipit\'s Blog @ Wordpress.com pipit

Rekan-rekan yang mobilitasnya tinggi, pasti pernah merasakan kebutuhan mencari hotel karena menginap mendadak. Sebenarnya hotel seringkali memiliki tingkat hunian yang tidak 100% (terutama) pada saat-saat tidak ramai. Situasi ini yang dilirik oleh pembuat aplikasi Hotel Quickly. Dia menawarkan untuk menjual kamar kosong tadi, Daripada kamar kosong, tapi pengeluaran tetap, dijual saja dengan diskon besar. Aplikasi ini […]

(Halal Bihalal) Start Up Bandung

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Jum’at kemarin (7 Agustus 2015) ada pertemuan para Start Up Bandung (#startupBDG) di Pendopo Walikota Bandung yang di Alun-alun itu. Acaranya mulai dari pukul 17:00 sore sampai pukul 21:00. Saya hadir di sana karena ingin tahu juga komunitas para Start Up di Bandung ini.

Yang hadir lumayan banyak juga. Dengar-dengar ada sekitar 90-an start up di Bandung. Ada beberapa booth juga di sana.

11850529_10153050265241526_1757808277355791290_o

Pada bagian awal ada presentasi dari Shinta Bubu. Sayang sekali pas lagi presentasi ini saya lagi Maghrib. Jadi gak sempat ambil foto2nya. Kemudian ada presentasi dari Gibran (Cybreed). Dia menceritakan perjalanan dia menjadi entrepreneur. Gibran mah lucu. he he he.

11017551_10153051101646526_7933770436519892436_o

Kemudian pak Walikota – Ridwan Kamil – juga bercerita tentang apa-apa yang telah dilakukannya dalam memberantas birokrasi dan korupsi. Selain itu pak wali juga meminta agar kita semua menjaga agar korupsi tidak bangkit lagi.

11802785_10153051103771526_5551957318659660778_o

Kemudian ada donasi aplikasi “Soca Bandung” yang dapat digunakan untuk melaporkan hal-hal di kota Bandung dan juga untuk mempromosikan hal-hal yang bagusnya. Presentasi aplikasi ini dilakukan oleh Mico Wendy (Konsep.net). Aplikasi Soca Bandung ini merupakan kontribusi dari Alumni ITB 1974, yang dalam acara ini diwakili oleh pak Cahyana.

11794071_10153051135361526_5889453488947255508_o

Kemudian pada bagian akhir ada presentasi dari Softbank, yang banyak mendanai berbagai start ups. Wakil dari Softbank ini cukup kagum juga dengan banyaknya start ups di Bandung. Nah. Mari kita tunjukkan bahwa Bandung itu keren.

11181833_10153051136411526_8456882668350622511_o(1)

Pokoknya acaranya asyik lah. Sampai ketemu di acara-acara start up Bandung lainnya.

[Detail dari acara ini akan saya update lagi. Ini posting dulu sebelum basi. hi hi hi.]


Filed under: bandung, Bisnis, Start-up, teknologi, Teknologi Informasi Tagged: bandung, entrepreneurship, postaday2015, Start-up, teknologi, Teknologi Informasi

Bahasa yang Mudah Dipelajari?

Business Software in the Cloud 1

Bahasa yang Mudah Dipelajari?

Beberapa hari terakhir ini saya dapat kesempatan belajar bahasa Jepang. Berhubung alfabetnya beda, syarat dasarnya ya menghafal alfabet hiragana, alfabet katakana, dan beberapa kanji penting.

Meski baru tau dikit banget, tapi bagi saya hiragana dan katakana relatif mudah dipelajari. Kalau rajin latihan, mungkin dalam 1-3 bulan sudah lancar membaca dan menulis. Mengartikannya mah urusan lain hehe...

Yang jauh lebih sulit tentunya kanji, yang sampai sekarang saya belum nemu logikanya, dan cuma menghafal dengan imajinasi misal "nasi rantang dibungkus" (画), "manusia kepala tiga lari bawa tongkat" (像), dsb. Hehe

Kosakata dan grammar bahasa Jepang sendiri menurut saya cukup to the point dan relatif mudah dipelajari (given time and practice, of course). Hambatan utamanya kayanya di kanji.

Saya jadi mikir, tingkat mudah dan sulitnya bahasa itu kaya apa? Jadi pingin bandingin...

Hiragana ada 46 karakter. Katakana ada 48 karakter. Total 94 karakter yang wajib hafal. Harusnya sih to the point, tapi ada beberapa hal yang saya perhatikan. Pertama, semua vokal hiragana bentuknya agak kompleks (bagi pemula seperti saya), misalnya い (i) menurut saya lebih kompleks daripada し (shi), dua-duanya karakter yang sering dipakai. Kedua, ada karakter yang mirip banget, yaitu ソ (katakana "so" digores dari kanan) dan ン (katakana "n" digores dari bawah). Kalo di kaligrafi bisa dibaca per huruf, tapi kalo tulisannya kecil-kecil, kayanya harus lihat konteks katanya baru tau itu "so" atau "n".

Plus kanji... yang totalnya bisa belasan ribu, tapi untuk keperluan umum di Jepang, "kayanya" 1000-2000 kanji udah cukup ya? (Maybe, just a guess)

Jadi menurut saya, Nihongo termasuk high difficulty... cuma "high" bukan "extreme" karena, masih ada yang lebih sulit lagi yaitu Chinese hehe.

Sebagai perbandingan, alfabet latin hanya 26 karakter kapital. Tapii ada variasi huruf kecil juga jadi total sekitar 40an karakter latin. Bahasanya sendiri bisa English atau Indonesia dan lain-lain. Menurut saya English itu medium difficulty dan Indonesian medium-high, karena di bahasa Indonesia lebih banyak imbuhan daripada bahasa Inggris.

Ada satu bahasa lagi yang ingin saya share, yaitu bahasa Arab yang digunakan dalam Al-Quran. Alfabet Arab hanya berjumlah 28 karakter, dan menurut saya nyaris tanpa variasi karena bentuk dalam sambungannya masih mirip aslinya. Tidak ada huruf kecil atau besar. Karakter yang paling sering ditemui yaitu a (ا) menulisnya juga paling mudah. Berbeda dengan bahasa lainnya yang menggunakan 5 vokal, Arab hanya mengenal 3 vokal, dan menulisnya pun mudah: a (اَ), i (اِ), u (اُ). Sebagian besar kosakata Arab yang artinya berhubungan berasal dari akar kata yang sama, misal كتب kataba (buku), مكتب maktab (meja), dan يكيب yaktab (menulis). Bahkan saking intuitifnya vokal ini, tulisan Arab informal dapat dibaca tanpa menuliskan vokal sama sekali. Jadi menulis Arab informal bisa lebih cepat dibanding latin atau alfabet lain.

Setelah belajar alfabet Arab, tingkat berikutnya adalah belajar ilmu tajwid. Setelah menguasai tajwid maka dapat membaca dan menulis bahasa Arab apa pun, termasuk membaca Al-Quran.

Saat di Keio University Shonan Fujisawa Campus saya bertemu Saeed Keisuka Todaさん, mualaf asli Nippon yang baru 4 tahun belajar Islam, tapi Arabnya (baik tulis maupun lisan) sudah jauh lebih lancar daripada saya, dan mungkin lebih lancar daripada sebagian dari yang baca. Menurut saya itu satu bukti mudahnya belajar membaca dan berbahasa Arab.

Berbeda dengan penulisan alfabetnya, struktur grammar dan sastra dalam bahasa Arab bertingkat dan dalam. Belajar bahasa sehari-hari Arab sama mudahnya dengan bahasa lain, tapi dalam Al-Quran terdapat ayat-ayat yang mudah maupun ayat-ayat yang menggunakan tata bahasa sastra Arab yang tinggi.

Alhamdulillah untuk membaca Al-Quran yang diwajibkan untuk semua muslim, tetap menggunakan alfabet dan bahasa yang paling mudah dipelajari, dengan hanya 28 karakter dan 3 vokal.

إنشاء الله...
Bagi saya ini pembuktian untuk ayat berikut, jadi tunggu apalagi kita untuk belajar bahasa Arab dan mempelajari Al-Quran lebih dalam?

"Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Quran itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang."
(QS. Maryam:97)

Privacy Badger

BennyChandra.com Ben

Privacy Badger: Pengaya peramban yang baru saja diluncurkan oleh Electronic Frontier Foundation (EFF) ini dapat memblokir iklan dan penjejak licik yang berusaha mengintai dan melacak kebiasaan...

[ » ]

Berorganisasi

Okto SiLaban Okto Silaban

[Ilustrasi: simpleinsomnia | flickr.com]
Awalnya ketemuan, atau reunian. Lalu bikin milis, atau Facebook group, atau kalau trend sekarang, bikin WhatsApp group. Setelah itu mulai ada ide “kita ketemuannya gimana kalau sebulan sekali, atau seminggu sekali, atau 4x setahun..”

Tak lama, muncul lah ide untuk mengumpulkan dana bersama, dana abadi, iuran anggota, sumbangan sukarela, atau apalah namanya. Gunanya paling simple biasanya buat bayar makan-makan pas ketemuan berikutnya. Terus nanti berkembang bisa dipakai juga untuk membantu anggota yang sedang mengalami musibah. Atau bisa juga untuk sekadar membeli kado jika ada anggota yang sedang bersukacita.

Karena sudah ada uang yang terkumpul, lalu mulai lah saling tunjuk (atau saling usul) siapa yang jadi PIC (Person in Charge). Belakangan.., mulai serius. Usul ada pemilihan ketua.

Karena sudah ada ketua, yang paling umum, nanti ada wakil ketua (karena siapa tahu nanti ketua berhalangan, atau bisa jadi penengah kalau ketua berbeda pendapat dengan anggota). Lalu didefinisikanlah tugas ketua, biar gak tumpeng tindih dengan wakil ketua. Mulai berat nih.

Karena jobdesc ketua dan wakil sudah jelas, usul lagi ada bendahara. Kemungkinan bendahara nya bakal bilang “Gue mau ngumpulin duit doang ya, tapi administrasi gitu-gitu males ah..”. Lalu ada lagi yang ditunjuk jadi sekretaris.

Karena sudah ada ketua, wakil ketua, bendahara, sekretaris, plus.. uang yang beredar, lama-lama keluar ide agar perkumpulan ini diresmikan. Dibuatlah AD/ART.

Lalu klimaksnya tiba.

Suatu hari, uang digunakan untuk suatu hal yang menurut ketua perlu. Misal untuk aktifitas sosial, tapi disalurkan via kelompok tertentu. Ada anggota yang tidak setuju. Cuma, karena tidak besar, ya sudah dibiarkan saja.

Di hari lain, ada anggota yang mengusulkan agar dana yang terkumpul sebaiknya di-investasikan agar bisa menghasilkan tambahan dengan sendirinya. Jadi kalau nanti kumpul-kumpul, gak perlu tambahan dana. Plus, kelebihannya bisa diberikan untuk beasiswa untuk anggota, atau keluarga anggota perkumpulan. Sebagian setuju, sebagian tidak, sebagian setuju dengan syarat tertentu.

Sekali-dua kali ada beberapa pengeluaran yang tidak dilaporkan. Misal, sekadar untuk rapat ketua dan pengurus inti. Kecil nilainya. Jadi tidak ada masalah. Awalnya begitu.

Ada suatu masa, salah satu anggota mengusulkan untuk memasukkan satu orang lain. Tapi terjadi perdebatan, apakah orang itu boleh masuk grup ini atau tidak, karena satu dan lain hal. Lalu muncul lagi perdebatan, definisi anggota harus ditetapkan di AD/ART.

Sempat juga ada saja anggota grup yang sering memanfaatkan grup ini untuk ajang promosi bisnisnya. Ada juga yang lain mencoba membawa-bawa nama grup ini di aktifitasnya yang lain. Beberapa risih dengan ini. Ada yang ngomong langsung, ada yang ngomong di belakang.

