PlanetTerasi

Think. Read. Write.

PowerBank Dengan Feature Fast Charging? Ya ZenPower Pro!

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Asus selalu memberi kejutan buat saya. Saat saya butuh power bank, eh kok mendadak ada bapak kurir datang bawa kiriman power bank dari Asus. Mungkin habis ini saya harus berpikir bahwa saya butuh notebook ROG Series. *eh (ngacir)

Power bank yang saya terima ini berbeda dengan power bank Asus ZenPower yang terdahulu. Kali ini namanya ada embel-embel “Pro”-nya. Namun kelebihan yang ditawarkan bukan sekadar embel-embel belaka.

Nah, apa sajakah keunggulan Asus ZenPower Pro ini?

Kalau dari sisi kapasitas, Asus ZenPower Pro memiliki kapasitas energi sebesar 10.050 mAh, sama seperti kakaknya. Dari sisi fisik, meski ukurannya kurang lebih sama, namun pasti akan langsung terlihat bedanya.

Asus ZenPower Pro

Ya, Asus ZenPower Pro ini memiliki dua port USB sebagai gerbang untuk mengeluarkan daya serta 1 port mini USB untuk jalan pengisian ulang, plus sebuah LED besar yang bisa difungsikan sebagai senter, selain tentu saja empat buah LED kecil sebagai indikator kapasitas power bank.

Asus ZenPower Pro

Salah satu dari dua port USB tersebut memiliki feature fast charging, yaitu port sebelah luar. Secara kasat mata, port yang memiliki feature fast charging tersebut didesain seolah memiliki bingkai di sekeliling lubang port-nya.

Bukti bahwa feature fast charging tersebut berfungsi adalah munculnya notifikasi fast charging pada Zenfone 2 yang diisi dayanya menggunakan Asus ZenPower Pro.

PowerBank Dengan Feature Fast Charging

Ketika diuji untuk mengisi daya dari keadaan penuh, Asus ZenPower Pro ini mampu “menghidupi” Lumia 540 dalam 2 siklus pengisian dan Zenfone 2 dalam sekali siklus pengisian, sebelum akhirnya diisi ulang kembali.

Pengisian ulang Asus ZenPower Pro menggunakan charger Zenfone 2 membutuhkan waktu antara 4-6 jam hingga penuh.

Untuk menyalakan senternya, tekan dan tahan tombol power hingga LED menyala. Dalam keadaan LED menyala, tekan tombol power dua kali secara cepat untuk mengubah tingkat terangnya. Ada dua tingkat terang yang dimiliki oleh LED Asus ZenPower Pro.

Asus ZenPower Pro

Dari berbagai feature yang dimiliki oleh Asus ZenPower Pro ini, feature fast charging-nya lah yang paling sering saya manfaatkan. Maklum, kalau ngecharge Zenfone 2 pake power bank biasa membutuhkan waktu yang agak lama, bisa sampai 4 jam. Dengan Asus ZenPower Pro ini, cukup 2 jam seperti halnya menggunakan charger originalnya.

Oh ya, bagaimana tak sengaja mengisi ulang ponsel yang tidak memiliki feature fast charging melalui port fast charging yang dimiliki Asus ZenPower Pro ini? Tenang saja, Asus ZenPower Pro ini cukup cerdas untuk mengenali bahwa ponsel yang di-charge tidak memiliki feature fast charging sehingga meskipun menggunakan port fast charging tapi feature fast charging-nya tidak menyala.

 

Asus ZenPower Pro ini tersedia dalam berbagai warna unik, sehingga cocok juga dijadikan koleksi. (lol)

The post PowerBank Dengan Feature Fast Charging? Ya ZenPower Pro! appeared first on Blog Oom Yahya.

Borobudur

RendyMaulana.com Rendy Maulana

Last week i went to Borobudur Temple, Magelang, Central Java

Traffic Contribution to Indonesia Internet (End April 2016)

RendyMaulana.com Rendy Maulana

3 Weeks after my last post regarding Our Traffic, its grow very fast.

Traffic on 28 April 2016
Total Traffic on April 28, 2016, In = Out to Data Center, Out = Going inside Data center

Max In: 616.53Mb; Average In: 337.55Mb; Current In: 455.45Mb;
Max Out: 518.22Mb; Average Out: 81.92Mb; Current Out: 66.87Mb;

daily iix, 28 April 2016
Traffic to Indonesia Internet Exchange, April 28, 2016, In & Out = Normal Reading

Max In: 59.75Mb; Average In: 18.69Mb; Current In: 24.68Mb;
Max Out: 323.83Mb; Average Out: 199.53Mb; Current Out: 296.06Mb;

6 Mitos Kesalahan Pengembangan Software

RomiSatriaWahono.Net Romi Satria Wahono

sliderimage2

Menurut data statistik, tingkat kegagalan project software di dunia ini mencapai lebih dari 40%. Di Amerika, Standish Group mencatat kegagalan mencapai 42%, sedangkan General Accounting Office menemukan fakta bahwa kegagalan pengembangan software mencapai 53% (Dennis, 2012). Semakin besar ukuran dari software, semakin besar kemungkinan kegagalan dalam pengembangan dan penerapan. Ketika kita mencoba mengkritisi lingkungan di […]

Tempat Koleksi Foto Online

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Kehabisan disk melulu. Umumnya karena koleksi lagu dan foto. Nah, saya berniat untuk menghapus koleksi foto di komputer (disk) sendiri. Saya mau upload foto-foto saya ke tempat koleksi online (atau kalau terpaksa, disk online) kemudian saya HAPUS foto-foto itu dari disk saya.

Apakah langkah ini bijaksana?

Saya akan upload berkas-berkas foto tersebut ke beberapa tempat. Just in case. Khawatir kalau layanan tempat koleksi foto tersebut berubah atau malah tutup. Sementara ini saya mengandalkan layanan Google Photos dan Flickr. Ada juga sebagian yang saya upload ke Facebook. (Hanya kalau ke facebook, ukurannya jadi mengecil dan kualitasnya menjadi turun?) Memang yang saya cari adalah layanan yang gratisan. ha ha ha.

Apakah ada saran tempat upload foto lagi? Kalau bisa yang gratisan dan ukurannya bisa besar.


Filed under: foto, Opini, Teknologi Informasi, TI Tagged: foto, opini, postaday2016, Teknologi Informasi

Update Firefox di Kernel lawas

ophay ophay

Sabtu pagi sebelum keluar rumah nyempatin dulu ng-update-tin firefox biar tertap terkinikan. Filed under: /etc, oprekan

Masih Tentang “Buzzer” di Media Sosial

Enda Nasution's Quiclinks enda

Hari ini kita diributkan oleh opini di media sosial yang seolah-olah akademis dan didukung oleh data dengan tuduhan pada beberapa orang yang katanya adalah “BUZZERS” untuk kepentingan politik tertentu. Buzzer, sebutan untuk orang yang nge-“buzz” (1. Anything that creates excitement or stimulus. 2. The feeling experienced by someone in a stimulated state. 3. Gossip.) jadi … Continue reading "Masih Tentang “Buzzer” di Media Sosial" The post Masih Tentang “Buzzer” di...

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]

Dear Future Generation, Sorry…

Aku Ingin Hijau Aku Ingin Hijau

 

sorry-high-2(klik pada gambar untuk menonton video)

Prince Ea, seorang motivator, membuat sebuah film mengenai masa depan yang suram akibat perusakan hutan dan ketidakpedulian orang terhadap perubahan cuaca global.

Banyak perusahaan merusak hutan dan menebang pohon demi keuntungan semata, politisi pun menyangkal adanya pemanasan global, orang banyak juga masih tidak peduli dengan lingkungan yang akan di turunkan ke generasi berikut.

Pemanasan global itu nyata. Perubahan cuaca yang ekstrim itu nyata. Dan kita tidak bisa terus menunggu aksi dari pemerintah untuk perubahan yang nyata. Bila kita satu per satu ikut serta untuk merawat dan menanam pohon, ikut peduli dengan lingkungan, maka dukungan orang banyak akan membawa perubahan yang sangat besar.

Sebarkan dan tonton videonya. https://www.youtube.com/watch?v=eRLJscAlk1M

Dibawah ini adalah pesan yang disampaikan dalam bentuk text. Semoga dapat menyentuh kita semua untuk beraksi.

Dear Future Generations,
I think I speak for the rest of us when I say,
sorry, sorry we left you our mess of a planet.
Sorry that we were too caught up in our own doings to do something.
Sorry we listened to people who made excuses,
to do nothing.
I hope you forgive us,
we just didn’t realize how special the earth was,
like a marriage going wrong,
we didn’t know what we had until it was gone.

For example,
I’m guessing you probably know what is the Amazon Desert, right?
Well believe it or not,
it was once called once called the Amazon Rain Forest,
and there were billions of trees there,
and all of them gorgeous and just um..
Oh, you don’t know much about trees, do you?
Well let me tell you that trees are amazing,
and I mean, we literally breath the air
they are creating, and they clean up our pollution,
our carbon, store and purify water,
give us medicine that cures ours diseases, food that feeds us.
Which is why I am so sorry, to tell you that,
we burned them down.
Cut them down with brutal machines, horrific,
at a rate of 40 football fields every minute,
that’s 50% of all the trees in the world all gone
in the last 100 years.
Why? For this.

And that wouldn’t make me so sad,
if there weren’t so many pictures of leaves on it.
You know when I was a child,
I read how the Native Americans had such consideration,
for the planet that they felt responsible,
for how they left the land for the next 7 generations.
Which brings me great sorrow, because most of us today,
don’t even care about tomorrow.
So I’m sorry, I’m sorry that we put profit over people,
greed over need, the rule of gold above the golden rule.
I’m sorry we used nature as a credit card with no spending limit.
Over drafting animals to extinction,
stealing your chance to ever see their uniqueness,
or become friends with them.
Sorry we poison the ocean so much that you can’t even swim in them.
But most of all, i’m sorry about our mindset,
cause we had the nerve to call this destruction,
“Progress”.

Hey Fox News, if you don’t think climate change is a threat.
I dare you to interview the thousands of homeless people in Bangladesh,
see while you was in your penthouse nestled,
their homes were literally washed away
beneath their feet due to the rising sea levels,
and Sara Palin, you said that you love the smell of fossil fuels,
well I urge you to talk to the kids of Beijing
who are forced to wear pollution masks just to go to school.
You see you can ignore this, but the thing about truth is,
it can be denied, not avoided.
so I’m sorry future generation,
I’m sorry that our footprints became a sinkhole and not a garden.
I’m sorry that we paid so much attention to ISIS,
and very little how fast the ice is melting in the arctic.
I’m sorry we doomed you
and I’m sorry we didn’t find another planet in time to move to.
I am s…

You know what, cut the beat, I’m not sorry.
This future I do not accept it,
because an error does not become a mistake,
until you refuse to correct it.
We can redirect this, how?
Let me suggest that if a farmer sees a tree that is unhealthy,
they don’t look at the branches to diagnosis it,
they look at the root, so like that farmer,
we must look at the root,
and not to the branches of the government,
not to the politicians run by corporations.
We are the root, we are the foundation, this generation,
it is up to us to take care of this planet.
It is our only home, we must globally warm our hearts
and change the climate of our souls
and realize that we are not apart from nature,
we are a part of nature.
And to betray nature is to betray us,
to save nature, is to save us.
Because whatever you’re fighting for:
Racism, Poverty, Feminism, Gay Rights,
or any type of Equality.
It won’t matter in the least,
because if we don’t all work together to save the environment,
we will be equally extinct.

Sorry.

 


Filed under: Bercocok Tanam, Berita Lingkungan Global, Fakta Lingkungan, Tokoh Hijau Tagged: prince-ea, video

2 Account (WhatsApp) dalam 1 handphone

ophay ophay

                Minggu kemaren Handphone Lani terpaksa harus diopname untuk beberapa hari, karena OS androidnya gagal boot, disamping aktivitas sekolah Lani yang cukup padat dan banyaknya kegiatan ekstakulikuler yang harus Lani ikuti terpaksa handphone lawas tersebut hanya tersimpan didalam lemari buku. Sementara disatu sisi Lani sangat membutuhkan nomor GSM […]

Cap Jidat yang akan Menyelamatkanmu

Business Software in the Cloud 1

Kalau ditanya 3 hal terpenting dalam membangun bisnis, maka jawabannya adalah: Skill - Credibility - Network.

Jika hanya menyisakan 1 hal yang terpenting, maka kredibilitas adalah yang paling utama di dunia bisnis.

Lantas apa itu Kredibilitas?