Terjadi komunikasi yang membuat salah paham di grup. Entah karena ada bercandaan yang kelewatan, ada yang salah paham ucapan yang lain, ada yang suka forward tulisan-tulisan hoax provokasi, ada yang menyindir-nyindir kelompok tertentu (walaupun tahu ada anggota grup ini yang juga berafiliasi dengan kelompok itu), atau ada juga yang sekadar beda pendapat tapi terlalu serius, terutama ketika masa pemilu, atau pilkada.

Cepat atau lambat, ada satu dua orang mulai bergunjing di luar grup. Makin lama makin bertambah. Hingga suatu hari yang digunjingkan pun mendengar kabar ini, dan tidak terima.

Grup makin panas. Sebagian tidak lagi mau menyetorkan uangnya ke grup ini. Sebagian lagi sibuk mempertanyakan kemana saja uang yang pernah dikeluarkan. Puncaknya, pemilihan (atau mungkin dipaksa mencari) ketua baru. Dituntut ada program kerja, ada LPJ (Laporan Pertanggungjawaban), dsb. Lalu saling tuduh, saling menarik anggota lain agar sependapat dengannya.

Akhirnya berujung perseteruan. Ada yang tidak saling sapa, ada yang unfriend di socmed, ada yang memutuskan hubungan bisnis, dsb. Dan tidak jarang akhirnya berujung pada kumpulan atau grup tandingan.

Dan rusaklah sudah grup ini. Grup yang katanya didirikan dengan niat awal untuk ajang silaturahmi, ajang membangun persaudaraan.

Grup atau perkumpulan ini bisa dari kelompok apa saja. Entah kumpulan reunian teman SD, teman-teman satu kampung, saudara satu buyut, saudara satu marga, sesama pecinta angklung, rekan kerja satu departemen di perusahaan, sesama pecinta distro Linux tertentu, rekan sesama volunteer di suatu acara, dll.

Familiar?

Kumpul-kumpul menjalin silaturahmi itu bagus, tapi ketika bertransformasi menjadi organisasi resmi, pastikan siap dengan konsekuensinya.

Harddisk Penuh Setelah Upgrade Windows 10? Ini Solusinya

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Setelah upgrade ke Windows 10, mungkin sebagian dari Anda akan menyadari kalau ruang kosong di harddisk (khususnya drive C) akan menyusut drastis. Kalau Anda tidak/belum sadar, ya sekarang tak kasih tau, lihatlah ruang kosong di drive C komputer Anda. (upss)

Mengapa bisa begitu? Karena Windows 10 akan mem-backup Windows versi sebelumnya sehingga kalau ada apa-apa, upgrade ke Windows 10 bisa dibatalkan dan sistem operasi akan dikembalikan ke versi Windows sebelumnya. Backup itulah yang memakan tempat di harddisk.

Nah, kalau Anda betul-betul sudah mantap untuk move on dan meninggalkan mantan Anda (mantan OS maksudnya), backup sistem operasi lama itu bisa dihapus supaya ruang kosong di harddisk lega kembali. Cara menghapus backup tersebut ternyata relatif mudah.

Klik kanan drive C dan pada menu yang muncul pilih Properties. Pada kotak dialog Properties, pastikan tab General yang aktif, lalu klik tombol Disk Cleanup.

Drive C Properties

Disk Cleanup mula-mula akan melakukan kalkulasi terhadap file-file yang bisa dibersihkan. Setelah itu, Disk Cleanup akan menampilkan kategori file apa saja yang bisa dihapus.

Disk Cleanup

Perhatikan bahwa di bagian bawah terdapat tombol Clean up System Files. Klik tombol tersebut agar aplikasi Disk Cleanup juga menyertakan file backup sistem operasi lama sebagai file yang harus dihapus. Nah, perhatikan sekarang bahwa pada daftar yang ditampilkan oleh Disk Cleanup terdapat kategori Previous Windows Installation(s).

Disk Cleanup

Pastikan item tersebut dicentang dan bila perlu centang juga kategori lain yang ingin Anda hapus, lalu klik OK. Proses pembersihan akan dilakukan dan kini harddisk Anda akan mempunya ruang kosong yang lebih lega.

Trik Upgrade ke Windows 10 Sekarang Juga

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Tanggal 29 Juli lalu Windows 10 sudah resmi dirilis. Saya yakin sebagian besar pengguna Windows 8 sudah tidak sabar untuk mengupdate Windows-nya, bahkan pasti sudah sejak lama melakukan reservasi. Sayangnya, sampai detik ini masih banyak yang belum menerima notifikasi update, meskipun sudah melakukan reservasi. Padahal sudah “kemecer” (ini kosa kata Bahasa Jawa yang agak susah diterjemahkan, mungkin padanan yang agak dekat adalah “horny”) untuk update. (ngacir)

Nah, bila ingin update ke Windows 10 sekarang juga, trik berikut ini bisa diikuti. (Cuma harap diingat, koneksi internet mutlak dibutuhkan, makin cepat makin baik).

Yang pertama, buka laman Software Download Microsoft. Di situ, carilah tombol Download Tool Now dan klik tombol yang sesuai dengan arsitektur sistem Anda, 32-bit atau 64-bit. Kalau tidak tahu, coba klik-kanan tombol Start dan pada menu yang muncul pilih item menu System. Nanti di halaman System ada petunjuk tentang arsitektur sistem Anda.

File yang akan didownload bernama MediaCreationToolxxx.exe, dengan xxx menunjukkan jenis arsitekturnya. Jalankan file tersebut dan akan muncul kotak dialog seperti terlihat pada gambar.

Windows 10 Upgrade

Di sana ada 2 pilihan, yaitu Upgrade this PC now atau Create installation media for another PC. Pilih Upgrade this PC now dan klik Next. Jika hendak membuat media instalasi (baik itu DVD atau USB Flash), pilih Create installation media. Cuma untuk pilihan yang kedua ini, pastikan Anda punya nomor seri instalasinya.

Proses upgrade akan memakan waktu cukup lama, bisa 2-6 jam, tergantung kecepatan koneksi internet yang Anda miliki. Masalahnya, media instalasinya perlu diunduh terlebih dahulu, baru proses upgrade bisa dilakukan. Setelah download selesai, proses upgrade akan dijalankan. Pada prinsipnya sih cuma tinggal next-next doang.

Setelah semua selesai, Windows 10 siap digunakan. Semua software dan data yang ada di Windows 8 tidak hilang karena secara default proses upgrade ini memang akan mempertahankannya.

Windows 10

 

Bila ada masalah di dalam proses upgrade maupun hasil upgradenya, barangkali beberapa tulisan kawan saya ini bisa membantu:

Di tempat saya sendiri sampai sejauh ini tidak ditemukan ada masalah. (upss)

Permasalahan Transportasi Publik di Melbourne

Zaki Akhmad Zaki Akhmad

Ternyata, permasalahan dengan transportasi publik itu tidak hanya ada di Jakarta. Bahkan di Melbourne pun, tetap ada masalah dengan transportasi publik. Saya kira Melbourne, kota dengan populasi hanya 4.5 juta jiwa, tak akan ada masalah dengan transportasi publik. Bandingkan dengan populasi kota Jakarta yang bisa mencapai 12 juta jiwa saat siang.

Berikut adalah tautan dari surat kabar lokal the age mengenai masalah transportasi publik di Melbourne. Lebih spesifiknya adalah kereta Metro. Saya jadi teringat saat naik kereta Depok, tegangan turun dan memaksa KRL berhenti. Di Melbourne pun ternyata tegangan listrik untuk kereta masih kurang juga.

Saat awal-awal di Melbourne, saya merasa tidak ada masalah dengan transportasi publik di sini. Ya, karena sebelumnya saat di Jakarta, masalah transportasi publik lebih parah. Transjakarta bisa datang 30 menit berikutnya. Di dalam bis Transjakarta masih harus berakrobat ria untuk sekadar bisa masuk ke dalam bis. Tambah lagi jalur busway yang sering tidak steril. Plus, belakangan saya baca suka ada kejadian bis Transjakarta yang terbakar.

Satu insiden fatal yang pernah terjadi di Melbourne yang saya ketahui adalah saat alarm kebakaran di ruang kontrol kereta Metro terpicu. Semua kereta langsung dihentikan. Bahkan Universitas Monash memundurkan waktu ujian karena insiden ini.

Jadi, sebenarnya masalah itu akan selalu ada. Yang membedakan adalah kompleksitas dan skala masalah. Transportasi publik yang bagus juga bukan jaminan bagi setiap orang untuk tidak memiliki mobil pribadi. Untuk ini akan saya tulis dalam kesempatan yang terpisah.

Pertimbangan Sederhana Berwirausaha

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Pas sekarang lagi kerja di halaman rumah, kepikiran menulis mengenai asal mula saya berwirausaha, mungkin bisa bermanfaat untuk rekan-rekan yang punya pemikiran sama namun masih ragu.

Saya berwirausaha sebenarnya karena alasan yang sangat sederhana, yaitu saya sudah bingung mau berhemat apalagi 😀

Saat masih bekerja baik di Cikarang maupun di Tanjung Priok, saya sering membaca artikel-artikel dan buku perencanaan keuangan bang Safir Senduk. Salah satu ide yang disampaikan adalah agar menabung diawal menerima gaji/pendapatan, bukan dari sisa gajian.

Misalnya jika selama ini gaji dipecah-pecah sesuai porsi kebutuhan dan baru sisanya (kalau ada sisa, Zzzzzz… 😛  ) ditabungkan, maka seharusnya situasinya dibalik. Kita sudah harus punya plot/pos tabungan sebesar katakanlah 15-20% dari gaji bulanan. Setelah dikurangi pos untuk tabungan, barulah sisanya dipecah-pecah untuk kebutuhan bulanan.

vavai-ilustrasi-perhitunganSaya mengikuti saran yang bagus tersebut. Hasilnya saya “Modyar” mengatur keuangan (maafkan kalimatnya pakai kata yang kasar), hehehe… Saran dari bang Safir Senduk ini bagus, namun jadi bikin saya kalut karena mau disisihkan diawal maupun diakhir, teteup saja gaji ya segitu-gitunya. Bisa menjamin tabungan namun saya harus berdiet ketat agar gaji bisa mencukupi, padahal saya belum lama menikah dan baru punya anak 1. Kumaha kitu solusina?

Solusinya ada di saran keuangan berikutnya, yaitu : “Jika Sudah Berhemat Semaksimal Mungkin Namun Masih Selalu Bingung Mengatur Keuangan, Maka Yang Dilakukan Bukan Berhemat Lebih Jauh Lagi Melainkan : TINGKATKAN PENDAPATAN

Mau dihemat apalagi kalau memang sudah demikian kebutuhan dasar alias kebutuhan hidup minimumnya? Kalau kita memaksakan diri untuk semakin berhemat bisa jadi kualitas hidup minimal kita malah jadi tergerus.

Bagaimana caranya meningkatkan pendapatan? Berarti saya mesti mencari sumber-sumber pendapatan ditengah kekurangan dan keterbatasan saya. Saya tidak punya modal, saya tidak punya tabungan besar. Jadi pilihan saya terbatas sekali. Tapi badan saya Alhamdulillah sehat. Otak saya cerdas (yaelah, malah belagu, hehehe…) dan saya nggak jelek-jelek amat (lha apa hubungannya ya 😛 , emangnya mau jual diri, hehehe… ).

Daripada saya tambah pusing memikirkan kebutuhan hidup dan kekurangan anggaran, lebih baik saya maju satu langkah, yaitu melakukan analisa kira-kira apa yang bisa saya lakukan untuk menambah pendapatan. Kedengerannya sih keren : melakukan analisa, padahal yang saya lakukan adalah ngalamun sambil mencoret-coret kertas, kadang ngomong sendiri sampai isteri saya mungkin heran jangan-jangan suaminya mulai stress mikirin anggaran rumah tangga, hehehe…

Awalnya saya pikir pilihan saya paling hanya 1-2 saja, apa pula yang bisa menghasilkan pendapatan tambahan kalau saya tidak punya modal usaha? Ternyata tidak juga.