Kredibilitas adalah nama baik, kredibilitas yang dibangun dimasa lalu. Kalau elemen pembangun kredibilitas yang tepat, saya setuju memilih kata amanah, karena sudah mencakup seluruhnya, bahkan lebih daripada itu. Jika Kredibilitas yang diketahui orang hanya tampak dari permukaan, amanah sejatinya adalah kredibilitas yang dibangun untuk ‘bumi’ dan ‘langit’.

Contoh pembeda, seseorang bisa saja melakukan sesuatu yang benar (dan baik) di depan orang lain untuk tetap menjaga reputasinya sebagai ‘orang baik’. Kalau yang disebut amanah, dia melakukan bukan karena sedang dilihat oleh orang lain, namun sedang dilihat Allah. Jika tak ada fitnah, maka semestinya seorang yang amanah akan memiliki kredibilitas dunia dan surga. Sangat berat menggunakan kata amanah yang menjadi salah satu dari sifat Nabi. Semoga kita dapat meneladaninya.

Amanah bukan sekadar jujur (luar dalam), tapi ‘andal’. Orang yang jujur, tapi gak bisa diandalkan, akan sering mengecewakan saat mengemban tugas. Contoh kongkritnya: pernahkah Anda memiliki seorang kawan atau karyawan yang jujur, namun pemalas, baik malas kerja atau malas belajar? Maukah Anda mempekerjakan atau menginvestasikan uang Anda ke dia? Mikir kan..?!

Masalahnya bukan sesederhana itu, kredibilitas seseorang dibangun dari ratusan bahkan ribuan ‘tugas’ yang diamanahkan kepadanya atau tidak secara langsung. Bisa jadi atasan Anda tak melihat Anda bekerja keras, namun orang lain yang melihat, akan mencatat kredibilitas Anda. Selain tugas, sikap ringan tangan dalam membantu, ringan kaki dalam bersilaturahim, kerja keras, loyal, rendah hati, pemurah, itu semua membentuk penilaian orang terhadap kita. Itulah kredibilitas.

Sebaliknya, sikap banyak alasan, menyalahkan, khianat, penjilat, kikir (harta ataupun ilmu), malas, sombong, itu juga kredibilitas, tapi yang buruk.

Seseorang yang jatuh bangkrut, tergencet hutang dagang (tak disengaja), namun bertanggung jawab dan tidak lari, itupun membangun kredibilitas.

Jadi dimanapun kita berkarya, apapun posisi kita, bagaimanapun kondisi kita, sesungguhnya kita sedang membangun rapor kredibilitas kita. Tak heran jika dikatakan, “Nasibmu adalah hasil kebiasaanmu”. Seolah di mata orang yang mengenal kita, ada suatu Cap di Jidat.

Kira-kira, apa cap kebanyakan orang terhadap diri Anda? Dijawab dalam hati saja, karena hal itu bukan untuk orang luar, tapi untuk diri Anda sendiri.

Cap ini juga yang akan digunakan saat perekrutan dan mencari partner. Tanya kanan, kiri, atas, bawah, luar, dalam. Tak kan lepas kita terhadap apa yang pernah kita perbuat. Maka dari itu berhati-hatilah dalam bertindak. Apalagi di jaman internet dan media sosial, transparasi informasi tak dapat dibendung, kecuali oleh para hacker.

“Your quality will be known among your enemies, before ever you meet them, my friend..” ~ Kingdom of Heaven and earth

Jika orang tak mempercayai kita dan itu sering terjadi, tanyakan pada diri sendiri, kemungkinan besar itulah buah dari yang kita tanam dahulu. Atau mungkin kita belum banyak menanam, mungkin juga belum berbuah.

“You reap what you sow”

“I have long feared that my sins would return to visit me, and the cost is more than I can bear.”, Benjamin Martin, The Patriot.

Semoga Allah menutup segala aib kita dan membuka pintu hidayah kita, serta memberikan kesempatan bagi kita untuk memperbaiki amalan-amalan kita. Aamiin..

Jaya Setiabudi

Founder YEA dan Yukbisnis.com

"Buka OL-shop Gratis, langsung dapat 7 Video Tutorial ABC Toko Online, di Yukbisnis.com"

Nikola Tesla, Thomas Alva Edison dan Linus Torvalds

Okto SiLaban Okto Silaban

Mungkin sebagian dari kalian sudah familiar dengan cerita klasik Nikola vs Thomas Edison? Singkatnya banyak yang bilang penemuan-penemuan yang “diklaim” ciptaan Edison itu sebenarnya adalah hasil karya Tesla.

Larry Page (pendiri Google) sangat terinspirasi oleh cerita hidup Tesla. Ia sampai menangis ketika selesai membaca buku kisah hidupnya. Tesla adalah seorang penemu sejati. Tapi karena terlalu fokus pada teknologi, akhirnya “hanya dimanfaatkan” oleh Edison. Edison yang membuat temuan-temuan Tesla menjadi bisnis raksasa. Sementara itu Tesla akhirnya harus meninggal dunia dalam kondisi melarat. Konon itulah sebabnya Larry Page selalu berusaha memastikan Google (sekarang Alphabet) tetap besar sebagai bisnis sehingga Ia dan Sergey Brin bisa terus berinovasi dengan teknologi.

Lalu bagaimana dengan Linus Torvalds? Saya pribadi (tadinya) menyamakan dia seperti Tesla (minus melarat). Dia menciptakan sistem operasi Linux, yang digunakan di ratusan juta mesin-mesin server (termasuk yang digunakan Google, Yahoo, Facebook, dll), yang diberikan secara cuma-cuma. Tapi dalam sebuah acara wawancara TED Talks, Torvalds justru menyatakan (kurang lebih) “yang menemukan memang Tesla, tapi yang mengubah dunia ya Edison.” Dan dia menyatakan bahwa dirinya pada dasarnya lebih condong ke Edison. Mengejutkan buat saya.

Simak videonya di sini.

Tapi walau begitu Torvalds tetap pribadi yang sederhana. Satu lagi yang membuat saya kagum dengan kepribadian Torvalds, dia ternyata seorang “geek” abis. Selalu bekerja sendirian. Mengakui bahwa dia bukan “people person”, tidak nyaman berinteraksi dengan orang-orang banyak, apalagi tampil di depan publik. Dan yang paling mengejutkan dia mengakui bahwa dirinya bukan seorang visioner.

Banyak orang-orang yang melihat ke langit di atas sana, dan berpikir apa yang bisa dicapai di masa depan di angkasa sana, orang-orang visioner. Tapi Linus adalah orang yang melihat jalanan yang sedang diinjaknya, melihat jika ada lubang di jalan, apa yang bisa dia perbaiki agar jalan itu bisa mulus kembali dan bisa nyaman digunakan orang banyak.

Dunia ini memang semakin cepat bergerak “maju” karena banyak orang-orang visioner yang berpikiran jauh ke masa depan. Tapi dunia ini juga perlu orang seperti Torvalds, yang menyelesaikan masalah yang nyata yang kita hadapi saat ini, di sekitar kita.

Anda mau jadi seperti siapa? Tesla, Edison, Larry atau Torvalds?

Review Acer Liquid Z330, Ponsel Mungil Nan Cantik

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Satu hape lagi mampir ke “meja redaksi” BOY, yaitu Acer Liquid Z330, sebuah hape mungil nan cantik dari Acer. Acer sepertinya masih tetap setia menyasar pasar entry level dengan prinsip value for the money. Ponsel cantik ini adalah penyempurnaan dari seri Acer Liquid Z320 yang kebetulan juga pernah diulas di sini. Berikut review Acer Liquid Z330 tersebut.

Design

Dari sisi body, tak ada perbedaan mendasar antara Acer Liquid Z320 dengan Acer Liquid Z330. Keduanya memiliki dimensi sama persis, yaitu 136.00 mm x 66.50 mm x 9.60 mm. Bobotnya pun sama, 142 gram. Jadi kalau kebetulan ada orang serumah yang memiliki baik Acer Liquid Z320 dan Acer Liquid Z330, awas hati-hati jangan sampai tertukar.

Acer Liquid Z330

Keunggulan dari dimensi body yang menampung layar 4.5 inci ini adalah kenyamanan digenggam, terasa pas saat dioperasikan, bahkan saat dioperasikan dengan hanya satu tangan. Tata letak tombol Acer Liquid Z330 ini lebih bersahabat dengan tangan kanan. Letak tombol power di atas kiri jadi lebih mudah dijangkau dengan jari telunjuk dan tombol volume di sisi kanan mudah dijangkau dengan jempol.

Dilihat dari belakang, speaker yang berbentuk bulat dan terletak di bawah memberi efek kamuflase, seolah kameranya ada dua.

Acer Liquid Z330

Yang mempercantik tampilan Acer Liquid Z330 ini adalah “sabuk” silver yang mengelilingi tepian body dan cover belakang yang memiliki corak garis-garis horisontal.

Acer Liquid Z330

Acer Liquid Z330 juga dilengkapi dengan LED notifikasi yang akan menyala apabila ada notifikasi, misalnya saat ada pesan baru di Facebook, ada mention Twitter, saat berada dalam keadaan dicharge, dan lain-lain.

 

Layar

Acer Liquid Z330 memiliki layar berukuran 4.5 inci dan resolusi 480 x 854 pixel. Resolusi yang cukup ideal untuk ukuran layar 4.5 inci. Tingkat keterbacaan dan kecerahannya juga baik karena mengusung teknologi IPS Wide View angle with BluelightShield. Namun untuk bisa nyaman digunakan outdoor, setidaknya pasanglah tingkat kecerahan pada angka 50%.

Hanya saja sejauh informasi yang saya dapat, layarnya belum dilapisi oleh Gorilla Glass. Jadi sepertinya pengguna Acer Liquid Z330 kudu memasang anti gores supaya lebih merasa aman dalam menggunakannya.

Yang menyenangkan, layar Acer Liquid Z330 responsif saat dioperasikan. Kesan yang saya dapat ini jauh lebih baik ketimbang kesan yang saya dapat saat mencoba generasi sebelumnya, Acer Liquid Z320.

 

Multimedia

Kemampuan multimedia Acer Liquid Z330 benar-benar membuat jaw drop. Saat digunakan untuk memutar video, hmmm okay dari sisi visual memang biasa saja mengingat ukuran layar dan resolusi, namun suara yang dihasilkannya sangat baik. Semua berkat teknologi DTS Studio Sound yang disematkan pada ponsel mungil nan cantik ini. Apalagi jika earphone-nya dipasang.

Jika Anda suka mendengarkan musik, Acer Liquid Z330 ini cocok digunakan sebagai pengganti MP3 player. Yang sedikit mengganjal barangkali adalah ruang simpannya yang hanya 8 GB, namun tak perlu khawatir karena tersedia slot kartu MicroSD yang siap memperluas ruang simpan hingga 32 GB.

 

Kamera

Kedua kamera yang disematkan pada Acer Liquid Z330 memiliki resolusi 5 MP. Kamera depannya lebih baik ketimbang generasi sebelumnya, Liquid Z320 yang hanya 2 MP. Acer melengkapi kamera di ponsel ini dengan teknologi Brigth Magic yang menjamin hasil tangkapan kamera lebih terang, bahkan di kondisi minim cahaya sekalipun.

Baik kamera depan maupun belakang, memberikan kinerja yang sama baik. Ditambah beberapa fitur pendukung yang membuat pengalaman berfoto via ponsel makin seru, seperti Sound Shutter, dan mode Presentasi yang berguna untuk mengambil foto untuk presentasi. Selain fitur, ada empat pilihan scene, yaitu pemandangan, mode malam, dan mode portrait standard.

Kamera Acer Liquid Z330 ini juga didukung kemampuan perintah suara. Jadi dengan mengucapkan “capture” atau “cheese”, kamera akan mengambil gambar. Hanya perhatikan logatnya ya, pastikan benar-benar berbunyi capture atau cheese layaknya pada Bahasa Inggris. (lol)

Kamera pada Acer Liquid Z330 juga dilengkapi beberapa efek gambar, sehingga kita bisa lebih berkreasi dengan filter foto yang lebih bervariasi, seperti sepia, B&W, negative (klise fil seluloid) dan lainnya.

Berikut beberapa contoh foto yang diambil dengan Acer Liquid Z330.

Acer Liquid Z330

Acer Liquid Z330

 

Koneksi

Perbedaan paling signifikan antara Acer Liquid Z320 dan Z330 adalah soal koneksi. Acer Liquid Z330 telah mendukung koneksi 4G LTE, sedangkan Z320 mampu maksimal hingga HSDPA. Tentu saja untuk memanfaatkan koneksi 4G LTE ini, Anda harus menggunakan operator yang sudah mendukungnya.