Berikut ini beberapa pilihan yang pernah terlintas dibenak saya saat melakukan analisa sederhana diatas :

  1. Menyediakan layanan private/kursus/training
  2. Menulis artikel untuk majalah atau koran, termasuk cerita anak di majalah Bobo atau disisipan koran Kompas
  3. Membuat program komputer. Gini-gini saya mantan programmer yang bisalah membuat program kecil-kecil
  4. Menjual cabe, bawang dan bumbu dapur di pasar
  5. Freelancer di sekolah-sekolah (misalnya mengajar materi eskul)
  6. Membuat buku terkait kapabilitas saya
  7. Berjualan masakan atau kue di bazaar atau dipinggir jalan

Betul kan, ternyata peluangnya ada beberapa. Bisa dicoba salah satu dan lihat apakah kira-kira berjalan sesuai harapan atau tidak.

Tanpa sadar, saya yang awalnya termasuk anti untuk wirausaha (saya satu-satunya di keluarga yang anti usaha dan awalnya kerja dari satu pabrik/perusahaan ke perusahaan lain ternyata malah kerasan berwirausaha. Jika dihitung dari tahun 2011 saja, saat ini saya menginjak masa 5 tahun berwirausaha. Meski masih balita, minimal saya menikmati kegiatan wirausaha yang saya jalani.

happy

Kisah-kisah diatas sempat saya rangkum dalam ebook wirausaha meski sampai sekarang belum ada prestasi yang kira-kira bisa dijadikan benchmark, minimal kisah saya diawal cerita (berhemat habis-habisan dan mencari alternatif tambahan pendapatan) sedikit demi sedikit bisa ada solusinya 😉

Ulasan Novel Negeri Para Bedebah dan The Circle

Okto SiLaban Okto Silaban

Saya baru saja menyelesaikan membaca novel Negeri Para Bedebah, karya Tere Liye. Saya suka genre nya. Saya bahkan baru tahu ada genre seperti ini di novel Indonesia. Saya bukan pembaca novel aktif sih, jadi harap maklum kalau kurang update. Bayangkan saja, novel ini sudah terbit 3 tahun lalu, dan saya baru tahu beberapa hari lalu. Teman-teman saya sudah tahu lama. Ada yang sudah baca sejak awal terbit. Ada yang malah kenal dengan penulisnya, Darwis (nama asli Tere Liye). Darwis dulu menjadi asisten dosen teman saya ini sewaktu kuliah.

Beberapa bulan sebelumnya saya juga membaca novel, setelah 6 tahun lebih tidak membaca novel. Novel yang saya baca berbahasa Inggris, judulnya The Circle, karya Deve Eggers. Itupun tertarik baca karena diceritakan oleh seorang teman saya.

Berawal dari ngomongin digital communication buat internal company, lalu ngalor ngidul ngomongin startup, internet dan privasi di internet lalu tersebut lah buku ini. Akhirnya teman saya itu meminjamkan novel bersampul pink ini. *Belakangan saya malah baru tahu dari internet kalau teman saya itu ternyata penulis novel juga. :O

The Circle ini berlatar belakang cerita tentang privasi di dunia internet, atau tepatnya di “Internet of Things” (IoT). Novelnya agak mengecewakan bagi saya karena alurnya terlalu lambat di depan. Saya paling malas kalau sudah baca bagian si Mae (tokoh utama) bergalau-galau ria, apalagi saat bergalau plus berkayak di teluk. Entahlah, bagi sebagian pembaca mungkin ini bagian yang disebut “pendalaman tokoh”, bagi saya sih membosankan aja.

The Circle menurut saya benar-benar mengambil Google sebagai latar perusahaan yang jadi cerita utama. Saya mengikuti cerita The Circle ini dengan membayangkan kantor Google yang sering saya lihat di foto-foto, video dan cerita-cerita. Mungkin Googleplex (kantor pusat Google di Mountain View, California) itu bukan visualisasi yang dimaksud Dave Eggers. Tapi saya memilih begitu saja. Jadi saya bisa tidak terlalu serius membaca detail deskripsi setiap bangunan yang diceritakan.

Kalau The Circle berbasis cerita tentang ribut-ribut soal privasi di Internet (yang masih sering mencuat sampai sekarang), Negeri Para Bedebah menurut saya benar-benar mengambil latar kejadian kisruh Bank Century yang heboh di sekitar 2009 itu. Untungnya saya cukup familiar dengan berbagai konsep dan istilah di dunia perbankan, ekonomi, investasi -setidaknya dalam cakupan yang disebut di novel ini. Dengan begitu saya cukup lancar mengikuti alur cerita ini.

Plot cerita Negeri Para Bedebah cukup memuaskan bagi saya, walaupun sejak awal saya sudah bisa menduga siapa tokoh pengkhianat dan musuh besarnya. Tokoh utamanya si Thomas pun to good to be true.

Tetapi tidak demikian dengan plot cerita The Circle. Tokoh utamanya sih realistis. Tetapi terlalu banyak bagian yang membuat jalan ceritanya menjadi banyak lubang. Tetapi saya cukup senang endingnya tidak seperti yang diharapkan sebagian besar orang.

Dalam Negeri Para Bedebah, menurut saya Tere Liye banyak menitipkan opini-opini pribadinya. Atau lebih tepatnya agak menggurui. Berbeda dengan Dave Eggers, yang menurut saya (tentu saja) ikut menyampaikan opini pribadinya, tetapi membuat pembacanya untuk berpikir sendiri. Singkatnya Eggers membuat kita jadi bertanya-tanya, sedangkan Darwis seperti sedang ceramah. Dan dari yang saya baca-baca di GoodReads.com, novel lanjutan Darwis itu -judulnya “Negeri di Ujung Tanduk”- lebih kental lagi dengan “ceramah” Tere Liye. Saya belum baca sih.

Nah, ada yang tahu gak novel Indonesia yang isinya bukan soal cinta-cintaan, dan plot twist-nya “sesadis” Game of Thrones? Boleh dong tinggalin komentar kalau ada ide.

Menulis di GitBook

Zaki Akhmad Zaki Akhmad

Minggu lalu, saya membuka akun di gitbook. Saya ingin bereksperimen menulis menggunakan gitbook. Ide pertama yang muncul adalah menulis bagaimana saya menggunakan penyunting teks vim. Saya pertama kali tahu soal gitbook saat membaca tutorial django yang ditulis oleh komunitas django girls.

Belum banyak yang saya tulis di buku vim saya. Saya pun masih mengeksplorasi fitur gitbook. Satu hal yang sudah saya coba adalah fitur menyunting via web. Jadi menulis tak harus menggunakan penyunting teks. Termasuk saat membuat berkas baru, bisa dilakukan via web.

Nah, sekarang saatnya saya menambahkan tulisan sedikit demi sedikit…

Pertolongan Pertama Pada Masalah Zenfone (dan Android)

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Beberapa kali saya menulis tentang Zenfone (baik Zenfone 5 dan Zenfone 2) di blog ini, ternyata mendapatkan tanggapan yang positif namun juga cukup banyak yang melaporkan masalah yang mereka alami dengan Zenfone mereka. Malahan ada yang bertanya masalah Zenfone dari spesies yang lain seperti Zenfone 4, 4S, dan 4C, juga Zenfone 6.

Bukan berarti Zenfone itu produk yang bermasalah karena sebagian besar keluhan yang masuk ke sini nyatanya tidak saya alami. Saya juga mohon maaf bila tidak semua permasalahan yang terjadi bisa saya jawab/tanggapi karena sebenarnya saya ini juga pengguna biasa.

Hanya saja, setidaknya ada beberapa hal yang bisa dijadikan pertolongan pertama untuk masalah-masalah yang relatif ringan, misalnya kamera tidak fokus, sinyal naik turun, persentase baterai masih 20% kok sudah mati, dan lain-lain, pokoknya sepanjang Zenfone masih bisa dioperasikan. Dan beberapa tips berikut barangkali bisa juga diterapkan untuk ponsel Android yang lain, bukan hanya Zenfone saja.

Nah, inilah beberapa hal yang bisa dicoba kala Zenfone (ponsel Android) bermasalah:

  1. Restart ponsel. Caranya adalah dengan menekan dan menahan tombol power sampai terasa getar. Masalah yang sangat ringan biasanya sudah dapat teratasi dengan merestart ponsel.
  2. Untuk yang bermasalah dengan sinyal, bisa dicoba melepas kartu SIM dan membersihkannya. Yang biasa saya lakukan adalah menggosok bagian kuning emas kartu SIM menggunakan penghapus pensil. Ya betul, penghapus pensil atau setip itu. Bila baterai bisa dilepas, bisa dicoba juga membersihkan konektornya. Kalau ini biasanya saya pakai tisue atau lap kering bersih.
  3. Update firmware. Seringkali masalah yang muncul sudah terdeteksi oleh pihak Asus dan mereka menyediakan perbaikannya melalui firmware terbaru. Jadi bila ada notifikasi update firmware, segeralah update. Selengkapnya baca di sini.
  4. Bila sudah memiliki firmware terbaru dan masih bermasalah, cobalah untuk melakukan recovery. Matikan dulu ponsel, kemudian tekan dan tahan tombol power + volume up bersamaan sampai terasa getar, lalu akan muncul menu dan pilihlah recovery. Menu dipilih dengan tombol volume dan untuk enter, gunakan tombol power.
  5. Bila masih juga bermasalah, tidak ada salahnya melakukan reset factory seperti telah saya tulis di sini. Pastikan data-data seperti foto, dokumen, percakapan BBM/WA, dan lain-lain sudah dibackup.

Bila cara-cara di atas sudah dicoba dan masih bermasalah juga, sebaiknya dibawa ke service center. Lokasi service center terdekat tempat tinggal Anda bisa dilihat di sini.

Apakah cara-cara di atas menggugurkan garansi? Sepanjang pengetahuan saya tidak. Yang membuat garansi gugur itu misalnya adalah jatuh, pake charger non ori atau beda merk, di-root, kerusakan yang diakibatkan oleh aksesoris non ori, dan lain-lain.

Soal baterai boros gimana? Ada tips yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Yang perlu dipahami, Zenfone itu menggunakan prosesor Intel Atom yang meski sudah dioptimasi untuk mobile, aslinya adalah prosesor untuk gadget yang lebih besar daripada ponsel (tablet atau netbook). Jadi relatif memang lebih rakus daya namun sebagai gantinya, Anda mendapatkan performa yang lebih baik. Sebenarnya asal tidak on terus menerus, untuk tembus 12 jam bahkan lebih gak sulit loh (untuk Zenfone 5 atau Zenfone 2 ya).

Semoga bermanfaat.

Review Cloud Camera TPLink, Solusi Pemantau Ruangan yang Mudah dan Ekonomis

dhiku dhiku

Screen Shot 2015-07-12 at 10.00.52

Solusi pemantau ruangan menggunakan CCTV kamera sebenarnya hal yang udah biasa, tapi biasanya cukup mahal karena harus beli 1 set lengkap dengan DVR dan beberapa kamera, belum lagi cara pasangnya yang ribet. Padahal saya membutuhkan  yang lebih simple, kamera yang bisa dipasang di ruangan keluarga dan kamar anak tanpa ribet kabel dan videonya bisa diakses kapan saja dari luar rumah. Jadi saya bisa lebih tenang kalau sedang di luar rumah dan meninggalkan anak dengan asisten rumah tangga karena bisa memantau kapan saja. Setelah mencari beberapa produk yang sesuai kebutuhan, akhirnya saya mencoba Cloud Camera TP-Link NC 200. Harganya juga bisa dibilang paling ekonomis dibandingkan dengan kamera lain sejenis.

Pemasangan dan Instalasi Kamera

Saya suka desainnya yang compact dan engselnya yang fleksible jadi bisa diputar-putar menyesuaikan kondisi ruangan misalnya di sudut ruangan, di atas meja, atau dipasang di dinding. Instalasi kamera bisa dibilang sangat mudah, ada dua cara, jika routernya support WPS maka caranya cukup tekan tombol WPS di router dan kamera akan langsung terhubung. Cara lainnya adalah dengan menyambungkan kamera dengan router menggunakan kabel network. Setelah itu download aplikasi android/ios dan tinggal ikuti langkah-langkahnya. Tidak lebih dari 10 menit kamera sudah bisa dilihat dari aplikasi dan kabel networknya bisa dilepas supaya wireless, jadi ketika pemasangan yang dicolok ke kamera cukup kabel powernya saja.