Berikut hasil tes kecepatan salah satu operator seluler yang dilakukan dengan Acer Liquid Z330.

Acer Liquid Z330

 

Baterai

Koneksi yang lebih cepat sudah pasti kudu dibayar dengan konsumsi baterai yang lebih banyak. Jadi dengan kapasitas baterai 2000 mAh, Acer Liquid Z330 mungkin akan terasa boros. Namun jangan khawatir, untuk penggunaan normal, Acer Liquid Z330 masih sanggup digunakan untuk pemakaian normal seharian penuh.

 

Performa

Meski hanya dibekali RAM 1 GB, Acer Liquid Z330 relatif mumpuni untuk mengerjarkan tugas-tugas harian. Hasil benchmark yang diberikan oleh Antutu adalah 20463, lebih unggul dari Acer Liquid Z320 di angka 17348.

Acer Liquid Z330

Acer Liquid Z330 dapat mudah ditemukan di berbagai gerai-gerai handphone seluruh Indonesia maupun online store dengan harga sekitar Rp 1 jutaan. Jika berminat, saat ini Acer sudah memiliki official e-store di Bhinneka.com, bisa kunjungi Acer e-Store di sini.

The post Review Acer Liquid Z330, Ponsel Mungil Nan Cantik appeared first on Blog Oom Yahya.

10 Mitos Penyebab Kegagalan Publikasi di Jurnal Terindeks

RomiSatriaWahono.Net Romi Satria Wahono

Research Publication

Publikasi ilmiah adalah salah satu rangkaian research life cycle yang wajib dilakukan oleh peneliti. Sudah menjadi rahasia umum bahwa apabila hasil penelitian tidak kita publikasikan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa bahwa memang tidak pernah dilakukan. Seperti dikatakan oleh (Miller, 1993), “If it wasn’t published, it wasn’t done“. Makna sama dengan redaksi berbeda juga diungkapkan oleh […]

Algoritma Go-Jek yang Terbalik

Okto SiLaban Okto Silaban

Kemarin malam saya berada di Ratu Plaza, daerah Senayan. Saya hendak ke suatu tempat di daerah Cidodol. Karena males kena macet, saya pesan lah Go-Jek. Setelah pesan saya tidak perhatikan lagi aplikasinya. Sibuk mengunyah makanan.

Tak lama saya mendapatkan panggilan telpon. Ternyata pengemudi Go-Jek. Saya belum cek lagi aplikasinya. Dia bilang paling lama 10 menit baru nyampe. Saya menduga dia di sekitar Senayan, tapi terjebak macet. Ya sudahlah.

5 menit kemudian, baru saya cek aplikasinya. Posisi si pengemudi di daerah Cidodol. Lah?? Itu tujuan saya toh. Saya mau batalkan kok kasihan juga dia sudah datang jauh-jauh.

Lebih dari 15 menit, pengemudi Go-Jek nya baru sampai. Dan dia mengkonfirmasi, benar dia tadi Cidodol. Duh.

Saya enggak ngerti logika aplikasi di Go-Jek ini. Seringkali saya melihat di depan mata saya paling tidak ada 10 orang pengemudi Go-Jek yang sibuk memperhatikan ponselnya, siap menunggu orderan. Tetapi ketika saya memesan jasa Go-Jek, yang mendapatkan pesanan malah berjarak 2 km dari lokasi saya.

Inilah sebabnya terkadang saya terpaksa membatalkan pesanan saya, dan coba pesan lagi. Apesnya, jika membatalkan pesanan sampai 5x dalam sehari, akun kita akan dibekukan sementara. Dan ini tanpa pemberitahuan. Saya sendiri pernah mengalami. Karena komplain via telponlah saya baru tahu penyebabnya.

Gak ngerti deh gimana sebenarnya algoritma yang digunakan Go-Jek. Semoga pengemudi UberMotor cepat bertambah banyak. Saya (dan mungkin banyak orang lainnya) butuh alternatif.

*Kenapa gak pakai GrabBike? Karena GrabBike harus dibayar tunai langsung. Saya malas berhadapan dengan “modus tidak ada kembalian”. Sekali dua kali tidak apa-apa, kalau berpuluh kali ya nyesek juga.

Saling Berbagi Perusahaan Teknologi di Indonesia

Okto SiLaban Okto Silaban

[Foto: adders | flickr.com]
Saya pernah tahu ada acara-acara sharing session tentang topik spesifik yang disponsori oleh perusahan “teknologi” di Indonesia. Misal topik tentang NodeJS, PHP atau Python misalnya. Tetapi saya jarang mendengar sharing session tentang bagaimana teknologi di perusahaan itu sendiri. Baik tentang arsitektur teknologinya, cara mengatur orang dan fungsi-fungsinya, atau perangkat lunak/keras apa saja yang dipakai.

Kalau di luar negri ini seperti sudah jadi kegiatan rutin. Di YouTube banyak video-videonya. Jaman saya masih senang otak-atik dunia pemrograman, saya sering lihat video-video ini.

Blibli.com salah satu contoh yang baik. Minggu lalu mereka mengadakan acara sharing session. “Buka-bukaan” tentang teknologi yang digunakan mereka. Silakan baca detailnya di LABANA.ID.

Dengan acara seperti ini, efeknya bagus juga bagi para pelaku industri ini. Selain mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak, paling tidak mereka bisa mendapatkan informasi untuk peluang karir berikutnya. 😀

Nilai Akuisisi Startup Media di Indonesia

Okto SiLaban Okto Silaban

Rangkuman akuisisi yang saya ingat:

  • Detikcom (berdiri tahun 1999) dulu dibeli Trans Corp dengan harga sekitar Rp 500 M.
  • Kaskus (berdiri tahun 1999) gosipnya dibeli GDP (Djarum Group) dengan harga sekitar Rp 500 – 600 M.
  • KapanLagi (berdiri tahun 2003), valuasinya (gosip juga) sekitar Rp 1 T ketika sebagian sahamnya dibeli MediaCorp.
  • Hipwee (berdiri tahun 2014), nilai akuisisinya oleh Migmee adalah Rp 5,4 M. Situs ini sering disebut-sebut sebagai BuzzFeed nya Indonesia.

Semua contoh di atas adalah startup yang kriterianya didirikan di Indonesia, dan target pasarnya juga Indonesia. Hanya saja mereka masuk dalam kategori industri media online. Khusus 3 teratas, mereka didirikan di sekitar waktu tahun 1999 – 2003, sekitar 13 tahun lalu.

Sekarang lihat startup dengan dengan kriteria yang sama, tetapi bukan media online, alias mereka yang disebut “startup teknologi”.

Tokopedia (didirikan tahun 2009, 7 tahun lalu) – Pertama didirikan digelontorin dana Rp 2,4 M untuk 80% saham. Artinya valuasinya waktu baru berdiri sudah Rp 3 M. Sekarang? Dengan suntikan dana baru hampir Rp 2T, tentunya valuasinya sudah di angka triliunan Rupiah.

Go-Jek (berdiri tahun 2010, tapi baru aktif kembali sekitar tahun 2012 akhir) – Dikabarkan mendapatkan investasi ratusan juta dollar oleh Bloomberg.

Kesimpulannya, startup media di Indonesia memang angkanya gak bombastis kayaknya ya.

Jam Pulang Kerja di Excellent

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Setelah ujicoba beberapa waktu, akhirnya saya ambil 2 keputusan terkait standarisasi di Excellent :

  1. Efektif mulai 1 April 2016, jam pulang kantor di Excellent diset menjadi pkl. 16.30 WIB, setiap hari. Tidak terbatas hari Jumat saja. Tujuannya agar ada waktu lebih untuk sampai di rumah/jalan-jalan sore. Supaya ada waktu lebih bersama keluarga/bersama pasangan/mencari pasangan
  2. Memastikan menu sarapan pagi selalu tersedia di markas Excellent Emerald Spring. Ditambah dengan buah yang selalu berganti dan ada opsi minuman segar (jeruk peras atau juice). Rencananya beberapa waktu kedepan beli blender/juicer supaya lebih mudah dalam membuat minuman segar yang disukai.

jam-kerja

Untuk hal lain seperti “free day” di hari Jumat, makan siang bersama di hari Jumat dan hal lain yang sifatnya baik untuk kesehatan dan kebersamaan internal team Excellent, insya Allah tetap dijalankan.

Dari ujicoba 3 bulan pertama di 2016, peningkatan benefit bagi team berkorelasi positif buat order yang masuk ke Excellent. Paling tidak Excellent menambah beberapa klien kelas premium untuk layanan Excellent Zimbra VPS/Cloud, beberapa klien kelas basic/silver/gold dan ada tambahan klien-klien yang mengambil opsi premium maintenance, terutama dari beberapa group perusahaan perbankan besar.

Target berikutnya adalah terkait review besaran tunjangan transport dan asuransi kesehatan. Semoga Excellent tetap maju, berkah dan berkembang sehingga target-target tersebut bisa diaktifkan tanpa menunggu waktu terlalu lama.

Untuk eksternal, tantangannya adalah memperbaiki tingkat respon disisi Excellent sekaligus memperbaiki kualitas layanan. Jangan sampai menulis artikel di blog kemudian dapat komplain di bagian komentarnya 😛 . Kalaupun ada, itu jadi bahan briefing buat besok 😀

Hati-Hati ROM “Palsu” Xiaomi Redmi Note 3

Okto SiLaban Okto Silaban

Sewaktu saya membeli Xiaomi Redmi Note 3, importir besar seperti Era Jaya belum menjual produk ini. Jadi yang saya beli di pusat perbelanjaan itu barang palsu? Ya.., enggak juga. Kalau kata orang-orang ini masih “versi distributor”, bukan yang garansi resmi dari Xiaomi. Walaupun kalau kita nanya di toko-toko yang menjual produk dari “distributor” ini, pasti dibilang “Ini resmi kok. Ada service center resminya.”

Waktu itu saya beli Redmi Note 3 yang RAM 2GB. Prosesornya Mediatek ya, bukan yang Qualcomm. Karena ternyata ada 2 jenis. Beda prosesor.

Salah satu yang membuat saya agak curiga dengan ponsel ini adalah beberapa aplikasinya tidak bisa berjalan. Misalnya fitur Themes, fitur Fonts, dll. Pokoknya yang butuh koneksi dengan Xiaomi lah. Selain itu cek updatenya juga gagal.

Kalau tidak salah versi ROM yang saya pakai waktu itu (kalau tidak salah) 7.2.16. Saya lihat di webnya MIUI, versi terbaru ROM nya adalah 7.2.30. Saya bingung kenapa saya coba update dengan aplikasi bawaannya Updater, kok gagal?

Akhirnya saya download saya file ROM-nya. Lumayan gede, sekitar 800-an MB. Lalu saya coba install dari menu Updater dengan menggunakan “Choose Package”. Tapi ROM nya tidak dikenali, gagal juga. Selalu keluar error “Can’t verify update“. Mencurigakan.

Baru setelah itu saya baca-baca di forum MIUI, ternyata ada beberapa laporan yang bilang kalau ROM versi 7.2.16 itu masih versi abal-abal dari distributor, bukan resmi dari Xiaomi. Ooo.., sepertinya ini yang membuat banyak fitur yang saya coba gunakan gagal.

Akhirnya saya instal ROM versi resmi dari MIUI nya. Caranya agak ribet sih. Apalagi saya tidak memiliki komputer dengan sistem operasi minimal Windows 7. Kalau pakai Mac OS? Hmmm… Lupain deh.

Menggunakan laptop seorang teman, akhirnya saya berhasil melakukan “flash” ulang ROM Redmi Note 3 saya dengan versi resmi dari Xiaomi. Versinya 7.2.3.0.

Tampaknya memang ROM sebelumnya memang abal-abal. Setelah menggunakan ROM resmi ini, saya merasa keseluruhan aplikasi dan fitur di ponsel saya menjadi lebih “smooth”. Entahlah, kalau cuma persepsi aja ya. Yang jelas fitur Theme, Font, Updater, dll di sini sudah berjalan normal. Apalagi belakangan saya pun bisa upgrade lagi ke ROM terbaru dari Xiaomi, versi 7.2.5.0 secara OTA (Over the Air).

Kalian gimana? Pake Redmi Note 3 yang versi ROM abal-abal, atau sudah yang resmi dari MIUI?

Yahoo Once Upon a Time

Okto SiLaban Okto Silaban

Nemu poster ini dari tumpukan arsip berkas. Ini kalau tidak salah dari Yahoo OpenHack di Jakarta tahun 2009.