20150711212608 unboxing  Screenshot_2015-07-11-11-26-15

Akses kamera melalui web-based atau aplikasi Android, iOS

Setelah sukses terpasang, video bisa diakses melalui desktop browser (dengan plugin khusus) atau melalui aplikasi android dan iOS. Selain bisa melihat video secara live, aplikasi ini juga bisa merekam video, mengambil gambar, dan mengaktifkan suara. Kalau koneksi internet tidak stabil, ada juga opsi untuk melihat dengan resolusi yang lebih rendah. Kelebihan lainnya aplikasi ini juga melihat beberapa kamera jadi kalau punya lebih dari satu kamera, semuanya bisa dilihat langsung dari aplikasi.

android  more cameras

Cloud Camera

akses video dari luar rumah via mytpcloud.com

Fitur lain yang berguna juga adanya motion detection dengan notifikasi berupa email atau FTP. Untuk setup motion detection harus dilakukan melalui desktop browser dan cukup fleksible menentukan area mana yang mau difokuskan dan sensitivitas motionnya.

Motion Detect

kamera akan detect gerakan yang terjadi di area yang ditandai warna biru

Kualitas Video

Kualitas video bisa dibilang cukup bagus dengan resolusi 640×480. Resolusinya yang cukup optimal juga supaya tidak terlalu butuh bandwidth yang besar ketika mau akses dengan koneksi internet. Namun kekurangannya pada unit yang saya coba kualitas audionya tidak jernih, seperti ada suara echo sehingga suara di dalam ruangan jadi kurang jelas. Mudah-mudahan ada update firmware terbaru yang mengatasi masalah ini. Sebagai informasi untuk upgrade firmware kamera bisa dilakukan dengan mudah melalui aplikasi android.

Bonus! berfungsi juga sebagai Wireless Extender 

Selain sebagai camera, ternyata TP-Link juga bisa berfungsi sebagai wireless extender untuk memperluas jaringan wifi di rumah, sehingga akses internet juga bisa lebih cepat di spot yang sebelumnya kualitas sinyal wifinya kurang bagus.

20150711212609

Kesimpulannya buat saya produk ini adalah prodvalue for money!  harganya yang ekonomis, pemasangan yang gak ribet, kualitas video yang cukup bagus, dan yang paling penting bisa diakses kapan dan dimana aja dengan lancar.

Recommended!

Ulang Tahun ke 17 – Detik.com Generasi Baru

Okto SiLaban Okto Silaban

Hari ini Detik.com merayakan ulang tahunnya yang ke-17. Arifin Asydhad, pimred Detik.com menyatakan di usia Detikcom ke 17 tahun ini, mereka akan mulai melakukan serangkain perubahan dan perbaikan. Namun, secara sekilas (saya bukan pengunjung regular Detik), selain meluncurkan tampilan barunya, saya kurang tahu inovasi signifikan baru apa yang dikeluarkan Detik.com.

Arifin mengatakan bahwa sekarang adalah era generasi baru Detikcom, dNewGeneration istilahnya. Generasi baru detikcom yang lebih menonjolkan hal-hal yang positif, inspiratif, inovatif, kreatif, dan solutif. Dengan pernyataan ini, mungkin mayoritas perubahan signifikannya adalah di sisi konten kali ya. (dibanding Okezone yang meluncurkan Warkop, Rubik, dan Metube)

Setidaknya pernyataan alumni Fakultas Peternakan UNPAD ini menguatkan itu:

Ini mungkin semacam reaksi atas maraknya konten-konten ala BuzzFeed yang menyembah pageviews dan visitors itu kali ya. Apalagi media-media online yang mencari sensasi dengan membuat berita-berita seolah-olah benar, judul kontroversial, dengan sarat muatan SARA dan partisan. Namun, karena saya bukan pengunjung reguler Detik, saya gak bisa tahu perubahannya. Mungkin yang sering ngunjungin Detik bisa ngerasain ada perbedaan dari konten-kontennya? Karena sebenarnya perubahan ini sudah dilakukan sejak 1 tahun terakhir katanya.

Saya dulu pembaca reguler Detik. Tetapi (di sekitar tahun 2007/2008), saya merasa kontennya makin lama makin sering data dan faktanya gak akurat. Isinya pun pendek-pendek. Tapi memang kecepatan pemberitaannya (buat saya) nomor satu dibanding yang lain. Menurut saya, buat apa beritain cepat-cepat kalau isinya “serampangan”. Apalagi kalau beritanya sensitif (menyinggung SARA), bisa berabe akibatnya kalau gak cek silang dan dapat info dengan benar.

Saya sempat menduga itu terjadi karena operasional yang kurang terkontrol. Tapi ternyata ini memang diamini oleh petinggi Detikcom kala itu. Menurut bos Detik kala itu, memang itu lah positioning mereka. Sebagai portal berita yang paling cepat memberitakan. “Detik ini juga!” Kalau memang gak akurat, tinggal di-update di -sepotong- berita berikutnya saja. Sementara saya penganut aliran kuno jurnalisme, “Get it first. But first, get it right..” Saya merasa Kompas.com (kala itu) lebih mendingan. Jadilah saya berpindah ke Kompas.com hingga sekarang. Nah, sejak itu saya kurang tahu lagi apakah Detik.com masih seperti yang dulu, atau sudah berubah. **I know, Kompas.com sih gak segitunya juga sebenarnya.

Disclosure: Saya pernah memiliki hubungan kerja dengan Kompas Gramedia. Tapi cerita di atas terjadi sebelum masa hubungan kerja saya dengan Kompas Gramedia.

Persaingan portal-portal berita masih berlangsung ketat. Sejauh ini, Detikcom masih memang posisi puncak. Tapi mudah-mudahan tetap bisa makin berkualitas dan berinovasi. Di US, media-media online sedang bergumul habis-habisan untuk mencari cara mendapatkan revenue tanpa mengorbankan idealisme jurnalismenya. Di Indonesia cepat atau lambat pasti akan terjadi juga. Bersiaplah sebelum itu terjadi. Atau sebenarnya di Indonesia juga sudah terjadi?

Happy sweet seventeen Detik.com.

Shopious.com vs Jualio.com

Okto SiLaban Okto Silaban

Shopious.com adalah tempat para penjual di social media (Instagram) mengiklankan barang jualannya. Kalau si penjual di Instagram tersebut sudah menjadi member di Shopious maka barang dagangannya akan otomatis masuk ke dalam listing di Shopious. Semua transaksi jual beli terjadi di luar Shopious.

Jualio.com pada dasarnya adalah marketplace (seperti Tokopedia dan OLX). Para penjual mengunggah barang dagangannya di Jualio, lalu secara otomatis barang dagangannya ini juga akan ditampilkan di social media yang sudah dihubungkan oleh si penjual ke akunnya di Jualio. Semua transaksi jual beli terjadi di dalam Jualio. Jadi pada dasarnya ini Tokopedia+ (karana ada fitur auto-post ke socmed).

Nah, kalau saya lihat ini dua bisnis di sekitar “jualan online” yang saling berkebalikan. Yang satu dari socmed ditampilin ke website, yang satu lagi dari website ditampilkan ke socmed.

*entahlah kalau ternyata pengertian saya mengenai Shopious dan Jualio salah ya. Begitulah pemahaman saya ketika mengunjungi website mereka dan membaca satu per satu page-page nya.

Model Bisnis – Shopious

Pada awal didirikan oleh Aditya Herlambang sih, sebenarnya model bisnis Shopious sama dengan Tokopedia. Mereka bahkan awalnya yakin 1 tahun setelah didirikan bakal bisa menarik 3% dari tiap  transaksi yang terjadi di Shopious.

Tetapi 8 bulan kemudian mereka berganti arah. Tidak lagi jadi marketplace. Startup yang didirikan oleh mantan iOS developer di Pulse ini menggantinya menjadi website tempat ol-shop di Instagram untuk mengiklankan produk-produknya. Keputusan yang tepat menurut saya, marketplace general sudah terlalu ramai. Isinya pemodal dengan duit tak berseri semua. -_-

Dari yang saya baca-baca, ketika mendaftar di Shopious pertama kali, para “sista” di Instagram tidak perlu bayar. Kalau nanti ada pelanggan yang menghubungi dari Shopious, baru deh diminta bayar. Kalau gak mau bayar? Bye bye sist..

Bayarnya berapa? Paling murah Rp 60.000/bln untuk 10 foto produk.


Saat ini kalau saya lihat dari daftar tokonya, paling enggak ada 1.000 toko yang terdaftar. Kalau semuanya ini sudah berbayar, berarti dalam satu bulan paling enggak Shopious mendapatkan revenue Rp 60.000.000,-. Ya, lumayanlah. Buat nggaji “rockstar-full-stack-ninja-RoR-Django-NoSQL-Docker-etc-engineer” masih cukup lah. 😀

Model Bisnis – Jualio

Kalau bicara Jualio, pasti inget Juale.com. Keduanya didirikan oleh Nukman Luthfie, pemain lama di dunia digital Indonesia. Sempat menjabat Direktur di Detik.com, membangun digital agency Virtual Consulting (sekarang berganti nama jadi Virtuco), membangun Musikkamu.com (bersama operator XL), Niriah.com (tutup), PortalHR.com, dll. Saya sendiri belajar banyak dari beliau sejak dari jaman kuliah.

Juale.com adalah layanan pembuat toko online. Tinggal daftar, bayar, maka kita sudah punya “engine” toko online sendiri, dengan domain sendiri. Dan semua toko-toko yang menggunakan engine Juale, produknya akan dikumpulkan semua di Juale.com. Ya kaya Tokopedia, cuma masing-masing penjual punya alamat website sendiri-sendiri dan tampilannya pun masing-masing. Semua penjual ini harus membayar untuk menjadi member di Juale.com.

Sayang Juale akhirnya magudTM. Target market Juale saat itu adalah UKM-UKM yang baru mau masuk ke online. Menurut saya mungkin fokusnya ke UKM-UKM itu salah satu penyebabnya. Sebagai perbandingan, Tokopedia (setahu saya) dibangun dengan target market awal adalah para penjual-penjual di forum KafeGaul.com (tutup). Jadi isinya penjual-penjual yang memang sudah terbiasa dengan dunia online. Plus di Tokopedia penjual tidak perlu membayar untuk membuka toko.

Kembali ke Jualio. Jualio ini menurut saya malah versi mini Juale. Kalau di Juale penjual mendapatkan “website masing-masing”, dan domain masing-masing, di Jualio malah enggak. (Setahu saya sih gitu. Sekarang masih beta, jadi belum bisa kelihatan final nya). Bedanya, di Jualio produknya otomatis di post ke socmed para penjual.

Di Jualio penjual bisa upload informasi produk-produknya. Produknya bisa fisik, maupun digital. Semua transaksi jual beli terjadi di dalam Jualio. Pembayaran bisa via online payment, kartu kredit, maupun transfer bank. Jualio akan mengambil 5% dari produk fisik yang terjual, dan 30% dari produk digital yang terjual.

Target Market

Kalau Shopious sih sudah jelas target marketnya: mereka-mereka yang jualan di Instagram ini, umumnya sudah paham bagaimana cara berjualan via online. Maksudnya cara berjualan online ala Indonesia ya. Yang seringnya nanya-nanya mulu, nawar-nawar mulu, belinya kapan-kapan. Baru order 15 menit yang lalu, udah bolak-balik nge-buzz nanya barang udah dikirim atau belum. Ya gitu lah. Para sista di Instagram lebih pahamlah ini.

Dengan target market seperti itu, Shopious tidak perlu capek mengajari mereka bagaimana berjualan online –ini yang dulu dilakukan Juale.

Selain itu, dengan melepas transaksi di luar Shopious, mereka juga tidak perlu pusing dengan urusan ala-ala rekber (escrow), legalitas pengumpulan dana, refund, dll. Cuma, soal apakah target market ini bisa scale-up atau enggak, itu masih jadi pertanyaan. Kemudian, jika nanti trend nya berubah, para sista tidak lagi jualan di Instagram dan memilih ke marketplace seperti Tokopedia, bagaimana strategi Shopious berikutnya?

Kalau Jualio, saya enggak bisa membaca target marketnya. Selain masih belum dibuka tampilan finalnya, informasi yang saya dapatkan juga terbatas. Mudah-mudahan kali ini “kesalahan” target market di Juale tidak terulang di Jualio.

Dengan fitur otomatis upload ke socmed dari Jualio saya tidak melihat keunggulan signifikan-nya. Kalau socmed para penjual tersebut tidak banyak follower/fans/friends-nya, jadinya gak efektif. Tapi kalau socmednya sudah ramai, buat apa perlu Jualio? Karena ini malah merepotkan penjual. Upload harus ke Jualio, transaksi di Jualio, tawar-menawar (kemungkinan) juga harus di Jualio. Entahlah, saya masih kurang informasi untuk bisa membaca kemana arah Jualio sebenarnya.

Dan.., pertanyaan saya sama dengan soal Go-Jek kemarin. Apakah Shopious dan Jualio mengincar exit? Atau mau long term? 😉

Dicari Mahasiswi Hilang: Husniyati Zakiyya Mubarok (Psikologi Unisba) (UPDATE)

Business Software in the Cloud 1

,

UPDATE: Sudah ditemukan, sembunyi di rumah neneknya :)

Info dari Polsek Bandung Wetan
Husniyati Zakiyya Mubarok alias Kiki Ucrit mahasiswi Psikologi Unisba semester 8

Alamat: Jl. Pembangunan Komp Jaya Asri 2 Blok A no. 8 Kel. Jaya Waras Kec. Tarogong Kab. Garut

Hilang jam 16.00 di Unisba sejak hari Senin 6 Juli 2015
Ciri-ciri: Pakai jilbab putih, celana hitam, baju putih, tas coklat sepatu hitam anak dari Ny Ningsing no hp 081322592753

Lapor Bandung Wetan

Sumber: Sry Wahyuni (BBM 2BA30F22)

Dicari Mahasiswi Hilang: Husniyati Zakiyya Mubarok (Psikologi Unisba)

Business Software in the Cloud 1

,

Info dari Polsek Bandung Wetan
Husniyati Zakiyya Mubarok alias Kiki Ucrit mahasiswi Psikologi Unisba semester 8

Alamat: Jl. Pembangunan Komp Jaya Asri 2 Blok A no. 8 Kel. Jaya Waras Kec. Tarogong Kab. Garut

Hilang jam 16.00 di Unisba sejak hari Senin 6 Juli 2015
Ciri-ciri: Pakai jilbab putih, celana hitam, baju putih, tas coklat sepatu hitam anak dari Ny Ningsing no hp 081322592753

Lapor Bandung Wetan

Sumber: Sry Wahyuni (BBM 2BA30F22)

Pesan Wired.com kepada Startup Media

Okto SiLaban Okto Silaban

[Ilustrasi: Ahmad Hammoud – ahmadhammoudphotography | flickr.com]

So startups out there listening—if you want to fizzle, like Circa, or have a slim chance of being acquired, like Wavii, Summly, and Pulse, do more or less the same. But if you can solve the real  problems that have faced news organizations since news first made its way online, you may have a  chance of making it on your own. Do what no one else can do: find new ways to profit off the news. Otherwise, you’re in it with the rest of us.

~Wired.com

Wired membahas tentang Circa yang akhirnya menyatakan akan magudTM. Circa adalah startup penyedia berita dalam bentuk mobile application. Berbeda dengan ala-ala BuzzFeed, UpWorthy, dll yang fokus ke gimana caranya dapat trafik sebanyak-banyaknya, Circa fokus ke isi berita yang straightforward, fokus ke fakta dan informasi yang penting. Well, sayangnya Circa salah melihat peluang. Bukan bagaimana cara menyampaikan konten yang jadi masalah, tapi gimana cara mendapatkan uang dari konten tersebut.

Kalau di Indonesia sih, pasarnya belum seperti di US. Makanya portal-portal berita itu juga masih lincah bermain-main headline ala-ala BuzzFeed demi mengejar trafik. Kalau trafik sudah tinggi (Alexa tinggi), tinggal jualan ads banner atau “native-ads” a.k.a advertorial deh.

Saya setuju dengan Wired. Kalau ada startup yang tahu cara memonetisasi media online dengan tidak bergantung pada “tweaking” headline dan konten ala BuzzFeed, niscaya akan jadi “disruptor” bisnis media online.

Investor Go-Jek dan Sejarah Para Pendirinya

Okto SiLaban Okto Silaban

[Foto: kompas.klasika | flickr.com]
Saya baca di blog ini, di salah satu paragrafnya kurang lebih disebut, “Sampai sekarang Go-Jek belum mau membuka siapa investornya.” Saya baru kepikiran. “Hah, masak sih?”. Di era startup rame-rame ngomongin siapa investor mereka, atau diakusisi siapa, beberapa bahkan menyebutkan nominalnya, saya juga baru sadar kalau Go-Jek sepertinya tidak ramai dibicarakan siapa investornya.

Sejauh yang saya dapatkan informasinya baru Northstar Group, via NSI Ventures, yang menginformasikan Go-Jek sebagai portofolio investasi mereka. Ini tercantum di situs resmi Northstar, maupun NSI Ventures.

*Northstar adalah perusahaan private equity (sejenis Saratoga, TRG gitu kali ya kalau di Indonesia). Kalau NSI Ventures adalah perusahaan venture capital. Beda private equity sama venture capital apa? Googling aja ya. Haha.

Kalau melihat awal-awal Go-Jek launching dulu tahun 2010, sebenarnya liputannya cukup lumayan. Mereka sempat diliput oleh The Labana Post The Jakarta Post. Di situ disebutkan nama Arthur Benjamin sebagai angel investor Go-Jek. Tapi anehnya, salah satu petinggi Go-Jek yang sekarang bahkan gak tahu nama itu. Perkiraan saya sih, Arthur sudah tidak lagi menjadi investor di Go-Jek. Kok bisa? Mungkin yang berikut ini bisa jadi penjelasannya.

Para Pendiri Go-Jek

Go-Jek, didirikan oleh Nadiem Makarim, Brian Cu and Michaelangelo Moran. Sebelum mendirikan Go-Jek, Nadiem bekerja di McKinsey, Brian Cu bekerja di BCG, sementara Michaelangelo bekerja sebagai Web Interactive Designer freelancer.

Nah ini yang menarik. Go-Jek itu dari berbagai liputannya, disebut bahwa mereka didirikan di sekitar Juni 2010. Hingga 2011, beritanya masih keluar di media. Termasuk artikel di The Jakarta Post tadi. Tapi, sejak 2011 akhir, bisa dibilang Go-Jek agak meredup dari pemberitaan.

Penyebabnya? Saya gak tahu persis. Yang jelas, setelah mendirikan Go-Jek di 2010, Nadiem dan Brian justru bekerja di Rocket Internet untuk membangun Zalora.com. Nadiem bergabung ke Zalora di November 2011, dan Brian bergabung di Januari 2012. Mereka direkrut oleh Rocket Internet untuk membangun Zalora Indonesia (fashion e-commerce).

*Sudah bukan rahasia lagi memang kalau Rocket Internet gemar mengambil tim dari mantan karyawan perusahaan konsultan manajemen. Nadiem ex-McKinsey, dan Brian ex-BCG. Dua nama besar perusahaan konsultan.

Saya enggak tahu pastinya ketika Nadiem bergabung ke Rocket Internet, Go-Jek statusnya bagaimana. Apakah memang vakum atau malah dibangun ulang. Kalau beneran dibangun ulang gak heran kalau akhirnya Arthur Benjamin sudah tidak lagi tercatat sebagai pemilik saham.

Lalu setelah keluar dari Zalora, gimana kelanjutannya? Nah ini menarik juga. Setelah keluar dari Zalora, Nadiem juga belum memilih fokus dengan Gojek-nya. Di April 2013 lulusan MBA Harvard ini malah bergabung ke Kartuku, menjabat sebagai CIO. Setahun di Kartuku, barulah Nadiem kembali fokus ke Gojek.

Brian Cu? Setelah keluar dari Zalora, lulusan National University of Singapore ini memilih berkarir di GrabTaxi sejak Juni 2013. Iya, GrabTaxi yang itu.., yang juga meluncurkan GrabBike, pesaing utama Go-Jek.

Ini menarik. Melihat timeline catatan karir mereka di Linkedin, sepertinya Brian Cu juga tidak lagi memiliki saham di Go-Jek.

The New Go-Jek

Di 2015 ini, Go-Jek mulai ramai lagi. Kalau dulu pesannya harus via telpon, sekarang sudah bisa via aplikasi, ala-ala Uber. Walaupun aplikasinya menurut saya kualitasnya masih jauh dari Uber.

Mengapa aplikasinya kualitasnya masih jauh? Beberapa kali saya gunakan, aplikasinya suka error sendiri. Pesen Gojek, nunggu agak lama, terus muncul notifikasi pengemudi sudah dapat, sedang dalam perjalanan. Tapi informasi pengemudinya kosong. Gak ada nama maupun nomor telpon. Posisinya? Di laut. Tapi pernah juga berhasil dengan mulus sih.

Lalu ini yang paling parah, seringkali (dapat cerita) aplikasinya bisa diakali sendiri oleh pengemudi Gojek-nya, maupun oleh pengguna jasanya. Pengemudi Go-Jek nya bisa dapat 800rb sehari dengan ngakalin aplikasinya. Ini abang-abang Go-Jek nya sendiri lho yang cerita. Penumpangnya? Well.., gitu deh. Biar jadi PR orang teknologinya Go-Jek lah ini.

Soal investor, seperti disebutkan tadi, strateginya Nadiem agak beda dengan kebanyakan startup lainnya. Di beberapa media, Nadiem menyatakan kalau enggan membuka informasi investor Gojek. Bukan soal nominal saja, tapi soal siapa investornya. CFO nya Gojek pun waktu saya tanya tidak bisa memberikan informasi, confidential katanya.

Pertumbuhan Gojek sepertinya luar biasa tahun ini. Download aplikasinya sudah lebih dari 500rb. Jumlah mitra abang ojeknya pun sudah 10rb lebih, tersebar di 4 kota.

Pertanyaan dasar saya cuma satu, ini Gojek mau ngincer exit, atau memang mau dijalankan long term ya? 😉

PS: Terus, Michaelangelo Moran gimana? Well, kata info user di Wikipedia (ini saya quote ya) “Michaelangelo Moran is a son of a bitch and janitor based currently in San Francisco”. Saya yakin ini pasti becandaan sih. Entah oleh dia sendiri (yang memang pekerja kreatif), atau temen-temennya. 😀

Ulasan 10 Tahun Blog Ini

Okto SiLaban Okto Silaban

2 tahun lalu saya bikin janji, sekarang waktunya saya penuhi.

Blog ini dimulai sejak November 2004, jadi usinya sudah 10 tahun lebih. Tetapi Google Analytics-nya baru dipasang sejak 2007. Jadi data yang saya punya hanya statistik kunjungan blog ini 8 tahun terakhir.

Apa saja yang yang bisa dilihat dari data 8 tahun terakhir? Begini.

Mobile

Seperti terlihat di chart di atas, awalnya pengunjung blog ini di dominasi pengunjung yang menggunakan desktop (desktop users -warna biru). Lalu sejak penghujung tahun 2012 perlahan-lahan pengunjung yang menggunakan perangkat ponsel naik (mobile users –warna hijau). Dan menyusul di bawahnya, pengunjung pengguna tablet (tablet users –kuning). Sekarang, mayoritas blog saya ini dikunjungi menggunakan ponsel.

Minggu lalu sewaktu iseng membuka Google Analytics, saya cukup kaget ketika mengetahui bahwa 60% lebih pengunjung blog saya ini adalah mobile users. Bulan sebelumnya sekitar 53%, bulan sebelumnya lagi juga 50-an persen. Setelah melihat overview secara keseluruhan jadilah chart di atas. Desktop user yang mengunjungi blog ini persentasenya turun drastis. Juni 2014 jadi titik balik perubahan profil pengunjung blog ini. Di Juni 2014, mayoritas pengunjung blog ini berubah, dari desktop users ke mobile users.