Berapa banyak dari services ini yang masih hidup ya?

image

Don’t Judge a Book by its Cover

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Mulai awal bulan ini, team Excellent kedatangan team PKL (Praktek Kerja Lapangan/Prakerin) SMK yang baru, menggantikan para cheerleaders Mega Silviana​, Erni Indriana​ dan Fitra Syaharani​

Dengan generasi berkualitas sejak angkatan Trisha Ardiansyah​, Rizky Pratama​ dan Zainun Kamal Ramadhan​ kemudian dilanjutkan angkatan Fajar Mukharom​, Iman Agus Trianto​ dan Aan Sharullah​, tentu ada harapan team PKL yang baru bisa beradaptasi seperti halnya rekan mereka sebelumnya.

Saat datang, team baru ini memiliki penampilan yang berbeda-beda. Ada yang kelihatan seperti capek dan lelah, ada yang kelihatan seperti suka bully temannya, ada juga yang kelihatannya butuh olahraga agar bisa lebih lincah bergerak.

insight

Tapi sejak saya membangun Excellent, saya jarang menjadikan penampilan dan sikap awal sebagai titik tolak penentuan keputusan saya.

Memang ada beberapa staff dan team PKL yang dari penilaian awal saya kelihatannya chemistry-nya cocok dengan Excellent. Punya kemampuan diatas rata-rata dibanding rekan-rekannya.

Meski demikian, saya juga percaya bahwa anak muda masih bisa berubah (bunglon kaleeee 😛 ) dan saya tidak ingin menolak mereka atau membuang kesempatan memberikan peluang bagi mereka untuk memperbaiki kualitas hidup dan rencana masa depan mereka. Tsah, saya menulis seolah-olah saya udah baik bener, hehehe…

Jadi saat briefing pertama saya dengan team PKL yang baru saya sampaikan beberapa hal :

  1. Saya tidak peduli kalian gendut atau kelihatan kurus. Yang penting sehat dan usahakan secara bertahap bisa proporsional. Gendut bukan kutukan, kurus juga bukan sesuatu yang memalukan. Meski demikian, kalian juga jangan jadikan hal ini sebagai pembenar. Bentuk badan proporsional bisa tetap diusahakan agar bisa lebih sehat dan berpenampilan menarik (ini cocoknya sih ucapan saya pada diri sendiri sebenarnya, hehehe…)
  2. Kalian tidak perlu khawatir pada asumsi awal saya atau pandangan awal dari pihak lain. Yang penting kalian bisa berusaha lebih baik dari waktu ke waktu. Manusia bisa berubah, apalagi kalau mau berusaha
  3. Jangan terlena dan jangan ikuti arus yang negatif. Sepanjang kalian berusaha positif, saya akan bantu agar kalian bisa menyiapkan diri kalian lebih baik untuk masa depan kalian sendiri
  4. Di Excellent ada beberapa istilah. Misalnya : “Tidak tahu cukup sekali. Tidak boleh berkali-kali”. Harus berani mencoba sesuatu yang positif dan mengembangkan karakter positif. Jangan jadi anak penakut dan maunya didalam kepompong terus
  5. Istilah lain di Excellent adalah “Hidup kita milik kita, susah maupun senang, kita juga yang menjalaninya”. Jangan menyalahkan orang tua atau orang lain untuk nasib buruk maupun situasi hidup kita. Saya sampaikan pada mereka bahwa mereka harus bangga bisa sekolah sampai level SMK. Itu artinya orang tua sudah menyediakan pondasi awal yang cukup baik buat masing-masing. Tugas masing-masing untuk berusaha lebih baik lagi dan bisa membahagiakan orang tua.

    Lahir miskin itu takdir, mati miskin itu kebodohan. Kira-kira begitu istilahnya :-)

Diakhir briefing saya sampaikan bahwa saya ini mungkin calon psikolog gagal dan calon khatib yang terlalu banyak mikir. Jadi jangan heran jika tiap kali briefing saya terlalu banyak petuah, hehehe…

Harapan saya, siapapun yang masuk ke Excellent, mereka bisa dicelupkan kedalam mindset pemikiran untuk bisa mandiri, berinisiatif, kreatif dan bisa mempersiapkan bekal kehidupannya dimasa mendatang lebih baik lagi.

Selalu semangat, Amri, Irul dan Alwi!

Linux [bash] di Windows

ophay ophay

Long time no blogging, long time no blogwalking!!! itulah sepenggal kata bijak yang perlu untuk diucapkan…., tanpa sebuah alasan, he..he..he…!!! Begitupun tentang kisah si Lani. (kisahnya akan tetap ada koq…mudah-mudahan pada tulisan berikutnya). Lanjut……..ah…, ternyata eh ternyata banyak kejadian penting yang terlewatkan. Salah satunya adalah kejadian dimana Linux sudah ada di dalam Microsoft Windows 10…(oooopppsss…!kenapa […]

Qwords.com Surabaya – Cloud Web Hosting Indonesia Provider

RendyMaulana.com Rendy Maulana

On September 2015, we launch a new office in Surabaya, this is the 4th Qwords Office, after Bandung, Jakarta, and Yogyakarta.

View from the Deck
View from the Deck

 

Qwords.com Office Surabaya
(Please Ignore the Bottle)

Our Surabaya Location is:

PT Qwords Company International
Intiland Tower, 2nd Floor Suite #10B
Jl.Panglima Sudirman no.101-103
Surabaya 60271 – Indonesia

 

 

Qwords.com Server Room @ Surabaya – Indonesia

RendyMaulana.com Rendy Maulana

Surabaya Server - Qwords.com

A Few weeks ago, we setup our First Server In Surabaya, East Java – Indonesia. Its only 4 U Casing, with 4x 4 TB disk and 1 TB disk 16GB ram with Intel i7 Processor, we use this for online backup from Our Jakarta Data Center (using Rsync) to Surabaya. Currently we need to build 30TB disk array for Backup in One Site.

 

Traffic in 2010

RendyMaulana.com Rendy Maulana

I StumbleUpon net and found some images from 2010 about Traffic to our Server in 2010

2010indo

(Above : Local Traffic to Indonesia, Below: International Traffic)

2010intl

Graphic above taken at Monday, May 17 2010

I think at that moment we have 12 Servers, and The DC provider, bill us USD 700 / Month for 1Mbps International Bandwidth and USD 2000 / Month for 1GBPS Bandwidth to Indonesia (They Give free for 100Mbps) exclude rack monthly free.

The Quality of Bandwidth is very low, and support is very terrible, that’s why on 1st October 2010, we decide to make our Home-brew server room in our Office and start migrating our server (10 october 2010)

Startup Kecoa dari Indonesia

Okto SiLaban Okto Silaban

[Foto: stevebethell | flickr.com]
Kebanyakan startup lokal (yang baru berdiri) yang saya baca atau temui masih versi idealis. Jadi startupnya dibangun “mungkin” setelah banyak menelan cerita di media yang kurang lebih mengatakan: “Startup X itu awalnya cuma produk iseng. Terus dikembangkan aja pokoknya. Marketnya belum ada siih bukan masalah, justru dia yang bikin marketnya. Urusan ntar duitnya dari mana, belakangan. Yang penting growth-nya bagus. Growth hacking, bro!”

Seringkali mereka lupa, startup itu (seharusnya) adalah perusahaan. Bukan proyek akhir pekan, iseng-iseng berhadiah, atau sekadar mengisi waktu luang -kaya blog saya ini.

Tapi di Echelon 2016 kemarin, saya ketemu 2 startup yang berbeda. Konsepnya jelas, tim pendirinya juga kompeten, dan ini yang paling menarik, bisnisnya memang sudah jalan dan memiliki penghasilan. Ini kalau kata saya startup dengan paket lengkap. Mereka adalah NATAProperty, dan InsanMedika. (InsanMedika bisnis offline nya sudah jalan lama sih sebenarnya).

Di Sillicon Valley kan fokus investor sudah mulai bergeser dari “startup unicorn” ke “startup kecoa”. Startup kecoa itu artinya: realistis, tidak perlu besar-besar banget growthnya, tapi sustain terus dan bisa bertahan melewati berbagai situasi ekonomi. Kaya kecoa beneran, habis perang nuklir pun kemungkinan masih bisa hidup. Bahkan kepalanya dipotong aja masih bisa hidup lama. Dan kedua startup tadi masuk kriteria startup kecoa ini menurut saya.

Kalian mau jadi yang mana? Kecoa atau Unicorn?

Traffic Contribution to Indonesia Internet (April 2016)

RendyMaulana.com Rendy Maulana

About 1.5 Years ago, i posted about Internet Traffic in our Data Center. Surprisingly demand for dedicated server and cloud is double from last 1.5 years.

Daily Traffic

Max In: 578.17Mb; Average In: 268.17Mb; Current In: 260.74Mb;
Max Out: 503.27Mb; Average Out: 75.69Mb; Current Out: 93.17Mb;

Weekly Traffic

Max In: 794.83Mb; Average In: 279.76Mb; Current In: 296.77Mb;
Max Out: 227.20Mb; Average Out: 75.19Mb; Current Out: 89.64Mb;

(for 2 Graphics above, In = Data going out from Our DC, Out = Data going in to our DC)

Good News is few months ago, we change our Backbone from 1Gbps to 10Gbps (Qwords Cyber 1, 3rd Floor to 1st Floor APJII) in order to fulfill performance.

And the result, we pass more than 200Mbps to APJII – Indonesia Internet Exchange Network

Daily Traffic to Apjii

Max In: 105.94Mb; Average In: 11.98Mb; Current In: 11.24Mb;
Max Out: 219.29Mb; Average Out: 117.28Mb; Current Out: 129.50Mb;

Here is Current Traffic to OpenIXP

Daily Traffic to OpenIXP

Max In: 27.58Mb; Average In: 11.08Mb; Current In: 7.45Mb;
Max Out: 69.71Mb; Average Out: 31.08Mb; Current Out: 28.10Mb;

(for 2 Graphics above, In = Going Inside our DC, Out = Going Outside Our DC)

Number of Servers today is around 300+, If you remember, in 2009, we only have 3 Servers (and 1 other customer server). So We plan to upgrade our AC to new one in MAY – JUNE 2016

This is AC Outdoor Size compare to man, the new AC outdoor size will exactly same size with that

IMG_9792

That means we can put extra servers in our current DC, with higher density rack, and more power.

I Will update as soon as there is a good news regarding this Upgrade.

One Step Ahead

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Beberapa waktu yang lalu ada salah satu member milis Excellent yang bertanya mengenai layanan IP PBX di kantornya. Dia bertanya apakah ada yang bisa provide layanan tersebut?

“Assalamualaikum…
Permisi juragan milis, IPPBX kami mengalami kerusakan. Dan kalau gak berhasil direcovery, kami berencana untuk menggantinya. Jika ada rekan milis yang berkenan atau yang punya link untuk menjadi referensi silahkan dibisikkin….email japri.

Makasih
Wassalam”

business-proposal

Ada cukup banyak respon dari member milis. Bahkan member yang biasanya pasif dan jarang muncul juga tiba-tiba respon :-)

Hanya saja saya perhatikan responnya hampir seragam, misalnya : “Kami provide layanannya. Silakan hubungi kami saja…”

atau :

“Kami ada rekanan, silakan hubungi kami”

Gatal karena balasan-balasan email tersebut, saya mengirimkan email dengan subject : “One Step Ahead (was : Re: [Excellent:36520] IPPBX)” dengan isi :

“Halo all,

Saran saya, one step ahead. Daripada onliner di milis minta calon klien untuk japri, mengapa tidak coba satu langkah kedepan, yaitu kontak klien secara japri dan menginformasikan opportunity yang bisa digarap.

Jadi kita tidak menunggu hujan turun dari langit, juga tidak membasahi milis dengan reply-reply sebaris, hehehe…

Sorry to say kalau saya ngomong terlalu lugas, saya hanya gemes saja kenapa klien disuruh menghubungi vendor padahal vendor bisa kontak klien (actually, saya juga tadi sempat begitu tapi kepikiran juga, kenapa klien yang susah payah cari referensi vendor kalau vendor bisa ambil kesempatan untuk menawarkan layanannya).

Ayolah, 1 step ahead supaya bisa selangkah didepan kompetitor lainnya”

Saya memang gemas karena kok kecenderungannya minta pihak klien untuk menghubungi si Vendor. Mengapa nggak dibalik saja. Mengapa nggak coba inisiatif untuk langsung menghubungi si klien, bukan meminta klien menghubunginya.