Agak mengejutkan buat saya, karena di Juni 2014 saya tidak melakukan perubahan apapun di blog ini. Bahkan, saya gak nulis satu artikel pun di Juni 2014.

Tadinya saya menduga karena jumlah pengguna smartphone di Indonesia sudah lebih besar daripada pengguna feature phone. Nyatanya tidak, dari data di swipe.to/9646k, di Juni 2014, pengguna smartphone di Indonesia masih 23% dari total pengguna ponsel se-Indonesia. 77% sisanya masih menggunakan feature phone. Kalau dilihat dari jenis browser & OS nya (sejak Juni 2014 hingga Juni 2015), pengguna Opera Mini jumlahnya cukup signifikan, sama besarnya dengan jumlah pengguna browser Chrome (Android). Jadi mungkin selain jumlah pengguna smartphone memang meningkat (walaupun belum mayoritas), pengguna smartphone ini juga lebih sering browsing -daripada sekadar menggunakan media sosial. Mungkin ya.

Tulisan Terpopuler

Inilah 10 tulisan saya paling populer di blog ini selama 8 tahun terakhir:

  1. http://labanapost.com/2008/02/website/imediabiztv-nonton-tv-dari-internet/
    Untuk beberapa tahun, sepertinya banyak sekali orang yang mencari cara menonton TV via internet. Dan ternyata blog saya ini muncul di top 5 hasil pencarian di Google untuk beberapa lama.  Tapi beberapa tahun terakhir sudah tidak lagi sih.
  2. http://labanapost.com/2005/08/general/wawancara-kerjamenjawab-dengan-cerdas-taktis-dan-optimis/
    Setahun terakhir ini jadi tulisan paling populer di blog ini. Padahal ini ditulis tahun 2005, hampir sepuluh tahun yang lalu, copy paste pulak. Saya dapat dari sebuah milis. Gak ingat lagi sumber aslinya. Dari data Google Analytics, banyak yang menemukan tulisan ini dengan kata kunci “contoh wawancara kerja” (dan variasinya) di Google. Walaupun saya coba googling dengan kata kunci itu (dan variasinya), blog saya gak muncul di 20 top resultnya. Hmm..
  3. http://labanapost.com/2007/10/general/mengetes-dominasi-otak-kanan-atau-otak-kiri/ Ini juga image nya dari milis. Saya gak tahu sumber aslinya dimana.
  4. http://labanapost.com/2008/01/general/20-gambar-yang-luar-biasa-dari-google-map/
  5. http://labanapost.com/2008/06/linux/hati-hati-buat-pengguna-indosat-im3/ Mudah-mudahan yang baca tulisan ini di tahun 2015 paham ya kalau tulisan ini dibuat tahun 2008.
  6. http://labanapost.com/2015/03/website/seperti-inilah-sulitnya-membuat-halaman-website/
    Nah ini agak-agak fenomenal buat saya. Setelah menulis ini, saya share link-nya di Twitter dan Facebook saya. Responnya sedikit. Di Twitter yang re-twit gak sampai 4 orang seingat saya. Di Facebook juga comment nya gak sampai 10 kayaknya. Tapi dalam 2 hari, ada 2 ribu orang lebih yang share tulisan saya ini di Facebook mereka. Di Twitter ada beberapa juga yang share ternyata (tapi tanpa mention saya @labanux). Hampir semua saya gak kenal siapa. Selama hampir sebulan tulisan ini sangat populer. Bahkan sampai bulan ini (sudah 3 bulan), tulisan ini masih mendatangkan banyak kunjungan. Mungkin memang banyak sekali yang merasakan apa yang saya tulis itu ya. Masih misteri bagi saya, darimana berawalnya “viral” ini.
  7. http://labanapost.com/2007/11/website/facebookcom-terancam-ditutup/
    Ditulis tahun 2007, tetapi populer di tahun 2010 kalau gak salah. Waktu jaman-jaman ada wacana dari Kominfo untuk menutup akses ke Facebook. Orang menemukan tulisan ini sebagian besar dari Google, dengan kata kunci “facebook tutup” dan variasinya.
  8. http://labanapost.com/2007/11/general/internet-berbayar-im3-vs-internet-gratisan-three/
  9. http://labanapost.com/2008/02/linux/download-video-youtube-tanpa-downloader-di-linux/
  10. http://labanapost.com/2007/11/general/lion-air-atau-wings-air-sih/

Oh iya, di bulan ini (Juni 2015), tulisan paling populer adalah http://labanapost.com/2014/03/general/silverqueen-gede-sih-tapi-rela-bagi-bagi-sama-ulat-bukan-hoax/ Entah kenapa, tiba-tiba banyak yang mencari “ulat silverqueen” di Google. Dan blog ini masuk salah satu top resultnya. Padahal tulisan itu dibuat setahun yang lalu.

Perubahan

Blog ini hampir 7 tahun tidak berubah themenya. Selama 7 tahun itu hanya perubahan-perubahan minor saja yang dilakukan. Tapi akhirnya di 2014 saya memutuskan untuk menggantinya dengan theme WordPress yang responsive, jadi lebih ramah di mobile. Di 2015 saya sempat ganti lagi beberapa kali, hingga akhirnya menggunakan theme yang sekarang ini. Tentunya dengan modifikasi minor di sana – sini.

Tahun 2015 ini saya memutuskan untuk mengganti tempat hosting. Tadinya betahun-tahun hostingnya di DreamHost, disediakan secara cuma-cuma oleh saudara saya, Charly Silaban. Thanks amang Charly..!

Bersamaan dengan ganti hosting, saya juga mengganti domain blog ini dari okto.silaban.net ke LabanaPost.com, dengan “branding” lucu-lucuan, The Labana Post.

Rutin

Tahun 2015 ini saya kembali rutin menulis (setidaknya 4 bulan terakhir). Bahkan saya sempat bereksperimen dengan membuat blog baru, Labana.ID. Ini jadi tahun ke-3 saya menulis paling aktif (54 tulisan sejak Januari 2015). Kalau frekuensi menulis saya tetap seperti 4 bulan terakhir, bisa jadi tahun ini bakal jadi tahun teraktif saya menulis, mengalahkan tahun 2008 (147 tulisan).

Eh iya, jadi inget. Dulu, tahun 2009, sempat ada rame-rame di kalangan para blogger, perdebatan apakah blog itu cuma trend sesaat atau tidak. Sampai sekarang saya gak tahu kesimpulan dari perdebatan itu. Kalau kata Christin sih -mengutip dari @chiw-, “Namanya trend ya mesti sesaat sih. Kalo berkepanjangan namanya habit”. Padahal kita sama-sama tahu, namanya yang berkepanjangan itu, pasti ujung-ujungnya minta kepastian status. Iya kan?

Mudah-mudahan 10 tahun lagi blog ini masih ada.

Sudah Siap Memerangi Malware di Era Internet-of-Things?

Business Software in the Cloud 1

Sudah Siap Memerangi Malware Internet-of-Things?

Boro-boro mencegah phishing/scam/hacking apalagi bersiap-siap menghadapi tantangan serangan malware dan virus bagi pengguna perangkat Internet of Things seperti TV, kulkas, camera, robot, dsb. (yang pastinya akan semakin banyak)...

Setiap pulang dari warnet atau game center mana pun, USB flash drive saya pasti langsung kena virus. Padahal pencegahan dan pengamanan virus yang menyebar lewat USB flash drive (secara offline) termasuk paling gampang.

Dengan kondisi seperti sekarang, bagaimana bila menghadapi cyberwar dan hacker merajela? Hmm... :-(

Kesan Nonton Jurassic World

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Ketika film Jurassic World mulai ramai dibicarakan, saya cuma “hmmmm, okay, jadi Jurassic Park ada sekuelnya lagi. Jadi kira-kira ceritanya bakal menceritakan orang tolol mana lagi yang mau datang ke pulau penuh dinosaurus, setelah di beberapa kesempatan sebelumnya banyak yang ke sana dan pada mati?” Tapi kok makin dekat pemutarannya makin rame dibicarakan yak? (unsure)

Rupanya jarak 22 tahun antara Jurassic Park dan Jurassic World membuat sang dinosaurus kembali dirindukan dan tentu saja rentang waktu 22 tahun itu menyediakan banyak sekali lompatan teknologi yang bakal menyajikan efek visual yang jauh lebih keren. Jadi ya wajar kalau produsernya mencoba peruntungan dengan membuat kembali film dinosaurus legendaris itu. Apalagi memang belakangan ini banyak sekali film-film lawas dibikin kembali.

Nah, saya mau cerita kesan saya tentang film Jurassic World ini. Bagi yang belum nonton, silakan berhenti sampai di sini bacanya karena bakal ada spoiler.

Jurassic World

Gambar nyomot dari Wiki Jurassic World https://en.wikipedia.org/wiki/Jurassic_World

Jadi setelah saya nonton, saya baru paham kalo film ini ternyata bukan remake tapi sekuel Jurassic Park yang timeline-nya beda sama sekuelnya yang berjudul The Lost World: Jurassic Park. Pokoknya sekian tahun setelah “dibuang” oleh John Hammond, toh akhirnya taman dino ini buka juga. Lokasinya masih di pulau yang sama tapi bangunan-bangunannya beda sama yang dulu karena puing-puing bangunan lama masih ada.

Seperti halnya taman hiburan yang lain, dari waktu ke waktu pengelolanya selalu menyajikan wahana-wahana baru agar penonton tetap tertarik. Di Jurassic World, “wahana” baru itu hadir dengan makin beranekaragamnya jenis dino yang ditampilkan. Misalnya sekarang ada Mosasaurus, semacam paus/hiu purba yang ganas. Walaupun entah gimana nyamuk yang jadi sumber data DNA dino bisa menggigit si Mosasaurus. Mungkin nyamuk purba bisa menyelam juga. Puncaknya adalah dino baru karangan mereka sendiri yang diberi nama Indominus Rex.

Belajar dari pengalaman yang dulu, sistem keamanan kandang dino diperketat dan diperlengkapi dengan berbagai sensor dan alat canggih. Namun satu hal yang lupa mereka pelajari, yang namanya makhluk hidup, apalagi itu jenis predator, memiliki juga kemampuan “belajar” untuk meloloskan diri. Dan itu jugalah yang terjadi di film ini.

Intinya, film ini bercerita tentang bagaimana menghalangi si Indominus Rex supaya tidak berhasil mencapai area taman yang dihadiri banyak pengunjung. Berbagai cara dikerahkan, termasuk menggunakan Velociraptor yang berhasil dilatih untuk tugas tertentu. Ketika gagal, akhirnya dikerahkanlah sang raja sesungguhnya, T-Rex, untuk menghalau si Indominus.

Di awal film sebenarnya sang pembuat cerita cukup berhasil menyembunyikan si T-Rex ini dengan pesona Mosasaurus dan Indominus. Namun ketika Claire mencoba mendatangkan bala bantuan, saya langsung menduga, pasti si T-Rex ini yang bakal muncul. Dan ternyata benar. B-)

Mungkin karena mau tidak mau membandingkan dengan Jurassic Park, ketegangan di Jurassic World rasanya cupu. Apalagi tidak ada emosi penonton yang direnggut karena tidak ada tokoh utama yang mati dimakan dino. Yang dimakan figuran-figuran doang. Sama penjahatnya tentu saja.

Jadi selain efek visual yang sudah pasti lebih canggih, tidak ada yang spesial dari Jurassic World dibandingkan Jurassic Park. Tapi sebagai hiburan pengisi waktu luang, lumayan banget sih. Sayang juga tokoh utama cewenya kurang cantik menurut saya (hehe, sebagai cowo ya wajar khan memperhatikan tokoh cewe) meskipun sepatu high heels-nya top banget. (upss)

Hasil Recording Zenfone 2 vs Zenfone 5

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Beberapa waktu lalu ada yang menanyakan pada saya tentang hasil recording Zenfone 2 yang dinilai lebih buruk dibandingkan Zenfone 5. Saya bukan audio freak, jadi gak ngerti mana yang lebih bagus. Jadi hasil recording kedua hape tersebut saya sajikan di sini, silakan dinilai sendiri.