Pertimbangan saya, kita sebagai penyedia layanan jika perlu jemput bola gelar karpet merah buat klien. Mempermudah klien mendapatkan informasi, jika perlu membantu mempermudah kesulitan klien. Jika kita mempermudah atau malah bisa menyelesaikan kesulitan klien, secara logika klien tentu akan lebih memilih kita dibandingkan vendor lain.

Saya paham mungkin ada sebagian rekan-rekan yang reply email dimilis kemudian juga japri menghubungi calon klien, jadi bisa saja saya salah berasumsi. Meski demikian, saya tetap menuliskannya disini sebagai pengingat agar Excellent sendiri bisa lebih responsif dalam menangani request/kebutuhan klien.

Salah satu tantangan terbesar menulis artikel seperti ini adalah : “Kamu kelihatannya banyak nasihat tulisan-tulisan kamu tapi jangan-jangan kamu sendiri nggak menjalankannya”, hehehe…

To be honest, tulisan ini sebagai pengingat pribadi dan acuan agar Excellent bisa lebih baik lagi.

Apa yang tidak Mematikan Kita, akan Mendewasakan Kita

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Beberapa hari yang lalu, salah satu staff engineer Excellent melakukan kesalahan yang cukup fatal. Ia melakukan modifikasi konfigurasi pada salah satu cluster cloud server yang digunakan oleh banyak klien Excellent.

Tujuannya baik, untuk meningkatkan kualitas dan performa sistem, namun lupa aspek prosedural yang seharusnya dijalani, antara lain :

  1. Untuk perubahan/modifikasi konfgurasi sistem production, harus ada approval terlebih dahulu
  2. Harus ada tahap simulasi/sandbox. Ujicoba terlebih dahulu di server simulasi dan ada stress testing sebelum live
    Harus ada monitoring pasca perubahan sistem. Jadi tidak bisa dan tidak boleh berasumsi segalanya baik-baik saja
  3. Karena mengabaikan aspek diatas, akibatnya timbul gangguan yang tidak perlu ke sisi klien. Mulanya satu dua klien yang menginformasikan adanya gangguan, namun beberapa menit kemudian muncul pesan dari klien lain terkait adanya gangguan sistem. Setelah saya check, ternyata ada perubahan konfigurasi sistem yang featurenya belum diaktifkan. Meski akhirnya bisa diatasi, namun hal ini membuktikan ada prosedur yang harus distandarisasikan di Excellent.

insight

Disisi lain, staff engineer ini jadi merasa bersalah. Mungkin karena melihat pesan-pesan saya di telegram group internal Excellent dan juga kontak saya via telp yang sifatnya urgent dan mendesak, sepertinya jadi terlihat seperti kalap, hehehe.
Terus terang hal yang tidak perlu terjadi ini membuat saya kecewa, namun bukan berarti saya kecewa pada si staff melainkan kecewa karena tidak bisa 100% menjaga kualitas dan reputasi layanan Excellent.

Meski demikian, saya menulis singkat di Telegram group untuk jawaban permintaan maafnya : “Tidak masalah. Apa yang tidak mematikan kita akan mendewasakan kita”.

Caelah, sok puitis banget, hehehe…

Maksudnya adalah, tidak usah meratapi dan menyesali imbas yang sudah terjadi, asalkan kita bisa belajar dan memetik hikmah dari kejadian yang ada. Berbekal kesalahan tersebut, Excellent bisa memperbaiki prosedur dan bisa mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan sejenis dimasa mendatang.

Mampu Bayar Pun Belum Tentu Bisa Konsultasi dengan Dokter Terkenal

Okto SiLaban Okto Silaban

[Foto: aeu04117 | flickr.com]
Suatu waktu saya pernah diberi saran yang bertolak belakang dari dua dokter spesialis di sebuah rumah sakit terkenal di daerah Jakarta Selatan. Anehnya, kedua dokter ini ruangannya hanya bersebelahan. Dokter yang pertama langsung suruh operasi, lengkap dengan penjelasan biaya-biaya dan opsi paket yang tersedia. Sementara dokter yang kedua bilang tidak apa- apa, rileks aja. Bahkan cuma dikasih obat beberapa butir saja.

Tentu saja saya tidak datang ke kedua dokter itu secara bersamaan. Saya datang ke dokter kedua untuk mencari pendapat kedua (second opinion) setelah dokter pertama tanpa blabliblu dengan super excited bilang mau memberikan tindakan operasi.

Lepas dari dokter yang kedua, rasanya lebih plong tentunya. Tapi gara-gara itu saya jadi kepikiran cari dokter yang lebih ahli lagi (third opinion). Dari hasil Googling sana-sini dapatlah nama seorang dokter yang sudah senior. Dokter ini pernah mengurusi orang yang sangat penting di negara ini. Jadi ketuanya malah kabarnya.

Saya tahu, biaya konsultasi dengan dokter ini pasti tidak murah. Tapi siapa takut, saya bisa bayar kok. Maksudnya, asuransi kantor yang bayar. Hehe.

Saya akhirnya dapat jadwal konsultasinya. Di RS.X, hari Selasa jam 8 pagi. Ya sudah saya telpon untuk membuat jadwal konsultasi.

Setelah basa-basi pembukaan pembicaraan.

Saya (S): Oo oke, kalau gitu saya mau daftar untuk konsultasi selasa jam 9 ya.
CS: Maaf, Pak. Tidak bisa. Untuk reservasi jadwal harus di hari H. Mulai jam 8 pagi.
S: Ok deh.

Selasa minggu depan. Sekitar pukul 8.30.

S: Saya mau reservasi konsultasi untuk hari ini paling 30 menit lagi saya sampai sana.
CS: Wah sudah penuh, Pak. Dia emang cepet banget penuh, Pak. Jadi harus cepat-cepat.
S: Ya sudah. Ok.

Minggu depannya lagi. Hari Selasa, pukul 7.55 saya telpon tidak ada yang angkat. Saya beres-beres sebentar. Pukul 8.05 saya telpon kembali.

CS: Maaf, Pak. Hari ini tidak ada jadwal konsultasi. Jadwalnya visit pasien.
S: Waduh.. Terus gimana dong, jadwalnya kan cuma Selasa?
CS: Kalau mau Sabtu, Pak. Waktu dan prosedurnya sama.

Sabtunya saya ada urusan lain. Jadi Sabtu minggu depan baru saya telpon lagi. Kali ini tepat pukul 8.00

S: Mau bikin jadwal konsultasi dengan dokternya hari ini. Mbak.
CS: Hah? Dokter X hari ini gak ada jadwal, Pak. Adanya Selasa.
S: Loh? Kemarin kata CS nya ada di hari Selasa dan Sabtu.
CS: Sabtu enggak ada Pak. Selasa doang.

Ya sudah. Ngapain saya adu argumen. Selasa minggu depannya saya telat bangun. Sekitar pukul 8.10 saya telpon.

CS: Wah. Udah penuh, Pak. Bapak kurang cepat. Sabtu aja Pak.
S: Kata CS Sabtu dia gak praktek? Mana yang bener nih?
CS: Bener Pak. Ada kok Sabtu.

Sabtunya.

CS: Ooh. Kalau Sabtu gak ada konsultasi, Pak.
S: Laaaah.. Ini udah dua kali loh, CS nya bilang dokternya ada hari Sabtu.
CS: Ohh. Kalau ada sih memang ada Pak. Tapi khusus visit pasien, gak ada konsultasi.

Selasa depan. Pukul 7.57. Telpon gak diangkat.
Coba lagi Pukul 8.05.

CS: Hari ini khusus visit Pak. Konsultasi ditiadakan.

Errrrr…

Ok. Sekarang saya curiga sebenarnya dokternya sudah meninggal. Semoga arwahmu tenang, dok.

**

Tapi seriusan deh. Ini bikin saya mikir. Ternyata mampu bayar dokter terbaik (red: dengan asuransi kantor), bukan berarti serta merta dapat akses. Sudah kaya ngurus calo ke pemerintah aja. Kalo gak punya koneksi khusus, ya sabar aja.

Kenapa gak coba ke RS lain tempat si dokter ini praktek? Sudah. Kurang lebih intinya sama, gak dapet-dapet. Ya sudahlah.

Launching Insan Music Store

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Hari Sabtu ini, 9 April 2016, Insan Music Store akan mengadakan acara launching di Bandung.

Tempat: Telkomsel Loopstation, Jl. Diponegoro 24, Bandung
Waktu: pukul 8:00 pagi s/d pukul 17:00

Launching ims spanduk

Pada acara ini, saya akan menjelaskan tentang apa itu “toko musik digital” dan dunia musik digital. Kita bisa lihat banyaknya toko musik konvensional (fisik) yang tutup. Demikian pula penjualan lagu yang jatuh. Bagaimana seharusnya para artis musik / musisi menyikapi hal ini? Pada awalnya tidak ada platform yang memudahkan bagi para artis musik Indonesia untuk mempromosikan dan menjual lagunya. Sekarang ada:

toko.insanmusic.com

Saya juga akan menjelaskan bagaimana proses pembelian lagu melalui Mandiri e-cash. Datang saja, nanti langsung dibuatkan akunnya dan langsung bisa membeli lagunya. Sudah pada punya akun di toko.insanmusic.com belum? Ayo buat. Gratis lho. Demikian pula buat (atau nanti kita buatkan akun Mandiri e-cash-nya).

Tentu saja acara akan diramaikan dengan band-band yang berada di Insan Music Store dan Roemah Creative Management.

Launching ims flyer

Ditunggu kedatangannya ya. Jreng!

Launching ims backdrop


Filed under: bandung, Bisnis, creativity, e-commerce, entrepreneurship, management, music, Musik, Start-up, teknologi, Teknologi Informasi Tagged: IT, music, Musik, postaday2016, Start-up, teknologi, Teknologi Informasi

Rekan-Rekan Siswa Prakerin/PKL dari SMKN 1 Bekasi

Bisnis Having Fun » planet-terasi-aggregator Masim Vavai Sugianto

Tidak terasa, 3 bulan berlalu. Hari ini rekan-rekan dari SMKN 1 Bekasi selesai menjalankan PKL/Prakerin di Excellent. Mega Silviana, Erni Indriyana dan Fitra Syaharani menjadi bagian dari keluarga Excellent, meskipun sudah selesai menjalankan kegiatan PKL-nya.

Terima kasih saya dan keluarga beserta seluruh team Excellent ucapkan untuk kinerja dan kiprah rekan-rekan siswi PKL karena hasil pekerjaan mereka excellent dan qualified.

photo305237308933778378

Ada banyak perubahan kebijakan di Excellent yang terinspirasi dari kehadiran mereka. Mulai dari standarisasi memiliki rekening bank untuk setiap team, standarisasi kemampuan, SOP untuk staff dan team yang baru masuk hingga kebiasaan bekerja dan pengurangan waktu kerja di Excellent.

Saya sangat mengapresiasi kualitas dan determinasi mereka. Mereka responsif dan “trengginas” dalam mengerjakan pekerjaan yang saya minta, meski awalnya saya pikir saya terlalu membebani mereka melakukan atau mempelajari sesuatu .

Saya berharap pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan di Excellent bisa memberikan tambahan bekal yang baik dan bermanfaat bagi kehidupan mereka kelak dimasa mendatang.

Terima kasih untuk ibu Nikmah Daulae yang banyak membantu dan merekomendasikan siswa-siswinya yang bagus untuk ditempatkan di Excellent.

Sotoy Beli Midi Controller

Okto SiLaban Okto Silaban

[Foto: Michael Delgado | youtube.com]
Ini cerita lama sebenarnya. Di sekitar tahun 2012 saya cukup aktif ngoprek musik digital. Membuat musik ala-ala EDM, atau kadang rekaman ala kadarnya lalu ditambahkan instrumen musik digital. Dari awalnya coba-coba, belakangan setelah melihat postingan dari @nartzco, saya ikut-ikutan membeli keyboard midi controller M-Audio Keystudio 49.

Saya ingat momen ketika membeli midi controller di toko alat musik itu. Setelah saya konfirmasi mau beli, pegawai tokonya segera memasangkan midi controller nya ke komputer yang ada di sana. Lalu menjalankan software Pro Tools. Saya bengong.

Demi Tuhan, sebenarnya saya gak tahu apa-apa tentang midi controller. Software yang namanya Pro Tools saja saya baru tahu saat itu. “Dicoba aja, Mas”, ujar si pegawai toko. Demi jaga gengsi saya berlagak pede saja, duduk di kursi di depan komputer. Tapi ya cuma sampai situ, habis itu bengong lagi, tidak tahu harus ngapain.

“Sudah pernah pakai midi-controller, Mas?” tanya si pegawai toko yang mulai curiga melihat saya yang terlihat gelagapan. Akhirnya saya ngaku juga. Dan si pegawai toko ini akhirnya yang mendemokan cara kerjanya. “Tuh, jalan lancar kan Mas record MIDI nya? Play instrument nya juga gak masalah kan”, ujarnya setelah mendemokan entah apa itu. Saya khusyuk tidak memberi tanggapan.

“Ini sudah saya setel ke sound piano, Mas. Dicoba aja tuts nya, nyaman gak,” ujarnya sambil mempersilahkan saya memainkan keyboard itu. Dan saya pencetlah tuts keyboardnya satu-satu. Tahu kan? Kaya itu lho, orang buta instrumen di toko Yamaha Musik, terus pencet-pencet piano.

“Oh, oke kok,” ujar saya sok pede setelah pencet-pencet keyboard ala sebelas jari. Si pegawai tokonya antara takjub dan kasihan, hingga tidak berkomentar apa-apa. Ia segera membungkus kembali midi-controller ini dan memasukkanya ke dalam kardusnya, lalu menyiapkan nota.

Gak apa-apalah sotoy waktu beli, namanya manusia kan harus proses belajar. Akhirnya beberapa minggu kemudian saya sudah membuat beberapa “lagu” di laptop saya dengan midi controller itu. Saya tulis “lagu” pakai tanda kutip, karena kebanyakan belum selesai. Target saya waktu itu paling gak bisa bikin musik kaya @nartzco lah, atau kalau sekarang kaya Dean. Masih belum kesampean sih.

Zenfone Max, Power Bank Bersistem Operasi Android

Blog Oom Yahya Oom Yahya

Pas acara Zenfestival yang saya hadiri beberapa waktu lalu, sudah ada bocoran bahwa Asus akan merilis ponsel dengan baterai jumbo, dengan merk dagang Zenfone Max. Akhirnya pada minggu terakhir Maret 2016 ini, Zenfone Max benar-benar hadir di Indonesia.

Seperti biasa, saya beruntung bisa menguji coba produk baru Asus ini, hehe. Baterai jumbonya, berkapasitas 5000 mAh, benar-benar top. Makanya saya menyebutnya power bank bersistem operasi Android.

Baiklah, akan saya tuliskan pengalaman saya menguji Zenfone Max ini.

Body Zenfone Max

Jika dilihat tegak lurus dari depan, Zenfone Max bak saudara kembar dengan Zenfone 2 dan Zenfone Laser. Namun begitu dilihat dari samping dan belakang, nampak nyata bedanya. Balutan bingkai bernuansa logam membuat tampang Zenfone Max ini nampak lebih premium.

Zenfone Max

Zenfone Max

Cover belakangnya memiliki motif kulit jeruk dan relatif jauh lebih mudah dibuka dibandingkan cover belakang miliki saudara-saudaranya.

Zenfone Max

Zenfone Max

Peletakan tombol power dan volume dikembalikan ke samping, tidak seperti tombol volume saudara-saudaranya yang terletak di belakang dan tombol power di atas.

Zenfone Max

Meski kapasitas baterainya 5000 mAh, jangan dikira Zenfone Max bakal tebal. Desainnya tetap tipis menawan. Cuma yang tidak bisa bohong adalah bobotnya. Zenfone Max memiliki bobot 202 gram, 32 gram lebih berat daripada Zenfone 2 ZE551ML yang berbobot 170 gram.

Zenfone Max juga dilengkapi dengan LED notifikasi, hanya saja diameternya lebih kecil dibandingkan keluarga Zenfone yang lain. Akibatnya nyala LED notifikasi ini sering tidak jelas jika di tempat terang.

Layar Zenfone Max

Ukuran layar Zenfone Max adalah 5.5 inci dan barangkali untuk menekan harga, resolusinya adalah 1280×720. Bagi yang terbiasa menggunakan Zenfone 2 (seperti saya) yang memiliki resolusi 1920×1080, terasa sekali ada yang kurang. Tapi itu tidak berarti kualitasnya jelek ya. Toh layarnya tetap tajam dan nyaman dilihat di tempat terang.

Sekadar perbandingan saja, saat menggunakan Zenfone 2 saya selalu menggunakan nilai minimal untuk brightness-nya, di Zenfone Max saya harus menaikkan sedikit ke level 20% untuk mendapatkan tingkat terang yang sama.

Layar Zenfone Max sudah dilapisi Gorilla Glass 4, jadi kalau tega menjadikannya telenan, silakan.

Performa Zenfone Max

Zenfone Max dibekali dengan prosesor Qualcomm MSM8916 Snapdragon 410 dan RAM 2 Gb. Spesifikasi yang sangat cukup untuk kebutuhan pekerjaan sehari-hari. Namun demikian, sepertinya Zenfone Max kurang cocok digunakan untuk bermain game yang rada berat. Bobotnya juga berat, pasti tangan cepat pegal jika bermain game dengan Zenfone Max.

Jadi kalau mencari ponsel untuk bermain game, lupakan Zenfone Max. Untuk pekerjaan kantoran dan sosial media, sangat OK.

Pemilihan prosesor Qualcomm MSM8916 Snapdragon 410 dinilai tepat karena jenis prosesor ini relatif hemat energi, jadi umur baterai Zenfone Max bisa lebih panjang lagi.

Antutu Zenfone Max

Koneksi Zenfone Max

Sekarang eranya 4G LTE, jadi sudah selayaknya jika Zenfone Max juga mendukung 4G LTE. Kartu SIM yang digunakan berukuran mikro dan tersedia dua slot kartu SIM yang keduanya aktif. Kualitas suara saat digunakan untuk melakukan panggilan telpon sangat baik. Buat muter musik juga gak malu-maluin.

Kamera Zenfone Max

Kamera utama Zenfone Max memiliki resolusi 13 megapixel serta dilengkapi laser, sedangkan kamera depannya 5 megapixel tanpa laser. Feature kamera Zenfone Max relatif sama dengan keluarga Zenfone yang lain. Di blog ini sudah cukup banyak pembahasan tentang feature kamera Zenfone.

Baterai Zenfone Max

Naaah, inilah yang pasti ditunggu-tunggu dari tadi. Baiklah, langsung saja saya paparkan pengalaman saya dalam menggunakan baterai Zenfone Max ini ya.

Ketika unboxing pada hari Minggu pagi sekitar pukul 07.00, Zenfone Max yang saya pakai masih memiliki kapasitas baterai sebesar 47%. Jadi langsung saya pakai saja. Seperti biasa, pada awalnya harus melakukan konfigurasi sistem, lalu menginstall berbagai aplikasi.

Minggu malam baterai masih tersisa sekitar 30%.

Senin malam pukul 15.25 baterai tersisa 11% dan saya charge hingga 100%, selesai pukul 19.40.

Dua hari kemudian, Rabu malam pukul 19.40, baterai masih tersisa 36%.

Tepat di pergantian hari Rabu ke Kamis, pukul 00.00, baterai tersisa 28% dan saya charge lagi.

Selama periode uji baterai ini, Zenfone Max saya gunakan sewajarnya untuk browsing, media sosial, chatting, sesekali telpon, nonton YouTube, serta instal macam-macam aplikasi.

Jika ingin digunakan untuk ngecharge ponsel lain, pasang saja kabel USB OTG yang memang menjadi kelengkapan Zenfone Max (ada di dalam dus kemasannya) dan colokkan kabel charger, ujung yang satu ke kabel USB OTG dan ujung yang satu langsung ke ponsel yang akan dicharge. Tidak perlu melakukan konfigurasi apapun.

Selama proses charge, kedua ponsel tetap dapat digunakan meski saran saya sih sebaiknya tidak digunakan dulu.

Zenfone Max

Satu hal yang jujur saja agak saya sayangkan adalah output arus charger Zenfone Max yang hanya 1.0 A serta tidak ada dukungan fast charging. Dengan baterai jumbo 5000 mAh, proses charging Zenfone Max menjadi relatif lama, sekitar 4 jam.

Kesimpulan

Zenfone Max cocok digunakan oleh mereka yang mobilitasnya gini, sering berada di lapangan atau tempat-tempat yang sulit mendapatkan pasokan daya (colokan listrik). Sesuai tes yang saya lakukan, jika digunakan sewajarnya, baterainya sanggup memberi daya 2 hari penuh, bahkan lebih sedikit.

The post Zenfone Max, Power Bank Bersistem Operasi Android appeared first on Blog Oom Yahya.

Teknologi di Indonesia di Mata Ahli Ekonomi

Okto SiLaban Okto Silaban

[Foto: superamit | flickr.com]
Mungkin kalian juga sudah baca tulisan Rhenald Kasali tentang “Sharing Economy”? Tulisan ini diforward dari milis ke milis, Facebook, group WhatsApp, dll. Cukup menggugah. Karena memang di tahun 2014 pun, ulasan Wired* tentang “Sharing Economy” juga cukup menggugah.

*Tulisan Wired itu menekankan bahwa Sharing Economy itu maju karena dasarnya adalah rasa saling percaya (trust). Tapi kemudian dibantah oleh NY Magz, yang menyatakan sebenarnya dasarnya adalah terdesak kebutuhan ekonomi. It’s all about money, not trust.

Saya termasuk setuju dengan banyak pandangan-padangan Rhenald Kasali. Konsep-konsepnya bagus untuk memajukan anak muda, ekonomi dan nasionalisme. Tapi dari tulisannya kemarin soal Sharing Economy, saya cukup tercolek dengan bagian ini:

Sama juga dengan membuka usaha transportasi. Yang mahal hanya ide, lalu buat aplikasinya. Siapapun yang punya kendaraan bisa bergabung, dan malam harinya kendaraan tersebut diparkir di rumah masing-masing. Tak perlu jasa keamanan atau pol taksi.

Ini mengingatkan saya pada obrolan tengah malam bersama Tista dan Komang di sebuah kafe 4 tahun lalu. Hipotesa saya: Di Indonesia, teknologi itu ya masih dipandang sepele. Yang penting itu ide, bisnis, manajemen, dll. Tidak heran dulu ada founder startup digital yang bilang “Technology doesn’t count”.

Saya sealiran sama Marc Andressen, Paul Graham, dll, yang intinya berprinsip “Idea is cheap, execution matters.” Karena kalau cuma ide, banyak sekali yang punya. Tapi yang nyoba eksekusi, apalagi eksekusi sampai berhasil, sangat sedikit. Karena eksekusi itu yang mahal. Facebook vs FriendSter, Google vs Yahoo Search, Android vs iOS. Idenya satu sama lain mirip-mirip (kalau gak mau dibilang sama), tapi eksekusi lah pembuktiannya. Dalam konteks tulisan di atas, maka eksekusi pembuatan aplikasinya lah yang penting, bukan soal idenya.

Tapi gak cuma ekonom aja sih yang berpandangan begitu. Dulu kan ada juga capres yang bilang “2 minggu bikin aplikasi selesai”. Hehe. Becanda loh ini..

Membuat Musik Digital Menggunakan Software Open Source

Okto SiLaban Okto Silaban

[Foto: mixtribe | flickr.com]
Semasa kuliah, perangkat lunak open source seputar pengolah musik yang saya tahu hanya Audacity dan LMMS. Kalau di Windows sempat kenal Fruity Loops (sekarang berganti nama jadi FL Studio), tapi sebentar saja. Jadi saya tidak tahu banyak. Bahkan cenderung bingung dengan konsepnya, walaupun banyak yang bilang sangat mudah.

Circa 2009

Setelah di Jakarta, saya kembali ngoprek membuat musik di laptop menggunakan Linux. Perangkat lunak yang saya gunakan:

  • Seq24 (sequencer): Untuk merekam part-part midi.
  • ZynAddSubFX: Synthesizer. Kalau di dunia VST semacam Sylenth1 atau Nexus lah.
  • Hydrogen: Drum machine
  • QjackCtl (JACK audio connection Kit): Semua tool tadi disentralisasi di sini, jadi bisa dimulai secara bersamaan.
  • Audacity: Semacam Photoshop tapi buat audio post-processing (record, cut, multitrack, change pitch / tempo, convert, dll). Sampai sekarang saya masih sering pakai, baik di Windows maupun Mac.

(Sayang saya tidak ketemu screenshot yang sempat saya ambil waktu itu).

Pengalaman saya, dengan perangkat lunak di atas memungkinkan sekali membuat musik secara digital menggunakan sistem operasi Linux. Waktu itu tepatnya saya menggunakan Ubuntu.