Memang, secara cepat bisa dinilai bahwa volume yang dihasilkan oleh hasil rekaman Zenfone 2 lebih kecil daripada Zenfone 5.

Perbandingan ini dilakukan seadil mungkin, setingan audio kedua hape dibuat sama dan rekaman dilakukan secara bersamaan.

Nah, inilah hasilnya.

Zenfone 2

 

Zenfone 5

 

Semoga bermanfaat.

RPP E-Commerce Memang Separah Itukah? Mari Kita Ulas

Okto SiLaban Okto Silaban

[Ilustrasi: Álvaro Ibáñez – alvy | flickr.com]
Beberapa hari ini dunia e-commerce Indonesia ramai. Musababnya Daniel Tumiwa, ketua idEA (Asosiasi E-commerce Indonesia) menyatakan bahwa dalam RPP E-commerce yang dirancang oleh Kementrian Perdagangan disebutkan bahwa pemerintah mewajibkan para pelaku industri melakukan pendaftaran yang dikenal dengan istilah Know Your Customer (KYC).

Menurut banyak pihak, ini akan mematikan industri e-commerce lokal. Karena ini tidak hanya mempersulit penyelenggara e-commerce (termasuk classified-ads), tetapi juga pelanggan. Seperti diutarakan oleh Rama (DailySocial): “Ketika anda ingin menjual barang di situs seperti Tokopedia, Bukalapak, Kaskus atau OLX, anda harus terlebih dahulu terverifikasi sebagai warga negara yang sah dengan memberikan nomor KTP/NPWP anda.”

Sayangnya artikel-artikel di Detik, CNN Indonesia, maupun DailySocial itu tidak menyertakan link ke dokumen RPP E-Commerce yang diperdebatkan ini. Saya coba cari, yang ketemu dari situs resmi Ditjen PDN Kemendag cuma ini: NASKAH AKADEMIK RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH (RPP) TENTANG PERDAGANGAN ELEKTRONIS (E-COMMERCE). Mari kita ulas.

*Disclaimer: Saya gak tahu ya apakah ini sudah versi terupdate -yang diributkan itu- atau bukan. Dan saya bukan ahli hukum, jadi ini interpretasi pribadi saya.*

Penelitian naskah akademik Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) perdagangan secara Elektronis dilakukan melalui kombinasi studi kepustakaan (aspek teoritis dan tujuan komparatif penerapan RPP e-commerce negara lain) dan metode pengumpulan data secara kualitatif dan kuantitatif melalui objek penelitian secara langsung dengan menggunakan metode penyebaran kuisioner, indepth interview, focus group discussion (FGD), tabulasi dan analisis data secara statistik kepada stakeholders utama yaitu Kementerian Perdagangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi, Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), Bank Indonesia (BI), PPATK, YLKI, dan Penyedia web media jejaring sosial seperti Toko Bagus dan Kaskus.

-Page 16

TokoBagus (yang sebenarnya sudah ganti nama jadi OLX) enggak masuk kategori jejaring sosial pastinya. Kalau Kaskus, ya.. masih bisa lah.

Kesimpulannya, e-commerce adalah suatu transaksi komersial melalui jaringan komunikasi yang dapat berupa fax, email, telegram, telek, EDI (Electronic Data Interchange), dan sarana Elektronis lainnya meliputi kegiatan tukar menukar informasi, iklan, pemasaran, kontrak dan kegiatan perbankan melalui internet.

-Page 22

Ini telek yang mana yang dimaksud ya?

Mengapa diperlukan upaya legislasi untuk e-commerce (electronic commerce)? Ada beberapa hal yang mendasari pentingnya hal tersebut:

  1. dari aspek legal, yaitu untuk mengintegrasi berbagai peraturan dan perundang-undangan yang telah ada dan seharusnya ada, kemudian untuk mempromosikan persaingan usaha yang sehat di ranah dunia maya.
  2. dari aspek kontrak online, yaitu standar verifikasi legalitas e-document dan tandatangan elektronis, kemudian proteksi terhadap keamanan dan keandalan informasi, serta untuk membangun tugas dan tanggung jawab iklim usaha e-commerce. Dari sisi aspek pembayaran elektronis (e-Payment), yaitu: bagaimana melindungi konsumen dalam transaksi online dan pengaturan sistem pembayaran yang baru.
  3. aspek terakhir adalah Aspek Promosi e-commerce itu sendiri, yaitu untuk mempromosikan keuntungan dari e-commerce: keterbukaan (transparency), pengurangan biaya dan national competitiveness.

-Page 33 (saya edit sedikit biar jadi poin-poin)

Soal 3 aspek ini, menurut saya oke-oke aja sih. Dari aspek-aspek yang disebut ini, RPP E-Commerce ini “harusnya” niatnya emang baik.

 

Badan Hukum Penyelenggara Perdagangan Elektronis
RPP Perdagangan Elektronis akan menitikberatkan kepada bentuk badan hukum yang dapat menyelenggarakan perdagangan Elektronis. Bentuk yang akan dianut bukanlah sebuah mandatory (kewajiban), melainkan lebih kepada perlindungan dari negara (state guarantee) terhadap mereka yang menundukkan dirinya kepada pengaturan Badan Hukum pada RPP Perdagangan Elektronis ini.

Hal ini didasarkan kepada fakta bahwa perkembangan perdagangan secara Elektronis tidak (akan) dapat diatur secara penuh (total control) oleh pemerintah, mengingat perkembangan web yang sangat dinamis dan lebih bersifat self-regulatory. Dalam RPP Perdagangan Elektronis akan dikembangkan sikap state guarantee bagi mereka yang menundukkan diri kepada RPP ini, yang mana akan terkait dengan Lembaga Sertifikasi Keandalan dimana RPP akan mengatur lebih ke aspek ekonomi, mengingat aspek teknis telah dijabarkan dengan detil pada hukum positif lain.

-Page 42-43

Ini dia. Kalau dari interpretasi saya, di sini kuncinya. Tidak ada keharusan/kewajiban bagi penyelenggara e-commerce lokal untuk mengikuti ini. Tetapi jika ingin dilindungi -sesuai implikasi dari RPP E-Commerce ini-, barulah perlu mengikuti peraturan ini ketika disahkan nanti.

 

4. Perlindungan bagi Penyelenggara Perdagangan Elektronis
Verifikasi Identitas Pelanggan
Untuk memastikan bahwa perlindungan terhadap merchant juga memadai, perlu adanya sebuah mekanisme yang memastikan kebenaran identitas pelanggan. Hal ini sebenarnya akan dapat diselesaikan dengan adanya Single Identity Number(SIN) yang masih dalam taraf perencanaan tender oleh Kemeterian Dalam Negeri.
Dapat pula diusulkan penggunaan tanda tangan Elektronis untuk mempermudah integritas verifikasi pelanggan. Hanya patut dipertimbangkan mengenai populasi dari tanda tangan Elektronis ini (digital signature/DS) dan penetrasi penggunaannya dalam komunitas pengguna media Elektronis di Indonesia.

-Page 50

Intinya, diperlukan adanya sebuah mekanisme yang memastikan kebenaran identitas pelanggan. Seperti apa bentuknya? Masih belum pasti. Tapi kalau merujuk ke kutipan di atas, sekali lagi, ini harusnya tidak mandatory. Tidak wajib.

Mungkin akan ada yang berpendapat: Loh, kalau gak mau ikut RPP ini, berarti gak bakal dilindungi oleh peraturan yang berlaku ini dong? Ntar kalau ada penipuan, transaksi ilegal, dll, gimana dong?

Jawabannya: Ya sama aja kalau kita pake layanan dari luar negri. Misal, akhirnya pake Craigslist. Terus kalau ada kasus hukum gimana? Craiglist adanya di US, gak terikat juga sama peraturan di Indonesia. Sama aja sih jadinya. Intinya, kalau mau bebas ya bisa, tapi ya implikasinya jadi sama seperti layanan dari luar negri.

Kemudian soal Know Your Customer (KYC) yang diributkan itu. Saya tidak menemukan satu bagian pun di RPP ini yang menyebutkan istilah KYC ini. Paling dekat ya bagian “Verifikasi Identitas Pelanggan” di atas tadi. Apa ini yang dimaksud ya?

Membela Pemerintah ?

Saya bukan serta merta membela pemerintah. Dari 3 aspek yang disebutkan di RPP di atas, saya sih setuju. Nyatanya pemerintah pun tidak mewajibkan untuk ikut RPP ini, saya juga setuju. Artinya boleh pilih mau ikut atau tidak. Tapi kalau ujung-ujungnya ini membuat layanan e-commerce lokal posisinya sama saja dengan e-commerce dari luar, nah itu yang saya tidak setuju. Buat apa bikin peraturan yang bikin industri e-commerce enggan untuk mengikuti, lalu akhirnya gak ada manfaatnya. Ujung-ujungnya 3 aspek yang disebutkan di atas gak tercapai juga.

Sekali lagi, saya membahasnya dari dokumen RPP yang saya dapatkan (link di atas). Saya tidak tahu kalau ada versi yang lebih baru dari ini tapi belum diupload oleh Dirjen BPN Kemendag di situsnya.

Satu catatan penting. Dari pernyataan idEA, pemerintah katanya baru ngajak ketemu idEA 1 hari sebelum pengumuman RPP ini. Ini memang aneh sih. Bikin regulasi tanpa mengundang pihak yang pasti kena impactnya, bahkan draftnya pun katanya gak di-share. Ini harus diperbaiki.

Selain itu, RPP ini masih banyak typo di sana-sini. Dokumen resmi yang dikeluarkan oleh negara kok ya kaya gitu sih. Malu ah.

Semoga ketemu titik temu deh. Biar pemerintah bisa melindungi, idEA bisa jualan lebih nyaman lagi, dan konsumen pesta diskon belanja online lagi… *walaupun stocknya kosong. 😛

Geliat Okezone.com – Redesign, Platform Citizen Journalism dan Forum, serta Performa Bisnisnya

Okto SiLaban Okto Silaban

Okezone.com kembali tampil dengan desain baru. Gak baru-baru banget sih, desainnya di akhir 2014 hampir-hampir mirip ini juga sepertinya. Tapi ini jelas udah jauh beda dengan desainnya di tahun 2008.

Ketika mengunjungi Okezone.com, di bagian atas kita pertama kali akan disuguhkan dengan banner raksasa. Eye catching. Tapi menurut saya terlalu besar malah. Emang lebar yang pas itu seperti di Kompas.com, Detik.com dan Liputan6.com ya. (Ini juga saya baru sadar, mereka hampir sama semua dimensi ukurannya). Tapi saya curiga mereka bisa kompak ukuran banner image-nya segede itu bukan semata-mata demi kenyamanan mata deh.

Sepanjang karir saya, saya mengurusi website. Membuat layout foto dengan ukuran wide itu tantangannya lebih ke operasional. Seringkali susah menemukan image yang cocok yang wide kaya gitu. Sampai hari ini saya pun masih kerepotan dengan hal itu. Curiga nih portal-portal berita lain juga mengalami hal ini, makanya kompak pakai ukuran banner foto segitu.

Contoh screenshot di atas itu misalnya Kenapa foto ayam (apa tikus ya?) ada 2? Karena kalau fotonya satu aja dan wide, jadinya kepotong. Atau misal Okezone sendiri deh mau beritain desain barunya. Kan harus masang screenshotnya dong. Pusing deh tuh bikin image nya biar wide gitu. Hehe.

Lewat dari banner gede itu, scroll ke bawah, tampilannya seperti di atas. Saya suka sih. No comment untuk ini. Well done. Taste designer nya oke nih.

Cuma saya belum tahu. Apakah Okezone sudah mempersiapkan satu slot khusus untuk berita yg super-breaking-news. Kalau di Kompas.com, ada tuh di bawah menu yg atas. Kalau lagi ada breaking news, akan ada satu bar baru. Di bar baru ini breaking news nya akan di post.