Tetapi kekurangannya adalah repot sekali. Sebelum bisa membuat lagu, kita harus menghubungkan semua perangkat tadi satu per satu ke QjackCtl (kecuali Audacity). Lalu proses undo jika salah record pun ribet. Awal-awal saya cukup antusias karena perasaan ingin “solve the problem”. Tetapi lama-lama jadi males sih. Ketika ada ide sound atau nada, tidak bisa langsung diimplementasikan melalui perangkat lunak itu. Setelah konfigurasi sana sini, moodnya malah hilang, kadang bahkan idenya sudah basi duluan. Tujuan utama saya kan membuat musik, bukan “ngoprek” software.

Saya sempat juga coba LMMS dan Ardour. Tapi bagi saya sih gak nyaman penggunaannya. Kecuali kalau memang niat banget ya ngoprek satu-satu.

DAW non Linux

Seperti saya sebutkan di atas tadi, saya pernah pengalaman menggunakan Fruity Loops. Saya tidak begitu paham dan tidak begitu nyaman. Tapi dibanding tool-tool di Linux tadi, FL Studio jauh lebih nyaman menurut saya. Apalagi setelah saya kenal Ableton. Semuanya terasa jadi lebih mudah.

Circa 2012

Sejak saya “merasa repot” dengan perangkat lunak kreasi musik di Linux, saya bergeser ke perangkat lunak lain. Beberapa nama DAW (Digital Audio Workstation) yang cukup populer di kalangan produser musik dan DJ profesional adalah: Logic Pro (hanya di Mac OS), Ableton (Mac dan Windows), dan FL Studio (hanya Windows).

Pada waktu itu saya menggunakan Windows. Karena merasa tidak nyaman dengan FL Studio, saya mencoba Ableton. Dan dalam hitungan menit saya sudah “get the idea” bagaimana membuat musik di Ableton. Terlebih tutorialnya banyak sekali.

Belakangan saya berganti laptop ke Mac Book. Kebetulan laptop lama sudah butut dan pengenalan midi controller di Windows itu ribet, harus buka tutup Ableton setiap kali cabut pasang midi controller. Dan karena sudah menggunakan Mac, sekalian saya coba Logic Pro -DAW buatan Apple. Tapi tidak nyaman buat saya.

Circa 2016

Saya sudah lama tidak ngoprek musik sebenarnya. Saya akhirnya melihat kembali bagaimana perkembangan perangkat lunak open source yang saya gunakan di Linux dulu itu.

Seq24Sejak 2010 sepertinya tidak ada pembaruan apa-apa.

ZynAddSubFX: Wow! Dulu saya ingat developmentnya sempat lama terbengkalai. Tetapi sekarang ternyata sudah berkembang jauh lebih maju. Tampilannya pun sudah jauh lebih profesional dibanding dulu.

[Tampilan ZynAddSubFX saat ini]
HydrogenSepertinya perkembangannya berhenti di tahun 2014. Secara tampilan tidak banyak berubah. Tapi memang dari dulu tampilannya cukup profesional sih. Setidaknya dibanding ZynAddSubFX.

[Hydrogen Drum Machine]
QjackCtl: Terakhir update tahun 2015. Secara tampilan tidak banyak berubah. Tapi saya gak tahu sih kalau secara konfigurasi masih agak ribet seperti dulu atau tidak.

[QjackCtl]
Audacity: Kalau ini sih pasti terus dikembangkan. Menurut saya Audacity ini sudah seperti The Gimp, perangkat lunak yang wajib saya install di semua komputer yang saya pegang.

LMMS: Ternyata masih terus update. Tapi saya cukup kaget, aslinya LMMS ini singkatan dari Linux MultiMedia Studio. Tapi sekarang kepanjangan itu sama sekali tidak disebutkan di websitenya. Bahkan kini LMMS tersedia untuk Windows dan Mac. Tapi masih gratis kok.

[LMMS]
Ardour: Ini juga cukup mengejutkan. Selain tampilannya sekarang terlihat jauh lebih profesional, sekarang Ardour tersedia untuk Mac dan Windows juga. Sepertinya malah Mac jadi fokus utama. Tapi, yang agak saya sayangkan, Ardour tidak benar-benar gratis lagi seperti Ardour. Jadi kalau LMMS memang Free Software (gratis dan bebas), kalau Ardour adalah Open Source Software (bebas, tapi tidak gratis). Harganya sih bebas sebenarnya, pokoknya minimal 1 Dollar. Ya, setara sekali makan enak di warteg lah ya.

[Ardour]
Tutorial

Menurut saya sih, perangkat lunak gratis ataupun open source di atas bisa jadi cukup untuk sebagian orang. Jadi tidak perlu beli DAW yang harganya lumayan seperti Ableton, FL Studio maupun Logic Pro. Tapi bagi saya masalahnya adalah tutorial. Jika penggunanya masih sangat sedikit akan sulit sekali membuat orang betah menggunakan perangkat ini. Apalagi jika untuk tujuan profesional.

Di Indonesia, untuk pengguna Ableton dan FL Studio ada komunitasnya. Ada yang bercokol di Kaskus ada juga yang lebih aktif di Facebook Grop. Jadi selain tutorialnya banyak, di sini pun bisa jadi tempat berdiskusi. Tapi saya tidak tahu, apakah di Indonesia ada komunitas untuk Ardour, LMMS, atau teman-temannya yang saya sebutkan di atas tadi. Ada yang tahu?

6 Pelajaran dari Transfer Domain Antar Registrar

Okto SiLaban Okto Silaban

[Foto: pgs| flickr.com]
Baru-baru ini saya mentransfer domain saya ke registrar lain. Diperpanjang di sana untuk 10 tahun, lalu saya transfer balik ke registrar saya.

*Ngapain sih domainnya ditranfer ke registrar lain cuma untuk perpanjang 10 tahun?

Karena di registrar itu ada voucher yang gak kepakai.

Tetapi setelah berhasil diperpanjang 10 tahun, ternyata domain itu tidak bisa ditransfer balik begitu saja. Saya baru tahu kalau dalam transfer domain antar registrar itu ada yang namanya “Initial 60 Days“. Jadi sebuah domain tidak bisa ditransfer jika baru diregister atau diperpanjang dalam 60 hari terakhir.

Oh iya, ini beberapa hal yang perlu diketahui untuk transfer domain antar registrar:

  1. Whois Privacy (Protected Whois) harus dimatikan.
  2. Pastikan alamat kontak email di Whois domain tersebut masih aktif dan bisa diakses. Karena konfirmasi akan dilakukan ke alamat email tersebut.
  3. Unlock domain tersebut (biasanya secara default domain itu di-lock agar tidak bisa ditransfer).
  4. Pastikan anda tahu Auth Code / EPP Key domain tersebut. Kode ini akan diminta di registrar yang baru.
  5. Setelah proses transfer, akan ada proses konfirmasi ke email pemilik akun sebelumnya. Ini bisa memakan waktu beberapa hari. Dalam kasus saya kemarin, butuh waktu hampir seminggu.
  6. Selama proses transfer, konfigurasi Nameserver masih menggunakan registrar lama.

Perlu diingat, tentu saja akan tetap ada resiko transfernya gagal.

 

Platform Distribusi Lagu Digital

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Kadang saya bingung melihat banyak artis musik dan asosiasi (artis) musik yang ribut soal pembajakan. Mereka telah menghasilkan karya dan kemudian meras bahwa dunia digital memudahkan orang untuk “membajak” lagu mereka. Terminologi “membajak” di sini adalah mengambil (download atau sejenisnya) lagu (karya) mereka tanpa membayar.

Ok lah pembajakan digital ini tidak benar secara hukum dan etika. Lantas apa solusinya? Sebagian besar tidak membicarakan solusi. Hanya berkeluh kesah tentang pembajakan itu. Iya, lantas apa solusinya? Pokoknya nggak mau dibajak. Iyaaaa … apa solusinya?

logo-insan-musicDahulu saya dapat memahami tentang sulitnya mengatakan solusi karena belum tersedia layanan / aplikasi / teknologi / framework / platform untuk itu. Sekarang sudah banyak. Kami, salah satunya, membuat platform distribusi lagu digital di Insan Music Store. Silahkan lihat ke toko digital kami di toko.insanmusic.com. Anda bisa langsung membuat akun manager dan kemudian membuat channel musik digital Anda (sebagai artis, atau sebagai manager artis musik).

Seharusnya keluh kesah mengenai “pembajakan” ini dapat berkurang. Eh, saya lihat tidak juga. Para artis musik ini masih tetap saja melihat ke belakang, yaitu masih berkeluh kesah tentang pembajakan tanpa mau mencoba platform tersebut. Ya, mana bisa selesai masalah dengan berkeluh kesah saja.


Filed under: creativity, Curhat, e-commerce, music, Musik, Teknologi Informasi, TI Tagged: digital, indonesia, IT, lagu, music, Musik, postaday2016, teknologi, Teknologi Informasi

Habis Reset Android atau Ganti Ponsel Baru, Begini Cara Mindahin WhatsApp-nya

Okto SiLaban Okto Silaban

[Foto: santaolalla | flickr.com]
Setelah reset Android atau ganti ke ponsel Android baru, biasanya pasti mulai install-install lagi kan? Umumnya salah aplikasi yang wajib di-instal itu WhatsApp. Tapi seringkali, habis install terus baru inget, laah.. kemana percakapan (chat) yang kemarin ya? Kok jadi kosong semua gini. Padahal kadangkala ada saja beberapa pesan penting di dalamnya yang masih kita perlukan. Entah itu pesan teks, gambar ataupun video.

Backup WhatsApp ke Google Drive? Bisa sih.. Tapi kalau isinya udah banyak (video, gambar, teks) dan udah lama, besarnya bisa ratusan MB. Lumayan kan kalau harus ngupload segitu langsung dari ponsel ke internet?

Sebenarnya masih ada cara lainnya, dan ini gak perlu lewat internet, yang penting prasyarat 3 ini ada semua:

  1. Ponselnya (iya lah ya..)
  2. Kabel data
  3. Komputer (bisa Windows, Mac, ataupun Linux)

Caranya?

Singkatnya.

  1. Backup Chat di WhatsApp, hapus file yang tidak perlu, folder WhatsApp nya di-zip, terus pindahin ke komputer.
  2. File zip dari folder WhatsApp tadi di copy balik ke ponsel baru ataupun di ponsel yang baru di-reset tadi. Ekstrak. Pastikan struktur foldernya benar (PhoneStorage – WhatsApp – file2 lainnya), bukan seperti ini : PhoneStorage – WhatsApp – WhatsApp – file2 lainnya.
  3. Install WhatsApp. Nanti file backup ini akan dikenali otomatis.
  4. Restore.
  5. Kelar deh.

Kurang detail? Nyoh, baca aja di Labana.ID.

Sedikit Demi Sedikit

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Semalam saya memperbaiki lagi web site saya yang di budi.rahardjo.id. Saya tambahkan beberapa baris tentang presentasi & tulisan-tulisan yang pernah saya buat dan tugas-tugas mahasiswa. Web ini merupakan versi entah-ke-berapa dari web sebelumnya. Web terdahulu banyak sekali informasi dan link-linknya. Yang ini, baru mulai lagi.

Yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini adalah semua  dilakukan sedikit demi sedikit. Sekarang web saya itu masih jauh dari populer. Trafficnya pun masih kecil. (Ini disebabkan karena datanya juga masih sedikit.) Nanti, nantiiii, web ini juga akan tinggi peringkatnya. Harus sabar menambahkan data. Tidak ada yang instan.

Dan tentu saja nanti akan ada orang-orang yang bertanya, bagaimana membuat web yang ramai pengunjung (seperti blog ini)? Jawabannya adalah sedikit demi sedikit.


Filed under: Menulis, Opini, Teknologi Informasi, TI Tagged: IT, opini, postaday2016, Teknologi Informasi, TI

Xiaomi Redmi Note 3 – Tidak Perlu Earphone atau Headset untuk Mendengarkan Radio FM

Okto SiLaban Okto Silaban

Beberapa alasan sederhana membuat saya pindah dari Asus Zenfone 2 ke Xiaomi Redmi Note 3. Tentunya alasan selain 7x bolak-balik ke service center Asus sih.

Belakangan saya menemukan alasan lain kenapa saya menyukai ponsel ini. Ternyata tak saya tidak perlu mencolokkan headset/earphone ke ponsel ini untuk mendengarkan radio FM. (Bukan radio internet loh ya). Bukan fitur penting sih, tapi kadangkala saya ada di situasi di mana headset, earphone ataupun colokan speaker dengan jack 3.5mm susah dijangkau. Di saat seperti ini fitur ini sangat berguna.

Saya tidak tahu kalau fitur ini ada atau tidak di ponsel lain, tetapi pengalaman saya beberapa kali menggunakan Android, baru kali ini yang nemu begini. Bahkan di masa-masa jaya Nokia, semua yang saya temui harus menggunakan headset baru bisa dengerin radio FM nya.

Cuma emang tampilannya super polos gitu sih aplikasinya. Aselik.

Review Samsung Galaxy S7 – Teman seru liburan keluarga

dhiku dhiku

Screen Shot 2016-03-25 at 12.07.37 AM

Bulan Februari lalu, di acara Samsung Galaxy Unpacked, Samsung resmi mengeluarkan flagship terbarunya yaitu, Samsung Galaxy S7 dan Samsung Galaxy S7 Edge yang ditujukan untuk konsumen yang menyukai layar besar dan desain edge yang elegan. Dengan desain yang ergonomis dan modern berbahan metal, lalu beragam fitur baru seperti kemampuan camera di kondisi low-light, external memory sampai 200GB dan kembalinya fitur anti air IP68, Samsung Galaxy S7 langsung mendapat respon positif dari banyak media internasional maupun lokal. Bahkan beberapa media menyebutkan Samsung Galaxy S7 sudah layak mendapat gelar smartphone terbaik tahun ini.

Apakah Samsung Galaxy S7 memenuhi sebagai smartphone terbaik tahun ini? saya mencoba review dan berbagi cerita bagaimana pengalaman menggunakan S7 ketika liburan bersama keluarga,

Pagi hari, berenang bersama anak-anak

Berenang sudah menjadi kegiatan yang selalu saya lakukan dengan anak-anak. Ketika berenang banyak momen seru dan ekspresi yang ingin selalu saya ingat. S7 yang sudah dilengkapi fitur anti debu dan air IP68 membuat semua momen dapat direkam dengan mudah tanpa harus takut kena air dan juga memungkinkan saya lebih bebas eksplorasi merekam dari berbagai angle yang menarik di kolam renang, misalnya, saya bisa merekam video anak saya yang baru pertama kali berani loncat dari pinggir kolam sampai masuk ke dalam air dengan posisi saya berada di tengah kolam renang. Berbeda dengan teknologi anti air smartphone lainnya, teknologi anti air S7 benar-benar aman dan tidak perlu memastikan port di smartphone harus tertutup dengan katup (capless design). Bahkan menurut spesifikasi, Galaxy S7 ini katanya bisa direndam sampai kedalaman 1.5 meter selama 30 menit, fitur yang saya tidak berani mencobanya :)

Siang hari, makan di restoran bersama keluarga

Siangnya saya menghabiskan waktu bersama keluarga di restoran dengan interior yang cozy dengan suasana minim cahaya namun dihiasi lampu cahaya yang cantik di sekitar ruangan. Lagi-lagi S7 membuktikan kemampuannya mengabadikan momen di dalam ruangan indoor dengan cahaya minim dan objek anak-anak yang suka bergerak. S7 mampu melakukan ini karena dilengkapi dengan teknologi kamera dual pixel sehingga bisa melakukan fokus dengan cepat dan bukaan aperture yang besar f1.7 yang membuatnya mampu menangkap cahaya lebih banyak dari kebanyakan smartphone. Kemampuan fokusnya luar biasa cepat untuk menangkap gerakan-gerakan anak yang lincah. Ditambah lagi dengan teknolosi Optical Image Stabilization (OIS), hasil gambar blur dapat dihindari dengan mudah. Tidak heran kalau Galaxy S7 langsung menyandang kamera smartphone terbaik dari DxOMark. Dengan dilengkapi external memory yang tidak ada di seri sebelumnya, saya juga tidak perlu khawatir kehabisan memory ketika merekam semua momen yang terjadi. Berdasarkan spesifikasi, Samsung Galaxy S7 bisa mendukung external memory sampai 200GB.

Sore hari, main game bersama anak

Kebetulan saya dan anak sama-sama suka main game. Dengan prosesor Exynos Octacore terbaru dan tercepat serta RAM 4GB, Samsung Galaxy S7 bisa memainkan semua game yang ada di Play Store. Salah satu game kesukaan kami adalah Need for Speed No Limits dan S7 mampu menjalankannya tanpa lag sama sekali. Fitur yang paling berguna dari S7 buat gamer adalah Game Launcher dimana kita bisa mengatur supaya tidak diganggu ketika bermain game dari chat dan notifikasi lain. Lalu ada juga fitur yang bisa mengunci sementara tombol back dan recent, sangat berguna supaya terhindar dari keluar game secara tidak sengaja karena menekan tombol recent atau back. Bermain game dalam waktu yang cukup lama juga masih nyaman karena S7 tidak terasa panas. Alasan utamanya tidak terasa panas, karena S7 dilengkapi dengan fitur liquid cooling untuk menjaga suhu dari prosesor dan memory.

Malam hari, nonton video di Gear VR

Dengan kegiatan yang cukup intensif dari pagi sampai malam, S7 edge mampu bertahan sampai malam hari dengan mudah. Tidak perlu lagi membawa power bank kemana-mana karena dengan kapasitas baterai 3600 mah, S7 edge dapat dengan mudah digunakan satu hari penuh. Kalaupun habis, S7 punya fitur fast charging yang bisa mengisi daya baterai sampai 100% dalam waktu kurang dari 1 jam. Sebelum tidur, saya ingin mengingat lagi momen yang saya lakukan seharian tadi bersama keluarga. Dengan Gear VR, saya bisa menyaksikan semua video yang ada di S7 seperti seolah-olah saya berada di layar bioskop dengan layar besar di depan mata saya dan menampilkan rekaman video dan foto keluarga. Saya juga sering menggunakan Samsung Gear VR untuk menonton film serial dan sudah pernah saya bahas disini. Setelah puas menonton video, saya melanjutkan istirahat dengan nyaman di kasur hotel bersama keluarga.

——

Iya, begitulah imajinasi saya jika memiliki S7 :) ketika Samsung Galaxy S7 resmi tersedia di toko, mudah-mudahan saya bisa mencoba dan membuktikan apakah S7 bisa memuaskan imajinasi saya. Buat kamu yang mau lihat lebih detail kemampuan dan spesifikasi Samsung Galaxy S7 bisa lihat disini. Sekali lagi, kudos buat Samsung dengan produk dan inovasi yang terdepan!

Cyber Intelligence Asia 2016 Conference

Padepokan Budi Rahardjo » Teknologi Informasi Budi Rahardjo

Selama dua hari (Selasa dan Rabu kemarin) saya mengikuti konferensi Cyber Intelligence Asia yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand. Ini adalah konferensi tentang cyber security, keamanan dunia siber. Dalam konferensi ini dan juga yang sebelumnya, saya diminta untuk menjadi chair yang memimpin acara.

12719128_10153461735416526_6661691705388106185_o

Yang menarik dari konferensi ini adalah dia menjadi ajang untuk bertukar informasi mengenai security di berbagai bidang di regional ini. Berikut ini adalah daftar yang dibicarakan.

  • Thailand: Ada dua pembicara. Yang pertama dari Nectec, bercerita tentang issues security terakhir di Thailand dan bagaimana training di bidang security. Pembicara kedua bercerita dari sudut pandang pemerintah, yaitu adanya layanan dari sebuah organisasi pemerintah untuk memberikan layanan IT untuk seluruh instansi pemerintah.
  • Filipina: Ada dua pembicara; dari Kepolisian dan dari Militer. Diceritakan tentang kasus cyber yang terakhir, yaitu tentang modus transfer fiktif dari sebuah bank di Bangladesh ke bank di Filipina dalam jumlah yang cukup besar (lebih dari US$ 80 juta). Kejahatan dilakukan dari cabang bank Bangladesh tersebut di Manhattan (US). Pembicara kedua bercerita tentang cyberwar.
  • Malaysia: Ada satu pembicara dari Cyber Security Malaysia. Topik yang disampaikan adalah  inisiatif-inisiatif yang sudah dilakukan di Malaysia. Mereka punya program yang sudah terstruktur.
  • Indonesia: Ada dua pembicara. Pertama diceritakan tentang situasi di Indonesia dan munculnya inisiatif untuk membuat asosiasi digital forensik. Kemudian saya bercerita tentang bagaimana adopsi ICT di Indonesia dan beberapa kasus terakhir. Saya juga menceritakan bagaimana situsasi di dunia media sosial (banyaknya hoax, perang berita palsu, dan lain-lain).
  • Taiwan: Bercerita tentang kondisi di Taiwan (TWCERT/CC)
  • Jepang: Satu pembicara yang bercerita tentang bagaimana mereka menangani security di lingkungan akademik. Dunia akademik memiliki situasi yang khas padahal jaringannya termasuk cepat dan banyak orang yang terlibat di perguruan tinggi dari berbagai bidang (yang tidak paham tentang cyber security).
  • China: Bercerita tentang bagaimana mereka menangani kasus-kasus di China dari kacamata CERTCN/CC. China menduduki ranking pertama dalam hal attack dan kejahatan-kejahatan siber lainnya.
  • Abu Dhabi: Bercerita tentang situasi security di perusahaan di sana serta penjelasn tentang tools Application Security yang dikembangkan olehnya.
  • Interpol: Bercerita tentang fasilitasnya di Singapura.
  • Selain hal-hal di atas, ada juga presentasi dari vendor; Arbor Networks (menceritakan tentang kasus Neverquest, malware yang mengancam bank melalui Man-In-The-Browser attack dan bisa dikembangkan ke dunia lain), Akamai (bagaimana mereka menangani masalah security sebagai CDN), Black Ridge Technology (tentang pendeteksi identitas dari melihat paket yang pertama), Custodio (tentang keamanan di dunia penerbangan), dan Parasoft (tools software security).

Singkatnya, saya banyak belajar dan membuat teman-teman baru di konferensi ini.

P_20160323_154200 CIA 0001

Berpotret di akhir konferensi.


Filed under: indonesiana, internet, open source, programming, security, teknologi, Teknologi Informasi, TI Tagged: IT, Pendidikan, postaday2016, security, Teknologi Informasi

Pengemudi Uber Ini Ternyata Ayah dari Siti Saniyah (Kontestan The Voice Indonesia)

Okto SiLaban Okto Silaban

Hari ini Taksi BlueBird gratis 24 jam. Tapi tadi di Kuningan saya sulit sekali menemukan taksi yang kosong. Akhirnya kembali lagi naik Uber, tak sampai 5 menit sudah dijemput.

Singkat cerita. Setelah ngobrol soal heboh demo pengemudi taksi kemarin, tiba-tiba si pengemudi (namanya Pak Medi) loncat ke topik lain.

Pak Medi (PM): Suka nonton The Voice, Pak?

Saya: Nonton awal-awal doang sih, Pak. Di YouTube. Saya inget ada tuh yang nyanyi-nyanyi seru sama Agnez Mo pas audisi.

PM: Nah, anak saya lolos tuh, Pak. (Ujarnya dengan bangga)

Saya: Hah?! Serius, Pak? Siapa namanya?

PM: Iya, namanya Siti Saniyah. Kalau Bapak ada YouTube, lihat aja. (Tidak lama kemudian, karena lihat saya pegang henpon). Eh iya, pasti bisa buka YouTube, ya. Hehe. Judulnya “Fight Song”, Pak. (senyumnya sumringah)

Saya: (googling sebentar). Wah iya, Pak ada nih. Saya tonton deh.

Setelah selesai nonton.

Saya: Wah.. beneran bagus, Pak. Gilee gilee… Semua juri muter kursi loh !

PM: Alhamdulilah, Pak. Hehe.

Saya: Umur berapa Pak putrinya?

PM: Masih 15 tahun, Pak.

Saya: Wow, keren!

Satu hal yang bikin saya kagum sama Pak Medi ini, dia gak lebay ngebanggain anaknya. Kalau saya gak nanya lebih lanjut dia gak heboh sendiri bercerita. Malah akhirnya kami lama ngobrol soal politik, ekonomi.., ya biasalah obrolan warung kopi.

Kalau dulu saya pernah membuat tulisan simpatik soal pengemudi Blue Bird yang unik-unik, setelah kejadian tidak simpatik dari “oknum” pengemudi Blue Bird kemarin, kali ini saya nulis soal pengemudi Uber dulu ajalah.

Oh iya, ini videonya. Mudah-mudahan Siti Saniyah bisa lanjut terus, jadi Pak Medi gak terlalu pusing lagi takut di-sweeping waktu bawa Uber.