Kalau di salah satu portal berita di US (aduh saya lupa apa namanya), lebih gila lagi. Layoutnya bisa diatur suka-suka, besar kecil, sampai urutan kontennya. Jadi jika ada berita yang lagi mau di highlight, atau ada breaking news, bisa segera ubah layout. Dan itupun dengan layoutnya tetap “responsive”. Mumet dah front end developernya. Haha. Ini kalau bang Roy Simangunsong (bos Okezone, -ex Yahoo) denger, bisa jadi dia pengen juga tuh bikin kaya gitu. 😀

*catatan: Semua screenshoot di tulisan ini saya buat saat mengaktifkan plugin AdBlock. Jadi saya gak tahu aslinya apakah ada banner iklan berjejal di sana-sini atau tidak.

Rubik

Nah ini nih salah satu platform baru dari Okezone, namanya Rubik. Eh, beneran baru kan ya? Atau saya yang kuper?

Apa itu Rubik? Singkatnya: Kompasiana-nya Okezone. Kalau Detik kan sudah punya DetikBlog, DagDigDug punya Politikana.com, Kompas cukup sukses dengan Kompasiana-nya, maka Okezone pun gak mau ketinggalan.

Ini layoutnya dan desainnya oke sih menurut saya. Belum explore lebih dalam sih. Tapi ada satu hal yang mengganggu banget. Ketika klik salah satu tulisan, tidak akan ke load halaman baru. Tapi artikelnya ditampilkan dengan pop-up. Mungkin terinspirasi dari Beritagar.com.

Gak tau ya, kalau saya sih gak suka model begini. Gak nyaman aja. Salah satu alasannya, kalau internet sedang lambat, atau mungkin server webnya yang sedang ngadat, loading artikelnya kan jadi keputus. Terus kalau sudah gitu, mau refresh halamannya susah. Kalau kita refresh, ya yang di-reload keseluruhan halaman depannya tadi. Karena pop up gak bisa di-refresh. Alasan lain? Err.. saya lupa. Dulu beberapa kali saya alami waktu buka-buka Beritagar.com.

Platform Rubik ini sudah sewajarnya dibangun Okezone. Situs-situs di luar juga melakukan ini. Kompasiana terbukti rame (rame juga fitnah di dalamnya). Mudah-mudahan gak jadi tempat ajang fitnah seperti Kompasiana di masa pilpres kemarin. Apalagi bos besarnya MNC (pemilik Okezone) terafiliasi dengan partai.. Eh, apa sih partai dia sekarang? Udah pindah lagi kemana sekarang? Atau bikin baru ya?

Warung Kopi

Apa itu WarungKopi Okezone? Singkatnya: Kaskus-nya Okezone. Tapi Kaskus++ kali ya. Karena ada fitur yg cukup menarik yang di Kaskus (setahu saya) gak ada: Kongkow. Ntar saya bahas ya.

Mirip seperti Kaskus, di sini bisa bikin New Thread, atau istilahnya mereka “Pesen Meja”. Ada sub-sub forum. Lalu ada FJB (forum jual beli) ala Kaskus. Namanya? FJB juga. Di FJB Okezone ini nominal harga ditampilkan dengan dua digit di belakang koma. Jadi misal 1 juta, jadinya: Rp 1.000.000,00. Entah kenapa. Karena selain nyaru di mata, toh di Indonesia gak ada nominal di bawah 1 Rupiah.

Oh iya istilah buat membernya: Warkoper.

Kalau di Kaskus ada cendol, di WarungKopi adaa.. Kopi Master. Jadi kalau di Kaskus orang sering minta “ijo-ijonya dong gan”, di sini mungkin nanti jadi “minta coklat-coklatnya dong bree..”, atau “bre.., jangan lupa Torabika nya ya bree..”.

*Itu profil Sutan Bathoegana saya dapat di halaman official Tour nya Warkop ini. Nekat juga nih. Hehe. Awas.., jangan sampai nanti “Kenaaaak barang tuu…”.

Salah satu fitur di Warung Kopi ini adalah Kongkow – “Tempat Ngobrol bareng bersama artis idola secara live”. Tapi halaman Tour nya (screenshot di atas), tertulis “Hangout with Chelsea Islan”. Kenapa bukan “Kongkow bersama Chelsea Islan” aja ya? Biar align gitu.

Di Kongkow ini, bisa live chat dengan idola/artis. Nanti Warkop akan menginformasikan kapan ada sesi Kongkow (eh Hangout?) dengan idola/artis yang sudah mereka jadwalkan. Kita bisa ikutan join. Plus ada video chat juga. Tapi untuk video chat ini, kalau gak salah nanti cuma dipilih beberapa orang saja. Entahlah, saya lupa detailnya. Males buka lagi tournya, panjang cuy.. Haha.

Tour Rubik dan Warung Kopi

Nah dari tadi saya sebut soal Tour. Nah ini harus saya beri big applause buat Okezone. Di Rubik dan Warung Kopi, pertama kali kita kunjungi akan keluar pop up yang mengajak kita Tour ke dalam, melihat apa-apa saja fitur yang disajikan di dalam. Ala-ala Facebook kalau ngeluncurin fitur baru gitu. Ini bagus banget sih untuk memperkenalkan produk/platform baru. Good job.

Cuma tetep ada catatan, hehe. Di Rubik, kalau selesai Tour, terus kita pengen ngulang, saya gak nemu gimana caranya bisa ikut Tour lagi. Kalau di Warkop, menunya selalu tersedia di samping kiri.

Satu lagi, di Warkop, sewaktu saya coba, di akhir tour URL-nya malah salah, masuk ke nomor rumah paling legendaris, 404. Entahlah sekarang sudah diperbaiki atau belum.

Okezone di Masa Pilpres

Salah satu momen yang saya ingat, setelah KPU mengumumkan pemenang pilpres -breaking news paling heboh malam itu. Okezone sama sekali enggak memberitakan lho (entah kalau 1 jam berikutnya atau besoknya). Malam itu saya lihat dari atas sampai bawah, gak ada beritanya yang menyinggung soal ini. Vivanews sih masih memberitakan, tapi gak di highlight. Sayang saya gak screenshot waktu itu.

Ahh jadi inget tragedi Vivanews yang berujung manajemennya sampai pada cabut. Itu loh tragedi “sebelum ayam berkokok..” 😉

Itu memang masa-masa kelam media massa di Indonesia.

 

Okezone.com Secara Bisnis

Dulu saya pernah dengar Okezone.com secara bisnis belum begitu bagus. Kalau melihat laporan tahunan 2014 MNC Media Investment (Linktone), sepertinya masih, karena penghasilannya turun.

Revenue Okezone.com tahun 2014 (sudah termasuk VAS business-nya) adalah US$ 3,1 juta (sekitar Rp 41 miliar). Ini turun dibandingkan revenue nya tahun 2013, US$ 3,9 juta (sekitar Rp 51 miliar). Padahal laba bersih Detikcom tahun 2010 saja sudah Rp 20 miliar (laba bersih lho, bukan revenue). Target laba bersih Detikcom 2011 lebih gila lagi, Rp 40 miliar. Tapi saya gak tahu, ini akhirnya terealisasi atau tidak. Jadi gak heran kalau saya dengar kabar bang Roy mau merebut posisi Liputan6.com sebagai portal berita nomor 2 saat ini (peringkat di Alexa hari ini).

Secara kepemilikan, saya agak bingung dengan Okezone.com ini. Di laporan tahunan MNC disebutkan kepemilikannya atas Okezone adalah 99,90%. Tapi di laporan tahunan Linktone, disebutkan kepemilikannya 49,9% dipegang oleh JPMorgan Chase Bank, N.A. Sedangkan MNC International Ltd. hanya memiliki 47,7% sahamnya. Jadi sebenarnya gimana sih?

Portal Berita di Indonesia

Sampai saat ini, klasemen liga portal berita di Indonesia masih diisi tim-tim lama. Memang posisinya berganti-ganti, namun Detikcom tetap nomor satu. Sisanya diisi oleh Liputan6.com (yang belakangan melesat masuk ke top 3), Kompas.com, Tribunnews.com (juga milik Kompas, tapi kualitas beritanya menurut saya masih di bawah Kompas). Lalu ada Merdeka.com (grup KapanLagi, yang baru diakuisi grup MediaCorp dari Singapura), Okezone, Viva.co.id, Suara.com (nah ini pendatang baru), disusul Tempo.co dan KapanLagi.com (mm.., ini bukan portal berita sih).

Suara.com ini luar bisa. Dulu, dalam hitungan bulan, dia sudah berhasil melesat masuk dalam 40 situs paling top di Indonesia. Kemudian saya sempat lihat kayaknya mereka pernah masuk top 10 atau top 20 juga sih. Tapi hari ini saya lihat sudah keluar dari top 20. Apa dugaan saya dulu mungkin benar, trafik mereka kebanyakan disumbang dari digital-ads. Jadi ketika ads placement nya sudah berkurang, ya trafiknya menurun juga. Dulu Vivanews gosipnya pernah melakukan strategi ini juga. Dalam seminggu posisinya di Alexa bisa melesat jauh. Gosip sih.

Merdeka.com (atau tepatnya KapanLagi Networks-nya), dulu sempat diduga bakal jadi akuisisi dengan nominal yang luar biasa. Hampir diakusisi oleh EMTEK (pemilik KMK -yang menaungi Liputan6.com). Tapi di tengah jalan berbelok, merapat ke MediaCorp. Akhirnya 52% sahamnya dilepas ke MediaCorp.

Nilai akuisisinya? Dari sumber yang cukup dekat dengan mereka, valuasi untuk 100% saham KapanLagi Network adalah US$ 87 juta. Ya.., naik dikit lah dibanding akusisi Detikcom oleh CT Corps tahun 2010, US$ 60 juta. Kalau itungan bodo-bodoan, dengan inflasi 7% setahun, maka “harga” Detikcom kalau diakusisi tahun 2014 jadi sekitar US$ 78jt.

Jadi siapa yang bakal berhasil menggeser posisi Detik sebagai No.1? Apa yang dibutuhkan biar bisa mengejar no.1? Jawabannya: duit (pastinya) + konten. Tapi dibelakang konten itu, sebenarnya kuncinya teknologi. Seperti apa maksudnya teknologi di belakang konten? Ya pikirin sendiri lah. Kalau mau masukan gue, bayar..! atau bajak gue.. LHO? Hahahahahaha..

Technical Thursday on Friday #13 : Android Design Support Library

Business Software in the Cloud 1

Technical Thursday on Friday #13 : Android Design Support Library

Konferensi tahunan Google I/O telah digelar di San Francisco, pada rabu 25 Juni 2015. Di ajang tempat bertemunya Google dengan para pengembang Android ini, Google mengungkap sejumlah pengumuman tentang produk dan layanannya yang akan segera dirilis. Topik Google I/O masih sangat hangat buat dibahas, dan ditechnical thursday on friday kali ini akan membahas mengenai Android Design Support Library akan dikupas tuntas langsung oleh Founder dan CEO GITS INDONESIA di Technical Thursday on Friday #13 yang akan diadakan pada :

Hari/tanggal : Jumat, 26 Juni 2015
Pukul          : 14.00 s/d 16.00 WIB
Tempat       :  Bandung Digital Valley
                     Menara IDeC Lt. 4 Jl. gegerkalong Hilir No.47 Bandung

Ajak teman-teman sebanyak-banyaknya buat join Technical Thursday kali ini. Karena teman-teman bisa sharing langsung mengenai Android Design. Reistrasi di sini : bit.ly/techthurs13

Penyidikan atau Penyelidikan ?

Okto SiLaban Okto Silaban

Hampir tiap hari baca berita. Seringkali menemukan kata penyidikan dan penyelidikan. Tapi sebenarnya gak pernah benar-benar nangkep apa bedanya. Jadi, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) ini bedanya:

penyidikan /pe·nyi·dik·an/ n serangkaian tindakan penyidik yg diatur oleh undang-undang untuk mencari dan mengumpulkan bukti pelaku tindak pidana; proses, cara, perbuatan menyidik

penyelidikan /pe·nye·li·dik·an/ n 1 usaha memperoleh informasi melalui pengumpulan data; 2 proses, cara, perbuatan menyelidiki; pengusutan; pelacakan

Cukup jelas kan?